Friday, 17 April 2026
Home Blog Page 8898

Duit Cadangan Kabupaten Bogor Rp43 Miliar Dihapus Gubernur

BOGOR DAILY– Setelah dievaluasi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dana cadangan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sebesar Rp43 miliar tidak bisa digunakan. Padahal dana sebesar itu sudah dianggkarkan untuk penyelenggaran Pekan Olahraga Daerah (Porda) serta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 2018.

Menangapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan mengatakan, setelah mendapatkan evaluasi dari Gubernur, Pemkab Bogor harus mengkaji ulang aturan dana cadangan tersebut agar tidak dicoret. Pengunaan dana cadangan hanya bisa digunakan untuk mendanai kebutuhan pembangunan prasarana dan sarana daerah yang tidak dapat dibebankan dalam satu tahun anggaran.

“Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sudah membahas kaitan hasil evaluasi gubernur, ada beberapa pointyang jadi pembahasan serius terkait dana cadangan yang cenderung akan dihilangkan. Sementara peruntukannya khusus untuk menunjang sarana dan prasarana daerah sesuai dengan UU peraturan pemerintah terkait pengelolaan pemda,” tegas Iwan .

Iwan menambahkan, peruntukan dana cadangan itu pun seharusnya menjadi prioritas guna menunjang kegiatan Porda 2018, serta dana menyukseskan Pilkada 2018. Kalau Rp43 miliar itu dihilangkan sama dengan dipangkasnya kegiatan ini. “Saya pesimis dua kegiatan akan sukses ketika anggaran ditarik. Sekda sendiri meminta harus ada solusi agar dana ini tetap dipertahankan,”ujarnya.

Guna mengatasi permasalahan tersebut, sambung Iwan, bupati harus mengevaluasi dan berkirim surat ke gubernur. Sebab selama ini Pemkab Bogor juga sudah berpegangan pada Undang-Undang 23 Tahun 2014, Pasal 410 . sehingga rujukan untuk pembentukan Peraturan Daerah (Perda) dengan Perda 8 Tahun 2015 tentang pembentukan dana cadangan.

“Harus ada win win solusi, supaya anggaran itu tidak melanggar aturan. Karena sifatnya krusial, selama ini kita tidak memiliki anggaran Pilkada karena sifatnya hibah dan disimpan didana cadangan. Permasalahan ini menjadi PR Bupati,”jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Adang Suptandar, masih melakukan pengkajian terhadap anggaran dana cadangan tersebut. “Nanti dikaji lagi bersama BPKAD,” tutupnya.

Terpisah, Koordinator Investigasi Center For Budget Analysis (BCA) Jajang Nurjaman menilai hal ini tidak aneh terjadi di Kabupaten Bogor. Bukan hanya dana cadangan, Kabupaten Bogor bermasalah terhadap besarnya Silpa. Hal ini terjadi akibat tidak ada ketegasan dari bupati Bogor. Bupati diminta secepatnya mengevaluasi kinerja anak buahnya. “Bila perlu dimutasi dan terakhir pemecatan,” katanya.

Duh, Jalur Alternatif Bocimi Ikutan Lumpuh

BOGOR DAILY- Perbaikan jembatan cisadane di Jalan Raya Bogor-Sukabumi kerap menimbulkan kemacetan panjang. Apalagi sebuah foto kemacetan panjang di Jalan Bocimi menjadi viral di media sosial.

Alhasil Para pengendara pun menggunakan jalan alternatif untuk menuju ke arah Sukabumi dari Bogor atau pun sebaliknya. Namun jalur alternatif yang seharusnya menjadi solusi tak jarang terjadi kemacetan pula. Sejak Minggu (15/10/2017), jalur alternatif Sukabumi – Bogor di Kampung Cipetir, Desa Wates Jaya, Kabupaten Bogor terpantau padat.

Jalur yang menyambungkan Kecamatan Cicurug Sukabumi dengan Batu Tulis, Kota Bogor ini ternyata banyak dilalui pengendara mulai dari roda dua, mobil pribadi, hingga bus antar kota. Menurut warga sekitar, Andrian (29), jalan di desanya itu kini kerap terjadi kemacetan ketika proyek Cisadane di mulai.

