Friday, 17 April 2026
Home Blog Page 8894

Duh, Pesinetron ‘Anak Jalanan’ Maki-maki Anies Baswedan

0

BOGOR DAILY- Artis Kathy Indera menda­dak marah-marah di Instagram. Kemarahannya dipicu karena kemacetan yang ada di Jakarta.

Kathy Indera pun mem-posting dirinya sedang berada dalam mobil. Bintang sinetron ’Anak Jalanan’ itu merekam situasi ja­lanan Jakarta yang macet.

Tak cuma itu, Kathy pun me­maki Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ia menyala­hkan Anies karena kemacetan tersebut.

”Gue di jalan di daerah Ciputra. Kalau malam itu Ciputra rada macet. Tapi men, selama ini gue baru nyadar macet itu gara-gara TransJakarta sendiri,” ujar Kathy dengan nada tinggi.

”Woy Anies, ini gimana nih, Nies? Woahhh! Please lah ka­tanya itu TransJakarta biar nggak macet. Ini apaan sudah lampu merah dia tetap maju. Ini lo lihatin semuanya nih, nih ada lima,” tuturnya.

Posting-an makian Kathy sendiri kini sudah hilang di Instagram. Namun, video itu sudah tersebar luas di internet. Ia pun seketika jadi bahan omongan warganet. Kathy disebut warganet hanya ingin terkenal saja. Para warganet juga menilai aksi makian Ka­thy tak beralasan.

”Lagian apa hubungannya jalanan macet sama Gubernur? Yakali tiap macet yang turun tangan langsung Gubernur nya yang ngatur lalu lintas gitu. Udah ada petugasnya kelesss,” kata akun @anggya**ar.

”Jangan dikasih ruang orang kaya gini buat jadi famous, bikin enak dia aja,” timpal @virni**fendian.

Kathy Indera sendiri seakan menyadari telah menjadi buah bibir banyak orang. Ia pun pun merasa senang meski banyak yang mencibirnya. ”Baru sadar ternyata gue eksis banget. Aduh senang. Makasih ya #kathyfun­fact,” tulis perempuan oriental tersebut di Instagram.

Dalam posting-an di Insta­gram, ia mengaku sama se­kali bukan orang yang rasis. ”Please lah guys, I’m waking up. Sekarang cuma gara-gara itu gue di-chat sama teman-teman gue. Kathy what is this? Banyak yang komen jangan macam-macam sama pribumi, jangan macam-macam sama Islam, bla bla bla. Please stop say that,” ujar Kathy dalam video media sosialnya.

Dua dari Lima Titik Relokasi PKL Puncak Mulai Terisi

BOGOR DAILY– Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapakan lima titik tempat relokasi untuk menampung ribuan pedagang kaki lima (PKL) dari mulai Gadog Puncak hingga perbatasan Cianjur.

Dari ribuan pedagang kaki lima (PKL) tersebut nantinya akan dibagi menjadi beberapa bagian untuk nantinya mereka berjualan. Hal itu terpaksa dilakukan akibat dari program  pelebaran jalan yang dilakukan Pemerintah Pusat.

Berikut ringkasan dan Uraian kelima tempat relokasi untuk menampung Pedagang Kaki Lima (PKL) Puncak Bogor.

1. Taman Wisata Matahari (TWM)

Beberapa waktu pemerintah Kabupaten Bogor telah membongkar pedagang kaki lima (PKL) di Puncak Bogor untuk tahap pertama yaitu dari mulai Gadog  hingga Taman Safari, dan sebagai konfensasinya Pemkab Bogor bekerjasama dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia menyediakan tempat relokasi di Taman Wisata Matahari (TW) dimana ditempat tersebut bisa menampung 160 Pedagang kaki lima (PKL). Namun dari  160 PKL pemerintah Kabupaten Bogor  dibagi menjadi dua tempat yaitu  50 PKL ditempatkan di dalam 110 PKL ditempatkan diluar, namun belakangan informasi yang beredar bahwa tempat tersebut tidak layak.

