Friday, 24 April 2026
Home Blog Page 8852

Siap-siap, 10 THM di Bogor Digerebek BNNK

0

BOGOR DAILY- Pasca-penggerebekan pabrik narkoba berkedok diskotek di Jakarta Barat, sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) di Bogor pun masuk pengawasan. Tak ingin kecolongan seperti kejadian di Jalan Tubagus Angke, Grogol, Petamburan, Minggu (17/12) dini hari, sepuluh THM di Bogor pun masuk radar Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor lantaran turut dicurigiai jadi sarang transaksi hingga produksi narkoba.

KEBERADAAN pabrik nar­kotika jenis sabu liquid di Dis­kotek MG terkuak. BNN masih memburu dua tersangka dalam kasus peredaran narkoba jenis cairan di Diskotek MG Inter­nasional Club, Tubagus Angke, Jakarta Barat.

Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Arman De­pari mengatakan, dua orang masuk daftar pencarian orang BNN, yakni RU yang merupa­kan pemilik sekaligus penang­gung jawab Diskotek MG, serta Koordinator Lapangan peredaran narkoba AW.

“Kasus masih dalam penda­laman serta dikembangkan. Dua orang yang berstatus DPO sedang dilakukan pengejaran,” ujar Arman saat dikonfirmasi, Senin (18/12/2017).

Penyidik BNN telah mene­tapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus ini, yaitu FD (40) berperan sebagai kapten, DW (40) sebagai pen­ghubung, WA (43) berperan sebagai pengawas, FER (23) penyedia narkoba dan MK (45) sebagai pengantar.

Sementara itu, sebelas orang masih berstatus terperiksa. “Saat ini penyidik sedang mela­kukan pemeriksaan terhadap dua petugas sekuriti, dua bar­tender, dua room boy, dua waiters, dua kasir dan satu disc jockey,” ujar Arman.

Menyikapi temuan itu, BNNK Bogor tak menapik jika ada sepuluh THM di wilayah Kota/Kabupaten Bogor selama ini terindikasi jadi tempat pere­daran narkoba. Sementara untuk produksinya sendiri, BNNK Bogor masih menelu­surinya.

“Ya memang perlu juga di­curigiai ke sana. Karena me­mang THM itu rawan pereda­ran narkoba. Makanya kami sedang mengawasi untuk se­puluh THM itu,” ungkap Kasi Pencegahan dan Pember­dayaan Masyarakat (P2M) pada BNNK Bogor Rika In­driati.

Menurutnya, kerawanan muncul karena sulit memilih tamu yang masuk ke THM. Berdasarkan pemetaan, ada beberapa wilayah yang masuk zona merah peredaran narko­tika tidak hanya di THM.

“Memang ada beberapa titik yang sudah masuk zona merah. Tapi kami sudah koordinasikan dengan kepolisian dan aparat lainnya untuk pemberatasan­nya. Salah satunya di jalur lintas wilayah yang pengun­jungnya banyak dari dalam dan luar kota,” terangnya.

Belum lama ini pihaknya pun telah masuk ke sepuluh THM tersebut untuk sekadar pen­cegahan. Namun ke depan, tak menutup kemungkinan untuk dilakukan penggerebe­kan serupa seperti yang dila­kukan BNN Pusat di Diskotek MG hingga terungkapnya pabrik sabu.

“Beberapa waktu lalu kami sudah mengadakan sosiali­sasi ke beberapa pelaku THM mulai dari manajer sampai ke pemandu lagu (PL). Kami ber­harap PL bisa menjaga diri agar tidak terpengaruh jika ada tamu yang menggunakan nar­koba. Pemilik juga kami min­ta lebih waspada dan mem­perhatikan para pelanggannya agar jangan sampai kebobolan,” ujar Rika.

Menurut Rika, perlu dilaku­kan tes urine kepada pengun­jung dan pengelola THM ke depannya. Langkah ini dila­kukan untuk terus menekan peredaran barang haram di THM. Para pengelola pun mengaku siap dan akan mem­berikan pemahaman kepada para pekerja serta mengontrol penuh pengunjung.

