Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 8984

Jejak ‘Kampung Idiot’ di Desa Cinangka Bogor

BOGOR DAILY- Sebuah desa kecil bernama Cinangka di pelosok Kabupaten Bogor sempat mencuri perhatian dua tahun belakangan.  Ini menyusul laporan  beberapa anak di desa tersebut mengalami keterbelakangan mental alias idiot.

Dari informasi yang dihimpun berbagai sumber, sejumlah peneliti sudah pernah mendatangi kampung tersebut. Hasilnya, hampir 90 % anak-anak di desa Cinangka memiliki kadar timbal (Pb) darah yang sangat tinggi, jauh diatas batas normal. Kondisi ini mengancam kondisi anak-anak di sana hingga rentan dengan penyakit difabel.

Usut punya usut, rupanya  Peleburan aki bekas yang dilakukan secara tradisional sejak tahun 1978 menyisakan masalah bagi generasi di Desa Cinangka, Ciampea, Bogor.

Bahkan, Kepala Desa Cinangka Nurdin pernah mengakui jika pencemaran logam berat di daerahnya menyebakan anak-anak di desanya memiliki kelainan mental.

“Memang benar, beberapa balita sampai remaja yang tinggal dekat tempat bekas peleburan aki, anaknya seperti idiot,” kata Kepala Desa Cinangka, Nurdin, sepertli dilansir Liputan6.com  (1/12/16).

Namun demikian, Nurdin tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah warga desanya yang diduga terserang akibat pencemaran lingkungan yang berasal dari peleburan aki.

“Dua atau tiga tahun lalu sempat ada penelitian dari pusat. Kalau tidak salah dari 240 sampel anak yang diamati ada 12 anak terindikasi idiot. Tahun kemarin ada lima anak yang keterbelakangan mental dibawa oleh LSM untuk dites,” ujar dia.

Ketika industri ilegal yang dikerjakan secara tradisional ini masih beroperasi, daerah di sekitar Desa Cinangka berkabut pekat. Udara dan tanah terkontaminasi zat beracun berbahaya yang mengancam desa ini menjadi ‘kampung idiot’.

“Walaupun sudah ditutup, saya tidak menampik masih ada yang sembunyi-sembunyi melakukannya,”tandasnya.

Investasi di Kota Bogor Capai Rp1,9 T, BPMPTSP: Masih Kurang dari Target

BOGOR DAILY Pada awal semester tahun anggaran 2017, laju investasi di Kota Bogor sudah mencapai Rp1,9 trilun dari jumlah target investasi yang mencapai Rp2,3 trilun. Hal tersebut lantaran pada 2017 ini banyak investor yang berinvestasi di Kota Bogor disektor jasa seperti hotel, restoran dan beberapa yang lainnya.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Kota Bogor Denny Mulyadi mengatakan, bahwa pihaknya masih mempunyai pekerjaan yang belum selesai, hal itu karena target investasi di Kota Bogor pada 2017 ini belum tercapai, masih menyisakan Rp1,2 triliun. Sehingga ia pun harus bekerja keras di sisa semester 2017 tersebut. “Kita baru mencapai Rp1,9 triliun dan masih menyisakan sekitar Rp1,2 triliun lagi. Harus kita kerjar agar semua targetnya tercapai,” ujarnya kepada Metropolitan.

Denny juga melihat bahwa laju investasi di Kota Bogor ini kebanyakan di bidang jasa, seperti perhotelan, restoran dan beberapa bidang yang lainnya. Di bidang itu pula juga, kata dia, menjadi kontribusi yang paling besar bagi Pemkot Bogor. “Seperti saat ini ada hotel dan apartemen seperti el-centro, Olympic City, dan Transit oriented development (TO) dan beberapa yang lainnya,”  terangnya.

