Home Blog Page 9404

Tak Terima Bupati Bogor Masih Sendiri, DPRD Didemo Lagi

BOGORDAILY – Kekosongan jabatan wakil bupati Kabupaten Bogor yang tak kunjung terisi kembali dipertanyakan sekelompok masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Penyelamat Bogor (AMPB).

Mereka berunjukrasa di depan pintu masuk komplek Pemda Cibinong, Kamis (1/9/2016). Aksi itu sempat diwarani saling dorong dan nyaris bentrok dengan polisi yang berjada.

AMPB menuntut agar kursi Wakil Bupati Bogor segera diisi. Demo awalya berjalan damai, namun tiba-tiba memanas setelah massa mencoba menerobos barikade polisi.

Sementara itu, petugas gabungan dari kepolsian Polres Bogor dan Satpol PP Kabupaten Bogor terus bersiaga dilokasi.

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan sebuah mobil water canon milik Polres Bogor ikut disiagakan di lokasi demo.

Sebelumnya, sebauh pesansingkat beredar di berbagai media sosial. Isiinya seruan demo.
Berikut isi pesan tersebut:

Info untuk para aktivis di Kab. Bogor, kamis 1 September 2016, pukul 13:00, akan ada demo besar-besaran di Pemda Kab. Bogor. Ada pun yangdemo adalah; kumpulan LSM, Ormas, Paguyuban, Komunitas, dan para mahasiswa dari beberapa wilayah seperti Bogor Barat, Selatan, Timur dan Tengah/Utara

Agenda aksi adalah:
1. Menduduki gedung DPRD karena DPRD dianggap tidak mampu bekerja dengan tidak adanya Wakil Bupati pasca RY ditangkap karena korupsi jalan 2 tahun ini, dan banyak lagi PR DPRD yang harus dipertanggung jawabkan terkait APBD.

2. Menduduki rumah dinas Wakil Bupati yang hingga saat ini kosong, sampai adanya Wakil Bupati pilihan rakyat.

3. Meminta Bupati Bogor, Nurhayanti mundur karena dianggap tidak mampu menjadi Bupati yang dapat bekerja dengan baik untuk rakyat Bogor.

Aksi dilanjutkan ke KPK pusat dan MA untuk menyerahkan berkas korupsi Pemda Bogor dan DPRD Bogor. (bdn)

Astaga.. Dua Germo PSK Anak Khusus Gay Puncak Kembali Ditangkap Polisi di Ciawi Bogor

BOGORDAILY – Jaringan PSK anak khusus gay di Puncak Bogor benar-benar terorganisir. Polisi kembali menangkap dua germo di Pasar Ciawi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

“Tadi malam kami menangkap dua orang yakni U dan E di Pasar Ciawi. Keduanya terkait dengan tersangka AR,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (1/9).

Menurutnya, U memiliki peran yang sama dengan AR yakni sebagai muncikari. Dari pengakuan U, tercatat ada empat anak lelaki dibawah umur yang dipekerjakan sebagai pekerja seks.

“U punya empat anak ‘asuh’,” katanya.

Kendati demikian, U dengan AR merupakan jaringan prostitusi onlineyang berbeda. “Jaringannya berbeda tapi saling berhubungan,” katanya.

Sementara E berperan membantu tersangka AR dalam menyediakan rekening untuk menampung uang hasil bisnis prostitusi online. Selain membantu AR, E juga diketahui memiliki orientasi seks menyimpang. “E melakukan hubungan badan dengan anak-anak lelaki,” ujarnya.

Sebelumnya polisi berhasil menguak kasus praktik prostitusi online untuk para homoseksual dengan menangkap tersangka AR (41 tahun) di salah satu hotel di Jalan Raya Puncak KM 75 Cipayung, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (30/8). Selain itu, polisi juga mengamankan tujuh korban, yakni enam anak laki-laki dibawah umur dan seorang pria berusia 18 tahun.

Tersangka AR berperan sebagai mucikari menawarkan jasa kepada pelanggan melalui jejaring sosial Facebook. Tarif yang ditawarkan AR kepada para pelanggannya adalah sebesar Rp1,2 juta yang dibayar melalui transfer bank. Sementara uang yang diterima korban berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp150 ribu.

AR, U dan E dikenakan pasal berlapis terkait UU ITE, UU Pornografi, UU Perlindungan Anak, UU Pencucian Uang, dan UU Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). (bdn/rep)

Pembongkaran Rawajati Berlangsung Dramatis, Warga Shalat di Tengah Pasukan Satpol PP

0

BOGORDAILY – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama lagi-lagi melakukan menggusur dengan kekuatan penuh, saat membongkar warung permanen milik warga di lahan Pemprov DKI di Rawajati, Kalibata.