“Ya, pas itu aja, pas ada perbaikan jembatan, jalan ini jadi gini, macet terus,” ujarnya.

Menurutnya kemacetan tersebut akan menjadi lebih parah jika memasuki waktu sore hari dan pagi hari. “Waktu yang sering macet itu pagi sama sore hingga magrib, soalnya itu waktunya orang pada berangkat dan pulang kerja, jam segituan itu kan juga sama, di Jalur Ciawi – Sukabumi juga makin parah macetnya,” ujarnya.

Bagi pengendara yang hendak menggunakan jalur alternatif Sukabumi – Bogor ini diimbau untuk berhati-hati dan menjaga jarak aman kendaraan ketika melintasi jalur tersebut.

Waspada! Begini Modus Penipuan Pakai E-Money di Tol

0

BOGOR DAILY-Berada di jalan raya ada baiknya untuk selalu berhati-hati dengan sekitarnya. Bukan hanya soal kendaraan namun juga modus-modus kejahatan yang bisa dilakukan oknum tidak bertanggung jawab.

Salah satunya dialami pemilik akun Facebook, Runny Belle. Niat baik dia dan suaminya untuk membantu pengendara lain masuk ke tol dengan uang elektronik malah jadi korban tindakan tidak menyenangkan dan penipuan.

Dalam akunnya Runny menceritakan, ia dan suaminya berada di belakang mobil Freed bernomor polisi B 1339 SKD ketika hendak masuk gerbang tol dari arah Puncak, Bogor. Pengemudi mobil tersebut keluar dan menuju mobilnya untuk meminjam kartu elektronik miliknya dengan alasan saldo si pengemudi tidak cukup.

Dipinjamkanlah kartu elektronik tersebut kepada si pengemudi. Namun begitu si pengemudi yang meminjam kartunya men-tap di gerbang, si pengemudi bukannya mengembalikan kartu elektronik tersebut tetapi langsung tancap gas.

“Beruntung mobil dibelakang berbaik hati meminjamkan kartunya, langsung kita kejar mobil tersebut. Dapat di tol masuk Cikampek, langsung kita berhentikan. Si pengemudi minta maaf langsung mengembalikan e toll dengan beragam alasan,” ucap Runny dalam keterangannya.

Namun kesialan Runny tidak sampai disana karena kartu tersebut ditukar oleh si pengemudi. Ketika dirinya men-tap kartu tersebut di gerbang tol Bintara, saldo sudah berkurang tinggal Rp 2000 dari sebelumnya sebanyak Rp 150.000.

“Bisa bayangin kalau satu kartu isinya Rp 50 ribu saja. Dalam 10 mobil yang dikerjain sama pelaku, sehari bisa dapat Rp 500 ribu,” ucap Runny.

Dalam masa peralihan dari pembayaran tunai ke elektronik belakangan ini, bisa jadi dimanfaatkan orang untuk mengambil keuntungan. Banyak pengguna jalan yang mengisi saldo pada kartu elektroniknya dengan jumlah yang cukup besar dan ini rentan menjadi sasaran orang yang tak bertanggung jawab.

Untuk menghindar modus seperti ini, jika ingin membantu pengendara lain, turun dari kendaraan dan lakukan proses tap sendiri. Jangan menyerahkan kartu pada orang lain. Tetap bersedia untuk menolong orang lain namun tidak lupa berhati-hati.

Kemudian untuk menghindari kartu ditukar, beri identitas pada kartu atau manfaatkan usaha pembuatan kartu dengan desain yang diinginkan yang saat ini banyak ditawarkan di beberapa situs jual beli. Ini menyulitkan oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk menukar kartu tersebut.

