Friday, 24 April 2026
Home Blog Page 8853

Ramai-ramai Tolak Emil

0

BOGOR DAILY-Partai Golkar mencabut dukungan­nya untuk Ridwan Kamil di pemilihan gubernur Jawa Barat (pilgub Jabar) 2018. Dalam surat keputusan Par­tai Golkar tertanggal 17 De­sember 2017, Ridwan Kamil resmi tak lagi dicalonkan partai berlambang beringin itu se­jak 24 Okto­ber. Pencabutan dukungan itu tertulis melalui surat yang di­keluarkan DPP Partai Golkar pada Minggu (17/12) dengan Nomor R-552/Golkar/XII/2017.

Surat pencabutan itu dicap dan ditandatangani Ketua Umum Airlangga Hartanto dan Sekretaris Jenderal Idrus Mar­ham.

Wasekjen DPP Golkar Ratu Diah Hatifah saat dikonfir­masi membenarkan surat tersebut. ”Iya betul. Dikeluar­kan tanggal 17. Belum dipu­blikasikan masih internal. Sudah ditandatangani oleh Ketum dan Sekjen,” ujarnya.

Hal senada juga diutarakan Wasekjen Partai Golkar Sar­mudji. Keputusan tersebut diambil setelah rapat pleno hari ini. Semua pengurus Gol­kar yang hadir setuju dengan keputusan pencabutan du­kungan terhadap Ridwan Ka­mil ini. ”Tidak ada dinamika. Semuanya setuju,” ungkapnya.

Sementara itu, pencabutan dukungan Partai Golkar ter­hadap Ridwan Kamil di pilgub Jabar mendapat respon posi­tif dari kader di daerah. Men­gusung kader untuk dicalonkan sebagai Calon Gubernur, jadi alasan dukungan itu datang dari kalangan bawah.

Seperti yang disampaikan Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Golkar Cibinong, Udin Jalu. Menurutnya, keputusan yang diambil DPP adalah lang­kah yang tepat, karena Partai Golkar memiliki kader yang bisa diusung di Pilgub Jabar 2018. “Lebih bagus (pencabu­tan dukungan). Kita partai besar dan sudah seharusnya kader yang diusung maju di Pilgub Jabar,” singkatnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bogor, Heri Cahyono mengaku men­dukung penuh atas penarikan surat dukungan terhadap Rid­wan Kamil di Pilgub Jabar. Karena, RK yang sudah dibe­rikan deadline menentukan pasangan hingga 25 November lalu, tidak melakukannya hingga sampai saat ini. “Itu sudah tepat sekali,” kata Heri.

Menurutnya, dukungan Par­tai Golkar di Jabar kan kalau dilihat dari kursinya sangat banyak sekali. Sedangkan, dengan dukungan kursi yang sangat besar ini posisi wakil sendiri belum bisa dipastikan. Sehingga, sebagai partai yang punya harga diri dan marwah, tentu harus mengambil sikap tegas. “Saya yakin keputusan itu yang terbaik,” ucap Wakil Ketua DPRD Kota Bogor itu.

Apalagi, sambung dia, hasil rapat pleno Jabar kemarin DPD meminta untuk membatalkan surat dukungan itu. Sehingga, tak salah jika DPP merespon permintaan dari DPD Jabar untuk menarik surat dukungan tersebut. “Karena sudah dibe­rikan waktu sebulan lebih namun tidak dimanfaatkan dengan baik untuk menentukan pilihan. Tak heran jika DPP merespon per­mintaan DPD,” imbuhnya.

Disinggung langkah selanjut­nya yang akan diambil Partai Golkar, Heri mengaku belum mengetahui apa langkah se­lanjutnya yang akan dilakukan. Akan tetapi, kader di daerah tentu akan patsun dengan perintah DPP dan DPD Partai Golkar Jabar. “Kalau sekarang kita cooling down dulu untuk sosialisasi pasangan RK-Daniel di daerah. Mengatur strategi baru sambil menunggu surat perintah baru,” ujarnya

Tak cuma Golkar, bahkan PPP pun berniat melakukan hal serupa. Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengaku akan mem­pertimbangkan lagi soal du­kungan yang partainya berikan pada Ridwan Kamil.

”Sekarang malah memper­timbangkan kembali dukungan yang telah diberikan kepada Ridwan Kamil dan mengalih­kannya kepada calon lain,” kata Arsul.

