Friday, 10 April 2026
Home Blog Page 8964

Nyuri Kotak Amal di Masjid Cawi, Pria Ini Nyaris Bonyok

BOGOR DAILY– Warga Kampung Amaliah, Desa Ciawi, Kecamatan Ciawi nyaris mengeroyok Usup (30) seorang pengangguran yang kepergok mencuri Keropak (Kotak Amal) di Mushola Al-Askar.

Beruntung salah seorang tokoh agama berhasil meredam emosi warga dan menyerahkan urusan ke Polsek Ciawi.

Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 15.30 WIB setelah Ayub (25) guru mengaji di mushola hendak masuk ke tempat wudhu. Dari balik jendela ia mendengar suara benda yang bergerak dari dalam mushola. Mencoba mencari tahu, pemuda ini pun berniat masuk ke dalam.

“Tiba-tiba ada orang keluar pintu bawa tas dan tasnya berbentuk seperti ada isinya,” tuturrnya kepada Pojokjabar di Mapolsek Ciawi, Selasa (08/08/2017)

Benar saja, setelah melihat kotak amal yang biasa ada di dekat mimbar imam sudah raib. Melihat itu, spontan ayub langsung menarik tubuh orang yang mencurigakan. “Setelah ditanya benar  waktu digeledah itu kotak amal. Saya buka, dan dia ketakutan,” katanya.

Saat kejadian, Ayub kembali menuturkan, bertepatan dengan waktu salat Ashar puluhan warga yang hendak salat langsung melayangkan bogem mentah ke arah pelaku. Tak lama, emosi warga surut setelah tokoh agama di sana datang. “Untung pak kiyai ajengan datang jadi tadi ada warga yang lapor ke Polsek,” terang Ayub.

Kapolsek Ciawi Kompol Muhtarom mengatakan, guna menghidari amuk masa, petugas polsek yakni Aiptu Sukarno dan Brigadir Derajat langsung mengamankan pelaku.

Saat diperiksa pelaku yang bernama Usup warga Kampung Bendungan RT01/01, Desa bendungan mengaku sudah dua kali mencuri kotak amal. Barang bukti berupa kotak amal dengan isi Rp 308.700.

“Pelaku saat ini diperiksa dan diancam Pasal 362 tentang pencurian dengan hukuman maksimal tiga tahun penjara,” tegas Kapolsek.

Ia bahkan menyesali perbuatannya. Pria bertubuh tambun ini mengaku sudah beberapa bulan terakhir tidak bekerja. Sementara ia harus menafkahi istri, dua anak tiri, dan satu anak kandungnya.

Sehari-hari pria yang hanya mengenyam bangku sekolah dasar ini berkerja serabutan. Terkadang, ia menjadi kuli bangunan atau sebagai kuli di pasar “Saya terpaksa pak. Saya nyesel. Istri dan anak saya harus makan. Saya sudah cari kerja ke sana kemari tapi enggak dapat pak,” akunya sambil menangis.

Masjid yang Diprotes Warga Tanahbaru Sudah Kantongi IMB

BOGOR DAILY- Pasca sejumlah warga sekitar menggeruduk pembangunan Masjid Imam Ahmad Bin Hanbal di Jalan Kolonel Ahmad Syam, Kelurahan Tanahbaru, Kecaman Bogor Utara, jamaahnya tetap menjalani ibadah seperti biasa. Bahkan, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Imam Ahmad Bin Hanbal akhirnya mau buka-bukaan soal tuduhan yang sempat ramai diberitakan tak berizin.

Juru bicara Imam Ahmad Bin Hanbal, Teungku Muhammad Ali, membantah soal tudingan masjid tersebut tak berizin. Menurut Teungku Ali, pihaknya sudah memiliki izin dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terkait pembangunan masjid tersebut, begitu juga dengan sejumlah izin dari warga sekitar.

“Kita merupakan warga yang taat pada aturan, sehingga segala administrasi dalam pembangunan masjid ini kita tempuh sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.

Imam Ahmad Bin Hanbal mengklaim telah mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dengan nomor IMB 645.8.1014-BPPTPM-IX/2016 yang diterbitkan pada 29 September 2016.

Sementara pihak DKM menyesalkan insiden demo yang nyaris bentrok tersebut. Sebab, seharusnya penolakan itu disalurkan kepada pihak berwajib karena ada pihak yang berwenang menentukan pembangunan masjid ini melanggar atau tidak. “Ya harusnya bukan dengan cara datang dan melakukan cacian kepada pihaknya yang sedang salat pada waktu itu,” katanya.

