Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 8944

Walikota Tegal Ditangkap KPK, PNS Sujud Syukur. NIh Curhatnya

0

BOGOR DAILY-Sejak tadi malam hingga siang ini para pegawai negeri sipil (PNS) meluapkan rasa senangnya atas penangkapan wali Kota Tegal Siti Masitha. Di antara mereka, terdapat beberapa PNS yang merasa diperlakukan tidak adil oleh kepemimpinan Sitha.

Salah seorang PNS, Bowo menceritakan bahwa selama kepemimpinan Bunda Sitha, sering muncul keresahan di internal PNS. Dia mengaku terkena imbas dari kesewenang-wenangan wali kota.

“Gara-garanya saya ikut Imam Badarudin yang dinonjobkan oleh wali kota dan akhirnya dimutasi kerjanya,” ungkap Bowo.

Diterangkannya, sebelum dimutasi dia bertugas di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Tegal, pimpinan Imam Badarudin.

Karena dianggap kritis, Imam dinonjobkan oleh Wali Kota Tegal. Tindakan itu menimbulkan reaksi dari Bowo dengan melontarkan kritikan kepada wali kota. Tidak lama kemudian Bowo juga dipindahtugaskan sebagai staf di Kelurahan Panggung. “Sekarang di staf Kelurahan Panggung,” kata Bowo.

Wakil Wali Kota Tegal, Nursoleh membenarkan adanya PNS yang di-non-job oleh Sitha. “Itu (yang sujud syukur) PNS yang di-nonjob-kan Bunda Sitha, yang merasa tidak tahu (mengapa) di-nonjob-kan. Iyo pada sujud syukur,” kata Nursoleh kepada detikcom.

Diwawancara terpisah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengakui memang ada konflik internal dalam Pemkot Tegal. “Ya nggak usah (copot foto Sitha) lah. Memang Kota Tegal dulu ada problem ya, di internalnya,” kata Ganjar sambil mengimbau untuk tidak bereaksi berlebihan.

Ada Kereta Tambahan Sambut Idul Adha, Cek Infonya…

0

BOGOR DAILY- Libur Idul Adha sebentar lagi. Bagi anda yang hendak bepergian dengan tujuan Surabaya-Jakarta atau Surabaya-Yogyakarta, PT KAI Daop 8 Surabaya menyiapkan tiket tambahan.

“Pemesanan tiket kereta api tambahan sudah dapat dilayani melalui online, KAI Acces, channel eksternal maupun di loket stasiun,” terang Manager Humas Daop 8 Surabaya, Gatut Sutiyatmoko, Selasa (29/08/2017).

Untuk itu, ada sepuluh KA Gayabaru Malam Selatan tujuan Surabaya Gubeng-Pasarsenen Jakarta dengan total 768 tempat duduk kelas ekonomi dan tujuh KA Sembrani tujuan Surabaya Pasar Turi-Gambir Jakarta dengan total 350 tempat duduk kelas eksekutif yang ditambahkan.

“Untuk KA Gayabaru sudah beroperasi dengan waktu keberangkatan pukul 15.00 WIB, sedangkan KA Sembrani Tambahan akan beroperasi mulai 3 September 2017 dengan waktu keberangkatan 20.30 WIB,” terang Gatut.

Selain penambahan kereta, menurut Gatut, pihaknya juga akan menambah rangkaian untuk dua kereta api lainnya.

“KA Sancaka Pagi keberangkatan pukul 07.30 WIB tujuan Yogyakarta semula membawa rangkaian 3 kelas ekonomi new image dan 5 kelas eksekutif dengan total 490 seat akan ditambah menjadi 4 kelas ekonomi new image dan 5 kelas eksekutif sehingga total 570 seat,” kata Gatut.

“Sementara KA Gajayana keberangkatan pukul 13.30 WIB tujuan Gambir-Jakarta semula membawa rangkaian 8 kelas eksekutif dengan total 400 seat menjadi 9 kelas eksekutif sehingga total 450 seat,” ujar Gatut.

Adapun total keberangkatan kereta api dari Daop 8 Surabaya pada hari biasa sebanyak 80 KA reguler dengan total seat per hari yakni 40.666 seat.

Selain itu, guna mendukung kelancaran operasional kereta api dan pelayanan penumpang, PT KAI Daop 8 Surabaya juga menyelenggarakan posko pemantauan di beberapa stasiun.

