Saturday, 25 April 2026
Home Blog Page 8829

Aksi Brutal di Cileungsi Kidul, Warga Dikeroyok Massa

BOGOR DAILY-Warga Perumahan Pondok Damai Desa Cileungsi Kidul Kecamatan Cileungsi mendatangi Kepolisian Sektor (Polsek) Cileungsi, selasa (16/1/18).

Dengan penuh luka lebam di wajah, Thomas Mattruty (39) bersama sang adik Richard (25) membuat laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal di Jalan Transyogi, Senin (16/1) sekitar pukul 17.00 WIB.

Thomas (38) mengatakan, sebelum kejadian dirinya bersama adik dan kerabatnya, Antonius (40), melihat sekelompok orang sedang berkumpul di pinggir jalan. Karena penasaran dirinya mencoba menghampiri untuk mengetahui ada kejadian apa. Namun nasib buruk malah menimpanya.

Sekelompok orang tersebut langsung mengeroyoknya beserta adik dan kerabatnya. “Kami langsung dituduh dan dikeroyok oleh sekitar 20 orang tanpa kami tahu apa permasalahannya,” ujarnya kepada Radar Bogor usai membuat laporan kepolisian (LP) di Polsek Cileungsi.

Ia mengaku, benda tumpul banyak mengenai wajah dan tubuhnya, seperti helm, balok kayu dan juga batu. Bahkan dirinya berpisah dengan adik dan kerabatnya.

“Setelah beberapa lama dikeroyok, akhirnya saya bisa kabur dan meninggalkan motor serta adik dan kerabat saya, ternyata mereka juga sudah lolos dari amukkan,” tuturnya.

Ia berharap pihak Polsek Cileungsi bisa segera mengusut tuntas atas kejadian tersebut. Sebab dirinya merasa dirugikan akibat kearogansian sekelompok massa tersebut. “Kedepan saya harap tidak ada lagi korban seperti saya yang tidak tahu menahu masalah tetapi malah menjadi korban amukkan,” tukasnya.

Sementara itu, Kapolsek Cileungsi Kompol Asep Fajar mengatakan, sudah membuatkan LP. Sehingga akan ditindak lanjuti dengan pemeriksaan saksi-saksi dan mengarahkan korban untuk melakukan visum di rumah sakit.

“Olah TKP akan kita lakukan berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi, nanti kita lihat perkembangannya seperti apa, mudah-mudahan kejadian main hakim sendiri seperti ini tidak sampai terulang lagi,” pungkasnya.

Kekayaan STS Capai Rp85 Miliar,15 Kali Harta Bima Arya

0

BOGOR DAILY- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merilis harta kekayaan calon kepala daerah yang turut meramaikan bursa pilwalkot Bogor 2018. Sugeng Teguh Santoso menjadi salah satu calon kepala daerah pemilik harta terbanyak di Kota Bogor. Bahkan kekayaannya mencapai 15 kali lipat dari petahana, Bima Arya.

Data yang dihimpun dari laman resmi kpk.go.id, delapan calon kepala daerah Kota Bogor sudah melampirkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Adapun rinciannya, untuk calon wali kota, Bima Arya memiliki kekayaan terbesar dari ketiga pesaingnya dengan nilai kekayaan sebesar Rp5.591.250.000. Dilanjutkan, Dadang Iskandar Danubrata sebesar Rp4.092.124.931. Kemudian, Achmad Ru’yat sebesar Rp3.375.168.624. Terakhir, Edgar Suratman sebesar Rp2.842.625.259.

Sedangkan, untuk calon wakil wali kota, Sugeng Teguh Santoso menjadi calon kepala daerah yang memiliki kekayaan paling besar senilai Rp85.635.427.591. Kemudian, Dedie A Rachim sebesar Rp11.162.742.440. Lalu, Zaenul Mutaqin sebesar Rp3.461.084.999. Terakhir, Sefwelly Ginanjar Djoyodiningrat sebesar Rp887.970.431.

