Thursday, 9 April 2026
Home Blog Page 8974

Kematian Ricko Akhiri Perseteruan Bobotoh dan The Jakmania

BOGOR DAILY- Pintu perdamaian antara Viking (Persib) dan The Jakmania (Persija) perlahan mulai terbuka. Sebuah video keakraban kedua suporter tersebut viral di media sosial (medsos).

Keakraban dua suporter yang bertahun-tahun berseteru tersebut diunggah akun Facebook Go-Jek Traveloka Liga 1 pada Jumat (28/7) malam. Dalan video berdurasi 59 detik itu, terlihat Viking dan The Jakmania saling berbaur.

Sambil membawa kain selendang berlogo masing-masing klub, mereka kompak bernyanyi. Sepenggal bait lagu “Indonesia Pusaka” dinyanyikan kedua suporter tersebut. Tanpa ada sekat, mereka pun saling berangkulan. Tampak juga deretan lilin di lantai dalam video itu.

Pemilik akun pun menuliskan caption dalam video yang diunggahnya.

“BERASA MIMPI TAPI NYATA!
SALING BERDAMPINGAN
SEMOGA INI MENJADI AWAL YANG BAIK
Allahuakbar
Ini Real Not Hoax
Sudahi Permusuhan Ini Jak-Bobotoh!
#HD,” tulis akun tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan tersebut berlangsung di Stadion Patriot Bekasi. Viking dan The Jakmania, sama-sama melakukan aksi solidaritas mengenang kematian Ricko Andrean (22) dalam aksi bertajuk 1.000 lilin.

Aksi itu juga diamini oleh Ketua Viking Heru Joko. Ia mengapresiasi adanya aksi tersebut.

“Bagus ya, itu inisiatif, pendukung murni, gerakan murni dari hati, keren pisan. Jadi senang saya melihatnya,” ucap Heru saat ditemui di kediaman Ricko di Jalan Jembar I, Cicadas, Kota Bandung, Jabar, Sabtu (29/7/2017).

Menyusul adanya aksi tersebut, Heru menyebut tidak menutup kemungkinan aksi serupa akan digelat di Kota Bandung. “Di Bandung nanti akan ada, tunggu saja nanti ada pergerakan sama juga,” kata dia.

Heru mengatakan perselisihan antara Viking dan The Jakmania memang sudah seharusnya diakhiri. Bahkan, ujarnya, keinginan ke arah perdamaian itu sudah dilakukan jauh-jauh hari. Komunikasi antar pimpinan kedua suporter sering dilakukan.

“Sudah terus komunikasi kita dari dulu-dulu juga. Inginnya mah kita memang damai,” ucapnya.

Terkait dengan meninggalnya Ricko, Heru mengaku sangat kehilangan. Ia berharap Ricko menjadi korban terakhir sekaligus pembuka pintu perdamaian.

“Semoga perjalanan (perdamaian) menjadi lancar dan sebenarnya memang begitu harus damai. Memang enggak perlulah permusuhan dibikin abadi. Kata-katanya juga sudah negatif kan. Alhamdulilah harus diakhiri ini tuh jangan ada lagi duka,” tuturnya.

Longsor Tenjolaya Tutup Akses Jalan, Ini yang Dilakukan Warga

BOGOR DAILY– Bencana tanah longsor terjadi di Kp.Tarikolot Rt 005/007 Desa Gunung Malang Kecamatan Tenjolaya Kabupaten Bogor, Jumat (28/7/2017) pukul 19.00 WIB.

Tanah longsor tersebut menutup jalan sepanjang kurang lebih 10 meter dan lebar 4 meter serta ketinggian tanah dan batu kurang lebih 0,5 meter.  Sehingga mengakibatkan Jalan Gunung Malang-Ciapus tidak bisa dilewati baik oleh kendaraan roda dua maupun empat.

Bencana longsor itu diakibatkan tingginya curah hujan dan banyaknya sampah yang menutup aliran air selokan di atas tebing.

