Sunday, 5 April 2026
Home Blog Page 9125

Bolak Balik Masuk Penjara, Nikita Mirzani Jadi Tersangka Lagi

0

BOGOR DAILY– Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan sudah menetapkan artis peran Nikita Mirzani  sebagai tersangka atas dugaan pemukulan terhadap asisten Julia Perez, Lucky.

“Ya Nikita Mirzani, informasi Kanit Serse, sore ini sudah jadi tersangka dalam kasus pelaporan Lucky, asisten Julia Perez,” kata Kasubag Humas Polres Jakarta Selatan Kompol Purwanta, Rabu (29/3/2017) malam.

Sebelumnya, Lucky melaporkan Nikita pada Oktober 2016 lalu dengan tuduhan tindak kekerasan yang berakibat luka pada kepalanya. Kejadian itu, disebutkan terjadi di sebuah tempat hiburan malam.

Pertimbangan penetapan tersangka itu, lanjutnya, berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan bukti lainnya.

“Ya sesuai dengan dasar hukum yang berlaku, dia sudah melakukan pelanggaran. Yang jelas melanggar Undang-undang. Kalau pemukulannya nanti dibuktikan, pasti dia nanti melakukan pembelaan. Iya (saksi dan bukti menguatkan),” ucap Purwanta.

Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Budi Hermanto mengungkapkan status tersangka terhadap Nikita sudah ditetapkan sejak sepekan lalu.

“Enggak (per hari ini). Penetapannya dari seminggu lalu,” ucap Budi.

Sebelumnya Nikita juga pernah mendekam di penjara Rabu (14/1/2015). Ibu dua anak itu diwajibkan menjalani sisa hukuman atas kasus pemukulan terhadap kakak beradik Olivia dan Beverly Maesandy yang terjadi di Kemang, Jakarta Selatan, pada 2012 silam.

Hari Ini, 10 Nama Besar Bersaksi di Sidang E-KTP

BOGOR DAILY– Sidang e-KTP kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kamis (30/3/2017). Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menghadirkan tujuh saksi dan tiga penyidik dalam kasus korupsi dalam proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik tersebut.

Tiga penyidik tersebut yakni Susanto, Damanik, dan Novel Baswedan. Ketiga penyidik tersebut dihadirkan untuk dikonfrontasi dengan saksi Miryam S Haryani, eks anggota Komisi II DPR RI.

Miryam yang merupakan politikus Partai Hanura ini, pada sidang Kamis 23 Maret 2017, menyatakan mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Miryam mengaku mendapat tekanan dari penyidik selama saat pemeriksaan.

Seharusnya, Miryam akan dikonfrontasi dengan tiga penyidik itu pada Senin 27 Maret 2017. Namun, Miryam tak hadir  dan sudah memberikan surat sakit dari RS Fatmawati kepada panitera Pengadilan Tipikor.

Oleh karena itu, JPU KPK menjadwalkan konfrontasi pada hari ini, Kamis 30 Maret 2017. Jika Miryam tak hadir, JPU KPK mengaku akan memanggil Miryam secara paksa.

“Jika tak hadir, kami bisa lakukan upaya paksa,” kata Jaksa Irene Putrie pada Senin 27 Maret 2017.

Sedangkan enam saksi lainnya yang akan dipanggil oleh JPU KPK di sidang kelima ini di antaranya mantan Menteri Keuangan yang kini menjabat sebagai Direktur Utama Bank Indonesia, Agus Martowardojo.

Seharusnya, Agus dijadwalkan hadir pada sidang kedua. Namun lantaran tengah berada di luar negeri, Agus meminta penjadwalan ulang. Selain Agus dan Miryam, saksi lainnya yang dijadwalkan hadir adalah Ganjar Pranowo, Khatibal Umam Wiranu, Agun Gunandjar Sudarso, Jafar Hafsah dan Diah Hasanah.

Sidang e-KTP  ini menghadirkan dua mantan anak buah Gamawan Fauzi, yakni Irman dan Sugiharto. Keduanya didakwa melakukan korupsi secara bersama-sama dalam proyek e-KTP. Irman dan Sugiharto didakwa merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun.

