Monday, 27 April 2026
Home Blog Page 8774

Yuk Kenalan Sama Pilot Cantik yang Jago Gebuk Drum

BOGOR DAILY- Nama Athira Farina memang masih asing di telinga warganet. Namun tak demikian dengan seleb Tanah Air. Cewek asal medan ini merupakan salah satu pilot yang kerap menerbangkan pesawat pribadi yang disewa oleh seleb Indonesia.

Selain itu, cewek 26 tahun ini sangat jago gebuk alat musik drum lho. Ya, Athira sendiri dulunya adalah drummer band pengiring jika Vicky Shu tampil.

Tak heran jika alumni SMA Negeri 1 Medan ini sangat dekat dengan Vicky Shu hingga kini. Selain itu, Athira sendiri memang sudah sangat dikenal masyarakat karena beberapa kali muncul di layar kaca.

Penasaran dengan sosok satu ini?Ini dia sosok si pilot canti yang lihat gebuk drum.

1. Athira Farina merupakan salah satu pilot cantik asal Indonesia.

2. Cewek asal Medan ini sangat dekat dengan Vicky Shu, ia bahkan hadir di wisuda sang pilot.

3. Athira ini sangat jago gebuk drum lho, ia bahkan menjadi drummer band pengiring Vicky Shu saat tampil.

 

Pengumuman! Calon di Pilkada Dilarang Kampanyekan Capres

BOGOR DAILY-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melarang calon kepala daerah dan partai politik mengkampanyekan calon presiden dalam kampanye pilkada. Hal ini dikarenakan masa kampanye pilpres belum dimulai. “Tidak boleh (kampanye pilpres), karena belum masa kampanye,” ujar Anggota Bawaslu Rahmat Bagja, Jumat (27/4/2018).

Bagja mengatakan saat ini kampanye yang diperbolehkan yaitu kampanye pilkada. Ia juga mengatakan masa kampanye pilkada harus digunakan untuk menyampaikan visi dan misi pasangan. “Sekarang masa kampanye pilkada, bukan pemilu. Kampanye harus ada visi misi, pasangan calon, citra diri,” kata Bagja.

Berdasarkan PKPU No 5 Tahun 2018, disebutkan masa kampanye Pilkada 2018 sendiri dimulai sejak 15 Februari lalu hingga 23 Juni 2018. Sedangkan waktu pendaftaran calon presiden ke KPU adalah 4-10 Agustus 2018 dan masa kampanye pilpres akan dimulai pada 23 September 2018 sampai 13 April 2019.

Bagja mengatakan Bawaslu mengawasi jalannya kampanye pilkada. Nantinya Bawaslu juga akan memberikan sanksi bagi calon kepala daerah dan partai politik yang memasukan konten pilpres dalam kampanye pilkada. “Kita awasi dan kita catat dan tentu akan ada sanksi bagi pelanggar (cakada atau parpol) yang melakukan pelanggaran,” tuturnya.

Sama halnya dengan Bagja, Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin mengatakan Bawaslu berharap tidak ada konten pilpres dalam pilkada. Menurutnya, Bawaslu juga akan menindak pelanggaran lain yang terjadi bila tidak sesuai dengan peraturan yang terdapat dalam Undang-undang.

“Kita juga berharapnya tidak ada konten pilpres dalam pilkada. Apa yang dilarang dan tidak seharusnya sudah jelas dalam UU, kalau itu menyoal NKRI, hinaan SARA pasti bisa ditindak,” ujar Afif.

Ini Lho Anak Loper Koran yang Raih IPK 4.00

BOGOR DAILY- Rahmat Budiarto, seorang anak loper koran asal Jember, Jawa Tengah, berhasil menjadi wisudawan terbaik Institut Pertanian Bogor (IPB). Rahmat bahkan memperoleh nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00.

Di tengah keterbatasan ekonomi keluarganya , Rahmat mendapatkan gelar magister pada upacara wisuda di Graha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Rabu (25/4). Dia berhasil menamatkan studinya pada program Magister Agronomi dan Hortikultura.

