Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 9104

Siap-siap! Pemukiman Katulampa Mau ‘Dijual’ Pemkot Bogor

BOGOR DAILY- Pemerintah kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogorberencana menjual kawasan pemukiman Katulampa Bogor pada wisatawan. Lewat konsep eco wisata village, kawasan itu akan disulap jadi destinasi liburan baru dengan mengandalkan ekonomi kreatif warga. .

“Selain banyaknya industri-industri rumahan yang telah dilakukan warga di sini, terutama di bidang kuliner, wilayah ini juga masih terbilang sangat asri meski berada tidak jauh dari pusat kota. Oleh karena itu, kami pikir sangat layak untuk dikembangkan dan bisa ‘dijual’ kepada wisatawan,” ujar Kepala Disparbud Kota Bogor Shahlan Rasyidi.

Meski diakuinya tidak akan mudah, tetapi Shahlan yakin bahwa dengan bantuan dan sinergitas bersama semua pihak khususnya warga setempat, hal itu dapat direalisasikan. Apalagi, sambungnya, potensi yang ada sangat besar dan layak untuk dipromosikan.

“Oleh karena itu, kami juga sudah mengunjungi beberapa industri kreatif di bidang kuliner di sini. Hasilnya tidak kalah dengan produk-produk yang sudah memiliki brand besar. Hanya saja, memang masih memerlukan sedikit pembinaan seperti soal pengemasan dan pemasarannya. Maka insya allah, kami akan membantu mereka dengan mengikutsertakannya di pameran-pameran atau bazaar,” jelas Shahlan. (bd)

Sudah Dimediasi, Tsania Marwa Kekeuh Minta Cerai di PA Cibinong

0

BOGOR DAILY- Pasangan artis peran Tsania Marwa dan Atalarik Syah menjalani mediasi di Pengadilan Agama Cibinong, Bogor,Selasa (18/4/2017) siang.

Namun mediasi yang berlangsung selama satu setengah jam itu ternyata tak berhasil menyurutkan niat Tsania menggugat cerai Atalarik.

“Alhamdulillah bisa dibilang berjalan cukup baik. Tapi saya tekankan saya tetap pada keputuan saya untuk melanjutkan gugatan cerai saya kepada Atalarik dan saya meminta hak asuh anak saya,” kata Tsania kepada awak media.

“Tergugat merasa masih mau menyambung hubungan pernikahan,” tambahnya.

Kendati begitu, ia menegaskan segala hal yang menjadi pembicaraan dalam mediasi tadi tidak sedikit pun menggugah keputusannya untuk berpisah dengan sang suami.

“Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada pak mediator dan PA Cibinong, tapi ini pure keputusan hati saya, Tidak. Saya tetap mau bercerai,” ujar Tsania.

Namun, mengenai penyebab atau alasannya ingin menyudahi pernikahan yang sudah terbina lima tahun itu, ibu dua anak ini memilih bungkam.

“Kalau saya memilih mundur dari pernikahan, saya punya alasan kuat yang enggak mungkin saya buka di sini dan tolong hargai saja,” kata Tsania.

Sementara, ditemui terpisah kuasa hukum Atalarik, Juanidi, mengatakan bahwa pihaknya tak menganggap mediasi tersebut gagal meski antara Tsania dengan Atalarik tak mencapai titik temu. Yakni Tsania kukuh bercerai, sedangkan Atalarik ingin mempertahankan rumah tangganya.

“Enggak gagal. Masih berlangsung mediasi sampai 23 Mei 2017. Sudah ya,” ujar Junaidi.

Tsania Marwa dan Atalarik Syah yang usianya terpaut 18 tahun itu menikah pada 10 Februari 2012 lalu. (bd)

Berbekal 3-0 Atas Kemenangan Dikandang, Ini Kata Paolo Rossi Mantan Pemain Juventus

0

BOGORDAILY – Juventus harus mengusung keyakinan dan membuang jauh rasa gentar saat turun di Camp Nou untuk menghadapi Barcelona. Itulah pesan Paolo Rossi kepada mantan timnya.