Jadi Tukang Siomay, Pencitraan Jaro Ade Disindir Warganet

BOGOR DAILY-Jelang pemilihan bupati (Pilbup) Bogor, ada-ada saja taktik calon kepala daerah mencuri simpati. Kemarin, bakal calon Bupati Bogor 2018, Ade Ruhandi mendadak jadi tukang siomay. Beberapa menit sebelum mendaftakan partainya ke KPU Kabupaten Bogor, Jaro Ade terlihat menghampiri penjual siomay dna memborongnya. Bahkan, ia juga menggantikan posisi si tukang siomay hingga foonya banyak dibagikan di media sosial.

Dalam foto yang beredar, Jaro Ade terlihat  memotong irisan siomay di piring layaknya si tukang siomay. Warganet pun bereaksi begitu melihat foto yang dibagikan, hingga disebut-sebut sekadar pencitraan.

Berikut hasil screencapture dari komentar warganet.

Untuk diketahui, kemarin koalisi Golkar-PAN janjian untuk daftarkan partainya ke KPU.  Ketua DPD PAN Kabupaten Bogor Arif Abdi dan Ketua DPD Golkar Kabupaten Bogor yang juga bakal calon (balon) Bupati Bogor 2018 Ade Ruhandi atau Jaro Ade, memimpin barisan paling depan diikuti pengurus dan para kader kedua partai tersebut. Bahkan saat perjalanan, Jaro Ade menyempatkan memborong siomai di pinggir jalan. Sebelum makan bersama, dirinya juga sempat menjajal menggantikan tukang siomai tersebut.

“Kami memang berencana ke KPU bersama-sama. Sebelum berangkat, kami makan siang bersama di DPD Golkar lalu jalan menuju KPU. Kondisi ini juga makin memantapkan koalisi kami untuk Pemilihan Bupati (Pilbup) Bogor 2018,” kata Ketua DPD PAN Kabupaten Bogor Arif Abdi.

Hotel Salak Bogor Kebakaran, Begini Kronologinya

0

BOGOR DAILY-Petugas pemadam kebakaran terpaksa menjebol dinding tembok di ruangan Kinanti Hotel Salak untuk memadamkan api.

“Kami harus menjebol dinding untuk memastikan tidak ada titik api lagi,” ujar Kabid Damkar Satpol PP Kota Bogor, Marse Hendra Saputra.

Marse mengatakan, sumber asap berasal dari kabel penghubung central pendingin rungan atau Ac. “Untuk memastikan di bagian itu tidak ada lagi api, kami terpaksa jebol temboknya,” kata dia.

Untuk mengantisipasi adannya konsleting susulan, hingga tadi malam  dua unit blambir atau mobil damkar masih berada di lokasi. Sementara petugas hotel tampak sedang membenahi ruangan yang dipenuhi air.

Sedangkan para tamu hotel satu persatu mulai masuk ke kamarnya masing-masing.

Seorang tamu hotel bernama Nuni (28) mengatakan, dirinya sempat panik ketika mendengar bunyi keras dari smoke detecctor hingga para tamu hotel disuruh keluar kamar. “Tadi ditelpon ke kamar. Kami diminta keluar karena ada kebakaran,” tuturnya.

Tak Diundang ke Pelantikan Anies-Sandi, Bima Arya Kecewa

0

BOGOR DAILY-Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto kecewa, lantaran tak di undang saat pelantikan Anis Baswedan-Sandiaga Uno di Istana, Senin (16/10/2017).

Kekecewaan penguasa kota hujan ini disampaikan ke wartawan saat menghadiri  malam pisah sambut, Kejari Kota Bogor di Hotel Salak Tower, Senin (16/10) malam.

Menurut Bima Arya, Gubernur DKI sekarang berbeda dengan Gubernur sebelumnya yang dijabat Joko Widodo dan Basuki Tjahaya Purnama.

Bagi politisi PAN ini,  Kota Bogor sebagai bagian dari daerah penyangga  Ibu Kota harus sering berkomunikasi.

“Kota Bogor tidak lepas dari Jakarta karena sebagai kota penyanggga, banyak yang perlu dibenahi. Ada masalah tranportasi, lingkungan, sosial hingga budaya. Makanya komunikasi antar pimpinan daerah itu harus baik,”kata Bima Arya.

