Sunday, 5 April 2026
Home Blog Page 9126

Ini yang Dibahas Jokowi dan Presiden Prancis di Istana Merdeka

0

BOGOR DAILY Isu internasional juga dibahas dalam pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Presiden Prancis Francois Hollande di Istana Merdeka. Salah satunya yakni soal kemerdekaan Palestina.

Jokowi mengatakan, kedua negara melakukan kerja sama yang erat dalam berbagai isu internasional. Antara lain isu kemerdekaan Palestina, pasukan perdamaian dunia dan melawan ekstremisme dan terorisme.

Dikatakan Jokowi, kedua negara sepakat untuk terus memperjuangkan tercapainya perdamaian antara Palestina dan Israel.

“Kedua negara sepakat untuk terus memperjuangkan tercapainya perdamaian Palestina-Israel melalui konsep two state solution,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (29/3/2017).

Selain itu, lanjut Jokowi, sebagai salah satu negara penyumbang terbanyak pasukan perdamaian dunia, maka Indonesia dan Prancis sepakat untuk meningkatkan kerja sama, termasuk peningkatan kapasitas bahasa Prancis bagi pasukan Indonesia.

Kedua negara juga membahas mengenai pentingnya penyebaran nilai toleransi. Isu ekstremisme dan terorisme.

“Indonesia dan Perancis juga sepakat mengenai pentingnya penyebaran nilai-nilai toleransi dan penghilangan xenophobia sebagai bagian dari upaya memberantas ekstremisme dan terorisme,” kata Jokowi. (bd)

 

10 Mobil Damkar Baru Bisa Jinakkan Api di Kampus IPB Dramaga

BOGOR DAILY– Gedung di Kampus Institus Pertanian Bogor (IPB) Dramaga, Kabupaten Bogor, diamuk api pada Rabu (29/3/2017).

Aksi si jago merah melahap habis ruangan di samping Mushala Al-Fath FEM-FATETA itu mulai terlihat sejak pukul 11.45 wib. Ruang yang terbakar tersebut merupakan salah satu ruangan laboratorium Fakultas Teknologi Pertanian.

Tujuh unit mobil yang semula diterjunkan tak cukup memadamkannya, hingga total 10 unit mobil pemadam kebakaran diturunkan untuk menjinakkan api yang membumbung.

Di antaranya terdiri dari  1 Unit Damkar IPB, 5 Unit Damkar Kabupaten Bogor dan 4 Unit Damkar Kota Bogor.

“Iya, kejadiannya jam 12.00 wib, tapi sekarang api sudha pada,”kata Sektertaris Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Makmur.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun si jago merah menghanguskan ruangan laboratorium komputer yang ada di lantai dasar.

Kebakaran pertama kali diketahui sejumlah mahasiswa yang melihat kepulan asap disertai percikan api dari ruangan tersebut.

“Kejadiannya beberapa saat ketika mau jam istirahat. Sempat ada yang lari keluar ruangan sambil teriak kebakaran,” kata Helmi, salah satu mahasiswa IPB saat ditemui di lokasi, Rabu (29/3/2017).

Mahasiswa dan civitas akademika yang mengetahui kejadian itu berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Banyaknya material yang mudah terbakar membuat api terus membesar dan menjalar ke sebagian ruangan yang berada di lantai 1 dan 2.

Kapolsek Dramaga AKP Budi Santoso. mengatakan, kebakaran baru bisa dipadamkan 40 mneit kemudian dengan bantuan 10 mobil pemadam.

“Api sempat menjalar ke ruangan di lantai 1 dan 2, tapi keburu dipadamkan,” kata Kapolsek Dramaga AKP Budi Santoso.

Saat ini, petugas pemadam kebakaran masih mendinginkan lokasi kebakaran. “Api sudah padam. Tinggal pendinginan supaya tidak muncul api lagi,” kata Budi.

Hasil penyelidikan sementara, kebakaran diduga karena korsleting dari kabel pendingin ruangan. “Masih kami selidiki, tapi dugaan sementara karena korsleting listrik,” ujar Budi.

