Saturday, 25 April 2026
Home Blog Page 8828

Gubernur Aher Ancam Pecat PNS yang Jadi Timses

0

BOGOR DAILY-Gubernur Jabar Ahmad Heryawan atau Aher mengingatkan pegawai negeri sipil (PNS) bersikap netral saat Pilkada serentak 2018. Aher mengultimatum PNS yang terbukti tidak netral dan terlibat kontestasi politik akan mendapat sanksi tegas.

“ASN (aparatur sipil negara) tidak boleh terlibat dalam tim sukses atau kampanye pasangan tertentu. Kalau terbukti sanksinya pemecatan,” kata Aher saat dalam Rakor Desk Pilkada Serentak 2018 di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (18/1/2018).

Dia melarang PNS menjadi tim sukses (timses) atau ikut berkampanye mendukung calon tertentu. Aher mengajak PNS untuk mendukung Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyukseskan pesta demokrasi tahun ini.

Para PNS, sambung dia, dapat mensosialisasikan kepada masyarakat untuk meningkatkan partisipasi dalam Pilkada. “Saya minta ASN bantu KPU sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi publik dalam pilkada tahun ini,” tutur Aher.

Ketua Deks Pilkada Jawa Barat Iwa Karniawa segera menyebarkan surat ederan terkait pedoman atau aturan tersebut. Pihaknya sudah membuat pedoman pemetaan petahana berlaga dalam Pilkada 2018 yang berlangsung serentak.

Menurut Iwa, pemetaaan ini sebagai acuan bagi pemerintah kabupaten dan kota serta pemprov dalam melakukan fasilitasi administrasi kepala daerah, wakil kepala daerah dan anggota DPRD yang mencalonkan diri tahun ini.

“Pedoman tersebut telah disosialisasikan kepada bagian pemerintahan dan sekretariat DPRD kabupaten/kota pada rapat tanggal 7 Desember 2017,” kata Iwa

Ia menjelaskan terdata 19 orang Petahana kepala daerah dan wakil kepala daerah terdiri dari 9 Kabupaten dan 6 Kota yang mencalonkan diri pada Pilkada 2018.

Para petahana itu berasal dari 8 bupati (Tasikmalaya, Kuningan, Subang, Garut, Cirebon, Sumedang, Ciamis, dan Purwakarta), 3 wakil bupati (Garut, Majalengka, dan Ciamis), 5 wali kota (Cirebon, Banjar, Bogor, Bekasi, dan Bandung), serta 3 wakil wali kota (Bekasi, Sukabumi, dan Bandung).

“Sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2016, 19 orang petahana dimaksud telah mengajukan permohonan cuti di luar tanggungan negara (cuti kampanye) kepada gubernur,” tutur Iwa.

Polisi Usut Video Bocah yang Ngaku Disiksa Ibunya

0

BOGOR DAILY- Pihak kepolisian berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk menyelidiki video seorang anak yang mengaku disiksa oleh ibunya hingga memar-memar.

“Tentunya semua kegiatan dan laporan yang berkaitan dengan anak di bawah umur, kepolisian wajib untuk koordinasi dengan KPAI dan PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak), ada trauma healing. Jadi nanti semua kami lakukan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Rabu (17/1/2017).

Sejauh ini, polisi belum mengidentifikasi anak tersebut maupun lokasi kejadian. Argo mengatakan, penyidik masih menyelidiki video tersebut.

Sementara itu, Ketua KPAI Susanto mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan tim cyber Polda Metro Jaya. Ia berharap polisi segera menemukan petunjuk.

“Semoga dalam waktu dekat sudah ada titik terang,” kata Susanto dalam keterangan persnya, Rabu.

Beberapa waktu terakhir, beredar informasi di Facebook yang menyebut bocah berinisial B disiksa ibunya sampai memar.

Dalam posting-an tersebut juga tampak foto dan video bocah yang menderita luka memar.

Nih Alasan Dokter IDI Tolak Jadi Saksi Meringankan Bimanesh

0

BOGOR DAILY-Penyidik KPK menyatakan tiga dokter dari perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menolak untuk diperiksa pada Rabu (16/1) sebagai saksi meringankan untuk dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutardjo.

Bimanesh sebelumnya telah ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus dugaan merintangi proses penyidikan kasus korupsi proyek e-KTP, yang menjerat Setya Novanto.