Terkait tuduhan yang menyebutkan jamaah di masjid ini berbeda dan menganut paham Wahabi serta menutup diri kepada umat muslim yang akan beribadah di masjid tersebut, Teungku Ali membantahnya. Ia mengungkapkan, masjid Imam Ahmad Bin Hanbal dapat digunakan siapa saja yang akan beribadah.

“Kita tidak bisa menilai sendiri, biarkan pemerintah yang menilai kita seperti apa. Kan mereka mempunyai bagiannya masing-masing dan masjid ini rumah Allah. Kita tidak bisa melarang orang untuk menjalankan ibadahnya,” terangnya.

Selain itu, Imam Ahmad Bin Hanbal berencana akan membangun masjid tiga lantai, di mana lantai dasar akan digunakan untuk basement, sedangkan lantai duanya digunakan untuk masjid. Namun, rencana pembangunan tersebut tidak berjalan mulus karena dua tahun terakhir mendapat penolakan dari warga sekitar.

Sementara terkait adanya penolakan dari warga sekitar atas pembangunan masjid tersebut, membuat Wali Kota Bogor Bima Arya meminta agar pembangunan masjid Imam Ahmad Bin Hanbal dihentikan terlebih dahulu. Hal itu karena pihaknya akan menggelar pertemuan dengan MUI Kota Bogor, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bogor dan jajaran muspida lainnya.

“Saya meminta agar situasinya dibuat kondusif dulu. Makanya saya minta agar pembangunan tersebut diberhentikan dulu,” katanya. Bima mengaku akan menggelar rapat tanpa melibatkan warga yang menolak pembangunan masjid tersebut serta jamaah dari masjid tersebut. (bd)

Polda Jabar Gerebek Markas Pembuatan Ijazah Palsu

BOGOR DAILY– Polda Jawa Barat bekerja sama dengan Polsek Tambora menggeledah sebuah rumah di Jalan Tubagus Angke, Siaga 1 Nomor 179 Kecamatan Tambora, Jakarta Utara. Penggeledahan dilakukan karena di rumah tersebut telah terjadi pemalsuan dokumen ijazah palsu, yang melibatkan beberapa orang pelaku.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus dalam keterangannya, Senin (8/8), mengatakan, kasus ini bermula dari laporan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jawa Barat, yang mengaku kecolongan hingga Rp 34 miliar. Setelah melalui pengusutan dan pemeriksaan beberapa orang pegawai bank, terungkap bahwa uang tersebut terpakai untuk penggadaian sertifikasi guru.

“Uangnya telah diserahkan oleh pihak bank BPR. Setelah diperiksa, ternyata sertifikat yang digadaikan palsu,” kata Yusri.
Ada sekitar 300 orang guru yang terlibat dalam kasus dokumen ijazah palsu tersebut. Polisi juga turut mengamankan beberapa orang dari 13 tersangka yang terlibat, dengan pelaku utama berinisial bernama Yayan Taryana, selaku agen yang menghubungkan antara guru dan pembuat ijazah palsu, dan TM yang berperan sebagai salah satu tersangka pembuat ijazah palsu.
“Nilai sertifikasi yang digadaikan Rp 80 juta,” kata Yusri.
Dari hasil penggadaian sertifikasi ini, dibagikan ke seluruh pihak yang terlibat, termasuk beberapa orang karyawan bank. Yusri menyebut, si pemilik sertifikat mendapat bagian sebesar 30 persen, sementara tersangka Yayan mendapat Rp 12 juta.
Dari pengembangan kasus di Jawa Barat, polisi kemudian melakukan penggeledahan pada 6 Agustus lalu di sebuah rumah di Jalan Mantang, Koja, Jakarta Utara. Penggeledahan ini dilakukan berkat laporan dari salah seorang tersangka bernama Wawan Hermawan (27) yang lebih dulu ditangkap.
“Dari keterangan Wawan, dirinya mengaku hanya bertugas sebagai kurir untuk setiap pembuatan dokumen, yang dibuat oleh tersangka Marhain alias Atung dan Sutomo alias Tomo. Keduanya masih dalam pengejaran,” jelas Yusri.
Hari ini, polisi menggeledah sebuah rumah di Jalan Tubagus Angke Siaga, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, dan mengamankan sejumlah barang bukti

Sahrul Gunawan Gagal Nikahi Gadis 19 Tahun

BOGOR DAILY- Sahrul Gunawan batal menikah dengan gadis muda bernama Amanda Restianti (19) pada pertengahan Juli lalu.  Lantas, apa sebenarnya alasan Sahrul tak jadi menikahi Amanda?

