Home Blog Page 9391

Sekjen FPI: Itu ABG Penyusup Bawa Bendera Merah Putih Tulisan Arab…

0

BOGORDAILY- Pemerintah dan polisi geram dengan berkibarnya bendera merah putih dengan tulisan Arab serta logo pedang saat aksi demo yang dilakukan Front Pembela Islam di Mabes Polri, Senin (16/1/2017).

Polisi langsung bergerak mengusut kasus ini. Pemerintah juga meminta polisi mengusut aktor di balik aksi yang dinilai sebagai pelecehan simbol negara.

Front Pembela Islam (FPI) langsung membantah dan tidak ingin dikaitkan keberadaan bendera merah putih bertuliskan arab. Sebab, FPI mengklaim tidak akan tinggal diam dan pasti menindak jika ada anggotanya yang membawa bendera itu.

“Kejadian bendera itu berkibar, anak ABG yang bawa. Tidak pakai baju koko, tidak pakai kopiah, tidak paham saya. Langsung saya suruh laskar amanin itu bendera,” ujar Sekjen DPP FPI, Novel Bamukmin saat dihubungi, Kamis (19/1/2017).

Novel menyebut, FPI telah menangkap orang yang membawa bendera merah putih bertuliskan arab dan logo pedang. Ini dilakukan karena orang tersebut dianggap mencoreng nama FPI.

“Kita sudah amanin, langsung kita gulung, karena itu jadi fitnah buat kita, penyusup, atau intel, atau provokator. Kita tidak tahu,” katanya.

Novel mengatakan, pembawa bendera merah putih bertuliskan Arab itu adalah penyusup yang mencoba menghasut, mendiskreditkan FPI. DIa menegaskan, FPI memiliki lambang dan bendera sendiri. FPI juga mengklaim tidak pernah mencoret-coret bendera kebangsaan.

“Kalau kita bawa bendera merah putih, itu mesti murni bendera merah putih, tidak dicoret-coret. Kita minta itu diusut. Kita minta itu pelakunya dihukum,” ucapnya.

Untuk diketahui, massa Front Pembela Islam (FPI) telah melakukan aksi di depan Mabes Polri, Senin (16/1) lalu. Dalam aksinya, massa menuntut Kapolda Jabar, Kapolda Metro Jaya, dan Kapolda Kalbar dicopot dari jabatannya. Dalam aksi tersebut, massa menyanyikan lagu kebangsaan dan juga mengibarkan bendera merah putih. Namun, bendera merah putih tersebut ada tulisan Arab dan juga logo pedang.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan mengecek kebenarannya. Tetapi, ia menegaskan kalau negara ini semua diatur oleh undang-undang.

“Kita kembali ke aturan hukum. Negara kita negara hukum. Kalau itu tidak diatur undang-undang paling masalahnya masalah moralitas dan masalah sosial. Tapi kita lihat ada aturan undang-undang cara memperlakukan kepada lambang negara termasuk bendera. Bendera yang sudah rusak ada aturannya tidak boleh dikibarkan ada ancaman satu tahun,” kata Tito di Mapolda Metro Jaya, Rabu (18/1).

“Kemudian bendera merah putih tidak boleh diperlakukan tidak baik diantaranya membuat tulisan di bendera dan lalin-lain. Itu ada undang-undang yang mungkin di negara lain tidak dilarang tapi di negara kita dilarang ada hukumannya satu tahun (kurungan),” sambungnya.

Tentunya, kata Tito, pihaknya memastikan akan melakukan penyelidikan mengenai hal tersebut. Tak dipungkiri, lanjutnya, pihaknya akan memanggil penanggungjawab atas aksi tersebut.

“Siapa yang membuat siapa yang mengusung. Penanggung jawab korlapnya akan kita panggil. Siapa ini. Dan kita melihat sportifitas. Jangan sampai nanti mohon maaf akal akalan bilang enggak tahu padahal tahu itu berbohong diri sendiri. Nanti seperti hasilnya kadang tertangkap atau tidak tapi saya mendorong agar maksimal penyelidikan ini,” ucapnya.

Sumber: merdeka.com

Nih Link Videonya:
https://www.youtube.com/watch?v=J__dKrHV0uA

Nih Isi Orasi Sukmawati: Rizieq Harus Tersangka!