“Tiga saksi menolak permintaan Bimanesh tersebut untuk diperiksa sebagai saksi meringankan,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Tiga dokter perwakilan dari IDI tersebut adalah Prof. Dr. Zubairi Djoerban selaku anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dokter forensik dari Universitas Indonesia Prof. Dr. Budi Sampoerna dan Dr. Prasetyono.

“Mereka adalah saksi yang diajukan oleh tersangka BST (Bimanesh Sutarjo),” ujar Febri.

Menurut Febri, untuk mengakomodir hak-hak tersangka yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), penyidik KPK pun memanggil tiga dokter tersebut hari ini. Namun, mereka bertiga menolak memberikan keterangan.

“Rencana pemeriksaan 3 dokter dalam kasus Pasal 21 UU Tipikor hari ini merupakan bentuk pelaksanaan KUHAP,” ucap Febri.

Kendati demikian, terdapat salah satu alasan dari ketiga dokter yang direncanakan menjadi saksi meringankan. Alasan tersebut lantaran mereka masuk dalam tim IDI yang tengah melakukan pemeriksaan etik terhadap Bimanesh.

“Karena para dokter ingin menjaga independensi mereka sebagai bagian dari tim IDI yang melakukan pemeriksaan etik terhadap BST, Hal tersebut sudah diinformasikan pada penyidik dan KPK tentu menghargainya,” jelas Febri.

Dalam kasus dugaan merintangi penyidikan korupsi e-KTP ini, KPK telah menetapkan Fredrich dan Bimanesh sebagai tersangka. Mereka diduga memanipulasi data medis Setya Novanto agar bisa dirawat, untuk menghindari pemeriksaan KPK pada pertengahan November lalu.

Atas perbuatannya, Fredrich dan Bimanesh disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Waspada! Sudah Tiga Warga Bogor Positif Difteri

0

BOGOR DAILY-Jangan anggap remeh ancaman penyakit menular difteri. Angka penderitanya di kota dan Kabupaten Bogor terus bertambah. Bukan hanya balita, pasien positif difteri di Kota Hujan justru mayoritas remaja.

Sepanjang Desember 2017 hingga pertengahan Januari ini, sudah tiga remaja positif difteri dan satu remaja suspect difteri di Kota Bogor. Mereka berasal dari wilayah dekat perbatasan dengan Kabupaten Bogor yakni Bogor Timur, Bogor Utara, dan Bogor Selatan.

Berkat penanganan yang cepat, ketiga pasien positif sudah dinyatakan sembuh, sementara satu pasien suspect difteri masih dalam penanganan intensif.

”Sebelumnya dirawat intensif di rumah sakit, lalu hasil pemeriksaan pasien kita kultur (analisa), kirim sampel cairan tenggorokan ke Laboratorium di Jakarta. Positif.Setelah diobati, sudah sembuh semua,” ujar Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bogor dr Lindawati , Rabu (17/01/2018).

Menurut Linda —sapaan Lindawati— seluruh pasien positif difteri itu berada di rentang usia belasan tahun. Melalui pemeriksaan mendalam, diketahui para penderita mengalami masalah dengan imunisasi.

Ada yang pernah diimunisasi tapi tidak lengkap. Ada juga yang tidak pernah mendapat imunisasi sebelumnya. Kemudian ada pasien yang lupa atau tidak tahu pernah diimunisasi atau tidak, karena orang tua korban sudah lama meninggal.

Setelah menerima tiga pasien positif difteri itu, dinas kesehatan buru-buru berkoordinasi dengan muspika setempat. Muspika kemudian men-sweeping dugaan penderita dan anak-anak untuk segera diimunisasi.

Asuransi AIA Mengecewakan

0

Pada bulan November 2017,  saya membeli polis asuransi AIA melalui agent Happy Raining Bogor.

Tanggal 22 November 2017 saya mendapat sms bahwa polis saya sudah aktif,  tetapi saya baru menerima buku polis secara fisik tanggal 29 November 2017, dikarenakan polis baru diterima kantor perwakilan Bogor pada tanggal 28 November (menurut agen Saudari Kika).

Karena ada ketidak sesuaian antara penjelasan agen dan harapan saya atas manfaat polis,  saya memutuskan untuk membatalkan polis tanggal 6 Desember 2018 dengan memanfaatkan fasilitas free look selama 14 hari.  Diinfokan kepada saya bahwa biaya yang dikenakan untuk pembatalan polis adalah biaya medical check up sejumlah Rp. 480 ribuan plus biaya administrasi Rp. 50. Rb. Jadi seharusnya ada pengembalian premi sebesar kurang lebih Rp. 2,7 jutaan.

