Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 8985

Tabrak ban, Intel Korem Tewas di Kolong Truk

BOGOR DAILY– Kabar duka menyelimuti Komando Resor Militer (Korem) 061/Suryakancana. Bamin Tim Intel Rem 061/Suryakancana Serma Angga Herdiansyah (34) tewas setelah menabrak truk bernopol B 9446 DU.

Informasi yang dihimpun, korban yang akrab disapa Angga itu mengalami nasib nahas saat hendak pulang kerja sekitar pukul 04:00 WIB, Rabu (12/7). Motor Kharisma bernopol F 6641 GP

yang dikendarainya menabrak ban truk yang dikendarai Deni Gunawan (30) di Jalan Raya Kranggan dari arah Gunungputri menuju Citeureup, Kampung Kranggan, Desa Kranggan, Kecamatan Gunungputri.

Korban menabrak bagian ban belakang kanan truk yang berhenti di badan jalan. Korban meninggal di tempat,” kata Kanit Laka Lantas Polres BogorIptu Asep Saepudin.

Akibat benturan keras, korban tewas di tempat dengan luka berat di bagian kepala. Kerugian materi pun diperkirakan sekitar Rp1 juta. “Sebelumnya korban juga sempat dilarikan ke RS Graha Medika Kenari Cileungsi,” ujarnya.

Sementara di Kampung Muaraberes, RT 04/03, Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, terlihat keluarga dan kerabat korban memenuhi kediaman korban. Mereka menanti kedatangan jenazah untuk segera dimakamkan. Pemakaman sendiri dilakukan secara militer di tempat pemakaman keluarga yang persis berada di depan rumah korban.

Sekadar diketahui, kepergian Serma Anggana Herdiansyah meninggalkan istri dan dua anak perempuannya yang masih kecil. Korban dikenal sebagai orang yang humoris dan tidak kaku. “Sering becanda. Sama siapa juga dia (korban, red) ngobrol pasti ketawa,” kata mertua korban, Saeful.

Menurutnya, memang beberapa hari belakangan ini korban mengalami sifat yang tidak seperti biasanya, menjadi pendiam. Sebelum keberangkatannya bertugas, korban yang biasanya banyak berbicara kali ini terlihat hanya pamitan saja. “Saya juga baru dapat kabar jam delapan. Pas ke rumahnya, anak sama istrinya sudah nangis tidak karuan. Lagi tugas kontrol wilayah,” tutupnya. (metroplitan)

Mobil ‘Terbang’ Rusak Rumah Warga di Ciomas, Ini Fotonya

BOGOR DAILY– Sebuah mobil bernopol B 1122 UOA  menggemparkan warga di Kampung Cipayung inpres RT 3/5, Desa Sukaharja, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Betapa tidak, mobil itu ”terbang’  hingga  menimpa rumah warga.

Mobil yang membawa rombongan keluarga ini terlibat kecelakaan tunggal usai mengantar salah seorang anaknya ke Pondok Pesantren.

 

Kapolsek Ciomas, Kompol Roby Mardiatun mengatakan, mini bus yang dikendarai Makmun diketahui hilang kendali saat melintas di Kampung Cipayung inpres RT 03/05 Desa Sukaharja, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

“Mereka abis mengantar anak ke salah satu pesantren di ciomas,” kata Kompol Rony.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden kecelakaan tunggal ini. Menurutnya, saat ini sang sopir tidak mampu mengendalikan mobilnya ketika menghindari lubang dan menabrak batu mengakibatkan mobil yang dikendarai jatuh menimpa sebuah rumah warga,” tuturnya.

Minibus berwana silver itu pun langsung terbang dari atas jalan ke arah rumah yang memang posisinya berada di bawah jalan. “Korban hanya mengalami luka memar dan sesak dibagian dada,” jelasnya.