Pada pukul 22.30 WIB tadi malam masyarakat sekitar dibantu Polsek Ciampea  melakukan gotong royong untuk memindahkan tanah dan batu dengan peralatan seadanya.

Sehingga sudah dapat dilintasi oleh kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut

Ambil Formulir, Bima Arya Ikut Penjaringan Demokrat

BOGOR DAILY– Wali Kota Bogor Bima Arya dikabarkan mengikuti penjaringan bakal calon (balon) kepala daerah untuk Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bogor 2018 yang dibuka DPC Demokrat Kota Bogor. Selain Bima, ada tiga nama lain yang juga sudah mengambil formulir penjaringan. Informasi tersebut dibenarkan Sekretaris DPC Demokrat Kota Bogor Ferro Sopacua.

Dari keempatnya, tiga di antaranya dari internal partai dan satu lagi dari eksternal partai. Partai Demokrat akan mengumumkannya secara resmi sete­lah formulir pendaftaran diserahkan hingga penjaringan ditutup Sabtu (29/7) hari ini. ”Iya empat nama, termasuk saya sudah mengambil formulir pendaf­taran. Tinggal menunggu pengemba­liannya sebagai bentuk pendaftaran resmi,” kata Ferro.

Informasi yang dihimpun, keempat nama tersebut yaitu Wali Kota Bogor Bima Arya, Ferro Sopacua, anggota DPRD Kota Bogor Fraksi Demokrat R Dodi Setiawan dan kader Demo­krat Agus Sulaksana. Ferro men­gatakan, pendaftaran yang dibuka Partai Demokrat itu tanpa biaya. Pendaftaran ini dibuka selebar-le­barnya kepada siapa pun yang ber­minat maju di Pilwalkot Bogor 2018.

”Nanti kami akan melakukan kon­vensi secara terbuka yang meli­batkan seluruh komponen ma­syarakat untuk mengetahui langs­ung visi-misi serta program yang akan diusung para pendaftar. Nanti juga akan dilihat hasil sur­veinya,” terang Ferro.

Setelah resmi mendaftar, nantinya nama-nama tersebut akan diserahkan ke DPD Partai Demokrat Jawa Barat untuk mengikuti proses dan tahapan selanjutnya.

“Kami juga akan menyosialisasikan para bakal calon yang daftar. Untuk proses selanjutnya ada di DPD dan DPP. Kami berharap secepatnya sudah bisa diketahui hasil rekomendasi dari DPD dan DPP yang nantinya resmi diusung DPC Demokrat untuk Pilwalkot Bogor 2018,” pungkasnya.

Tramadol Dijual Bebas, Dinkes Panggil Pengusaha Apotek

BOGOR DAILY– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor akan mengumpulkan pengusaha apotek swasta yang berada di wilayah Kabupaten Bogor. “Awal bulan agustus ini akan kami panggil untuk dilakukan pembinaan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Tri Wahyuni, Jumat (28/7/2017).

Menurutnya, pembinaan ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada pengusaha apotek apa saja obat yang dijual tanpa resep dokter. “Mereka juga harus paham, obat dosis tinggi itu dijual harus menggunakan resep dokter, tidak boleh sembarangan,” terangnya.

Terlebih, belakangan ditemukan warga yang menjual obat tramadol tanpa memiliki dokumen izin yang resmi. Sebab, kata dia, tramadol merupakan obat dengan dosis tinggi sehingga penjulannya harus dengan resep dokter. “Iya soal perizinannya pun menjadi salah satu materi yang akan kami bahas nanti,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang pemuda berinisial MR ditangkap aparat kepolisian Polsek Dramaga, Kabupaten Bogor setelah kedapatan memiliki ribuan butir obat-obatan yang tidak berizin, Selasa (25/7/2017).