2. The Reanch

The Reanch sendiri adalah sebuah restoran yang berada di kawasan puncak Bogor posisinya tepat di sebrang Taman Wisata Matahari (TWM). di tempat itu juga pemerintah Kabupaten Bogor dan Persatuan Hotel dan Restoran Republik Indonesia (PHRI) menampung beberapa PKL, namun tidak sebanyak di Taman Wisata Matahari (TWM), The Reanch hanya bisa menampung 20 Pedagang Kaki lima (PKL). PKl yang ditampung adalah bekas pembongkaran tahap pertama beberapa waktu lalu.

3. Lahan Kementerian PUPR

Sama dengan Taman Wisata Matahari dan The Reanch, Lahan milik Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perumahan Rakyat dan Penataan Ruang (PUPR) akan dijadikan tempat relokasi, namun bedanya lahan tersebut belum di isi oleh para pedagang kaki lima (PKL), dikarenakan pedagang kaki lima (PKL) dari mulai Taman Safari hingga perbatasan Cianjur belum ditata. Nantinya dilahan PUPR akan menampung 50 PKL, tapi hal itu bisa direalisasikan tahun 2018 mendatang pasalnya ada beberapa kendala yanv harus diselesaikan yaitu adanya bangunan liar (Bangli), total ada 47 bangli tercatat di kawasan Puncak Bogor.

4. Lahan PTPN

Dengan luas 5 Hektar lahan PTPN yang berada di Kawasan Puncak Bogor dianggap cocok untuk tempat relokasi untuk para pedagang kaki lima (PKL), oleh sebab itu  pemerintah Kabupaten Bogor akan membangun tempat relokasi milik negara. Berbagai konsep pun telah di rancang Pemerintah Kabupaten Bogor dalan hal ini Dinas Perdagangan dan Industri (Disperdagin). Rencananya pembangun tersebut akan dimulai pada tahun 2018, Jika itu sudah direalisasi nantinya gedung tersebut sedikitnya 310 PKL akan mengisi gedung tersebut.

5. PT Sumber Sari Bumi Pakuan

Sama dengan PTPN, PT Sumber Sari Bumi Pakuan (SSBP) menjadi salah satu tempat relokasi yang akan disediakan Pemerintah Kabupaten Bogor, namun untuk PT. Sumber Sari Pakuan masih ada beberapa kendala yang belum fixs dari segi administrasi namun pemkab Bogor berjanji 2018 sama PTPN pembangunan akan segera di bangun. Namun setelah bangunan tersebut sedikitnya ada ratusan PKL juga yang akan ditampung namun pemerintah Kabupaten Bogor tidak memberikan penjelasan berapa total PKL yang akan ditampung.

Tolak Perppu Ormas, Kantor Gubernur Diontrog Tokoh Jabar

0

BOGOR DAILY- Warga yang tergabung dalam Forum Ulama dan Tokoh Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (20/10/2017). Mereka meminta pemerintah membatalkan Perppu Ormas.

Pasalnya Perppu Ormas dinilai sebagai bentuk arogansi pemerintah. Dengan adanya Perppu ini pemerintah bisa seenaknya membubarkan organisasi masyarakat dan menghukum anggota atau aktivis yang dinilai bertentangan dengan Pancasila.

“Dengan Perppu ini pemerintah bisa seenaknya membubarkan Ormas. Bahayanya juga buka kepada Ormasnya saja tapi juga kepada para aktivisnya,” kata Koordinator Forum Ulama dan Tokoh Jawa Barat Ali Bayanullah di sela-sela aksinya.

Selain itu, dengan diterbitkannya Perppu ini, kata Ali bisa membawa Indonesia dalam rezim diktator yang represif dan diktator. Contohnya saja Ali melanjutkan, dihilangkannya proses pengadila dalam mekanisme pembubaran ormas.

“Ini membuka pintu kesewenang-wenangan karena pemerintah akan bertindak secara sepihak dalam menilai, menuduh dan menindak tanpa ada ruang bagi ormas untuk membela diri,” kata Ali.