Berikut ini identitas para penumpang yang berada di dalam mobil tersebut:

1. Makmun Munajar ( sopir ), 49 tahun, islam, swasta, Kp. Dukuh Rt.1/6 Desa Pasir kumbang Kec. Caringin.

2. Cicih, 47 tahun, islam, ibu rumah tangga

3. Anggi, 24 tahun, islam, ibu rumah tangga.

4. M. Rizki,18 tahun, islam, pelajar.

5. Hilwa, 5 tahun.

6. Sahal, 3 tahun.

Pendaftar Istana Open Belum Penuhi Target 20 Ribu Pengunjung

BOGOR DAILY- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor akan kembali menggelar kegiatan Istana untuk rakyat (Istura) atau kerap disebut Istan Open. Tahun ini targetnya pun dinaikkan dari semula 18 ribu menjadi 20 ribu.

Namun, sejak dibukanya pendaftaran pada tanggal 15 Juni 2017 lalu hingga Rabu(12/7/2017) pendaftarnya belum memenuhi target. Yakni, masih di angka 14.350 orang. Jumlah itu termasuk pendaftar asal Kota Bogor mau pun luar Kota Bogor.

“Dari luar Kota Bogor banya seperti Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok, dan lain sebagainya, bahkan dari luar negeri juga ada, misal dari Jepang,” ujar Kadisparbud Kota Bogor, Syahlan Rasidi.

Syahlan menuturkan bahwa jumlah pendaftar tersebut masih akan terus bertambah hingga batas waktu pendaftaran ditutup, yakni pada tanggal 28 Juli 2017 mendatang.

Untuk lokasi pendaftarannya bisa dilakukan di Kantor Disparbud jalan Pandu Raya, dan di Gedung Kemuning Gading, Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor.

“Targetnya 20 ribu pendaftar, kalau tahun lalu itu hanya 18 ribu,” jelasnya.

Seperti diketahui sebelumya bahwa kegiatan yang diselenggarakan satu tahun sekali itu merupakan rangakaian acara dari perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) yang ke-535.

Istura tahun ini akan digelar selama lima hari mulai tanggal 24-28 Juli 2017 mendatang.

Setiap peserta yang telah mendaftar akan diberikan tiket oleh pihak panitia, di mana dalam tiket tersebut tertera tanggal peserta mengikuti Istura.

Adapun beberapa persyaratan yang harus diikuti para peserta Istura  seperti dilarang membawa tas, dilarang membawa kamera, batas usia peserta minimal sepuluh tahun, pakaian bebas tapi rapi (bukan kaus oblong), dan dilarang memakai sandal.

Mathlaul Anwar Dukung Aksi Guru Honor Madrasah

BOGOR DAILY- Pengurus Daerah Mathla’ul Anwar Kabupaten Bogor  ikut mendukung aksi Guru Honor Madrasah yang akan digelar Jum’at (14/07) besok. Aksin ini akan mengarah ke  Istana Presuden dan Gedung DPR RI.  Seperti yang diungkapkan Ketua Pengurus Daerah Mathlaul Anwar Kabupaten Bogor, Abdul Aziz saat dihubungi tim.redaksi

“Alasan kami mendukung guru honor madrasah untuk menggelar aksi karena mereka akan menuntut hak haknya sebagai guru yang selama ini terabaikan” ujarnya.

Menurutnya. sudah jadi rahasia unum kalau selama ini Kementrian Agama (Kemenag) tidak mampu membayar  tunjangan sertifikasi guru honor madrasah alias dihutang. Sementara mereka (guru honor.red) harus melakukan pemberkasan yang sangat menyulitkan dan jelimet sehinggaterpaksa mengobankan waktu dan tenaga.

Termasuk meninggalkan tugas mengajar di kelas akibat banyaknya berkas yang harus disiapkan untuk memenuhi tuntutan yang ditetapkan oleh Kemenag Kabupaten Bogor.

