Saturday, 4 April 2026
Home Blog Page 10

Salmafina Sunan dan Sherel Thalib Adu Sindir Soal Perceraian dengan Taqy Malik, Isu Legging Kembali Disorot

0

Bogordaily.net – Nama Salmafina Sunan kembali menjadi perbincangan publik setelah terlibat adu sindir dengan Sherel Thalib, yang merupakan istri dari Taqy Malik.

Perseteruan ini bermula dari unggahan Sherel di media sosial yang menyinggung kembali kisah perceraian masa lalu antara suaminya dengan Salmafina.

Dalam unggahan tersebut, Sherel menyoroti isu lama yang sempat ramai diberitakan, yakni dugaan perceraian yang dipicu oleh persoalan pakaian.

Sherel secara tegas menyatakan bahwa narasi yang berkembang di publik terkait penyebab perceraian tersebut tidak sesuai fakta. Ia menyebut kabar tersebut sebagai informasi yang keliru dan terlalu lama dipercaya publik.

“Jujurly, risih juga lama-lama sama orang yang kemakan hoax media tentang masa lalu suami cerai perkara legging,” ujarnya.

Pernyataan tersebut kemudian memicu respons dari Salmafina Sunan. Melalui media sosial pribadinya, ia langsung memberikan tanggapan yang cukup tegas. Salmafina membantah anggapan bahwa isu tersebut sepenuhnya tidak benar.

Ia menegaskan bahwa persoalan terkait penggunaan legging memang pernah menjadi bagian dari konflik rumah tangganya dengan Taqy Malik, meski bukan satu-satunya penyebab perceraian.

“Hay kak @sherel thalib. Sini, sini, kita cerita di DM. Ibu saya kok saksinnya bahwa itu (legging) menjadi SALAH SATU PERMALASAHAN (rumah tangga kami saat itu),” ujar sang selebgram dikutip dari unggahannya di Insta Story @salmafinasunan.

Tak hanya itu, Salmafina juga mengungkapkan kebingungannya atas sikap Sherel yang kembali mengangkat isu lama. Ia merasa selama ini tidak pernah mencampuri atau menyinggung kehidupan rumah tangga mantan suaminya.

Menurutnya, sikap saling menghormati seharusnya tetap dijaga, terlebih masing-masing pihak kini telah menjalani kehidupan baru.

“Sudahlah. Saya tidak pernah mengganggu kamu dan rumah tanggamu. Saya menghormati kamu sebagai istri mantan suami saya. Tapi kalau kamu begini, saya harus speak up. Padahal, aku sudah bilang untuk ketemu saja. Masih hidup tuh semua saksinya,” imbuh sang selebgram.

Diketahui, Salmafina Sunan dan Taqy Malik menikah pada tahun 2017. Pernikahan keduanya sempat menjadi sorotan publik, namun hanya bertahan dalam waktu singkat. Pada Februari 2018, keduanya resmi berpisah.

Sejak saat itu, berbagai spekulasi terkait penyebab perceraian mereka sempat bermunculan di media. Salah satu yang paling ramai diperbincangkan adalah isu perbedaan pandangan, termasuk soal gaya berpakaian.

Dugaan Aksi Pungli di Bukit Paniisan Sentul, Ini Penjelasan Kadisparekraf Bogor

Bogordaily.net – Dugaan aksi pungutan liar (pungli) di kawasan Bukit Paniisan, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor viral di media sosial, pada Sabtu 28 Maret 2026 kemarin.

Berdasarkan video yang beredar terlihat, ada sejumlah pengunjung Bukit Paniisan Sentul Bogor yang sedang berjalan diberhentikan oleh sejumlah warga sekitar.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadisparekraf) Kabupaten Bogor Ria Marlisa membantah adanya aksi pungutan liar tersebut.

Menurut Ria, jalur tersebut ada pos tiket resmi dari Badan Usaha Milik Desa (BUMD) Karangtengah dengan tarif 15k/orang.

Tiket itu dilengkapi dengan asuransi PT. Jasaraharja Putera dan di pos juga kami lengkapi dengan tandu dan keperluan P3K serta tim evakuasi

“Kejadian yang ada di video itu terjadi di area sebelum pos resmi, kebanyakan para penggiat trail run melalui jalan tikus yang ada sebelum masuk pos tiket untuk menghindari pos tiket (ga mau bayar tiket),” kata Ria, Senin 30 Maret 2026.

Kemudian, kata Ria, sejumlah warga yang terlihat dalam video memberhentikan pengunjung itu bukan untuk meminta uang. Namun, hanya mengarahkan untuk melewati pos resmi.