Kemudian, adanya ketentuan yang bersifat pasal karet seperti larangan melakukan tindakan SARA dan penyebaran paham lain yang dianggap mengganggu Pancasila. Hal ini menurutnya tentu bisamenjadi alat untuk menindas pihak lain.

“Berdasarkan semua hal di atas, maka publik semakin mendapatkan bukti bahwa rezim yang berkuasa saat ini adalah rezim represif,” tandasnya.

Kasus Penipuan Ustaz Yusuf Mansur Ditangani Polres Bogor

BOGOR DAILY-Kepolisian Resor Kota Bogor Kota akan melimpahkan kasus dugaan penipuan dan penggelapan investasi usaha patungan pendirian hotel dan Apartemen Haji-umroh dengan terlapor Komisaris Paytren Yusuf Mansur ke Kepolisian Resor Bogor. Pelimpahan itu dilakukan karena lokasi penyetoran uang yang dilakukan korban, Yuni Astuti, 37 tahun, berada di Kabupaten Bogor.

“Kasusnya dengan terlapor YM, akan kami limpahkan ke Polres Bogor,” kata Kepala Kesatuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Bogor Kota Ajun Komisaris Ahmad Choiruddin, Jumat 20 Oktober 2017.

Dia mengatakan, Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus dugaan penipuan ini masuk wilayah Kabupaten Bogor. “Saat pelapor melakukan pengiriman uang yang dimaksud untuk investasi ke rekening YM dengan cara transfer melalui ATM Bank Mandiri di Kampus IPB Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor,” kata dia.

Berdasarkan laporan dari Yuni Astuti, warga asal Selobantar, Desa Trimurti, Kecamatan Serandakan, pengiriman uang Rp 12 juta dilakukan pada saat dia masih berstatus sebagai mahasiswa di IPB yang kampusnya di Dramaga, “Kampus IPB Dramaga itu bukan wilayah Kota Bogor melainkan Kabupaten Bogor bukan wilayah hukum kami akan tapi Polres Bogor,” kata Ahmad.

Dia mengatakan, penyidiknya akan berkoordinasi dengan penyidik Reserse Kriminal Polres Bogor untuk melimpahkan kasusnya, “Kita akan berkoordinasi dengan penyidik Polres Bogor karena berkasnya akan kita limpahkan ke sana, ” kata dia.

Kuasa hukum Yuni Astuti, 37 tahun, Rachmat Kusuma Siregar mengatakan klienya melaporkan Yusuf Mansur karena diduga melakukan penipuan dan penggelapan, investasi patungan bersama pembangunan Hotel dan Apartement Haji-Umroh. “Dalam kasus ini terlapor dijerat dengan Pasal 378 tentang Penipuan serta Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dengan hukuman maksimal empat tahun penjara,” kata dia.

“Menafkahi Tak Harus Menikahi” Jadi Motto Lelaki 1000 Janda

0

BOGOR DAILY-Lelaki 1.000 Janda, itulah julukan yang diberikan kepada Roel Mustafa (39), lelaki asal Depok, Jawa Barat. Julukan itu bukan sembarang saja diberikan kepada lelaki bertubuh gempal itu.

Mustafa saat ini memang tengah ‘memburu’ 1.000 janda untuk diajak bertemu, bercanda dan tertawa bersama. Dia ingin membagi kebahagiaan kepada para janda.

Janda yang dicari Mustafa bukan sembarang janda, ada kriteria khusus yang harus dipenuhi agar janda tersebut bisa dijumpai oleh Mustafa. Dari 1.000, Mustafa baru bertemu dengan 300 janda. Mereka yang sudah bertemu dengan Mustafa mengungkapkan perasaan bahagia dan berharap akan bertemu kembali dengannya.

Janda yang ditemui Mustafa adalah mereka para lansia yang butuh bantuan dan dukungan.

“Targetnya 1.000 janda, sekarang masih di angka 300. Nah, janda yang saya asuh usianya di atas 65 tahun bukan janda muda,” kata Mustafa.

Para janda itu tidak butuh alat makeup. Mereka hanya butuh bantuan sembako dan juga perhatian dari orang-orang di sekitar.