Arsul menuturkan, saat ini ada beberapa partai yang men­dekati PPP dengan beberapa calon gubernur yang ditawar­kan. Namun, ia enggan me­nyebutkan nama partai itu dengan alasan etika. ”Dan mereka sepakat menyerahkan cagubnya ke PPP,” ucapnya.

Menurut Arsul, sebelum mengusung Emil, PPP banyak berkomunikasi dengan partai lain. ”Tentu publik ingat bahwa sebelum deklarasi dengan Ridwan Kamil, PPP Jabar ber­komunikasi dengan beberapa partai lain,” tuturnya.

Pada 24 Oktober 2017, PPP resmi mengusung Ridwan Ka­mil dalam pilgub Jabar yang disampaikan langsung Ketua Umum PPP Muhammad Ro­mahurmuziy. Selain PPP, bebe­rapa partai seperti Nasdem, PKB dan Golkar, mengusung Ridwan Kamil maju dalam liga pemilihan Jabar satu

7 Jalur Tengkorak di Bogor, 151 Orang Tewas Selama 2017

BOGOR DAILY- Liburan Natal dan Tahun Baru sudah dinanti-nanti. Dari tahun ke tahun, momentum ini selalu dimanfaatkan masyarakat untuk mencari hiburan hingga rela berbondong-bondong tumpah ruah di jalanan. Namun tanpa disadari, bahaya kecelakaan lalu lintas (lalin) di sejumlah ruas jalan yang menjadi jalur tengkorak, kerap diabaikan di tengah euforia perayaan. Buktinya sampai 12 Desember 2017, sejumlah kecelakaan telah merenggut nyawa 151 pengendara tewas.

ANGKA tewas kecelakaan lalin yang terjadi di Kabupaten Bogor pada periode Januari sampai Desember 2017 mengalami kenaikan 148 kejadian dari tahun sebelumnya. Pada 2016 tercatat jumlah kecelakaan sebanyak 357 kejadian.

Dari jumlah kecelakaan se­lama dua tahun terakhir, 80 persen penyebab kecelakaan di jalan karena kesalahan manusia. Sedangkan 20 persen sisanya disebabkan karena kelaikan kendaraan atau kondisi jalan.

Seperti kasus yang terjadi di Jalan Raya Parungpanjang- Legok, Kampung Margamekar, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor. Seorang ibu rumah tangga, Sudiarti (40), tewas usai terlindas dump truk yang dikendarai seorang ABG, Aldiyono (16).

Kanit Lakalantas Polres Bogor Iptu Asep Saepudin mengata­kan, kejadian tersebut ber­mula saat korban yang tengah mengendarai sepeda motor bernomor polisi B 6002 GFG melaju dari arah Parungpanjang menuju Legok sekitar pukul 14:30 WIB, Sabtu (16/12).

Setibanya di lokasi kejadian, korban berusaha menyalip se­buah dump truk bernomor polisi B 9354 QV yang diken­darai remaja bernama Aldiyono (16) yang berada di depannya dari sebelah kiri jalan. “Saat ke­jadian, truk bergerak sedikit ke kanan karena menghindari lubang dan kembali bergerak ke kiri. Tetapi ada korban yang menyalip dari kiri jalan hingga terserempet bodi truk,” katanya, Sabtu (16/12/2017).

Korban yang terserempet bodi truk di jalur tengkorak itu pun tidak bisa mengendalikan sepeda mo­tornya lalu terjatuh ke kanan. Korban mengalami luka parah di bagian kaki kanannya ka­rena terlindas ban belakang dump truk. “Korban langsung dibawa ke RSUD Tangerang untuk mendapat pertolongan. Tetapi saat perawatan, korban meninggal dunia karena luka parah di kaki,” jelasnya.

Kasus tersebut satu dari ra­tusan peristiwa kecelakaan yang terjadi selama 2017. Men­urut Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor AKP Hasbi, minimnya kesadaran masyarakat berkendara masih menjadi penyebab utama ter­jadinya kecelakaan di jalan.

