Friday, 17 April 2026
Home Blog Page 8889

Begini Nasib 3 Pemuda Iseng yang Coret Heli TNI AU

BOGOR DAILY- Tiga pemuda yang mencoret-coret tugu helikopter TNI AU di Lanud Atang Senjaya, Bogor, Jawa Barat, diserahkan ke polisi untuk diproses hukum. Salah satu pelaku meminta maaf lewat sebuah video.

Dalam video yang diperoleh detikcom dari Kadispen TNI AU Marsekal Pertama TNI Jemi Trisonjaya, Kamis (26/10/2017), seorang pelaku bernama Doni Damara yang mengenakan hoodie warna hitam. Dia berada dalam sebuah mobil yang melaju.

“Saya Doni Damara. Saya mengakui, saya yang telah mencoret-coret tugu helikopter di Atang Sanjaya,” ujarnya.

Pemuda itu juga berjanji tidak akan melakukan perbuatan itu lagi. Dia meminta maaf kepada pihak TNI AU.

“Saya berjanji tidak akan melakukan hal itu lagi. Saya mohon minta maaf sebesar-besarnya kepada TNI AU. Saya mencintai TNI AU,” katanya. Di akhir video, pemuda itu melakukan sikap hormat. Dia juga melakukan gerakan ‘kiss bye’ menggunakan tangan kanannya.

Video tersebut sengaja tidak dimunculkan, karena ketiga pelaku masih berstatus pelajar.

Kasus pencoretan tugu helikopter tersebut terjadi pada Selasa (24/10) dini hari. Ada tiga pemuda yang menyemprotkan cat ke badan hingga ekor helikopter jenis Twin Pac tersebut. Berkoordinasi dengan polisi, pihak TNI AU pun mencari para pelakunya.

“Selanjutnya dicari kelompok tersebut dan sekitar pukul 18.00 WIB, Selasa (23/10), pelaku yang berjumlah 3 orang dan berstatus pelajar ditangkap,” kata Jemi.

Setelah diinterogasi untuk mengetahui motifnya, lanjut Jemi, ketiga pelaku diserahkan ke polisi agar diproses hukum.

Lima Rumah di Harjasari Digusur Paksa Demi Tol Bocimi

0

BOGOR DAILY-Molornya pembangunan proyek Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) yang terganjal pembebasan lahan di  Kelurahan Harjasari Kecamatan Bogor Selatan mulai mendapat titik terang.

Warga akhirnya merelakan lima rumah mereka yang terdampak tol untuk dibongkar oleh  Pengadilan Negeri (PN)  Bogor, rabu (25/10/17).

Eksekusi dilakukan setelah adanya langkah konsinyasi atau penitipan ganti rugi pembebasan lahan di pengadilan sesuai Peraturan Presiden Nomor 71 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Satu unit alat berat diterjunkan ke lokasi untuk meratakan bangunan rumah warga yang terdampak pengerjaan Tol Bocimi tersebut.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan, eksekusi tersebut sesuai dengan  putusan PN Kelas 1B Kota Bogor nomor: W11.U2/2829/HT.04.10/X/2017, yang ditandatangani oleh Ketua PN Kelas 1B Tenri Muslinda.

“Pengosongan atau eksekusi lahan dan bangunan ini sudah menjadi keputusan pengadilan. Kami hanya melaksanakan pengamanan gabungan beserta TNI dan Satpol PP Kota Bogor, sekitar 300 personil gabungan kita terjunkan untuk pengamanan,” jelasnya.

Saat pengosongan lahan  memang tidak ada perlawanan dari warga. Hanya saja, lokasi pengosongan dipadati oleh warga yang ingin menyaksikan alat berat saat berlangsungnya eksekusi.

“Karena ada lima  bangunan dan lahan kosong yang harus di eksekusi dibagi menjadi dua zona pengamanan. Alhamdulillah pelaksanaan pengosongan lahan dan bangunan berjalan dengan aman dan lancar, hanya banyak warga sekitar saja yang menyaksikan pengosongan tersebut,” beber Ulung.