“Mereka tidak butuh gincu, mereka juga nggak butuh makeup, mereka hanya butuh beras, butuh sembako. Tapi ketika kita dateng ke rumahnya, kita ajak becanda, kita ajak ngobrol, mereka bahagia, mereka senang,” ucap Mustafa.

Pencarian 1.000 Janda ini sebenarnya sudah dilakukan sejak satu tahun terakhir. Awalnya Mustafa terdorong oleh kebiasaan ibunya yang juga janda. Ibunya seringkali memasak makanan lebih banyak agar bisa dibagikan kepada rekannya yang sama-sama janda.

Ketika ibunya meninggal, Mustafa berpikir bahwa janda-janda teman ibunya itu tidak ada lagi yang membantu. Akhirnya dia mulai mendatangi para janda sambil memberikan bantuan.

“1.000 Janda ini sebenarnya aktivitas saya secara pribadi. Awalnya memang memang menggunakan uang pribadi saya, tapi sekarang karena sudah banyak janda-jandanya, jadi polanya akhirnya pemberdayaan, dan sekolah relawan ikut campur,” ucap pengusaha restoran ini.

Janda ‘milik’ Mustafa ini bukan hanya ada di Depok. Mereka berada di daerah Lampung, Nganjuk, Surabaya, Semarang, dan dan daerah di Jabodetabek. Mustafa bersama dengan para relawan mengunjungi mereka sambil membawa bantuan dan bercengkrama bersama.

Mustafa mencari janda dengan niat ingin meringankan beban para janda yang harus berjuang hidup di usia senja tanpa suami pendamping.

“Tujuannya kan bukan syahwat. Bagaimana kalau nanti sendirian, jadi janda nggak ada yang menemani, yang merawat,” ucap pria beranak satu ini.

Kebahagiaan dan senyuman para janda menjadi vitamin bagi Mustafa. Janda renta dengan kulit keriputnya dan untaian doa dari mereka.

“Yang kita dapatkan keberkahan dan bahagia kan. Bisa didoakan, bisa melihat mereka enggak harus lagi di jalanan, kerja banting tulang,” ucapnya.

Polisi Temukan Keanehan di Kematian Mahasiswa IPB

BOGOR DAILY-Seorang mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), jurusan kelautan tewas di Kolam Renang Tirta Kencana, Jalan Srikandi No 88 RT01/10 Kelurahan Balumbangjaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Korban diduga tewas karena tidak bisa berenang. Kapolsek Bogor Barat Kompol Fahyuni, mengungkapkan polisi memeriksa tiga saksi yaitu Fahri. F, Yazid Busthami dan Naufal Rasyid.

Ketiganya merupakan rekan korban di Jurusan Kelautan semester 3. Mereka menjelaskan bahwa mereka berinisiatif berenang ke kolam Tirta Kencana sejak pagi kemarin dan korban diketahui tidak bisa renang.

“Mereka mengaku karena inisiatif, terus korban tidak bisa renang, mana bisa korban jurusan kelautan tidak bisa renang, tentu kita curiga, makanya saya tegasin ke mereka, jika tidak jujur resikonya lebih besar,” tandasnya

Lebih jauh ia menjelaskan, kejadian baru dilaporkan ke polisi pada sore hari sekira pukul 16.00 WIB.

“Kejadiannya jam 11 siang, baru dilaporkannya tadi jam 4 sore, besok akan kita periksa lagi,” ujarnya kepada Pojokjabar.

Fahyuni menambahkan, keluarga tidak mau jenazah korban dilakukan autopsi. Korban langsung dibawa ke kediamannya di BSD City Blok 1-2 nomo 12 sektor 1, Kota Tangerang Selatan.

“Korban langsung dibawa ke kediamannya oleh keluarga,” pungkasnya.

Rekan Bisnis Jadi Tersangka, Begini Nasib Sandiaga Uno

0

BOGOR DAILY-Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menetapkan Andreas Tjahyadi sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan tanah. Andreas merupakan rekan bisnis Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Dalam perkara ini, Andreas dilaporkan oleh mantan rekan bisnisnya, Djoni Hidayat, melalui kuasa hukumnya, Fransiska Kumalawati Susilo. Selain Andreas, Sandiaga juga dilaporkan dalam perkara yang sama.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengatakan, Sandiaga masih berstatus sebagai saksi dalam perkara ini. Saat ini, polisi tengah fokus memeriksa Andreas sebagai tersangka.