Sementara, laporan yang disampaikan masing-masing calon pun bervariasi. KPK mencatat calon yang melaporkan pada Senin (8/1) adalah Achmad Ru’yat, Dadang Iskandar Danubrata, Dedie A Rachim, Sugeng Teguh Santoso dan Zaenul Mutaqin. Lalu, pada Selasa (9/1) adalah Bima Arya dan Edgar Suratman. Terakhir, pada Rabu (10/1) adalah Sefwelly Ginanjar Djoyodiningrat.

Menanggapi hal itu, calon wakil wali kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso, menjelaskan secara rinci alasan aset atau harta yang dimilikinya begitu besar. Yakni profesinya selama 27 tahun sebagai advokat yang berhak mendapatkan jasa hukum dari klien dengan nilai yang berdasarkan kesepakatan.

“Artinya, klien kaya akan dikenakan jasa hukum besar, sementara mereka yang miskin, tidak mampu serta terlanggar haknya mendapatkan layanan cuma-cuma,” kata lelaki yang akrab disapa STS ini.

STS mengaku sejak kecil diajarkan hidup hemat dan menabung. Sehingga setiap penghasilan yang didapatnya nyaris sebesar 75 persenya disimpan dalam bentuk aset tanah yang ada dibeberapa lokasi berbeda seperti di Kota dan Kabupaten Bogor, Jakarta dan Jogjakarta.

“Saya beli dan dapatkan (tanah) dengan nilai rendah saat itu dan sekarang mengalami kenaikan. Sehingga ketika dijumlah kemungkian bernilai Rp85 miliar lebih. Saya juga tidak suka mobil mewah, pakaian mewah, serta asesoris mewah. Bahkan hobi saya murah meriah dan maslahat, yaitu bertani yang bisa memberikan sumber hidup buat petani lainnya,” ujarnya.

Terpisah, Pengamat Politik Yusfitriadi menjelaskan bahwa dalam kontek dunia politik, keberadaan uang tidak bisa dihindarkan. Bahkan posisinya sangat penting. Darimanapun sumbernya, pasti berbentuk uang, barang maupun jasa (biaya operasional politik). Akan tetapi, uang tersebut bukanlah segalanya dalam urusan politik. Sebab perilaku pemilih saat ini sudah sangat kompleks. Artinya, ada pemilih loyalis yang bahkan berkorban untuk kepentingan paslon atau parpol. Ada juga yang pemilih yang rasional dan cersdas. Sehingga mereka menentukan pilihan didasarkan figur yang progressif dan diyakini akan membawa perubahan. “Menurut pandangan saya, para kontestan yang memiliki dana besar bukanlah sebagai penentu kemenangan. Karena ada juga pemilih yang hanya mengambil uang atau barang pemberian paslon atau parpol tapi tidak untuk memilih paslon atau parpol itu,” kata Yus.

Sehingga, Yus menilai jika kontestan yang memiliki lebih banyak uang tidak serta merta akan memenangkan konstelasi di pilkada serentak Kota Bogor 2018 ini. Karena, pemilih tradisional pun akan lebih terpengaruh dengan investasi sosial dan politik yang panjang ditengah-tengah masyarakat sebagai stakeholder politik besar.

“Kalau saya merasa finansial itu ada diurutan keempat untuk memenangkan paslon. Karena pertama ada investasi sosial dan politik yang sangat panjang dan berkesinambungan. Kedua, figur yang populis dianggap bersih dari perilaku yang menggangu pisikologis masyarakat untuk menentukan pilihan. Ketiga, bersentuhan langsung dengan masyarakat melalui tatap muka,” tutupnya.

Ibu yang Diduga Siksa Anak Sudah 14 Tahun Cerai

BOGOR DAILY- Polisi hingga saat ini masih mendalami kasus dugaan kekerasan ibu terhadap anak yang terjadi di Perumahan elit di kawasan Sukaraja. Sejak rumahnya yang berlokasi di Taman Aster Golf Jalan Aster 3 Nomor 12A Bogor Likeside, Desa Cimahpar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor digerebek, sang putri IQ sementara ditangani unit Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bogor.

Dalam kesehariannya, HI diketahui merupakan seorang janda yang ditinggal cerai oleh suaminya sejak putrinya IQ (14) baru lahir. Sudah 14 tahun, HI menjadi single parents untuk membesarkan IQ yang diduga jadi korban kekerasan ibu kandungnya.