0

BOGORDAILY- Sukmawati Soekarnoputri terlibat dalam aksi ribuan anggota organisasi kemasyarakatan di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Kamis (19/1/2016).

Dalam aksi bertajuk Sawala Akbar 191-999 Masyarakat Jawa Barat Bersatu tersebut, dia berorasi menyuarakan tuntutan kepada pemerintah agar membubarkan ormas Front Pembela Islam (FPI).

“Ormas pemecah belah NKRI harus dibubarkan. Di beberapa daerah sudah menjadi aspirasi FPI harus dibubarkan,” kata putri Bung Karno itu.

Ditegaskan Sukma yang merupakan pelapor dugaan kasus penodaan lambang negara oleh Riziek Shihab, mendukung pihak kepolisian untuk melanjutkan proses hukum.

“Harus tetap diproses secara adil, Riziek harus menjadi tersangka dan segera diadili,” tandasnya.

Seperti diberitakan, sekiar 20 ribu massa dari berbagai organisasi massa (ormas), LSM, komunitas Sunda dan tokoh masyarakat Jawa Barat hadir mengikuti gelaran Sawala Akbar 191-999 Masyarakat Jawa Barat Bersatu.

Aksi massa ini diisi dengan mimbar bebas dan membacakan petisi bersama yang berisi tuntutan bubarkan penista Pancasila, bubarkan FPI, pemecah NKRI, penista budaya dan mendukung penegakan hukum Polda Jabar. (rmol)

Kapolda Jabar Bantah Kerahkan Massa Tuntut Pembubaran FPI

0

BOGORDAILY- Humas Polda Jawa Barat, Yusri Yunus tidak membenarkan kabar undangan aksi masyarakat Sunda merupakan undangan dari Kapolda Jawa Barat.

“Tidak benar undangan yang menyebutkan dari Kapolda Jawa Barat. Itu tidak benar jaman sekarang, jangan diperalat masyarakat sudah tahu, ini hoax, biarin aja nanti berlalu,” ujarnya saat ditemui di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (19/1/2017).

Yusri mengatakan aksi tersebut merupakan inisiatif dari masyarakat yang mengatasnamakan aliansi masyarakat Jabar bersatu.

“Mereka sendiri aliansi masyarakat Jabar bersatu mereka merasa Jabar masyarakat yg tenang tiba tiba terjadi insiden seperti ini,” kata dia.

Sebanyak 7 SSK atau sekira 700 personel diterjunkan untuk mengawasi aksi ini. Aksi dari Aliansi masyarakat Jabar bersatu diisi oleh berbagai orasi dari beberapa ormas yang tergabung didalamnya.(arah)

Link Video Pernyataan Terbaru Kapolda Jabar soal FPI:
https://www.youtube.com/watch?v=H-7ouNU487Y

Link Video Demo GMBI Bubarkan FPI:
https://www.youtube.com/watch?v=fInckvDGQGg

Sukmawati Ikut Orasi di Demo Pembubaran FPI di Bandung

0

BOGORDAILY- Putri mantan Presiden Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri, menghadiri aksi damai yang digelar oleh sejumlah LSM dan organisasi masyarakat seperti Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia, Laskar Garuda Indonesia, LSM Jangkar, Sundawani, di depan Gedung Sate Bandung, Jawa Barat, Kamis (19/1/2017).

Sukmawati yang hadir mengenakan pakaian berwarna hitam sempat memberikan orasi di atas panggung yang didirikan tepat di depan pintu masuk kantor gubernur.

Dalam orasi, Sukmawati mengajak seluruh anggota ormas dan LSM untuk menjaga dan menjunjung nilai-nilai Pancasila dan keutuhan NKRI.

“Hidup Pancasila, NKRI, itulah visi misi sebagai warga Indonesia untuk menjaga keutuhan NKRI. Mari berjuang untuk Pancasila. Kalau kader nasionalis berdiri tegak untuk menjaga dan menjunjung Pancasila,” kata dia.

Usai memberikan orasi, Sukmawati tampak duduk di pinggir panggung dan mendengarkan orasi dari sejumlah perwakilan LSM dan ormas.

Hingga pukul 10.20 WIB, aksi damai tersebut masih berlangsung dan akses jalan menuju Gedung Sate, tepatnya Jalan Diponegoro, ditutup untuk sementara waktu.

