Home Blog Page 9403

Korban Kecelakaan Maut Ternyata Jemaah Takziah. Ini kronologisnya!

1

BOGORDAILY – Detik-detik kecelakaan maut mobil pikup yang menewaskan 13 orang sungguh mengerikan.

Kecelakaan tunggal yang terjadi petang ini pukul 17.45 WIB di jalan alternatif Kebaron, Desa Purbo Kecamatan Bawang Kabupaten Batang Jawa Tengah, Senin, (5/9/16), sungguh tragis.

Mobil pick up L 300 Nopol  G 1987 FC yang dikemudikan Sama’an (53) warga Dukuh Bentul Desa Sibebek Kecamatan Bawang ini membawa rombongan yang sedianya akan takziah ke Dukuh Sawit Desa Amongrogo Kecamatan Limpung ini mengangkut 30 orang, namun naas sampai di turunan jalan Kebaron mobil mengalami kecelakaan.

Saksi mata, Subur (45) pegawai Perhutani kebetulan tepat berada di belakang mobil naas itu langsung melaporkan kejadian mengerikan tersebut ke Polsek Bawang, selanjutnya Polsek melakukan koordinasi dengan puskesmas dan warga setempat untuk melakukan proses evakuasi korban.

Mobil mengalami rem blong dan menabrak tanggul sehingga mengakibatkan mobil terlempar dan terbalik ke kanan terjun ke kebun sengon milik warga.(bdn)

Mengerikan! Tabrakan Maut 13 Tewas di Tempat, Fotonya Viral di Medsos. Ini Salah Satunya.

0

BOGORDAILY – Kecelakaan maut kembali terjadi. Sebuah pikup yang membawa rombongan takziah terlibat kecelakaan dahsyat.

Belasan orang tewas seketika, sementara yang lainnya dilarikan ke Puskesmas terdekat.

Mobil pikap itu membawa 30 penumpang, kecelakaannya terjadi persis di Jalan Sicawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (5/9/2016) malam.

Mobil itu membawa rombongan warga Dukuh Bentul, Desa Sibebek, Kecamatan Bawang, yang hendak pergi takziah. Mobil diduga mengalami rem blong.

Kanit Laka Lantas Polres Batang Iptu Ade Triken membenarkan informasi tentang kecelakaan itu. “Tapi berapa jumlah korbannya kami belum tahu,” ujar dia.

Salah seorang petugas medis Puskesmas Bawang, Rismanto, mengatakan bahwa data awal korban tewas di lokasi kejadian sebanyak 13 orang. Adapun lima penumpang lain mendapat perawatan karena terluka.

“Ada beberapa yang sudah langsung dirujuk ke rumah sakit,” kata Rismanto.

Korban luka juga ada yang dievakuasi ke Puskemas Limpung.(bdn/kom)

Calhaj yang Ditahan Filipina Ternyata Warga Bogor. Satu Masih Ditahan

BOGORDAILY – Calhaj yang Ditahan di Filipina ternyata merupakan warga Kabupaten Bogor.

Tiga diantaranya tercatat sebagai warga Kabupaten Bogor, atas nama Ahmad Mantu asal Kecamatan Jonggol yang turun di Makassar dan Evi Yulianti asal Desa Growong Kecamatan Parung Panjang.

Satu lagi atas nama Anton Kapriatna (suami Evy) saat ini masih tertahan untuk pemeriksaan lanjutan di Manila.

Bupati Bogor Nurhayanti pun mengutus Assisten Kesra Roy Khaerudin Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Bogor Yous Sudrajat untuk menjemput korban jamaah haji yang tertahan di Filipina asal Kabupaten Bogor di Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (4/9).

“Memang waktu tunggu untuk menunaikan ibadah haji tidak sebentar, akan tetapi ibadah haji yang merupakan panggilan Allah ini jangan dinodai oleh hal-hal yang tidak baik, termasuk menggunakan kuota negara orang, ini jelas illegal,” tegas Roy

Disamping itu Roy juga menjelaskan bahwa kedatangannya ke Bandara Soetta ini ditugaskan Bupati Bogor Nurhayanti untuk mendampingi korban asal Kabupaten Bogor agar bisa sampai di rumah dengan selamat.

“Bupati Bogor mengutus saya bersama pak Yous agar pendampingan kepada jamaah haji asal Kabupaten Bogor benar-benar dipastikan sampai dirumahnya tidak terkena masalah seperti masalah dokumen-dokumen yang nantinya akan menggangu psikis dan fisik jamaah tersebut, karena mereka merupakan korban bukan pelaku tindak kriminal,” tambah Roy.