Unit Kecelakaan Satlantas Ke­polisian Resor Bogor mencatat sejak Januari hingga November 2017, telah terjadi 505 kecelakaan lalin yang mengakibatkan 151 orang meninggal dunia, 311 luka berat dan 336 orang luka ringan. Jika dibandingkan pada 2016, jumlah kecelakaan yang terjadi di Kabupaten Bogor tahun ini mengalami peningkatan. “Dari jumlah kecelakaan selama dua tahun terakhir, 80 persen penye­bab kecelakaan di jalan karena kesalahan manusia, sedangkan 20 persen sisanya disebabkan karena kelaikan kendaraan atau kondisi jalan,” ujarnya.

Ia menambahkan, jumlah kecelakaan pada kendaraan roda dua lebih besar dibanding­kan kecelakaan roda empat. Pelanggaran juga paling sering dilakukan pengguna sepeda motor, seperti menerobos perlin­tasan kereta, melanggar rambu lalin, melebihi muatan ken­daraan atau menggunakan jalur trotoar.

Menurut Hasbi, wilayah Kabu­paten Bogor rawan dengan tindak gangguan keamanan dan keter­tiban lalin. Beberapa wilayah atau jalur lalin utama yang rawan gang­guan pun kerap disebut jalur ‘tengkorak’. Di antaranya jalur Bopuncur (Bogor, Puncak, Cianjur), jalur Bocimi (Bogor-Ciawi-Suka­bumi), jalur Tengah Sukaraja- Cibinong, Citeureup, jalur Bojowi (Trans Yogie Bogor-Cileungsi- Jonggol), jalur Bodali (Dramaga- Leuwiliang) dan jalur Kemang- Parung. “Dalam operasi tertib lalin ini kami mengarahkan pada pemahaman tata tertib lalin. Dengan penindakan ini diharap­kan masyarakat lebih menya­dari dan mematuhi peraturan lalin,” pintanya.

Hal ini juga diamini Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspitalena. Ia meminta masy­arakat dan setiap keluarga agar disiplin berlalu lintas. “Untuk meminimalisasi dan mencegah terus terjadinya kecelakaan, kami mengimbau agar masy­arakat tertib berlalu lintas. Jangan biarkan anak-anak sekolah yang tak punya SIM membawa mo­tor ke sekolah. Mari kita gunakan helm saat berkendara,” tandas­nya.

Personil Dishub Ikut Siaga 69 Gereja di Bogor

0

BOGOR DAILY Menjelang libur panjang perayaan Natal dan pergantian tahun baru, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor telah melakukan sejumlah perencanaan. Termasuk di antaranya penempatan pos di beberapa lokasi yang rawan dipadati kendaraan saat libur.

Kepala Bidang Sarana Prasarana Dishub Kota Bogor Yudi Wahyudin menjelaskan, pihaknya akan berjaga di tujuh pos yang telah disiapkan untuk membantu kelancaran lalu lintas. “Fokus utamanya ada di sekitaran Kebun Raya Bogor (KRB) dan Istana Bogor,” ujarnya.

Pos penjagaan Dishub di antaranya ditempatkan di Jalan Kapten Muslihat sampai Paledang, Suryakencana dan area Bogor Trade Mall (BTM) yang kerap ramai saat libur. Selain ramai dengan kegiatan, di area tersebut terdapat sejumlah rumah ibadah yang rawan padat menjelang Natal.

Yudi menyebutkan, total Dishub Kota Bogor akan mengerahkan setidaknya 120 sampai 150 personil untuk menjaga ketertiban lalu lintas saat libur panjang. “Di tiap pos, disiapkan 15 hingga 18 petugas yang nanti akan secara bergantian berjaga,” katanya.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Bogor, Theo Patrocinio Freitas menjelaskan lingkaran KRB akan menjadi titik prioritas. Selain terdapat Istana Kepresidenan, Sistem Satu Arah (SSA) kendaraan yang belum genap dua tahun berjalan menjadi tantangan berat.

Theo menuturkan, dari pemetaan yang telah dilaksanakan, terdapat beberapa kendala terkait arus lalu lintas di SSA. Sebagai ikon Kota Bogor, tentu KRB jadi pusat perhatian, sehingga akan banyak wisatawan dan masyarakat yang berbondong-bondong ke sana dan menyebabkan kepadatan, ujarnya.

Penyempitan jalan (bottle neck) dan arus lalu lintas di jalan pendukung sekitar SSA juga menjadi kendala tersendiri. Theo menyebutkan, kondisi itu di antaranya terjadi di jembatan Jalan Otista dan perlintasan rel kereta api kawasan BTM-Empang yang menjadi titik pertemuan pengendara dari berbagai arah.