Ribetnya pemberkasan dan beban yang mereka tanggung ternyata tidak.berbanding lurus dengan hak yang seharusnya mereka terima. Hal ini bisa dilihat dari seperti guru sertitikasi tahun 2015 di hutang 4-5 bulan, th 2016 dihutang 2-4 bulan bahkan ada yang setahun tidak dibayar, begitu juga yang sudah inpassing  hanya sebagian saja yang dibayar. Dan yang lebih miris ada yang sudahbtiga kali pemberkasan hanya dibayar 1 bulan tunjangan sertifikasinya

Lebih lanjut Abdul Aziz menuturkan kalau pemerintah telah bersikap diskriminatip terhadap sekolah swasta khusus Madrasah Diniyah. Ibtidaiyah. Tsanawiyah dan Aliyah. “Bukti kongkrit  dari hal ini adalah tidak adanya pengangkatan guru negeri untuk madrasah swasta sehingga di madrasah swasta  nyaris tidak ada guru negerinya,”tegasnya.

Hal ini juga diperparah dengan buruknya Insfrastruktur madrasah yang nyaris tidak pernah ada bantuan. Ini pertanda Islam di Negeri ini akan di musnahkan oleh pemerintah buktinya madrasah sebagai basis regenerasi islam telah diabaikan dan dibunuh secara perlahan. (doy)

Cerita Penggali Makam: Kuburan Guru Ngaji di Dramaga Wangi

BOGOR DAILY- Kekuasaan Tuhan dibuktikan langsung saat ketiga penggali kubur membongkar makam Mbah Mukri (70), warga Kampung Manggis, RT 02/04, Desa Dramaga, Kecamatan Dramaga. Semasa hidup, ia dikenal sebagai guru ngaji. Warga pun dibuat kaget begitu melihat kain kafannya masih utuh. Ditambah bau wangi dari dalam kuburnya yang sudah berusia 30 tahun.

“La Ilaha Ilallah… La Ilaha Ilallah, ini merupakan keajaiban Allah,” ucap  tokoh masyarakat Kampung Manggis, Desa Dramaga, Mustofa (68).

Setelah jenazah Mbah Mukri diangkat, petugas langsung membungkusnya dengan kain kafan yang telah disiapkan. Tali pocong pun seketika diikat petugas. Terlihat dari kondisinya, jenazah itu belum berubah jadi tulang belulang meski sudah dimakamkan tiga puluh tahun. “Astagfirullah, jenazahnya masih utuh dan liang kuburnya pun wangi,” kata Mustofa.

Menurut Mustofa, saat masih hidup, almarhum dikenal memiliki perilaku baik juga rajin ibadahnya. Hampir setiap hari, Mbah Mukri mengajari anak-anak Kampung Manggis mengaji tanpa bayaran sepeser pun. Warga juga mengenalnya sebagai pribadi yang baik hati dan tidak sombong serta tak banyak bicara. “Masih utuhnya kain kafan dan tubuh keenam jenazah, merupakan bukti kekuasaan Allah atas amal perbuatan saat di dunia,” tutupnya.

Begini Kronologi Truk Bikin Macet Jalan Suryakencana Bogor

BOGOR DAILY–  Sebuah truk patah as di Jalan Suryakencana Kota Bogor Selasa (11/7/2017). Akibat kejadian itu, lalu lintas di lokasi tersebut menjadi macet total.

Kejadian berawal saat truk berwarna merah bergerak dari arah Jakarta. Namun, sesampainya di lokasi truk tersebut mengalami patah as.

Lantaran tidak bisa bergerak, truk bermuatan gandum 20 kilogram tersebut terpaksa diderek. Selain patah as, truk bernopol B 9837 OZ yang dikemudikan Arif Joko Susanto diduga melanggar peraturan lalu lintas yang ada.

“Di Jalan Suryakencana truk tidak boleh lewat kecuali jam satu malam sampai subuh,” kata Kasubnit Aipda Saein.

Kini, truk tengah diamankan ke tol Jagorawi untuk dievakuasi.

“Nantinya truk dibawa ke kantor polisi untuk jalani pemeriksaan,” pungkasnya.

Suami Ulang Tahun, Gracia Indri Malah Minta Cerai

BOGOR DAILY– Kabar keretakan rumah tangga artis cantik ini kembali muncul ke publik. Gracia Indri dikabarkan melayangkan gugatan cerai kepada suaminya David ‘Noah’ di Pengadilan Negeri Bandung.