Untuk tahun iklim investasi di sektor jasa di Kota Bogor ini, lanjut dia, saat ini memang sedang baik, berbeda dengan sektor-sektor yang lainnya seperti sektor properti yang pada 2017 ini sedang lesu. “Memang kalau properti tahun ini sedang lesu, karena banyak investor yang macet dalam mengembangkannya. Hal itu juga berdampak kepada kita, namun untungnya masih ke tutup dengan sektor yang lain sehingga target kita dapat tercapai,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kota Bogor Muzakir mengakui bahwa sektor jasa Bogor meningkat pesat,. Terlebih saat ini banyak sentra kuliner di Kota Bogor. Sehingga tak sedikit investor yang berinvestasi di bidang kuliner. “Banyak sekali kuliner saat ini, mulai bentuk kuliner tradisional hingga modern semua ada di Kota Bogor,” ujarnya. (metropolitan)

Karyawan Bank Bobol ATM, Akhirnya Malah Babak Belur

BOGOR DAILY-Bingung terlilit hutang, seorang karyawan bank swasta di Kota Bogor, berinisial H nekat membobol salah satu Anjungan Tunai Mandiri (ATM), di Kebon Kembang, Bogor Tengah, Rabu (12/7) malam.

Lelaki ini memilih jalan pintas untuk menyelesaikan urusan hutangnya. Namun apes, niat jahatnya bekburu ketahuan warga hingga pelaku langsung digebuki warga.

Menurut Petugas bagian Kemanan, Ketertiban, dan Kebersihan (K3) Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) ) Unit Pasar Kebon Kembang, lelaki tersebut masuk ke ruang ATM pakai jas hujan dan kupluk.

Saat itu,I Made Okta yang hendak pulang melihat lelaki tersebut sedang berusaha mencongkel mesin ATM.

“Saya langsung refleks memanggil rekan K3 yang piket Hendrik untuk menyaksikan kejadian tersebut, sontak Hendrik pun meneriaki “Maling” kepada si pelaku yang mengancam dan menodongkan linggis sebagai alat pembobol,” jelas Oka.

Pelaku pun panik dan berlari ke areal ikan hias yang kemudian menuju blok F. Namun pelaku terpojok di blok F dan dikepung oleh anggota K3 dibantu pedagang ikan hias.

“Pelaku kemudian tertangkap dan diamankan ke kantor unit Pasar Kebon Kembang hingga menunggu kedatangan pihak Kepolisian Polsek Bogor Tengah,” jelasnya.

Di Kantor Unit Pasar Kebon Kembang, pelaku sempat diinterogerasi oleh sejumlah petugas K3 PDPPJ Unit Pasar Kebon Kembang.

“Dari hasil introgasi, pelaku mengakui niat buruknya dan terpaksa melakukan hal itu kareba terhimpit hutang piutang dan mengakui baru satu kali beraksi,” tandas Oka.

Kapolsek Bogor Tengah Kompol Gayo menuturkan, dalam aksinya pelaku sempat membongkar brangkas ATM menggunakan senjata tajam berupa linggis, namun tak berlangsung lama aksinya diketahui warga.

“Pelaku saat ini kami amankan di pos keamanan setempat dan langsung diamankan di Mapolsek Bogor Tengah, Kota Bogor,” ujarnya kepada Metropolitan, malam kemarin.

Dia menjelaskan, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan dua pasal berlapis, yakni pengrusakan dan pencurian.

“Sudah kami amankan di Polsek Bogor Tengah untuk pelaku yang ketahuan melakukan percobaan pencurian ini,” pungkasnya.

Kerucutkan Nama Balon Walikota, PKB: Antara Bima, STS dan ZM.

BOGOR DAILY– Di tengah keinginan Demokrat untuk kembali mengusung kadernya Usmar Hariman bersama Bima Arya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masih bingung menentukan pilihan figur yang akan diusungnya.

Saat ini, sudah ada tiga nama yang mengerucut, yani Bima Arya, Sugeng Teguh Santoso(STS) dan Zaenul Mutaqin (ZM). Hanya saya, belum ada putusan resmi terkait koalisi yang akan dijalinnya untuk pemilihan walikota (Pilwakot) Bogor 2018.

“Memang kami belum memutuskan mau pilih siapa. Kalau figurnya sudah ketemu keputusan koalisinya juga akan mengikuti. Semua masih memungkinkan,” terang Ketua DPC PKB kota Bogor Heri Firdaus.

“Bisa saja nanti yang maju Bima-STS, Bima-ZM atau dengan yang lainnya,”tambahnya.

Sementara itu, menanggapi adanya rencana Demokrat tetap mengusung duet Bima-Usmar, ia merasa hal itu sah-sah saja. Sebab, masing-masing partai masih membutuhkan proses untuk penjajakan.

“Demokrat sah-sah saja atas wacananya. Tapi semua kuncinya ada pada keputusan Bima sendiri mau atau tidak. Jadi belum ada yang pasti. Kalau PKB sendiri belum ada komunikasi atau pembicaraan terkait hal ini,” kata Heri kepada Metropolitan, kemarin.