Perjuangan Rahmat untuk sampai pada titik yang membanggakan tersebut tentu tidaklah mudah. Semangat belajarnya yang gigih, menyebabkan dirinya selalu mendapat beasiswa untuk dapat mengenyam pendidikan.

“Saya sangat bersyukur sejak SD, saya merupakan penerima beasiswa dengan dana BOS, kuliah sarjana (tahun 2011) di Universitas Jember pun saya mendapat beasiswa unggulan Dikti. Di sela-sela studi S1, saya diberikan kesempatan untuk mengikuti magang di Korea Selatan (Hankyong National University) selama satu bulan dan pertukaran pelajar di Thailand (Kasetsart University) selama satu tahun,” ujar Rahmat.

Untuk dapat kuliah S2 di IPB, kata dia, dirinya mengandalkan beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU). Oleh karena itu, upacara wisuda magister yang dilaluinya itu merupakan gerbang awal untuk langsung melanjutkan studi doktorolanya di IPB dengan beasiswa yang sama.

Keseriusan Rahmat untuk kuliah pun dapat dibilang tak main-main. Selama menempuh pendidikan magisternya itu, Rahmat sudah mempublikasikan satu jurnal internasional, dua jurnal terindeks scopus (masih tahapreviewer) dan satu draft jurnal internasional.

“Ketertarikan saya terhadap ilmu hortikultura Indonesia menuntut saya untuk berguru di IPB. Tentunya saya tidak salah alamat, karena ada banyak ahli hortikultura di kampus ini. IPB adalah tempat yang tepat untuk memperdalam ilmu pertanian khas Indonesia. Target saya ke depan adalah ingin menuntaskan pendidikan doktor saya di IPB, dengan target lulus sebelum bulan Agustus 2019,” tuturnya.

Bagi Rahmat, motivasi terbesar yang menyababkan dirinya dan adiknya dapat sekolah setinggi mungkin datang dari kedua orang tuanya. Menurutnya, sosok sederhana ayahnya,Gatot Subagyo, yang bekerja sebagai loper koran dan ibunya, Sudi Rahayu, selalu mendorongnya untuk tak pernah putus ada salam mencari ilmu.

“Ayah selalu bilang kepada kami untuk tidak khawatir tentang biaya sekolah. Kata ayah, tidak mungkin sekolah akan mengeluarkan kami karena tidak bisa bayar sekolah,” kenang Rahmat.

Dengan penghasilan tunggal dari ayah sekitar 50 ribu per hari (jika semua korannya habis terjual), Rahmat mengaku bersyukur bisa kuliah. Adiknya bahkan sudah lulus dari politeknik di Jember berkat beasiswa bidikmisi.

Meski berasal dari keluarga tak mampu, Rahmat mengaku bahwa keluarga besarnya sangat mengutamakan pendidikan. Dulu, jika Rahmat berhasil menjadi juara satu, maka kakek atau neneknya akan membelikannya sepatu baru. Saat ini, Rahmat lah satu-satunya di keluarga besarnya yang berhasil mencicipi pendidikan tertinggi. Dia dapat membawa perubahan baru bagi keluarganya.

“Kini kondisi ekonomi keluarga kami sedikit membaik. Alhamdulillah rumah kami sudah mulai ditembok dan berkeramik. Dulu rumah kami terbuat dari bambu, orang Jawa menyebutnya gedhek dan berlantaikan tanah,” tuturnya.

Selepas menyelesaikan studi Doktoralnya, Rahmat mengungkapkan ingin berkontrbusi di kampungnya, Jember. Dia akan membantu para petani yang ada di sana dengan ilmu yang didapatnya di IPB.