Kabar itu diposting oleh akun Instagram @lambe_lamis, Rabu (12/7/2017).  Ia memposting beberapa foto yang memperlihatkan surat gugatan cerai atas nama Indria Sari Sulistiyaningrum kepada David Kurnia.

Akun itu juga mengutip pernyataan dari Humas PN Bandung, Wasdi Permana.”Iya, (Gracia sudah daftar gugat cerai) sudah diterima sejak tanggal 4 Juli, didaftarkan oleh pengacaranya,” kata Wasdi.

Tak hanya itu, ternyata Gracia dan David juga sudah lama tidak saling follow di akun Instagram masing-masing. Seperti yang diketahui, keduanya menikah pada Desember 2014 lalu di Gereja Katedral Santo Petrus Bandung.

Padahal, keduanya sempat mengesampingkan ego masing-masing setelah dikabarkan sempat ingin bercerai beberapa waktu lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, tak sampai 2 tahun membina rumah tangga, Gracia Indri  dan David ‘Noah’ dikabarkan pisah ranjang.  Awalnya hal ini tercium media saat David mengomentari sebuah foto Gracia dengan kata-kata, “Masih ingat pulang?”.

Karena hal ini, sontak keduanya jadi incaran media. Mereka berdua pun mengakui keadaan rumah tangga mereka sedang bermasalah. Namun keduanya tak mau mengatakan apa penyebab pertengkaran itu.

Namun keadaannya sempat berubah. Keduanya dikabarkan kembali menjalin rumah tangga yang harmonis.

Hingga akhirnya kabar gugatan cerai itu muncul ke publik. Netizen pun menyayangkan langkah yang dilakukan Gracia

30 Tahun Dikubur, Enam Jenazah Warga Dramaga Masih Lengkap

BOGOR DAILY- Warga Dramaga mendadak geger. Ini menyusul dilakukannya pemindahan makam yang berada di Kampung Manggis RT 03/04 Desa Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Tim penggali kubur dna warga lainnya dikejutkan dengan penampakan enam makam yang jenazahnya maish utuh saat digali. Padahal, makam itu telah berusia 30 tahun, namunnkain kafan dan jasad mayat yang puluhan tahun itu maish lengkap.

Mereka adalah jenazah Mbah Rojak, Mbak Mukri, Iyos, Isah, Cacih dan Nami. Saat tanah makam digali, warga kaget bukan kepalang melihat tak ada bagian tubuhnya yang hilang.

Koordinator Lapangan Fatah (43) menuturkan, jenazah itu terdiri dari empat orang dewasa dan dua anak kecil yang merupakan warga asli Dramaga. Sebelum melakukan pemindahan makam, pemerintah desa (pemdes) bersama ahli waris makam bermusyawarah.

Akhirnya mereka bersedia makam keluarganya dipindahkan ke Kampung Tanjakan, RW 05, seluas 1.200 meter yang dibeli pemerintah daerah (pemda).

Rencananya pemindahan makam ini untuk kepentingan akses JLD sepanjang enam kilometer yang melintasi Desa Ciherang, Dramaga dan Babakan. “Kita akan pindahkan 130 makam ke Kampung Tanjakan, RW 03,“ ujar Fatah, Selasa (11/07/2017).

Menurut pengakuan tokoh masyarakat, keenam jenazah itu merupakan orang-orang istimewa di mata Allah. Seperti Mbah Mukri (70), warga Kampung Manggis, RT 02/04.

Semasa hidupnya ia dikenal sebagai guru ngaji. Berkat jasanya itu, banyak warga yang sekarang jadi ustadz dan pandai baca Alquran. “Setiap sore, anak-anak diajarkan mengaji di rumahnya.

Itu pun tanpa dipungut biaya. Masih utuhnya kain kafan dan tubuh keenam jenazah, merupakan bukti kekuasaan Allah atas amal perbuatan saat di dunia,” jelasnya.

Sekdes Dramaga Solah menambahkan, sebelum dilakukan penggalian makam, pemdes bersama camat dan para ahli waris melakukan tahlilan bersama. Itu bertujuan agar proses pemindahan makam bisa berjalan lancar tanpa kendala.