Sementara, Lurah Harjasari Nana Priyatna mengatakan, sebelum eksekusi berlangsung, sebagian warga di sana sempat menolak karena uang ganti rugi pembebasan lahan tidak sesuai.

Meski begitu dalam proses eksekusi itu tidak sampai menimbulkan bentrok fisik dengan petugas di lapangan.  “Penolakan itu kan proses. Sekarang sudah ada tahapan dan prosesnya sudah ada keputusan pengadilan,” ucap Nana.

Adapun rumah yang dieksekusi antara lain,  lahan milik M Muplih seluas 187 meter persegi, Siti Hajar 104 meter persegi, Siti Khodijah Rimadona 368 meter persegi, Siti Hapsoh seluas 266 meter persegi, dan milik Ende Kamaludin seluas 83 meter persegi.

Sedih! Pulang Kerja, Suami Temukan Jasad Istri Terpanggang

BOGOR DAILY-Hanafi (30) warga Blok Empang RT 05/01, Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo masih tak menyangka Maryani (29), isterinya meregang nyawa dengan cara memilukan. Ia terbakar di dalam rumahnya, selasa dinihari (24/10/17).

Api diduga berasal dari korsleting listrik yang timbul sekitar pukul 00.15 WIB. Korban yang tertidur pulas di dalam kamar tak menyadari rumahnya mulai terbakar. Sedangkan Hanafi sedang berada di luar rumah.

Salah satu saksi mata, Yadi (35) mengatakan, api dengan cepat menghanguskan kediaman Hanafi. Massa segera membantu memadamkan si jago merah berbekal peralatan seadanya. Namun hingga pukul 01.00 WIB, api belum juga padam.

“Tak lama kemudian datang suami korban. Ia berteriak isterinya masih berada di dalam rumah, sehingga warga terlambat untuk memberikan pertolongan,” ujarnya.

Setelah api mulai mereda, Hanafi beserta warga berusaha masuk ke dalam rumah yang terbakar. “Usai dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke kediaman orang tuanya di Kampung Garobong, Desa Singabangsam Kecamatan Tenjo untuk dikebumikan,” tandasnya.

Terpisah, Kapolsek Parungpanjang Kompol Nurahim mengatakan,  korban tak sempat menyelamatkan diri karena api berkobar dengan cepat. “Selain itu, posisinya sedang tertidur sehingga tak sadar ada kebakaran di rumahnya,” singkatnya.

Ultah ke-53, Jendral Tito Dapat Kado Gelar Professor

0

BOGOR DAILY- Kapolri Jenderal HM Tito Karnavian hari ini dikukuhkan sebagai guru besar dengan gelar profesor. Dikukuhkannya Tito sebagai guru besar ini sekaligus menjadi kado ulang tahunnya.

“Betul, beliau memang hari ini bertepatan dengan ulang tahun yang ke-53,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto, Kamis (26/10/2017).

Ya, tepat pada Kamis, 26 Oktober 2017, Kapolri genap berusia 52 tahun. Dengan dikukuhkannya Tito sebagai guru besar ini, titel Kapolri menjadi Profesor Drs HM Tito Karnavian, MA, PhD.

Kapolri dikukuhkan sebagai guru besar di bidang ilmu kepolisian STIK-PTIK, studi strategis kajian kontraterorisme. Pengukuhan digelar di Auditorium STIK, Jakarta Selatan. Pengukuhan dilakukan dalam sidang senat terbuka dipimpin oleh gubernur selaku Ketua STIK-PTIK Irjen Dr Remigius Sigid Tri Harjanto, SH, MSi.

Sementara itu, pernyataan pengukuhan disampaikan Irjen Prof Dr Iza Fadri, SH, MH, selaku perwakilan guru besar pada senat akademik, yang juga dihadiri Menteri Ristek Dikti Prof Dr Mohamad Nasir.