“Memang sudah lama juga kami tidak razia karena fokus pada penyuluhan dan penga­duan masyarakat. Karena la­poran masyarakat juga sangat penting dalam mengetahui peredaran narkotika termasuk seperti yang terjadi di Jakarta itu ya. Pastinya, ke depan pengawasan akan lebih ketat,” akunya.

Sepuluh THM yang sempat didatangi yakni salah satunya M-One yang berada di Jalan Nangewer, Transit yang ada di Parung, beberapa THM di wi­layah Cileungsi dan Sentul serta beberapa THM dari Kota Bogor seperti X-One dan Lips.

“Sebelum kejadian itu, kami memang undang dan mena­jemen mereka hadir. Kami sampaikan kepada mereka soal bahaya dan sanksi pere­daran narkotika. Hal ini dila­kuak untuk memudahkan penindakan,” ujar Rika.

Namun, Rika mengaku belum ada indikasi THM di Bogor yang dijadikan pabrik narko­tika seperti yang ditemukan di Jakarta. Sejauh ini BNNK sudah cukup rutin melakukan peny­uluhan dan memberikan im­bauan kepada pengelola THM agar hal tersebut jangan sampai terjadi. “Kami akan coba per­ketat lagi pengawasan agar itu tidak kejadian di Bogor,” terang­nya.

Limbah PT Antam Bocor, Ratusan Ton Ikan Milik Warga Mati

BOGOR DAILY- Puluhan petani ikan di Kampung Cidempok Desa Bantar Karet, Nanggung mengamuk setelah melihat peternakan ikannya mati akibat bocornya limbah berbahaya dan beracun milik UPBE Pongkor PT Antam Tbk ke Sungai Bondongan.

Warga setempat bernama Khodam Setiawan mengatakan awalnya UPBE Pongkor PT Antam Tbk mengklaim limbah tersebut tidak berbahaya dan tidak beracun.
“Ikan yang ada di 70 kolam atau ratusan ton ikan milik petani ikan di empat Rw di Kampung Cidempok Desa Bantar Karet mati akibat tercemarnya air Sungai Bondongan oleh limbah berbahaya dan beracun milik UPBE Pongkor PT Antam Tbk. Kami menuntut UPBE Pongkor PT Antam Tbk segera memberikan ganti rugi,” ujar Khodam Setiawan kepada wartawan, Senin (18/12).
Ia menambahkan kecurigaan warga bahwa limbah UPBE Pongkor PT Antam Tbk beracun dan berbahaya sudah lama, karena selama ini puluhan warga terkena penyakit kulit atau buduk.
“Kami menduga limbah milik UPBE Pongkor PT Antam Tbk ini memang berbahaya dan beracun serta telah mencemarkan air tanah warga. Karena pencemaran limbah ini, 70 persen warga Desa Bantar Karet mengalami sakit kulit atau buduk. Kami meminta agar UPBE Pongkor PT Antam Tbk dan Pemkab Bogor membangun puskesmas di desa kami berikut menyediakan petugas kesehatan dan juga obat-obatannya” tambahnya.
Warga lainnya bernama Makmun Jawi menerangkan matinya ratusan ton ikan milik warga karena Sungai Bondongan tercemar limbah berbahaya dan beracun terjadi sejak Minggu malam, tapi baru diketahui ketika Senin pagi.
“Senin pagi kami baru mengetahui ikan kami seperti jenis ikan mas, nila, mujaer dan lele mati. Setelah ditelusuri ternyata pipa penampungan limbah berbahaya dan beracun milik UPBE Pongkor PT Antam Tbk bocor. Kami menduga bocornya pipa ini sejak minggu malam hingga ratusan ton ikan sudah mati ketika pagi hari,” terang Makmun Jawi.
Dengan matinya ratusan ton ikan milik warga, Makmun meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor untuk menutup penampungan limbah berbahaya dan beracun milik UPBE Pongkor PT Antam Tbk.
“Penampungan limbah berbahaya dan beracun milik UPBE Pongkor PT Antam Tbk sudah tidak layak. Kami meminta DLH dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya di Kabupaten Bogor bersikap tegas menutup penampungan limbah tersebut,” tegasnya.
PT Antam Lakukan Penelitian
Humas UPBE Pongkor PT Antam Tbk Agus Setyono menjelaskan jajarannya sudah datang ke Kampung Cidempok untuk meneliti dan mendata kerugian petani ikan.
“Bagian Komunikasi Departemen bersama bagian laboratarium sudah datang ke kolam ikan milik warga dan penampungan limbah milik Kami. Saat ini air yang ada di kolam, Sungai Bondongan dan penampungan limbah masih Kami teliti,” jelas Agus Setyono.
Ia menjelaskan UPBE Pongkor PT Antam Tbk siap bertanggung jawab. Namun pihaknya kaget adanya kebocoran pipa penampungan limbah berbahaya dan beracun.
“Sebenarnya penampungan limbah kami masuk dalam level aman, oleh karenanya kami akan memastikan penyebab kebocoran limbah berbahaya dan beracun tersebut ke Sungai Bondongan. UPBE Pongkor PT Antam Tbk siap memberikan ganti rugi kepada petani ikan di Kampung Cidempok, Desa Bantar Karet,” jelasnya.
Agus melanjutkan warga Desa Bantar Karet yang menderita penyakit kulit bisa mendatangi bidan maupun Puskesmas pembantu di Desa Bantar Karet.
“Untuk sementara atau perawatan awal, warga Desa Bantar Karet yang menderita penyakit kulit bisa berobat ke Bidan Remi maupun Puskesmas pembantu di Kampung Ciguha Desa Bantar Karet. Pelayanan kesehatan masyarakat ini gratis karena merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) UPBE Pongkor PT Antam Tbk,” pungkas Agus