Eksekusi itu berlangsung drmatis dan memakan korban. Berbagai cara dilakukan warga agar penggusuran digagalkan. Warga bahkan sempat melaksanakan shalat bersama.

“Pol PP ada yang terluka empat, sudah dirujuk ke Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu, Luka ringan. Kalau warga juga luka ringan ada empat, sudah dirujuk ke RS Budi Asih. Pokoknya sebelum proses pembongkaran, ambulans sudah kami siapkan sebelumnya, takut terjadi apa-apa,” kata Wali Kota Jaksel Tri Kurniadi, Kamis (1/9/2016).

Tri menyampaikan, untuk warga yang digusur sudah difasilitasi. Mereka ditempatkan di Rusun Marunda. Tak hanya itu saja, mereka juga akan disediakan tempat usaha di Tebet.

“Melalui kelurahan Kalibata, kami telah memfasilitasi bagi mereka yang akan tinggal di rusun Marunda. Nanti akan dibuatkan surat pengantar ke pihak rusun Marunda. Di sekitar lokasi ada 60K K, yang baru mendaftar baru ada 6 KK ke kelurahan. Terus bagi yang ingin masih mau dagang, kami sediakan lapak di pasar PSPT Tebet. Kurang apalagi coba?” tegas dia.

“Sudah, sejak September 2015 lalu sudah diperingatkan, tetapi waktu itu sempat di tahan dulu sama pihak legislatif. Sekarang ya sudah waktunya untuk dibongkar,” tutup dia. (bdn)

Bupati: Bogor Masih Kabupaten Layak Anak

BOGORDAILY – Penangkapan germo dan sejumlah anak yang dijadikan PSK khusus gay di puncak bogor benar-benar mengehebohkan.

Bukah hanya di Bogor tapi juga se tanah air. Meski demikian Bupati Bogor Nurhayanti tetap optimis bahwa Kabupaten Bogor masih layak menjadi.

Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan, jika dilihat dari jumlah penduduk, kasus tersebut persentase¬nya masih terbilang kecil.

Namun, yang terpenting menurutnya, bagaimana menangani kasus kekerasan kepada anak dan perempuan secara cepat.

Nurhayanti mengaku sudah mempun¬yai gugus-gugus dan Pusat Pelayanan Terpadu Pember¬dayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk menangani masalah semacam itu.

“Kami juga bekerja sama dengan Polres, jadi penan¬ganannya cepat. Kabupaten Bogor belum termasuk siaga satu kekerasan anak. Ber¬dasarkan penilaian kemarin juga Kabupaten Bogor masih layak anak,” kata Nurhayanti usai Rebo Keliling (Boling) di Kecamatan Pamijahan, kemarin. (bdn/met)

Inilah Hotel yang Dijadikan Tempat Jualan PSK Anak Khusus Gay di Puncak Bogor

BOGORDAILY – Di sinilah para PSK anak khusus gay di kawasan puncak di jual kepada para pelanggannya dengan harga yang murah meriah.

Tepatnya di Hotel Cipayung Astri KM 75, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Namun lokasi ini hanya dijadikan tempat transit.

Pengelola hotel Boboy Suwarto menjelasakan, sekitar pukul 14:00 WIB, Selasa (30/8), pelaku AR bersama beberapa anak yang diduga korban masuk hotel, tanpa menggunakan kendaraan.

“Pelaku terlihat berjalan kaki dari jalan utama. Belum sempat reservasi, mereka langsung diamankan petugas,” katanya di temui di lokasi.

Petugas langsung membawa pelaku dan anak-anak ke sebuah pavilun B03 untuk dilakukan pemeriksaan. “Satu jam setelah dilakukan pemeriksaan. Petugas pun pamit dengan membawa pelaku dan para korban,” jelasnya.

Boboy sendiri tidak bisa merinci kejadian karena peristiwa belangsung cepat.

Berdasarkan catatan hotel, pelaku atas nama AR belum pernah melakukan pemesanan di Hotel Cipayung Astri.
“Bisa saja petugas melakukan penyamaran yang menjebak pelaku untuk transit di sini,” ucap Boboy.

Sebelumnya, Mabes Polri melakukan penangkapan terhadap seorang pria jaringan prostitusi anak-anak. Mirisnya, anak-anak di bawah umur yang dipekerjakan tersebut diperdagangkan untuk kaum gay.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar membenarkan penangkapan tersebut. Penangkapan dilakukan sore hari ini di KM 75 daerah Cipayung, Kabupaten Bogor.