“Alasannya, cukup saya dengan beliau saja yang tahu. Yang jelas, memang segala sesuatu itu memang kita harus meyakini bahwa Allah Yang Maha membolak-balikkan hati manusia,” katanya, saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa kemarin, 8 Agustus 2017.
Alul, begitu sapaannya, hanya pasrah untuk urusan jodoh, karier, dan maut. Dia tak ingin sesumbar, atau pun menargetkan kapan akan melepas status dudanya itu. “Kami berdua sudah menerima, Alhamdulillah sampai saat ini silaturahminya masih baik,” ucapnya lagi.
Pria kelahiran Bogor ini mengaku sudah ikhtiar dan mantap dengan keputusannya itu. Tak dipungkiri, sebelum keputusannya itu terucap, persiapan pernikahan sudah dilakukan.
“Ya, karena memang sebetulnya kan pernikahan itu sendiri, memang dilakukan bukan bermewah-mewah mewah. Jadi, akhirnya kami lebih punya ruang untuk berpikir baiknya bagaimana,” tutur pria berusia 41 tahun itu.
Mantan suaminya Indriani Hadi itu juga melepaskan Amanda, karena masih muda. Dia menganggap kesempatan Amanda lebih besar untuk mencari pasangan hidup. “Beliau juga masih muda, cukup panjang kesempatannya. Dan, mungkin mau melakukan hal-hal apa dulu,” kata Alul.

Ada Sayembara Rp500 Ribu, Berburu Pembuang Sampah di Bojonggede

BOGOR DAILY– Sudah dua minggu ini aktivitas oknum pembuang sampah di kawasan Bojonggede, Kabupaten Bogor jauh berkurang. Padahal dahulu, setiap malam atau di pagi hari, hilir mudik pemotor, orang dengan mobil, atau dengan jalan kaki membuang sampah di sungai tak jauh dari Stasiun Bojonggede.

Pembuang sampah bukan hanya warga sekkitar, tapi dari berbagai tempat, mereka hanya tinggal melempar saja. Alhasil sungai penuh sampah dan di saat hujan, banjir melanda.
Perlahan warga mulai sadar. Sampah mengakibatkan banjir, lingkungan kotor, dan bau. Mereka pun berembuk hingga akhirnya mengambil keputusan. Hukuman keras bagi para pembuang sampah sembarangan.
Si pembuang sampah yang tertangkap tangan akan dikenakan denda Rp 500 ribu, dan uang denda itu akan diberikan kepada yang memergoki atau menangkap basah. Cara warga menghukum keras dengan denda ini cukup efektif. Buktinya pembuang sampah berkurang. Tak hanya itu saja, kini banyak warga yang diam-diam memantau tempat itu, berharap ada yang membuang sampah sembarangan dan kena denda. Tentu uang itu buat mereka yang menangkap si pembuang sampah.
Hukuman denda ini lebih efektif dibandingkan dengan hanya kata-kata kasar saja, semisal ‘Hanya Monyet yang Buang Sampah Di Sini’, ‘Buang Sampah Sembarangan Bukan Manusia’. Mungkin kata-kata memang sudah tak mempan.
Wilayah Kabupaten Bogor memang dikenal dengan lokasi buang sampah sembarangan. Entah mengapa warga begitu mudah membuang sampah seenaknya. Satu lokasi lain di mana sampah berserakan di pinggir Jalan Raya Jakarta-Bogor, tepatnya di depan Pasar Cikema, pasar baru di Cibinong

Belum Jadi Tawuran, Pelajar Bersenjata Ditangkap

BOGOR DAILY– Kawanan pelajar bersenjata terpaksa berurusan dengan polisi. Diduga hendak  tawuran di Simpang Sentul, Cibinong, Kabupaten Bogor, sejumlah pelajar diamankan di Polres Bogor. Jajaran Polres Bogor mengamankan sejumlah pelajar asal Kota Bogor tersebut pada Selasa (8/8/2017).

“Kami amankan sekitar jam 9 pagi tadi,” kata Kepala SPK Polres Bogor, Ipda Ketut Laksuarjana, Selasa (8/8/2017) siang.

