Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 8951

Ridwan Kamil-Bima Arya Duet di Pilgub Jabar, Ini Kata DPP PAN

BOGOR DAILY– Nama Wali Kota Bogor Bima Arya menjadi salah satu kandidat calon Wakil Gubernur di Pilkada Jawa Barat (Jabar) 2018 mendatang. Kader Partai Amanat Na­sional (PAN) ini memang diusulkan partainya untuk menjadi salah satu calon.

Ternyata, munculnya nama Bima Arya di pentas Jabar su­dah sampai ke telinga Pres­iden Joko Widodo (Jokowi). Bima mengaku pernah ditan­yai presiden soal peluangnya maju di Pilgub Jabar.

“Pak Jokowi pernah nanya ke saya pas puasa. ‘Mau ke Jawa Barat, ya?’ Saya bilang belum tahu,” ujar Bima di sela Rakernas PAN di Bandung, Jabar, Senin (21/8).

Meski masih berniat maju di Kota Bogor, rupanya Bima juga kepingin berduet dengan Ridwan Kamil jika dirinya di­pasarahi partai maju di Pilgub Jabar. Apalagi selama ini Bima memiliki hubungan baik dan selalu nyambung dengan Kang Emil.

“Di dunia ini nggak ada yang nggak mungkin, dan sudah ada kecocokan saya dengan beliau. Saya nggak pernah pesimistis tapi urusan satu ini harus tanya ke atas,” tuturnya.

Rupanya calon Gubenrur Jabar Ridwan Kamil pun sama-sama menunjukkan keingi­nannya bisa berduet dengan Bima Arya alias mupeng.

“Karena sama-sama ekse­kutif, masih muda, sering ketemu, nyambung. Terus (kalau) bisa berpasangan, saya kira akan luar biasa. Tapi saya kira tetap ada di koalisi, kalau ditanya kader PAN mana yang cocok ya,” ujar Ridwan Kamil.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil kembali menyatakan kedekatannya dengan kader PAN yang kini menjabat Wali Kota Bogor Bima Arya.

Ia menyambut baik wacana dan peluang koalisi PAN dan Partai Nasdem dalam Pilkada Jabar.

PAN mengapresiasi ke­inginan Ridwan Kamil yang ingin meminang salah satu kadernya, Bima Arya, sebagai calon wakil gubernur. Ia juga mengaku telah lebih dari tiga kali berkomunikasi dengan Bima Arya terkait Pilkada Jabar dengan Bima Arya.

Ridwan Kamil mengung­kapkan, sebagai sesama ke­pala daerah, ia kerap satu pandangan dengan Bima dalam menyelesaikan per­masalahan di daerah.

Mengamati keinginan ked­uanya. Sekretaris Jenderal DPP PAN Eddy Soeparno menyatakan bahwa partainya masih membuka peluang tersebut.

Ia mengaku sudah men­dengar keingiann Ridwan Kamil berpasangan dengan Wali Kota Bogor Bima Arya yang notabene kader PAN. “Ya ini komunikasi politik yang sudah kita jalin, as­pirasinya juga kita tangkap, ya saya pikir akan dibahas,” jelasnya.

Dengan senang hati PAN akan mendukung jika salah satu calon yang berpotensi maju ke Pilgub Jabar mau meminang kader terbaik PAN. “Kita begini, kalau yang namanya kepala daerah mau menggandeng kader kita, tentu kita utamakan,” tan­dasnya.

Jelang Penggusuran, Kios Pedagang Puncak Diberi Nomor Cantik

BOGOR DAILY– Sebuah tanda silang lengkap dengan nomornya terlihat di tembok kios yang berjajar di sepanjang jalur Pun­cak. Jelang pelebaran jalan menjadi empat jalur, Satpol PP Kabupaten Bogor sengaja memberi nomor keramat itu dengan pilok merah. Itu sebagai penanda bahwa bangunan tersebut akan digusur pekan depan.