Bus Premium Mulai Beroperasi di Cibinong, Nih Rutenya

BOGOR DAILY-Setelah melakukan uji coba rute Transjabodetabek (Transjabs) premium Botani Square Bogor-Plaza Se­nayan, Badan Pengelola Transportasi Ja­bodetabek (BPTJ) akan menggelar uji kembali untuk rute Cibinong City Mall (CCM)-Grand Paragon dan CCM-Plaza Senayan mulai hari ini. Uji coba ini akan menggunakan Lajur Khusus Angkutan Umum (LKAU).

Harga tiket dua jurusan ter­sebut dibanderol Rp30 ribu. Waktu uji coba rute CCM-Grand Paragon dan sebaliknya, akan dimulai pagi hari pukul 05:30, 06:00 dan 06:30 WIB. Untuk sore harinya pukul 15:30, 16:00 dan 16:30 WIB.

Sementara rute CCM-Plaza Senayan diuji coba pukul 05:45, 06:15 dan 06:45 WIB untuk pagi hari. Sore harinya pukul 16:30, 17:00 dan 17:30 WIB.

Bus tersebut dilengkapi sejum­lah fasilitas seperti AC, kursi sandaran dan WiFi. Selain itu, ada fasilitas ark and ride di CCM bagi pengguna dengan tarif Rp10 ribu per hari untuk mobil dan Rp6.000 per hari untuk motor jika menyerahkan tiket Trans­jabodetabek premium.

Sebelumnya, Kepala BPTJ Bambang Prihartono mene­rangkan bahwa bus premium Bogor-Jakarta ini merupakan lanjutan dari kebijakan Kemen­terian Perhubungan untuk memindahkan penumpang dari mobil pribadi ke angkutan umum. Bus serupa juga diuji coba untuk jalur Botani Square Bogor-Plaza Senayan.

“Kepadatan ruas di Jalan Tol Jagorawi sudah semakin padat sehingga perlu ada kebijakan pemerintah untuk meminda­hkan shifting, dari mobil pri­badi ke angkutan umum. Ka­rena itu, kebijakan Kemenhub melalui BPTJ menyediakan lagi khusus untuk bus di jalan tol,” kata Bambang.