“Maka terlihat ada petugas yang menjaga jalan tikus itu untuk mengarahkan agar mereka jangan melewati jalur itu tapi disarankan melewati pos resmi,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya memastikan bahwa, kejadian tersebut bukan aksi pungutan liar (pungli) dan merupakan kesalahan pahaman semata.

“Jadi di video itu tidak benar ada pungli karena petugas tidak meminta uang tapi hanya mengarahkan agar mereka melewati pos resmi yang ada,” ungkap Ria Marlisa.

(Albin)

Pelari Asal Bekasi Meninggal Dunia usai Ikut Trail Run di Sentul Bogor

Bogordaily.net – Pelari asal Bekasi Rosi Adiputra Firdaus (34) meninggal dunia usai mengikuti event trail run bertajuk “Lebarun” di kawasan Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Babakan Madang Kompol Trias Karso Yuliantoro menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Sabtu 28 Maret 2026 kemarin.

Awalnya kata Trias, korban yang merupakan trail Runner, Rosi Adiputra Firdaus mengikuti event Lebarun dari awal titik start.

Sesampainya di KM 20 korban diketahui berhenti secara mendadak dan terjatuh di trek hingga mulut mengeluarkan busa.

“Kalau dari kronologi trail run KM 20 masuk ke KM 5 dia berhenti langsung terjatuh, mulut mengeluarkan busa,” kata
Kompol Trias Karso Yuliantoro, Senin 30 Maret 2026.

Menurut Trias, panitia yang melihat kejadian tersebut langsung membawa korban menuju rumah sakit EMC Sentul untuk segera diberikan pertolongan.

Namun, dikarenakan nadi sudah melemah dan kondisi korban mulai tak sadarkan diri. Korban dinyatakan meninggal dunia.

“Rekan panitia evakuasi, bawa ke EMC. Nadi sudah semakin turun, akhirnya meninggal di situ, dari pengecekan meninggal karena kelelahan,” jelasnya.

Adapun, pihak keluarga menolak melakukan otopsi terhadap jasad korban. Sehingga menganggapnya sebagai musibah.

“Kemudian dari pihak korban tidak berkenan sudah jadi takdir,” ujar Trias.

Selain itu, Polisi menghimbau kepada peserta dan pihak penyelenggara untuk mengutamakan keselamatan. Sehingga kejadian tersebut tidak terulang kembali.

“Kalau itu selalu kita imbau kepada para peserta dari pihak penyelenggara, yg namanya keadaan kesehatan harus disiapkan,” ungkapnya.

(Albin)

 

Pemkot Bogor Tertibkan Kabel Udara di Tiga Ruas Jalan, Dorong Penataan Kota Lebih Rapi dan Modern

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota Bogor bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor serta sejumlah provider utilitas resmi menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) terkait penataan jaringan utilitas.

Penandatanganan tersebut dirangkai dengan kegiatan pemutusan kabel udara di sejumlah ruas jalan utama, yakni Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Pengadilan, dan Jalan Dewi Sartika.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Bogor dalam menata infrastruktur kota agar lebih rapi, aman, dan indah.

Penertiban dilakukan terhadap kabel-kabel udara yang selama ini dinilai semrawut dan berpotensi membahayakan masyarakat.

Walikota Bogor Dedie A Rahim menyampakaian, penataan utilitas juga ditujukan untuk mendukung konsep kota yang lebih tertib dan modern dan juga beautyfikasi Kota

“sebagai program beauttfikasi Kota,sudah dilaksanakan sejak tahun 2022 kota lain belum memulai kota Bogor sudah bekerja sama dengan Upjatel dengan menurunkan kabel atas”ujarnya

Melalui PKS (perjanjian Kerja Sama) tersebut, para provider diwajibkan mengikuti aturan yang telah ditetapkan, termasuk pemindahan jaringan kabel ke bawah tanah secara bertahap.

Dengan adanya penataan ini, diharapkan wajah Kota Bogor menjadi lebih tertib dan nyaman dipandang, sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Pemkot Bogor juga mengimbau seluruh pihak untuk mendukung program tersebut demi menciptakan lingkungan kota yang lebih baik.

(Fikri)

Clara Shinta Diduga Bongkar Perselingkuhan Suami, Bukti VC dengan Wanita Lain Viral di Medsos

0

Bogordaily.net – Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh kabar dari dunia selebgram. Kali ini, nama Clara Shinta menjadi sorotan setelah secara terbuka mengungkap dugaan perselingkuhan yang melibatkan suaminya, Muhammad Alexander Assad.