Dari hasil pemeriksaan polisi, HI sendiri sehari-hari bekerja sebagai pembawa acara (MC). Pekerjaan ini sudah lama dilakoni demi menghidup putri semata wayangnya.

“Menurut pengakuan HI, selama ini bekerja sebagai entertainment yakni MC dan hidup single parent,”kata Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Bimantoro Kurniawan.

Sejak kasus dugaan kekerasan itu mencuat, polisi terpaksa menitipnya IQ ke tim P2TP2A Kabupaten Bogor. Menurut Bimantoro, pihaknya terpaksa harus memisahkan ibu dna anak untuk kepentingan penyelidikan.

“ Kalau alat buktinya cukup, ya bisa dilanjutkan. Tapi kalau tidak, kami juga tidak bisa memisahkan ibu dan anak dalam waktu berkepanjangan,”kata Bimantoro.

Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky menambahkan, dalam pengusutan kasus dugaan kekerasan ibu terhadap anak, pihaknya tidak bisa gegabah. Sebab, kasus ini menyangkut hubungan ibu dengan anaknya.

“Anaknya masih pemeriksaan fisik dan psikis di P2TP2A, apakah ada trauma atau ada kekerasan yang dilakukan oleh ibunya. Kami masih menunggu hasilnya dari p2TP2A,” ujarnya

Sementara untuk HI yang merupakan ibu dari anak tersebut pun sudah dilakukan pemeriksaan oleh polisi dan saat ini sudah kembali ke rumahnya. Hingga saat ini, ibu korban masih juga masih bersatus sebagai saksi.

“Karena ini antara ibu dan anaknya, kami juga tidak bisa sembarangan menetapkan tersangka tanpa alat bukti yang kuat,” katanya

Peluru Nyasar Teror Warga di Perumahan Bogor

0

BOGOR DAILY- Suasana di Perumahan Green Residence, RT 7/1, Kampung Kramat, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara mendadak mencekam,kemarin petang. Kediaman MS Lubis diteror peluru nyasar yang dilakukan oknum tak bertanggungjawab. Alhasil, kendaraan berjenis Terios dengan nopol B 1056 EKC milik Fajar Dwi Anggoro (30) mengalami pecah kaca dibagian kanan kendaraanya.

Informasi yang dihimpun Metropolitan, kejadian ini bermula saat pemilik kendaraan Terios berwarna putih ini tengah bertandang ke rumah saudaranya. Pada saat asik berbincang-bincang di dalam teras rumah saudaranya, tiba-tiba ada suara ledakan seperti petasan. “Kejadian sekitar 17:30 WIB. Pas kita cari tahu, dikira genteng jatuh atau apalah, tetapi pas kita lihat lagi ternyata kaca mobil pecah,” kata pemilik kendaraan, Fajar Dwi Anggoro (30).

Lalu, sambung Fajar, pas dilihat lebih seksama lagi, pada awalnya pihaknya menyangka pecahan kaca ini diakibatkan oleh batu. Akan tetapi, pada saat pintu kanan kendaraannya dibuka, ia terkaget-kaget menemukan satu buah proyektil peluru didalam kursi kendaraannya. “Dari situ kita langsung laporkan ke satpam. Memang sempet dengar juga suara letusan itu,” ucapnya.

Fajar sendiri mengaku tidak mengetahui dari arah mana pelaku yang menembakan pistol ke kendaraan miliknya. Akan tetapi, kebetulan sang istri sebelum kejadian melihat ada satu unit kendaraan sepeda motor yang melaju dengan cepat. “Kalau istri lihat sih sendiri (pelaku). Ciri-cirinya dia cuma pake helm tertutup saja, kalau motor tidak kelihatan jenisnya apa, yang pasti dia (pelaku) pake helm tertutup semua dan langsung ngebut jalan gitu,” aku dia.

Dirinya juga memastikan, tidak ada pihak tetangga yang mengenali ciri-ciri pelaku. Karena, informasi yang didapat dari tetangga, mereka tidak mengetahui adanya kejadian penembakan tersebut. “Katanya tetangga ada yang bilang denger diblok belakang ada suara ribut-ribut. Tetapi pas dishare ke grup perumahan sini, tidak ada apa-apa. Kalau barang hilang tidak ada,” tutupnya.