Menurut Ketut, dari hasil pemeriksaan terhadap pelajar tersebut ditemukan pula senjata tajam. “Ada yang bawa senjata tajam juga,” terangnya.

Pelajar yang bersekolah di Kota Bogor ini kemudian diberin pembinaan serta hukuman dengan dijemur di halaman Mapolres Bogor.

Emak-emak Terobos Jalan yang Baru Dicor, Begini Jadinya…

0

BOGOR DAILY– Ada-ada saja kelakuan pengendara motor ibu-ibu satu ini. Seorang ibu nekat melintasi jalan yang sedang dicor beton. Padahal, coran beton jalanan tersebut masih basah dan belum bisa dilintasi. Peristiwa ini terjadi di Jalan Raya Gunung Putri, Bogor.

Fotonya lantas menjadi viral di sosial media. Dalam foto nampak seorang ibu sedang sibuk mengeluarkan motornya yang terjebak dalam coran beton yang masih basah. Ia turut dibantu seorang pria untuk mengangkat motor tersebut.

Alhasil, jalan raya yang sedang dalam perbaikan itu jadi rusak lantaran diterjang motor jenis matic warna putih yang dikendarai wanita tersebut.

Saat itu memang banyak pengendara tidak sabaran untuk melintas karena Jalan Raya Pahlawan Citeureup-Sentul sedang macet-macetnya.

Informasi yang dikutip dari akun Facebook Roda2blog.com, disebutkan akibat ulahnya, ibu tersebut dimintai pertanggungjawaban mengganti biaya coran beton sepanjang 10 meter yang rusak. Foto yang viral ini lantas mendapat banyak tanggapan dari netizen.

“Sejak td saya mikir. Apa ibu ini baru belajar naik sepeda ya kok norak sekali. Hadehhhhhh..,” tulis pengguna akun Endang Roes.

“Emak2 gk pernah salah!! yg salah itu cor2 annya! udah tau emak2 mau lewat. harusnya minggir kek! atau itu cor2 an cepat kering kek!,” sebut Bagus Setiawan.

“Terutama emak emak yg anterin anak sekolah seenaknya aja naik motor kayak jalan tuh milik dia sendiri, maklum sekarang emak emak bnyk yg genit, anterin anak sekolah aj dandannya persis mau ke hajatan/pengantin,” cetus Wahyoe Calleda.

“Dia awalnya pasti mikir “ni orang pada aneh ya, Jalan kosong kok gak dilewatin,” tulis Eko Purwanto.

Hasil Operasi Lalin, Polisi Tahan Ratusan Angkot Bogor

BOGOR DAILY– Selama tiga pekan ini, sedikitnya 300 angkutan perkotaan (angkot) di Kota Hujan, Bogor ditilang dan dikandangkan di Mapolres Bogor Kota, Kedung Halang. Hasil itu merupakan hasil operasi rutin tertib lalu lintas terhadap kendaraan yang melanggar lalu lintas.

Kepala Satuan Lantas Polresta Bogor Kota Komisaris Bramastyo Priaji di Bogor, Selasa (8/8/2017) menyebutkan, pelanggaran yang dilakukan angkot itu seperti tidak melengkapi diri dengan surat-menyurat, parkir dan berhenti di sembarang tempat. Lainnya, melanggar trayek dan KIR tidak sesuai.
Februari 2017 lalu, Satuan Lalu Lintas Polresta Bogor juga melakukan hal yang sama. Hasilnya, dalam waktu 10 hari sebanyak 220 unit angkot juga ditilang dan ditahan karena melanggar tertib lalu lintas.
Menurut dia, banyaknya jumlah angkot yang ditilang tidak dapat menjadi barometer bagi meningkat atau menurunnya angka pelanggaran lalu lintas. Karena tergantung dengan berapa lama waktu penindakan, dan berapa banyak polisi melakukan penindakatan.
Ia mengaku, meski polisi lebih aktif melakukan penertiban tetapi belum tentu pelanggaran menurun. Begitu pula sebaliknya.
“Tetapi, dari penindakan yang dilakukan, tampak etika pengemudi dalam berlalu lintas tidak banyak berubah dan polisi hanya bisa melaksanakan penindakan,” tuturnya.
Dia mengatakan, upaya penertiban selalu dilakukan Satuan Lalu Lintas Polresta Bogor Kota dalam rangka menciptakan keamanan, stabilitas dan kelancara lalu lintas di Kota Bogor. Pihaknya selalu berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Bogor serta pihak-pihak lain.

