Saturday, 4 April 2026
Home Blog Page 9243

Rais Syuriyah NU Kabupaten Bogor Berpulang, Ribuan Jemaah Iringi Pemakaman

BOGORDAILY – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor kehilangan tokoh kharismatiknya. KH Mukhtar Royani menghembuskan nafas terakhirnya di rumah duka, Selasa (13/4) pukul 17.30, dalam usia 83 tahun.

Ribuan orang mengantarkan Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor itu pada, Rabu (14/4) pagi. Jenazahnya dimakamkan di peristirahatan terakhirnya, di komplek makam keluarga Pesantren Riyadhul ‘Aliah, Kampung Cisempur, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

“Keluarga Besar NU Bogor sangat kehilangan sosok pejuang tulus. Beliau mengorbankan apapun untuk kepentingan jamiyah dan jamaah NU. Saya tahu beliau tidak pernah mengambil keuntungan dari perjuangannya,” ujar aktivis NU Bogor, Edwin Sumarga.

Menurutnya, berbagai kemajuan yang dicapai NU Kabupaten Bogor dalam beberapa dekade terakhir, tidak dapat dilepaskan dari kontribusi besar KH Mukhtar Royani. “Kami mendo’akan agar semua amal ibadah dan kebaikannya ditetima Allah SWT,” ungkap anggota DPRD Kabupaten Bogor ini.

Dia berharap, apa yang diwariskan almarhum bagi NU dan Nahdliyin Bogor dapat terus dijaga dan dikembangkan demi kemajuan NU di “bumi Pakuan Pajajaran”.

Dia juga mengutarakan, lebih dari separuh masa hidup sosok kiai kharismatis “diwakafkan” untuk kepentingan NU. Ia tercatat mengemban amanah sebagai Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Bogor selama lima periode alias sekitar 21 tahun terakhir.

Satu periode kepengurusan di lingkungan NU berlangsung selama lima tahun. Pada konferensi terakhir PCNU Kabupaten Bogor, 2015 lalu, kiai yang akrab disapa “Ajengan Mumu” ini kembali terpilih sebagai Rais Syuriyah masa bakti 2015-2020.

Kiai Mukhtar Royani tercatat pula sebagai A’wan (dewan pakar) PBNU hasil Muktamar ke-33 NU di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, 2015. Selain itu, sehari-hari Kiai Mukhtar membina ratusan santri yang menimba ilmu di Pesantren Riyadhul Aliah, yang dirintis keluarganya.

Berbagai pihak menyampaikan belasungkawa atas kepergian KH Mukhtar Royani. Sejumlah karangan bunga terpampang di depan kediaman duka, antara lain berasal dari Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum DPP PKB A Muhaimin Iskandar, Bupati Bogor Nurhayanti, dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Jaro Ade.

Jadi Basis Ekonomi Syariah, Ponpes se Kota Bogor Dikumpulkan

BOGORDAILY – Pondok pesantren sekota bogor dikumpulkan Pemkot Bogor. Mereka diminta menjadi garda terdepan menjadi basis ekonomi syariah.

Ponpes harus jadi lumbung ekonomi syariah, karena terdapatnya figur yang jadi panutan bagi masyarakat. Sehingga ketika gerakan ekonomi ini berawal dari ponpes, maka masyarakat di sekitar ponpes itu bisa ikut mengembangkan ekonominya.

Harapan itu dikemukakan dalam seminar bertema “Mewujudkan Pondok Pesantren (ponpes) Sebagai Basis Pengembangan Ekonomi Masyarakat” Pemerintah Kota Bogor. Pemkot untuk pertama kalinya menggelar pembinaan ponpes berbasis ekonomi syariah.

Diiikuti para pimpinan ponpes di Kota Bogor, acara berlangsung di Ruang Rapat III Balaikota Bogor, Kamis (14/4/2016). Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman hadir membuka acara, didampingi Kasubag Keagamaan pada Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan Setdakot Bogor Arief Rachman Badarudin.

Dalam laporannya, Arief mengatakan bahwa saat ini tercatat ada 124 ponpes yang tersebar di Kota Bogor, dengan Bogor Selatan sebagai wilayah dengan ponpes terbanyak dengan 34 ponpes. “Dengan jumlah yang cukup banyak tersebar bisa menjadi basis pengembangan ekonomi bagi masyarakat sekitarnya,” ujar Arief.