Keputusan Tito sebagai profesor/guru besar telah ditandatangani Menristekdikti dalam Surat Keputusan No: 98876/A2.3/KP/2017 tertanggal 19 Oktober 2017. Jabatan akademik tertinggi sebagai guru besar ini telah melalui proses yang cukup kama dan prosedur yang ditentukan berdasarkan undang-undang.

“Proses administrasi untuk pengusulan jabatan akademik sebagai guru besar ini secara intensif telah dilakukan sejak awal bulan Juli 2017, setelah sebelumnya dilakukan inventarisasi karya-karya akademik dan verifikasi atas kegiatan ilmiah dan karya tulis Tito untuk dijadikan sebagai bagian dari syarat pengurusan jabatan akademik guru besar,” sambung Rikwanto.

Penetapan dosen tidak tetap pada perguruan tinggi yang memiliki kompetensi luar biasa untuk diangkat dalam jabatan akademik profesor berdasarkan usulan dari perguruan tinggi dan rekomendasi dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, sesuai dengan Peraturan Mendikbud Nomor 88 Tahun 2013 tentang Pengangkatan Dosen Tidak Tetap dalam Jabatan Akademik pada Perguruan Tinggi Negeri Pasal 2 ayat 1.

Dengan bertambahnya guru besar ilmu kepolisian di STIK-PTIK, diharapkan ilmu kepolisian semakin menjadi ilmu terbuka yang mampu memberikan solusi bagi kepentingan keilmuan ataupun kepentingan praktis dalam kaitan dengan tugas-tugas kepolisian, yaitu pemeliharaan kamtibmas, penegakan hukum, serta perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Apalagi Profesor Tito Karnavian dikukuhkan sebagai guru besar untuk studi strategis kajian kontraterorisme, sehingga diharapkan pemikiran-pemikiran beliau nanti dapat diaplikasikan bagi kepentingan bangsa negara Indonesia, khususnya dalam menghadapi ancaman terorisme,” tambahnya.

Polisi Usut Tempat Pengambilan Video Porno Eks Mahasiswi UI

0

BOGOR DAILY-Penyelidikan soal tersebarnya video mesum pasangan yang salah satunya diduga alumni Universitas Indonesia (UI) masih berlanjut. Selain menelusuri pemerannya, polisi juga mencari tahu lokasi video itu diambil.

“Penelusuran lokus delicti atau tempat di mana video itu diambil juga penting, karena belum tentu di Depok,” ujar Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana, Kamis (26/10/2017).

Putu mengatakan dari beberapa video yang ada, pengambilan video mesum itu dilakukan di beberapa tempt yang diduga hotel. Akan tetapi di hotel mana, polisi belum bisa mengetahuinya. “Karena ada beberapa video yang lokasinya berbeda-beda. Kami belum tahu itu di mana diambilnya,” imbuhnya.

Adapun, Polresta Depok menyelidiki kasus itu karena videonya sudah tersebar di media sosial. Nama Universitas Indonesia yang berlokasi di Depok, Jawa Barar, juga terseret-seret dalam video mesum itu, lantaran perempuan yang ada di video merupakan alumnus.

Sejak 3 hari lalu, media sosial dihebohkan video porno dengan embel-embel mahasiswi UI. Pihak UI menjawab bahwa nama wanita yang disebut-sebut dalam video itu adalah lulusan kampus mereka.

“Setelah melakukan pengecekan, maka dapat kami sampaikan bahwa nama yang dikaitkan selaku pemeran dalam video tersebut adalah lulusan UI,” ujar Kepala Kantor Humas dan KIP UI Rifelly Dewi Astuti, Rabu (25/10/2017).

Rifelly mengatakan dampak tersebarnya video porno yang merebak luas itu bukanlah tanggung jawab Universitas Indonesia lagi.