Jalan Kapten Muslihat atau sekitar Stasiun Bogor juga menjadi perhatian Dishub. Sebab, di area tersebut terjasi crossing kendaraan dari Jalan Raya Dramaga, Paledang, Merdeka dan Juanda yang kerap berimbas pada kelancaran di jalur SSA, kata Theo.

Kepadatan diprediksi semakin parah mengingat banyaknya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang membuat area pejalan kaki maupun kendaraan terbatas. Theo menyebutkan contohnya di Jalan Dewi Sartika atau Gedong Sawah yang juga menjadi alternatif jalan pendukung SSA.

Selain itu, parkir juga tak akan luput dari perhatian Dishub. Salah satu titik yang kerap disalahgunakan sebagai parkir liar adalah di depan SMP Negeri 1 Bogor dan Regina Pacis. “Ini imbas dari lokasi parkir di KRB yang minim, sedangkan kebutuhan parkir tinggi,” ucapnya.

Untuk mengantisipasinya saat libur panjang nanti, Dishub akan menyediakan kantong parkir di seputaran KRB agar arus kendaraan tidak tersendat. Sementara itu, Kepolisian Resort Kota (Polresta) Kota Bogor akan mengerahkan 1.485 personil untuk melakukan pengamanan pada libur perayaan Hari Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Jajaran tersebut akan ditempatkan di sekira 73 titik yang tersebar secara merata di Kota Hujan. Kabagops Polresta Bogor Kota, Kompol Fajar Hari Kuncoro, menjelaskan, titik pengamanan akan difokuskan pada tempat-tempat ibadah.

“Juga, tempat lain yang memiliki potensi besar digunakan sebagai area berkumpul masyarakat,” katanya.

Fajar menjelaskan, menurut catatan Polresta Bogor Kota, setidaknya tempat ibadah yang dijadikan fokus penjagaan adalah sebanyak 69 gereja. Di antaranya, Gereja Beatae Mariae Virginis (BMV) Katedral yang berada tidak jauh dari Balai Kota Bogor.

Tidak hanya pada hari H, pengamanan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru dilaksanakan selama libur panjang. Selama sepuluh hari, sejak sebelum natal sampai awal tahun 2018, kami akan melakukan razia di tempat yang potensi konflik, ujar Fajar

Bripka Fakhtur Tewas Terjepit Truk di Tol Jagorawi

BOGOR DAILY-Diduga mengantuk saat berkendara, seorang anggota Polri Fakhtur Rokhim (38) tewas usai mengalami kecelakaan di ruas Tol Jagorawi KM 27, tepatnya di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kanit Lakalantas Polres Bogor, Iptu Asep Saepudin mengatakan, kecelakaan bermula saat korban yang mengendarai truk bernomor polisi W 8077 NS melaju dari arah Jakarta menuju Bogor, Senin (18/12/2017) dini hari sekira pukul 02.30 WIB.

Setibanya di lokasi dengan kondisi jalan lurus, korban yang diduga mengantuk ini tiba-tiba menabrak bagian belakang dump truk bernomor polisi F 9688 FD yang dikemudikan Heri (21) di lajur yang sama.

“Iya korban anggota Polri. Mungkin kelelahan dan mengantuk karena habis pindahan saudaranya di Surabaya,” kata Asep di Bogor, Senin (18/12/2017).

Korban yang diketahui berpangkat Bripka ini tewas karena mengalami luka parah di bagian wajah, hidung, kaki, dan bagian dada akibat terjepit bodi truk yang ringsek. Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Ciawi.

Sementara itu, kedua kendaraan yang telibat kecelakaan dan sopir dump truk dibawa petugas ke Unit Lakalantas Tol Jagorawi untuk dilakukan pemeriksaan terkait peristiwa tersebut.

“Korban sudah diambil oleh pihak keluarganya di Cibuluh, Kota Bogor. Sopir dump truk masih kita mintai keterangan lebih lanjut,” ucap Asep.