Pemuda berusia 22 tahun itu ditangkap di rumah kontrakannya yang berlokasi di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Kapolsek Dramaga, AKP Dody Rosjadi menjelaskan, pihaknya semula mendapatkan aduan dari masyarakat lantaran merasa resah dengan keberadaan pemuda yang menjual obat-obatan jenis Tramadol tanpa dilengkapi dokumen izin edar.

“Saat didatangi kerumah kontrakannya kami temukan ada dua toples besar yang berisikan 1.389 butir obat tramadol,” terangnya kepada TribunnewsBogor.com.

Menurutnya, warga setempat sangat resah terkait adanya pengedar obat Tramadol tersebut karena khawatir anak – anaknya menjadi Korban dan Ketergantungan dengan Obat Ilegal tersebut.

Sebab, kata dia, Tramadol merupakan obat yang berfungsi untuk mengurangi rasa sakit yang sedang hingga cukup parah sehingga harus ada resep dokter jika dikonsumsi. “Tramadol ini mirip dengan analgesik narkotika yang bekerja di otak untuk mengubah bagaimana tubuh penggunanya merasakan dan merespon rasa sakit,” jelas AKP Dody.

Nongkrong Sambil Mabok di Taman, Begini Sanksinya

BOGOR DAILY– Fasilitas taman kota kembali dijadikan sebagai tempat berbuat hal negatif oleh sejumlah anak remaja di Kota Bogor. Pada Jumat (28/7) dinihari, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor mene­mukan sekelompok remaja yang tengah asyik minum minuman keras di Taman Corat-coret, Kota Bogor.

Ketika itu Sejumlah petugas Satpol PP Kota Bogor memang tengah melakukan giat park to park patrol. Sekelompok re­maja itu pun langsung ditindak petugas Satpol PP Kota Bogor. Para remaja itu diberikan hu­kuman dengan diminta untuk melakukan push up, jalan jong­kok, dan lain-lain.

”Tidak ada yang diamankan, tapi langsung ditindak di tem­pat, tindakan sanksi fisik saja dan diberikan arahan dulu baru disuruh bubar,” kata Kepala Satpol PP Kota Bogor Herry Karnadi.

Namun rupanya petugas Sat­pol PP bukan hanya menemu­kan sekelompok remaja yang minum minuman keras saja saat melakukan giat park to park. Petugas Satpol PP Kota Bogor pun mendapati empat remaja yang tengah berkumpul di Taman Malabar. ”Ketika itu pukul 02.30 WIB dini hari, dari empat orang salah satunya perempuan, langsung ditegur dan disuruh pulang,” katanya.

Herry pun mengimbau seluruh warga Kota Bogor agar tidak lagi berbuat hal-hal yang cen­derung negatif di taman. ”Nong­krong tidak masalah, taman memang tempat untuk kete­muan, tempat nongkrong, tapi jangan disalahgunakan untuk hal-hal yang mengganggu ke­tertiban umum dan menimbul­kan potensi kerawanan sosial,” tandasnya.

HMI-MPO Turun Ke Jalan Minta Bima Arya Mundur

BOGOR DAILY-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berunjuk rasa di depan Balai Kota Bogor, kemarin. Mereka menuntut Wali Kota Bogor Bima Arya mundur dari jabatannya jika tidak dapat menyelesaikan permasalahan di Kota Bogor.

Koordinator Lapangan Raden Rizki mengatakan, aksi unjuk rasa dilakukan agar pemerintah dapat meningkatkan keadilan kepada masyarakat. Di antaranya seperti pembangunan Re­gional Ring Road (R3) di Jalan Indraprasta Bogor yang belum terselesaikan karena terindikasi masih ada hak warga yang belum terbayarkan. Pembangunan kedua yaitu RS Siloam dan Lippo Plaza Kebun Raya hanya memiliki satu Izin Mendirikan Bangunan (IMB), karena beda peruntukan dalam fungsinya jasa rumah sakit digabungkan dengan jasa perdagangan.