Polisi belum bisa memastikan total kerugian akibat peristiwa kebakaran tersebut. “Belum. Masih dihitung. Yang pasti lab komputer habis terbakar,” kata Budi. (bd)

 

Buka Praktik Perdukunan, Dua Lelaki Tua Dipenggal ISIS

0

BOGOR DAILY– Kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dilaporkan memenggal dua pria lanjut usia di Mesir. Keduanya dinyatakan bersalah mempraktikkan ilmu sihir dan perdukunan.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (29/3/2017), video yang diposting saluran media sosial, Telegram, yang biasa digunakan ISIS, menunjukkan kelompok radikal itu membentuk unit polisi syariah bernama Hasbah di Sinai utara. ISIS memiliki cabang di wilayah Semenanjung Sinai yang rawan konflik.

Wilayah itu jarang penduduknya dan berbatasan dengan Israel, Gaza juga Terusan Suez. Belum ada tanggapan otoritas Mesir terkait video ini.

Video yang sama juga menunjukkan pemenggalan dua pria lanjut usia yang mengenakan seragam tahanan warna oranye. Keduanya dibawa keluar dari sebuah mobil van warna hitam dan dibawa ke gurun, yang menjadi lokasi pemenggalan mereka.

Salah satu militan membacakan vonis mati dari pengadilan syariah untuk kedua pria itu. “Murtad, perdukunan, mengklaim bisa meramal masa depan dan membawa orang-orang ke politeisme,” sebut militan itu soal pelanggaran yang dilakukan kedua pria yang dipenggal.

ISIS seringkali menggunakan istilah perdukunan dan murtad untuk merujuk pada ajaran Sufi atau Tasawuf yang sudah dipraktikkan selama berabad-abad.

“Syukur kepada Tuhan yang telah mengizinkan prajurit Daulah Islamiyah di Sinai menerapkan hukum dan menjalankan agama di tengah orang kafir, murtad dan Yahudi yang penuh kedengkian,” ucap salah satu militan ISIS dalam video itu.

Dalam video yang sama, militan ISIS menyita beberapa truk penuh rokok dan narkoba lalu membakarnya. Militan ISIS juga terlihat membagi-bagikan pamflet berisi imbauan keagamaan kepada para pengendara di Sinai. Mereka juga menggerebek pertemuan penganut Sufi dan menangkap sejumlah pria di antaranya. Tidak hanya itu, militan ISIS juga terlihat menghancurkan sejumlah televisi dan juga makam yang disebut tidak sesuai dengan hukum Islam.

ISIS membentuk unit polisi syariah yang sama di wilayah Suriah dan Irak yang mereka kuasai. Cabang ISIS di Mesir mulai menunjukkan tanda-tanda perluasan target serangan pada Desember 2016 lalu, saat mengebom sebuah gereja di Kairo hingga menewaskan 28 orang.  (dtk/bd)

VIDEO: Gedung Fateta IPB Bogor Kebakaran, Ini Penampakannya…

BOGOR DAILY- Gedung Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB Bogor Kebakaran, Rabu (29/3) siang sekitar pukul 11:30 WIB. Api berasal dari arah ruang laboratorium Fateta membumbung hingga membuat seluruh civitas akademik panik. Beberapa tampak berlarian untuk memadamkan api.

Sementara itu, dari foto yang diunggah pemilik akun facebook, Arisdiansyah Al Farizi, disebutkan jika api juga melahap ruang server.

“Innaalillaahi wa inna ilaihi roji’un KEBAKARAN!!!
Gedung FATETA IPB, menurut informasi yg didapat kebakaran terjadi diruang server.
Semoga tidak ada korban jiwa dan kebakaran lekas cepat padam. Aamiin yaa robbal’aalamiin,”tulis akun  Arisdiansyah Al Farizi di laman facebooknya.

Informasi yang dihimpun, pukul 12.25 wib, pemadam kebakaran Kota Bogor dan Kabupaten Bogor dikerahkan untuk memadamkan api tersebut. Dari info yang beredar, dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat adanya konsleting listrik.

Salah seorang mahasiswa menyebut jika bangunan yang terbakar di lantai 4 merupakan tempat menyetok gas tabung dan bahan kimia lainnya. Namun, hingga berita ini diturunkan belum ada pihak universitas yang memberi keterangan. (bd)

Berikut video yang didapat dari tempat kejadian:

 

 

 

VIDEO: Ini Penampakan Kantor BMKG Bogor Usai Diterjang Angin Badai

BOGORDAILY- Pasca angin kencang Selasa (28/3/2017) yang melanda Kantor Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bogor, aktivitas para pegawai pun menjadi terganggu. Hingga kini sejumlah sarana dan fasilitas pun masih rusak dan dilakukan perbaikan.