Walikota Bima Arya mengaku, kurang paham, kenapa dirinya tidak diundang. Bagi Bima, secara tradisi, dirinya kerap diundang dalam acara pelantikan pemimpin daerah di wilayah Jabodetabek.
Ia menambahkan, sesama pemimpin daerah, harus dibangun komuniasi yang baik.

“Dengan tidak diundangnya saya, ini  merupakan awal yang kurang baik dalam membangun komunikasi antar pemimpin daerah,”kata Bima Arya.

Petinggi DPP PAN ini lantas memberi contoh dan membandingkan hubungan baik antara dirinya dengan gubernur sebelumnya seperti Jokowi, Ahok, dan Djarot.

Ia menegaskan, hubungan yang harmonis dengan tiga Gubernur sebelumnya sudah tercipta saat dirinya dilantik sebagai Walikota Bogor tahun 2013  lalu. “Tidak perlu secara resmi atau kelembagaan undangannya. Saya punya hubungan baik dengan pak Ahok. Beliau selalu undang saya. Kami komunikasi selalu baik. Pak Ahok memulai sesuatu dengan komunikasi yang baik,”papar Bima.

Hal lain yang disampaikan Bima Arya, umtuk rencana kerja anggran DKI Jakarta,  kerap memberikan dana kompensasi bagi daerah-daerah penyangga seperti Kota dan Kabupaten Bogor, Kota Depok, Bekasi, dan Tangerang.

“Setiap tahun ada dana bantuan untuk Bogor. Akan tetapi bukan berati Kota Bogor butuh Jakarta. Kita saling membutuhkan.  Kedudukan Bogor-Jakarta sejajar. Jadi jangan beranggapan, daerah membutuhkan Jakarta,”tegas Bima Arya.

40 Pengedar Narkoba Ditangkap, Sebagian Nongkrong di THM

BOGOR DAILY-Satuan Narkoba Polres Bogor menangkap 40 pengedar dan pengguna narkotika dan obat-obatan terlarang atau narkoba.

Sebanyak 23 di antaranya merupakan pengendar dan pengguna narkoba. Mereka diamankan di sejumlah tempat hiburan malam. Mereka adalah BP, FR, YP, MM, MA, RT, AN, BC, IS, SC, NL, LT, MS, ST, AS, S, AP, IR, DP, Ay, RF, AS, dan MS.

epala Satuan Narkoba Polres Bogor AKP Andri Alam Wijaya mengatakan, 23 tersangka ini ditangkap di lokasi berbeda sejak September hingga Oktober 2017.

“Awalnya hasil dari penyelidikan tim di lapangan dari mulai menyisir tempat-tempat hiburan malam hingga akhirnya kami mengembangkan dan berhasil menangkap 23 tersangka,” ujarnya saat melakukan giat rilis di Polres Bogor, Senin (16/10/2017).

Selain itu, Satuan Polres Bogor juga mengamankan jenis sabu seberat 108 gram. Satuan Narkoba Polres Bogor juga mengamankan beberapa tersangka yang menjual obat terlarang seperti tremadol dan ganja.

“Jadi total keseluruhan yang kami tangkap ada 40 orang dengan total barang bukti hampir mencapai 400 juta rupiah,” pungkasnya.

PKL Puncak Geruduk Kantor Bupati, Pembongkaran Besok Dibatalkan

BOGOR DAILY- Sekitar 1000 pedagang kaki lima (PKL) di Jalur Puncak, Bogor demo di Kantor Bupati Bogor, di Cibiong, Jawa Barat Senin (15/10/2017).

Pedagang meminta, agar SP 2 yang dikeluarkan Bupati Bogor dibatalkan, sebelum ada tempat relokasi.Pedagang oleh-oleh dan minuman ini mengancam, jika terpaksa dilakukan pembongkaran, maka akan ada perlawanan.

Fahreza, koordinator aksi ribuan PKL mengatakan, Bupati Bogor, Nurhayanti dan Kasat Pol PP telah melakukan perbuatan pidana dengan mencemarkan nama baik Presiden Joko Widodo demi memuluskan aksi Pemda untuk menggusur PKL di Puncak.