Menurutnya, pihaknya telah mengidentifikasi ada sebanyak 3.000 kendaraan pribadi yang melintas dari Bogor ke Jakarta perhari di jam sibuk. Dengan adanya bus premium, masyara­kat diharapkan dapat beralih menggunakan angkutan umum untuk mengurai kepadatan di jalan

Miris! Siswa SMK di Bogor Jadi Begal Sadis

0

BOGOR DAILY-Pasca terungkap­nya begal bermodus geng motor, polisi kembali berhasil meringkus seorang pelajar SMK swasta di Bogor, DD (18). Siswa kelas XIII itu bergabung dalam geng motor Moonraker yang terlibat aksi begal motor di Kota Bogor. Polisi yang melakukan pengejaran pelaku, menangkap DD di rumah­nya di Ciluar, Bogor Utara, Kota Bogor, Senin (18/12/2017) dini hari.

”Pelaku ditangkap saat ber­sama pelaku lainnya, yakni AS alias Thevlek (25),” kata Ke­pala Kepolisian Sektor Bogor Utara Komisaris Ahmad Sofwan, Senin (18/12). Menurut Sofwan, DD dan AS merupakan ang­gota geng motor Moonraker yang melakukan aksi begal bersama dengan belasan ang­gota lainnya.

Lokasi pembegalan, ujar Sofwan, di Jalan Raya Ceger, Tegalgundil, Bogor Utara, Kota Bogor, pada Ahad per­tengahan Oktober 2017. ”Se­belum merampas sepeda motor korban, kedua pelaku bersama komplotan begalnya terlebih dahulu membacok korban hingga terluka parah,” ujarnya.

Korban pembegalan, Idam (23), dilarikan ke RS PMI untuk mendapat perawatan karena tubuhnya mengalami luka sebanyak 18 tusukan. ”Kelom­pok begal motor ini mening­galkan korbannya dalam kon­disi luka parah, sedangkan sepeda motor Yamaha Mio milik korban mereka bawa,” terang Sofwan.

Dia mengatakan, modus pe­rampasan sepeda motor yang dilakukan geng motor Moon­raker kerap dilakukan pada Ahad dini hari dengan mengincar pengendara motor yang melin­tas di jalan sendirian. ”Biasanya motor korban terlebih dulu dipepet oleh belasan motor milik pelaku. Setelah itu korban dikeroyok. Sedangkan pelaku lain membawa kabur motor korban,” kata Sofwan.

Kepada penyidik, ujar Sofwan, DD mengaku sudah tiga kali ikut aksi begal sepeda motor di wilayah Kota Bogor. ”Dia mengaku, awalnya hanya ikut gabung dengan geng motor untuk nongkrong,” ujarnya.

Awalnya, lanjut Sofwan, mo­dus yang dilakukan geng mo­tor ini untuk mencari lawan tawuran sesama geng motor. ”Namun saat menemukan pengendara sepeda motor sedang melintas sendirian di jalur sepi, mereka menjadi begal motor,” tuturnya.

Berdasarkan laporan yang diterima dari Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bogor, beberapa pekan lalu geng motor Moonraker juga melakukan aksi begal di wi­layah Kabupaten Bogor. “Da­ri sebelas pelaku, kami aman­kan. Bahkan ketua gengnya, H (25), ditembak polisi karena menyerang petugas saat akan ditangkap,” ucap Sofwan.

Kini, ujar Sofwan, pihaknya masih memburu sejumlah pelaku dari geng begal motor motor Moonraker yang terlibat pencuriansepeda motor diser­tai kekerasan. ”Kedua pelaku dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian yang disertai keke­rasan dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara,” kata­nya.

Jarang Pulang, Lelaki Ini Beri Kejutan Maut untuk sang Istri

0

BOGOR DAILY- Istri mana yang tak suka diberikan kejutan romantis dari suaminya. Begitu pula yang dirasakan Pipin Rahayu saat suaminya, Faris Satria yang jarang pulang, tiba-tiba datang dan memintanya menutup mata.

Faris memperlakukan Pipin bak pengantin baru. Ia menjemput istrinya dari dalam kamar dan menutup matanya dengan kain. Faris kemudian menggiring istrinya sambil mengucapkan ada kejutan yang disukai.

