Saturday, 4 April 2026
Home Blog Page 9145

Tolak Angkutan Online, Sopir Angkot Ngadu ke Dewan

BOGOR DAILY – Tak terima dengan keberadaan angkutan online, sejumlah sopir dan pengusaha angkot mendatangi kantor DPRD Kabupaten Bogor,Senin (20/3/2017). Bersama Organda, mereka menuntut agar pemerintah segera mengambil langkah untuk membatasi angkutan online yang kerap merugikan sopir angkot.

Sopir angkot jurusan Cihideung – ramayana, Apip Supriatna (35) mengeluh, sejak ada angkutan online para penumpang yang tadinya naik angkot kini beralih naik angkutan online.

“Kalau tidak bisa dihilangkan minimal dibatasi angkutan online ini, karena mereka ini bebas lewat mana saja tanpa dibatasi jalur dan juga trayek,” katanya.

Kasi Multi Moda pada Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Joko Handrianto mengatakan, pihaknya mengaku kesulitan untuk membatasi angkutan transportasi berbasis online di wilayah Kabupaten Bogor.

Menurutnya, pembatasan angkutan berbasis online dibawah kendali Pemeritah Provinisi dalam hal ini Gubernur Jawa Barat “Pembatasannya ada di gubernur dan kami di daerah tidak bisa berbuat banyak,” katanya di ruang rapat serbaguna 1, Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Senin (20/3/2017)

Bahkan, pihaknya juga kesulitan untuk berkomunikasi dengan pihak perusahaan online yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bogor. “Sampai sekarang kami belum bisa berkomunikasi dengan pihak angkutan online,” tukasnya.

Ada Mogok Angkot, Ojek Pangkalan Kebanjiran Order

BOGOR DAILY- Adanya aksi mogok sopir angkot di sejumlah wilayah di Kota Bogor maupun Kabupaten Bogor ternyata membawa berkah bagi para ojek pangkalan (opang). Pasalnya, di tengah ramainya aksi mogok sopir angkot menolak ojek online, para opang menjadi kebanjiran penumpang.
Seperti yang terlihat di Putaran Flyover Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor. Sekitar pukul 12:00 wib, tampak sejumlah penumpang angkot diturunkan dari angkot. Kemudian mereka tampak kebingungan mencari transportasi umum yang bisa mengantarkan mereka ke tujuannya.
Tak lama kemudian beberapa opang satu persatu berdatangan. Opang menawarkan penumpang angkot untuk naik ojek. Begitupun dengan para sopir angkot yang melakukan hal serupa.
“Udah naik ojek aja, di sini angkot lagi engga narik, ojek online juga ga ada,” ucap salah seorang sopir angkot.
Tak berpikir panjang beberapa penumpang pun langsung menuruti arahan para opang dan sopir angkot itu. “Ya mau gimana lagi, ini saya ribet bawa tentengan banyak, jadi naik kendaraan yang ada aja,” ujar Tika (34)
Namun tak semua penumpang angkot naik opang. Melainkan adapula yang memilih untuk berjalan kaki. “Rumah saya dekat dari sini, tanggung kalau naik ojek,” ujar Ridho (39). (tib/bd)