HOT! Anggita Sari dan Vicky Prasetyo Tanpa Busana di Atas Ranjang

0

BOGORDAILY – Artis seksi, Anggita Sari kembali membuat gempar. Fotonya bersama Vicky Prasetyo ini jadi buah bibir. Anggita juga memposting foto berduanya di atas ranjang tanpa busana. Alamak…

Dalam foto tanpa busana itu Anggita sedang berada di rumah sakit Medistra, Gatot Subroto sedang dirawat karena sakit flu yang melandanya. Yang bikin heboh, dalam foto itu Anggita memposting foto hanya mengenakan bra, sementara Vicky Prasetyo telanjang dada.

anggota dan vicky prasetyo
“Seharian tepar di rs, kecapean plus high fever mixed bad flu totally killing me, maaci@vickyprasetyo88 nemenin sampe tidur dibawah,” tulisnya dalam caption.Sontak saja foto tersebut membuat Anggita langsung di-bully.

Netter menganggap Anggita dan Viky melakukan perbuatan tak senonoh, lantaran keduanya sama-sama tak mengenakan baju. Bahkan banyak yang bingung melihat aksi mereka yang tak mengenakan baju padahal berada di Rumah Sakit “ Nemenin sii sampe buka baju bgtu,” sindir @fadly_villa.

“Hmmmm rumah sakit apa bsa tdr2an ga pakai baju lagi,” tambah @muzakir88. “Kl fto kyk gni jgn d upload mbak,g pnts tkt jd fitnah.”kata @kiki_nasya. “Kompak yeee dirumah sakit pada buka baju #ahaa mungkin dia berkeringatnisasi,” ejek @iezahnurry. “Dr awal liat foto ini dh kliatan bkn di rs…mana ada pasien pake tanktop, pngunjung pasien (si vikinisasi) gk pke baju gt..ckck,” tutur @citcitcuitt20.

KLARIFIKASI Ditulis Media Asing hingga Mendunia, Bocah Ini Ingin Jadi Ustadz, dan Bukan Jelmaan Dewa Hanoman

BOGORDAILY – Bocah asli Pulau Borneo, Kalimantan mendunia. Namanya Hirsute Muhammad Raihan. Sosoknya muncul di salah satu media asing, mirror.co.uk, yang cukup terkenal di Negeri Ratu Elizabeth, Inggris. Hirsute Muhammad Raihan dinilai memiliki keunikan.

Keunikannya yakni, bulu lebat yang hampir menutupi seluruh tubuhnya, mulai dari kepala hingga kakinya dengan panjang sekitar tiga inchi. Oleh karena keunikan yang dimilikinya, Hirsute Muhammad Raihan dan dia bercita-cita menjadi ustaz.

Raihan ini rupanya menderita penyakit langka yang disebut dengan ‘Werewolf Syndrome‘, penyakit yang menyebabkan tubuh Raihan dipenuhi dengan bulu atau rambut di hampir seluruh bagian tubuhnya. Meski menderita penyakit langka ini, Raihan menolak melaukan pengobatan lantaran penyakit ini dianggap sebagai suatu anugerah yang diberikan oleh Tuhan.

Namun fakta pemberitaan seputar Hirsute Muhammad Raihan ini berubah ketika diolah kembali oleh salah satu media asing. Informasinya, jadi tidak sesuai dan ada kesalahan pada editor redaksi media online tersebut.

Ada pula penambahan opini yang tidak sesuai dengan fakta hasil wawancara langsung bersama pihak keluarga atau pun warga sekitar seputar ‘penyakit unik’ yang dimiliki Hirsute Muhammad Raihan. Opini yang tidak sesuai tersebut adalah tulisan tentang Raihan yang dianggap sebagai titisan dewa dan dianggap Tuhan oleh warga.

https://www.youtube.com/watch?v=VQHPk9gyqJQ

Menpora ‘Elus Dada’ Terjebak SSA Kota Bogor. Begini Kata Dia!

BOGORDAILY – Sisem Satu Arah yang diujicobakan di Kota Bogor bukan hanya dikeluhkan warga bogor. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi juga dibikin pusing, dia sempat terjebak SSS sehingga agendanya meresmikan pencanangan satu desa satu lapangan di Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor molor satu jam.

“Sistem Satu Arah di Kota Bogor ini membuat kita semua harus bersabar,” ujarnya.

Kehadirannya pun terlambat satu jam, karena harus memutar-mutar Kebun Raya Bogor lebih dulu, karena ada ujicoba SSA di Kota Bogor.

“Maaf saya telat satu jam. Jadwal jadi mundur dari yang ditentukan,” kata menpora.

Sistem satu arah, kata menpora, membuat semua pihak harus bersabar. “Pemkot Bogor mengubah sistem satu arah membuat kita harus bersabar,” ucap Imam sambil tersenyum.