Setibanya di ruang tengah, Pipin bertanya apakah sudah bisa membuka mata. Namun, suaminya menjawab belum. Tak lama kemudian, Faris berbisik kepada istrinya bahwa kejutan itu takkan terasa lama dan cepat selesai.

Tiba-tiba, leher korban dijerat dengan tali dan sang suami memintanya tetap tenang. Ternyata, kejutan romantis itu hanya kedok si suami.

“Kata pelaku, perbuatan ini tidak akan lama karena hanya dirasakan sebentar saja sakitnya,” kata Kabid Humas Polda Riau Komisaris Guntur Aryo Tejo, Senin pagi, 18 Desember 2017.

Namun, korban terus berontak dan bisa melepaskan jeratan tadi serta melarikan diri ke dapur. Faris mengejarnya, lalu menjerat leher korban dengan tali tadi sambil mengambil pecahan kaca.

Korban ditusuk beberapa kali tapi tetap bisa kabur meminta pertolongan.

Pria Bermasalah

Dilaporkan ke polisi, pelaku yang bekerja sebagai sipir di Lapas Rokan Hilir, Riau ini, akhirnya tertangkap setelah beberapa hari buron. Menurut Guntur, Faris sudah sering melakukan KDRT terhadap istrinya.

Pelaku juga sering kabur setelah berbuat kasar. Dia kembali pulang dengan maksud merebut perhiasan istrinya di rumah.

“Motifnya juga ingin menguasai harta benda istrinya di rumah. Untuk apa hasil kejahatannya, masih didalami,” kata Guntur.

Berdasarkan hasil interogasi pula, Faris ternyata juga berbuat pidana lainnya, yaitu melarikan mobil milik personel polisi.

“Ternyata pelaku juga pelaku penggelapan mobil milik anggota Polri. Jadi, kasusnya selain kekerasan dalam rumah tangga, juga penggelapan yang kejadiannya juga di Rokan Hilir,” kata Guntur.

Kasus penggelapan itu dilakukan pada 3 Oktober 2017. Pelaku yang sudah kenal dengan anggota polisi bernama Ferdiansyah berniat meminjam mobil dan disebut akan dipinjam tiga hari untuk dibawa ke Kota Dumai.

Tiga hari setelah perjanjian, mobil tadi tak kunjung pulang. Korban mendatangi rumah pelaku, tapi yang dicari tak pernah ada di rumah. Hingga sekarang, sejak pelaku meminjam, mobil korban belum dikembalikan dan diduga sudah dijual.

“Ketika ditangkap, pelaku belum mau menjawab ke mana mobil korban dibawanya, termasuk apakah sudah dijual atau belum,” kata mantan Kapolres Pelalawan ini.‎

Kuota Taksi Online untuk Bogor 12 Ribu, Dishub: Nanti Dulu…

BOGOR DAILY- Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) telah menetapakan kuota untuk angkutan tidak dalam trayek atau taksi online untuk wilayah Jabodetabek.

BPTJ memutuskan hanya 12.000 saja angkutan tidak dalam trayek atau angkutan berbasis online yang masuk ke wilayah Jakarta, Bogor, Tanggerang dan Bekasi.

Namun, meskipun kuota angkutan berbasis online telah ditetapkan, di Bogor sendiri belum bisa diterapkan. Pasalnya dari pihak BPJT belum ada sosialisasi.

Menurutnya, pembatasan angkutan berbasis online dibawah kendali BPTJ dan pengeluarkan izin tersebut tidak secara spontan, artinya ada analisa dari daerah dengan melibatkan organda.

“Nanti dulu. Kita belum ada penentapan berapanya jumlah kuota taksi online atau kendaraan berbasis online,”ujarnya.

Joko menjelaskan bahwa ada kendala kendala salah satunya adalah pendataan angkutan transportasi berbasis online di wilayah Kabupaten Bogor dan tidak memungkiri masih adanya gesekan, khususnya ojek online.