Namun, soal koalisi pandawa lima yang tetap bertahan, ia merasa jika hal itu sulit terjadi. Sebab beberapa partai yang pernah tergabung telah membangun koalisi sendiri dan membentuk poros-poros lain.

“Kemungkinan dalam politik memang selalu ada tapi saya melihat Pandawa Lima untuk Pilwalkot nanti agak berat dan peluangnya bersamanya kecil. Karena beberapa sudah ada yang memutuskan koalisi dengan yang lain dan ada juga yang membentuk poros sendiri. Tapi semua tergantung konstelasi ke depan,” ungkapnya.

Sementara itu, DPD PAN Kota Bogor akan melihat terlebih dulu situasi dan kondisi perpolitikan ke depan. Terkait wacana Demokrat memajukan Bima-Usmar kembali, PAN menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan partai.

“Semua sah-sah saja berpendapat dekat dengan si ini atau si itu, tapi kan semua belum resmi karena belum ada keputusan partai. Jadi biarkan saja bergulir dan kami patsun terhadap keputusan partai,” tegs Ketua DPD PAN Kota Bogor Safrudin Bima (SB).

Terkait Pandawa Lima, SB belum mau berbicara banyak. Dirinya menyerahkan keputusannya kepada masing-masing pimpinan partai.

“Kalau Pandawa Lima saya nggak mau berpendapat, silahkan saja itu urusan pimpinan partai. Yang pasti saya fokus menyiapkan PAN untuk Pilkada Serentak 2018 ini,” tegas SB. (Metropolitan)

Ambruk! 57 Tahun Jembatan Parungpanjang-Tangerang Pakai Bambu

BOGOR DAILY– Di balik ambrolnya jembatan Cimanceri yang menghubungkan Kabupaten Tangerang dan Parungpanjang tersimpan derita warga yang setiap hari harus bertaruh nyawa menyebrangi sungai dengan lebar sekitar 30 meter. Seperti yang dirasakan warga di Kampung Jagabita, RT 01/03, Desa Jagabita, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor.

Sejak 1960, jembatan bambu itu jadi andalan warga yang hendak beraktivitas ke wilayah Desa Sukamanah, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang.

Rupanya, setiap tiga bulan sekali, warga harus mengganti bambu yang reot dengan bambu baru. Karena setiap harinya dilintasi kendaraan roda dua dan warga. Sampai akhirnya, Rabu (12/7), jembatan tua berusia 57 tahun itu mendadak ambrol hingga memakan korban.

Sejumlah warga yang menyebrang terpaksa terpersook ke dalam aliran sungai lantaran kondisi jembatan yang usia dimakan zaman. Alhasil, dua hari ini warga di  Desa Jagabita, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor dan Desa Sukamanah, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang mengalami kesulitan untuk beraktivitas.

Sekdes Desa Jagabita Awaludin mengatakan, jembatan ini sangat penting, mengingat tidak ada akses lagi yang dipergunakan warga untuk beraktivitas selain jembatan ini. “Harus duduk bareng antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Tangerang. Bagaimana caranya untuk membangun jembatan yang menjadi pembatas di dua kabupaten,” kata dia.

Menurutnya, memang jembatan tersebut sudah puluhan tahun masih terbuat dari bambu. Dirinya sudah mengajukan di Musrenbang ditingkatkan kecamatan, namun saat ini belum ada respon. “Saya minta Pemerintah Kabupaten Bogor jangan meninjau doang. Segera bangun jembatan ini jangan sampai menunggu korban lagi,” cetusnya dengan nada kesal.

Sekedar diketahui, jembatan penghubung Kabupaten Bogor dengan Tanggerang ini sudah berdiri sejak 1960-an. Warga sekitar biasa menggunakan jembatan bambu ini untuk beraktivitas sehari-hari. Namun, karena jembatan ini ambruk akibat derasnya luapan air Kali Cimanceri, warga yang berpergiran menuju Tangerang dan sebaliknya harus berputer menggunakan jalur alternatif yang jaraknya jauh.

Sementara itu, terputusnya jembatan Kali Cimanceri ini pun menyita perhatian Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Egi Gunadhi Wibawa. Menurutnya, jembatan yang sudah dibangun sejak 1960-an ini merupakan akses penting bagi masyarakat sekitar. “Kita juga sangat menyesalkan, apalagi jembatan ini akses sehari-hari masyarakat,” kata Egi.

