Wednesday, 29 April 2026
Home Blog Page 8798

Sadis! Sopir Grab yang Tewas Dipukul Batu dan Dijerat Tali

BOGOR DAILY-Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky mengatakan, ada tujuh pelaku yang terlibat dalam kasus pembunuhan sopir taksi online di kawasan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Lima yang masing-masing berinisial AN (20), MA (40), AN (30), KM (40), LN (27) berhasil ditangkap, sementara dua lainnya masih dalam pencarian.

“AN diamankan di Subang, sedangkan empat lainnya di daerah Cipinang Gading, Kota Bogor kemarin,” ujarnya

Andi menjelaskan bahwa ketujuh pelaku tersebut memiliki peran masing-masing saat melancarkan aksinya.

Berawal ketika AN memesan taksi online menggunakan ponsel milik LN dari daerah Sukaraja, Kabupaten Bogor menuju Pamijahan pada Jumat (2/3/2018) sekira pukul 22.30 WIB.

“Awalnya di Sukaraja hanya empat orang yang naik, kemudian tiga lainnya naik saat sedang dalam perjalanan,” ujarnya

Sesampainya di lokasi kejadian, korban bernama Justinus Sinaga (41) dijerat menggunakan tali oleh AN yang selanjutnya tangan dan kakinya diikat menggunakan lakban hitam oleh AN dibantu LN dan KM.

Setelahnya, korban dipukul menggunakan batu sebanyak tiga kali oleh MA dan gagang golok oleh pelaku yang saat ini masih dalam pencarian polisi.

“Saat itu korban langsung dibuang ke jurang oleh AN dan dua pelaku yang masih dicari dari dalam mobil di daerah Gunung Picung,” terangnya.

Sementara itu, jasad sopir taksi asal Depok itu baru ditemukan pada Senin (5/3/2018) kemarin sekira pukul 10.00 WIB.

Justinus ditemukan tewas dalam keadaan kaki dan tangan terikat, serta mulut dan mata tertutup lakban hitam.

Ini 5 Pelaku Pembunuhan Sopir Grab di Gunung Bunder

BOGOR DAILY-Polisi berhasil menangkap para tersangka perampokan sekaligus pembunuhan terhadap sopir Grab bernama Justinus Sinaga (40). Sedikitnya ada 5 perampok yang berhasil ditangkap.

“Tim berhasil menangkap 5 tersangka perampokan dan pembunuhan sopir taksi online yang ditemukan tewas di Bogor,” kata Dirkrimum Polda Jawa Barat Kombes Pol Umar Surya Fana dalam keterangannya, Rabu (7/3).

Polisi pertama kali berhasil menangkap tersangka AN (20) pada Senin (5/3) pukul 22.00 WIB. AN ditangkap di Subang, Jawa Barat. AN rupanya menjadi target buruan Polresta Depok atas kasus penggelapan.

Setelah itu, tim Reskrim Polres Bogor berkoordinasi dengan Polres Subang dan Depok untuk menyelidiki mobil Toyota Avanza hitam B 1992 EKN yang dibawa AN yang diduga hasil perampokan di Bogor.

Tim lalu membawa AN ke Polresta Depok pada Selasa (6/3) untuk diperiksa lebih lanjut. Bermodal keterangan pelaku, polisi memburu dan menangkap empat pelaku lainnya, yakni MA (40), AN (30), KM (40), dan LNH alias R (27) di Cipinang Gading, Bogor.

“3 orang dilumpuhkan pada bagian kaki karena melakukan perlawan terhadap petugas,” imbuh Umar.

Dalam penangkapan ini, polisi menyita sejumlah barang bukti, seperti 1 buah tali kain untuk menjerat leher korban, 1 buah batu untuk memukul kepala korban, lakban hitam yang digunakan untuk mengikat kaki dan tangan korban serta menutup mulut dan mata korban.