Peristiwa ini mencuat di tengah suasana libur pasca-Lebaran 2026, saat banyak publik figur justru membagikan momen kebersamaan bersama keluarga.

Namun berbeda dengan yang lain, Clara justru menghadirkan unggahan yang mengundang perhatian luas sekaligus memicu perdebatan di kalangan warganet.

Kontroversi bermula ketika Clara mengunggah rekaman video call yang diduga memperlihatkan sang suami bersama seorang perempuan lain.

Konten tersebut langsung menyebar dengan cepat di berbagai platform, meskipun unggahan aslinya telah dihapus dari akun pribadinya.

Cuplikan video tersebut dianggap sensitif oleh publik karena memperlihatkan interaksi yang tidak pantas antara dua orang dewasa. Tak butuh waktu lama, rekaman itu pun menjadi bahan perbincangan hangat dan viral di media sosial.

Clara Shinta akhirnya memberikan penjelasan terkait tindakannya mengunggah konten tersebut. Ia mengaku diliputi emosi dan keguncangan saat mengetahui dugaan pengkhianatan tersebut.

“Aku minta maaf. Aku bukan oversharing, tapi kalian pasti tahu rasa gemetarnya kayak apa. Pasti tahu,” ungkap Clara.

Tak hanya menghadapi tekanan publik, Clara Shinta juga mengungkapkan bahwa kondisi dirinya semakin sulit karena kejadian ini berlangsung saat ia berada jauh dari tanah air. Berdasarkan unggahan di media sosial, diketahui dirinya tengah berada di Thailand saat peristiwa tersebut terjadi.

Situasi di negeri orang membuat Clara merasa kebingungan dan tidak memiliki banyak pilihan dalam mengambil langkah.

“Aku lagi di negara orang. Aku gak tahu aku harus ngapain dan gimana,” tambahnya.

Hingga saat ini, pihak Muhammad Alexander Assad belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan yang beredar.

 

Selain Layanan Perbankan, BRI BO Pancoran Salurkan Bingkisan Ramadan 1447 Hijriah

0

Bogordaily.net – BRI Branch Office (BO) Pancoran terus memberikan kepedulian di Ramadan 1447 Hijriah.

Salah satu bentuknya dengan memberikan bingkisan ramadan. Jelang lebaran, BRI Pancoran menyalurkan bingkisan untuk masyarakat sekitar yang membutuhkan.

Kali ini penyaluran bingkisan ramadan 1447 Hijirah dilakukan oleh Manager Operasional BRI BO Pancoran, Desiyanto Wicaksono. Adapun bingkisan ramadan diberikan ke panti asuhan, duafa serta masyarakat yang membutuhkan di lingkungan sekitar kantor BRI BO Pancoran.

Pimpinan BRI BO Pancoran, Ainul Wardi menjelaskan, pihaknya menyalurkan paket sembako di Ramadan untuk persiapan lebaran.

Biasanya masyarakat membutuhkan sembako. Oleh karena itu BRI BO Pancoran menyalurkan paket sembako kepada yang membutuhkan.

“Semoga apa yang kami berikan bisa bermanfaat sesuai kebutuhan,” ujarnya Ainul.

Ainul menambahkan, tak hanya di Ramadan saja, BRI BO Pancoran juga selalu berupaya menyalurkan berbagai bantuan sesuai dengan kebutuhan di lingkungan. Ada untuk kesehatan, pendidikan, sosial, keagamaan dan lainnya.

“Kami mencoba memberikan yang terbaik untuk lingkungan sekitar sesuai dengan apa yang dibutuhkan,” tegasnya.

Seperti kita ketahui, BRI memiliki aneka produk dan program unggulan yang jelas menguntungkan nasabahnya. Beragam kemudahan serta benefit terbaik selalu diberikan. Pelayanan prima juga tak pernah luput diberikan oleh BRI kepada seluruh nasabah dan masyarakat.

“Ayo jadi nasabah BRI, bisa ikut program berhadiah hingga bisa menikmati beragam promo menarik,” tutupnya.(*)

Kebakaran di Rumpin Bogor Kembali Terjadi, Pabrik Helm Ludes Dilalap Api

0

Bogordaily.net – Kebakaran di Rumpin Kabupaten Bogor itu datang lagi. Seperti deja vu yang tak diharapkan.

Senin pagi, 30 Maret 2026, sekitar pukul 09.30 WIB, api mendadak mengamuk di sebuah pabrik helm di Kampung Nawing, Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

Tak ada aba-aba panjang. Api langsung membesar. Cepat. Rakus. Seolah tahu apa yang harus dilahap lebih dulu.