“Dia sudah tidak lagi menjadi mahasiswa UI sebagaimana tercantum di berbagai judul video. Segala akibat yang dihasilkan dari beredarnya video tersebut maka akan menjadi tanggung jawab pribadi yang bersangkutan,” kata Rifelly.

 

Tarif MRT Mulai dari Rp17 Ribu Sampai 20 Ribu

0

BOGOR DAILY-Kisaran tarif untuk penumpang Massa Rapid Transit (MRT) di Jakarta dibanderol sekira Rp17.000 hingga Rp20.000 per penumpang. Tarif yang dibebankan ke penumpang bisa saja mencapai Rp10.000 jika ada subisidi dari pemerintah.

Direktur Keuangan dan Administrasi PT MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan, dalam menentukan tarif pihaknya mempertimbangkan sejumlah faktor, salah satunya biaya proyek. “Sekarang belum selesai nih, tapi meskipun begitu kami memperkirakan cost project itu sekian. Kemudian yang kedua jumlah penumpang per hari itu berapa,” kata Tuhiyat pada wartawan pada Rabu, 25 Oktober 2017.

Tuhiyat menjelaskan, hasil kajian dari konsultan pada 2011 lalu, jumlah pengguna MRT Jakarta bisa mencapai 30.000-170.000 orang per hari. “Saya pakai yang paling konservatif dulu deh, misalkan 150.000-170.000 penumpang per hari. Karena kita baru akan meminta melakukan kajian lagi tentang tingkat ridership ini,” jelasnya.

Ketiga, tingkat pendapatan di luar tarif atau non fearbox. Jika pendapatan tarifnya merugi maka pendapatan lainnya yakni non-fearbox nya harus tinggi. Itu beberapa faktor yang harus dilakukan PT MRT Jakarta dalam menetapkan tarif.

Meski demikian, berdasarkan asumsi proyek MRT Jakarta itu dapat selesai tahun depan, tarif yang bakal diberlakukan berada dikisaran Rp17.000-Rp20.000 per penumpang. “Itu baru cost, belum bicara dari tiket. Artinya apa, kalau tarif yang ditetapkan Pemprov DKI Jakarta, misalnya Rp10.000, berarti kalau Rp18.000 harus ada subsidi Rp8 ribu dari pemerintah. Kalau tarif Rp9.000, berarti subsidi Rp9.000, kalau Rp7.000 berarti subsidinya Rp11.000,” ucapnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Teknologi, Lingkungan dan Energi Kementerian Perhubungan Prasetyo Boeditjahjono menjelaskan salah satu faktor keberhasilan MRT dapat menjadi solusi kemacetan di DKI Jakarta karena beralihnya penumpang kendaraan pribadi adalah murahnya penetapan tarif tiket.

“Dengan harga tiket yang murah atau terjangkau, selain menarik minat pengguna kendaraan pribadi ke MRT, juga dapat tercapainya target 200.000 penumpang per hari,” kata Prasetyo dihadapan peserta Fellowship Program MRTJ di Kantor PT MRT Jakarta, Wisma Nusantara, Jakarta.

Dia mencontohkan, suksesnya KRL Commuterline mengangkut penumpang 1,1 juta/hari, karena harga tiketnya murah.”Sekarang dari Bogor ke Jakarta (menggunakan Commuterline) berapa sih, paling hanya Rp6.000-Rp7.000. Bayangkan kalau naik kendaraan pribadi dari Bogor ke Jakarta meski lewat tol, tetap tak bisa memberikan jaminan kepastian dari segi waktu,” kata Prasetyo.

Mantan Dirjen Perkeretaapian Kementrian Perhubungan menambahkan, saat ini PT MRT Jakarta masih melakukan pengkajian untuk menghitung penetapan tarif kereta MRT fase I (Stasiun Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia).