Lalu, 1 buah kaos berkerah warna putih merah dan celana panjang bahan warna crem milik korban dan 1 unit mobil Toyota Avanza warna hitam bernopol B 1992 EKM.

Sebelumnya, pembunuhan Justinus bermula saat dia mendapat orderan untuk mengantar 3 penumpang ke kawasan Bogor, dengan titik penjemputan di Holland Bakery, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Penumpang memiliki tujuan ke Gunung Salak Endah Kecamatan Pamijahan.

Namun, setelah pergi mengantar, hingga pukul 01.00 WIB dini hari, Minggu (4/3) Justinus tak kembali dan tidak bisa dihubungi. Akhirnya, pihak keluarga membuat laporan orang hilang di Polsek Cibungbulang.

Selang beberapa hari, jasad Justinus baru bisa ditemukan pada Senin (5/3) sekitar pukul 10.00 WIB.

 

 

 

Astaga! Siswa SMP Rampok Rumah Anggota TNI

BOGOR DAILY-Seorang pelajar SMP di Kota Probolinggo, Jawa Timur, ditangkap karena nekat merampok di rumah anggota TNI.

Perampokan terjadi pada 22 Desember 2017. Pelajar berinisial MSA (16) itu merampok setelah butuh uang karena ketagihan game online.

Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, MSA yang duduk di bangku kelas VIII di sebuah SMP swasta melakukan perampokan dan melukai korban.

“Caranya dengan mencongkel jendela. MSA malah sempat menusuk korban yang merupakan anggota TNI. Beruntung korban hanya mengalami luka ringan di tangan,” ungkapnya di Mapolresta, Selasa (6/3/2018).

Alfian menambahkan, di rumah anggota TNI, MSA mengambil uang sebesar Rp 1,7 juta dan sebuah ponsel. Dari ponsel itulah, polisi melacak pelaku hingga akhirnya tertangkap di rumahnya saat akan berangkat untuk bermain game online.

“Anak tersebut sudah merampok di enam lokasi. Pelaku mengambil uang, perhiasan, ponsel hingga sepeda motor. Tersangka mengaku nekat merampok lantaran ketagihan bermain game online dan tak punya uang,” katanya.
Hingga kini, lanjutnya, polisi masih terus mengembangkan kasus ini tentang pelaku lain atau tidak.

“Kami berharap para orangtua selalu mengawasi tingkah lalu anak-anaknya sehari-hari,” tuturnya.

Rel Kereta Cilebut-Bogor Patah, Ini Kata PT KCI

BOGOR DAILY-PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memohon maaf atas gangguan perjalanan yang terjadi di Lintas Cilebut – Bogor sejak pukul 05:14 WIB. Karena rel di antara Cilebut-Bogor patah.

“Gangguan perjalanan terjadi akibat adanya rel patah di lintas tersebut, yang membuat KRL harus berjalan bergantian di lokasi, menggunakan satu jalur,” kata VP Corporate Communications PT KCI, Eva Chairunisa dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/3/2018).

Dampaknya, lanjut Eva, tentu ada antrian KRL dari maupun menuju ke arah Bogor. Untuk mengatasinya, saat ini petugas prasarana dari PT KAI Daop 1 telah berada di lokasi untuk melakukan perbaikan.

Sementara itu untuk mengurai antrian dan keterlambatan, sebagian perjalanan KRL tujuan Bogor diatur hanya sampai Stasiun Bojonggede atau Stasiun Cilebut untuk selanjutnya kembali lagi menuju Jakarta Kota / Angke / Jatinegara.

PT KCI mengimbau para pengguna jasa untuk tetap memperhatikan keselamatan dan keamanan dengan tidak memaksakan diri untuk masuk apabila kondisi di dalam KRL sudah sangat padat. “Bagi pengguna yang tidak dapat menunggu, kami sarankan untuk dapat menggunakan moda transportasi lainnya,” tambahnya.