Irman merupakan mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sementara itu, Sugiharto ialah mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Dukcapil Kemendagri.

Atas perbuatannya itu, Irman dan Sugiharto didakwa melangar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Jual Beli ABG Via Facebook, Satu Kepala Dibanderol Rp1,5 Juta

0

BOGOR DAILY– Praktik prostitusi ABG atau biasa disebut cabe-cabean baru baru ini dibongkar. Penjualan yang memafaatkan jejaring facebook berhasil diungkap Polres Metro Jakarta Selatan.  Polisi meringkus seorang muncikari yang biasa menjajakan cabe-cabean itu melalui akun Loreza Afecto.

Lewat akun tersebut setiap kepala dibanderol seharga Rp1,5 juta oleh RQ, 27, warga Bukit Duri, Tebet, Jakarta. Dia dibekuk bersama dua perempuan yang masih berusia 16-21 tahun.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Budhi Hermanto mengatakan, kasus bermula dari informasi adanya bisnis esek-esek melalui Facebook. Dipimpin Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Reza Mahendra menelusuri dan memancing dengan cara undercover buy.

“Cewek yang dijual oleh muncikari wanita ini rata-rata usianya ABG di 16-17 tahun. Ada juga yang usianya 21 tahun,” ungkap Budhi.

Dibeberkannya, tersangka membanderol dengan tarif Rp 1,5 juta short time untuk melayani nafsu lelaki hidung belang. “Untuk kasus perdagangan orang yang kami tangani ini, modusnya memperdagangkan orang dengan tujuannya eksploitasi seksual,” ujarnya, Senin (27/3).

Polisi melakukan penyamaran sebagai lelaki hidung belang untuk kopi darat memesan dua cewek di salah hotel berbintang di kawasan Tebet. Reza menambahkan, upaya pelaku dalam menggaet wanita untuk menjadi anak buahnya adalah dengan membagi hasil setengah-setengah.

“Nanti dibagi dua, sama korbannya. Kalau satu orang Rp 1.500.000, nanti akan dipotong buat jatah dia Rp 750.000. Tapi tentunya akan dipotong lagi, potong lagi, modusnya trafficking, menjerat utang,” terangnya.

Hingga saat ini pihak Kepolisian sudah meminta Kominfo untuk menghapus akun FB tersebut. Pelaku akan dikenai Pasal 2 dan Pasal 6 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman 3 tahun hingga 15 tahun pidana.

Sedangkan wanita yang dijual RQ masih menjalani pemeriksaan. “Tersangka profesinya ya memang menjual orang, mereka sudah menjalani bisnis ini sekitar 2 tahun,” pungkas Budhi

Alumni IPB Sulap Kulit Singkong Jadi Gula Khusus Diet

BOGOR DAILY Jika biasanya kulit singkong sering dibuang, beda cerita kalau bahan ini ada di tangan empat alumni IPB. Adalah Abdul Aziz, Farauq Arrahman, Galih Nugraha, dan Putri Vionita, empat alumninya ini berhasil mengembangkan terobosan baru dalam memanfaatkan limbah singkong jadi gula cair khusus yang cocok untuk program diet.

Bahkan, di tangan mereka kulit singkong juga aman dikonsumsii penderita diabetes karena mengandung kalori yang sangat rendah. Abdul Aziz dan tiga rekannya, mengembangkan gula cair dari kulit singkong (Gucakusi) tersebut saat masih menjadi mahasiswa (2013).

Mereka berhasil meraih beberapa penghargaan internasional seperti di Event Macau Internasional Innovation dan Invention Exhibition (MIIIE) 2015. Tim Gucakusi memperoleh Golden medal dan tiga special Award.

Setelah lulus dari IPB, Aziz bertekad mengembangkan Gucakusi menjadi industri penghasil produk pangan pengganti gula yang ramah lingkungan. Limbah kulit singkong yang selama ini diangap tidak berguna dan menimbulkan bau tidak nyaman diubah menjadi produk yang lebih memiliki nilai ekonomi tinggi.

Pemanfaatan kulit singkong sebagai bahan dasar pembuatan gula cair dapat mengurangi limbah dari pengolahan singkong. Presentase jumlah limbah kulit singkong untuk bagian luar sebesar 0,5-2 persen dari berat total singkong segar. Sedangkan limbah kulit bagian dalam sebesar 8-15 persen.