CFD Kota Bogor Pindah ke Jalan Sudirman

BOGORDAILY – Sejak digulirkannya penerapan uji coba Sistem Satu Arah (SSA) searah jarum jam di seputar Kebun Raya Bogor (KRB) awal April lalu, hari tanpa kendaraan bermotor (Car Free Day/ CFD) di Jalan Jalak Harupat, Sempur, Bogor Tengah, ditiadakan.

Ini dikarenakan kawasan tersebut menjadi salah satu ruas jalan yang terdampak penerapan SSA. Oleh karena itu, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah merencanakan untuk memindahkan lokasinya.

Walikota Bogor Bima Arya, Rabu (13/04/16), rencananya lokasi CFD ini akan digeser ke Jalan Salak atau Jalan Jenderal Sudirman, masih di kawasan Bogor Tengah.

“Dalam beberapa hari ini masih terus kita kaji untuk kita putuskan. Karena CFD ini harus tetap ada,” tegas Bima seraya menambahkan bahwa diharapkan minggu ini CFD sudah disimulasikan.

Masa penerapan uji coba SSA sendiri yang semula hanya 4 hari hingga 4 April 2016, oleh Pemkot Bogor diperpanjang hingga 18 April 2016 nanti. Langkah ini diambil untuk melihat sampai sejauh mana hasil evaluasi dengan batas waktu yang lebih lama. Selama perpanjangan masa uji coba ini juga dilakukan berbagai perbaikan dan kelengkapan sejumlah fasilitas penunjangnya.

Nikita Mirzani Goyang-goyang Dipangkuan Baim Wong, Nih Foto-fotonya!

0

BOGORDAILY – Foto model seksi Nikita Mirzani duduk dipangkuan Baim Wong sambil bergoyang, jadi pembiacaraan para nettizen. Mantan kekasih pebasket Samuel Rizal, ini nampak mesra duduk dipangkuan Baim.

Janda satu anak ini memang sedang senang membuat sensasi setelah digosipkan dekat dengan musisi Glenn Fredly, bahkan dituduh perusak hubungan Glenn dan Aura Kasih. Kini fotonya itu kembali buat gempar dengan video mesra yang beredar.
Dalam foto itu Niki duduk di pangkuan Baim Wong dalam sebuah acara yang juga dihadiri aktor Oka Antara.

Nikita yang menggunakan mini dress super seksi seksi motif bunga-bunga, tampak santai dan begitu intim duduk di atas paha Baim. Tidak merasa risih, mantan pacar Marshanda tersebut malah menyilangkan tangannya berada di atas paha mulus Niki.

21.324 Ibu Hamil di Kota Bogor bakal Diperiksa

BOGORDAILY – Untuk menekan angka kematian ibu hamil dan bayi, Pemerintah Kota Bogor akan menggelar Bulan Pemeriksaan Ibu Hamil (Bumil). Tujuannya adalah adalah mendata semua bumil di Kota Bogor, memastikan mereka mendapat pelayanan kesehatan sesuai standar dan memfasilitasi kehamilan mulai dari perencanaan persalinan dan penanganan komplikasi.

Demikian dijelaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Rubaeah di Ruang Rapat I Balaikota Bogor, Rabu (13/4/2016). Rubaeah mengatakan Dinas Kesehatan Kota Bogor bersama dinas-dinas terkait siap menggelar bulan pemeriksaan selama sebulan penuh. Melalui motto Satata, Sariksa dan Sauyunan, kegiatan pemeriksaan ibu hamil akan menyasar 21.324 bumil pada tahun 2016 dan 7.112 bumil hingga dengan April 2016.

“Pelaksanaannya sendiri akan dilakukan dari 14 April hingga 13 mei 2016, yang akan dilakukan Kader Dasa Wisma, Kader Posyandu dan Bidan Pembina Wilayah serta didukung Forum Masyarakat Nga-EMAS (Expending Maternal Survival), Kader dan motivator KIA serta sejumlah mahasiswa akademi kebidanan,” papar Rubaeah.

Nantinya para petugas akan mencatat dan melaporkan hasil dari pelaksanaan bulan pemeriksaaan ibu hamil. Indikator keberhasilannya dapat dilihat dari jumlah bumil yang terdata dan diberi buku KIA yang sudah ditempeli stiker P4K (PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI).

Secara umum bulan pemeriksaan ibu hamil memiliki tujuan jangka panjang, dimana pada tahun 2030 diharapkan angka kematian ibu dapat berkurang menjadi di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup (KH). Tujuan jangka panjang lainnya adalah menurunkan angka kematian neonatal (bayi baru lahir) setidaknya hingga 12 per 1.000 KH serta angka kematian balita 25 per 1.000 KH.