Diskotek MG Jadi Pabrik Sabu Liquid Kemasan Mineral

0

BOGOR DAILY-Petugas gabungan Polisi dan BNNP DKI Jakarta menggerebek Diskotek MG di Tubagus Angke, Jakarta Barat karena memproduksi sabu jenis liquid. BNNP menduga Diskotek MG menyamarkan kemasan narkoba menggunakan air mineral.

“Sebenarnya bukan jenis baru karena dia punya amphetamine dan methamphetamine. Tapi kemasannya yang baru, mereka samarkan dengan menggunakan desain botol air mineral,” kata Ketua BNNP DKI Brigjen Johnypol Latupeirissa, Minggu (17/12/2017) malam.

Lebih lanjut Johny, sabu liquid yang ditemukan di Diskotek MG berbeda dengan narkoba cair atau liquid drugs bermodus rokok elektrik yang sempat ditemukan BNN beberapa waktu lalu.

“Bukan (Liquid Vape), jadi dia bentuknya sama seperti cairan air mineral. Kelihatannya jernih tapi itu golongan narkotika,” lanjut Johny.

Perlu diketahui, sabu atau methamphetamine memicu pelepasan dopamin yang memicu rasa senang dan euforia. Dalam jangka pendek ini berakibat pada peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, namun kerusakan otak bisa terjadi jika digunakan dalam pemakaian jangka panjang.

Sebelumnya, dalam penggerebekan Diskotek MG sebanyak 120 pengunjung telah diamankan dan masih diperiksa intensif. Menurut Johny, sabu liquid ini hanya diedarkan di dalam diskotek. Yang bisa membeli sabu tersebut hanya yang member saja seharga Rp 400 ribu per botol ukuran 300 mili.

“Sementara ini hasil interogasi masing-masing pengunjung dan yang pengedar yang di dalam itu, edarnya ya di dalam diskotek itu. Jadi kalau orang mau masuk kesitu mau pesan narkoba jenis itu harus gunakan member. Kalau tidak ada member mereka tak berani kasih, dan kenyataannya memang 120 orang terindikasi semua, ya berarti member semua kan,” tuturnya di lokasi, Minggu (17/12).

Ridwan Kamil Sudah Pamit Mundur

0

BOGOR DAILY-Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memberikan sambutan di acara peluncuran sosialisasi Pemilihan Wali Kota Bandung di Taman Cikapayang, Jalan Ir H Djuanda, Bandung, pada Minggu (17/12/2017).

Mengenakan kaus hitam, kacamata hitam dan topi fedora, lelaki yang akrab disapa Kang Emil itu  memperkenalkan maskot Pilwalkot Bandung, “Si Maung”.

Ridwan Kamil juga turut menyampaikan isi acara melaui caption di Instagram pribadinya, @ridwankamil. Isinya antara lain mengingatkan warga Bandung untuk berpartisipasi langsung memilih wali kota baru yang digelar 27 Juni 2018.

“Teliti rekam jejak calon yang disuka. Jangan salah memilih biar tidak kecewa. Tiap walikota tentunya punya gaya berbeda. Yang penting kerjanya terpercaya warga. Selamat memilih walikota yang baru,” tulis Ridwan Kamil.

Selanjutnya, Ridwan Kamil pamit kepada warganya karena dia tak akan mencalonkan lagi dalam Pilwalkot Bandung. Ridwan mengatakan, masih ada dana Rp6 triliun untuk memenuhi program yang masih dia jalankan sampai September 2018.

“Walau saya sendiri pamit mundur, masih ada 6 trilyun rupiah untuk mendanai program di tahun 2018 untuk finalisasi janji-janji politik saya yang tersisa sd september 2018. Semoga Kota ini selalu juara dan dijaga Allah swt. Hatur Nuhun,” katanya.

Sementara itu, Partai Golkar yang dipimpin oleh Ketua Umum Airlangga Hartanto, telah mencabut dukungan terhadap pasangan Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien yang akan maju di pemilihan gubernur Jawa Barat.

Pasangan Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien sempat disahkan oleh Setya Novanto, yang kini menjadi terdakwa kasus KTP elektronik.

Belum ada komentar dari Ridwan Kamil soal Partai Golkar telah mencabut dukungan terhadapnya.

Gara-gara Jadi Cewek Bookingan, Suami Tega Bunuh Istri

0

BOGOR DAILY-Polisi menangkap Agus Faizal (24). Pria berprofesi montir tersebut nekat membunuh istrinya, Tika Sustika (27), gara-gara menolak berhenti menjadi pemandu lagu.