1.593 Pemohon Paspor Ditiolak Imigrasi

0
BOGOR DAILY- Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi mencabut persyaratan saldo Rp 25 juta dalam tabungan saat proses pengajuan pembuatan paspor baru untuk mencegah TKI nonprosedural. Namun sebelumnya Ditjen Imigrasi dengan syarat itu telah menolak 1.593 pemohon paspor sepanjang tahun 2017.
“Dari bulan Januari hingga Maret 2017, ada sebanyak 1.593 permohonan pembuatan paspor yang sudah kami tolak karena petugas menggunakan tools deposit Rp 25 juta itu. Jadi bayangkan kita bisa menyelamatkan pemohon sebanyak itu yang diduga akan terbengkalai jika pembuatan paspornya diberikan,” ujar Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Agung Sampurno dalam jumpa pers di gedung Ditjen Imigrasi, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (20/3/2017).
Agung mengatakan alasan penolakan permohonan paspor beragam. Salah satunya ada pemohon yang diduga menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) nonprosedural. Surat edaran soal pencegahan TKI nonprosedural diterbitkan Dirjen Imigrasi pada 6 Maret 2017.
“Jadi kalau alasan ditolaknya itu banyak. Pertama karena diduga ke luar negeri akan menjadi TKI nonprosedural, atau ada yang berbohong, ngakunya belum pernah punya paspor, setelah kita cek ternyata ada di database kita. Jadi indikasi-indikasi inilah yang membuat kita menolak permohonan paspor itu,” jelas Agung.
Agung menjelaskan syarat rekening koran Rp 25 juta tidak membuat pemohon paspor menurun. Namun, persyaratan tersebut dihapus karena respons negatif dari masyarakat.
“Jadi kalau ditanya dampak dari penetapan syarat Rp 25 juta itu sebenarnya bukan membuat permohonan jadi menurun. Tapi ya kita tetap mendengar aspirasi dari masyarakat, sehingga syarat itu kami hapus mulai hari ini,” kata Agung (dtk/bd)

Gagal Jadi Kades, Hasil Pilkades Sukamanah Digugat

BOGOR DAILY- Ayub Rahmat Hidayat, calon Kepala Desa (Kades) Sukamanah, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, kecewa karena gagal menjadi kades. Ia merasa tak puas dengan hasil pemilihan yang dimenangkan rivalnya, Ismail.

Ayub menduga kuat telah terjadi money politic pada pelaksanaan pil­kades. Dia mengaku telah menemukan bukti politik uang yang dilakukan ri­valnya. Atas bukti tersebut, Ayub be­rencana menempuh jalur hukum untuk menggugat kemenangan Ismail.

“Saya baru akan menerima secara ik­hlas jika kasus money politic tersebut diusut tuntas. Demokrasi dalam Pilka­des Sukamanah harus tetap ditegakkan tanpa harus dikotori money politic dalam pelaksanaannya,” tegasnya.

Ayub memaparkan, dugaan terjadi­nya money politic berawal dari seorang warga yang diduga pendukung Ismail tertangkap basah warga setempat saat sedang membagikan uang kepada warga pemilih saat akan berangkat ke TPS.

Sebelum menempuh jalur hukum, kata Ayub, dirinya akan membuat la­poran tertulis pada panitia pilkades disertai kronologi kejadian. “Hal ini dilakukan agar dapat ditindaklanjuti panitia dengan memanggil beberapa pihak dan dapat diselesaikan secara musyawarah mufakat atau secara ranah hukum yang berlaku di Indonesia,” tegas Ayub. (met/bd)