Aksi ini merupakan rangkaian dari situasi panas di Jawa Barat akhir-akhir ini, menyusul terjadinya kericuhan antara laskar FPI dan anggota GMBI.

Kericuhan tersebut menyusul pemeriksaan terhadap pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab dalam kasus dugana penghinaan terhadap Pancasila dan Bung Karno atas laporan Sukmawati di Polda Jawa Barat.(suara)

Link Video pernyataan terbaru Kapolda Jabar soal FPI:
https://www.youtube.com/watch?v=H-7ouNU487Y

Begini Perampakan Ribuan orang yang Mendesak Pembubaran FPI

0

BOGORDAILY- Ribuan orang yang tergabung dalam berbagai organisasi massa di Bandung menuntut pembubaran Front Pembela Islam (FPI) pimpinan Rizieq Shihab, pada Kamis (19/01) pagi. Aksi ini berlangsung tepat satu pekan setelah ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) bentrok dengan FPI.

Demonstrasi di depan Gedung Sate, Kota Bandung, diikuti simpatisan ormas GMBI, Laskar Garuda, Pembela Kesatuan Tanah Air (Pekat), serta sejumlah orang yang mengaku santri dari Cirebon, Jawa Barat.

Sebagaimana dilaporkan wartawan di Bandung, Julia Alazka, para peserta aksi mengusung sejumlah spanduk yang bertuliskan, antara lain ‘Bubarkan FPI Segera’, ‘Dukung Kapolda Jabar Dalam Penegakan Proses Hukum Rizieq Shihab’, serta ‘Santri Cirebon Dukung Bubarkan Penista Budaya & Pemecah Pancasila’.

Dalam aksi tersebut, terdapat sebuah panggung yang diisi orasi berbagai sosok, termasuk Sukmawati Sukarnoputri dan Toto Suryawan, dua anak presiden pertama Sukarno yang berlainan ibu.

Dalam orasinya, Sukmawati “mengajak warga Jawa Barat secara khusus dan warga Indonesia pada umumnya untuk menjaga Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Adapun Toto Suryawan mengaku “akan maju pantang mundur” apabila “Pancasila dinistakan”.

Tepat satu pekan sebelumnya, pada Kamis (12/01), bentrokan terjadi antara massa GMBI dan FPI setelah Rizieq Shihab menjalani pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat.

Bentrokan itu kemudian ditanggapi FPI dengan menggelar unjuk rasa di depan Mabes Polri, Jakarta, Senin (16/01), menuntut agar Mabes Polri mencopot Kapolda Jawa Barat, Irjen Anton Charliyan, dari jabatannya.

Dalam orasinya, Rizieq menganggap Kapolda Jabar telah membiarkan bentrokan antara pihaknya GMBI.
Kepada media, Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan mengakui dirinya adalah pembina ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dan beberapa organisasi masyarakat lainnya.

Meski demikian, Kepala Biro penerangan masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan apabila ada anggota Polri yang memimpin dalam ormas.(bbc)

Link Video pernyataan terbaru Kapolda Jabar soal FPI:
https://www.youtube.com/watch?v=H-7ouNU487Y

Link Video Demo GMBI Bubarkan FPI:
https://www.youtube.com/watch?v=fInckvDGQGg

Festival Waria Se-Indonesia Ditolak Forum Ummat Islam

0

BOGORDAILY- Forum Ummat Islam Soppeng menolak pelaksanaan Festival Waria se-Indonesia yang akan digelar di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel). Festival Waria di Soppeng sedianya dimulai hari ini, Kamis (19/1/2017) hingga 22 Januari 2017.

Penolakan Forum Ummat Islam Soppeng disampaikan langsung saat menghadap ke Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono, Rabu (18/1/2017). Mereka menilai, kegiatan Festival Waria melanggar norma agama.

Sebelumnya, Forum Ummat Islam Soppeng juga sudah melakukan audiensi dengan DPRD Soppeng. Hingga saat ini, juga belum ada rekomendari dari Departemen Agama Soppeng terkait kegiatan Festival Waria Se-Indonesia yang akan digelar di Kabupaten Soppeng.

Dalam surat yang ditujukan kepada Kapolda Sulsel, tertera tanda tangan Ketua Forum Ummat Islam Soppeng KM Sulaiman dan Sekretaris Muh Adri.