Sejak kemarin Satpol PP sudah menandai bangu­nan yang akan diratakan buldozer. Tak tanggung-tanggung, ada 1.300 kios pedagang yang mendapat nomor keramat. Satu min­ggu lagi mereka yang biasa berjualan mulai dari Gadog hingga Puncak Pass dipaksa angkat kaki dari lapaknya.

Seorang pedagang, Asep Juned, mengaku pasrah ki­osnya dibongkar. Apalagi melihat petugas Satpol PP yang sudah menandai se­jumlah kios pedagang. “Ya orang kecil mah begini, cuma bisa pasrah. Satpol PP sudah main pasang nomor keramat saja tuh di kios. Semoga saja dapat kios yang lebih bagus,” kata Asep.

Kabid Perundang-udangan Daerah Satpol PP Kabu­paten Bogor Agus Ridho mengatakan, sedikitnya ada sekitar 1.300 lapak PKL yang sudah diberi tanda dengan nomor oleh pihaknya. Hal ini dilakukan menyusul rencana pelebaran jalur Puncak yang akan dilakukan pada awal September nanti. “Sesuai permintaan pusat, sebelum dilakukan pelebaran, kondisi jalan harus steril dari PKL. Dibongkar semuanya biar tidak dibilang tebang pilih, makanya kami kasih nomor itu,” kata lelaki yang akrab disapa Ridho.

Menurutnya, tenggat waktu yang diberikan bagi PKL mengosongkan lapaknya jatuh pada Senin (28/8) nanti. Sehingga, diharapkan sebe­lum jatuh tempo, para PKL sudah dapat mengosongkan dan kalau bisa melakukan pembongkaran secara swa­daya. “Kita sudah berikan surat imbauan pengosongan sejak awal bulan. Nanti kita akan kirimkan surat lagi sam­bil terus melakukan sosialisai kepada mereka,” ucapnya.

Ridho meyakinkan, pem­bongkaran ini dilakukan sesuai Perda Nomor 4 Tahun 2015 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Tibum). Se­bab, tidak dibenarkan jika PKL berjualan dan membangun tempat usahanya di badan jalan. Apalagi sudah banyak komplain yang masuk ke­pada pihaknya terkait kondisi Puncak yang semakin hari se­makin semrawut dengan PKL. “Setiap hari tumbuh PKL baru. Kita lakukan secara bertahap sampai Cianjur, belum tahu dari bawah atau dari atas,” imbuhnya.

Ridho menuturkan, dalam pembongkaran nanti pi­haknya akan membawa alat berat sesuai SOP yang ber­laku. Namun untuk jum­lahnya hal tersebut belum bisa dipastikan, karena masih harus dirembukan kembali oleh pihaknya. “Belum diten­tukan jumlahnya. Nanti akan kita siapkan,” tutur Ridho.

Di sisi lain, ia menambah­kan, rencana pembongkaran PKL Puncak terus dimatang­kan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Badan Per­encanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pene­litian dan Pengembangan (Litbang) Kabupaten Bo­gor meninjau lokasi tempat penampungan bagi para PKL Puncak, kemarin. Di anta­ranya lahan milik perusahaan Sumber Sari Bumi Pakuan (SSBP), Taman Wisata Ma­tahari, Perkebunan Gunung Mas dan satu lokasi lainnya. “Hari ini (kemarin, red) sudah ditinjau dari kita perwakilan Satpol PP di kecamatan. Namun untuk hasilnya ada bagian lain yang menan­ganinya,” ujar Ridho.

Dikonfirmasi soal itu, Ke­pala Bappeda dan Litbang Kabupaten Bogor Syarifah Sofiah menerangkan bahwa pihaknya sudah mengecek lokasi relokasi pedagang. Namun untuk pembahasan secara teknis akan dilakukan Selasa (22/8). “Hari ini (kema­rin, red) survei. Besok (hari ini, red) siang secara teknis diba­has berdasarkan hasil survei,” singkat Syarifah.