Waspada, Seminar Fiktif. Puluhan Siswa di SDN Loji Jadi Korban

BOGOR DAILY- Siswa-siswi kelas VI SDN Loji 1, Jalan Siaga, No 7, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, hanya bisa gigit jari. Mereka tertipu lantaran kegiatan seminar yang diadakan Quantu­matika di sekolahnya benar-benar fiktif. Kegiatan tersebut seharusnya sudah terse­lenggara pada 5 Maret 2017 kemarin.
Namun, pihak guru menginformasikan kegiatan tersebut terpaksa diundur Minggu (19/3) dan lokasinya pindah ke Gedung Kemuning Gading, Balaikota, Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor. Setelah berkeliling di balaikota, ternyata kegiatan seminar itu benar-benar tidak ada.
Salah seorang peserta, Azkia menuturkan, ia beserta teman-temannya yang ikut mendaf­tar sudah datang ke tempat pelaksanaan seminar pada pukul 12:30 WIB. Ia menjelas kan, pendaftaran dilakukan langsung oleh guru di sekolah mereka. Usai mendaftar,ketiganya diwajibkan membeli tiket masuk untuk mengik­uti seminar seharga Rp25 ribu.­
“Jadi, info seminar yang kami dapatkan langsung dari guru kami. Katanya ada orang datang dan menawar­kan kepada murid-murid untuk mengikuti seminar Quantumatika. Kami dari tadi muter-muter balaikota mencari tempat seminar. Kami sudah menanyakan pe­tugas keamanan setempat lokasi seminar tersebut tapi kami disuruh mencari. Alhasil, kami tidak menemukan tem­pat pelaksanaan seminar ter­sebut,” tuturnya.
Lantaran ingin sekali mengik­uti seminar, Azkia mencerita­kan bahwa ia telah menghu­bungi nomor penanggung jawab acara yang tertera pada tiket yang telah dibeli. Namun ketika melakukan panggilan, nomor tersebut sempat aktif tapi tak ada yang menggubris. Tak patah se­mangat, Azkia pun kembali mencoba menghubungi namun usahanya tetap tak mem­buahkan hasil karena nomor tersebut tak diaktifkan pemi­liknya.
“Tadinya aktif, pas ditelepon lagi malah nggak aktif. Kami total keseluruhan di kelas ada 48 orang dan yang ikut hanya kami bertiga. Kata guru ada juga peserta yang berasal dari sekolah lain. Kami bersiap untuk Try Out dan UAN pada Mei mendatang,” pungkasnya. (met/bd)

Begini Serunya Selfie Bareng Spiderman Bogor

BOGOR DAILY-  Ada yang mencuri perhatian saat perhelatan Gebyar Sangkuriang Hujan Hadiah di Lapangan Institut Pertanian Bogor (IPB) Baranangsiang, Jalan Padjadjaran, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, kemarin.

Acara yang turut dihadiri Walikota Bogor Bima Arya dan warga Bogor khsususnya anak-anak itu menghadirkan tokoh pahlawan fiksi bentukan Marvel yakni Spiderman. Superhero ini beraksi di tengah keramaian untuk menghibur para pengunjung yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Dengan posenya yang gagah, Spiderman meladeni ajakan masyarakat berfoto bersama. Bahkan tak tanggung-tanggung, bintang tamu Gebyar Sangkuriang Hujan Hadiah yakni Syahrini juga ikut berfoto bersama saat ia melantunkan tembang miliknya ditemani orang nomor satu di Kota Bogor.

Salah seorang warga Bogor, Aisyah (38), mengaku terhibur dengan adanya Spiderman. Ia pun tak ketinggalan menuruti keinginan anaknya berfoto selfie. “Anak saya senang sama Spiderman, makanya pengin foto,” katanya

Rupa-rupanya, aksi Spiderman kerap muncul di sejumlah tempat umum. Bahkan, ia tak segan jadi buruan warga untuk selfie. Lewat akun instagramnya @indospider, bermunculan aksi kocak Spiderman di Kota Bogor. Sepert foto-foto ini.

Rusak Taman Sempur, Remaja Mabuk Didenda Rp200 Ribu

BOGOR DAILY- Tiga remaja terpaksa dibawa ke Polsek Bogor Tengah. Ini menyusul adanya aksi pengrusakan di Taman Sempur, Minggu (19/3) kemarin. Sebuah papan informasi yang ada di sudut taman dirusaj tiga lelaki yang ketahuan mabuk, karena jalan sempoyongan.

Kasi Pemeliharaan Taman Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Erwin Gunawan mengatakan bahwa ketiganya berhasil ditangkap dan diserahkan kepada pihak kepolisian.”Ya, ada bau minuman, Mereka langsung diinterogasi oleh park ranger sebelum dibawa ke polisi,”terangnya

Komandan Regu (Danru) Park Ranger Taman Sempur, Kurnia menjelaskan kerusakan tersebut terjadi akibat pelaku yang sempoyongan dan menimpa plang. Kemudian, plang bertuliskan ‘buanglah sampah pada tempatnya’ patah dan menimbulkan kegaduhan.

