Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 9087

Jadi Biang Kecelakaan, Dishub Jabar Kumpulkan PO Bus

BOGOR DAILY- Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat akan mengumpulkan perusahaan otobus (PO) terkait adanya sejumlah kecelakaan di Jalur Puncak dan kawasan Ciwidey, Kabupaten Bandung beberapa waktu lalu.

“Besok siang, kita akan kumpulkan semuanya, kita akan rapat dengan PO atau penyedia jasa transportasi darat lainnya terkait sejumlah kecelakaan seperti Ciloto, Tanjakan Salarong Puncak dan yang di Ciwidey,” kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik.

Dalam kurun waktu dua pekan berturut-turut, kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah Jawa Barat, yakni kecelakaan beruntun melibatkan sejumlah kendaraan di Jalur Puncak, tepatnya pada Tanjakan Selarong, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kejadiannya Sabtu 22 April 2017.

Kemudian, sopir bus pariwisata Gia Trans berinisial WH (57) yang menabrak dua pejalan kaki hingga tewas di Jalan Raya Ciwidey pada Minggu 23 April 2017 dan terakhir tabrakan kendaraan secara beruntun yang terjadi di Jalan Raya Puncak RT 05/RW 06, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Provinsi Jawa Barat hingga Mingu petang telah menewaskan sebanyak 11 orang.

Kecelakaan tersebut disebabkan rem blong Bus Kitrans bernomor polisi B 7057 BGA yang tak dapat dikendalikan karena remnya tak berfungsi. Dedi menuturkan, rapat antara pihaknya dengan PO yang digelar besok adalah untuk menegaskan komitmen tentang pengawasan terhadap setiap kendaraan yang dimilikinya benar-benar layak jalan.

“Kalau dalam rapat nanti PO atau perusahaan penyedian jasa transportasi tersebut tidak mau melaksanakan komitmen yang ada maka akan kita cabut izinnya,” kata dia.

Dinas Perhubungan Jawa Barat, menurut Dedi menekankan prinsip “Tri Siap” untuk setiap perusahaan otobus yakni pertama manusia atau sopirnya harus siap secara fisik atau sehat jasmani dan rohani dan kedua siap administrasi yakni dicek bahwa kendaraan ini mempunyai STNK, buku uji dan SIM pengendara, ketiga siap untuk fisik kendaraan.

“Dan kendaraan harus betul-betul dalam kurun waktu enam bulan sekali wajib dilakukan uji berkala sesuai dengan amanat UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan, kemudian pada PP Nomor 55 Tahun 2012 terkait kendaraan wajib uji berkala setiap enam bulan sekali atau setahun dua kali,” paparnya.

Selain itu, lanjut dia, setiap harinya perusahaan otobus harus melakukan pengecekan rutin terhadap kendaraannya.

“PO ini harus menyediakan dan menyiapkan bengkel, harus diperiksa bahwa kendaraan ini betul-betul layak jalan, itu ada biasanya pada PO yang sudah punya sistem bagus, mengharuskan untuk dicek di antaranya alat pengendaraan. Kemudian fungsi pengeraman, kondisi ban dan berkaitan dengan trasmisi kendaraan harus dipastikan layak jalan,” tutupnya. (Okezone)

Rayakan Hari Buruh, Karangan Bunga Ahok Habis Dibakar

BOGOR DAILY- Pemandangan di depan Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, saat ini, berantakan. Karangan bunga yang tadinya disusun rapi, kini tak beraturan. Sebagian lagi ditumpuk dan dibakar oleh sejumlah peserta aksi yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin SPSI.

Aksi tersebut berlangsung di tengah peringatan Hari Buruh Internasional.

Karangan bunga tersebut merupakan kiriman pendukung Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat sebagai tanda ucapan terima kasih atas jasa-jasa selama memimpin Jakarta. Saking banyaknya kiriman karangan bunga, halaman Balai Kota sampai tak muat, akhirnya sebagian dijejer di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan.

Buruh  yang melintasi daerah itu, sekitar pukul 12.40 WIB diperintahkan untuk mengumpulkan karangan bunga ke tengah jalan.

“Ini sejarah baru buat kita. Kita dapat membersihkan Jakarta,” ujar orator yang berdiri di atas mobil komando.

Menurut dia ribuan karangan bunga tersebut sudah mengotori Balai Kota. Sudah seminggu belakangan, halaman Balai Kota tidak dibersihkan.

Orator menegaskan agar jangan takut untuk membakar karangan buka. “Siapa yang mau tangkap, tangkap sekarang saya. Saya yang tanggungjawab, biar tahu, DKI harus dibersihkan. Kita harus bersih-bersih,” kata dia.