Hal ini di sebabkan belum adanya UUD yang mengatur roda dua menjadi penumpang yang ada hanya aturan cara berlalu lintas.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Bogor Adang Suptandar mendesak BPTJ segera melakukan sosialisasi Permenhub Nomor 108 Tahun 2017. Sampai saat ini pemkab masih mengacu pada BPTJ, bukannya Dishub Provinsi Jawa Barat. Selain itu, juga demi situasi yang tetap kondusif seperti sekarang.

“Kami mendesak Permenhub Nomor 108 Tahun 2017 segera disosialisasikan BPTJ dan dilaksanakan provider maupun driver taksi online,” pungkasnya.

Pingin Lihat Jokowi Muda Jadi Pengusaha Mebel, Nih Fotonya

0

BOGOR DAILY- Presiden Joko Widodo dikenal sebagai pengusaha mebel yang sukses. Dia sudah 27 tahun menggeluti usahanya tersebut. Ini foto Jokowi saat masih jadi pengusaha mebel.

Dalam foto yang diunggah Jokowi dalam akun Facebook pribadinya, Jokowi yang terlihat masih muda tengah bercengkerama dengan sejumlah orang di sebuah ruangan.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini ada di posisi berjongkok mengenakan kemeja krem lengan panjang. Ruangan ini seperti tempat workshop atau ruang produksi. Tak diketahui kapan foto ini diambil, namun yang pasti, Jokowi terlihat sangat muda.

Ada 7 orang pegawai yang tampak serius memperhatikan Jokowi yang terlihat tengah bercerita. Beberapa orang tersenyum memperhatikan Jokowi menunjukkan situasi sangat cair dan santai.

“Saya sudah 27 tahun jadi pengusaha meubel. Usaha saya sampai sekarang masih berjalan. Perusahaan saya mengekspor meubel ke Eropa, Amerika, lalu sekarang banyak juga ke Korea dan Jepang. Jadi saya tahu betul seluk-beluk berusaha,” tutur Jokowi di akun Facebooknya.

Namun Jokowi mengaku sedih karena kedua anak laki-lakinya tak mau meneruskan bisnisnya. Gibran dan Kaesang memilih menggeluti bisnisya sendiri-sendiri. Gibran kini sukses berjualan martabak di samping bisnis cateringnya, sementara Kaesang baru terjun ke dunia usaha dengan berjualan pisang nugget.

Konsistensi, Stamina di Jalan Sepi

0

Oleh : Sugeng Teguh Santoso, SH

Calon Walikota Bogor 2018

 

Mengabdikan diri untuk  advokasi warga miskin, marjinal dan tanpa bayaran sama seperti memilih jalan sepi. Butuh sebuah konsitensi untuk tetap bertahan dan melanjutkan visi.

Konsitensi bisa diartikan sebagai sikap setia terhadap jalan yang telah kita pilih. Jalan perjuangan yang terasa sulit, namun kita tetap teguh untuk tidak bergeser ke jalan lain. Konsistensi tidak datang sendiri, melainkan butuh  sikap kerasa kepala dan daya tahan (stamina) mental dan juga fisik.

Tentu tidak mudah bertahan di jalan yang tidak lazim dilalui kebanyakan orang, Tanpa disokong daya tahan mental dan fisik yang prima, mustahil seseorang dapat menjalankan pilihannya dengan konsisten.

 Pilihan yang tidak lazim biasanya adalah jalan yang sepi. Tidak banyak orang yang melewatinya sebagai teman seperjuangan. Sehingga, seseorang yang memilih jalan ini akan merasa seolah-olah hanya ia sendiri. Kalaupun ada teman, biasanya mereka tidak akan tahan. Melemah pada jalan itu dan satu persatu memilih mundur.

Stamina mental, fisik dan juga sikap keras kepala yang dimiliki seseorang akan menahannya pada jalan sepi itu. Ini ditambah dengan visi seseorang dalam mencapai tujuan jauh ke depan.

Saya meyakini dengan visi  inilah yang menjadi spirit perjuangan. Sehingga, keinginan berjuang di jalan sepi tetap terpelihara dan konsistensi ikut terjaga. Visi ibarat pemandu dalam gerakan perjuangan, agar kita tetap setia walau jalan penuh rintangan.