Di hari pertama penggalian, tim yang terdiri dari 35 orang berhasil memindahkan 13 makam. Sedangkan hari kedua ada 20 makam. “Selama dua hari, baru 33 makam yang dipindahkan. Diharapkan pemindahan makam bisa berjalan tepat waktu,” tuturnya.

Terpisah, Camat Dramaga Baehaki menuturkan, pemindahan makam warga seluas 423 meter ke Kampung Tanjakan itu karena lahan tersebut bakal dilewati akses JLD sepanjang enam kilometer dengan lebar 15 yang melintasi Desa Ciherang, Dramaga dan terakhir Desa Babakan.

“Lahan seluas 423 meter digunakan pemda untuk kepentingan jalan dan pemda membelikan tanah seluas 1.125 meter. Tidak hanya lahan, biaya pemindahan jenazah juga ditanggung pemda,” jelasnya.

Diharapkan rampungnya pembebasan lahan yang akan digunakan untuk JLD di tiga desa, pemerintah segera menentukan pemenang lelang proyek jalannya. Sehingga, pembangunan jalan yang digadang-gadang sejak sepuluh tahun bisa terealisasi.

“Kita harap proses lelang bisa cepat tanpa ada muatan intrik. Sebab, banyak masyarakat yang dirugikan akibat molornya pembangunan JLD,” tutupnya.

Truk di Jalur Bocimi Banyak yang Bodong, Nih Buktinya

BOGOR DAILY- Sehari pasca kecelakaan maut di jembatan Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor yang menewaskan tiga orang, petugas gabungan Polres Bogor dan Dinas Perhungan (Dishub) Kabupaten Bogor melakukan razia di Jalan Raya Ciawi-Sukabumi, Selasa (11/7/2017).

Sebanyak 30 truk angkutan barang terjaring  razia  yang digelar sejak pukul 10.00 WIB pagi, kemarin.

Pemeriksaan meliputi kelengkapan surat-surat kendaraan, kondisi kendaraan serta beban yang diangkut. KBO Satlantas Polres Bogor, Iptu Anaga Budiarso, dalam razia  tersebut puluhan kendaraan ketahuan bodong, karena tidak dilengkapi surat-surat ditilang.

“Sampai saat ini kurang lebih sudah 30 kendaraan yang kita tahan dari surat-surat kendaraan, uji KIR yang tidak ada maupun tidak diperpanjang dan juga kondisi ban yang tidak memenuhi standarisasi kelayakan kendaraan,” ujar Anaga.

Anaga menjelaskan, razia digelar sebagai buntut kecelakaan maut di Jembatan Cimande. “Ini kita lakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang kemaren. Seperti muatan yang berlebih yang tidak sesuai dengan peruntukannya atau pun fisik kendaraan dari ban, rem mau pun mesin kendaraannya dan juga ada petugas Dishub di sini,” jelasnya.

Razia tersebut kata Anaga akan dilakukan selama sepekan. “Kemungkinan kita adakan razia ini sampai seminggu ke depan atau sampai dua minggu ke depan melihat bagaimana nanti respon daripada pengendara atau pun pemilik kendaraan terhadap kendaraannya yang melintasi kawasan Bocimi ini,” katanya.(*)

Warung Kelontong di Pinggir Jalan RE Martadinata Bogor Hangus

BOGOR DAILY– Kebakaran terjadi di warung kelontong yang berlokasi di depan SDN Dewi Sartika I Jalan RE Martadinata RT 01 RW 03 Kelurahan Cibogo, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (12/7/2017).

Diduga penyebab kebakaran yang terjadi sekitar pukul 04.05 WIB dini hari tadi itu karena konsleting listrik.

Untungnya tidak ada korban jiwa dalam peritiwa kebakaran kios milik Heri (42) dan Ika (60) itu.

Berdasarkan informasi yang didapat pemilik kios sempat mencium bau kabel terbakar sejak semalam namun tidak ditemukan sumbernya.

Atas kejadian itu 5 unit pemadam kebakaran Kota Bogor diturunkan untuk memadamkan api.

Kerugian atas kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp 40 juta