Selain itu, HMI juga me­minta wali kota menyele­saikan kasus penjualan lahan Angkahong yang terindi­kasi keterlibatan wali kota dan sekretaris desa (sekda) Kota Bogor. Kasus penjualan lahan tersebut ditengarai merugikan keuangan ne­gara Rp43,1 miliar yang kemudian menyeret tiga peja­bat Kota Bogor.

Bukan hanya bertitik tolak kepada tiga terdakwa yang sudah ditetapkan pengadilan, tapi juga harus cermat dan giat untuk kembali mengurus siapa saja yang ikut bermain dan menikmati proyek yang sangat gamblang merugikan kas negara itu. “Kami mendo­rong kejari dan kejati terus mengawal permasalahan ini sampai tuntas,” pungkasnya

 

4 Petugas Tol Jagorawi Ditabrak Mobil, Satu Tewas

BOGOR DAILY–  Seorang petugas Layanan Jalan Tol (LJT) tewas setelah ditabrak sebuah mobil di KM 45 Tol Jagorawi arah Jakarta. Sementara tiga orang lainnya mengalami luka berat akibat kejadian itu.

Corporate Communication PT Jasa Marga Dwimawan Heru menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 18.20 WIB, Jumat (28/7/2017).

“Petugas LJT Jasa Marga saat itu tengah melakukan evakuasi tiga kendaraan minibus yang mengalami kecelakaan,” ujar Heru dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (28/7/2017) malam.

Dua kendaraan telah berhasil dievakuasi di bahu jalan, sedangkan satu kendaraan minibus masih berada di lajur dua. Ketika para petugas sedang memasang rubber cone, tiba-tiba datang sebuah mobil dengan kecepatan tinggi dan menabrak para korban dari belakang.

“Akibatnya, satu orang petugas LJT meninggal dunia di tempat atas nama Muluadi (49),” imbuhnya.

Sementara tiga orang lainnya mengalami luka berat, yakni satu orang petugas LJT lainnya, seorang petugas derek dan seorang pengguna jalan tol yang saat itu mobilnya sedang dievakuasi petugas. Korban meninggal dunia telah dievakuasi di Rumah Sakit PMI Bogor, dua korban luka berat dirawat di Rumah Sakit Pertamedika Sentul, dan petugas derek yang mengalami luka berat dirawat di Rumah Sakit Daerah Ciawi.

“Informasinya penabrak sudah diamankan,” lanjutnya.

Heru menyampaikan dukacita atas meninggalnya Mulyadi dalam peristiwa tersebut. “Jasa Marga berduka dengan kejadian ini. Petugas kami, Pak Mulyadi adalah karyawan yang berdedikasi tinggi sebagai Petugas Layanan Jalan Tol Cabang Jagorawi,” sambungnya.

Lebih jauh Heru mengimbau agar pengguna jalan tol selalu memperhatikan kendaraan dalam kondisi prima sehingga layak operasi, menjaga jarak aman, mengendalikan kecepatan kendaraan dan memperhatikan rambu lalu lintas, sehingga kejadian seperti ini dapat dihindarkan.

Pencuri Kambing Gentayangan Jelang Idul Adha

BOGOR DAILY-Jelang Idul Adha, aksi pencurian hewan ternak marak terjadi. Kali ini terjadi di Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Uway Suhiyat (63) harus kehilangan dua ekor kambingnya setelah digondol maling, kemarin. Tak terima dengan kejadian ini, Uway pun melaporkan kejadian ini ke Polsek Leuwiliang.

Dari informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat Uway hendak mengontrol kandang kambingnya, kemarin sekitar pukul 12:00 WIB. Namun, dia mendapati dua ekor kambing jantan miliknya tidak ada dalam kandang. Dia pun berinisiatif mencari kedua kambing tersebut bersama kedua rekannya, Idus (31) dan Marta (35).