Curi Ini Itu, Maling di Pasar Anyar Keok Juga

BOGOR DAILY- Dua pemuda asal Bogor  dibekuk petugas Polsek Bogor Tengah, Polresta Bogor Kota, di dua lokasi berbeda.

Kedua tersangka yakni RA (36) dan RH (28) diciduk petugas lantaran kerap menggasak barang elektronik di wilayah Bogor. Aksi terakhir mereka berhasil menggasak sejumlah barang elektronik senilai jutaan rupiah di salah satu toko kawasan Pasar Anyar, Ciwaringin, Bogor Tengah, Kota Bogor. Namun akhirnya keok juga.

Kapolsek Bogor Tengah Kompol Saifudin Gayo menjelaskan, keduanya ditangkap Senin petang kemarin setelah pihaknya mendapatkan laporan dari Alvin Wanputra, pemilik toko Maju Jaya Makmur.

Setelah melakukan penyelidikan dengan memeriksa CCTV dan keterangan sejumlah saksi, didapatlah inisial kedua pelaku.

“Pelaku yang pertama kami tangkap di wilayah Cimanggu Barata, Tanah Sareal, dan Cibogor, Bogor Tengah, Kota Bogor,” katanya, Selasa (6/3/2018).

Pelaku mencuri di toko Maju Jaya Makmur yang terletak di Jalan MA Salmun No 43 Kelurahan Ciwaringin, Bogor Tengah, pada Kamis (15/2/2018) malam.

“Mereka diketahui  kerap beraksi pada malam hari saat toko tutup dan kawasan Pasar Anyar sudah sepi. Korban baru mengetahui barang-barang di tokonya dicuri sehari setelah kejadian,” ungkapnya.

Adapun barang bukti yang diamankan yakni 1 unit TV LED Sharp 32 inc, 20 unit tabung gas 3 kg, 3 buah unit Magicom Miyako, 3 unit Magicom Philips, 6 unit Sertikaan Philips, 3 unit Blender Cosmos, 3 unit Blender Miyako, dan uang tunai Rp500.000.

“Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian materi sebesar Rp11.190.000,” kata Kasubbag Humas Polresta Bogor Kota AKP Yuni Astuti.

Kedua tersangka dan barang bukti sudah dibawa ke Polsek Bogor Tengah untuk pengembangan dan pendalaman kasus. “Keduanya masih menjalani pemeriksaan, karena tak menutup kemungkinan pelaku beraksi di lebih dari dua lokasi,” pungkasnya.

Insiden Lift Jatuh di Pabrik Biskuit Cibinong, Satu Tewas

BOGOR DAILY- Peristiwa lift jatuh memakan korban jiwa di Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Seorang karyawan pabrik biskuit PT Serena Indopangan di Cibinong, bernama Arif Kamaludin (23), tewas setelah lift yang ditumpanginya terjatuh dari lantai 2.

Salah satu saksi mata, Deni Ramadhan (19) menuturkan, kejadian berawal saat korban bersama dirinya hendak memindahkan barang dari lantai ke gudang yang ada di lantai 2 menggunakan lift.

Peristiwa lift jatuh memakan korban jiwa di Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Seorang karyawan pabrik biskuit PT Serena Indopangan di Cibinong, bernama Arif Kamaludin (23), tewas setelah lift yang ditumpanginya terjatuh dari lantai 2, pada Senin 6 Maret 2018.

Salah satu saksi mata, Deni Ramadhan (19) menuturkan, kejadian berawal saat korban bersama dirinya hendak memindahkan barang dari lantai ke gudang yang ada di lantai 2 menggunakan lift.

Sementara Human Resource Development PT Serena Indopangan, Endang, menganggap kejadian tersebut adalah musibah. Namun dia mengaku bertanggung jawab atas insiden yang menewaskan karyawan borongan itu.

“Harusnya lift itu hanya untuk barang, tidak dinaiki orang. Tapi kami tetap tanggung jawab memberikan santunan ke keluarganya,” kata Endang.