Sampai 18 Januari 2018, saya belum menerima pengembalian premi. Malah diberitahukan oleh saudari Kika,  tidak ada pengembalian premi dikarenakan pembatalan telah melewati masa free look polis.

Kebijakan yang aneh dan mengecewakan sekali,  karena masa free look saya hangus dikarenakan keterlambatan penerimaan polis yang disebabkan pihak AIA sendiri.

Sekian dan terima kasih.

Johnny.

Perum Terra Griya A 21. Bogor

 

Larangan Warga Injak Rumput Lapangan Sempur Diprotes

0

BOGOR DAILY-Larangan warga bermain di Lapangan Sempur terutama di zona yang memiliki rumput, memancing reaksi sejumlah kalangan. Bahkan, lapangan tersebut kini seperti pajangan saja yang hanya bisa dilihat dari kejauhan oleh warga Bogor sendiri. Akhir pekan kemarin saja, sejumlah warga kecewa karena masih dilarang petugas yang keliaran, dengan alasan yang tak jelas saat akan memasuki area rumput Lapangan Sempur.

“Kita sudah jauh-jauh datang di hari libur ini ke Lapangan Sempur. Eh ternyata dilarang masuk dan injak rumput. Sebenarnya ada apa sih, karena sering banget lapangan ini ditutup petugas,” kata warga Katulampa Teja Rahmadi, kemarin.

Ia berharap, jenis rumput di Lapangan Sempur segera diganti seperti di Kota Bandung dimana setiap saat warga bisa leluasa bermain setiap saat. “Untuk apa dibangun mahal-mahal, jika kondisinya seperti ini. Kami dan tentunya sebagian besar warga rindu dengan Lapangan Sempur yang dulu,” tandasnya.

Warga Bantarjati Ryan beserta kedua anaknya menambahkan, jika di hari biasa rumput di Lapangan Sempur ini dilarang, maka usahakan untuk akhir pekan serta libur seperti di hari Sabtu atau Minggu, terbuka untuk umum. “Bingung kita. Sudah jauh-jauh datang tahunya dilarang. Memang, beberapa bulan lalu, saya dan keluarga pernah main kesini dan kebetulan rumputnya bisa diinjak. Tapi, tambah kesini semakin sering ditutup tanpa alasan yang jelas,” ketus dia.

Terpisah, Ketua GP Ansor Kota Bogor, Rachmat Imron Hidayat berharap, pemkot melalui dinas terkait jangan terlalu melarang aktifitas warganya sendiri, terutama yang ingin bermain atau bersantai di fasilitas publik tersebut. “Lapangan itu dibiayai oleh negara. Bukan milik seseorang pejabat saja. Jangan dibuka saat ada kegiatan pejabat tertentu saja. Tidak boleh seperti itu,” kata pria yang akrab disapa Romy ini.

Romy juga menegaskan, sebaiknya segera dicabut larangan-larangan warga untuk bermain di area rumput Lapangan Sempur secepat mungkin. Pihaknya, akan membuat petisi dan mendorong ke sejumlah pihak, agar tak ada larangan lagi bagi warga Bogor yang ingin menikmati Lapangan Sempur kedepannya. “Anggaran perawatan pun tidak memakai dana pribadi. Jadi, sebaiknya jangan larang lagi warga untuk menikmati fasilitas umum atau publik,” tutupnya.

Rp2 Miliar untuk Proyek Jalan Karang Asem Barat-Sentul Bogor

BOGOR DAILY-Jalan Karang Asem Barat-Sentul menjadi prioritas perbaikan jalan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Cileungsi di tahun 2018 ini. Saat ini telah dilakukan progres persiapan pelelangan agar jalan dapat segera diperbaiki.

Kepala UPT Jalan dan Jembatan Cileungsi Bondan Triatna mengatakan, jalan tersebut memang telah di programkan. Sehingga masyarakat di sekitar wilayah yang biasa melintas diharap bersabar untuk menunggu proses pengerjaan.

“Nanti kita betonisasi dengan panjang 500 meter, lebar 5,5 meter dan ketebalan 27 sentimeter dengan pagu anggaran sekitar Rp2 milyar,” ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, kondisi jalan memang sudah cukup parah. Diameter lubang pun cukup besar dan dalam. Jika tidak segera diperbaiki maka dikhawatirkan bisa menimbulkan korban yang jatuh ketika mengendarai sepeda motor.