Juventus akan melawan tuan rumah Barcelona di leg kedua babak perempat final Liga Champions 2016/17, Kamis (20/4). Juventus datang ke Catalan bermodal kemenangan 3-0 dari leg pertama berkat dua gol Paulo Dybala dan satu gol Giorgio Chiellini.

Dengan kualitas yang mereka miliki, Rossi berharap Juventus bisa bermain dengan berani dan menuntaskan pekerjaan untuk lolos ke semifinal.

“Tak perlu takut saat turun ke lapangan. Respeklah pada lawan, tapi rasa gentar harus dihilangkan. Hadapi mereka dengan keyakinan,” kata mantan striker Bianconeri itu, seperti dikutip TuttoJuve.

Sebelumnya, Juventus takluk 1-3 melawan Barcelona di Berlin dalam duel final Liga Champions 2015.

“Apa yang berubah sejak Berlin? Sejumlah pemain kunci sudah tidak ada. Juventus tak lagi diperkuat Tevez. Di lini tengah, mereka kehilangan Pirlo, Vidal dan Pogba, tapi semua sudah digantikan dengan baik.”

Salah satu suntikan kekuatan untuk Juventus musim ini adalah bergabungnya striker Gonzalo Higuain dari Napoli. Menurut Rossi, Higuain merupakan pemain depan yang luar biasa.

“Menurut saya, Higuain adalah jaminan, dan itu tidak berlebihan. Dia pemain komplet, seorang striker yang sangat hebat. Jiwa kompetitifnya juga tak perlu dipertanyakan. Dia adalah tipe pemain yang benci jika sampai gagal mencetak gol dalam sebuah pertandingan,” pungkasnya.

Higuain sudah mencetak 29 gol dalam 44 penampilan untuk Juventus di semua kompetisi musim ini. Bomber Argentina tersebut telah mengemas 23 gol di Serie A serta masing-masing tiga gol di Liga Champions dan Coppa Italia. (Merdeka)

Datangi Sidang Cerai di PA Cibinong, Atalarik Diserbu

BOGOR DAILY– Bintang sinetron Atalarik Syah dikawal pria bersafari hitam, ketika datang dan memasuki ruang sidang Pengadilan Agama Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (18/4/2017). Kedatangannya pun langsung diserbu warga yang berada di PA Cibinong.

Pantauan di lokasi, terlihat 14 pria berbadan tegap yang menggunakan baju safari berwarna hitam mendampingi Atalarik, yang menggunakan warna biru navy dan celana panjang berwarnaa abu-abu.

Sementara sang istri Tsania Marwa sudah datang lebih dulu di Pengadilan dengan menggunakan pakaian hitam dan kaca mata hitam, didampingi kuasa hukum dan juga pihak keluarganya.

Pengadilan Agama Cibinong kembali menggelar persidangan cerai Atalarik Syah dan Tsania Marwa,  dengan agenda mediasi.

Dimana pada 4 April 2017 lalu, mediasi sempat tertunda karena Atalarik Syah tidak hadir akibat pergi umroh ke tanah suci Mekkah.

 

Terminal Baranangsiang Dikembalikan ke Pemkot, Ada Apa ya?

BOGOR DAILY– Persoalan Terminal Baranangsiang memasuki babak baru. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersiap merombak terminal setelah pemerintah pusat mengembalikan asetnya tanpa alasan jelas. Walikota Bogor Bima Arya tampak semringah dengan pengembalian itu. Sebab artinya seluruh pengelolaan terminal akan sepenuhnya ditangani Pemkot Bogor.

“Saya sudah mendapatkan laporan langsung dari menteri perhubungan, pengelolaan Terminal Baranangsiang dikembalikan ke Pemkot Bogor. Artinya pemerintah pusat tidak jadi mengelola terminal. Kita harus bersiap-siap kembali mengelola terminal,” ujarnya kepada Metropolitan.

Orang nomor satu di Kota Bogor ini heran atas sikap pemerintah pusat tersebut. Padahal penyerahan aset tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Walaupun, menurut Bima, pernyataan tersebut belum resmi secara tertulis. “Jadi harus duduk bersama lagi antara kementerian, BPTJ dan Pemkot Bogor. Kami akan memastikan soal pengelolaan Terminal Baranangsiang ini,” terangnya.