Apalagi bila melihat masa kini yang dipenuhi sikap pragmatis, oportunis dan materialis. Ketiga sikap tersebut seakan telah menguasai sendi sendi kehidupan. Termasuk ruang public yang juga nyaris dikuasai keputusan politik yang kebanyakan orang bilang politik itu kotor.

Memilih jalan mengadvokasi warga miskin, marjinal , tanpa bayaran adalah jalan sepi saat ini. Jalan yang tidak banyak ditempuh. Bahkan orang-orang yang dulu berjalan setia di jalan advokasi, kini menyimpang dari jalan tersebut dan memilih jalan politik.

Banyak di antara mereka merubah dan menjadi takluk pada sikap pragmatism dan oportunis. Bahkan terlibat dalam praktik homo homini lupus.

Walau ada juga yang bertahan dengan nilai-nilai yang baik, tapi umumnya mereka berada di luar pusat kendali kekuasaan politik.

Belum lagi risiko hukum, ancaman, intimidasi atas fisik dan kesemalatan jiwa  yang satu paket mengiringi perjuangan advokasi warga. Termasuk paket iming-iming suap agar mundur memperjuangkan nasib warga .

Dalam perjalananya, rasa ingin menyerah tentu sulit dihardik. Namun, hanya mereka yang  percaya bahwa jalan membela nasib warga miskin dan marjinal adalah jalan iman pada Tuhan, membuat mereka akan  bertahan pada jalan sepi ini.

Hormat saya pada banyak orang yang saya kenal tetap setia pada jalan sepi ini, tua muda,pria wanita ; yang tidak dapat saya sebut namanya satu persatu dimana pun berada. Semoga tetap sehat dan diberi berkah dari Tuhan.

Salam hormat.

Sugeng Latih Kepemimpinan Anggota Baru PMII

0

BOGOR DAILY- Sugeng Teguh Santoso mengisi forum Masa Penerimaan Anggota Baru PMII Komisariat Universitas Ibnu Khaldun (Uika) Bogor. Dalam acara bertajuk “Mengembangkan Potensi Intelektual dan Jiwa Kepemimpinan melalui Bingkai Pergerakan”, lelaki yang akrab disapa Sang Pembela itu memberikan pelatihan kepemimpinan pada sejumlah mahasiswa/i yang baru bergabung dengan PMII.

Beberapa isu penting dibahas, meliputi soal pendidikan, keahlian dan konsistensi. Menurut Sugeng, pendidikan adalah pintu gerbang menuju peningkatan kapasitas pribadi seseorang. Sehingga para pemuda-pemudi tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan belajar di Peguruan Tinggi.

“Bisa belajar di PT ini adalah kesempatan yang tidak semua pemuda Indonesia miliki, jadi inilah pintu gerbang menuju kesuksesan dan kemajuan,”kata Sugeng yang juga Direktur Yayasan Satu Keadilan (YSK) di hadapan anggota baru PMII Komisariat Uika Bogor di Bilabong.

Untuk itu, mahasiswa harus membekali diri dengan keahlian yang komparatif untuk bersaing di dunia kerja yang kompetitif. Sehingga dibutuhkan konsistensi (keteguhan hati), kesungguhan hati untuk mencapainya.

“Mahasiswa kedepan mutlak harus punya keahlian khusus untuk bersaing dengan yang lainnya. Kalau tidak, maka kita akan tertinggal,”sebutnya.

Menurut Sugeng yang sudah malang melintang di dunia hukum baik sebagai praktisi maupun akademisi, konsistensi menjadi kunci keberhasilan hidup.

“Seberapa kuat kita memiliki daya tahan mental dalam bidang yang digeluti akan mengantarkan kita pada kesuksesan,”kata Sekjen Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi )itu.

Sebaliknya, jika seseoraang tidak setia dengan jalan pilihan yang ditempuh, maka lambat laun ia akan dilibas kompetitor dan tidak akan pernah menjadi apa-apa.