Pasca musibah tersebut, sejumlah pegawai pada Rabu (29/3/2017) pagi melakukan pembersihan sisa-sisa kerusakan yang melanda sejumlah sarana komputer serta ruangan data informasi dan ruangan Kepala BMKG Bogor.

Selain itu pihak BMKG Bogor masih menunggu teknisi dari pusat untuk melakukan perbaikan alat anemometer atau alat untuk mengukur arah dan kecepatan angin yang roboh dalam kejadian ini. Meski mempunyai server cadangan, akibat musibah tersebut aktivitas kantor BMKG pun menjadi terganggu.

Seperti diketahui, angin kencang melanda sejumlah wilayah di Bogor pada Selasa (28/3/2017) kemarin dengan kecepatan 86 kilometer perjam yang juga membuat sarana dan fasilitas kantor BMKG Bogor juga mengalami kerusakan. (wan)

Ini Jawaban BPTJ Soal Pengaturan Tarif Angkutan Online Baru

0

BOGOR DAILY– Bentrokan pengemudi angkutan online dengan sopir angkot memaksa peemerintah mengebut pengaturan moda transportasi berbasis elektronik tersebut.  Termasuk pengaturan soal tarif baru.

Badan Pengelola Transportasi Jabobetabek (BPTJ) sedang menghitung kuota dan tarif atas-bawah taksi online yang beredar di Jabodetabek. Yang jelas, BPTJ tak mau taksi online terlalu mahal bila jam sibuk.

“Sedang kami hitung. Jadi, kalau taksi online kan jam sibuk mahal kan. Kita juga nggak mau kalau taksi kekurangan (armada) dimahalin melewati kemampuan bayar masyarakat, kita juga nggak mau. Jadi sekarang kita sedang kaji,” ujar Kepala BPTJ Elly Adriani Sinaga menjawab pertanyaan wartawan soal perkiraan tarif atas-bawah taksi online.

Hal itu disampaikan Elly usai sosialisasi tentang aturan taksi online yang menjadi inti revisi Permenhub PM 32/2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek di Kantor Wali Kota Depok, Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat, Rabu (29/3/2017).

Elly menjelaskan, sebetulnya menghitung tarif atas-bawah tidak sulit. Pihak BPTJ akan menghitung berapa biaya operasi yang dikeluarkan taksi online. BPTJ akan menentukan tarif interval bagi taksi online.

“Nah jadi sekarang kita tidak mentukan satu tarif, tapi kita tetapkan range atau tarif interval, jadi dari batas bawah sekian, atas sekian. Jadi berapa tarif per kilometernya. Nah ini yang kita coba supaya dua-duanya oke,” jelas Elly.

Menurutnya penghitungan tarif taksi online sudah hampir rampung dan tinggal mencari waktu untuk sosialisasi tarifnya.

“Selesai, kita sudah ready. Cuma sekarang tinggal mencari yang lebih pas buat semuanya. Supaya semua terwadahi walaupun namanya kebijakan itu nggak bisa semuanya disenangkan,” jelas Elly.

Tentang penetapan kuota taksi online di wilayah Jabodetabek, imbuh Elly, BPTJ juga sedang menghitungnya.

“Ada metode yang biasa dilakukan, termasuk juga misalnya berapa lama kita mau waktu tunggu yang kita kasih kalau ada order taksi, termasuk luas wilayah termasuk juga kondisi dari lalulintas,” jelasnya.

Dalam Permenhub PM 32/2016, tarif dan kuota memang diatur. Pengaturan ini diserahkan ke pemerintah daerah, namun untuk Jabodetabek, pengaturan dilakukan BPTJ.

Gengster Bikin Ulah di Parung, Satu Pemuda Tewas Dibacok

BOGOR DAILYBaru Senin (27/3) geng motor samurai bikin ulah di Taman Heulang, Kecamatan Tanahsareal, kali ini komplotan gengster juga beraksi di Parung. Dicky Aprian (22) warga Gang Duren RT 01/ 01 Kelurahan Bojongsari, Kecamatan Bojong, Kota Depok meregang nyawa dengan luka bacokan cukup parah ditubuhnya.

Korban tewas usai terkena sabetan senjata  di Jalan Raya Parung, Kabupaten Bogor pada Selasa (28/3/2017) kemarin.

Lokasi tawuran hanya berjarak ratusan meter dari Polsek Parung. Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspitalena menjelaskan, informasi tersebut baru diterima polisi setelah paman korban Rindra Felani (32) melaporkan kejadian itu ke Polsek Parung.