Sejauh ini Kepolisian Sektor Cibinong masih menelusuri penyebab putusnya tali lift tersebut.

Namun, Kanit Reskrim Polsek Cibinong AKP Sarjiman menyesalkan pihak perusahaan yang tidak melaporkan peristiwa itu ke polisi Kepolisian justru mengetahui insiden itu dari warga.

“Sampai jam 14.00 WIB sore tadi tidak ada laporan dari pihak perusahaan,” kata Sarjiman, Selasa 6 Maret 2018. “Kami sudah ke rumah duka untuk meminta keterangan,” lanjut Sarjiman

Model Indonesia Dianiaya Pacar di New York

BOGOR DAILY-Wanita memang lebih rentan terhadap keekrasan fisik. Seperti yang dialami oleh model asal Indonesia ini yang jadi korban kekerasan fisik dari pasangannya. Pemilik nama asli Aldila Wulandari atau yang akrab dipanggil Dylan Sada menceritakan kekerasan fisik yang dialaminya lewat akun Instagramnya. Pada video yang dipostingnya itu, Dylan Sada terlihat tengah terbaring di rumah sakit dengan wajah penuh luka memar. Tak hanya itu, Dylan Sada juga menunjukkan kerontokkan rambut yang dialaminya karena mengalami kekerasan fisik.

Pada keterangan postingan Instagramnya itu, model yang kini tinggal di New York itu menuliskan pengalaman pedihnya yang disiksa oleh pasangannya. Dylan Sada pun berharap tak ada wanita lain lagi yang mengalami kejadian serupa dengan dirinya.

“Satu-satunya alasan mengapa saya posting ini adalah karena saya tidak ingin orang lain untuk melalui ini, menderita apa yang saya derita,” tulis Dylan Sada pada postingan Instagramnya, Senin (5/3/2018).

Dylan Sada juga menuliskan bahwa ketika kekerasan fisik itu terjadi untuk pertama kalinya, ia telah mengatakan kepada pasangannya bahwa ia ingin meninggalkan sang kekasih. Namun, Dylan Sada pun merasa takut karena ia juga dianiya secara verbal.

“Saya harus berbohong pada pekerjaan modeling yang menawarkan saya bahwa saya mengalami kecelakaan, jatuh, dan melukai wajah saya,” ceritanya.

Kekerasan fisik pun terus-menerus dialami lagi oleh Dylan Sada. Ia menceritakan bagaimana kronologi penganiayaan yang dialaminya, diikat hingga dipukuli. “Rambutku ditarik begitu keras lalu dibanting ke lantai. Saya memiliki benjolan besar di kepala sehingga saya melakukan CT scan,” ungkap Dylan Sada.

Model yang dikenal dengan penampilan nyentrik ini juga menuliskan bahwa pelecehan dalam rumah tangga terjadi dalam kehidupan nyata. Dylan Sada pun menyarankan jika wanita lain mengalami kekerasan meski hanya secara verbal agar segera meninggalkan pasangan. “Saya adalah orang bodoh yang sedang jatuh cinta yang mengira bisa berubah. Saya terluka dan sangat patah hati, tapi saya berhasil menyembunyikan rasa sakit ini.Pelecehan verbal kepada saya adalah yang terburuk daripada pelecehan fisik, bekas luka dan memar hilang tapi rasa sakit di dalamnya berlangsung selamanya,”imbuhnya.

Jokowi Ancam Copot Menteri Sofyan Djalil Gara-gara Ini

BOGOR DAILY-Pemerintah memproyeksikan seluruh bidang tanah yang ada di Kabupaten Bogor bisa mendapatkan sertifikat pada tahun 2019. Namun demikian, sampai saat ini masih ada beberapa sengketa lahan yang membuat penerbitan sertifikat tanah terkendala.

Hal itu terungkap dalam acara penyerahan sertifikat lahan di Lapangan Parkir Sirkuit Sentul, Kabupaten Bogor. Penyerahan sertifikat lahan itu dihadiri juga oleh Presiden Joko Widodo.

Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil mengatakan, sertifikat tanah yang diserahkan adalah sertifikat yang terbit pada tahun 2017. Ada 61.000  sertifikat yang dikeluarkan pada tahun itu. Namun demikian, jumlah tersebut sebenarnya masih di bawah target yang ditetapkan oleh pemerintah pada tahun 2017, yakni 80.000 sertifikat.

Menurut Sofyan, sertifikat yang belum keluar karena terkendala sejumlah hal, utamanya karena sengketa. Namun ia mengatakan, akan segera menerbitkan sertifikat bila sengketa itu telah diselesaikan. “Begitu masalah selesai, kami akan keluarkan juga sertifikat,” kata dia dalam sambutannya.

Meskipun penerbitan sertifikat tanah  pada tahun 2017 masih di bawah target, namun Sofyan mengutarakan optimismenya bahwa sampai tahun 2019, semua bidang tanah yang ada di Kabupaten Bogor bisa terdaftar dalam sertifikat. Menurutnya, bila program sertifikasi tanah secara konsisten bisa terus dilakukan, target penerbitan sertifikat tanah di Kabupaten Bogor bisa seluruhnya rampung pada tahun 2019.

“Insyallah dengan program yang seperti ini dalam  3 tahun terakhir, sampai tahun 2019 seluruh tanah di Bogor dapat terdaftar,” katanya.

Target

Di Kabupaten Bogor, secara keseluruhan ada sekitar 379.000 bidang tanah. Sofyan menyebutkan, bidang tanah yang sudah menadapatkan sertifikat baru  198.000 bidang.

Presiden Joko Widodo mengatakan, pada tahun ini target yang harus dipenuhi oleh Kementerian ATR adalah 80.000 sertifikat tanah yang yang harus diterbitkan. Target itu dikatakannya sama dengan target pada tahun 2017. Menurutnya, target ini harus bisa dipenuhi dan tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Menurutnya, sevara nasional target penerbitan sertifikat tanah juga meningkat menjadi 7 juta sertifikat pada 2018 dari tahun sebelumnya 5 juta sertifikat. Ia mengatakan, bila target secara nasional pada tahun ini tidak terpenuhi, jabatan Sofyan sebagai  Menteri ATR akan dipertaruhkan. Begitu juga bila target penerbitan sertifikat di Kabupaten Bogor tidak terpenuhi, jabatan kepala kantor perwakilannya akan dipertaruhkan.

“Kalau tidak bisa terbitkan 7 juta sertifikat, saya copot menterinya. Di Kabupaten Bogor targetnya adalah 80 ribu sertifikat. Kalau target itu tidak sampai, Kakanwil BPN juga dicopot oleh Pak Menteri,” ujarnya.

Jokowi kembali mengingatkan pentingnya memiliki sertifikat tanah. Selama ini, katanya, banyak sengketa lahan yang bersumber dari tidak adanya bukti hukum kepemilikan lahan yang sah. Sengketa itu terjadi antara warga dengan warga atau dengan pemerintah, BUMN dan swasta. Perseteruan orang tua dan anak pun dikatakannya terjadi gara-gara sengketa lahan.

sumber: Pikiran Rakyat.

Begini Ekspresi Pembunuh Sopir Grab di Gunung Bunder

BOGOR DAILY-Ahmad Sutrisna diduga menjadi salah satu pelaku pembunuhan Justinus Sinaga (40), driver taksi online yang ditemukan tewas di Gunung Bunder, Kabupaten Bogor. Ahmad diketahui melakukan pembunuhan setelah tertangkap razia lalu lintas di Subang, Jawa Barat.

“Jadi sebelumnya dia ini terkena razia di Subang saat bawa mobil korban,” ujar Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana.

Ahmad terkena razia pada Minggu (4/3) kemarin. Ketika itu, Ahmad bersama teman-temannya yang juga diduga pelaku pembunuhan. Sementara jasad korban baru ditemukan pada Senin (5/3) pagi tadi.