Sementara itu, Camat Bogor Utara, Atep Budiman membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, peristiwa penembakan itu sudah ditangani aparat kepolisian dari Polsek Bogor Utara. Namun, untuk korban jiwa dipastikan tidak ada. “Iya betul, kejadiannya sore. Korban jiwa nihil. Sudah ditangani aparat kepolisian,” kata Atep.

Terseret Kasus Penggelapan Lahan, Sandiaga Bakal Diperiksa

0

BOGOR DAILY-Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengagendakan pemeriksaan terhadap Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno pada Kamis (18/1/2018) mendatang. Sandiaga diperiksa sebagai saksi terlapor dalam kasus dugaan penggelapan lahan dan tindak pidana pencucian uang.

“Yang bersangkutan kami jadwalkan untuk diperiksa Kamis besok,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono

Berdasarkan surat pemanggilan yang beredar luas, penyidik telah meningkatkan kasus ini ke tahap penyidikan. Rekan bisnis Sandiaga dalam kasus yang sama, yakni Andreas Tjahjadi telah ditetapkan tersangka dalam kasus itu.

Berdasarkan surat panggilan, Sandiaga disebut pernah mangkir dari panggilan polisi pada 11 Oktober 2017. Saat itu kuasa hukum Sandiaga meminta agar pemeriksaan ditunda setelah kliennya dilantik menjadi wakil gubernur DKI Jakarta.

Namun, hingga kini belum ada konfirmasi dari kuasa hukum Sandiaga, kapan kliennya mau diperiksa. Akhirnya, penyidik melayangkan panggilan kedua untuk Sandiaga pada Kamis mendatang.

Surat panggilan tersebut dibuat pada 15 Januari 2018 dan ditandatangani oleh Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi.

Surat pemanggilan itu pun dibenarkan oleh Argo. “Ya memang betul ada surat pemanggilan itu,” kata Argo.

Menurut Argo, Polda Metro Jaya telah menerima tiga laporan untuk Sandiaga dan Andreas. Laporan itu dibuat oleh Fransiska Kumalawati.

Waduh, Fredrich Bakal Polisikan Jubir KPK

0

BOGOR DAILY-Mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi berencana melaporkan Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan dan Juru Bicara Febri Diansyah ke polisi. Fredrich beralasan keduanya melakukan pencemaran nama baik atas penetapannya sebagai tersangka dugaan merintangi penyidikan kasus korupsi proyek e-KTP.

“Ya jelas dong, karena kan dia memberikan keterangan palsu katanya saya memberikan medical record palsu. Sama Febri, yang ngomong siapa kan ada press release. Kalau situ berani ngomong berani tanggung jawab dalam hal ini kan melakukan pencemaran nama baik, ITE kan biar di proses. Semua kan sama, jangan merasa dirinya paling hebat,” ujar Fredrich Yunadi usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Bimatesh Sutarja, Selasa (16/1).

Fredrich bersikukuh segala sangkaan KPK terhadap dirinya terkait pemalsuan rekam medik Setya Novanto adalah tidak benar. Dia juga membantah, memesan satu lantai di rumah sakit Medika Permata Hijau sebelum terjadi kecelakaan tunggal yang menyeret mantan ketua DPR itu.

Meski membenarkan dirinya memesan tiga kamar, namun dia berdalih hal tersebut wajar dilakukan jika manajemen rumah sakit mengizinkan. Terlebih lagi, menurutnya saat sejumlah kamar kosong pasien.

“Satu lantai itu delapan kamar, yang diisi satu kamar Pak SN satu kamar. Kemudian karena kamarnya kecil 3×4 ajudannya kan ada 6 istirahat di mana?. Saya tanya sama rumah sakit,ini kan kosong boleh tidak saya (pesan) buat ajudan. Silahkan selama tidak ada pasien boleh jadi kita sewa 3 kamar. Kalo saya sewa tiga kamar salah saya apa? Kok bisa menuduh memfitnah saya sewa satu kamar satu lantai. Itu kan berarti yang ngomong begitu itu yang menurut saya masuk psikiater ke (rumah sakit) Sumber Waras itu diperiksa,” ujar Fredrich.