“Kejadiannya kemarin sekitar pukul 05.00 WIB, ” ujarnya pada Rabu (29/3/2017).

Saat itu, kata AKP Ita, korban bersama kelompoknya diduga sudah janjian untuk melakukan tawuran di wilayah yang berbatasan antara parung dan sawangan itu

Korban tewas bersimbah darah lantaran terkena bacokan senjata tajam dibagian perut dan betis sebelah kanan.

“Sempat dilarikan kerumah sakit di Depok, tapi nyawanya tidak tertolong,” jelasnya.

Janazah korban pun kemudian dibawa kerumah Sakit Polri Kramatjati untuk dilakukan otopsi.

Menurut informasi yang dihimpun kepolisian, kedua kelompok yang terlibat tawuran dengan jumlah massa masing-masing sekitar 20 orang.

Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mencari tahu motif dibalik keributan antar warga itu serta memburu pelakunya.

“Kasusnya sudah dilimpahkan ke Satreskrim Polres Bogor, saat ini masih dalam penyidikan,” tandasnya.(bd)

Korban Diikat, Rampok Berpistol Beraksi di Perumahan Bogor

BOGOR DAILY– RS (60) dan AM (14) ditemukan dalam keadaan terikat di kediamannya di Perumahan Pelita Jaya, Kelurahan Kedungjaya, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor. Keduanya ditemukan setelah menjadi korban pencurian dengan tindak kekerasan yang dilakukan sekelompok orang tak dikenal, Selasa (28/3) dini hari.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Candra Sasongko menuturkan, awal mula kejadian ini terjadi pada 03.00 WIB. Sebanyak tiga orang tidak dikenal masuk kedalam kediaman korban dan berniat untuk melakukan tindak pencurian. “Pelaku masuk ke rumah korban untuk melakukan tindak pencurian. Para pelaku merupakan orang yang tak dikenal korban,” kata Candra, Rabu (29/3).

Setelah itu, para pelaku terlebih dahulu mengikat kedua tangan dan melakban mulut korban. Serta, mengancam kedua korban dengan cara menodongkan pistol yang diduga air soft gun. “Selain mengikat, korban juga mengatakan akan menembak apabila tidak mau nurut perintah para pelaku,” paparnya.

Setelah berhasil menggasak barang-barang milik korban, sambung Candra, para pelaku langsung melarikan diri sekitar 04:30 WIB. Adapun beberapa barang yang berhasil dibawa para pelaku. Diantaranya, satu buah laptop, tas ransel, kalung emas seberat tiga gram serta empat telepon selular. “Kerugian materi belum dapat ditaksir karena masih diinventarisir, sementara yang sudah dihitung berkisar Rp15 juta lebih,” imbuhnya.

Guna penyelidikan lebih lanjut, Polresta Bogor Kota tengah mengumpulkan informasi dari beberapa saksi yang mengetahui kejadian ini. “Akan kita dalami. Kita juga sedang mencari saksi-saksi lainnya,”tandasnya (bd)

Kantongi 150 Ribu Dukungan, Kades Ini Niat Jadi Bupati Bogor

BOGOR DAILY- Pemilihan Bupati (Pilbup) Bogor 2018 diprediksi bakal diramaikan oleh calon independen. Senin (27/3), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor kembali didatangi calon perseorangan yang berencana maju di Pilbup Bogor. Santoso, saat ini menjabat Kepala Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, mengaku hingga saat ini dirinya telah memiliki 150.000 fotocopy sebagai bentuk dukungan masyarakat.

Santoso menjelaskan, ia merasa mengenal wilayah dan masalah di Kabupaten Bogor. Atas dasar itu, lelaki kelahiran Jakarta 1962 ini termotivasi ikut bertarung dipesta demokrasi lima tahunan yang akan datang.

“Pada prinsipnya alasan itu yang memunculkan keinginan untuk maju. Saat ini sudah sekitar 150.000 dukungan sudah terkumpul. Jadi tinggal kurang dari setengahnya lagi untuk memenuhi syarat minimal dukungan untuk calon perseorangan,” kata Santoso.

Sebagai bentuk kesiapan, Santoso juga telah memiliki relawan yang disebut Sahabat Santoso di 40 kecamatan di Kabupaten Bogor. Bahkan, dirinya telah mencetak berbagai atribut seperti banner, kalender, stiker dan lainnya untuk memudahkan sosialisasi kepada masyarakat.