Terkait rencana pembangunan optimalisasi Terminal Baranangsiang, Bima menegaskan, rencana pembangunan berjalan terus on the track. Pemkot Bogor sudah menyetujui desain pembangunan dari pihak ketiga.

“Terpenting adalah pola ke depan harus jelas dengan dikembalikan pengelolaan ke Pemkot Bogor ini,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bogor Anggraeni Iswara mengaku telah menyiapkan semua berkas penyerahan selama kurang lebih satu tahun ini, dari mulai asset-aset, para pekerja dan lainnya. Ia juga mengaku kaget atas informasi bahwa Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyerahkan kembali Terminal Baranangsiang kepada Pemkot Bogor. “Personel, Pendanaan, Pra-sarana sarana serta Dokumen (P3D) memang telah diserahkan kepada pemeritah pusat, namun aneh juga sekarang dikembalikan lagi,” katanya.

Lantaran baru mengetahui infomasi tersebut, ia akan berkoordinasi kembali dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk memastikan informasi tersebut. “Itu kan dari pak wali langsung, nanti saya tanya dulu kepada dishub untuk memastikan kebenarannya,” jelasnya.

Seperti diketahui, Agustus 2016 lalu, Pemkot Bogor menyerahkan aset Terminal Baranangsiang ke pemerintah pusat. Selain serah terima personel, pemkot juga menyerahkan P3D Terminal Baranangsiang ke Kemenhub.

Dalam serah terima P3D, khusus untuk personel akan diserahkan sebanyak 48 orang yang tediri dari 35 PNS, tiga Tenaga Kerja Kontrak (TKK) dan sepuluh tenaga sukarelawan ke Kemenhub. Jumlah ini adalah semua karyawan yang bekerja di Terminal Baranangsiang. Sedangkan, untuk sarana pra-sarana mencakup aset, perlengkapan maupun peralatan yang melekat di terminal juga akan diserahkan.

Sementara, untuk pembiayaan secara otomatis setelah adanya Berita Acara Serahterima (BAS), pembiayaan personel seperti gaji, tunjangan kerja dan intensif semuanya akan menjadi tanggung jawab Kemenhub. Soal dokumen juga akan diserahkan secara keseluruhan, bisa berupa di antaranya Surat Keterangan (SK) PNS, Sasaran Kerja Pegawai (SKP), Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) dan dokumen yang berhubungan dengan personel dan peralatan aset.

Sebelum adanya penyerahan asset, Pemkot Bogor berencana merombak terminal. Nantinya kawasan terminal disulap menjadi kawasan yang terintegrasi dengan mal dan hotel. Namun rencana optimalisasi Terminal Baranangsiang yang sudah tertunda selama lima tahun ini menuai kontroversi. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bogor mengajukan gugatan baik melalui mekanisme class action atau citizen law suit maupun gugatan perbuatan melawan hukum ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)

Lahan Belum Kelar, Proyek Flyover RE Martadinata Gagal

BOGOR DAILY– Wacana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor membangun flyover di Jalan RE Martadinata pada tahun ini ternyata gagal. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor Chusnul Rozaqi, Detail Engineering Desain (DED) yang dibuatnya tidak sesuai kondisi di lapangan.

Ia juga mengatakan, review DED memang dilakukan Kementerian PUPR. “Berdasarkan informasi mereka me-review desain dan ada perubahan serta penambahan bidang lahan yang harus dibebaskan sehingga berdampak terhadap pembangunan pada 2017,” katanya.