“Teman-temannya saat itu lari, sementara dia terkena razia karena dia posisinya yang menyetir mobil,” imbuh Putu.

Satlantas Polres Subang kemudian mengamankan Ahmad berikut barang bukti mobil Toyota Avanza bernopol B 1992 EKM. Barang bukti terpaksa disita polisi karena Ahmad tidak bisa menunjukkan surat-surat yang sah atas kepemilikan mobil tersebut.

“Kemudian anggota Polres Subang berkoordinasi dengan kami, bahwa telah diamankan orang tersebut berikut barang buktinya,” tuturnya.

Polresta Depok kemudian melakukan pengecekan terhadap Ahmad. Ternyata Ahmad pernah dilaporkan di Polresta Depok atas keterlibatan penggelapan mobil.

“Nah kami membawa yang bersangkutan karena ada LP (laporan polisi) penggelapan mobil tersebut,” imbuhnya.

Belakangan, polisi menyadari kalau Ahmad adalah salah satu terduga pelaku pembunuhan Justinus di Bogor, usai mencocokan kendaraan yang disita Polres Bogor dengan milik korban. Setelah diinterogasi, Ahmad pun akhirnya mengaku bahwa telah melakukan pembunuhan tersebut.

“Kami sedang berkoordinasi dengan Polres Bogor dan dari Polres Bogor juga menuju ke Polresta Depok untuk mengecek pelaku,” tandas Putu.

April, Tol Borr Segera Beroperasi

BOGOR DAILY-Penyelesaian proyek pembangunan tol Bogor Ring Road (BORR) seksi II B Kedungbadak- Simpang Yasmin, Tanah Sareal, Kota Bogor, terus berjalan. Proyek ini tidak terpengaruh moratorium pemerintah pusat seusai insiden ambruknya tiang penyangga tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).

Project Manager PT Wijaya Karya (WIKA) Ali Afandi selaku pelaksana proyek mengaku optimistis lanjutan pembangunan fisik tol BORR seksi II A tetap dapat diselesaikan sesuai target.

“Meski sempat terhenti beberapa hari karena ikut terkena moratorium sehingga terdampak pada tertunda pemasangan erection box girder, akhirnya kita lolos audit dan bisa dilanjutkan. Insya Allah akhir Maret selesai,” kata Ali kemarin.

Ali bersyukur hasil audit Kementerian PUPR cepat meloloskan proyek jalan bebas hambatan yang sempat dihentikan selama beberapa hari ini. “Sambil menggeber pekerjaan erection di sisi utara P61 dan P62, saat ini kami juga sedang mengerjakan pengaspalan mulai dari P30 atau titik awal proyek tol BORR seksi II B,” ujarnya.

Sebetulnya, lanjut dia, proyek yang digarap perusahaannya ini telah dilanjutkan sejak Sabtu 24 Februari 2018 Sementara untuk pekerjaan erection sisi utara P61 dan P62 baru dimulai Selasa 27 Februari 2018.

“Jadi begini, saat dihentikan, progres tol BORR seksi IIB ini telah rampung 98,5% untuk pekerjaan fisik dan 100% untuk pembebasan lahan. Pekerjaan elevated yang tersisa satu bentang atau kurang lebih 50 meter dari 2,65 km total panjang jalan tol seksi IIB menghubungkan Kedung Badak-Yasmin,” katanya.

Dia juga membenarkan bahwa proyek tol BORR seksi IIB merupakan tol pertama yang lolos audit keselamatan setelah keputusan moratorium KemenPUPR.

“Saat itu, proses audit dimulai dari pukul 14.00 sampai 16.00 WIB. Dilakukan audit prioritas untuk melanjutkan proyek jalan Tol BORR seksi II B,” ucapnya.