“Saya berencana untuk membagi ilmu hortikultura yang sudah saya dapatkan ke petani-petani sekitar, dan sekaligus menjembatani alih teknologi dari peneliti ke petani dan sebaliknya. Saya berharap IPB dapat lebih meningkatkan kemajuan sarana pengujian dan laboratorium karena dapat meningkatkan minat belajar dan meneliti mahasiswa pascasarjana. Semoga ilmu yang saya peroleh semasa di IPB dapat bermanfaat bagi daerah saya,” tutup dia

sumber: Kumparan.com

Ditahan KPK, Diabetes Zumi Zola Kumat

BOGOR DAILY-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengabulkan permintaan Gubernur nonaktif Jambi, Zumi Zola, untuk berobat atas penyakit diabetes yang dideritanya.

Pihak pengacara khawatir dampak lebih buruk mengingat saat ini diabetes tersebut telah mengakibatkan dua mata Zumi sulit melihat. Pengajuan izin berobat itu disampaikan Zumi bersama pengacaranya, Muhammad Farizi, saat menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/4/2018) kemarin.

“Dia enggak banyak ngeluh, cuma dia minta dijadwalkan ada jadwal berobat ke dokter, itu tadi kita sampaikan juga. Dan itu tadi sudah disetujui,” ujar pengacara Zumi Zola, Muhammad Farizi, usai mendampingi pemeriksaan kliennya.

Farizi menceritakan, Zumi sejak lama terkena sakit diabetes, tepatnya sejak tahun 2007. Dulu Zumi sempat mendapat perawatan dokter. Namun, belakangan ini diabetes Zumi kambuh saat dia menjalani penahanan di Rutan C1 KPK Jakarta.

“Matanya jadi susah melihat. (Ya bahaya), makanya KPK bersedia memfasilitasi untuk berobat ke dokter spesialis,” jelasnya.

Ia menceritakan, kadar gula darah Zumi Zola kerap naik dan turun atau tidak stabil selama menjalani hari-hari di Rutan KPK.

Ia bersyukur pihak KPK mengizinkan Zumi untuk berobat atas sakit diabetesnya.

“Kalau berat badannya selama di tahanan malah bagus dan stabil, cenderung naik. Cuma matanya saja susah melihat,” imbuhnya.

Farizi mengungkapkan kliennya telah mendapatkan izin dari KPK untuk melakukan pengobatan. Menurut Farizi, Zumi Zola tidak banyak mengeluh selama di tahanan.

Zumi Zola yang menjadi tersangka kasus dugaan penyuapan dan menerima gratifikasi sejumlah proyek di Jambi ditahan oleh KPK di Rutan C1 KPK Jakarta sejak 9 April 2018. Zumi Zola bersama Plt Kadis PUPR Jambi Arfan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap dan gratifikasi atas proyek-proyek di Pemprov Jambi.

Atas perbuatannya, Zumi dan Arfan disangkakan pasal 12 huruf B Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam kasus ini, KPK lebih dulu menetapkan empat orang tersangka dalam kasus suap pengesahan APBD Provinsi Jambi.

Keempat tersangka itu yakni anggota DPRD Provinsi Jambi Supriyono, Plt Sekda Jambi, Erwan Malik, Plt Kadis PUPR Jambi Arfan, dan Asisten Daerah III Syaifuddin.

Pemeriksaan Perdana

Pada Kamis kemarin, Zumi didampingi pengacaranya menjalani pemeriksaan di Gedung KPK. Ini merupakan pemeriksaan perdana Zumi sebagai tersangka setelah dia ditahan oleh KPK pada Senin lalu, 9 April lalu. “ZZ diperiksa sebagai tersangka,” ujar Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah.

Zumi tiba pukul 09.22 WIB dengan diantar mobil tahanan. Seperti tahanan KPK umumnya saat diperiksa, Zumi juga terlihat mengenakan kemeja putih berlengan pendek dan celana bahan warna hitam.