Sampai di Kampung Galuga, Uway bersama dua temannya itu melihat orang tidak dikenal menggunakan sepeda motor dengan berboncengan membawa kambing. Saat dihampiri, orang tidak dikenal tersebut langsung kabur. Mengetahui kambing yang dibawa tersebut miliknya, mereka pun langsung mengejar kedua pelaku.

Berkat bantuan warga sekitar, seorang pelaku, Andiansyah alias Boprong (23) warga Desa Cimayang, Kecamatan Pamijahan, berhasil ditangkap dan kemudian dibawa ke Polsek Cibungbulang. Sedangkan seorang lainnya berhasil melarikan diri. Kasus ini pun kemudian ditangani Polsek Leuwiliang, mengingat Tempat Kejadian Perkara (TKP) masuk wilayah Polsek Leuwiliang.

Pelaku yang diduga dua orang, melakukan aksinya, di mana satu orang sebagai eksekutor dan yang lainnya standby di motor. Sang eksekutor masuk kandang kambing melalui kandang bagian depan dengan cara dibongkar dan kembalinya melalui samping kandang. Karena kejadian ini, korban menderita kerugian Rp4 juta.

Kapolsek Leuwiliang Kompol I Nyoman Suparta mengatakan, pihaknya sudah mengamankan seorang tersangka dan beberapa alat bukti, yakni dua ekor kambing, satu unit sepeda motor, satu buah STNK dan satu buah handphone. “Kini tersangka sudah diamankan dan sedang dalam penyelidikan. Seorang tersangka lainnya sedang dalam pengejaran kepolisian,” pungkasnya.

Malam Ini Ada Pawai Obor di Kota Bogor, Cek Titik Macetnya

BOGOR DAILY- Hari ini perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-535 akan ditutup. Sejumlah kegiatan akan digelar dalam rangkaian pawai obor, keliling Kebun Raya Bogor (KRB) mengelilingi jalur Sistem Satu Arah (SSA), mulai dari serah terima Ratu Pajajaran, Mapag Ratu hingga beberapa kegiatan lainnya.

Kasat Lantas Polresta Bogor Kota Kompol Bramastyo Priaji mengatakan, pihaknya telah menempatkan personel untuk siaga di jalur perlintasan. Mulai dari Jalan IR Djuanda, Jalan Jalak Harupat, Tugu Kujang di Jalan Otista hingga Pertigaan Paspampres. “Tidak ada penutupan jalan, hanya sebatas pengaturan saja agar tidak terlalu macet,” kata Bram.

Menurutnya, jalur yang akan dipakai untuk pawai obor tidak akan memakan seluruh jalan, melainkan hanya sebagian. “Ya sebagian lagi masih bisa digunakan pengendara, jadi tidak perlu ditutup. Hanya kemungkinan padat pasti, makanya nanti ada petugas berjaga di sana,” terangnya.

Ketua Panitia Tjetjep Thoriq mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan untuk melastarikan budaya Sunda. Karena itu dengan momen HJB ini, diharapkan masyarakat yang tinggal di sekitar Bogor dapat mengetahui sejarah Sunda. Sebab dalam acara tersebut, nantinya dilakukan pembacaan wejangan-wejangan dari orang-orang pendahulu.

“Memang dalam undangannya dituliskan bahwa akan ada pembacaan Sahadat Bogor. Tetapi sebenarnya itu adalah pembacaan wejangan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, lanjut Tjejep, akan ada sejumlah organisasi yang terlibat. Mulai dari Karukunan Warga Bogor, Daya Mahasiswa Sunda, Kwarcab Pramuka dan beberapa yang lainnya, sehingga acara tersebut akan cukup meriah. Selain itu, ada juga atraksi pencak silat dari perguruan-perguruan yang ada di Kota Bogor.

Acara yang paling dinanti dalam kegiatan tersebut, yakni Mapag Ratu Galuh, di mana prosesinya akan dilaksanakan di Tugu Kujang Bogor. Sebab dalam sejarahnya, ungkap Tjetjep, Ratu Galuh berasal dari Bogor. “Nanti prosesinya ada Mapag Ratu yang akan dilaksanakan di Tugu Kujang,” terangnya.