“Ibu Bupati tolong keluar dan temui kami. Jangan buat kami menderita. Pemda Kabupaten Bogor sudah melakukan pencemaran nama baik Presiden Jokowi. Jangan ketidakmampuan menertibkan pedagang, lalu memakai nama Jokowi untuk melegalkan aksi menggusur PKL. Akan kami laporkan kasus ini ke polisi,”kata Reza.

Beberapa minggu ini Kabupaten Bogor dan Cianjur disibukkan dengan rencana penbongkaran PKL di sepanjang Jalan Raya Puncak.

Sebulan yang lalu Pemkab Bogor sukses membongkar ratusan PKL dari simpang Safari hingga Gadog. Sementara empat hari yang lalu, Pemkab Cianjur juga melakukan hal yang sama di wilayah Ciloto, Kabupaten Cianjur.

Bahkan pembongkaran yang di lakukan Pemkab Cianjur sempat viral secara nasional. Pasalnya pedagang membakar puing bekas pembongkaran di jalan raya.

Dalam video yang viral di media sosial, muncul kata-kata yang mengatakan Jokowi edan.
Mereka menuding Presiden di balik pembongkaran tempat usaha mereka .

Hal tersebut ditanggapi Ketua Repdem, yang juga advokat PKL Puncak, Dodi Acdi Suhada ST.
”Jangan mengkambing-hitamkan Presiden terkait pembongkaran PKL Puncak. Karena Sekda dan salah seorang petinggi Satpol PP Kabupaten Bogor juga mengatakan masalah pembongkaran adalah perintah Presiden. Ini namanya pembusukan” ujarnya.

Menurut Dodi, Presiden tidak memerintahkan pembongkaran PKL Puncak. ” Ini sudah politis. Tidak ada perintah Presiden untuk membongkar PKL Puncak. Harus jernih melihatnya. Ini hanya masalah tidak inovatifnya Pembkab Bogor saja dalam mengelola pedagang kecil” tandas Dodi.

Pedagang Oleh-oleh dan warung kopi Puncak saat ini kembali resah. Pasalnya mereka mendengar kabar akan dilakukan pembongkaran tahap dua pada 18 Oktober nanti.

Mereka menolak dibongkar sebelum ada tempat relokasi yang layak untuk kelangsungan usahanya.
Dalam tuntutannya pedagang meminta Pemkab Bogor mengkaji ulang rencana pembongkaran tahap dua yang akan menyasar lebih dari 500 PKL dari Simpang Safari hingga Puncak Pas.

Dace Supriadi Kepala Dinas Perdagangan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Bogor yang juga Ketua tim pembongkaran dan perdayaan PKl puncak yang menemui pendemo menjamin, jika pembongkaran tidak akan dilakukan, sebelum ada tempat relokasi.

Bahkan Dace menjamin, pembongkaran yang sedianya berlangsung Selasa (16/10) besok, tidak akan terjadi. “Saya jamin besok tidak ada pembongkaran. Jika ada, saya siap lepas jabatan saya,”ujar Dace.

Ia mengatakan, pihaknya sedang bernegoisasi dengan PTPN untuk penggunaan lahan 5 Ha milik PTPN yang nantinya akan digunakan untuk relokasi pedagang.

“Tanah PTP depan SMK dijadikan relokasi PKL. Lambat urus karena ada proses yang masih diurus. Masih ada hitung-hitungan dengan PTPN. Saya akan tahan pembongkaran sebelum lahan untuk relokasi ada, walau sudah ada SP 2. Ini pemberdayaan bukan penggusuran. PKL akan ditata sebagai obyek wisata biar lebih menarik wisatawan,”ujar Dace.

Ia menegaskan, Rindu Alam akan dibongkar kalau sudah ada tempat relokasinya. Pembongkaran pedagang ini, karena ada program pemerintah untuk pelebaran jalan. “Kami dari pemda perjuangkan kesejahteraan masyarakat. Desember sudah harus direlokasi. Ada 890 PKL. Kami prediksi, 1 Ha untuk 300 PKL. Soal ganti rugi akan saya laporkan ke Bupati,”paparnya.