Begini Aktivitas Warga di Setu Cibinong yang Surut

BOGOR DAILY– Danau Setu Cibinong mengalami kekeringan. Hal itu diakibatkan karena dalam beberapa minggu terakhir ini hujan tak turun. Bahkan ketinggian air kini hanya tinggal mencapai sebatas tumit.

“Biasanya dua meter (tinggi) air ini tapi karena udah nggak ada hujan jadinya surut,” kata Salah seorang Cleaning Service DPRD Kabupaten Bogor, Untung.

Meski demikian Setu Cibinong yang kering itu malah mendatangkan keuntungan, Untung memanfaatkannya untuk mencari lobster “Ya buat ternak aja ini kang,” ucapnya.

Sementara itu, meskipun dalam keadaan surut, danau setu Cibinong Kabupaten Bogor tidak luput dari para pemancing yang ingin memburu ikan. “Buat hobi aja,” ujarnya

Bahaya! 100.000 Lahan di Bogor Rawan Dicaplok

BOGOR DAILY- Ada sebuah kemirisan dalam tata kelola tanah di Kota Hujan. Belum semua tanah disertifikat. Dari 250 ribu bidang tanah, baru 150 ribu yang sudah bersertifikat. Artinya masih ada 100 ribu bidang tanah belum bersetifikat sehingga rawan dicaplok.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bogor, Ery Juliani Pasoreh, menargetkan tahun 2020 seluruh bidang tanah di Kota Hujan harus sudah bersertifikat. Rencananya tahun depan seluruh tanah di tiga kecamatan akan disertifikat. Selanjutnya di tahun 2019 pun, di tiga kecamatan.

Capaian sertifikat tahun ini baru 150 ribu, tahun depan coba untuk bertahap tetapi kalau misalnya diperintahkan satu kota, kita akan coba satu kota, itu baru rencana. Sebab, semuanya tergantung dari anggaran yang dipersiapkan oleh pemerintah pusat,” kata Ery.

Selain anggaran, kata Erry, kendalanya sertifikatkan tanah juga adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Sebab jika ada 100 ribu bidang tanah berarti juga harus diimbangi dengan jumlah juru ukur.

Mengatasi itu, pihaknya akan bekerjasama dengan surveyor berlisensi, sedangkan untuk tenaga pengumpul data yuridis, akan dibentuk kelompok masyarakat sadar tertib pertanahan di seluruh kelurahan. “Uji coba pertama di Bogor Selatan. Kami sedang menunggu wali kota untuk melantik,” ucap dia.

Dengan adanya pelayanan ini, masyarakat akan mendapatkan kepastian hukum terhadap tanah miliknya. Apalagi untuk memperoleh sertifikat tanah sudah lebih mudah dengan adanya Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL). Jika yang biasanya butuh dua bulan, sekarang menjadi dua minggu.

Untuk biayanya dibayar pemerintah daerah. Itu berdasarkan surat keputusan bersama, Menteri Agraria, Menteri Desa dan Menteri Dalam Negeri agar pemkot atau pemda yang membiayai. Kalau untuk Jawa Barat sudah diatur Rp150 ribu per bidang untuk biaya di kantor kelurahan,” bebernya.

Namun, jika pemkot atau pemda tidak memiliki biaya, diperbolehkan menyusun pengaturan hukum dalam bentuk peraturan walikota (Perwali), untuk boleh memungut, supaya tidak menjadi objek lainnya.

“Salah satu lagi perbedaan prona dan PTSL, kalau dulu prona hanya untuk warga berpenghasilan rendah, kalau sekarang satu wilayah harus semua disertifikatkan, apapun profesinya,” tandasnya.

Rampok Pemerkosa Karyawati BUMN Sembunyi di Cilebut Bogor

BOGOR DAILY- Kepolisian Resort Kota Depok (Polresta) Depok akhirnya berhasil membekuk pelaku perampokan sekaligus pemerkosaan terhadap karyawati BUMN yakni D (27) di Cilodong, Depok, yang terjadi Kamis (24/8/2017) dini hari lalu.

Pelaku yakni Baihazi Sakom (34) alias Boy, dibekuk petugas di tempat persembunyian di rumah rekannya di Kampung Cilebut Kaum, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Rabu (30/8/2017) dinihari.