Di tangan kirinya menggenggam kotak kacamata warna hitam. Febri juga mengatakan, pihaknya melakukan perpanjangan penahanan terhadap tersangka Zumi Zola. “Terhadap ZZ dilakukan perpanjangan penahanan 40 hari dari tanggal 29 april 2018 hingga 9 juni 2018,” jelasnya

ADV : Disperindag Kota Bogor Sigap Menindaklanjuti Temuan BPOM

Bogor Daily – Akhir Maret lalu, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mempublikasikan hasil pengujian terhadap berbagai merek ikan dalam kemasan kaleng. Hasilnya, sebanyak 27 merek produk ikan kemasan kaleng impor memang positif mengandung parasit cacing. Beberapa merek produk dalam negeri juga terpapar parasit cacing karena bahan bakunya juga berasal dari luar negeri. Dari hasil audit komprehensif yang dilakukan BPOM diketahui, parasit cacing dimaksud merupakan cacing laut jenis anisakis berasal dari ikan makarel.

Menindaklanjuti apa yang telah dilakukan BPOM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor awal April lalu segera melakukan sidak. Dimaksudkan untuk ikut mengawasi peredaran ikan makarel kalengan. Untuk kepentingan sidak tersebut dibentuk kemudian tim gabungan yang terdiri dari unsur Disperindag, Kepolisian, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian.

Sidak ke pasar modern, pasar tradisional dan supermarket serta minimarket dilakukan oleh 2 tim. Tim 1 dipimpin Kepala Bidang Sarana dan Komoditi Perdagangan, Disperindag Kota Bogor, Tedy Sutiadi. Mereka menyasar wilayah Bogor Utara, Bogor Timur dan Bogor Tengah. Sedangkan tim 2 dipimpin Kepala Bidang Tertib Niaga Disperindag Kota Bogor, Mangahit Sinaga. Mereka menyasar wilayah Tanah Sareal, Bogor Barat dan Bogor Selatan.

Menurut Tedy, pengawasan ini dilakukan karena pihaknya tidak ingin konsumen mendapat bahan pangan yang tidak higeinis atau yang terbukti berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia. “Untuk tim 1 hasilnya sementara tidak ditemukan ikan kaleng yang mengandung cacing. Hasil ini diketahui setelah tim mencocokan dengan data produk-produk ikan kaleng yang disinyalir mengandung cacing,” jelasnya.

Sedangkan tim 2 menyita 100 dus yang ditemukan di salah satu gudang grosir makanan di wilayah Jalan Sholeh Iskandar. Produk tersebut langsung disegel agar tidak terjual. “Temuan tersebut sesuai dengan kode produk dari BPOM yang telah diedarkan, yaitu Makarel Saos Tomat dengan Kode BPOM : MD 543913001464,” lanjut Tedy. Ia menegaskan, produk yang terkontaminasi cacing berdasarkan data BPOM hanya produk makanan kaleng ikan makarel. Bukan jenis ikan lainnya.

Selain itu pihaknya juga menyita 100 kaleng ikan makarel yang dijual di warung-warung kecil di wilayah Tanah Sareal, Bogor Barat dan Bogor Selatan. Berdasarkan data BPOM untuk sementara ada 27 merk yang mengandung parasit cacing. Saat ini 16 merek produk impor ikan makarel dilarang masuk ke Indonesia dan 11 merk produk dalam negeri ikan makarel dihentikan sementara sampai audit komprehensif selesai dilakukan BPOM. “Kami mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dan hati-hati dalam membeli produk pangan,” pesan Tedy. (Advertorial)

Tetaplah Konsumsi Ikan

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Pencernaan, Dr.dr. Ari Fahtizal Syam SpPD, larva cacing anisakis jika tertelan dalam keadaan hidup dapat menempel di dalam lambung atau usus halus. Akibatnya yang menelannya dapat mengeluhkan nyeri perut, mual, muntah, kembung dan diare. “Selain itu juga bisa menyebabkan reaksi alergi yang bisa berakibat fatal,” katanya pada harian Republika.

Kasus sakit akibat jenis cacing ini banyak ditemukan pada masyarakat Jepang yang menyukai sashimi atau sushi. Begitu pula di masyarakat Amerika, jumlah kasus infeksi anasakis sudah mulai rutin dijumpai, karena tingginya konsumsi mereka terhadap daging ikan mentah.