Berikut selengkapnya surat pernyataaan Forum Ummat Islam Soppeng menolak pelaksanaan Festival Waria di Soppeng yang dimulai hari ini:

Dengan hormat
Segala puji bagi Allah Subhanahu Wata’ala, salam dan selawat untuk Nabiyullah Muhammmad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga Alllah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua.

Melalui surat ini kami dari Forum Ummat Islam Soppeng yang terdiri dari ormas-ormas Islam, lembaga-lembaga keislaman, serta berbagai elemen masyarakat se-Kabupaten Soppeng menyampaikan bahwa pada hari Senin tanggal 16 Januari 2017 kami telah mengadakan audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Soppeng untuk menyampaikan aspirasi berkaitan dengan pelaksanaan “festival waria” yang akan dilaksanakan di Kabupaten Soppeng tanggal 19 s/d 22 Januri 2017.
Hadir pula dalam acara tersebut adalah Pihak Pemerintah Daerah, Wakapolres Soppeng (Mewakili Kapolres Soppeng
Perwakilan Dandim Soppeng, Kepala Kementrian Agama Kabupaten Soppeng dan instansi terkait dengan kegiatan tersbut.

Satu kesimpulan dari audinsi tersebut bahwa kami dari Forum Umat Islam Soppeng menolak kegiatan Festival Waria se-Indonasia timur tersebut dilaksanakan di wilayah Kabupaten Soppeng, dan sampai saat ini pihak Kementrian Agama Kab. Sopeng juga belum mengeluarkan rekomendasi pelaksanaan acara tersebut. Bersama surat ini kami sertakan pernyataan sikap dari seluruh ormas, lembaga, partai dan tokoh masyarakat lslam yang menyatakan penolakan terhadap kegiatan tersbut. Demikian kami sampaikan kepada Bapak Kapolda untuk menjadi perhatian dan bahan pertimbangan. Atas perhatian Bapak kami ucapkan terima kasih.

(pojoksatu)

Konflik FPI dan GMBI di Bandung, Kapolri Turunkan Irwasum

0

BOGORDAILY- Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian ikut menyelidiki konflik antara Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dan Front Pembela Islam (FPI) di depan Markas Kepolisian Daerah Jawa Barat.

Tito mengatakan telah meminta Inspektur Pengawasan Umum Polri (Irwasum) Komisaris Jenderal Dwi Priyatno menangani masalah itu. “Saya sudah meminta Irwasum menurunkan tim di sana dan melihat permasalahan secara obyektif, tapi jangan dulu memberi judgement siapa yang salah dan benar,” ucap Tito di Kepolisian Daerah Metro Jaya, Rabu, 18 Januari 2017.

Tito menyesalkan adanya kekerasan yang terjadi dalam kejadian itu. “Seharusnya aksi kekerasan bisa dihindari,” ujar Tito. Bentrok GMBI-FPI terjadi pada Kamis, 12 Januari 2017. Peristiwa itu menjalar hingga terjadi pembakaran markas GMBI di Bogor.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat Komisaris Besar Yusri Yunus menyebutkan kejadian tersebut diduga imbas dari bentrokan di depan Markas Polda Jawa Barat.

Kepala Polda Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charliyan diketahui sebagai pembina GMBI. FPI menuding Anton memprovokasi anggota ormas tersebut untuk menyerang anggota FPI di Bandung. Atas peristiwa tersebut, 20 orang ditangkap polisi.

Pada Senin lalu, massa FPI berunjuk rasa di Mabes Polri dan menuntut Tito mencopot Anton Charliyan dari jabatan Kepala Polda Jawa Barat.(tempo)

Ada Demo GMBI, Jalan Diponegoro Bandung Ditutup

0

BOGORDAILY- Jajaran Polrestabes Bandung mengimbau masyarakat untuk tidak melintasi Lapangan Gasibu di Jalan Diponegoro Bandung, Kamis(19/1).
Pasalnya, akan ada kegiatan Sawala Akbar 191-999 Masyarakat Jawa Barat Bersatu di depan Gedung Sate.

“Ada kegiatan mimbar bebas dari Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) beserta komunitas Sunda, Tomas dan elemen masyarakat di Gasibu (depan Gedung Sate) Bandung. Jumlah massa lebih kurang 20.000 orang,” kata Kassubag Humas Polrestabes Bandung, Kompol Renny Marthaliana, Kamis( 19/1/2016).