“Pelaku membunuh istrinya karena melawan setelah diberitahu untuk berhenti menjadi pemandu lagu,” kata Dir Reskrimum Polda Jabar Komnas Umar Surya Fana via pesan singkat, Senin (18/12/2017).

Kasus tersebut berawal dari temuan jasad perempuan di semak-semak Dusun Karangsari RT 06/02 Desa Pananjung, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran, Jabar, Jumat (15/12), sekitar pukul 08.30 WIB. Mayat tanpa busana tersebut ditemukan oleh warga.

“Mayat itu ditemukan dengan luka di leher akibat jeratan. Saat itu tidak ada identitas dari mayat perempuan itu. Hanya ada tanda tato temporer bertuliskan huruf Arab dan tulisan ‘Agus’ di lengan kirinya,” katanya.

Dari temuan tersebut polisi dari Reskrim Polres Ciamis dan Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jabar melakukan rangkaian penyelidikan. Tersangka mengarah kepada sang suami korban, Agus.

Pada Minggu (17/12) sore, personel Polres Ciamis dan Ditreskrimum Polda Jabar yang dipimpin Kasubdit III AKBP Harto menangkap Agus di kediaman pamannya, Karangmulya, Kabupaten Pangandaran, Jabar.

Hasil interogasi polisi, Agus mengakui perbuatan telah membunuh istrinya itu. “Pelaku ini jengkel karena korban diminta berhenti jadi pemandu lagu atau cewek bookingan, tapi korban tidak mau. Korban melawan saran dari pelaku,” katanya.

Agus naik pitam karena mendapat penolakan mentah-mentah sang istri. Ia murka lalu mencekik leher sang istri. “Korban dicekik dengan keras hingga tak bisa bernafas dan akhirnya meninggal dunia,” kata Umar.

Agus kini harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Polisi telah menjebloskan Agus ke lantai tahanan Polsek Pangandaran.

Setnov Diganti, Dedi Mulyadi Dapat Tiket Emas dari Airlangga?

0

BOGOR DAILY-Kisruh internal Partai Golkar membawa berkah tersendiri bagi Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Pasalnya, pergantian kepemimpinan dari Setya Novanto ke Airlangga Hartarto berbuah pencabutan surat rekomendasi Ridwan Kamil sebagai cagub Jawa Barat yang didukung Golkar. Kini, Dedi kembali menjadi Cagub Jabar yang diusung Golkar.

Pencabutan dukungan tersebut tertuang dalam surat nomor 552/Golkar/XII/2017 yang menjelaskan alasan pencabutan dukungan kepada Wali Kota Bandung itu. Golkar berpandangan bahwa hingga dengan waktu yang ditetapkan, Ridwan Kamil belum secara sah menetapkan Daniel Mutaqin sebagai Cawagubnya.

Dukungan Golkar bagi Dedi Mulyadi memang berliku. Dalam rapat pleno Agustus lalu, Golkar memutuskam mengusung Dedi sebagai Cagub. Memang saat itu, keputusan tersebut belum ditetapkan dalam surat rekomendasi. Keputusan itu lalu tiba-tiba berubah, saat Novanto mendadak memberikan rekomendasi kepada Ridwan Kamil.

Dedi Mulyadi yang merupakan Ketua DPD I Golkar Jabar pun kecewa. Saat itu, DPP Golkar beralasan elektabilitas Dedi masih di bawah Ridwan Kamil. Sehingga demi menjamin kemenangan, Golkar memutuskan untuk mendukung Wali Kota Bandung tersebut.

“Pada dasarnya Golkar mengutamakan kader sendiri dalam pilkada. Tapi pada saat yang sama, kita ingin menang. Karena itu kita harus mendengar suara rakyat. Berbagai survei memposisikan Kang Emil sebagai posisi pertama. Dilihat dari elektabilitas, sosial dan kultur Jabar,” ucap Setya Novanto di DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (9/11).

Kala itu, Dedi memahami betul apa yang diputuskan oleh kebijakan partai. Namun keputusan itu tak menghentikan langkahnya untuk maju menjadi orang nomor satu di Jawa Barat. Hal itu ditandai dengan keikutsertaannya dalam seleksi calon gubernur yang digelar oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

“Saya memahami apa yang disampaikan DPP Partai Golkar. Secara psikologis, secara apapun kami memahami semua. Jadi apa pun yang disampaikan pusat, dengan dalil apapun, sebagai kader kami memahami keinginan pusat,” ucap Dedi Mulyadi.