“Penyebab lain juga karena banyaknya kendaraan perusahaan yang tonasenya melebihi kapasitas jalan. Terlebih drainase yang tidak ada karena lahannya memang sempit,” tuturnya.

Ia berharap proses pelelangan tidak mendapatkan hambatan. Sehingga masyarakat bisa segera menikmati jalan yang lebih baik. “Kalau yang 1,5 kilometer telah selesai diperbaiki, masih ada sisa 500 meter lagi yang akan diperbaiki di tahap sekanjutnya,” imbuhnya.

Salah seorang warga Desa Sentul Kecamatan Babakan Madang, Agus (37) mengaku sangat mengharapkan perbaikan jalan tersebut. Dirinya berharap hal itu bukan hanya sebuah rencana tetapi dapat juga terlaksana.

Sebab, tinggal jalan itu yang hingga kini belum diperbaiki. Sedangkan jalan masuk maupun keluar telah dibetonisasi dan aman untuk dilintasi.

“Kalau hujan lubang itu tertutup air kadang membahayakan pengendara karena tidak terlihat,” pungkasnya.

Anak yang Diduga Korban Kekerasan Ibunya Tidak Sekolah

BOGOR DAILY-Tiga hari sudah IQ menempati rumah aman (shelter) milik Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bogor. Meski sempat tertutup dan merasa tertekan, namun kini kondisi IQ sudah lebih membaik pasca dirinya dan sang ibu, HI (36) yang diduga melakukan kekerasan diamankan polisi dari kediamannya di Taman Aster Golf Jalan Aster 3, Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Menurut Ketua P2TP2A Kabupaten Bogor, Euis Hidayat, kondisi IQ baik-baik saja selama berada di rumah aman P2TP2A. Dalam masa pemulihan ini, pihanya melibatkan dua psikolog dan konselor untuk membantu proses observasi guna kepentingan penyeldikan polisi.

“Ya, alhamudulillah sudah lebih baik dari kemarin yang seperti dalam tekanan,”kata Euis.

Meski berada di rumah aman P2TP2A Kabupaten Bogor, Euis memastikan kalau IQ tetap mendapatkan haknya untuk bersekolah. Hanya saja, seluruh dokumen belajarnya dikirimkan melalui email.

“Sementara tidak sekolah dulu. Tapi, semuanya dikirim email. Jadi tetap belajar, istilahnya home schooling-lah begitu,”ujar dia kepada Metropolitan.

Sementara itu, pihak kepolisian masih mendalami kasus dugaan kekerasan ibu terhadap putri kandungnya. Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky mengatakan, jika saat ini ada tetangga korban yang mengaku melihat penganiayaan yang dilakukan oleh ibu kandung terhadap putrinya sendiri.

“Hasil wawancara kami ada saksi yang menyatakan melihat penganiayaan tersebut,” ujarnya, Rabu (17/1/2018).

Namun pihaknya akan membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Polres Bogor atas saksi tersebut. “Akan kami BAP dulu dan akan diminta pernyataannya,” tegasnya.

Menurutnya, dalam kasus dugaan penganiayaan ini terjadi antara ibu dan anaknya sehingga harus dilihat level penganiyaan seperti apa. “Bentuk penganiayaan itu akan kami cek lagi sepeti apa, karena levelnya beda antara penganiayana dan pendidikan,” tukasnya.

Sebelumnya, dari keterangan sementara, ibu korban HI mengelak jika telah menganiaya putri kandunganya yang masih duduk dibangku SMP. “Menurut ibu korban itu pembinaan tehadap anaknya, karena dia tinggal berdua dan sudah pisah sama suaminya,” kata dia.

Belasan Pelajar di Bogor Pesta Mabok di Taman Heulang

0

BOGOR DAILY-Lima belas pelajar tertangkap basah Park Ranger (polisi taman) saat tengah asyik minum-minuman beralkohol jenis ciu di Taman Heulang, Kecamatan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal, Rabu (17/1).

Mirisnya, tiga dari lima belas siswa itu merupakan perempuan. Setelah ditangkap kelima belasnya langsung diserahkan ke Satgas Pelajar dan Satpol PP untuk dibina dan diserahkan kepada sekolah serta orangtua masing-masing.