Proyek Rp15 Miliar di PUPR Kabupaten Bogor Macet

BOGOR DAILY– Kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten jadi sorotan DPRD Kabupaten Bogor. Sudah memasuki semester dua, serapan anggaran di dinas ini masi sepuluh persen. Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Adi Suwardi mengatakan, dari hasil rapat kajian yang dilakukan Banggar DPRD Kabupaten Bogor, diketahui serapan anggaran DPUPR masih di angka 10 persen.

“Ini masih jauh banget. Pemerintah harus memperhatikan dan mengubah pola kerja ini. Janganlah nunggu warga teriak dulu, artinya pemerintah harus serius menangani jalan Kabupaten Bogor,” kata Adi.

Sementara itu, dari data Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPLBJ) pada Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor menunjukkan tahun ini ada sebanyak 284 rencana kegiatan yang akan dikerjakan DPUPR. Namun, hingga 2 Agustus 2017, DPUPR baru mengajukan permohonan lelang sebanyak 253 kegiatan, dalam artian masih ada 31 paket kegiatan yang belum diserahkan ke BPLBJ. “151 kegiatan sudah selesai, 78 masih proses lelang, 7 gagal lelang dan 17 persiapan atau masih perlengkapan berkas,” kata Kepala BPLBJ Kabupaten Bogor, Budi Cahyadi Wiryadi.

Jika ke-31 paket kegiatan ini belum dilelangkan, kata Budi, akan menjadi Silpa. Kecuali bila pekerjaannya selesai tahun ini juga. Minimal waktu pengerjaannya 120 hari kerja atau 3 bulan, kalau lebih dari itu sudah tidak bisa. “Tinggal dilihat dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) setiap kegaitan tersebut. Kalau waktunya mencukupi untuk dikerjakan akan dilelang, kalau tidak tentu akan jadi silpa,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kepala DPUPR Kabupaten Bogor, Yani Hasan meyakinkan, jika data yang dimiliki BPLBJ itu hanya per tanggal 2 Agustus. Sedangkan, saat ini dari 31 paket itu sudah masuk sekitar 27 paket. “Artinya tinggal 4 paket lagi. Satu kegiatan rata-rata pagu anggarannya di bawah Rp500 juta. Pembangunan jalan semua dan satu atau dua bulan juga sudah selesai,” kata Yani.

Menurutnya, memang tak dipungkiri dalam rencana pelelangan kegiatan ini masih ada kendala. Kegiatan yang banyak tidak dibarengi dengan jumlah personel yang cukup jadi alasan kenapa lelang kegiatan terhambat. Sehingga, untuk yang akan datang, pihaknya akan mempersiapkan lagi beberapa jumlah personil yang dibutuhkan untuk ditambah. “Nambah personel atau jumlah jam kerjanya kita lebih efektifkan lagi. Tapi sementara di struktural tidak ada perubahan atau pergantian personil,” tutupnya.

Raline Shah Didapuk Jadi Direktur Air Asia Indonesia?

0

BOGOR DAILY– Kabar mengejutkan berasal dari artis Raline Shah. Dia ditunjuk sebagai direktur Air Asia Indonesia. Kabar ini diutarakan oleh CEO Air Asia, Tony Fernandes.

Dikutip dari akun resmi Instagram Tony Fernandes, Selasa 8 Agustus 2017, Tony mengunggah foto dirinya bersama Raline. Disebutkan bahwa artis pemain film “Surga yang Tak Dirindukan” ini menjadi direktur maskapai penerbangan ini.

“Our new director in Air Asia Indonesia @ralineshah. Smart creative, humble. A real coup readying our company for IPO. (Direktur baru kami di Air Asia Indonesia @ralineshah. Pintar, kreatif, rendah hati. Partner nyata bagi perusahaan kami untuk IPO),” tulis dia di akun Instagramnya.

https://www.instagram.com/p/BXfJS03A4BY/

Akan tetapi, Tony tidak menyebutkan posisi yang akan dipegang Raline di Air Asia Indonesia.

Juru bicara Air Asia Indonesia, Baskoro Adiwiyono, belum memberikan tanggapannya ketika ditanya tentang kabar penunjukan Raline sebagai direktur Air Asia Indonesia.