Egi menjelaskan, sebenarnya pengajuan perbaikan atau pembangunan baru jembatan ini sudah diusulkannya kepada Pemkab Bogor. Namun, karena tidak memenuhi syarat, maka perbaikan ditanggungkan kepada dana desa. “Saya sudah komunikasikan ke Desa untuk diprogramkan. Diharapkan kedua desa bisa bekerja bersama,” jelas politisi PDI P itu.

Dirinya juga mengaku siap untuk mengawal pengajuan perbaikan jembatan ini hingga terealisasi. Apalagi, saat ini masyarakat sekitar berniat untuk melakukan gotong royong memperbaiki jembatan ini. “Kami siap untuk mengawal,” ujarnya.

Sebelumnya, pasca diguyur hujan, Jembatan Kali Cimanceri yang merupakan satu-satunya akses warga untuk beraktivitas terputus. Padahal jembatan yang terbuat dari bambu itu menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Tangerang.

Salah seorang warga Fatmawati (40) mengungkapkan, kalau ambruknya jembatan yang panjang 30 meter dan lebar satu meter itu pada pukul 07.00 WIB kemarin pagi. Saat warga tengah sibuk berangkat kerja. “Saat kejadian saya sedang di rumah, saya teriak minta tolong karena saya melihat ada warga bersama motornya jauh ke kali. Dan warga bersama-sama berdatangan untuk menolong korban, sehingga alhamdullah tidak ada korban jiwa,” bebernya kepada Metropolitan, kemarin.

Menurut dia, ambruknya jembatan tersebut karena usianya sudah puluhan tahun tidak diperbaiki sehingga kondisinya sudah reot. Walaupun ada perbaikan setiap tahunnya itu hanya perbaikan ringan.

Warga lainnya Nana (35)  mengungkapkan ada tiga motor yang lewat saat ambruk, satu  tercebur ke kali dan dua motor lagi jatuh pas di tengah – tengah jembatan. “Inikan jembatan penghubung di dua desa, antara Desa Jagabita Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor dan Desa Sukamanah Kecamatan Jambe Kabupaten Tanggerang. Jembatan ini adalah akses utama dan tidak ada sepinya. Seperti berangkat kerja dan ke Pasar Parungpanjang, sehingga anak-anak sekolah pun sering melintasi jembatan ini. Dulu katanya jembatan ini akan di bangun tapi hingga kini tidak ada kabarnya,” tuturnya.(Metropolitan)

2 Tahun Tilep Duit Rehab Rumah Warga, Kades di Ciawi Dibui

BOGOR DAILY- Kasus korupsi terjadi lagi di Kabupaten Bogor. Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong menetapkan Kepala Desa (Kades) Banjarwaru IS sebagai tersangka dugaan penyunatan dana Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Banjarwaru, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Selama dua tahun anggaran IS diduga melakukan tindak pidana korupsi yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp162 juta.

Pantauan Metropolitan, IS hanya bisa tertunduk saat dimintai keterangan Kejari Cibinong sekitar 09:00 WIB. Selang beberapa jam diperiksa, lelaki yang mengenakan kemeja berwarna putih itu digelandang atau dititipkan ke Lapas Kelas II A Cibinong sekitar 13:00 WIB.

Penyerahan tahanan ini dilakukan Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Cibinong Helena. Kepala Seksi Intel Kejari Cibinong Satria Irawan mengatakan, pelaku ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan penyimpangan program bantuan dana RTLH yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor pada tahun anggaran 2015 dan 2016. Dengan rincian, tahun anggaran 2015 sebesar Rp70 juta dan tahun anggaran 2016 sebesar Rp92 juta.

Dari hasil keterangan pelaku, pemotongan dana RTLH ini diperuntukan untuk pembelian materai, pembayaran pajak, biaya operasional TPK, biaya transportasi panitia, biaya pelaporan, biaya tak terduga hingga biaya koordinasi. “Yang menguasai adalah tersangka IS,” ucap dia.

Atas perbuatannya, sambung Satria, tersangka dikenakan Pasal Primair Pasal 2 dan Subsidair Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancamana pidana maksimal 20 tahun penjara. “Minimal satu tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara dengan denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar,” tuturnya.