Menurut Kepala Seksi Perawatan Taman Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor Erwin Gunawan, penangkapan dilakukan dua kali, dan hanya berselang 15 menit. “Ya dua kali, lokasi pertama di belakang musola, yang kedua di sisi Jalan Heulang. Dua penangkapan sama, mereka minum-minum, ya akhirnya diamankan park ranger karena kan meresahkan atuh,” katanya saat dikonfirmasi Metropolitan, kemarin.

Erwin menjelaskan, ketika tertangkap basah, keempat pelajar yang ditangkap pertama kali, masih menggunakan seragam sekolah. Diketahui mereka bersekolah di SMK Tridharma. Saat digerebeg, mereka memang hanya minum-minum dan tidak tertangkap sedang berbuat asusila. “Mereka tidak berkutik ketika ditanya sedang meminum apa, akhirnya digiring ke pos Park Ranger,” lanjutnya.

Untuk penangkapan kedua, sambung Erwin, sebelas pelajar tak berkutik saat digrebeg petugas taman, akibat minum-minum di ruang publik. “Yang kedua ngakunya dari SMK Tridarma dan Al-Ghozaly, sebagian pake seragam lengkap, sebagian lagi pakai kaos tetapi bawahannya celana sekolah,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pertamanan, PJU dan Dekorasi Kota Disperumkim Kota Bogor Yadi Cahyadi mengatakan, saat ini taman – taman besar sudah dijaga oleh Park Ranger untuk mencegah dan memonitor hal serupa terulang kembali. keberadaan Park Ranger membuat taman lebih terjaga, karena kasus seperti yang terjadi sudah beberapa kali terjadi, dan semua bisa diamankan.

“Petugas taman menjaga kemamanan dan ketertiban di kawasan taman. Mereka sudah dibekali ilmu dan pengetahuan juga keterampilan untuk meneliti dan menatau situasi yang sekirannya mencurigakan. Sesuai aturan, bertugas menegakan perda nomor 8 tahun 2006, menjaga kemaanan dan ketertiban di area publik ruang terbuka hijau” tuntasnya.

‘Kidz Zaman Now’ Ini Juga Dukung Ade Yasin-Iwan Setiawan

BOGOR DAILY “Gue pilih Ade Yasin lho, Loe juga kan say…?”  Demikian sepenggal kalimat yang tertulis di T-Shirt yang dipakai sekelompok anak muda yang wara wiri di persiapan sebuah acara yang digelar di bilangan Cipayung Puncak.

Ya, komunitas anak muda yang menamakan diri Sahabat Ade Yasin (SAY) ini merupakan relawan Calon Bupati-Wakil Bupati yang diusung PPP, Gerindra, dan PKB yakni Ade Yasin-Iwan Setiawan.

Ketua Umum SAY Acmad Rivaldi mengatakan, dalam momen Pilkada ini dirinya ikut ambil bagian untuk aktif menentukan pilihan kepala daerah.

“Kami merupakan komunitas generasi milenial yang peduli dengan Kabupaten Bogor, di moment Pilkada 2018 ini kami ingin ikut ambil bagian dalam proses terpilihnya pemimpin di kabupaten Bogor,”kata Acmad.

Ia yakin kalau tokoh yang didukungnya dapat membawa perubahan lebih baik “Insyaallah bu Ade Yasin dan Pak Iwan Setiawan bisa membawa Perubahan yang lebih baik, khususnya bisa memberi ruang buat kami sebagai pemuda yang menjadi garda terdepan pembangunan”,terangnya.

Tak hanya itu,  lelaki yang berstatus Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan ini juga membeberkan kalau dalam kanggotaannya, komunitasnya banyak diisi pegiat media social

“SAY ini beranggotakan ‘Kids Zaman Now’ pegiat media sosial, yang aktif di FB, Instagram, dan medsos lainnya yang tersebar di sedikitnya di 21 kecamatan, dan akan terus bertanbah anggotanya, ingin memberikan kontribusi untuk pemenangan AdeYasin-Iwan Setiawan yang fokus mensosialisasikan pasangan ini melalui medsos serta menangkal hoax dan kampanye hitam yang mungkin dilakukan oleh lawan”akunya.

Dengan semangat, ia menyatakan siap memenangkan pasangan Ade Yasin-Iwan Setiawan. “SAY akan terus bergerilya di medsos untuk memenangkan Ade-Iwan dalam pilbup 2018 ini” pungkasnya.