“Saat ditanya, pelaku tidak mabuk tapi kepalanya sedikit berat sehingga dia terjatuh menabrak papan. Pelakunya anak muda,” jelasnya.

Atas perbuatannya, pelaku didenda sebesar Rp200.000 sebagai biaya perbaikan fasilitas yang dirusak. Kartu identitasnya pun kini masih ditahan oleh Park Ranger sebagai jaminan jika biaya perbaikannya lebih dari angka tersebut.

“Untuk tindakan lebih lanjut itu bukan wewenang kami dan kami hanya mengamankan, setelah itu kami bawa ke pihak yang berwajib,” ujar Kurnia. (pjk/bd)

Club 31 Ganti Nama Jadi Lucky One, Satpol PP Enggak Tahu

BOGOR DAILY-  Sempat bermasalah karena tidak mengantongi izin warga, diskotek yang semula mengusung nama Club 31 mendadak merubah namanya jadi Lucky One. Sejak Rabu (15/3), pengelola klab malam itu sengaja merubah namanya, namun belum diketahui alasan penggantian brand tersebut.
Bahkan, sejak malam Kamis (16/3), tempat karaoke yang meny­ediakan bar dan resto ini dibuka secara gratis. Namun, dari pantauan, kondisi klab tersebut masih terbilang sepi dari biasanya.
Bahkan, hanya ada bebe­rapa kumpulan anak muda yang datang. Saat wartawan koran ini datang pada Sa­btu (18/3) malam, peng­elola Lucky One menghadir­kan beberapa DJ Oman, Anna Naffa, ZAR, Arie Satria dan lainnya.
Padahal, keberadaan kelab malam di lokasi tersebut su­dah disegel karena dianggap meresahkan warga, juga tak berizin. Camat Bogor Selatan Sujatmiko Barlianto mengaku baru mengetahui kelab yang ditolak warga sekitar itu kem­bali buka dan berganti nama menjadi Lucky One. Ia akan mengecek ke lokasi tersebut, sebab sebelumnya kelab itu memang tak berizin lengkap dan tak ada persetujuan da­ri warga sehingga disegel Satpol PP. “Nanti kita akan cek dan menanyakan apakah kelab tersebut sudah memi­liki izin atau belum,” ujarnya saat dihubungi Metropolitan, kemarin.
Pada kesepakatan antara masyarakat dan pengelola Club 31, kata Sujatmiko, me­mang warga sekitar meno­laknya. Hal itu telah ditanda­tangani warga yang tinggal di kawasan BNR.
“Beberapa waktu lalu me­mang warga sekitar menolak kehadiran kelab ini karena mengganggu kenyamanan warga sekitar. Kita sebagai aparatur wilayah juga mem­fasilitasi,” terangnya.
Warga juga meminta Wali­kota Bogor Bima Arya agar menolak permohonan izin dari Club 31 yang berubah nama menjadi Lucky One ter­sebut. Sebagai bahan per­timbangannya adalah izin dari warga sekitar yang tak akan diberikan. “Suratnya pun telah diserahkan kepada pak walikota. Tetapi untuk sela­njutnya saya tidak tahu ka­rena semuanya tergantung pak wali,” paparnya.
Sementara itu, Lucky One ini telah beroperasi sejak Rabu (15/03) dan masih menggratiskan pengunjung­nya. Namun meski gratis, para pengunjung diharuskan membeli minuman minimal satu botol. “Ini kan baru buka lagi, jadi kita gratiskan dulu selama seminggu ke depan. Tetapi para pengun­jung pun harus beli minuman minimal satu botol,” kata salah seorang pelayan di Kelab Lucky One.
Setelah disegel Satpol PP Kota Bogor karena belum berizin, Club 31 pun berubah nama menjadi Lucky One. Bahkan, owner dan manaje­mennya pun kini berganti. “Iya, semuanya diganti. Bahkan pegawainya pun ada beber­apa yang baru dan orang lamanya banyak juga yang pada keluar,” jelasnya.
Saat ditanya soal perizinan, pegawai tersebut tak menge­tahui apakah tempat kerjanya sudah memiliki izin atau be­lum. “Kalau masalah itu saya tidak tahu, itu urusan orang yang di atas,” tandasnya.
Terpisah, Kasatpol PP Kota Bogor Heri Karnadi juga mengaku baru mengetahui bahwa kelab yang pernah disegel itu kembali berope­rasi. Ia juga belum mengeta­hui proses perizinan Lucky One tersebut sudah sejauh mana. “Kami baru tahu kelab tersebut kembali buka. Nan­ti kita akan pantau dan cek izinnya sudah lengkap atau belum,” ungkapnya.
Jika Lucky One belum me­miliki izin, Heri mengaku pi­haknya tak segan melakukan penyegelan kembali kelab tersebut. “Ya kalau tidak me­miliki izin maka kita tegur dulu. Jika belum mengurus maka akan kita segel,” pung­kasnya (met/bd)