Ini artinya sekitar 6 hari Boy berhasil buron usai beraksi dan melampiaskan nafsu bejatnya pada korban. Kasat Reskrim Polresta Depok Komisaris Putu Kholis Aryana menuturkan dari pemeriksaan sementara, Boy mengaku awalnya hanya ingin mencuri barang berharga saja saat menyatroni rumah korban.

Namun nafsu birahi Boy timbul setelah melihat korban tidur tanpa pakaian lengkap di kamar tidurnya. Saat itu korban hanya mengenakan celana tanpa pakaian atas. “Akhirnya pelaku memperkosa korban dengan mengancam korban lebih dulu menggunakan pisau dapur, agar jangan teriak,” kata Putu, Rabu.

Usai memperkosa korban, pelaku menggasak dua HP dan uang tunai Rp 1 Juta milik korban. Putu mengatakan pelaku masuk ke rumah korban dengan merusak pintu rumah menggunakan obeng minus. “Pelaku membawa pisau dapur saat beraksi,” katanya.

Menurut Putu, saat dibekuk di Cilebut, tak ada perlawanan berarti dari pelaku. Pihaknya kata Putu telah mengintai persembunyian pelaku selama beberapa hari. “Kami amankan dari tempat persembunyiannya di Cilebut, Kabupaten Bogor, dinihari tadi,” kata Putu.

Menurutnya dari tangan Boy juga disita barang bukti obeng minus dan pisau dapur warna hitam yang digunakannya, saat beraksi masuk ke rumah korban untuk menncuri dan memperkosanya. “Kami dapati juga HP milik korban dengan merek Samsung Galaxy Grand Prime dari tangan pelaku,” kata Putu.

Saat ini kata dia, pelaku akan dibawa ke Mapolresta Depok untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan untuk diperiksa lebih jauh. Pelaku kata Boy akan dijerat dua pasal sekaligus yakni Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan serta pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan.

Bima Arya Tolak Pinangan Ridwan Kamil Jadi Cawagub

BOGOR DAILY- Keinginan Calon Gubernur Jawa Baart Ridwan Kamil meminang Bima Arya sebagai calon pendampingnya terpaksa pupups. Rupanya, Walikota Bogor itu lebih memilih untuk melanjutkan kepemimpinanya di Kota Hujan yang dianggap masih menyisakan banyak pekerjaan rumah.  Namun, ia mengaku menghormati proses komunikasi antar pimpinan partai di Jawa Barat.

Bima mengaku kalau hati dan pikirannya masih berada di Kota Bogor, sehingga dirinya pun merasa tak begitu yakin bisa membagi konsentrasinya untuk melakukan lobi komunikasi politik.

“Tidak mungkin saya membagi konsentrasi saya, membagi hati saya, menduakan Bogor itu tidak mungkin sekarang, karena pikiran, hati, jiwa, dan raga saya masih di Kota Bogor,” katanya.

Suami Yane Ardian itu pun menegaskan bahwa, jabatan bukanlah segala-galanya, namun pengabdian adalah hal yang paling utama.

“Jadi kerangka saya bukan nanti jadi apa, tapi saya bisa berbuat apa, bukan soal menjadi wagub, tapi ini adalah persoalan saya punya jalur pengabdian yang sekarang masih saya jalani,” tandasnya. (tribunnewsbogor.com)

 

Begini Penampakan Jamaah Demo Tolak Masjid ‘Wahabi’…

BOGOR DAILY- Ribuan massa aksi tolak masjid wahabi sudah mulai berdatangan ke gedung Balaikota Bogor, Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Mereka berhamburan di jalan hingga memadati gedung Balaikota Bogor.

Jumlah massa semakin bertambah karena dari sejumlah daerah seperti Cianjur dan Sukabumi berdatangan. Sebagian ada yang berjalan kaki, juga ada yang mengendarai  roda dua hingga mobil kolbak.

Mereka membawa spanduk-spanduk bertuliskan menolak wahabi dan meminta Walikota Bogor Bima Arya mencabut IMB pembangunan Masjid Ahmad bin Hanbal yang berada di Bogor Utar. Masjid tersebut diduga menjadi tempat jamaah penganut paham wahabi.