Sementara Ketua Daya Mahasiswa Sunda Bogor Rendi Mulayana berharap kegiatan ini terus dilaksanakan untuk melestarikan budaya Sunda agar anak cucu nanti bisa mengetahui sejarah Kerajaan Sunda seperti apa. “Kalau tidak begini maka sejarahnya akan putus dan anak cucu kita tidak dapat mengetahuinya,” singkatnya.

Tak hanya pawai obor, keesokan harinya juga akan ada festival tanaman hias yang digarap IPB bersama Asosiasi Bunga Indonesia (Asbindo).

Humas Asbindo Arianto mengatakan, acara ini akan memamerkan mobil hias yang telah dipercantik dengan aneka bunga atau tanaman hias. “Kegiatannya juga sama, akan ada festival bunga keliling SSA,” tandasnya

BPOM Sebut Makanan Berbahaya Beredar di Pasar Ciawi

BOGOR DAILY-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyambangi pasar tradisional Ciawi untuk menyosialisasikan program pasar aman dari bahan berba­haya dan satu unit teskit, yaitu alat pen­deteksi bahan makanan berbahaya ke­pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Hasilnya, pihaknya menemukan banyak sekali bahan berbahaya yang terkandung pada barang yang dijual pe­dagang Pasar Ciawi, Kabupaten Bogor. Temuan tersebut sudah melalui hasil uji lab yang dilakukan Badan POM bebera­pa hari terakhir.

”Dua minggu lalu kita uji, dari 20 sam­pel ada 6 yang positif mengandung ba­han berbahaya, kemudian tadi pagi dari 30 sampel ada 5 yang positif. Tadi ada mi, rangginang, terasi, terus yang kema­rin ada ikan cucut asin,” ungkap Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya BPOM Suratmono.

Dalam tiga tahun terakhir, lanjut dia, penggunaan bahan berbahaya dari 24 persen turun menjadi 15 persen dan se­karang naik lagi menjadi 16 persen. Penya­lahgunaan formalin pun menurun. Tahun ini ditargetkan 139 pasar di seluruh In­donesia aman. ”Kita akan berupaya mewu­judkan itu dengan memberikan sosiali­sasi dan menggandeng komunitas pasar,” terangnya.

Intinya, sambung dia, BPOM dan pem­da terbatas untuk mengawasi bahan-bahan berbahaya yang masuk pasar. ”Jadi konsep menggandeng komunitas pasar perlu dilakukan dengan memberi­kan pelatihan dan sosialisasi kepada me­reka terhadap bahan berbahaya,” ung­kapnya.

Sementara pemberian teskit ini, menurut dia, untuk menekan penyebarluasan peng­gunaan bahan makanan berbahaya di masyarakat luas. Apalagi berdasarkan data BPOM, penyalahgunaan bahan ber­bahaya bagi makanan masih banyak terjadi di Indonesia, walaupun sudah terjadi penurunan dari tahun ke tahun.

“Saya berharap pasar yang dikelola PD Pasar Tohaga setelah mendapat pelatihan bersih dari bahan berbahaya, kiosnya harus ditandai stiker. Hal ini untuk mem­beritahu masyarakat bahwa kios ini aman dari bahan berbahaya,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sek­da) Kabupaten Bogor Adang Suptandar berjanji akan menindaklanjuti terkait kunjungan BPOM tersebut. Dia pun menga­presiasi kegiatan tersebut dan berharap seluruh pasar bisa melakukan teskit. Se­hingga makanan yang beredar selalu dalam kondisi aman.

“Yang merasakan kerugian mengon­sumsi bahan makanan berbahaya adalah masyarakat. Saat ini kan mereka tidak tahu apakah makanan yang dibelinya aman atau tidak. PD Pasar Tohaga harus terus-menerus mengaplikasikan ini di seluruh pasar,” tegasnya.