Sebelumnya, Pemkab Bo­gor memastikan rencana pelebaran jalur Puncak pada tahun ini segera direalisasi­kan. Melalui anggaran Rp26 miliar, pemerintah pusat akan melebarkan jalan sepanjang 3,3 kilometer dari keseluruhan 21 kilometer jalur Puncak. Hal tersebut dipastikan Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasa­rana (Sarpras) Bappeda dan Litbang Kabupaten Bogor Ajat Jatnika.

Menurut Ajat, dari anggaran Rp26 miliar, ada tiga kegiatan yang akan dilakukan pemerin­tah pusat. Di antaranya melaku­kan pembangunan longsoran di kawasan Puncak hingga Cianjur, membangun black spot atau jalur penyelamatan Selar­ong dengan panjang kurang dari 50 meter serta pelebaran jalan di beberapa spot yang sudah dipetakan. “Ini sudah menjadi kewenangan nasional,” kata Ajat.

Untuk tahap awal akan dilakukan sepanjang 3,3 ki­lometer. Sedangkan sisanya sekitar 17,7 kilometer jalan yang belum dilebarkan itu belum bisa ditentukan kapan akan dilakukan, apakah di tahun ini atau pada tahun selanjutnya. Sebab, itu semua tergantung kebijakan bupati. “Tergantung bupati kapan mau pembongkarannya. Tapi kalau kami perencanaannya sudah disiapkan,” imbuhnya.

Biskaah Duit Jamaah First Travel Rp550 Miliar Terselamatkan?

0

BOGOR DAILY- Uang 34 Ribu orang yang mencapai Rp 550 miliar menguap entah ke mana. Di rekening bos First Travel, hanya tersisa Rp 1,3 juta. Skenario besar pun disusun untuk menyelamatkan uang tersebut, dengan segala risikonya.

Berikut berbagai skenario menyelamatkan uang jemaah.

Jalur Pidana
Jalur pidana ditempuh guna meminta pertanggungjawaban hukum petinggi First Travel.
Polisi telah menetapkan tiga tersangka, yaitu:

1. Andika Surachman
2. Anniesa Desvitasari Hasibuan
3. Kiki Hasibuan

Lewat jalur pidana ini, pihak yang terkait akan dibidik dengan dua pasal besar, yaitu:

1. Penipuan dan Penggelapan
Dengan delik penipuan dan penggelapan, akan terungkap apakah benar ada niat jahat dan perbuatan jahat yang dilakukan para terdakwa. Ancaman maksimal kejahatan penipuan selama 4 tahun penjara sedangkan ancaman maksimal kejahatan penggelapan selama 4 tahun penjara.

Bila ada 1.000 orang yang tertipu, maka tidak menutup kemungkinan pelaku akan diadili berkali-kali hingga dibui berpuluh-puluh tahun.

2. Pencucian Uang
Setelah terbukti ada niat jahat dan pebuatan jahat, maka pelaku akan dikenakan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Berikut kelebihan dan kekurangan menggunakan TPPU:

Hukuman maksimal: 20 Tahun penjara
Target: Mengejar larinya uang jemaah.
Teknis penelusuran: Menyita aset dan menelusuri rekening.
Kendala: Memakan waktu lama dan jumlah tersangka bisa bertambah.
Kelebihan: Titik terang kemungkinan larinya dana jemaah bisa diketahui. Kemungkinan uang jemaah kembali tergantung kemampuan penyidik.

Kasus Chat Mesum Habib Rizieq Dihentikan? Ini Kata Polisi

0

BOGOR DAILYPolisi mengaku belum menerima permohonan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) dari pihak imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab. Polisi juga masih menelaah kemungkinan penghentian kasus dugaan chat berkonten pornografi di situs baladacintarizieq itu.