“Kalau saya pribadi berpendapat, tarif MRT fase I itu harusnya di bawah Rp10.000. Prinsipnya masalah tarif itu harus terjangkau. Sehingga keberadaan MRT manfaatnya benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Prasetyo menyampaikan, sukses atau berhasil pengoperasian MRT, harus dibarengi dengan hadirnya pemerintah yang berani bersikap tegas dalam mengambil kebijakan. Maka dari itu lanjut dia, sukses tidaknya keberadaan MRT itu syaratnya adalah Pemprov DKI selaku pembuat kebijakan, harus menetapkan tarif MRT yang terjangkau, juga harus ada jaminan kemudahan aksesibilitas (dari stasiun ke stasiun) dan konektivitas.

Beroperasinya MRT Jakarta juga harus dilakukan bersamaan dengan pengembangan kawasan transportasi terpadu atau Transit Oriented Development (TOD) di 13 stasiun yang dilintasi. “Karena memang PT MRT Jakarta sebagai BUMD milik Pemprov DKI harus dapat untung. Tidak cukup bisnis moda transportasi umum itu hanya mengandalkan dari penjualan tiket murah (subsidi/public service obligation), tapi harus bisa juga berkreasi mengembangkan bisnisnya, diantaranya melalui pengembangan TOD di beberapa stasiun MRT,” paparnya.

PKB Tolak Uu, Golkar Usung Ridwan Kamil

BOGOR DAILY-Usai PPP mela­buhkan dukungannya kepada Rid­wan Kamil (RK), internal partai pengusung RK justru berebut kursi bakal calon (balon) wakil gubernur. Bersamaan dengan itu, Partai Gol­kar akhirnya juga mendukung RK sebagai Cawagub Jabar.

PKB menolak Uu Ruzhanul Ulum sebagai balon pendam­ping RK yang diajukan PPP. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengaku belum dimintai persetujuannya soal duet RK-Uu dalam Pilgub Jabar 2017. ”Belum ada komu­nikasi dengan PKB,” kata Muhaimin di Kompleks Par­lemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/10).

Muhaimin menambahkan, posisi cawagub pendamping RK masih bisa berubah. PKB juga akan tetap mengupayakan agar kadernya menjadi pen­damping RK. ”Pasti kami punya calon dan kami tidak mau Uu. Kami mau calon lain,” tuturnya.

RK saat ini sudah resmi di­dukung tiga partai, yakni Nas­dem, PKB dan PPP. Muhaimin menuturkan, komunikasi partai koalisi akan dilakukan dalam waktu dekat. PKB juga akan kembali melakukan kajian terhadap figur Uu.

”Kami harus kaji lagi Uu, apa layak benar dari surveinya. Kalau surveinya bagus, apa boleh buat. Kalau surveinya jelek ya kami tolak Uu,” kata politisi yang akrab disapa Cak Imin itu.

Sementara itu, lain halnya dengan Nasdem. Sekretaris Jenderal Partai Nasdem John­ny G Plate menyambut baik deklarasi PPP untuk Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pada Pilkada Jabar.

”Kami menyambut baik ke­putusan PPP mendukung Kang Emil (RK, red) jadi cagub. Dengan demikian, sudah de­finitif salah satu kontestan,” kata Johnny.

Di tengah perebutan kursi cawagub, Partai Golkar (PG) mendadak masuk dalam ling­karan pendukung Ridwan Kamil. Hal ini diungkap Ketua Fraksi PG Robert J Kardinal.

“Iya betul. Kami pilih pak Ridwan,” kata Ketua Fraksi PG Robert J Kardinal di gedung DPR, Jakarta, Rabu (25/10).

Ia menjelaskan pendekla­rasian akan dilakukan dalam waktu dekat. Hal itu bergan­tung pada kesiapan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PG Jabar.

Menurutnya, PG mengajukan Daniel Mutaqien Syafiuddin untuk menjadi pendamping Kang Emil, sapaan akrab Rid­wan. Daniel dianggap figur yang cocok untuk mendampingi RK “Kita ajukan Daniel. Nan­ti bergantung Pak Ridwan,” tuturnya.