Terkait pekerjaan konstruksi elevated yang dilakukan evaluasi oleh tim audit, yaitu pelaksanaan pemasangan span terakhir dengan panjang 45 meter. Saat itu, kegiatan audit dihadiri Direktur Jembatan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Kepala Balai Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ), Anggota KKJTJ, Jajaran Direksi PT MSJ, Kontraktor PT Wijaya KaryaTbk, Konsultan Perencana PT LAPI Ganesatama, Konsultan Supervisi PT Purna Jasa Bima pratama, dan Vendor Sub Specialist Pre Stressing PT DSI.

“Setelah dilakukan audit dari beberapa aspek maka disepakati dan ditandatangani Berita Acara Persetujuan pelaksanaan pengangkatan box girder span 61-62,” tuturnya.

Sementara kelanjutan dari pelaksa naan span sisi utara sebanyak 16 segmen saat ini masih berlangsung dengan melaksanakan pengalihan lalu lintas di bawahnya selama empat hari ke depan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar (MSJ) Hendro Atmodjo mengaku bersyukur proyek jalan bebas hambatan milik perusahaan yang dipimpinnya itu mendapat rekomendasi pertama dari Direktorat Jenderal Bina Marga Kemen PUPR, Sabtu 24 Februari 2018.

“Rekomendasi ini merujuk dari hasil audit evaluasi atas pekerjaan konstruksi elevated (layang) tol BORR seksi IIB,” katanya.

Rekomendasi dari KemenPUPR yang cepat keluar agar proyek tol BORR seksi IIB yang ikut terdampak moratorium seluruh proyek infrastruktur di Indonesia akibat insiden tol Becakayu, atas usulannya agar dimasukkan prioritas audit.

“Jadi, saat kena moratorium, kami aktif melayang kan surat permohonan untuk dilakukan audit prioritas ke tim pengawas konstruksi Kementerian PUPR dan Alhamdulillah langsung disetujui,” tuturnya.

Dengan tuntasnya audit atas beberapa aspek maka tol BORR menjadi yang pertama mendapat rekomendasi melanjutkan pengerjaan konstruksi tol layangnya. Dia mengklaim ada beberapa pertimbangan pemerintah memprioritaskan PT MSJ, di antaranya adanya pekerjaan yang tidak bisa ditunda terlalu lama.

“Saat dihentikan pengerjaan ada enam buah beton box girder telanjur digantung di atas untuk disambungkan pada ruas bentangan 50 meter. Kalau ini dibiarkan terlalu lama, sangat berbahaya bagi pengguna jalan,” ungkapnya.

 Tahap selanjutnya dilakukan pe ngerjaan span sisi utara sebanyak 16 segmen selama empat hari ke depan, terhitung mulai hari ini.

“Untuk mengerjakan span tersebut juga perlu dilakukan pengalihan lalu lintas di bawahnya selama empat hari ke depan,” ucapnya. Sebelumnya, dia menjelaskan saat insiden tol Becakayu, pihaknya tengah melakukan upaya finishing pemasangan elevated atau jalan layang sepanjang 50 meter menggunakan launcher gentrey (LG) yang ditarget selesai tujuh hari.

“Dengan diberhentikan sementara artinya agar tim audit bisa masuk ke proyek elevated yang layak. Jadi, kita hentikan pa da pukul 5 sore. Dengan kondisi begini artinya kami telanjur menggantung box girder di satu lajur. Padahal, tinggal 50 me ter lagi,” kata Hendro, saat ditemui di lokasi proyek tol BORR seksi II B.

Lebih lanjut ia menuturkan penghentian sementara pada pengerjaan elevated ini tentunya sangat berpengaruh pada keseluruhan aktivitas pekerjaan.

“Dampaknya mengalami suspend mundur. Kami berharap tidak terlalu lama. Kami juga sudah menghubungi komite keselamatan konstruksi untuk mempriori taskan kita supaya bisa dilanjutkan lagi setelah diaudit peralatan dan SOP,” kata Hendro.

 

sumber: okezone