Tak lama kemudian, api berkobar. Sebagian buruh terlihat menggotong-gotong karangan bunga dan melemparkan ke kobaran api.

Tak lama kemudian, orator meminta buruh untuk menyudahi aksi bakar karangan bunga.”Jangan ditambah lagi, buruh mundur. Kalau bukan kita siapa lagi yang mau bersihkan Bali Kota kawan,” kata dia.

Buruh ke Istana Negara, Jokowi Bagi-bagi Sepeda di Hongkong

BOGOR DAILY– Massa Aksi May Day yang sebelumnya berkumpul di Patung Kuda kini mulai bergerak menuju Jalan Medan Merdeka Barat. Mereka meminta jalan menuju Istana Negara dibuka.

Pantauan di lapangan, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (1/5/2017), sejak pukul 12.00 WIB, massa mulai memadati batas pagar kawat berduri yang berada di depan Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata. Massa meminta polisi segera membuka jalan agar mereka bisa menuju istana.
Mobil-mobil komando digiring menuju batas pagar kawat berduri. Massa juga meneriakkan beberapa keinginan dalam aksinya ini.

“Buka jalannya! Buka jalannya! Itu istana negara atau istana boneka?” kata salah satu orator di atas mobil komando

Pasukan yang membalut kepalanya dengan kain berwarna merah, membentuk barisan terdepan di batas pagar kawat berduri. Begitu juga dengan marching band mereka turut meramaikan di batas pagar kawat berduri.

“Kami hari ini menyuarakan aspirasi kami, mohon beri kami kesempatan, beri kami jalan, kami menyampaikan aspirasi, mengapa kami dihadang?, Apakah kalian takut? Kami buruh tidak makar,” ucap seorang di atas mobil komando

Sementara itu, di Peringatan Hari Buruh, Presiden Joko Widodo (Jokowi) justru bertandang ke Thailand. Di sana, Jokowi  dan Iriana  bertemu sekitar 5.400 WNI yang bekerja dan tinggal di Hong Kong. Bahkan, kebiasaannya membagikan sepeda pun tak luput, meski di negeri orang.

Saat kunjungannya, Jokowi memberikan sepeda pada salah satu TKW yang berhasil menawa kuis andalannya

(bd)

Gara-gara 3 Batang Rokok Ganja, Iwa K Resmi Jadi Tersangka

BOGOR DAILY– Rapper Iwa Kusuma alias Iwa K ditetapkan menjadi tersangka kepemilikan ganja. Peningkatan status Iwa K berdasarkan hasil gelar perkara tim penyidik Polres Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

“IK ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan ganja,” ujar Kasat Narkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Martua Raja Silitonga, Senin (1/5/2017).

Penetapan status tersangka Iwa K dilakukan melalui gelar perkara atas hasil uji Puslabfor Polri atas barang bukti 3 batang rokok yang dicampur ganja. Puslabfor menyebut, netto ganja pada rokok yang dibawa Iwa K seberat 1,4850 gram.

“Bruto masih dengan rokok 4,04 gram. Kalau netto THC (tetrahidrokanabinol, zat pada ganja, red), 1,4850 gram,” sebut Martua.

Selain itu, tim penyidik juga menggunakan keterangan dari petugas bandara dan rekan Iwa K, Y yang ikut diamankan di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (29/4). R disebut tak tahu menahu ganja yang dibawa Iwa K saat menuju ke Makassar.

Iwa K diamankan saat melewati pemeriksaan mesin x-ray kedua. Sedangkan rekannya R lebih dulu berjalan menuju ruang tunggu 7 di terminal 1A. Menurut Martua, Iwa K menelepon R saat tertahan petugas karena tiga batang rokok yang dicurigai berisi ganja.

“Barang yang dicurigai narkoba. Sedangkan urine R negatif mengandung metamfetamin atau THC. Sedangkan urine IK positif mengandung THC,” sambungnya.

Polisi saat ini masih memburu Y, yang memberikan rokok ganja kepada Iwa K. Iwa K sebelumnya mengaku sudah dua bulan mengonsumsi ganja.

“Tim masih bergerak di lapangan. Tapi kami masih rahasiakan profilnya,” sebut Martua.

Menjelang MotoGP Spanyol, Rossi Persoalkan Sistem Komunikasi

BOGORDAILY – Valentino Rossi mempermasalahkan sistem komunikasi dalam MotoGP, yang dianggapnya menyulitkan pembalap dalam berhubungan dengan tim pendukung di pit. Rossi membuka kembali masalah ini menjelang MotoGP Spanyol 2017, yang akan digelar di Sirkuit Jerez pada Minggu 7 Mei mendatang.