Kulit bagian dalam inilah yang digunakan dalam proses pembuatan gula cair. “Gula cair ini dapat digunakan untuk penderita diabetes yang menginginkan minuman manis. Selain itu kandungan lemak gula cair dari kulit singkong ini lebih rendah dibandingkan dengan gula kelapa sehingga dapat menjadi alternatif penggunaan gula selain gula kelapa,” ujar Azis.

Gula cair dari kulit singkong juga cocok digunakan untuk diet karena kandungan kalorinya yang rendah yaitu 106 kkal/100 g sedangkan gula pasir memiliki kandungan 364 kkal/100 mg. Aziz memilih lokasi produksi di Ciluar, Kabupaten Bogor sebagai lokasi pembuatannya.

Sebab,  lokasi ini merupakan salah satu sentra pengolahan singkong untuk diambil pati (aci) di Indonesia. Terdapat sekitar 60 pabrik yang mengolah singkong paling sedikit dua ton/hari. Dengan adanya Gucakusi manfaat yang didapatkan tidak hanya bagi konsumen dari gula cair namun juga bagi produsen pengolahan singkong yang tidak pusing dengan pembuangan limbah dan masyarakat lokal yang mendapatkan penghasilan lebih.

Melalui program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) Kemristekdikti dan inkubasi yang dilakukan oleh Incubie IPB, Aziz memulai usahanya. “Dalam satu hari setiap satu pabrik tersebut mengolah sedikitnya dua ton singkong, sehingga dalam satu hari saja saat semua pabrik berproduksi di desa ini mengolah sedikitnya 120 ton singkong untuk diambil patinya,” ucapnya.

Dari pengolahan itu, limbah kulit singkong yang dihasilkan sedikitnya sembilan persen dari total singkong, sehingga jika dalam sehari saja dengan 60 pabrik mengolah singkong 120 ton, maka akan dihasilkan 9 persen  kali 120 ton yaitu 10,8 ton kulit singkong.

“Permintaan pasar akan produk ini cukup besar, mulai untuk konsumsi pribadi, untuk dijual kembali, dan untuk kebutuhan industri makanan minuman. Sampai saat ini nilai penjualan dari produksi yang dilakukan berkisar 400 botol/bulan dengan harga Rp12.500/botol dengan ukuran 250 ml,” paparnya.

Aziz mengatakan, jika dibandingkan dengan kompetitior produk yang sudah ada, maka Gucakusi memiliki keunggulan karena produk kompetitor untuk ukuran 500 ml dijual dengan harga Rp56.000 tentu harga ini 2 x lipat lebih mahal daripada produk Gucakusi.

“Gucakusi Multi Agro menyasar baik penderita diabetes atau juga konsumen lain sebagai langkah antisipasi untuk menghindari penyakit tersebut. Selain itu sasaran lainnya adalah berbagai produsen dari makanan dan minuman kesehatan,” urainya. (jp/bd)

7 Tips Efektif dan Bebas Stres untuk Buat Anggaran Keuangan

0

BOGORDAILY – Menghabiskan anggaran secara bijak bahkan tak berlebihan menjadi salah satu tujuan penting seseorang untuk keuangan pribadinya. Hal itu dapat membantu seseorang terlepas dari utang, punya simpanan untuk dana darurat, dan siapkan dana untuk pensiun. Untuk mencapai hal itu perlu kebiasaan yang membantu kita mencapai level tertentu sehingga bebas dari masalah keuangan.

Namun mungkin sulit untuk merealisasikannya. Ada sejumlah kasus ketika seseorang kehilangan pendapatan akhirnya alami masalah keuangan.

Bahkan masalah yang dihadapi sering kali yaitu pengeluaran lebih besar ketimbang pendapatan. Berikut tips agar membuat anggaran efektif dan bebas stres, seperti dikutip dari laman Forbes, yang ditulis.

1. Mengerti tujuan keuangan

Membuat anggaran keuangan bukan berarti mengetahui kemana saja uang dihabiskan. Dengan membuat anggaran, kita dapat mengetahui kemana anggaran yang diperlukan dan tak perlu. Dengan anggaran keuangan itu membantu mengontrol uang sehingga dapat memperketat pengeluaran.