Rumah di Pakansari Ludes Dilahap Si Jago Merah

BOGOR DAILY– Sebuah rumah  di Gang Haji Toha, RT6 / 3, Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor habis dilalap api pada Minggu (19/3/2017) malam.
Menurut warga sekitar, api tiba-tiba membesar dan melahap abis bangunan rumah milik Emul itu. “Awalnya terdengar ada suara minta tolong, pas saya lihat ada api dirumah pak Emul,” kata Hakim (32) warga sekitar.
Warga pun langsung berhamburan keluar rumah untuk memadamkan api yang sudah mulai membesar. “Kejadiannya pukul 22.30 WIB, sekarang api sudah mulai padam,” katanya.
Sementara itu, dua unit mobil Damkar Kabupaten Bogor diterjunkan untuk menjinakan api di pemukiman padat penduduk itu.
Petugas pun sempat kesulitan lantaran jarak rumah yang cukup jauh sehingga selang air harus disambung agar bisa sampai dilokasi kebakaran.  “Api sudah mulai padat, tapi petugas damkar masih ada di lokasi karena masih terlihat kepulan asap kecil sisa kebakaran,” katanya.

Sore Ini, Ezra Walian Mulai Latihan di Stadion Pakansari

0
BOGOR DAILY-  Dengan proses naturalisasi yang diharapkan segera tuntas, Ezra Walian sudah tiba di Indonesia. Ia akan langsung ikut serta mengikuti latihan tim nasional Indonesia.
Direktur Media dan Hubungan Internasional PSSI Hanif Thamrin mengatakan proses naturalisasi Ezra tinggal menunggu surat Keputusan Presiden (Keppres) turun. Setelah itu, pemain 19 tahun tersebut segera memiliki paspor Indonesia.
“Hari ini mudah-mudahan sudah turun. Kami masih menunggu semoga prosesnya cepat,” ungkap Hanif saat dihubungi, Senin (20/3/2017).
Ezra tiba di Indonesia pada Minggu (19/3) siang kemarin. Pemain Jong Ajax Amsterdam itu langsung bertolak ke Hotel di Bogor tempat Evan Dimas dkk. menginap.
Meski sudah menempuh perjalanan jauh, Ezra tetap terlihat antusias saat berada di tengah-tengah para pemain lainnya. Ezra juga sudah bergabung makan malam bersama para pemain.
Hanif menyebut Ezra akan mengikuti latihan di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, nanti sore sebagai persiapan menghadapi Myanmar, Selasa (21/3) besok.
“Nanti sore sudah pasti dia ikut latihan,” katanya (bol/bd)