“Masalah komunikasi di MotoGP selalu menjadi persoalan pelik. Kita para pembalap tidak pernah tahu apa yang harus dilakukan untuk berkomunikasi dengan tim di pit, kecuali melalui papan pemberitahuan yang kadang sulit dipahami isinya,” ujar Rossi.

Rossi mencontohkan situasi yang dialaminya dalam MotoGP Amerika di Sirkuit Austin. Saat itu Rossi sama sekali tidak tahu bahwa dia dikenai hukuman penalti 0.3 detik akibat bersenggolan dengan Johann Zarco.

“Seringkali saya tidak melihat dengan jelas apa isi tulisan dalam papan tersebut, karena sedang berkonsentrasi dengan kecepatan penuh,” imbuh Rossi.(tempo)

Hari Ini 4 Penumpang Bus Maut Ciloto Puncak Dimakamkan

BOGOR DAILY– Keempat korban kecelakaan di Ciloto, Puncak, Jawa Barat telah dimakamkan Senin (1/4/2017).

Jenazah mendiang Suyatna (47), Sudinar (64), dan Wagirun (68) dimakamkan berdampingan di Blok AA.201, Taman Pemakaman Tanah Umum (TPU)  Tanah Kusir,  Jakarta Selatan.

Ketiganya dimakamkan sekitar pukul 09.30 yang disaksikan oleh sanak keluarga dan warga setempat.

Sedangkan satu korban lagi, Mimi Setiawati dimakamkan di Bungur, Kebayoran Lama,  Jakarta Selatan, di tanah khusus wakaf keluarga.

Keempat korban tersebut tewas pada kecelakaan maut yang berawal saat bus bernopol B 7058 BGA yang sarat penumpang melaju dari arah Jakarta-Bogor menuju Cianjur.

Saat jalan turunan, tepatnya di Kampung Parabon, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, bus berwarna putih ini diduga mengalami rem blong.

Sopir kehilangan kendali hingga bus bergerak mengarah ke lajur kanan, kemudian menabrak minibus dan angkot yang sedang melaju dari arah berlawanan.

Tak sampai di situ, bus tersebut kembali menabrak dua minibus dan empat sepeda motor, hingga terjungkal ke dalam jurang sedalam 15 meter.

Pemilik Bus Maut Ciloto Diburu Polisi, Izin Trayek Dicabut

BOGOR DAILY– Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Cianjur, AKP Erik Bangun Prakasa mengatakan, kondisi bus PO Kitrans yang mengangkut sekitar 34 penumpang dalam kondisi tidak laik jalan.

Hal ini terungkap saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur semalam. “Ternyata terotnya cuma diikat karet ban dalam. Jadi wajar, kalau sopir tidak bisa mengendalikan busnya,” ujar AKP Erik Bangun Prakasa kepada wartawan disela-sela olah TKP lanjutan di lokasi kejadian, Jalan Raya Puncak, Desa Ciloto, Cipanas, Kabupaten Cianjur, Senin (1/5/3017).

Bangkai bus dan kendaraan lainnya yang terlibat kecelakaan yang menewaskan 11 orang dan 20 lainnya mengalami luka berat dan ringan berhasil dievakuasi, Senin dini hari tadi.

Erik Bangun menjelaskan, karena terot tidak dalam kondisi prima, sopir sulit mengendalikan busnya sehingga menabrak kendaraan di depannya.

Tak hanya itu lanjut Erik, Dinas Perhubungan Jawa Barat juga menyebut kalau peneng atau tanda lulus uji KIR bus tersebut diduga palsu.

Peneng yang terpasang seharuya untuk mobil boks. “Kami akan cari pemilik busnya, karena membiarkan kendaraan tidak laik jalan tetap dipakai. Kemenhub juga diminta untuk mencabut izin PO,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut di Jalur Puncak, Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur yang menewaskan 12 orang diduga disebabkan karena pengereman yang tak maksimal dari kendaraan bus. (bd)

BNNK Bogor Gencarkan Program P4GN ke Sekolah dan Masjid

BOGOR DAILY Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor makin gencar menggalakkan sosialisasi tentang bahaya narkoba. Melalui program Pencegahan, Peberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Narkoba (P4GN), pihaknya menyasar kalangan muda guna menekan tingkat peredaran barang haram tersebut.