Harian Republika edisi Senin 9 April 2018 juga mengutip pernyataan pakar keamanan pangan Universitas Gajah Mada, Endang Sutrisnawati Rahayu. Menurutnya, cacing anisakis pada ikan makarel kalengan tidak berbahaya terhadap kesehatan manusia jika dipastikan dalam kondisi mati. “Hanya dari segi estetika cacing memang sebaiknya tidak ada dalam ikan yang akan dikonsumsi,” pesannya.

Temuan BPOM pada ikan kalengan itu ditemukan mati. Hal itu dapat dipahami karena dalam proses pengalengan, ikan diolah melalui proses pemanasan hingga mencapai suhu tinggi yaitu 69 derajat celcius. Oleh karena itu Endang Sutrisnawati berharap, temuan itu tidak membuat masyarakat takut mengkonsumsi ikan. “Yang terpenting perhatikan mengolah dan memasak ikan laut, harus dengan sempurna,” katanya. Sebab jika proses memasak ikan tanpa panas atau panasnya kurang, larva di dalam ikan tidak mati. Kalau kemudian sampai dikonsumsi manusia, bisa menyebabkan penyakit.

BPOM RI mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dan hati-hati dalam membeli produk pangan. Pastikan dengan memeriksa KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar dan Kadaluwarsa) sebelum membeli atau mengkonsumsi produk pangan. Pastikan kemasannya dalam kondisi utuh, baca informasi pada label, pastikan memiliki izin edar dari BPOM RI dan tidak melebihi masa kadaluwarsa. Pengaduan ke BPOM RI dapat disampaikan melalui Contact Center HALO BPOM RI di nomor telepon 1-500-533, SMS 0812-1-9999-533, e-mail : [email protected]

Pengumuman PDAM Tirta Pakuan Bogor

PEMBERITAHUAN
Pelanggan PDAM TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR yang kami hormati.
Sehubungan adanya pengerjaan pemeliharaan IPA Palasari pada hari Rabu tanggal 25 April 2018 pukul 08.00 s.d 13.00 (+ 5 jam), bersama ini kami sampaikan lokasi zona V yang akan terdampak perbaikan tersebut sebagai berikut:
– Rangga Mekar dsk,
– Pamoyanan dsk,
– Palasari dsk.
Kami mengimbau pelanggan dapat menampung dan menghemat air pada saat sedang mengalir untuk mengantisipasi gangguan tersebut. Apabila pelanggan membutuhkan pasokan air melalui mobil tangki dapat menghubungi Call Center 24 Jam PDAM TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR  di nomor (0251) 8324111 dan Whastapp 08111182123.
Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan untuk menjadi maklum, dan atas perhatian serta pengertian Bapak/Ibu/Saudara, kami mengucapkan terima kasih.
Bogor, 23 April 2018
a.n DIREKTUR UTAMA
PDAM TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR
SEKRETARIS PERUSAHAAN
Ttd
RINDA LILIANTI

IRT Bogor Ini Tipu Distributor Telur hingga Rp7,9 M

BOGOR DAILY-Seorang wanita berinisial SP ditangkap polisi lantaran melakukan penipuan dan penggelapan uang berkedok investasi telur ayam negeri bernilai miliaran rupiah di wilayah Kota Bogor.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Didik Purwanto mengatakan kasus tersebut terungkap setelah adanya laporan dari para korbannya yang merupakan distributor telur di wilayah Kota Bogor.

“Awalnya ada laporan dari salah satu distributor telur yang merasa ditipu karena sudah investasi miliaran kepada pelaku tetapi telur ayam yang dijanjikan hanya dikirim setengahnya,” kata Didik, Rabu (25/4/2018).

Dari hasil penyelidikan, polisi menangkap pelaku SP di wilayah Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Kepada polisi, SP mengaku menjalankan aksi penipuannya berkedok supplier telur ayam negeri.