Boy mengatakan pengungkapan jaringan tersebut merupakan hasil kerja tim Subdit Cyber Crime Polri. Penangkapan dilakukan di daerah Cipayung, Bogor. Hingga saat ini, pelaku masih diperiksa secara intensif. Selain itu, polisi juga mengamankan korban yang masih anak-anak di bawah umur. (bdn/bs)

Heboh Netizen Ratu Belanda Keliling Bogor: Jiih Panggil Pituuung… Belande Dateeeng…

BOGORDAILY – Ratu Belanda Maxima keliling Kota Bogor. Sejumlah reaksi pun bermunculan di media sosial. Ada yang serius membahas kedatangan Ratu Belanda itu ada juga konyol dan kocak.

Pemilik akun billy Yardo salah satunya. Dalam salah satu postingannya mengomentari foto Ratu Belanda sat berkelilng Bogor, dia berkomentar ala film jaman dahulua.

“Pitung mana pituung… Jiih panggil pituuung… Belande dateeeng,” tulisnya.

Ya, Ratu Maxima memang berkeliling bogor, salah satunya, dia mengunjungi SMP Negeri 1 Kota Bogor untuk melihat program Simpanan Pelajar (Simpel) PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), Rabu (31/8/2016).

Sebelum tiba di SMP Negeri 1 Kota Bogor, Ratu Maxima juga menyempatkan berkunjung ke pusat kerajinan yang ada di Kebun Raya Bogor.

Mengenakan baju coklat dan rok batik, Ratu Maxima sempat berdialog dengan para siswa-siswi SMP Negeri 1 Kota Bogor.
“Hello, how are you,” ucap Ratu Maxima.
“I’m fine,” jawab salah satu siswa.

Setelah dari sekolah tersebut, ia bersama rombongan mengunjungi Electronic Warung Kube, di Lebak Kantin, Sempur, Kota Bogor. Tak berselang lama, Ratu Maxima kemudian bertolak ke agen Laku Pandai PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), di Jalan Achmad Sobana, Kota Bogor.

Di tempat itu, Ratu Maxima berbincang dengan Endartono, salah satu agen Laku Pandai BRI.
“Jadi apa saja yang anda tawarkan dengan menjadi agen Laku Pandai?” tanya Ratu Maxima.

Endartono menjelaskan, berbagai layanan perbankan BRI mulai dari tabungan hingga asuransi bisa dilayani di tokonya. “Ada tabungan, ada asuransi. Di sini juga kita jual token listrik dan voucher pulsa,” kata dia.

Usai dari sana, Ratu Maxima bersama rombongan dijadwalkan mengunjungi dua tempat lainnya, seperti BTPN Wow Agen, Gambang Saarinah, Tegalega, dan Bank Mandiri E-Cash Agen, Cikaret, Harapan Jaya. Setelah itu, ia dijadwalkan menuju Hotel Kempinski, Jakarta. (bdn)

Kelompok Gay Puncak Terorganisir, Grup Faceboonya Bertebaran. Ini Salah Satunya!

BOGORDAILY – Praktek prostitusi gay anak di kawasan Puncak Bogor ini rupanya sangat profesional. Lengkap dengan sebuah manajemen. Di grup media sosial facebook, kelompok gay Puncak ini bertebaran, salah satunya adalah grup facebook Zicco RCM (Club Brondong Puncak). Isinya mengenai curhatan dan saling puji anak-anak sesama jenis yang usianya masih di bawah umur.

Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh mengungkapkan, dalam menjalankan aksinya, germo berinisial AR melakukannya dengan sangat terorganisasi. Bahkan, sang germo memiliki manajemen untuk mengelola prostitusi tersebut.

“Si germonya ini sudah melakukannya secara terorganisir. Dia memiliki 99 anak asuh yang kemudian dikenal dengan RCM. Jadi RCM ini adalah semacam manajemen atau pengelolanya,” kata Niam, Rabu (31/8).

Selain itu, para anak-anak yang menjadi korban perdagangan tersebut juga tergabung dalam satu komunitas yakni Kelompok Gay Berondong Puncak. “Anak yang menjadi korban ini juga membangun komunitas. Namanya Kelompok Gay Berondong Puncak,” ungkap Niam.

Seperti diketahui, Subdit Cyber Crime Bareskrim Mabes Polri menangkap AR di sebuah hotel di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (30/8). AR dalam hal ini menjadi germo prostitusi anak-anak yang khusus disediakan untuk para kaum gay.