Jadi kita tak hanya fokus kemana saja uang dihabiskan. Bagaimana pun juga ketika Anda memilih mengatur keuangan sesuai anggaran maka harus tercapai tujuan keuangan Anda. Jika tidak maka Anda melakukan kesalahan.

2. Tahu pengeluaran dalam sepekan

Meski bukan tujuan membuat anggaran keuangan, tetapi mengetahui kemana uang Anda dihabiskan dalam jangka pendek akan membuka mata Anda. Ini dapat menunjukkan seberapa besar Anda menghabiskan uang dari mulai terkecil hingga akhirnya besar.

Ini juga dapat mengungkap kemana saja uang dihabiskan tanpa diketahui. Idealnya mengetahui kemana saja anggaran dihabiskan dalam sebulan. Namun, mengetahui kemana saja uang dihabiskan dalam seminggu juga merupakan informasi yang berharga.

3. Pakai 3 kategori anggaran

Meski punya tujuan keuangan, sebagian besar orang tidak butuh mengetahui kemana saja uangnya dihabiskan. Contohnya, dana untuk isi bensin. Kebanyakan orang menghabiskan uang dalam beberapa kategori. Biasanya makan di luar, beli baju, dan gawai, serta hiburan.

Dengan menggunakan data dari hasil setiap anggaran yang dicatat, coba pilih tiga kategori anggaran yang ingin dikontrol dan monitor dalam area itu. Tiga kategori anggaran itu mudah direalisasikan dan memiliki dampak signifikan untuk keuangan Anda.

4. Pakai kartu debit dan kredit

Jika Anda ingin mengetahui kemana saja uang dibelanjakan dalam sebulan, Anda dapat mengetahui lewat kartu kredit yang digunakan. Jika tidak ingin memakai kartu kredit, bisa pakai kartu debit.

5. Prioritaskan menabung

Ingat mengatur anggaran bertujuan untuk kurangi pengeluaran dari pendapatan. Salah satu cara terbaik dengan menabung dulu. Ini lebih baik dilakukan ketimbang menabung pas akhir bulan. Strategi ini punya sejumlah keuntungan.

6. Coba komposisi 50/20/30

Menganggarkan uang dengan metode itu dipopulerkan penulis buku All Your Worth Elizaberth Arren. Ia memulai pendekatan anggaran keuangan dari cara sederhana. Dengan caranya itu mengganggarkan 50 persen penghasilan untuk kebutuhan penting atau sehari-hari, 20 persen untuk jangka panjang, dan 30 persen untuk gaya hidup. Cara ini merupakan permulaan baik terutama bagi Anda memutuskan untuk membuat anggaran individu.

7. Pakai aplikasi benar dan tepat

Coba gunakan cara benar dengan efektif dan menyenangkan. Tidak ada aplikasi keuangan yang terbaik. Salah satu cara mungkin dapat berhasil bagi orang lain tetapi belum tentu untuk Anda. Coba pakai aplikasi yang sudah disediakan oleh bank dan penyedia kartu kredit Anda sehingga mengetahu kemana saja uang dihabiskan. (liputan6)

Rebutan 4 Jabatan Kadis, 12 PNS Jalani Tes Kesehatan Hari Ini

BOGOR DAILY– Proses lelang jabatan atau open bidding empat kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sudah memasuki tahap akhir penyeleksian. Sebanyak 12 calon kadis telah dikantongi panitia seleksi. Kamis (30), hari ini mereka akan menjalani tes kesehatan di RSUD Kota Bogor.  Dan selanjutnya akan dipilih langsung oleh Walikota Bogor Bima Arya lewat hak prerogatifnya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKP-SDA) Kota Bogor,  Fetty Qondarsyah mengatakan, dari 20 peserta yang daftar, saat ini telah dikerucutkan menjadi 12 orang setelah melewati tahap administrasi hingga uji kompetensi.