“Saya niat dan berusaha semaksimal mungkin untuk Pilbup 2018 nanti dan ikut memberi kontribusi untuk Kabupaten Bogor. Dalam waktu dekat kami juga akan menggelar agenda yang akan dihadiri ribuan massa,” terangnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Bogor Haryanto Surbakti mengatakan, hingga saat ini sudah sekitar 10 orang termasuk Santoso yang mengambil formulir dukungan untuk calon perseorangan. Sesuai atruan, calon perseorangan harus memiliki minimal dukungan 6,5 persen dari jumlah pemilih jika ingin lolos sebagai bakal calon.

“Minimal dukungan suara untuk calon perseorangan di Kabupaten Bogor adalah 215.731. dukungan harus tersebar di lebih dari 50 persen jumlah kecamatan yang ada. Nantinya KPU akan melakukan verifikasi dukungan ini dan yang lolos bisa ikut mendaftar saat pembukaan pendaftaran bersama bakal calon dari partai,” tandas Haryanto. (bd)

Pemkot Bogor Banjir Gugatan Warga, Ini Masalahnya

BOGOR DAILY–  Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor banjir gugatan warga. Bahkan, dalam kurun waktu satu tahun terakhir, sudah banyak berkas gugatan yang menumpuk dari masyarakatnya. Mulai dari persoalan perdata hingga tata usaha negara. Tercatat, ada 16 kasus gugatan yang dilayangkan warga kepada pemerintah daerah, mulai dari kasus Nada Lestari, Hari Sucahyo, Untung Kurniadi dan beberapa yang lainnya.

Kepala Bagian Hukum Pemkot Bogor Novy Hasbhy Munnawar mengatakan, pada 2016 terakhir memang ada sejumlah gugatan secara perdata kepada Pemkot Bogor, dan gugatan tersebut dari beberapa kasus yang terjadi dilingkungan Pemkot Bogor, seperti kasus yang sengketa lahan yang saat ini dibangun Gedung DPRD Kota Bogor.

“Untuk gugatan sendiri ada 16 kasus yang saat ini kita tangani dan memang itu kasus dari tahun-tahun sebelumnya juga,” ujarnya.

Meskipun banyak masyarakat yang menggugat Pemkot Bogor, menurut Novy pihaknya akan tetap menghargai proses hukum yang berjalan. Ia juga akan tetap melayani proses persidangan karena dengan gugatan perdata pihaknya mempunyai pertimbangan dan keyakinan.

“Kita harus bertahan pada keyakinan yang kita pegang dari suatu persoalan, dan hal tersebut menjadi dasar kita dalam setiap persidangan,” terangnya.

Dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terbatas dibagian hukum, Novy mengaku harus membagi-bagi tugas dengan beberapa staf yang lainnya. Karena selain soalan gugatan masih ada permalsalahan lainnya yang belum belum dapat diselesaikan, seperti pembangunan lift di Pemkot Bogor yang kasusnya hingga saat ini belum selesai.

“Bisa-bisa kita saja mengatur waktu karena masih banyak juga persoalan yang lainnya juga,” paparnya.

Sementara itu banyaknya gugatan kepada Pemkot Bogor membuat Ketua Yayasan Satu Keadilan Sugeng Teguh Santoso angkat bicara. Menurut dia hal itu menunjukkan kesadaran masyarakat untuk menempuh jalur hukum sangat tinggi. Tetapi kalau gugatannya meningkat berarti penyelesaian secara musyawarahnya macet.

“Jika gugatannya sudah masuk kepengadilan artinya penyelesainya permalahan dengan cara musyawarah ini macet. Padahal penyelesaian permalahan dengan musyawarah ini seharusnya dikedepankan,” katanya.

Gugatan yang datang ke Pemkot Bogor, lanjut Sugeng ,kebanyakan dari putusan usaha negaranya. Hhal itu biasanya karena permasalahan pelayanan publik atau kebijakan-kebijakan tertentu. Dan dengan banyaknya gugatan ini bukan berarti juga Pemkot Bogor salah dan tergantung nanti putusan majelis hakim.

“Pemkot Bogor digugat karena putusan usaha negaranya, kalau mayoritas dibatalkan berarti itu masalah, karena Pemkot Bogor dalam menyusun kebijakannya tidak mengikuti prosedur dan tidak taat pada aturan hukum,” jelasnya. (bd)