Lagi! Miras Oplosan Makan Korban, 2 Tewas

0

BOGOR DAILY- Dua orang meregang nyawa akibat menenggak minuman keras (miras) oplosan di Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (25/10/2017).

Kedua korban tewas Yoga Renaldi, 18, warga Desa Hegarmanah, Kecamatan Bojongpicung, Cianjur, dan M Apuan asal Kecamatan Haurwangi. Mereka meninggal saat dirawat di RSUD Cianjur. Sementara, Dani, 16, masih kritis dan sampai kini terkapar di RSUD Cianjur.

“Dari keterangan sementara dokter RSUD Cianjur hasil pemeriksaan luar dan lab terhadap cairan di lambung kedua korban meninggal diduga akibat interaksi atau keracunan alkohol. Motifnya mereka ingin mabuk dan senang-senang,” ungkap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus.

Insiden maut ini berawal pada Minggu (22/10/2017), ketika ketiga korban bersama tiga teman lainnya yakni Arya, Pudji, dan Yoga membeli 4 botol kecil alkohol 70 persen. Kemudian mereka mencapurnya dengan 3 sachet obat penambah stamina ditambah air mineral. Lalu semua bahan-bahan itu dimasukan ke baskom kecil dan diminum bersama-sama.

Lalu Senin (23/10/2017) sekira pukul 16.00 WIB, mereka kembali berkumpul dan minum bersama dengan racikan miras oplosan sama. Tampaknya mereka belum mabuk. Sehingga pukul 19.30 WIB, mereka kembali meminum miras oplosan dengan racikan sama.

“Pada hari Selasa keenam orang tidak meminum lagi oplosan, tetapi masing-masing merasakan akibat dari minuman tersebut. Merka dilarikan ke rumah sakit. Dua di antaranya Rabu pagi meninggal sekira pukul 04.00 WIB,” terangnya.

Kedua keluarga korban meninggal menolak untuk dilakukan otopsi dengan membuat Surat Keterangan Penolakan untuk diotopsi.

Polisi Buru Pemeran dan Pengedar Video Porno Eks Mahasiswi UI

0

BOGOR DAILY-Polisi menyelidiki peredaran video mesum yang diduga melibatkan mahasiswa Universitas Indonesia (UI). Semua pihak, baik itu pemeran dan pengedar, diburu pihak kepolisian.

“Semua pihak yang terlibat sedang kita dalami, pemeran, pengedar,” kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kompol Putu Kholis.

Menurut Putu, pihaknya menyiapkan dua pelanggaran yang menjerat mereka yang terlibat dalam kasus video mesum tersebut.

“Kami dalami dengan Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik), dan Undang-Undang Pornografi,” jelas Putu.

Penyidik, kata Putu, akan bekerja sama dengan pihak kampus UI untuk mencari kepastian identitas para pemeran video mesum tersebut. “Kita akan ke UI lagi untuk memastikan (identitas),” kata Putu.

Penyidik menyelidiki video tersebut lantaran adegan kedua sejoli itu cukup menjadi perhatian masyarakat. “Karena ini menjadi perhatian publik dan meresahkan masyarakat,” ujar Putu.

Humas UI Egia Tarigan saat dikonfirmasi mengatakan bahwa salah satu pemeran adegan mesum tersebut bukan lagi mahasiswa UI.

“Setelah melakukan pengecekan maka dapat kami sampaikan bahwa nama yang dikaitkan selaku pemeran dalam video tersebut adalah lulusan UI dan sudah tidak lagi menjadi mahasiswa UI sebagaimana tercantum di berbagai judul video,” kata Egia dalam pesan singkat yang diterima.

Menurut Egia, UI tidak bertanggung jawab terkait peredaran video mesum tersebut.

Video Porno Mahasiswi Bikin Kampus UI Geger

0

BOGOR DAILY-Kampus Universitas Indonesia (UI) dibuat gempar dengan kemunculan video mesum yang disebut-sebut sebagai mahasiswinya. Sejak 23 Oktober 2017, video yang menunjukkan adegan intim itu beredar luas. Sampai-sampai pihak universitas harus memeriksa kembali daftar seluruh mahasiswinya.