Seperti yang baru baru digelar BNNK Bogor di SMA Negeri 2 Cibinong lewat kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) P4GN melalui Media Konvensional di Kalangan Pelajar wilayah Kabupaten Bogor Tahun 2017, Sabtu (22/4) lalu.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Rika Indriarti Roamer mengatakan giat ini sengaja digelar agar lembaganya bisa berinteraksi langsung dengan pelajar.

“Dengan tatap muka ini maka proses interaksi akan jauh lebih luwes, sehingga asesmen yang dilakukan juga bisa tepat sasaran,”ungkap Rika.

Ia juga menilai lewat kegiatan yang menyasar anak anak muda maka pihkanya sekaligus bisa menanamkan nilai dan karakter positif pada kelompok siswa

“Karena, dari aspek sosial budaya masyarakat kita yang cenderung senang berkomunitas. Tentu ini  akan memberikan dampak positif dalam melakukan intervensi nilai dan karakter ke dalam sebuah kelompok atau komunitas,”terangnya

Sedikitnya ada 30 peserta yang mendapatkan pencerahan tentang program P4GN. Rika pun berharap agar pihaknya dapat memberikan pemahaman gambling sola bahaya narkoba

“Ya semoga ini bisa memberikan pemahaman yang jelas dan tegas kepada pelajar mengenai berbagai dampak buruk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba serta upaya pencegahan yang dapat diterapkan secara nyata,”harapnya.

Selain menyasar kalangan siswa, sosialisasi ini juga diberikan melalui komunitas masjid. Seperti yang telah dilakukan di Masjid Al-Muttaqin Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor (23/4/17) dengan menggandeng Badan Komunikasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI).

(bd)

Pulang Umroh, Habib Rizieq Diperiksa Polda. Ini Tanggalnya

BOGOR DAILY– Polda Metro Jaya akan kembali memanggil Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab terkait kasus pornografi ‘baladacintarizieq’. Pemanggilan dilakukan usai Habib Rizieq pulang umrah.

“Kembali kita periksa. Kembali dari umrah yang bersangkutan. Mungkin tanggal 5-6 (Mei),” kata Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan di eks Senayan Golf Driving Range, GBK, Jakarta Selatan, Senin (1/5/2017).

Habib Rizieq sebelumnya dipanggil pada Selasa (25/4) lalu namun tidak hadir. Begitu pula dengan Firza Husein dan Fatima atau Kak Emma yang juga dipanggil sebagai saksi di kasus yang sama. Keduanya tidak hadir dengan alasan kurang sehat.

Pemanggilan kedua bagi mereka kemudian rencananya dilakukan usai May Day. Itu karena polisi sedang fokus mengamankan massa buruh yang mungkin akan melakukan aksi peringatan Hari Buruh Sedunia pada hari ini.

Seperti diketahui, percakapan berkonten pornografi via WhatsApp yang disebut-sebut antara Habib Rizieq dan Firza tersebar di media sosial. Dalam percakapan tersebut juga ada foto wanita telanjang yang disebut-sebut sebagai Firza Husein. Sejauh ini polisi belum menetapkan siapa tersangkanya (bd)

Polisi Potret Detik detik Kecelakaan Maut Ciloto Puncak

BOGOR DAILY– Polisi kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kecelakaan maut di Ciloto, Cianjur, Jawa Barat. Jika dalam olah TKP sebelumnya menggunakan drone, kini polisi memakai Faro, alat pemindai 3D (3 dimensi).
“Alat bernama Faro ini digunakan untuk melakukan pemindaian dan sket lokasi, hasilnya akan mendekati real kejadian dan mampu menggambarkan tahapan-tahapan kecelakaan kemarin,” terang Kasatlantas Polres Cianjur AKP Erik Bangun Prakasa, Senin (1/5/2017).

Erik menjelaskan, alat olah TKP milik Korlantas tersebut digunakan untuk memperjelas tahapan situasi. Melihat saat kecelakaan terjadi tidak ada CCTV yang terpasang.


Penggunaan alat pemindai Faro bukan kali pertama. Pada olah TKP kecelakaan beruntun di Tanjakan Selarong, Megamendung, polisi juga menggunakan alat tersebut.

“Kemarin kami gunakan drone, nah sekarang menggunakan Faro semoga mampu menggambarkan kejadian nyaris mendekati aslinya, karena secara visual tidak ada CCTV di sekitar lokasi,”lanjut Erik.

Saat ini belasan anggota Polisi Lalu Lintas melakukan pembersihan lokasi menggunakan sapu lidi. Puing dan kaca yang berserakan dibersihkan agar areal lokasi steril dari puing yang berserakan pasca kecelakaan kemarin.