“Pelaku dulunya pernah jadi pedagang telur tapi kolaps. Kemudian dengan relasinya, pelaku membeli telur dari supplier di Jakarta dengan harga normal untuk dijual ke distributor di Jabodetabek,” jelas Didik.

Namun ketika menjual kembali kepada distributor, pelaku menjual telurnya jauh lebih murah dari harga pasaran. Hal tersebut lah yang membuat para distributor tertarik untuk membeli telur dari pelaku.

“Dari situ, pelaku beraksinya. Kepada distributor, SP mengaku stok telurnya indent, jadi harus investasi dulu. Akhirnya para distributor ini memberikan uang hingga ada yang mencapai Rp 1,5 miliar,” paparnya.

Setelah 6 bulan berjalan, pengiriman telur ayam yang dijanjikan pelaku tidak sesuai dengan nilai uang yang telah diberikan. Karena merasa sudah ditipu, para distributor telur ini melapor ke Polresta Bogor Kota.

“Korbannya semua ada 14 orang, mereka distributor telur ayam negeri di wilayah Jabodetabek. Total kerugian mereka mencapai Rp 7,9 miliar. Pelaku mengaku menjalankan aksinya sendiri,” ungkapnya.

Saat ini, pelaku sudah diamankan di Polresta Bogor Kota dan dijerat pasal Pasal 378 KUHP jo Pasal 372 KUHP Tentang Penipuan dan Penggelepan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

“Pelaku masih kita mintai keterangan lebih lanjut untuk mengetahui uang hasil penipuannya digunakan untuk apa. Kami juga imbau jika ada yang merasa juga menjadi korban untuk melapor,” tandasnya.

sumber: Suara.com

 

 

Sopir Ojol Perempuan Kena Sweeping Sampai Dipaksa Squat Jump

BOGOR DAILY-Video seorang driver ojek online (Ojol) perempuan yang dijegat hingga disuruh melakukan squat jump banyak dikecam. Sosok yang menyuruh hal tersebut juga sesama driver ojol perempuan. Bahkan dia juga mengumpat dengan kata kasar.

Aksi tersebut viral di media sosial, khususnya yang memposting terkait driver ojol. Kejadiannya yakni pada saat demo ojol yang dilakukan di depan gedung DPR/ MPR pada Senin (23/4) lalu.

Driver ojol yang dijegat tampak mengenakan jaket dibalik untuk menyembunyikan identitasnya. Saat kejadian memang terlihat sweeping yang dilakukan sesama driver agar mereka tidak mengambil order saat demo berlangsung.

Driver ojol perempuan yang membawa penumpang itu diberhentikan. Tak cuma itu, dia disuruh melakukan squat jump beberapa kali oleh seorang driver perempuan. Setelah melakukannya dan meminta maaf, driver itu kembali mengantarkan penumpangnya.

Setelah menuai banyak kecaman, driver ojol yang mengumpat dan menyuruh squat jump meminta maaf melalui sebuah video. Driver bernama Anne itu mengungkapkan penyesalannya telah melakukan hal tersebut.

“Nama saya Anne. Dengan ini saya menyatakan penyesalan yang sangat dalam atas kejadian tanggal 23 April 2018 di lokasi gedung MPR dengan mitra Gojek,” ucap Anne dalam video yang disebar di sejumlah akun ojol di Instagram.

“Saya sangat menyesal dengan kejadian ini dan tidak akan mengulangi lagi kepada seluruh rekan-rekan Gojek di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Lihat videonya:

https://www.youtube.com/watch?v=lvtR-OK_H24

Sadis! Tubuh Mahasiswa Direbus Dalam Cairan Asam

0

BOGOR DAILY-Tiga mahasiswa Meksiko tewas dalam keadaan mengenaskan. Jenazah mereka ditemukan dalam kondisi dilarutkan dalam cairan asam.  Tiga mahasiswa jurusan film itu yakni bernama Javier Salomon Aceves (25), Jesus Daniel Diaz (20) dan Marco Garcia Avalos (20). Mereka kuliah di University of Audiovisual Media di Guadalajara, ibu kota negara bagian Jalisco.