Akibatnya dijalur Sistem Satu Arah (SSA) mengalami kemacetan parah. Untuk memastikan jalannya aksi demo ini tertib dan lancar polisi mengerahkan ratusan personelnya untuk mengamankan lokasi.

“Ya pasti macetlah, karena pesertanya ribuan, pengamanan dari polisi sepertinya  hingga pukul 18.00 untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar anggota Dishub yang tak ingin disebutkan namanya.

Disinyalir kemacetan akan terjadi hingga siang nanti. Berikut foto-foto massa Demo Tolak Wahabi.

Jelang Penggusuran PKL Puncak, Satpol PP Layangkan SP

BOGOR DAILY- Rencana pembongkaran Pedagang Kaki Lima (PKL) dan bangunan liar (bangli) di jalur Puncak terus dimatangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor mengeluarkan Surat Peringatan (SP) atas  51 bangli di lahan milik PT Sumber Sari Bumi Pakuan, kemarin. Sebab, lahan tersebut akan dijadikan tempat relokasi bagi 1.300 PKL Puncak.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor Herdi Yana menuturkan, persiapan pembongkaran 600 PKL mulai dari jalur Ciawi sampai Safari su­dah dilakukan. Sebagian pedagang juga sudah diminta membongkar bangunannya sendiri.

Sedangkan pembongkaran tahap kedua di­siapkan dengan melayangkan SP1 kepada 51 bangli. “SP1 sudah kita layangkan, khususnya yang berdiri di atas lahan pribadi dekat Masjid Atta’awun. SP1 ini sebagai pemberitahuan karena mereka harus kita kosongkan sehingga lahan itu harus kosong untuk lahan relokasi,” kata Herdi saat ditemui di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, kemarin.­

Menurutnya, dari jalur Ciawi hingga Taman Safari, pem­bongkaran tetap akan dilak­sanakan pada 5 September nanti. Dari hasil pendataan terakhir, ada 600 PKL yang akan dibongkar pada tahap pertama. “Untuk tahap satu ini sudah disiapkan, relokasinya juga sudah direncanakan Tim Penataan PKL. Kita bekerja sama dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor dan Dinas Perindustrian dan Perdagan­gan (Disperindag),” ucapnya.

Herdi menjelaskan, selama ini pembongkaran PKL Puncak su­lit dilakukan karena penolakan dari para PKL itu sendiri. Apalagi penolakan sudah terjadi sejak tahun lalu, di mana pada saat ditertibkan mereka menolak dengan alasan tidak ada tempat relokasi. Namun karena saat ini tempat relokasi sudah ada per­siapan dari tim, tidak ada alasan PKL menolak ditertibkan. “Tapi kalau sekarang kita harus tun­taskan penertiban PKL karena untuk kepentingan pelebaran jalan yang harus terealisasi di awal September,” jelasnya.

Sehingga, sambung dia, steril­isasi kawasan Puncak tak dapat diundur lagi. Sebab, pemerin­tah pusat telah melelangkan proyek pelebaran jalan dan sudah ditetapkan pemenang­nya. Karena itu, persoalan PKL Puncak ini pun lebih didorong pada penyelesaian relokasinya saja. “Kita mendukung program pusat untuk pelebaran Jalan Puncak sehingga mengurangi tingkat kemacetan. Sebelum penertiban, kita juga lakukan sosialisasi sehingga saat ini sudah banyak PKL yang mem­bongkar lapaknya sendiri,” tutupnya.

Pelajar Bogor Nyambi Jualan Senjata Untuk Tawuran Via Online

BOGOR DAILY- Kenakalan siswa tidak lagi sekadar tawwuran. Tapi juga sampai melakukan praktik jual beli senjata tajam (sajam). Hasil penyelidikan Satuan Tugas (Satgas) pelajar, banyak pula kalangan pelajar yang memanfaatkan media sosialnya untuk transaksi jual beli senjata tawuran. Di Kota Bogor sendiri beberapa kali telah ditemukan seorang pelajar yang sengaja memasarkan senjata tajam melalui media sosial Facebook.

Ketua Harian Satgas Pelajar Kota Bogor, Muhammad Iqbal pun membenarkan hal tersebut. Iqbal berujar bahwa dirinya bersama anggotanya kerap menemukan pelajar di Kota Bogor yang memperjualbelikan senjata tajam.