Hingga kini di bawah kepemimpinan Golkar yang baru dengan Ketua Umum Airlangga Hartarto, Dedi seakan mendapatkan tiket emas untuk melancarkan niatnya menjadi orang nomor satu di Jawa Barat.

Terlebih, selama konflik kepengurusan di Partai Golkar yang disebabkan oleh penahanan mantan Ketua Umum Setya Novanto oleh KPK. Dedi cukup aktif mengusulkan ide Munaslub demi pergantian kepengurusan yang baru, khususnya ketua umum.

Selama proses itu pun, Dedi cukup dekat dengan Airlangga Hartarto. Bahkan bisa dipastiikan, dia dan rekan-rekan lainnya sebagai inisiator dari pergantian kepengurusan tersebut

 

Tabrakan di Tol Jagorawi, Truk Fuso Sampai Hancur

BOGOR DAILY-Kecelakaan fatal terjadi di ruas Tol Jagorawi Km. 27.200 jalur A, (Jakarta arah Bogor). Sebuah kendaraan mitsubishi colt diesel dengan No Pol W 8077 NS, yang dikemudikan Faktkhur Rohim (38), menabrak kendaraan Hino Dump truk dengan No Pol F 9688 FD, yang dikemudikan Hari (21).

Dalam keterangannya, Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita puspitalena, Senin (18/12), kecelakaan itu terjadi pada pukul 02.30 WIB.

Bermula ketika kendaraan yang dikemudikan Faktkhur bergerak dari arah Jakarta menuju Bogor di lajur 2 Tol Jagorawi arah Bogor. Setiba di TKP, pada saat melintas jalan lurus dengn kondisi jalur agak menanjak, kendaraan Mitsubishi colt diesl menabrak bagian belakang kendaraan Hino Dump Truck yang sedang bergerak di lajur 2, dan sedang mendahului/menyalip kendaraan jenis kontainer.

Kecelakaan tak bisa dihindarkan yang mengakibatkan, Faktkhur meninggal dunia di tempat. Warga Cibuluh Kota Bogor ini mengalami luka terbuka pada bagian wajah, hidung dan terjepit pada bagian dada serta telapak kaki kanan patah dibawa ke RSUD Ciawi.

Pihak kepolisian yang datang ke lokasi melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Demikian juga kondisi jalan yang diketahui lurus agak menanjak, beraspal baik, dan kering.

“Kerugian materi Rp 10 juta,” beber Ita.

Menanti Waduk Ciawi dan Sukamahi

Oleh: Hj. Ade Yasin, SH, MH

(Calon Bupati Bogor 2018)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah membangun dua buah waduk atau bendungan di Ciawi dan Sukamahi yang keduanya berada di Kabupaten Bogor. Rencananya dua mega proyek ini selesai pada pertengahan 2019. Dua waduk tersebut punya fungsi mengendalikan debit air dari Bogor yang mengalir ke Jakarta, sehingga bisa mengurangi potensi banjir di Ibu Kota.

Pembangunannya sendiri telah dirancang sejak 2015 bersama kakak saya (Rachmat Yasin) yang saat itu menjabat Bupati Bogor. Sementara Jokowi saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ini merupakan janji kampanye Jokowi untuk menanggulangi banjir Jakarta. Sebab, menurut kajian para pakar tata ruang bahwa penyelesaian banjir Jakarta salah satunya yakni dengan mengendalikan debit air dari Bogor.

Nantinya dua waduk yang progres pembangunannya telah mencapai 22 persen itu akan menjadi bendungan kering pertama di Indonesia. Waduk akan menjadi kering saat kemarau datang. Namun saat musim hujan bisa untuk menahan debit air hingga sekitar 30 persen. Kedua waduk itu menggunakan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun jamak. Masing-masing Rp757,8 miliar untuk waduk Ciawi dan Rp436,97 miliar untuk waduk Sukamahi.