Mereka sebelumnya dilaporkan hilang pada 19 Maret lalu. Diduga kuat mereka dibunuh oleh kartel narkoba Jalisco New Generation Cartel (CJNG) karena dianggap sebagai rival.  Sebelum hilang, ketiganya sedang mengerjakan tugas di sebuah rumah di Tonala. Saat itu, rumah tersebut diketahui sedang ‘diawasi’ para pelaku. Kehadiran tiga mahasiswa memancing kecurigaan para pelaku.

Dari keterangan saksi mata, saat kejadian ada pria bersenjata yang mengaku sebagai polisi. Pria itu menjegat tiga mahasiswa tersebut saat mobil mereka mogok. Sejak itu mereka menghilang dan ditemukan dalam keadaan tewas.

Hasil penyelidikan jaksa Jalisco, ketiganya disiksa terlebih dahulu sebelum dibunuh. Lalu, jasad mereka dilarutkan dalam cairan yang diduga sejenis asam (acid).

Dalam buku Cartel: The Coming Invasion of Mexico’s Drug Wars yang ditulis oleh Sylvia Longmire tahun 2011, cairan yang dipakai para kartel narkoba untuk ‘merebus’ korbannya itu disebut sebagai pozole. Sylvia lantas menyebutkan, cairan itu sebetulnya merupakan lye.

Namun seringkali lye disebut sebagai asam (acid), padahal sebetulnya adalah sodium hidroksida (NaOH) atau potasium hidroksida (KOH). Lye bersifat korosif dan berbahaya jika terkena kulit.

“Sesudah itu, jenazah-jenazah mereka dilarutkan dalam cairan asam agar tidak ada jejak mereka yang tertinggal,” demikian pernyataan kantor jaksa negara bagian Jalisco.

Dua tersangka pembunuhan telah ditangkap. Kepolisian Meksiko masih memburu enam tersangka lainnya.

Pelajar Berjimat Diringkus Polres Bogor, Isi Tasnya Mengejutkan…

BOGOR DAILY-Polres Bogor merazia pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) pada jam pulang sekolah untuk mengantisipasi tawuran. Ada 26 pelajar yang diamankan polisi. “Patroli Sabhara menjaring 26 pelajar yang akan melakukan tawuran, ternyata di antara para pelajar tersebut masih juga ditemukan ada 8 anak, ada 8 sajam di tas mereka,” kata Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading, Selasa (24/4/2018).

Para pelajar itu akan diproses sesuai pelanggarannya. Dicky menduga, para pelajar tersebut hendak melakukan aksi tawuran. “Kemungkinan mereka persiapan tawuran, membawa sajam (senjata tajam) entah menunggu diserang atau mau menyerang, mereka sistemnya melihat kalau pas papasan mereka tawuran,” kata Dicky.

Dicky mengatakan patroli ini dilakukan untuk mengantisipasi tawuran yang kerap dilakukan sepulang jam sekolah. Dari para pelajar tersebut, polisi menyita sejumlah senjata tajam, jimat, dan lain-lain. “Kita akan proses UU Darurat (bagi yang kedapatan membawa sajam), jadi sejak bulan lalu saya sudah tegaskan tidak ada ampun bagi pelajar mau itu anak-anak, kita tegakkan juga disesuaikan dengan UU Peradilan Anak,” paparnya.

Perkelahian pelajar yang sering terjadi menjadi keprihatinan polisi. Polisi mengimbau orang tua, lingkungan rumah, sekolah untuk melakukan pencegahan tawuran dengan mengawasi anak-anaknya.

“Tanpa dukungan masyarakat dari seluruh lapisan agaknya sulit untuk Bogor bebas dari tawuran pelajar, sudah ada berapa yang diproses, sudah berapa korban jiwa tetap saja terjadi. Kami imbau mari sama-sama untuk antisipasi tawuran, kita jaga anak-anak kita dari tawuran dan bahaya narkoba serta premanisme,” tuturnya.