Diketahui, dalam perkara ini tidak hanya Frederich yang menjadi tersangka. KPK juga menetapkan dokter yang merawat Setya Novanto di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo sebagai tersangka.

Penetapan tersangka diumumkan oleh Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dan Juru Bicara, Febri Diansyah. Sesuai dengan ketentuan, keputusan suatu instansi dengan pimpinan lebih dari 1 orang maka pengambilan keputusan bersifat collective collegial, artinya suara terbanyak yang akan dipakai untuk mengambil keputusan.

Keduanya diduga bekerja sama untuk memasukkan tersangka Setya Novanto ke rumah sakit. Frederich diduga Fredrich telah datang terlebih dahulu untuk berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. Sementara Bimanesh diduga telah melakukan manipulasi data rekam medik milik Setya Novanto.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Pakai Aplikasi Ini, 12 Kaum Gay Terdeteksi di Sekitar Kantor DPRD

BOGOR DAILY- Maraknya aktivitas asusila seperti LGBT di Jawa Barat memang kian mengkhawatirkan. Pekan lalu polisi berhasil menggerebek sekelompok pria di salah satu vila di Cianjur tengah menggelar pesta seks sesama jenis.

Dari kelima pria yang dibekuk di antaranya adalah seorang pelajar berusia 17 tahun. Setelah ditelusuri polisi, ternyata kelompok pemuda gay itu menjalani aktivitas mereka melalui hubungan di media sosial sebelum akhirnya kopi darat di dunia nyata.

Salah satunya aplikasi yang biasa dipakai kelompok gay melalui fasilitas Google Play Store yakni Blued. Pasalnya setiap pria terindikasi LGBT khususnya gay dapat dengan mudah mendapatkan pasangan mereka.

Dari hasil penelusuran  aktivitas mereka di dalam aplikasi melalui akun samaran, terkuak hasil mengejutkan.  Penelusuran dimulai dari titik pencarian yang dilakukan di Kantor DPRD Kabupaten Bogor dalam radius 500 meter.

Tak disangka 12 orang kaum gay berkeliaran terdeteksi di sekitar kantor DPRD menggunakan aplikasi Blued, Selasa (16/1/2018)

Profil akun pengguna dilengkapi foto, baik itu asli maupun ilustrasi. Foto profil didominasi dengan sejumlah pria meski ada juga foto profil perempuan.

Bahkan ada pengguna pria yang terang-terangan berpose di ruangan terbuka seperti di Stadion Pakansari.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor KH. Dr Ahmad Mukri Aji mengaku kaget mengetahui aplikasi yang digunakan kaum gay begitu terang-terangan.

“Ya ini kan sangat bahaya yah kalau pasangan gay ini dipertemukan dengan mudah, apalagi nanti ada pengguna baru yang akan ketularan,” ujarnya kepada Pojokjabar saat dikonfirmasi.

Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya akan bekerja sama dengan Muspida, MUI, dan tokoh masyarakat melakukan langkah-langkah pencegahan di lingkungan masyarakat paling bawah.

“Lebih ke mediasi di level masyarakat seperti musola katakanlah tausiah yang tematik via IT seperti hikmah perkawainan Islam sesuai dengan syariah dan itupun memang betul-betul bersama dengan orang tua, mereka (ortu) mendukung, jangan acuh tak acuh apalagi hanya memperhatikan hal hal yang hedonistik (keduniaan) sehingga pendidikan akhlaknya terabaikan,” jelasnya.

Selama Pilkada, Calon Bupati Punya Pengawal Pribadi

BOGOR DAILY-Demi keamanan para calon Bupati dan Wakil Bupati Bogor, Kepolisian Resor Kabupaten Bogor siapkan keamanan ekstra ketat.

Tak tanggung-tanggung sebanyak 40 anggota kepolisian akan dikerahkan menjadi pengawal pribadi (Walpri) yang melakat pada calon.

Anggota kepolisian yang menjadi Walpri dibekali dengan kemampuan khusus.

Kapolres Bogor AKBP AM Dicky menyampaikan pengawalan akan dilaksanakan mulai ditetapkannya pasangan calon dari KPU hingga pengumuman hasil pemilihan.