“Kita belum dapat informasi itu untuk surat itu. Tapi kita akan telaah. Namanya kemungkinan-kemungkinan bisa terjadi,” tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Senin (21/8/2017).

Argo mengatakan pengeluaran SP3 itu sepenuhnya merupakan kewenangan Polri. Semua proses yang dilakukan polisi itu bergantung pada fakta hukum yang ada di lapangan.

“SP3 yang mengeluarkan kepolisian. Semua bisa terjadi. Semua kemungkinan bisa terjadi. Apakah itu bisa dihentikan atau tidak. Itu tergantung fakta hukum di lapangan,” ungkapnya.

Argo lantas menjelaskan proses pemeriksaan Rizieq di Arab Saudi. Menurutnya, pemeriksaan belum dilakukan secara keseluruhan karena terkendala masalah waktu dan kondisi.

“Ya intinya kita mendapatkan informasi yang diminta oleh penyidik. Tapi belum keseluruhan karena masalah waktu kemudian juga situasi. Nanti kalau ada kekurangan kita akan tanyakan lagi,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai inti proses pemeriksaan, Argo hanya menerangkan pihaknya hanya berusaha mencocokkan keterangan saksi dan tersangka. “Ya intinya kita tetap mengkomunikasikan antara keterangan saksi kemudian dengan tersangka dan saksi-saksi lain,” terangnya.

Sebelumnya, pengacara Rizieq, Sugito Atmo Prawiro, mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat permohonan SP3 kepada Polda Metro Jaya. Dia berharap polisi segera melakukan gelar perkara terkait dengan kasus dugaan chatberkonten pornografi di situs baladacintarizieq itu.

Pabrik Kasur di Gunungsindur Meledak, 2 Truk Terbakar

BOGOR DAILY– Pabrik pembuatan kasur di Desa Pedurenan, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor hangus terbakar. Dua unit truk pengangkut barang ikut hangus terbakar dalam kejadian tersebut.

Kebakaran terjadi pada Senin (21/8/2017) sekitar pukul 20.30 WIB. Saat kejadian, pabrik sedang tidak beroperasi dan tidak satupun karyawan yang biasa tidur di dalam mess pabrik yang berada di lokasi.

“Pas kejadian saya lagi tidur, terus dibangunin sama tetangga. Ada asap dari kasur, saya sempet siram, tapi asapnya makin tebal. Saya langsung lari. Kasih kabar ke teman-teman,” kata Heri, salah satu pegawai pabrik kasur di lokasi.

Saat kejadian, masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran tidak bisa berbuat banyak karena khawatir terjadi ledakan yang membahayakan.

“Isinya kan banyak tinner, bahan kimianya banyak. Kasur sama busa, makanya cepat membesar,” kata Yanto, pegawai lain di pabrik kasur tersebut.

Warga tidak berani mendekat dan hanya bisa menyaksikan api perlahan yang terus berkobar dari kejauhan. “Pemadam sudah dikabarin katanya. Tapi di sini kan memang jauh dari kantor pemadam. Apalagi kalau kantor pemadam Bogor,” kata Sartan, warga yang ditemui di lokasi

Ledek Gaji Pegawai Kereta Cuma Makan Tempe, Pilot Ini Disemprot

0

BOGOR DAILY- Masalah personal bisa menjadi besar apabila menyerempet hingga soal profesi dan gaji. Hal itu terlihat dari viralnya komentar seorang pria yang mengaku pilot dan meledek gaji pegawai kereta.

Screenshot komentar dari pemilik akun berinisial AS itu dipublikasikan, salah satunya, oleh pemilik akun Masinis Indonesia. Di profilnya, AS menulis dirinya adalah pilot Sriwijaya Air. “haha ngga level pegawai kereta rendahan. Gaji aja paling cuma 3 jt itu pun mkn sebulan ngga cukup. Mkn paling sama tempe sama teh tawar doank. Ya ngga tjuk,” tulis AS.