Lalu muncul pertanyaan bahwa angka 30 persen itu kajian dari mana? Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, arus air dari hulu melalui kedua waduk tersebut sebelum tiba di Bendungan Katulampa dan kemudian ditahan beberapa jam di kedua waduk tersebut. Sebelum adanya Bendungan Sukamahi dan Ciawi, debit air sebesar 56,52 meter kubik per detik. Namun setelah adanya bendungan, maka menjadi 40-an meter kubik per detik.

Di Ciawi, dari 36,5 meter kubik per detik menjadi 25,3 meter per detik sehingga rata-rata dengan dua waduk itu debit air terkurangi rata-rata 30 persen. “Maka debit air banjir ke Jakarta yang bisa dikurangi ketinggiannya yakni sekitar 1 sampai 2 meter atau dari siaga satu menjadi siaga dua,” terang Menteri Basuki kepada media massa.

Kendati demikian, memang akan ada dampak bagi lingkungan sekitar dari kedua waduk kering tersebut. Saat waduk itu digunakan, akan ada potensi infiltrasi air tanah ke lingkungan sekitar. Tapi saat musim kemarau datang, maka dua waduk ini akan menjelma layaknya taman yang indah seperti ada di beberapa tempat salah satunya bendungan Hoover sungai Colorado, perbatasan negara bagian Arizona dan Nevada.

Bendungan Ciawi sendiri berlokasi di bagian hulu Sungai Ciliwung di Desa Cipayung, Desa Gadog dan Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung dan Desa Kopo di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Bendungan ini membutuhkan lahan dengan total 899 bidang seluas 78,7 hektare yang digunakan sebagai area konstruksi 28,59 hektare, area genangan 31,96 hektare dan area “green belt” 18,15 hektare. Bendungan itu juga menampung aliran Sungai Cisarua, Sungai Cibogo dan anak Sungai Ciliwung dengan volume tampungan 6,74 juta meter kubik.

Sementara bendungan Sukamahi berlokasi di bagian hulu Sungai Cisukabirus di Desa Sukamahi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Pembangunan Bendungan Sukamahi membutuhkan lahan dengan total 621 bidang seluas 49,82 hektare yang digunakan sebagai area konstruksi 34,38 hektare, area genangan 5,23 hektare, area “green belt” 8,89 hektare, area jalan masuk 0,44 hektare dan area fasilitas umum 0,88 hektare. Bendungan Sukamahi menampung aliran Sungai Cisukabirus dan anak Sungai Ciliwung dengan volume tampungan 1,68 juta meter kubik.

POTENSI WISATA

Ibarat ada gula pasti ada semut. Dengan dibangunnya waduk Ciawi dan Sukamahi, saya bisa membayangkan sepertinya akan banyak masyarakat yang mencoba meraih keuntungan dengan mendirikan warung berjualan aneka makanan dan minuman. Masyarakat bisa menyantap berbagai makanan seperti mi ayam dan bakso serta makanan kecil lainnya saat menikmati keindahan kedua waduk itu.

Saya sendiri berharap baik waduk Ciawi dan waduk Sukamahi nantinya akan memberikan banyak manfaat pada masyarakat, khususnya warga terimbas. Tak hanya masyarakat, Pemkab Bogor juga bisa memaksimalkan potensi waduk tersebut, salah satunya untuk dijadikan tempat wisata. Potensi yang berada di wilayah Kabupaten Bogor perlu kita gali sedalam mungkin untuk mencapai hasil yang maksimal. Sebab Kabupaten Bogor mempunyai potensi yang bagus, khususnya pada dunia pariwisata. Karena itu kita harus mampu menunjukkan bahwa kita mampu berkiprah atau bersaing dengan daerah lain dalam hal berlomba menyejahterakan warganya.

Di Indonesia sendiri, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor pembangunan bidang ekonomi. Bidang pariwisata merupakan sektor non migas yang memberi sumbangan besar terhadap perekonomian negara, sebagai penunjang utama penghasil devisa negara kedua setelah migas. Oleh karena itu, Pemkab Bogor harus jeli melihat peluang dibangunnya kedua waduk ini terutama untuk meningkatkan pendapatan asli daerah serta terciptanya lapangan kerja guna menyejahterakan masyarakat Bogor lahir dan batin. Salah satunya yakni agar bagaimana waduk Ciawi dan Sukamahi menjadi destinasi wisata layaknya bendungan Hoover di Sungai Colorado yang luar biasa itu. (*)