Satria meyakinkan, penangkapan ini sudah sesuai dengan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Kab. Bogor Nomor : Print – 87A/0.2.33/Fd.1/01/2017 tanggal 22 Februari 2017, dengan alasan bahwa terhadap hal tersebut tersangka IS diamankan berdasarkan bukti yang cukup. “Berdasarkan surat itu kita melakukan penahanan rutan terhadap tersangka IS terhitung sejak tanggal 13 Juli 2017 sampai dengan 1 Agustus 2017 di rutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DPMPD Kabupaten Bogor Deni Ardiana mengaku, belum mengetahui mengenai informasi penangkapan IS. Namun ia akan mencari tahu terlebih dahulu kepastian status terhadap Kades Banjarwaru tersebut. “Kami coba koordinasikan dulu dengan bantuan hukum Pemkab, untuk mencaritahu kepastian status kenapanya. Setelah itu baru kita laporkan kepada pimpinan,” kata Deni.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Iwan Setiawan menyayangkan keterlibatan kades Banjarwaru dalam pemotongan dana RTLH. Kalau memang salah, sebaiknya di proses secara hukum yang berlaku. “Kalau menurut saya sih sesuaikan dengan azas keadilan saja. Kalau memang bermasalah tangkap saja dan kalau bisa semuanya yang bermasalah ditangkepin,” kata Iwan.

Iwan juga meminta, seluruh kades di Kabupaten Bogor agar intropeksi diri terhadap kasus ini. Dengan bertambahnya maju negara tentu sistem akan semakin canggih termasuk informasinya. “Jangan merasa seperti zaman dulu dan mindsetnya harus berubah. Harus upgrade pengetahuan karena ini gaya lama dan ini buat contoh bagi kades lain,” tutupnya.

2 Putrinya Dikubur, Ibu Korban Tabrakan Cimande Masih di Rawat

BOGOR DAILY– Satu korban kecelakaan maut di Jembatan Cimande, Kecamatan Caringin, Senin (10/7/2017) hingga kini masih menjalani perawatan di RSUD Ciawi.

Korban atas nama Anita Aprilia (34), penumpang mobil Honda Jazz hitam.  Menurut Kasubag Umum RSUD Ciawi, Heri Juhaeri, Anita masih dirawat karena mengalami pendarahan hebat di kepala akibat benturan.

Selain itu, korban juga mengalami luka di pipi dan dahi.  “Yang lain sudah diperbolehkan pulang, tinggal Ibu Anita yang masih dirawat,” ujar Heri Juhari, Kamis (13/7/2017).

Heri menjelaskan, korban mengalami pendarahan hebat di kepala dalam kejadian tersebut. “Kalau suaminya, Pak Dadan sudah pulang hanya mengalami luka di kaki saja,” ujarnya.

Karena masih dirawat, Anita tak bisa menghadiri pemakaman kedua putrinya yang meninggal. Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut menyebabkan tiga orang meninggal dunia.

Korban tewas adalah anak pasangan Dadan dan Anita, yaitu Naila Binar (10) dan Alika Kinandia (6), serta sopir Pramuditha (30).

Lagi! Jalur Bocimi Makan Korban, Buruh Bangunan Tergeletak

BOGOR DAILY– Kecelakaan maut di jalur Ciawi-Sukabumi atau yang lebih dikenal dengan jalur Bocimi kembali terjadi. Kejadian ini hanya berselang empat hari setelah kejadian yang menewaskan tiga orang di Jembatan Cimande, Caringin, Kabupaten Bogor.

Kali ini kecelakaan menimpa seorang warga bernama Ujang Supriadi (25). Ujang mengalami luka parah di bagian kepala setelah ditabrak oleh pengendara motor Honda Revo yang dikendarai Ali Firmansyah (18).

Peristiwa ini terjadi di Jalan Raya Ciawi-Sukabumi tepatnya di depan SD Cikereteg, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kamis (13/7/2017) tadi pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Korban tergeletak di tengah jalan dengan kondisi luka parah di bagian kepala.

Kanit Laka Lantas Polres Bogor, Iptu Asep Saepudin mejelaskan, korban ditabrak saat menyebrang jalan. “Kejadiannya melibatkan seorang pengendara motor dan penyebrang jalan. Korban mengalami pendarahan di kepala,” ujar Asep Saepudin.