Dalam komentar tersebut, AS sebenarnya me-mention pemilik akun lain namun nama akun lain itu ditutup. Saat di-mention akun lain agar tidak sombong dengan gaji Rp 50 juta, AS kembali membalas.

“bkn 50 jt tp 80 jt. Jadi lebih di atas nya lg ya. Mo nyombong mo ngga itu urusan gw donk,” tulisnya lagi.

Komentar-komentar AS ini lalu diprotes netizen. Salah satunya pemilik akun Masinis Indonesia, yang tidak terima.

“jika anda memiliki masalah pribadi atau personal dengan seseorang silahkan diselesaikan dengan orang tersebut. Tidak perlu untuk merendahkan instansi yang lain dan pekerjaan yang lain. Kalo kami gajinya 3 juta makan cuma tempe dan minum cuma es teh tawar kenapa pak? apakah ada yang salah? Mungkin saat ini bapak sedang berjaya mangkanya sampe merendahkan orang seperti itu. Tapi ingat pak, kalau suatu saat bapak MATI gaji bapak yang 80 juta nggak dibawa keakhirat kok. Sekali lagi silahakan kalau punya masalah pribadi silahkan untuk diselesaikan dengan personalnya tapi jangan merendahkan instansi yang lain”tulis pemilik akun tersebut.

Akun AS kini sudah dikunci. Tak ada lagi pula tulisan ‘Sriwijaya Air’ di profilnya.  Ada pemilik akun Facebook lain yang mengunggah screenshot komentar AS lain yang mengungkap alasan dia sampai mengungkit gaji pegawai kereta. Ternyata karena persoalan perempuan.

Saat dimintai konfirmasi terkait viralnya komentar AS, pihak Sriwijaya Air menyebut itu sebagai masalah personal. Sriwijaya Air berharap masalah tersebut dapat segera selesai.

“Kami sesalkan bahwa ada masalah seperti ini. Mudah-mudahan bisa diselesaikan secara personal. Itu wilayah personal,” kata Corporate Communication Sriwijaya Air Agus Sujono

Aduh Lomba Panjat Pinang Berujung Celaka di Kadumangu Bogor

BOGOR DAILY– Kemeriahan HUT RI ke-72, masih terasa hingga Minggu (20/8/17). Beragam perlombaan seperti panjat pinang masih duselenggara di beberapa desa. Sayang, lomba warisan pendahulu ini menelan sejumlah korban.

Seperti di Kampung Kedumangu, Desa Tangkil. Rijal Damansyah (17), nyaris tewas saat mengikuti lomba panjat pinang, Minggu (20/8/17). Insiden itu berawal saat Rijal sampai di puncak tiang pinang, tiba-tiba batang pinang yang sudah keropos patah.

Akibatnya, Rizal terjatuh dari batang setinggi tiga meter itu. “Tiang yang patah, untungnya dibawah pinang lumpur jadi tak terlalu parah,” ujar Tatang, salah satu staf Desa Tangkil.

Menurut Tatang, saat terjatuh kondisi Fauji sangat mengkhawatirkan. Sebab, korban sempat pingsan tidak sadarkan diri. Langsung saja, dibawa pulang ke rumahnya dan mendapat pengobatan tradisional. “Waktu dibawa pulang baru sadar dan langsung diurut,” ucapnya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami patah tulang di bagian kaki kirinya. Dan dadanya masih terasa sesak. “Belum kedokteran. Tapi keluarga ada rencana ke rumah sakit untuk cek,” tuturnya.

Meski menelan banyak korban, perlombaan panjat pinang seakan menjadi primadona saat moment hari kemerdekaan. Hal itu ditandai dari perlombaan di setiap desa di Kecamatan Citeureup.

Camat Citeureup, Asep Mulyana menerangkan, setiap desa mengadakan panjat pinang sebagai bentuk ekspresi kebahagiaan menyambut kemerdekaan. “Semua desa mengadakan panjat pinang. Meski ada korban, tapi tidak menimbulkan kematian,” tukasnya.