Tahun ini, lanjut dia, hanya ada pembangunan jembatan duplikasi di kawasan RE Martadinata. “Nanti akan dibangun satu jembatan di dekat jembatan lama untuk kelancaran arus. Realisasi untuk flyover tahun ini memang tidak jadi,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi C DPRD Kota Bogor Teguh Rihananto mengaku sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksana Jalan di Kementerian PUPR kaitan pembangunan infrastruktur di Kota Bogor. Salah satunya kaitan pembangunan flyover yang ditolak karena DED tidak memenuhi standar. Menurutnya pembangunan flyover di Jalan RE Martadinata hanyalah angan-angan semata. Pemerintah Pusat justru menolak DED yang diserahkan DPUPR tersebut. Karena DED yang diserahkan tidak sesuai standar untuk Bina Marga, sehingga akan terjadi pengunduran waktu untuk pembangunan flyover tersebut.

“Flyover tidak bisa dibangun karena pembebasan belum tuntas dan DED yang dibuat DPUPR setelah di-review justru tidak memenuhi standar Bina Marga. Seharusnya pembebebasan lahan yang dilakukan DPUPR menjadi dasar pembuatan DED. Setelah dievaluasi justru DED tidak memenuhi standar sehingga harus ada revisi DED,” ujarnya

Teguh juga mengaku belum mengetahui revisi apakah dilakukan Balai atau DPUPR. Karena setiap kali ia memanggil DPUPR yang datang bukan kepala dinasnya melainkan sejumlah Kasi atau Kabid. “Untuk pembangunan flyover itu pun harus memenuhi syarat karena itu salah satu opsi pengurai kemacetan yang saat ini terjadi. Selain itu pada 2016 kita sudah menambahan anggaran Rp10 miliar,” terangnya.

Ketua Fraksi PKS itu menambahkan, dengan adanya revisi DED secara otomatis ada pengunduran pembangunan. “Kita tidak tahu kapan akan dibangun, yang pasti pembangunan sampai memenuhi aturan dan DED memenuhi standar,” tandasnya.

Ponakan yang Bunuh Omnya Didatangi Arwah Korban

BOGOR DAILY–  Setelah jadi buronan polisi selama dua pekan, tiga tersangka pembunuh Wahyudin (30), warga Citeureup yang ditemukan mengambang di Kali Ciliwung Kalimulya, Cilodong, Kota Depok, Rabu (29/3) berhasil diringkus.

Tersangka MI alias Baim, 24, S alias Eman,30, dan RS alias Ketek,23, ditangkap  Tim Buser  dibawah pimpinan Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Teguh Nugroho.

“Ya pelakunya sudah kita tangkap dan masih diperiksa ,”ujar Wakapolresta Depok AKBP Faizal Ramadhani didampingi Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus.

Mantan Kapolres Toli-Toli ini mengungkapkan dari pemeriksaan awal penyidik modus pelaku menghabisi korbannya dengan cara mengeroyok setelah itu barang milik korban diambil.

“Pelaku sempat mengeroyok korban hingga terdapat luka resapan darah di bagian kepala pertama kali ditemukan di Kali. Sedangkan barang barang milik korban juga diambil,”ungkap perwira jebolan Akpol angkatan 1996 ini.

Dari hasil penyelidikan, pelaku menaruh dendam pada korban karena kerap menjadi cepu polisi dalam mengungkap jaringan narkoba.

“Sudah banyak teman kita yang ditangkap berkat informasi korban yang membocorkannya ke polisi. Kita berempat termasuk korban sebelumnya pernah ditahan di lapas Paledang,”ujar pelaku, Ketek pria bertubuh kurus.

Mulanya, ia mengaku tak berniat  menghabisi nyawa temannya. Hanya ingin memberikan pelajaran pada korban yang sering jadi mata mata polisi. “Cuma mau kasi pelajaran saja karena sering lapor ke polisi,” kata dia.

Eman, ponakan korban yang punya ide merencanakan pembunuhan ini pun blak-blakan soal aksi yang dilakukannya.  Saat kejadian para pelaku mengajak korban ketemuan di daerah Bojonggede.

“Korban sempat mengkonsumsi minuman keras jenis ciu yang dibelinya bersama-sama seharga Rp50 ribu. Dalam keadaan tidak sadar lalu korban di keroyok dan dipukuli hingga tewas,”katanya.