Ke Dokter Berniat Cabut 4 Gigi, Pria Ini Malah Kehilangan Semua Giginya

0

BOGORDAILY – Donny Grigsby (36) awalnya pergi ke klinik untuk mencabut empat giginya yang terkena abses. Setelah dibius dan sempat tak sadarkan diri, ia justru terbangun dalam kondisi ompong tanpa gigi sama sekali.

Ditemani sang istri, Amanda, Donny pergi ke White River Dental, Indiana, untuk mencabut empat giginya yang berlubang. Selama Donny berada di dalam ruang tindakan, Amanda menunggu di luar. Lima jam berlalu dan Donny belum juga muncul.

“Saya merasa ini terlalu lama, jadi saya mencoba untuk masuk dan melihat apa yang terjadi. Saya sangat terkejut! Suami saya dalam kondisi tak sadar dengan darah di sekujur pakaiannya, saya melihat giginya sudah tidak ada sama sekali dan saya langsung memanggil ambulans,” tutur Amanda kepada WRTV, seperti dikutip dari Medical Daily, Rabu (13/4/2016).

Baca juga: Saat Gigi Anak Berubah Warna Jadi Hitam, Jangan Dibiarkan Saja

Masih dalam kondisi tak sadarkan diri, Donny dibawa mobil ambulans ke Columbus Regional Hospital. Amanda mengatakan dalam perjalanan ke rumah sakit suaminya sempat dua kali terbangun sesaat.

Sesampainya di rumah sakit, ia langsung mendapatkan perawatan intensif terkait pendarahan yang dialaminya. Sebulan setelah kejadian itu pun Donny masih harus menggunakan selang oksigen karena masalah gumpalan darah yang dialaminya.

“Kini saya merasa sangat malu karena tidak punya gigi sama sekali. Saat itu saya benar-benar ketakutan,” ujar Donny, seperti dikutip dari Huffington Post.

Beberapa pekan setelah kejadian tersebut, Karen Cantou Consulting selaku juru bicara dari White River Dental membuat pernyataan resmi. Menurut pernyataan tersebut, dijelaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan untuk mengobati pasien. Mereka bahkan menyatakan bahwa Donny telah menyetujui rencana tindakan pencabutan gigi tersebut. Sebaliknya, Donny tidak pernah merasa menyetujui hal tersebut.

Tak terima dengan pernyataan itu, Donny dan Amanda berencana untuk mengajukan gugatan malapraktik terhadap klinik tersebut.(detik)

Serem… Angka Kematian Ibu Hamil di Kota Bogor Terus Naik

BOGORDAILY – Angka kematian kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) khususnya dalam tiga tahun terakhir terus meningkat. Kondisi itu menjadi perhatian Pemkot Bogor.

“Apa sebetulnya penyebab tingginya angka kematian ibu dan AKB ini,” tanya Walikota Bogor Bima Arya saat membuka rapat koordinasi bulan pemeriksaan ibu hamil Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor yang dirangkai dengan pencanangan kaser pigawe lima, opat sauyunan di Ruang Rapat I Balaikota, Rabu (13/04/16).

Berdasarkan data dari Dinkes, Bima menyebutkan, angka kematian ibu di tahun 2014 silam tercatat sejumlah 6 kasus dan naik jumlahnya menjadi 21 di tahun 2015 lalu. Begitu juga dengan AKB, dari yang tercatat sebanyak 55 kasus di tahun 2014 naik menjadi 65 kasus di tahun 2015.

“Artinya tren ini naik terus dalam dua-tiga tahun terakhir. Memang seperti sudah disampaikan Kepala Dinkes, ada beberapa hal yang menjadi penyebab tingginya angka kematian ibu dan AKB ini,” kata Bima.

Selain faktor penyangka kematian ibut dan kendala dalam proses persalinan, yang turut menjadi penyebab tingginya angka kematian ibu dan AKB ini karena 4T dan Terlambat. Yaitu terlalu sering melahirkan, terlalu tua usianya saat hamil atau melahirkan, terlalu muda usia saat kehamilan, dan terlalu rapat jarak kehamilan serta terlambat saat mendeteksi kehamilan dan terlambat mencari atau mendapatkan fasilitas kesehatan.

“Jadi memang banyak hal yang harus terus disampaikan kepada warga, khususnya yaitu mengenai 4T dan terlambat ini. Karena memang persoalan kehamilan ini adalah persoalan yang harus menjadi perhatian dan komitmen bersama,” ungkap Bima.

Oleh sebab itu, harus adanya data-data yang tepat. “Dan ini betul-betul dibutuhkan team work. Jadi koordinasi Disdukcapil, Dinsosnakertrans, BPMKB, Dinkes termasuk para camat, lurah, dan kader PKK untuk melakukan pendeteksian ibu-ibu hamil,” pungkasnya.