Menurut catatan dilapangan, korban calon jamaah haji yang hari ini tiba di Bandara Soekarno Hatta berjumlah 58 orang. Dua di antaranya adalah calon jamaah haji asal Kabupaten Bogor atas nama Ahmad Mantu asal Kecamatan Jonggol yang turun di Makassar dan Evi Yulianti asal Desa Growong Kecamatan Parung Panjang. Satu lagi atas nama Anton Kapriatna (suami Evy) saat ini masih tertahan untuk pemeriksaan lanjutan di Manila. (bdn)

Curhat Isteri Germo PSK Anak Khusus Gay, Bikin Geleng Kepala. Ini Katanya!

BOGORDAILY – Penangkapan tersangka germo PSK Anak Khusus Gay di Pasar Ciawi, Kabupaten Bogor berinisial U bukan hanya menghebohkan para pedagang, tapi juga keluarga tersangka.

U dikenal sebagai pedagang sayur di Pasar Ciawi, dia juga sudah beristri dan memiliki dua anak dari pernikahannya dengan Siti Nurhasanah.

Abdul Kholik, kakak ipar U, tidak mempercayai jika pria itu terlibat jaringan prostitusi anak laki-laki untuk dijual kepada gay.

“Dia itu sudah punya anak dan istri. Dia juga sibuk jualan di pasar, dari subuh sampai sore,” Abdul, ditemui di kediaman orangtua U, Bogor, Sabtu (3/9/2016).

Mereka tinggal dengan kedua orangtua U di Kampung Bojong Kaler, Kelurahan Kertamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

“Saya sama sekali enggak percaya kalau suami saya terlibat jaringan prostitusi anak,” kata isterinyao Siti.

Menurut dia, U memiliki perilaku yang baik dan bertanggung jawab terhadap istri dan kedua anaknya. “Dia itu seharian sibuk di pasar, jadi mana mungkin terlibat,” kata Siti.

Mulyadi tetangga U mengungkapkan, penampilan U berbeda dengan pria yang ada di kampungnya, rapi, bersih dan terlihat paling trendi.

“Kulitnya bersih, tampangnya rapih. Gayanya emang agak kemayu gitu,” ujar Mulyadi.

Namun, dia tidak mengetahui jika U memiliki perilaku menyimpang. “Kalau itu saya enggak tahu. Soalnya dia lebih banyak aktivitas jualan di pasar,” kata Mulyadi.

Tersangka U memiliki peran yang sama dengan tersangka AR (41), yang ditangkap lebih dulu, yakni mengeksploitasi anak laki-lakiuntuk melayani pelanggannya. U juga melakukan perekrutan untuk diserahkan ke AR.

Sementara tersangka berinisial E menjadi pihak yang menikmati anak-anak tersebut untuk memenuhi hasrat seksualnya.(bdn/lip)

Dipamerkan Polisi, Ini Wajah Germo PSK Anak Khusus Gay Puncak Bogor

BOGORDAILY – Polisi akhirnya memamerkan para Germo PSK anak khusus gay yang ditangkap di puncak, Bogor.

Ketiganya, telah ditetapkan sebagai tersangka kasus prostitusi anak untuk kaum gay. Mereka adalah AR, U dan E. Ini penampakan mereka.

Ketiganya dihadirkan saat jumpa pers di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (2/9/2016).

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Brigjen Agung Setya, Karo Penmas Polri Brigjen Agus Rianto, dan Kasubdit Cyber Crime Dit Tipideksus Kombes Himawan hadir dalam kesempatan itu.

Tiga tersangka dihadirkan dengan memakai baju oranye, tangan terborgol ikat, dan sebo penutup wajah. Satu per satu dari mereka mengangkat tangan saat namanya disebut. AR yang memakai penutup kepala dengan motif warna hitam dan biru. U yang di tengah, dan E di sebelahnya.

Tersangka Arief RCM alias AR yang ditangkap di hotel di Cipayung, Bogor, serta U dan E yang dibekuk di Pasar Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

“Kami sudah tetapkan 3 tersangka. Mereka adalah AR, U dan E. Kami lagi identifikasi hal-hal lain untuk keperluan penyidikan,” kata Agung.(bdn)

Waduh.. Germo PSK Anak Khusus Gay Puncak Aktifis LSM

BOGORDAILY – Germo PSK anak khusus gay di puncak Bogor Arief R alias AR ternyata anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak dalam penyuluhan HIV-AIDS.