Menurutnya, panjat pinang menjadi budaya tahunan yang sulit dihilangkan. Meski sudah makan banyak korban luka. “Kami hanya bisa imbau agar tiang pinang tidak terlalu tinggi. Dan alasnya sebisa mungkin lumpur atau air,” tukasnya

Ratusan Piagam Salah Ketik HUT RI Jadi HUT RT Akhirnya Ditarik

BOGOR DAILY– Insiden bendera Merah Putih terbalik di buku panduan SEA Games 2017 bikin heboh. Kesalahan nyaris senada, juga terjadi di  Kabupaten Bogor. Ratusan piagam penghargaan untuk desa terpaksa ditarik kembali, menyusul kesalahan ketik HUT RI jadi HUT RT.

Foto kesalahan penulisan tersebut tersebar di grup-grup media sosial WhatsApp. Dalam piagam yang sudah berstempel dan bertanda tangan Bupati Bogor Nurhayanti tersebut, terdapat kalimat ‘HUT RT ke-72 tingkat Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor Nurhayanti menyatakan sudah menarik semua piagam yang diberikan kepada desa untuk segera diperbaiki penulisannya. “Sudah ditarik dan diganti semua,” ujar Nurhayati seperti dikutip dari Metropolitan.

Informasi yang dihimpun, ada sekitar 128 piagam yang telanjur dibagikan.Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Kecamatan Sukajaya Eko Sukatma, mengaku kaget sekaligus kecewa setelah tahu piagam yang diterima desa terdapat salah ketik. “Kami sudah senang dapat penghargaan, eh gara-gara salah tulis itu malah jadi kecewa,” katanya.

Dia mengungkapkan, sebelas desa di wilayah Kecamatan Sukajaya pun mengalami hal serupa dengan piagam yang diterimanya. “Kami harap kecerobohan ini tidak terulang lagi,” tandasnya.

Polisi Berlakukan Jalur Cijeruk-Caringin Satu Arah

BOGOR DAILY– Setelah sekian lama akhirnya Jemba­tan Cisadane yang menghu­bungkan Cijeruk–Caringin, Kabupaten Bogor, akan dip­erbaiki. Ini menyusul mulai berdatangannya alat berat di Kampung Cisalopa, Kecama­tan Caringin, kemarin.

Kepala Subbagian Humas Pol­res Bogor AKP Ita Puspitalena mengatakan, alat berat sudah berdatangan dan sebentar lagi pengerjaan pembangunan akan dilakukan. Sehingga masyarakat yang melintas di kawasan itu agar berhati-hati. Karena tak menutup kemungkinan dampak dari pembangunan akan terjadi kepadatan arus lalu lintas atau kemacetan. “Kita tetap akan ke­rahkan petugas untuk berjaga di sana,” kata Ita.

Hal senada diungkapkan Kasi Pengawasan Sarana Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bo­gor Irawadi Sukisman. Men­urutnya, masyarakat diharap­kan bersabar atas rencana perbaikan jembatan ini. Sebab, dari hasil pengawasan Kemen PU, jembatan Cisadane sudah waktunya dipugar. “Jadi ma­syarakat kami minta bersabar. Diperbaiki untuk keselamatan juga kan, daripada nunggu roboh,” katanya.

Untuk mengurai kemacetan, lanjut dia, pihaknya bersama aparat kepolisian akan mela­kukan rekayasa lalu lintas, yakni dengan cara memba­tasi waktu kendaraan berat melintas. Namun, rekayasa itu akan berlaku hanya saat jam-jam sibuk, semisal dari 06:00 hingga 18:00 WIB. “Ja­di kami tahan dulu untuk antisipasi kemacetan parah. Satu jalurnya tetap akan dila­kukan,” imbuhnya.