“Sekarang masing-masing di setiap kepala dinas yang kosong tersisa tiga orang, mereka adalah yang berhasil lolos dari tahapan seleksi sebelumnya,” ujarnya

Dia mengatakan, bahwa ke 12 peserta yang berhasil lolos tersebut selanjutnya akan menjalani tahap tes kesehatan.

“Rencananya besok (hari ini-red)tes kesehatan di RSUD Kota Bogor,” jelasnya.

Setelah itu, lanjut dia, peserta yang lolos dalam tahap tes kesehatan akan dilimpahkan kepada Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.

“Nanti Wali Kota Bogor yang akan menentukan siapa yang dipilih jadi kepala dinas berdasarkan kepercayaan dan kompetensi dari peserta, kalau sudah dipilih kemudian diserahkan berkas-berkasnya ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk meminta persetujuan,” katanya.

Fetty menambahkan, bahwa jika rekomendasi dari Wali Kota Bogor telah disetujui oleh KASN, maka peserta open bidding tersebut akan segera dilantik.

“Insya Allah kalau semua sudah disetujui akan langsung dilantik bulan depan,” tukasnya.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa empat kepala dinas yang masih kosong diantaranya Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Komunikasi dan Informasi, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Tenaga Kerja. (bd)

Jaringan Intenet 3 Fakultas Mati, Kerugian IPB Capai Rp2 Miliar

BOGOR DAILYAmukan si jago merah yang terjadi Rabu (29/3) siang  mengakibatkan jaringan internet mati di beberapa titik. Ini menyusul hangusnya ruang server yang menjadi pusat pengendalian jaringan internet kampus yang berbasis pertanian itu.

Wakil Dekan Bidang Sumber daya, kerjasama dan Pengembangan kampus IPB, Prof Slamet Budijanto menuturkan, dua ruangan yang saat ini hangus terbakar salah satunta yakni ruang server pusat pengendali internet yang ada di kampus IPB Dramaga.

“Internet akan mati total di beberapa fakultas, karena di dalam ruangan yang terbakar itu isinya pusat pembagi internet yang ada di fakultas,” kata dia

Fakultas yang jaringan internetnya terputus yakni fakultas Pertanian (Faperta), Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) dan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM).

Bahkan kerugian ditaksir mencapai Rp 2 miliar akibat kebakaran yang terjadi di gedung Fakultas Tekhnologi Pertanian (Fateta) IPB Dramaga tersebut.

Selain perangkat komputer yang habis terbakar, juga sarana dan prasarana yang berada diruang sidang Fateta pun ludes dilalap sijago merah.

“Isinya didalam itu memang tidak terlalu banyak, tapi harganya mahal-mahal,” tambahnya.

Sementara itu, api baru berhasil dipadamkan sekitar 1,5 jam setelah tujuh unit mobil pemadam kebakaran kerahkan kelokasi kejadian.

Kota Bogor Bangun Sistem Layanan Kependudukan Online

BOGORDAILY- Sebagai salah satu kota yang menngembangkan diri menjadi Smart City, Pemerintah Kota Bogor terus berupaya mengoptimalkan pemaanfatan teknologi informasi. Termasuk dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan tujuan memudahkan, menyederhanakan sitem dan menjamin transparansi.

Prinsip ini pula yang kemudian dikembangkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor dengan me-launching Ruang Biru (Blue Room). Pada dasarnya Blue Room merupakan sebuah ruangan tempat menyimpanan dan pengolahan data base informasi kependudukan. Sekaligus ruang ini difungsikan sebagai pendukung berlakunya layanan kependudukan online.

Menurut Dody Achdiat, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bogor, fasilitas ini bisa jadi merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia, karena menampilkan seluruh profil kependudukan Kota Bogor sesuai by name by adrress. Seluruh data base tersebut diolah dalam sebuah Aplikasi bernama Sistem Informasi Data Adminitrasi Kependudukan (Sitanduk).

Data Base kependudukan yang berada di Blue Room dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak. Tidak hanya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bogor, melainkan juga seperti Kepolisian, Kodim, KPU, yang membutuhkan data kependudukan di Kota Bogor.