“Selain jadi muncikari, Aktivitas AR sebagai penyuluh HIV-AIDS,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (2/9/2016).

Menurut Agung, pihaknya baru saja melakukan penggeledahan di rumah kontrakan Arief di daerah Harjasari, Bogor.(bdn)

Ini Penampakan Kontrakan Germo PSK Anak Khusus Gay di Bogor

0

BOGORDAILY – Arief RCM atau AR, germo kasus prostitusi bocah laki-laki untuk pria gay tinggal di rumah kontrakan di Harjasari Bogor. Arief mengenalkan diri sebagai Aryo ke warga sekitar. Dia mengaku kerja sebagai karyawan swasta.

“Mengakunya Aryo, karyawan restoran,” kata Komarudin, Ketua RT 1 lokasi AR tinggal, Jumat (2/9/2016).

Aryo sempat dibawa ke rumah kontrakannya itu oleh polisi pada Selasa (30/8). Komarudin sempat ikut menyaksikan penggeledahan di rumah kontrakan yang cukup luas itu.

“Saya ikut pas penggeledahan. Ditemukan kondom satu pack nggak tahu ada berapa kayaknya memang untuk dijual,” jelas dia.

Aryo tak bergaul dengan tetangga sekitar. Dia biasa pergi sore dan pulang malam. Kalau ada di rumahpun dia tak pernah bergaul dengan warga. Tak banyak yang bisa dikorek dari warga soal Aryo atau AR ini.

AR sudah ditetapkan tersangka kasus UU ITE dan UU Anak. Dia memperdagangkan anak-anak lewat facebook. AR kini ditahan di Bareskrim Polri.(bdn/dtc)

Edan.. PSK Anak Khusus Gay Puncak Dijual hingga ke Malaysia. Satunya Dibanderol Rp10 juta

BOGORDAILY – Germo PSK khusus anak di Puncak AR rupanya sudah punya jaringan internasional. Anak-anak yang jadi koleksinya dijual hingga ke mancanegara, salah satunya Malaysia.

Harga satu anak di bawah umur itu pun dibandrol dengan harga fantastis. Rp10 juta untuk satu anak.

AR sudah beroperasi selama satu tahun. Dia bekerja sama dengan beberapa komunitas gay. Selain dia, ada juga germo yang lainnya yang tengah dikejar.

Diketahui pengungkapan kasus ini bermula dari Tim Subdit Cyber Crime Dit Tipideksus yang menemukan ada akun facebook yang menjajakan bocah lelaki untuk kaum gay pada awal Agustus lalu.

Tim yang menyamar dengan berpura menjadi pelanggan itu akhirnya berhasil menciduk AR, Selasa (31/8). Selain AR, ada tujuh anak dan satu orang dewasa yang juga diamankan

Dirtipid Eksus Bareskrim Brigjen Agung Setya menuturkan, pihaknya akan terus memantau jejaring sosial seperti facebook dan twitter setiap hari.

“Kita lakukan cyber patrol setiap hari,” urainya.

Sedang Ketua KPAI Asrorun Niam merasa prihatin dengan kasus ini. Dia menduga ada upaya pengkaderan bagi remaja untuk berperilaku seks menyimpang. Karena itu orang tua mesti waspada. (bdn/dtc)

PENGUMUMAN! SIM Online di Bogor Sudah Diberlakukan, Ini Aturan Mainnya..

BOGORDAILY – Polres Bogor akhirnya mewujudkan pelayanan berbasis online. Kini membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) tidak lagi perlu repot, karena sudah berbasisi online alias SIM Online.

Masyarakat lebih mudah dan potensi oknum dipersempit. Secara teknis pendaftraan sistem daring ini diwajibkan bagi pemohon yang sudah terdaftar di sistem e-KTP dan pemohon SIM baru.

Kasubag Humas Polres Kabupaten Bogor, Ajun Komisaris Ita Pupita Lena menjelaskan, pendaftaran sistem daring sudah bisa diakses mulai 1 September 2016.

“Para pemohon dapat langsung mengakses www.daftarsimbogor.com. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki layanan pembuatan SIM,” katanya, Kamis (1/9).