Dugaan sementara sederhana: dari area pengecatan. Tempat yang memang akrab dengan bahan-bahan mudah terbakar. Thinner. Cairan kimia. Material produksi helm. Kombinasi yang, sekali tersulut, sulit diajak kompromi.

Para pekerja tak punya banyak pilihan. Mereka berhamburan keluar. Menyelamatkan diri. Tak ada yang sempat berpikir panjang—yang penting menjauh dari kobaran.

Asap hitam tebal membumbung. Menutup langit Rumpin pagi itu. Kepanikan tak terhindarkan. Api menjalar cepat, seperti menemukan jalannya sendiri di antara tumpukan bahan produksi.

Kebakaran di Rumpin kali ini kabarnya bukan yang pertama. Ini yang kedua. Itu artinya ada sesuatu yang belum benar-benar selesai dari kejadian sebelumnya. Entah dari sistem keamanan, entah dari prosedur kerja.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi soal penyebab pasti. Juga belum ada angka kerugian. Biasanya, angka-angka itu datang belakangan—setelah api padam, setelah asap menghilang, setelah orang mulai menghitung ulang apa yang tersisa.

Petugas masih bekerja di lokasi. Memadamkan, mengamankan, sekaligus menyelidiki.

Kebakaran di Rumpin ini kembali menjadi pengingat: di tempat yang penuh bahan mudah terbakar, satu percikan kecil bisa berubah menjadi bencana besar. Dan, sering kali, datang tanpa sempat dicegah.***

Pemkot Bogor Alihkan Belanja Malam Pasar Bogor ke Jambu Dua

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota Bogor mulai mengalihkan aktivitas belanja sayuran pada malam hingga pagi hari dari sejumlah ruas jalan di sekitar Pasar Bogor ke Pasar Jambu Dua. Kebijakan ini efektif diberlakukan mulai Senin malam, 30 Maret 2026.

Pengalihan ini menyasar aktivitas perdagangan yang selama ini berlangsung pada pukul 24.00 hingga 08.00 WIB di kawasan Jalan Roda, Jalan Bata, Jalan Padati, dan Jalan Lawang Saketeng.

Masyarakat yang biasa berbelanja di lokasi tersebut kini diarahkan untuk bertransaksi di Pasar Jambu Dua.

Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), Jenal Abidin, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya penataan kawasan Pasar Bogor agar lebih tertib, bersih, dan nyaman, baik bagi pedagang maupun pengguna jalan.

“Mulai 30 Maret 2026 malam, aktivitas jual beli sayuran pada jam-jam tersebut kami pusatkan di Pasar Jambu Dua. Ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan dan menata kawasan Pasar Bogor agar lebih rapi,” ujar Jenal Abidin.

Ia menambahkan, Pasar Jambu Dua telah disiapkan sebagai pusat aktivitas perdagangan yang representatif dengan fasilitas yang memadai.

Pasar tersebut juga beroperasi selama 24 jam, sehingga diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang berbelanja pada malam hingga dini hari.

“Pasar Jambu Dua buka 24 jam. Masyarakat yang membutuhkan bahan kebutuhan pokok, terutama sayuran, bisa datang mulai pukul 21.00 WIB hingga pagi hari. Fasilitasnya juga kami siapkan agar lebih nyaman,” jelasnya.

Selain itu, Jenal Abidin mengajak masyarakat untuk mendukung keberlangsungan pasar rakyat dengan berbelanja di lokasi yang telah ditentukan.

Menurutnya, penataan ini tidak hanya berdampak pada ketertiban kota, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan pedagang.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung pasar rakyat. Dengan berbelanja di tempat yang sudah disediakan, kita bisa menciptakan pasar yang bersih, nyaman, dan tentunya memberikan keuntungan bagi para pedagang,” katanya.(Muhammad Irfan Ramadan)

9 Jendral Purnawirawan Ajukan Citizen Lawsuit, Polda Metro Digugat soal Kasus Ijazah Jokowi

0

Bogordaily.net – Purnawirawan jenderal tiba-tiba kembali menjadi pusat perhatian. Bukan karena seremoni. Bukan pula karena reuni. Mereka datang dengan sesuatu yang lebih keras: gugatan.

Sebanyak 17 warga negara memilih jalur yang tidak biasa. Mereka mengajukan citizen lawsuit ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sasarannya jelas: Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Di antara mereka, ada sembilan jenderal TNI purnawirawan. Nama-nama itu bukan orang sembarangan. Ada Mayjen TNI (Purn) Soenarko, mantan Danjen Kopassus. Ada pula Laksma TNI (Purn) Sony Santoso, hingga Marsda TNI (Purn) Firdaus Syamsudin.