Sebagai contoh, Polresta Bogor Kota dapat mencari data seseorang yang terlibat kriminalitas dengan memasukan Nomor KTP-nya. Sementara, Dinas Kesehatan dapat melihat data golongan darah di Kota Bogor untuk keperluan stock darah. Ketika Pilkada nanti Blue Room bisa juga digunakan untuk memonitor pergerakan Surat Keterangan dan KTP yang dianggap mencurigakan di TPS. Validitas data KTP tersebut kemudian bisa dicek kebenarannya di Blue Room.

“Kalau untuk kebutuhan internal, Disdukcapil memonitor pelayanan yang ada di enam kecamatan dan BTM. Jika di salah satu tempat tersebut terjadi penumpukan akan langsung diturunkan tim Unit Reaksi Cepat (URC) untuk membantu menggunakan mobil keliling,” ujar Dody.

Fungsi lain dari Blue Room adalah menjadi sarana Registrasi Online (pelayanan kependudukan berbasis IT). Warga yang ingin merubah atau memperbarui data KTP (tanpa terkeculai rekam KTP harus tetap ke Kecamatan), Kartu Keluarga (KK) atau Akta Kelahiran (on progress) bisa dilakukan cukup dengan mengakses disdukcapil.kotabogor.go.id. Pemohon terlebih dahulu melakukan registrasi pendaftaran, memilih (KTP/KK/Akta Kelahiran) sesuai kebutuhan, lalu memasukan data yang diperlukan.

“Data registrasi online yang berhasil akan masuk ke Blue Room yang kemudian ditindaklanjuti operator. Ketika produk atau dokumen sudah selesai, pemohon akan dikirimi SMS untuk mengambil dokumen langsung di Kantor Disdukcapil,” terangnya.

Dengan demikian Registrasi Online ini menjadi tambahan titik layanan ddokumntasi kependudukan. Selama ini layanan tersebut baru bisa dilakukan secara manusal di Disdukcapil, Enam Kecamatan, Mal BTM, Mobil Pelayanan Keliling dan Mobile On Roll (Pelayanan dari pintu ke pintu khusus warga yang sakit, Narapidana dan Pasien RSJ).

Selain itu sistem online, sekaligus memberi kemudahan kepada warga untuk senantiasa meng-update perubahan data. Juga turut meminimalisir pertemuan antara petugas dan warga. Kondisi seperti itu dapat meminimalisir potensi kemungkinan terjadinya tindakan di luar ketentuan, terutama praktek pungutan liar dan pemberian gratifikasi. “Semua ini dilakukan karena kami ingin memberikan kebahagiaan kepada warga dengan kemudahan dalam pelayanan kependudukan,” pungkas Dody.

Kedepan diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan sistem pelayanan online ini. Dengan sistem ini masyarakat bisa dengan segera meng-update data diri masing-masing. Juga bisa mengurus dokumen kependudukan yang dibutukan dengan ebih cept dan lebih praktis. (Advertorial)

Front Pembela Indonesia Kecam Menguatnya Aksi Kelompok Intoleran

BOGORDAILY- Front Pembela Indonesia mengecam aksi penolakan Gereja Santa Clara di Bekasi pada 24 Maret 2017 yang berlangsung ricuh. Tak hanya itu, FPI Merah Putih pimpinan Sugeng Teguh Santoso, SH ini juga menyesalkan sikap Pemkab Bogor yang menyatakan status qou tiga gereja di Parungpanjang, karena mendapat desakan dari kelompok intoleran sejak 7 Maret 2017.

Selain itu, juga pada 23 Maret 2017, Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Depok, disegel. Atas hal itu, Front Pembela Indonesia dan Yayasan Satu Keadilan sebagai organisasi yang terlibat dalam advokasi/ pembelaan hak atas Atas Kebebasan Beragama dan Berkepercayaan (KBB) tersebut, mengecam dan menuntut negara aktif memberikan perlindungan dan jaminan kepastian melaksanakan hak.