Ia menuturkan, sesuai dengan komitmen Polda Jabar, bahwa sistem yang dikembangkan adalahfirst in first out. Jadi, sistem pembuatan SIM pun mulai diperbaiki sehingga adil bagi pemohon SIM.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kabupaten Bogor, Ajun Komisaris Silfia Sukma menjelaskan, secara teknis pendaftraan sistem daring ini diwajibkan bagi pemohon yang sudah terdaftar di sistem e-KTP dan pemohon SIM baru.

“Pemohon SIM baru hanya cukup mengisi dalam kolom ada isian no induk KTP, nama, dan tahun lahir. Selanjutnya akan muncul nomor antrean sesuai tanggal dan waktunya,” katanya.

Polres Bogor juga mulai menerapkan waktu maksimal untuk pengurusan SIM yakni sekitar 2 jam. Hal ini mempermudah pembuat SIM yang lolos seluruh uji SIM. Sementara, untuk perpanjangan SIM hanya membutuhkan waktu 50-80 menit, tergantung antrean.

Dalam sehari, lanjut Silfia, ada sekitar 300-400 pemohon SIM baru dan perpanjangan di Polres Kabupaten Bogor. “Dengan demikian, pemohon SIM tidak perlu mengantre,” paparnya.

Hanya saja, untuk pembuatan SIM baru, tidak seluruh pemohon lolos ujian. Ada yang gagal di uji teori, ada pula yang tidak lolos di uji praktik. Paling banyak memang dalam ujian praktik. “Sebab, kebanyakan baru bisa naik motor atau mobil, terus mengajukan pembuatan SIM. Padahal, kemampuan mengemudinya masih belum baik,” katanya.

Menurut Silfia, pemohon SIM baru yang lolos uji dalam sehari tidak sampai setengahnya. Mereka masih diperbolehkan mengulang ujian sampai tiga kali dengan selang waktu dua minggu. Jika masih tidak lolos, maka pemohon harus mengajukan permohonan SIM baru lagi. Ketidakmahiran pemohon SIM ini, tambah Silfia, juga diduga ikut berperan dalam peningkatan angka kecelakaan lalu lintas, terutama akibat kelalaian pengemudi. (bdn/bs)

Penjual Narkoba Khusus Pelajar Ditangkap. Ini Lokasi Transaksinya!

0

BOGORDAILY – Pelajar di Kota Bogor semakin memprihatinkan. Salah satu pelajar masuk dalam jaringan pengedar narkoba jenis ganja dan sabu.

Barang haram itu juga diedarkan di kalangan pelajar di wilayah Kota Bogor. Para tersangka yang ditangkap itu yakni, RR (20), SH (18), MF (19), DF (18), HD (21), DM (18), dan CY (19). Dari tujuh tersangka itu, rata- rata baru saja lulus dari sekolah menengah atas (SMA).

Kapolres Bogor Kota, AKBP Darwis Permana mengatakan, penangkapan bermula adanya laporan dari masyarakat bahwa terdapat rumah yang kerap dijadikan transaksi narkoba di Kelurahan Tegal Gundil, Kota Bogor, Jawa Barat.

Dari keterangan tersebut, polisi pun melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap dua orang tersangka, yakni berinisial RR dan SH yang tengah berpesta narkoba.

“Awalnya kita lakukan penangkapan dua orang di sebuah rumah yang dijadikan tempat transaksi narkoba,” kata Darwis kepada wartawan, Kamis (1/9/2016).

Polisi kemudian melakukan pengembangan dan kembali menangkap lima tersangka lainnya yaitu MF, DF, HD, DM, dan CY dari lokasi yang berbeda di wilayah Kota Bogor.

Dari pengakuan sementara, mereka mengedarkan narkoba jenis ganja dan sabu kepada para pelajar tingkat sekolah menengah atas (SMA) yang juga merupakan rekan mereka sejak semasa sekolah.

“Mereka ini rata-rata baru lulus sekolah. Narkoba ini juga mereka edarkan di lingkungan pelajar yang di sekitar Kota Bogor,” jelasnya.

Sementara itu, dari penangkapan tersebut polisi mengamankan barang bukti 36 paket ganja kering siap edar seberat 1,2 kg dan narkoba kenis sabu seberat 1,1 gram.

Kini ketujuh tersangka masih mendekam di Mapolres Bogor Kota dan akan dijerat dengan Pasal 111, 112, dan 113 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

“Kita masih lakukan pengembangan lebih lanjut terkait peredaran narkoba di kalangan pelajar ini. Kita juga masih memburu pemasok utama ke mereka,” pungkasnya. (bdn)