 Anak-anak yang menjadi korban kasus prostitusi online untuk para gay di Puncak, Bogor, Jawa Barat, mayoritas berasal dari Jawa Barat.

“Sebagian besar (korban) anak-anak asal Jabar,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya di Mabes Polri, Jakarta, dikutip dari Antara. (bdn)***

Pelanggan PSK Anak Khusus Guy di Puncak Turis Arab??

BOGORDAILY – Mabes Polri terus menelusuri prostitusi khusus anak yang dijual di kawasan puncak, termasuk siapa para pelanggannya.

Belum diketahui pasti, namun dugaan sementara para anak-anak di bawah umur itu juga dijual kepada para turis arab, yang banyak tinggal di kawasan itu.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi KhususBareskrim Polri, Brigjen ‎Agung Setya mengaku belum bisa memastikan.

“Para pelanggannya siapa kami belum bisa pastikan. Termasuk apakah ada WNA yang menggunakan jasa ini,” terang Agung, Rabu (31/8/2016) di Mabes Polri.

Agung menambahkan seluruh percakapan dan data milik AR baik di facebook maupun di perangkat komputer atau laptop seluruh datanya akan dikloning, untuk mengetahui rejam jejak para pelanggan.

Untuk diketahui, Subdit Cyber Crime Bareskrim Polrimengungkap jaringan prostitusi pada Selasa (30/8/2016) malam kemarin di wilayah Cipayung, Puncak, Jawa Barat

Jaringan yang diungkap yakni prostitusi anak-anak yang khusus disediakan untuk para kaum gay.
Pengungkapan ini terbongkar melalui patroli cyber.
Dalam penggerebekan di Jl Raya Puncak KM 75 Cipayung, yakni di sebuah hotel itu‎, penyidik mengamankan satu tersangka inisial AR (41), yang adalah residivis. (bdn)

Satu Anak Dibanderol Rp1,2 Juta, Dapetnya Rp150 Ribu

BOGORDAILY – Germo PSK Anak Khusus Guy yang ditangkap di Puncak Bogor di Jalan Raya Puncak, Cipayung, Bogor, pada Selasa (30/8) benar-benar biadab.

Anak-anak itu diekploitasi habis-habisan. Mereka dibanderol dengan harga Rp1,2 juta, sementrara para anak itu hanya diberi Rp150 ribu untuk sekali ‘main’.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar juga membenarkan, operasi tangkap tangan jaringan prostitusi anak tersebut. Menurut Boy, penggerebekan dilakukan di sebuah hotel di kawasan Cipayung Bogor.

“Di sebuah hotel, mereka menawarkan prostitusi anak di bawah umur melalui akun Facebook,” ujar Boy.
Adapun tersangkanya kata Boy yakni berinisial AR (41 tahun). Sedangkan korbannya sebanyak tujuh orang anak dengan kategori usia enam orang di bawah umur dan satu anak berusia 18 tahun.

“Mereka ini dikenakan tarif Rp 1,2 juta dibayar dengan cara mantransfer via bank, anak-anak itu sekali melayani mendapat bagian uang Rp 150 ribu ” kata Boy. (bdn/rep)

PSK Anak Khusus Guy di Puncak Bogor Didagangkan Lewat Facebook!

BOGORDAILY – Germo PSK Anak Khusus Guy yang berhasil ditangkap di Puncak Bogor di Jalan Raya Puncak, Cipayung, Bogor, pada Selasa (30/8) menjual anak-anak dibawah umur itu melalui media sosial.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya membenarkan penangkapan tersebut. “Betul ada penangkapan, besok ya dirilis,” ujar ujarnya.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar juga membenarkan, operasi tangkap tangan jaringan prostitusi anak tersebut. Menurut Boy, penggerebekan dilakukan di sebuah hotel di kawasan Cipayung Bogor.

“Di sebuah hotel, mereka menawarkan prostitusi anak di bawah umur melalui akun Facebook,” ujar Boy.
Adapun tersangkanya kata Boy yakni berinisial AR (41 tahun). Sedangkan korbannya sebanyak tujuh orang anak dengan kategori usia enam orang di bawah umur dan satu anak berusia 18 tahun.

“Mereka ini dikenakan tarif Rp 1,2 juta dibayar dengan cara mantransfer via bank,” kata Boy.

Untuk tersangka, kata Boy dikenakan pasal berlapis yaitu Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), UU Pornografi, dan UU Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). (bdn/rep)