“Terkait beliau (Sandiaga) itu masih belum, ya. Kami lengkapi Pak Andreas dulu,” ujar Nico di Mapolda Metro Jaya, Rabu (19/10/2017).

Penyidik belum mengagendakan pemeriksaan terhadap Sandiaga dalam perkara ini. Polisi akan menggali keterangan dari Andreas yang bakal diperiksa sebagai tersangka pekan ini untuk menentukan proses penyidikan selanjutnya.

“Nanti kalau Pak Andreas sudah datang, apa yang menjadi keterangan Pak Andreas jadi acuan kami proses penyidikan ke depan,” kata Nico.

Sebelumnya, Andreas Tjahyadi dan Sandiaga Uno dilaporkan ke polisi oleh Fransiska Kumalawati Susilo selaku kuasa hukum dari Djoni Hidayat. Keduanya dilaporkan atas tudingan penggelapan jual beli sebidang tanah di Jalan Curug Raya, Tangerang, Banten.

Tak berhenti di situ, pelapor kembali melaporkan Andreas dan Sandiaga dengan tudingan pemalsuan kuitansi pada perkara yang sama.

Dalam perkara ini, Sandiaga telah diperiksa sebagai saksi pada Jumat 13 Maret 2017 lalu. Usai diperiksa, Sandiaga mengaku lega telah memberikan keterangannya ke penyidik. Sandiaga juga memastikan tudingan yang dialamatkan ke dirinya tak benar.

Kamis 13 April 2017 dini hari, polisi menjemput Andreas di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Andreas yang saat itu baru saja pulang dari luar negeri dijemput polisi untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus ini.

Saat itu, Andreas lolos dari jeratan hukum. Dia keluar dari pemeriksaan masih dalam statusnya sebagai saksi. Namun, kini dia tengah berstatus sebagai tersangka setelah penyidik melakukan gelar perkara.

Luka Tusukan Sedalam 4 Cm Tembus ke Hati Ketua DPRD Ini

0

BOGOR DAILY-Ketua DPRD Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara, Musakkir Sarira, ditemukan tewas. Dia mengalami luka tikam di perut dan sempat dilarikan ke rumah sakit.

Berdasarkan hasil visum, Musakkir mengalami luka tusukan benda tajam sedalam 4,1 cm di perut. Tusukan itu juga mengenai hati. Darah keluar cukup banyak, sehingga nyawa korban tak terselamatkan.

Polisi lalu melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi. Hasilnya, istri korban yang berinisial A ditetapkan sebagai tersangka. “Sudah kami amankan satu orang dengan inisial A. Tersangka merupakan istri dari korban sendiri,” kata Kapolres Kolut AKBP Bambang Satriawan Kamis (19/10/2017).

Selain mengamankan istri korban, polisi juga menyita barang bukti berupa pisau dan gunting. Pakaian korban yang berlumur darah juga diamankan polisi. “Kami amankan pisau dapur, gunting, dan pakaian berlumuran darah,” ujar Bambang.

Tersangka ditangkap dalam perjalanan dari Kolaka ke Kolaka Utara, tepatnya di kawasan Rante Angin menuju Lasusu, Kolut. Motifnya masih didalami. “Keterangan tersangka masih kami dalami,” kata Bambang.

Di tengah upaya polisi mengungkap motif pembunuhan itu, rekan korban di partainya menyebut korban dan istrinya sedang mengalami masalah rumah tangga. “Sebenarnya sebelum berangkat haji, istrinya ini sempat menggugat cerai almarhum tapi karena almarhum ingat anak-anaknya ada tiga orang, jadi dia bertahan,” Sekretaris PDIP Sultra, Litanto.