Nama Hanna Annisa men­jadi trending topik di media Twitter. Hampir seluruh media sosial membahas soal adegan ranjang mahasiswi tersebut yang tampil vulgar.

Munculnya video ini pun seketika membuat gempar seluruh civitas akademika UI. Betapa tidak, institusi pendi­dikan yang menduduki pering­kat ke-54 sebagai kampus terbaik di Asia versi Quacqua­relli Symonds (QS) justru di­kaitkan dengan video mesum sang mahasiswi.

Dari informasi yang didapat, nama Hanna Annisa disebut sebagai mahasiswi FISIP juru­san Kriminologi. Ia merupakan mahasiswi angkatan 2013 yang saat ini telah lulus.

Pihak UI mulanya belum berani mengakui soal keterli­batan mahasiswinya dalam video tersebut. Namun setelah dicek, Kepala Humas dan Komunikasi Informasi Publik (KIP) UI Rifelly Dewi Astuti akhirnya mengakui bahwa yang bersangkutan pernah menem­puh pendidikan di Kampus UI.

Hanya saja yang bersangku­tan saat ini telah lulus dan statusnya adalah alumnus. “Jadi dia sudah tidak lagi men­jadi mahasiswa UI sebagai­mana tercantum di berbagai judul video. Segala akibat yang dihasilkan dari beredarnya video tersebut maka akan men­jadi tanggung jawab pribadi yang bersangkutan,” kata Ri­felly.

Ia mengaku berterima kasih telah dikonfirmasi langsung terkait hal ini, sehingga bisa langsung melakukan pengece­kan. “Terima kasih atas aten­sinya dan telah mengonfir­masi ulang kepada kami. Demikian yang dapat kami sampaikan agar dapat men­jadi informasi kita bersama,” katanya.

Staf Humas dan KIP UI Egia Thea Tarigan menuturkan, Kampus UI tidak dapat mem­berikan sanksi apapun kepada mantan mahasiswi UI yang video mesumnya menjadi vi­ral di jagad maya tersebut. “Iya, kita tidak bisa beri sanksi apa­pun. Karena sanksi hanya diberlakukan bagi mahasiswa (aktif, red),” kata Egia.

Sementara yang bersangku­tan, katanya, sudah bukan lagi menjadi mahasiswi UI. Meski begitu, Polresta Depok tetap turun tangan mengusut kasus beredarnya video porno tersebut.

“Kami akan koordinasi dengan UI soal ini. Di video itu kan ada dua orang. Kita sedang telusuri data mereka,” ungkap Kepala Satuan Reskrim Polresta Depok Komisaris Putu Kholis.

Menurutnya, dalam kasus ini bisa saja ada pihak terten­tu yang ingin merusak nama UI atau bahkan menyudutkan sang alumni UI. “Yang jelas pelaku yang mengedarkan video mesum tersebut bisa dijerat pidana,” katanya.

Yakni dengan dikenakan Pa­sal 45 junto 27 Undang-Undang ITE atau Pasal 29 Junto Pasal 4 UU Pornografi dengan an­caman pidana hingga enam tahun sampai 12 tahun penja­ra.

Sementara dari hasil penelu­suran, Hanna Annisa juga sempat membuat instastories yang bertuliskan “Plisss hap­usss!”. Unggahan itu diduga mengarah pada videonya yang tersebar luas di dunia maya. Bahkan ditilik di akun Instagram pribadi Hanna tertulis di ke­terangan profil pesan serupa. “Tolong yang punya video gue,pliss hapus!!!!”.

Karena setelah kasus ini men­cuat, semakin banyak akun-akun bertebaran atas nama tersebut. Videonya sudah tersebar luas di Youtube dengan kata kunci nama wanita itu.