Korban yang merupakan warga Kampung Batu Kembar RT 06/07, Desa Ciderum, Caringin sudah dilarikan ke RSUD Ciawi untuk mendapatkan perawatan.

Sementara pengendara motor, diamankan ke Unit Laka di Polsek Ciawi berikut barang bukti motor yang digunakannya.(*)

Kantor Disdik Jabar Digeruduk Ormas, Ini Masalahnya

BOGOR DAILY– Sejumlah gabungan organisasi masyarakat (Ormas) di wilayah Bandung Raya menggeruduk kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat. Mereka mempertanyakan perihal penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jabar.

Para gabungan Ormas ini mendatangi kantor Disdik yang beralamat di Jalan Dr. Radjiman, Kota Bandung pada Kamis (13/7/2017) sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka langsung diterima Kadisdik Jabar Ahmad Hadadi. Di antaranya berasal dari Gibas, Manggala Putih dan lainnya. Rata-rata mereka menggunakan seragam berwarna hitam.

Sebagian dari anggota Ormas ini lalu masuk ke ruangan rapat di dalam gedung. Mereka melakukan audiensi secara langsung dengan Kadisdik Jabar.

“Kedatangan kami ke sini menyampaikan aspirasi yang masuk dari masyarakat yang merasa dirugikan dengan sistem PPDB ini,” ujar salah seorang perwakilan Ormas saat melakukan audiensi.

Sementara Kadisdik Jabar Ahmad Hadadi menerima masukan-masukan dari gabungan Ormas tersebut.

“Yang terpenting bagi kami semua anak bisa bersekolah di Jawa Barat,” kata dia.

Kampus UNISBA Diserang Bobotoh?

BOGOR DAILY- Puluhan orang yang diduga bobotoh (suporter Persib Bandung) melakukan aksi penyerangan ke Universitas Islam Bandung (Unisba), Rabu (12/7) malam. Diduga penyerangan tersebut berawal dari gesekan antar suporter di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Menurut keterangan kepala keamanan Unisba Rudi Bustaman penyerangan terjadi sekitar pukul 22.45 WIB. Secara tiba-tiba puluhan orang yang terlihat marah langsung merangsek ke dalam area kampus. Massa sempat saling dorong dengan pihak kemanan kampus.

Sementara di dalam kampus ada sejumlah mahasiswa Unisba yang sedang mengerjakan tugas dan berkegiatan. Melihat adanya serangan, akhirnya sejumlah mahasiswa berusaha melakukan perlawanan dan terjadilah sedikit keributan.

Pihak keamanan kampus dan mahasiswa mencoba mengusir massa keluar dari area kampus. Kalah jumlah pelaku penyerangan berhasil dipukul mundur dan melarikan diri.

“Semalem gerbang sudah ditutup. Hanya dibuka paksa oleh anak-anak bobotoh. Kejadiannya juga tidak lama hanya dua puluh menitan,” kata Rudi, saat ditemui di Kampus Unisba, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Kamis (13/7/2017).

Dari informasi yang dia dapat, aksi penyerangan berawal dari gesekan antar suporter di Stadion GBLA saat laga Persib Vs Persela, Rabu (12/7) malam. “Semalem tuh katanya efek nonton Persib,” ucapnya.

Dia memastikan tidak ada kerusakan dari fasilitas kampus akibat penyerangan tersebut. Seperti masjid dan fasilitas lainnya tidak ada yang rusak. Bahkan motor-motor mahasiswa yang terparkir tidak ada yang dirusak oleh para penyerang.

“Enggak ada yang rusak. Tadi saya sudah periksa kembali takutnya malam tidak terlihat. Tapi tadi dipastikan tidak ada keruskaan. Kaca-kaca masjid juga masih pada utuh,” ucapnya.

Dia memperkirakan jumlah massa yang menyerang sebanyak lima puluh orang. Petugas kepolisian tadi malam langsung melakukan pengamanan di sekitar area kampus. “Dua belas motor milik pelaku penyerangan diamankan dan sudah dibawa polisi. Tapi ada dua motor yang kita amankan. Enggak tahu milik mahasiswa atau motor pelaku,” ucapnya.

Saat ini kegiatan di dalam kampus berjalan seperti biasanya. Para mahasiswa tetap menjalankan kegiatan seperti biasa. Tapi terlihat ada beberapa anggota kepolisian yang melakukan penjagaan. (detik)