Di sisi lain, Irawadi menjelas­kan, perbaikan jembatan yang dimaksud adalah memasang jembatan bailey di atas jem­batan yang sudah ada. Jemba­tan itu nantinya diperkirakan mampu menopang kendaraan berat hingga mencapai 75 ton. “Jadi pengerjaannya dua sesi. Jadi, saat satu sesi dikerjakan, di atasnya ada jembatan bai­leynya yang nyambung ke jembatan lama. Jadi ditumpuk. Begitu juga sebaliknya,” tutup­nya.

SPBU Citayam Meledak, Motor Penjual Bensin Hangus

BOGOR DAILY– Stasiun Pengisian Bahanba­kar Umum (SPBU) di Jalan Arco, Parung-Ragamukti, Desa Citayam, Kecamatan Tajurha­lang, Kabupaten Bogor, tiba-tiba meledak, kemarin. Meski tak ada korban jiwa, satu unit motor milik penjual bensin eceran ikut tersambar api hingga hangus terbakar.

Sekitar pukul 08:15 WIB, petugas dan pe­langgan SPBU di Citayam hangus terbakar. Kejadian bermula saat seorang karyawan ber­nama Uum melayani pengisian bensin kepada pelanggan untuk dijual eceran. Namun saat proses pengisian, tiba-tiba terjadi ledakan kecil dan memicu ledakan susulan yang lebih besar. Kejadian tersebut membuat semua orang di area SPBU panik.

Warga Sasakpanjang Maman mengaku kaget mendengar ledakan dari SPBU. Saat tengah melintas depan SPBU, ia melihat ada petugas lari meninggalkan dispenser pengis­ian, sedangkan api sudah berkobar. Api mem­besar lantaran jeriken yang berisi bensin ikut terbakar. Kobaran api semakin mem­besar hingga membakar satu unit sepeda motor pelanggan yang sedang mengisi bahan bakar tersebut. “Tadi suara ledakannya kencang pas saat lewat depan SPBU,” katanya.

Saksi lainnya, Ade, melihat api di ujung selang pengisian yang tertancap di lubang jeri­ken. Api kemudian menyembur ke atas, sementara jeriken ter­sebut pecah hingga berham­buran ke bawah dan menyebab­kan api semakin besar mem­bakar seluruh dispenser dan sekitarnya. “Api begitu cepat sehingga membuat saya dan warga lainnya panik. Kejadian­nya berjalan sangat cepat dan api terus membesar,” ujarnya.

Seorang petugas keamanan Mulyadi menambahkan, saat kejadian semua dalam kon­disi panik melihat api. Namun pihaknya harus mengambil langkah antisipasi dengan me­nyemprot api dengan tabung pemadam.

”Saya berusaha semaksimal mungkin memadamkan area sekitar agar api tidak menja­lar ke mana-mana. Saya me­rasa ini tanggung jawab saya, karena kejadian saat sif saya bertugas,” ucapnya.

Kebakaran pom bensin ini pun ditangani petugas Damkar Kota Depok. Kepala Dinas Pe­madam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok Yayan Aryanto menuturkan, meski lo­kasi SPBU Pertamina yang ter­bakar berada di Kabupaten Bogor, lokasinya berbatasan langsung dengan wilayah Kota Depok. Karena itu, pihaknya berinisiatif menurunkan tim un­tuk mengatasi kebakaran saat menerima laporan warga. ”Kami turunkan dua unit mobil damkar ke lokasi kejadian,” katanya.

Dalam waktu 40 menit, tam­bah Yayan, api bisa diatasi dan dicegah meluas ke bangunan lain dan pompa pengisian lain di SPBU tersebut. ”Kebakaran terjadi karena human error saat pengisian bahan bakar dilaku­kan petugas ke konsumen pengendara sepeda motor,” katanya. Yayan memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. ”Kerugiannya dip­erkirakan mencapai Rp250 juta. Luas area yang terbakar adalah sekitar 100 meter persegi,” pung­kasnya.