“Walpri ini melakukan pengamanan melekat pada bakal calon. Mulai tanggal penetapan calon 12 Februari 2018 hingga tahapan Pilbup selesai,” paparnya saat melakukan pembekalan pengawal pribadi (walpri) Pilkada 2018 di Mapolresta Bogor, Selasa (16/01/2018).

Jumlah 40 anggota Walpri tersebut disesuaikan dengan jumlah pasangan yang ikut dalam kontestasi Pilbup 2018 yakni lima pasangan.

Masing-masing calon akan dikawal oleh 4 orang anggota polri selama 24 jam secara bergantian.

Sebelum menjadi pengawal anggota walpri akan dibekali kemampuan khusus standar pengawalan dan akan dilakukan latihan khusus bersama walpri-walpri pilkada se-Polda Jawa Barat. P

Pengamanan perseorangan, kemampuan menembak, kemampuan untuk melindungi dan penyelematan.

Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan para calon. Selain itu juga kehadiran walpri akan mempermudah koordinasi terkait keamanan.

“Aktivitas para pasangan calon tentunya padat, mulai dari masa kampanye hingga pemungutan suara nanti. Dengan adanya walpri, sehingga lebih mudah berkoordinasi terkait keamanan nantinya,” tambahnya.

Jenderal (Purn) Moeldoko Jadi KSP Gantikan Teten

0

BOGOR DAILY-Sekjen Golkar demisioner Idrus Marham santer disebut masuk pos Mensos yang akan ditinggalkan Khofifah Indar Parawansa. Ada satu nama lagi yang disebut masuk jajaran kabinet, yakni Jenderal (Purn) Moeldoko.

Menurut kabar yang beredar, eks Panglima TNI itu akan menjadi Kepala Staf Presiden (KSP). Terlebih, Moeldoko memiliki kedekatan dengan Jokowi.

Kedekatan ini terlihat saat Moeldoko menjadi perwakilan dari keluarga Jokowi saat pernikahan Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution di Solo pada Novemver 2017 silam.

Namun saat itu, Moeldoko menampik diberi tugas tersebut karena ada muatan politik. Ia tak mau berandai-andai.

“Nggak usah berpikir terlalu jauh, ini tugas manusiawi. Saya sendiri juga nggak ngerti,” ujar Moeldoko saat dihubungi, Kamis (9/11/2017).

Selama pemerintahan Jokowi, posisi ini sudah diisi 2 orang berbeda. Sebelumnya, KSP dijabat Luhut Binsar Panjaitan dan diganti dengan Teten Masduki.

Kini, kabar reshuffle kabinet kembali mencuat seiring majunya Khofifah ke Pilgub Jatim. Posisi ini akan diisi oleh Idrus. Reshuffle kabinet akan digelar pagi ini pukul 09.00 WIB. Reshuffle digelar di Istana Negara, Jakarta.

Diani Budiarto Terkesan Pembangunan di Era Bima Arya

0

BOGOR DAILY-Sebelum non aktif dari jabatannya (15/2/18), Walikota Bogor Bima Arya menggelar acara briefiing staf dengan jajaran PNS. Menariknya, mantan Walikota Bogor Diani Budiarto juga ikut hadir dalam acara yang berlangsung di Balaikota, kemarin.

Bima mengaku sengaja mengundang Diani untuk berbagi pengalaman dalam menjalankan roda pemerintahan selama dua periode. Ini mengingat, Bima juga berniat mengikuti jejak Diani yang pernah dua kali terpilih sebagai Walikota Bogor.

“Beliau berbagi suka duka menjaga kebersamaan dan solidaritas selama dua periode. Lebih santai sih, banyak tertawanya,”kata Bima.

Dalam pertemuan itu, mantan Walikota Bogor Diani Budiarti mengaku terkesan dengan perkembangan pembangunan di Kota Bogor selama era kepemimpinan Bima Arya. Hal ini diutarakan Diani di hadapan staf Pemkot saat momen bertukar pikiran.

Di akhir pertemuan, yang tak kalah penting, Diani juga menitip pesan agar seluruh PNS tetap bekerja profesional. “Harus menjaga netralitas di Pilkada dan tetap kompak,”kata Diani di acara briefing staf.