“Biasanya celurit yang dijual, mereka memasarkannya di Facebook, mulai dari pelajar SMP dan SMA,” katanya, Senin (28/8/2017).

Para pelajar itu memasarkan dengan memasang foto senjata tajam disertai spesifikasi dan harganya. “Misalnya celurit harganya Rp 120 ribu, kemudian diberikan keterangan yang mengatakan kalau kehabisan celurit kami ada stock,” ungkapnya.

Sejauh ini, lanjutnya, pihaknya telah berhasil mengamankan satu pelajar yang terlibat dalam penjualan celurit.

“Beberapa bulan lalu kami amankan saat mau cash on delivery (COD) di Jembatan Layang Cimahpar, Kota Bogor, kami serahkan ke Polsek kemudian berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait,” ucapnya.

Biasanya, kata dia, senjata tajam tersebut digunakan para pelajar untuk melakukan tindakan negatif seperti tawuran.

“Transaksi itu terselubung, mungkin nantinya akan digunakan untuk tawuran, kalau yang menjual kemungkinan besar mendapatkan barangnya dari luar Kota Bogor,” pungkasnya.

Menurutnya transaksi jual beli senjata tajam di kalangan pelajar Kota Bogor saat ini marak beredar di Facebook.

“Sekarang juga kita lagi menelusuri lebih jauh terkait transaksi senjata tajam, karena tidak mudah, cara berkomunikasi mereka berbeda, jadi kami pun harus bisa menyesuaikan, kemudian bisa juga takutnya Facebook pelajar yang memasarkannya itu dihack orang,” pungkasnya.

Kopel Turun Tangan Bantu Perbaikan 990 Sekolah Rusak

BOGOR DAILY– Komite Pemantau Le­gislatif (Kopel) Indonesia bersama YAPPIKA-ActionAid menggelar Aksi Nyata Penyele­saian Sekolah Rusak. Dari hasil penyusunan road map yang sudah dilakukan kemudian didalami bersama pemerintah daerah, di Ka­bupaten Bogor ada 990 sekolah tingkat SD hingga SMP yang mengalami kerusakan parah.

Direktur Kopel Syamsudin Alimsyah men­gatakan, ada beberapa komponen dari road map yang sudah disusunnya ini. Mulai dari ruang kelas rusak, kekurangan Ruang Kelas tidak adanya perpustakan hingBaru (RKB), tidak adanya toilet, ga tidak adanya rumah ibadah.

Ia berharap melalui road map ini dapat dijadikan rujukan pe­merintah untuk menyusun ke­bijakan menyelesaikan pendidi­kan di Kabupaten Bogor.

“Kita harap road map ini jadi rujukan dalam menyelesaikan pendidikan. Road map yang sudah kita susun ini fokus ke­pada infrastruktur pendidikan SD dan SMP,” ucapnya.

Syamsudin meminta pemerin­tah dapat menyelesaikan seko­lah rusak parah tahun ini. Sebab, hal tersebut berkaitan dengan nyawa dan pemerintah tidak boleh main-main tanpa harus melihat di sekolah itu ada be­rapa siswanya. Sedangkan untuk pembangunan perpustakaan, RKB dan rumah ibadah bisa pada tahun selanjutnya.

“Satu nyawa tidak boleh dihar­gai dengan jumlah siswa. Coba pikirkan kalau tiba-tiba genteng atau tembok sekolahan roboh. Pimpinan itu harus berpikir me­nyelamatkan penduduknya,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Sekda Kabupaten Bogor Adang Sup­tandar mengakui, setiap tahun pemkab baru mampu mengalo­kasikan anggaran perbaikan sekolah rusak dalam setahun hanya sepuluh persen dari APBD Kabupaten Bogor. Dalam artian, perbaikan ini baru bisa tersele­saikan sepuluh tahun mendatang.

Namun karena ini terlalu lama, sehingga ada upaya yang dila­kukan Kopel dan YAPPIKA-Ac­tionAid untuk menggandeng pihak lain yang mendanai per­baikan sekolah rusak.

“Kita patut apresiasi jika per­baikan sekolah ini tak hanya melalui sumber pendanaan dari Kabupaten Bogor, melainkan diraih dengan cara menggedor pemangku kepentingan lainnya,” tukasnya.