Musakkir dan istri berangkat haji tahun ini. Sepengetahuan Litanto, keduanya tetap tidak akur sepulang haji. Musakkir ditemukan di rumah jabatan pada Selasa (17/10) malam. Ia sempat dibawa ke RSUD Kolaka, tapi nyawanya tak tertolong. Kader banteng moncong putih itu mengembuskan nafas terakhir di rumah sakit pada Rabu (18/10) sore.

Mahasiswa Tewas Saat Latihan Renang, Ini Kata Pihak IPB

BOGOR DAILY-Mahasiswa Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (ITK-FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB), Timotius R tewas di kolam renang. Korban mengalami kecelakaan saat latihan di luar jam praktikum.

“Kegiatan renang ini atas inisiatif sendiri, karena bukan jam praktikum dan juga kuliah sehingga tidak ada asisten yang menemani termasuk tidak ada ijin dari Departemen ITK,” kata Ketua Departemen ITK IPB I Wayan Nurjaya, Jumat (20/10/2017).

Korban bersama teman-temannya melakukan latihan renang di kawasan Babakan Lio, Dramaga, Bogor pada Kamis (19/10) sekitar pukul 10.00 WIB. Di tengah aktitas itu terjadi kecelakaan yang berujung tewasnya korban.

Timotius sempat ditolong ke sisi kolam dan mengeluarkan air serta sisa makan dari mulutnya. Korban lalu dibawa ke Rumah Sakit Karya Bhakti Pertiwi. Sesampainya di rumah sakit, dokter manyatakan korban sudah meninggal.

Jenazah korban kini sudah disemayamkan di rumah duka di Tangerang Selatan. Korban diantarkan rekan dan pegawai departemen ITK menggunakan ambulans IPB. Rencananya korban akan dimakamkan pada Sabtu (21/10) di dekat rumahnya.

“Rencananya kami bersama mahasiswa juga akan melayat mewakili civitas akademika IPB,” ujar Wayan.

Oktober, Bus Premium Mal ke Mal Ujicoba di Kota Bogor

0

BOGOR DAILY-Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebutkan uji coba bus premium Bogor-Jakarta segera diujicobakan pada Oktober ini. “Belum dipastikan harinya, secepatnya dalam satu bulan ini diujicobakan,” kata Bima, Jumat (20/10).

Rencana pengoperasian Bus Premium Bogor-Jakarta telah dibahas oleh Pemerintah Kota Bogor bersama Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Selasa (17/10) kemarin di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut dibahas rencana teknis pengoperasian bus premium yang akan menggunakan jalur khusus. Bus akan beroperasi dari pusat Kota Bogor menuju pusat kota Jakarta.

Waktu tempuh bus lebih cepat karena menggunakan Jalur Khusus Angkutan Umum (JKAU) di jalan tol, dan harga tiket yang lebih terjangkau. “Tarifnya belum diputuskan, besok akan ada pembicaraan lagi. Rencana Menhub akan ke Bogor,” kata Bima.

Menurut Bima, bus premium ditujukan untuk masyarakat kelas perkantoran yang saat ini membutuhkan akses transportasi yang cepat, nyaman dan aman. Apalagi, kereta api kini semakin padat.

Ia mengatakan kehadiran bus premium sejalan dengan program pembangunan Kota Bogor. Secara tidak langsung, ini bentuk implementasi salah satu dari enam misi Kota Bogor dalam menangani masalah transportasi.

“Saya meminta kepada pihak terkait untuk segera dikoordinasikan agar bus segera diluncurkan,” kata Bima.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) Kota Bogor Erna Hernawati menjelaskan rute yang akan diujicobakan terlebih dahulu dari mal-to-mal. “Uji coba di Kota Bogor dimulai dari Mal Botani Square, menuju Jakarta di kawasan Senayan,” kata Erna.

Ia menambahkan ada tiga bus yang akan diujicobakan. Terlebih dahulu BPTJ akan bekerja sama denban pihak Botani Square.

Bus Premium Bogor-Jakarta merupakan program dari BPTJ. Selain Bogor, bus tersebut telah lebih dulu  dioperasikan pada bulan September 2017 lalu.