Renny menambahkan, dua kantong parkir telah dipersiapkan di seputar lapangan Gasibu.

“Lokasi parkir kami menyiapkan di kawasan Monumen Perjuangan dan di Pusdai,” ujarnya.

Sedang untuk pengamanan, lanjut Renny, pihak kepolisian menerjunkan ribuan personilnya dan unit barracuda. (rmol)

https://www.youtube.com/watch?v=fInckvDGQGg

Aksi Nekat Dua Siswi Kejar Jambret Hingga Ditangkap Warga

0

BOGORDAILY – Seorang jambret berhasil diringkus warga berkat keberanian dua siswi yang menjadi korban penjambretan. Tak terima telepon genggamnya yang dijambret oleh Totok Sembodo (23), Adelia (16) dan Tausyiah (16) nekat mengejar pelaku sambil berteriak maling. Pelaku yang pengangguran tersebut akhirnya panik dan terjatuh dari sepeda motor yang dikendarainya.

Warga Jagalan, Kecamatan Jebre yang ada di sekitar lokasi kejadian pun segera meringkus pelaku. Tak lama kemudian pelaku warga bersama dua siswi diserahkan ke Polsek Jebres, Solo.

Wakapolsek Jebres, AKP Dudi Pramudia mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (06) sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu kedua korban sedang mengendarai sepeda motor di sekitar Jalan Jagalan, Jebres. Adelia yang membonceng di belakang mengeluarkan telepon genggamnya.

“Pelaku yang kebetulan berada di belakang korban langsung mengejar dan menyerobotnya. Tapi korban segera berteriak dan terus mengejar, hingga jatuh dan ditangkap warga,” ujar Dudi, Rabu (18/1).

Korban merupakan warga Sampangan RT 04 RW 09 Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon. Saat itu mereka mengendarai sepeda motor Honda Beat AD 3982 IU. Usai terjatuh, lanjut Dudi, pelaku juga sempat kabur dan meninggalkan sepeda motornya. Pelaku mengaku nekat menyerobot handphone lantaran hanya ingin memiliki.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti diantaranya handphone merek Oppo, sepeda motor yang digunakan sebagai sarana kejahatan serta sebuah Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

“Pelaku kita jerat dengan Pasal 362 KUHP tentang pencurian, ancaman hukumannya maksimal 4 tahun penjara,” ucap Wakapolsek.(mdk)

Heboh!! Siswa SMA Bisa Pilih Sendiri Mata Pelajaran UN 2017

0

BOGORDAILY- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengeluarkan surat edaran terkait Ujian Nasional 2017. Khusus untuk siswa SMA, mereka bisa memilih sendiri salah satu mata pelajaran yang diujikan di UN.

Menurut keterangan dari situs resmi Kemdikbud yang dilansir detikcom, Rabu (18/1/2017), ada mata pelajaran yang bisa dipilih oleh siswa. Tetapi siswa masih tetap mengerjakan mata pelajaran wajib yakni matematika, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris.

Ada pun mata pelajaran tambahan lainnya bisa dipilih sendiri oleh siswa. Untuk siswa jurusan IPS, mereka bisa memilih di antara geografi, sosiologi, atau ekonomi. Kemudian untuk siswa IPA, mereka bisa memilih antara fisika, kimia, atau biologi. Selanjutnya adalah jurusan bahasa, mereka bisa memilih antara antropologi, sastra Indonesia, dan bahasa asing (Mandarin, Jepang, Arab, Jerman, atau Perancis).

Surat edaran itu ditandatangani oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Totok Suprayitno pada 11 Januari 2017. Kemdikbud meminta seluruh dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota dan kantor wilayah provinsi/kabupaten/kota Kemenag untuk meminta sekolah-sekolah yang berada di wilayahnya memperbarui data peserta ujian nasional.

Pilihan mata pelajaran untuk UN ini tak akan berpengaruh dengan jurusan yang dipilih di perguruan tinggi. Sehingga siswa dibebaskan memilih mata pelajaran yang paling mereka kuasai.

“Tidak ada hubungan antara pilihan mapel pada UN dengan program studi dan jurusan yang akan diambil di perguruan tinggi. Harapannya agar siswa bisa unjuk kemampuan terbaiknya pada mapel yang dipilih,” kata Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Nizam. (bd)