“Agar kekerasan atas nama SARA yang merusak persatuan kita sebagai sebuah negara-bangsa yang dibangun diatas fondasi keberagaman, tidak terus berulang, penegak hukum harus serius menindak para pelaku intoleran!”
Demikian ditegaskan Ketua Umum Front Pembela Indonesia, Sugeng Teguh Santoso yang juga Ketua Yayasan Satu Keadilan (YSK) dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/3/2017)

Dia tegaskan, negara tidak boleh tunduk pada kehendak-kehendak kelompok intoleran! Menurutnya, pelanggaran Hak Atas KBB yang dijamin oleh UUD Tahun 1945 dan oleh aturan-aturan hukum internasional sebagai hak yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun (non-derogable rights), sejatinya tidak didasarkan pada alasan legal atau illegalnya pendirian rumah ibadah.

Hal ini terbukti dimana beberapa rumah ibadah yang telah memenuhi syarat administratif, masih mengalami penolakan.
Padahal sebagai negara hukum (rechtstaat), terdapat mekanisme hukum untuk menyatakan “ketidaksetujuan”, sebagai jalan beradab.

Keberulangan konflik atas nama agama, salah satu disebabkan karena negara masih tunduk pada kehendak-kehendak kelompok intoleran. Pemerintah baik ditingkat pusat, terutama di daerah sering menjadi aktor pelarangan dengan alasan keamanan dan ketertiban umum.

Padahal disadari, tindakan demikian memecah belah persatuan sebagai sebuah bangsa yang saling menghargai dan menghormati perbedaan, melanggar hukum dan hak asasi manusia.

Kepala-kepala daerah, yang berdiri tegak menjamin pelaksanaan hak asasi warga negara untuk beribadah sebagai tanggungjawab konstitusional, tentu patut diapresiasi.

Yayasan Satu Keadilan dan Front Pembela Indonesia berpandangan, menguatnya sikap intoleran masyarakat dan terbitnya kebijakan yang diskriminasi oleh pemerintah juga disebabkan karena sejauh ini fokus advokasi masih lebih banyak diarahkan pada kelompok masyarakat kelas menengah di perkotaan.

Sedangkan masyarakat kelas menengah ke bawah di wilayah menengah perkotaan seperti Bogor, Bekasi, Depok dan Tangerang kurang mendapat perhatian yang serius.

Kekosongan advokasi pada kelas dan wilayah menengah ke bawah ini justru cenderung dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok intoleran untuk menyebarkan kebencian dan permusuhan sesama warga yang berbeda suku, agama, kelompok keyakinan dan kepercayaan. (tib/bd)

Teror Ular Piton Pemangsa Manusia Bikin Desa Ini Ketakutan

0

BOGOR DAILY– Akbar (25) tidak kunjung pulang usai memanen sawit di kebunnya. Nahas, jasadnya akhirnya ditemukan di dalam tubuh ular piton sepanjang 4 meter.

Kisah ini menggegerkan warga Mamuju, Sulawesi Barat, pada Senin 27 Maret 2017. Akbar awalnya berpamitan kepada keluarganya hendak memanen sawit. Dia meninggalkan rumahnya yang berlokasi di Dusun Pangerang, Desa Salubiro, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah
pada Minggu 26 Maret 2017 sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, setelah seharian Akbar tidak kunjung pulang.

Keluarga yang cemas meminta bantuan warga desa mencari Akbar. Mereka tidak menemukan Akbar, hanya ular piton yang ‘bertubuh’ raksasa. “Telah ditemukan, warga tewas akibat ditelan oleh seekor ular piton dengan panjang kurang lebih 4 meter,” kata Humas Polda Sulbar, AKBP Mashura.

Horor ular piton juga pernah menghantui warga Desa Payarumbai, Indragiri Hulu (Inhu) pada 20 Januari 2017. Jasad Wahyu (22) ditemukan tergeletak oleh seorang bocah Leo Sembiring (6) di pinggir jalan. Jasad Wahyu ditemukan tanpa mengenakan baju.

Atas laporan itu, polisi bersama warga mendatangi lokasi. Korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. “Melihat kondisi korban, warga menduga korban meninggal karena dibelit ular,” kata Perwira Urusan (Paur) Humas Polres Inhu, Iptu Yarmen Djambak

Warga kemudian mencari ular tersebut ke semak belukar di tengah perkebunan sawit. “Setelah diburu bersama-sama, akhirnya warga bisa menemukan ular sawah sepanjang 6 meter. Ular tersebut ditangkap warga di area parit kecil,” kata Yarmen.