Terakhir, ia pun menyinggung soal perjuangan keilmuan yang dianggap sebagai bagian dari fungsi melayani umat. Hal itulah yang menjadi perjuangan kemanusiaan.

“Bahwa membantu dan melayani orang miskin dan marjinal adalah amanah dari Tuhan,  sehingga setiap orang yang akan menjalanknya mempunyai spirit positif.  Dan tidak jatuh putus asa dalam situasi sulit dan tidak menjadi sombong ketika berhasil,”tandasnya. (*)

Merinding! Korban Mutilasi Datangi sang Kakak Lewat Mimpi

BOGOR DAILY- Nindy (21) korban mutilasi itu hadir di mimpi sang kakak, Srimurwati, sambil berlumuran darah. Bayang-bayang itu masih lekat di ingatan kakak almarhumah yang memiliki nama asli Siti Saedah alias Desi Wulansari. Di tengah suasana duka yang mendalam, ayah Nindy, Saryadi, menceritakan mimpi anak pertamanya sebelum peristiwa nahas itu terjadi.

TAK ada yang mengira jika Muhammad Kholil (24), suaminya, tega membunuh seka­ligus memotong dan membakar tubuh istrinya. Keluarga korban rupanya sudah memiliki fi­rasat buruk sebelum Nindy dimutilasi suami­nya.

Firasat buruk tersebut datang dari kakak per­tama korban, Srimurwati, yang saat ini be­kerja di Hongkong. Dalam mimpinya, dia di­datangi adiknya dalam keadaan berlumuran darah sambil meminta tolong. Mimpi tersebut lalu disampaikan ke keluarganya. Ternyata mimpi tersebut benar adanya.

”Dalam mimpi kakaknya, Nindy datang berlumuran darah dan terus meminta to­long,” kata Saryadi saat berada di rumah duka di Dukuh Sri­donomulyo, Desa Srikaton, Kecamatan Kayen, Pati, Jawa Tengah, Minggu (17/12/2017).

Sementara Saryadi sudah mengaku ikhlas atas keper­gian anaknya. Dirinya kini menyerahkan semua proses ke jalur hukum dalam men­cari keadilan. ”Saya ikhlaskan kepergian anak saya. Bagai­manapun takdirnya memang seperti itu. Saya serahkan (pro­ses hukum, red) kepada petu­gas,” jelasnya.

Sementara dari olah TKP, po­lisi menemukan sepucuk surat yang isinya curhatan Nindy terkait sikap pelaku. ”Intinya surat itu bahwa istrinya sudah tidak tahan lagi dengan perla­kuan suaminya. Suaminya ini jarang pulang ke rumah,” ungkap Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus.

Disinggung soal adanya wa­nita idaman lain, pihaknya belum bisa menjawab. Yusri mengatakan, saat ini polisi tengah mendalami dan mengembangkan kasus terse­but hingga menemukan motif utama pelaku menghabisi dan memutilasi istrinya. ”Jadi ini masih akan kita kembangkan untuk memperdalam lagi dan mencari tahu motif utama dari pelaku,” ujarnya. Meski begitu, dari kesaksian para tetangga bahwa suami korban justru dikenal penyayang.

Ketua RT 05/02, Dusun Su­kamulya, Desa Pinayungan, Kecamatan Telukjambe Timur, Yuyu, menyebutkan bahwa pasangan suami istri tersebut dieknal mudah bergaul. ”So­sialisasi dengan tetangga bagus, di sekitar sini banyak yang kenal,” ujar Yuyu.

Yuyu mengaku kaget ketika mengetahui bahwa ada pem­bunuhan di wilayahnya. Sebab, tidak ada sesuatu yang men­curigakan dari hubungan Nindy dan Kholil. ”Saya kaget, saya lihat berita di TV kasus mutilasi. Tapi tidak nyangka kalau tempatnya di sini,” ung­kap Yuyu.

Menurut Yuyu, tersangka merupakan sosok yang meny­ayangi istrinya. ”Suaminya sayang istri, bahkan kalau dia pulang kerja masih sempat beli makanan untuk istrinya. Tapi memang dia lebih diam dari istrinya,” tambah Yuyu.