Rupanya,  setelah menghabisi nyawa rekannya, Eman kerap digentayangi oleh arwah Wahyudin “Dia pakai baju putih. Saya minta maaf ke dia,” akunya (bd)

Kisah Pilu Mak Onih Tidur di Samping Kuburan Mendiang Suaminya

BOGOR DAILY– Sebuah gubuk reot jadi saksi bisu kisah seorang nenek yang tinggal satu atap dengan makam suaminya. Di Kampung Kubang rw 07 Desa Banjarwaru Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor di sanalah wanita renta mak Onih (96) tinggal sebatang kara. Ia masih setia menjaga wasiat suaminya, Eno yang telah lebih dulu berpulang ke Rahmatullah. 15 tahun mak Onih memelihara kuburan suaminya yang sengaja ditempatkan di samping kamar tidurnya.

Kisah mak Onih di gubuk reotnya jadi potret cinta sehidup semati sepasang suami istri. Meski suaminya telah meninggal, mak Onih bersikukuh tinggal di gubuknya bersama kuburan suami.

Ditemui di rumahnya, nenek yang masih berjualan camilan selai pisang itu masih terngiang-ngiang ucapan sang suami sebelum meninggal.  Dengan mata berkaca-kaca, mak Onih menceritakan soal wasiat yang hingga saat ini terus dipegangnya. Bahkan, ia rela tidur di samping kuburan suaminya yang sengaja dibuat di samping kamar tidurnya.

Sebuah ruang khusus begitu apik ia jaga dan rawat.  sampai-sampai ia tak  rela meninggalkan rumah peninggalan suaminya.

“Bapak hanya ingin dikubur disini,karena itu wasiatnya,maka saya dan keluarga sepakat untuk mewujudkan apa yang dipinta,”ungkap Mal Onilh sambil menunjukkan makam suaminya.

Di mata mak Onih, suaminya sadalah sosok imam yang baik. Ia pun tak keberatan arus menempati gubuk reot bersama makam suami tercinta. Padahal, anaknya sudah berkali kali memintanya keluar dari gubuk itu

“Anak saya pernah mengajak untuk tinggal di rumahnya,tapi tidak betah. Pikiran saya selalu teringat  bapak. Tidak tega meninggalkannya sendiri dirumah,”akunya dengan nada lirih.

Ketua RW 07 Tata mengatakan bahwa Mak Onih sudah pernah dibujuk agar pindah ke tempat yang lebih layak. Tapi lagi-lagi mak Onih selalu menolak. “Sebetulnya kami sudah berupaya memindahkan Mak Roni ke tempat lain, tapi dia selalu   menolak karena mungkin   saking setianya, entah kenapa   dia selalu merasa dirumahnya ada makam suaminya yang memang tak mau ia tinggalkan,” jelas Tata.

Kepala Desa Banjarwaru   IIp Syaripudin mengaku prihatin dengan keadaan rumah mak Onih. Sebab, rumah itu tidak pernah tersentuh bantuan Rumah tidak layak huni (RTLH). Rupanya, selama ini mAK Onih menempati bangunan di atas lahan milikperusahaan. Ini yang membuat pihak desa tidak bisa mengeksekusinya “Kalau saja tanahnya bukan milik orang lain,  mungkin sudah sejak dulu dapat bantuan,tapi kami dan masyarakat akan berupaya memperbaiki dengan dana swadaya,”tandasnya (met/bd)

Lapor!Jembatan di Ciawi Ini Sudah Setahun Dibiarkan Rusak

BOGOR DAILY Setelah jembatan Cipamingkis mengalami ambrol, keberadaan jembatan di pelosok daerah juga patut jadi perhatian. Usut punya usut, dengan luas wilayah Kabupaten Bogor yang besar, masih banyak pula infrastrukturnya yang terabaikan. Seperti nasib jembatan yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Sudah setahun ini jembatan itu dibiarkan rusak. Padahal, itu merupakan akses andalan warga Kampung Kubang, Desa Banjarwaru, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Sejak putusnya jembatan itu, warga yang melintas untuk bekerja dan anak-anak sekolah tak bisa melintas dan harus memutar jauh.Jembatan tersebut merupakan‎ akses dari Desa Banjarwaru dan Desa Teluk Pinang.