Lihat Lafaz Allah di Langit Bogor, Tubuh Ustaz Ini Tak Bergerak

BOGOR DAILY-Awan berbentuk Lafaz Allah kembali muncul di Langit Bogor. Setelah tampak di sekitar Tugu Kujang Kota Bogor, awan Lafaz Allah menampakkan diri di Kaki Gunung Pangrango.

Seorang ustadz bernama Yusuf Ibrahim (39) mengaku melihat langsung awan Lafadz Allah. Ia pun mengabadikan penampakan langka tersebut.

Tokoh agama Kampung Ciletuh RT 03/08, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin itu mengatakan, dirinya melihat awan Lafaz Allah saat hendak menuju kebunnya.

Pria yang disapa Ustadz Ucup ini menambahkan, sebelum berangkat dirinya singgah di warung kopi milik jamaah majelisnya.

Tiba-tiba Ustadz Ucup mengarahkan pandangannya ke langit. Dia pun tertegun melihat sebuah awan berbentuk Lafadz Allah.

“Saya melihatnya sangat jelas lafaz Allah. Hanya beberapa menit sekelibat karena waktu itu banyak angin,” ujarnya kepada, Senin (16/10/2017).

Saat melihat awan langka itu, Ustadz Ucup merasakan sekujur tubuhnya tampak kaku. Ia pun hanya bisa memandangi awan lafadz Allah yang ada di langit.

“Saya diam saja tertegun ke langit. Dalam hati saya kagum indah sekali dan langsung tak berhenti mengucapkan masya Allah, subhanallah, Allahu akbar,” tuturnya.

Kejadian yang dialaminya itu terjadi pada, Sabtu (16/10/2017) sekitar pukul 09.00 WIB. Menurutnya tak banyak warga melihat. Namun usai foto menyebar, kejadian itu sontak ramai jadi diperbinjangan di kalangan warga.

“Jadi setelah kejadian baru ramai di warga,” imbuhnya.

Penyebab Kecelakaan Bus Doa Ibu di Tol Jagorawi Masih Diusut

BOGOR DAILY-Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor (Satlantas Polres) Bogor, Jawa Barat segera menyelidiki dan menganalisa penyebab kecelakaan bus Doa Ibu yang menewaskan satu orang pada Senin (16/10) pukul 05.30 WIB di Tol Jagorawi Km 42.200 jalur A (Jakarta arah Ciawi).

“Evakuasi sudah dilakukan. Selanjutnya kami akan melakukan analisa..,” kata Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky Pastika Gading di Polres Bogor, Senin (16/10).

Ia menjelaskan kecelakaan bermula saat kendaraan Bus Hino Po Doa Ibu dengan nomor polisi Z-7603-HB, yang dikemudikan oleh Abdul Rohman bergerak dari arah Jakarta menuju Ciawi di lajur satu, tidak bisa dikendalikan kecepatannya sehingga menabrak truk Mitsubishi Nomor Polisi B-9014-TJ di depannya.

Akibat tabrakan itu, bagian belakang truk hingga tengah rusak dan satu orang meninggal dunia, yakni Chaerudin (49) warga Kabupaten Cianjur.

Kemudian dua orang luka berat, yakni Suroyo (40) warga Kabupaten Cilacap dan Andi Sandiana (37) warga Kota Tasikmalaya, dan satu orang luka ringan, Asep Wahyudin (45), warga Kota Bogor.

Pihak kepolisian segera melakukan koordinasi penanganan lebih lanjut di lokasi bersama Kakorlantas Polri dan memanggil pihak Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM).

“Pemanggilan baru akan dilakukan, yang jelas segara untuk didatangkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama menyampaikan pihak kepolisian telah mengamankan sang sopir bus, RT (31), warga Cilincing Jakarta Utara dan seorang penumpang, TS (46), warga Kabupaten Garut untuk dimintai keterangan.

“Para saksi sedang kami mintai keterangan untuk penyelidikan, kami belum menetapkan tersangka, ” jelasnya.