Barisan itu dilengkapi para perwira menengah. Enam orang. Pangkat kolonel. Mereka ikut berdiri di barisan yang sama—menggugat negara, atau lebih tepatnya, cara negara bekerja.

Dua lainnya datang dari sipil. Salah satunya mantan hakim adhoc, Dwi Tjahyo Soewarsono. Nama lain, Komarudin—yang sebelumnya menggugat Universitas Gadjah Mada terkait polemik ijazah Presiden Joko Widodo.

Kasus ini memang berputar pada isu itu: ijazah. Tapi sesungguhnya, yang dipersoalkan bukan sekadar kertas. Melainkan cara hukum ditegakkan.

Tim kuasa hukum mereka dipimpin Kombes Pol (Purn) Yaya Satyanegara. Ia tidak berbicara dengan nada tinggi. Tapi pesannya tajam.

Menurutnya, gugatan ini lahir dari rasa kecewa. Ada yang dianggap keliru. Ada yang dinilai lalai. Penanganan perkara ijazah palsu—khususnya pada klaster kedua dengan tersangka Roy Suryo dan kawan-kawan—dinilai tidak tepat.

“Ini bukan sekadar gugatan biasa,” kira-kira begitu maknanya.

Yang digugat adalah kebijakan. Lebih spesifik lagi: keputusan Dirreskrimum Polda Metro Jaya. Dalam pandangan para penggugat, ada kesalahan dalam penerapan hukum.

Kesalahan itu, kata mereka, masuk kategori Perbuatan Melawan Hukum oleh Penguasa.

Istilahnya berat. Tapi maknanya sederhana: negara dianggap merugikan warganya sendiri.

Menariknya, langkah ini menunjukkan sesuatu. Bahwa para purnawirawan ini tidak memilih diam. Mereka tidak lagi berada di struktur. Tapi tetap ingin ikut menentukan arah.

Mereka menggunakan jalur hukum. Jalur yang sah. Jalur yang terbuka.

Dan kini, bola itu ada di pengadilan. Apakah ini akan menjadi preseden?

Atau sekadar riak dalam dinamika hukum kita? Waktu yang akan menjawab.***

Jangan Diabaikan! Pentingnya Mengecek Kendaraan Setelah Mudik Lebaran

0

Bogordaily.net – Setelah melewati mudik Idul Fitri, banyak pemilik kendaraan langsung kembali beraktivitas seperti biasa tanpa mengecek kondisi kendaraan mobil atau motor.

Padahal, perjalanan mudik yang menempuh ratusan hingga ribuan kilometer bisa berdampak pada performa kendaraan.

Pengecekan pasca-mudik menjadi langkah penting untuk memastikan kendaraan tetap aman, nyaman, dan siap digunakan kembali dalam aktivitas harian.

Perjalanan jauh biasanya membuat beberapa komponen kendaraan bekerja lebih keras dari biasanya.

Mulai dari mesin, sistem pengereman, hingga kaki-kaki mengalami tekanan tinggi, apalagi jika harus menghadapi kemacetan panjang, jalan rusak, atau cuaca ekstrem.

Salah satu hal utama yang perlu diperiksa adalah kondisi oli mesin. Oli yang sudah digunakan dalam perjalanan jauh bisa mengalami penurunan kualitas, sehingga perlu diganti agar mesin tetap bekerja optimal.

Selain itu, cairan lain seperti air radiator dan minyak rem juga harus dipastikan dalam kondisi cukup dan tidak mengalami kebocoran.

Ban juga menjadi komponen vital yang wajib dicek. Tekanan angin yang tidak sesuai, keausan, atau bahkan kerusakan kecil bisa berisiko jika dibiarkan.

Termasuk juga bagian rem yang harus dipastikan masih pakem, mengingat sistem ini sangat berpengaruh pada keselamatan berkendara.

Tak kalah penting, periksa kondisi filter udara dan AC. Debu dan kotoran selama perjalanan bisa menumpuk dan memengaruhi kenyamanan di dalam kabin.

Begitu pula dengan aki kendaraan, yang bisa mengalami penurunan performa setelah digunakan dalam waktu lama.

Melakukan servis ringan setelah mudik bukan hanya soal perawatan, tetapi juga bentuk antisipasi terhadap kerusakan yang lebih besar di kemudian hari.

Dengan kondisi kendaraan yang prima, aktivitas harian pun bisa kembali berjalan lancar tanpa khawatir gangguan di jalan.

Jangan tunggu sampai muncul masalah. Luangkan waktu untuk mengecek kendaraan setelah mudik agar perjalanan selanjutnya tetap aman dan nyaman.***