Ketua RW 09, Endang Witarsa mengatakan jembatan itu rubuh ketika terjadi banjir hujan besar tahun lalu. “Setelah roboh, warga sempat bergotong royong bangun jembatan sementara pakai bambu,” ujarnya

Sedangkan tangga menuju jembatan, warga menggunakan karung-karung yang diisi pasir. ‎Jembatan darurat itu hanya bisa digunakan untuk pejalan kaki saja. “Soalnya ini kan jalan akses utama banget lah, fatal sekali bagi warga Banjarwaru dan Teluk Pinang. Untuk kegiatan yang usaha, pengajian, sekolah sekarang kan lumpuh,‎ sehari-harinya harus puter balik, jauh,” jelas Endang

Ia juga mengatakan, bahwa warganya selalu menanyakan perihal pembangunan jembatan tersebut kedepannya. “Kan masyarakat nanya terus, gimana ya, kan lapor udah, saya bilang,” katanya.

‎Petugas dari Unit Penanganan Teknis (UPT) Pengairan 4 Ciawi Dedi Junaedi merespon, bahwa saat ini pihaknya sedang menunggu proses lelang dari pihak ketiga. “Menurut info dari dinas, itu termasuk anggaran sekarang. Karena waktu itu terjadi bencana alam saya usulkan. Sekarang sedang menunggu karena sedang berjalan proses lelang dari pihak ketiga atau pemborong,” jelas Dedi

Sudah Dilarang, Alumni Aksi 212 Tetap Tamasya Al-Maidah Besok

0

BOGOR DAILY– Sejumlah tokoh agama dan alumni aksi 212 berencana menghelat Tamasya Al Maidah pada hari pencoblosan Pilgub DKI Jakarta pada Rabu (19/4) nanti. Aksi ini dipastikan tetap digelar meski Polda Metro Jaya, KPU DKI Jakarta dan Bawaslu DKI Jakarta telah melarang pengerahan massa dengan mengeluarkan maklumat bersama.

Menurut Ketua Presidium Alumni 212 yang juga pencetus Tamasya Al Maidah, Ansufri ID Sambo, aksi ini akan jauh lebih damai dibadingkan aksi-aksi sebelumnya. Aksi itu sengaja dinamakan Tamasya Al Maidah lantaran ingin mengawal Pilkada seperti halnya orang bertamasya.

“Yang namanya tamasya, orang yang berkunjung ke Jakarta untuk menyaksikan kalau Pilkada ini berlangsung dengan jujur. Karena kami yakin kalau jujur umat Muslim pasti akan menang,” kata dia di Aula Buya Hamka, Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan, Minggu (17/4).

Dia juga berkata, setidaknya ada tiga tugas yang akan dilakukan oleh massa aksi yang akan datang ke Jakarta. Pertama, kata dia, yaitu massa aksi akan datang ke TPS dan memantau dari jarak sekitar 20 meter, sehingga para pemilih tidak merasa terintimidasi.

“Tugas kedua adalah kalau terjadi intimidasi, kecurangan, kita soraki. Selama ini sudah terjadi tapi dibiarkan oleh petugas TPS atau aparat. Makanya kita datang agar aparat berani menegakkan kejujuran. Kita beri dukungan kepada aparat,” katanya.

Tugas ketiga, lanjut dia, setelah proses pencoblosan selesai dan berlangsung damai maka massa aksi akan berkumpul di Masjid Istiqlal. “Kita akan berkumpul ke Istiqlal sampai maghrib, bertakbir merayakan kemenangan umat Islam. Karena kita yakin kalau jujur, umat Islam akan menang,” jelasnya.

Aksi ini dilatarbelakangi penistaan Al Quran tepatnya Surat Al Maidah ayat 51 oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, sehingga umat Islam merasa terketuk hatinya untuk membela Islam. Pada konferensi pers itu dihadiri oleh tokoh-tokoh Islam, di antaranya Tokoh Muhammadiyah Amien Rais, praktisi hukum Egy Sudjana, dan tokoh alumni 212 lainnya. (bd)