Home Blog Page 141

Kebakaran Apartemen Mediterania Tanjung Duren Picu Kepanikan, Begini Kronologi dan Proses Penyelamatan Penghuni

0

Bogordaily.net — Kebakaran Apartemen Mediterania Tanjung Duren terjadi pada Kamis pagi (25/4/2024) dan memicu kepanikan luas di kalangan penghuni saat aktivitas pagi tengah berlangsung. Insiden di kawasan Jakarta Barat ini langsung mendapat respons cepat dari petugas pemadam kebakaran yang dikerahkan untuk menjinakkan api sekaligus menyelamatkan warga yang terjebak di dalam gedung.

Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 09.25 WIB, situasi terlihat tegang dengan kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dari salah satu bagian bangunan. Asap tebal tersebut menghalangi akses keluar normal bagi penghuni, terutama melalui tangga darurat internal.

Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat kemudian mengambil langkah evakuasi dari sisi luar gedung. Kondisi di dalam yang dipenuhi asap membuat jalur evakuasi internal tidak memungkinkan digunakan. Upaya ini dilakukan sebagai prosedur darurat untuk mencegah penghuni terpapar gas berbahaya seperti karbon monoksida.

Dalam proses evakuasi, petugas memasang tangga berjenjang dari lantai dasar hingga lantai enam. Satu per satu penghuni, termasuk lansia, diturunkan dengan pengamanan ketat menggunakan tali pengaman. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir risiko jatuh dari ketinggian.

Proses evakuasi tersebut menjadi perhatian warga sekitar dan pengguna jalan. Pemandangan dramatis terlihat ketika penghuni perlahan diturunkan melalui tangga besi di sisi luar gedung. Petugas memastikan setiap orang terikat aman sebelum turun dari lantai atas.

Hingga pukul 10.00 WIB, evakuasi masih berlangsung dengan petugas terus menyisir setiap lantai guna memastikan tidak ada penghuni yang tertinggal. Di posko informasi, data korban dan penghuni yang berhasil dievakuasi terus diperbarui secara berkala.

Informasi sementara menyebutkan bahwa titik api berasal dari lantai bawah. Pada pukul 09.00 WIB, asap pertama kali terlihat keluar dari lantai dua salah satu gedung. Cepatnya penyebaran asap membuat penghuni di lantai atas tidak sempat menyelamatkan diri melalui jalur biasa.

Beruntung, lokasi kebakaran Apartemen Mediterania Tanjung Duren berada dekat dengan fasilitas pemadam kebakaran, sehingga respons dapat dilakukan dengan cepat. Hal ini dinilai membantu menekan potensi korban jiwa di tengah risiko penyebaran api pada bangunan vertikal.

Salah satu saksi mata, Abdul, yang merupakan pekerja retail di lokasi, menyebut kebakaran terjadi sekitar pukul 07.15 WIB, tak lama setelah aktivitas pagi dimulai.

“Jadi, kan kita sudah mulai jam 07.00 WIB, terus kejadiannya sekitar 07.15 WIB,” ujarnya seperti dikutip dari Antara.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran Apartemen Mediterania Tanjung Duren masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Area sekitar lokasi juga masih disterilkan untuk mendukung proses pendinginan serta akses mobil pemadam dan ambulans.

Sementara itu, lalu lintas di sekitar kawasan mengalami kepadatan akibat banyaknya kendaraan petugas dan warga yang ingin menyaksikan proses evakuasi. Warga diimbau untuk menjauhi lokasi demi keselamatan dan kelancaran penanganan pascakebakaran.***

Menteri PPPA dari Partai Apa? Ini Profil Arifatul Choiri Fauzi yang Viral Usai Usul Gerbong Wanita

0

Bogordaily.net – Menteri PPPA dari partai apa. Pertanyaan itu kini beredar di banyak ruang. Dari warung kopi sampai linimasa media sosial. Nama Arifatul Choiri Fauzi ikut terseret arus. Bukan hanya karena jabatannya sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Tetapi juga karena satu usulan yang memantik perdebatan.

Ia mengusulkan posisi gerbong khusus perempuan di kereta. Jangan di depan. Jangan di belakang. Di tengah saja. Alasannya keselamatan.

Usulan itu muncul setelah insiden tabrakan kereta di Bekasi. Peristiwa yang menyisakan duka. Banyak korban adalah perempuan. Mereka berada di gerbong khusus wanita.

Sejak saat itu, publik mulai mencari tahu. Siapa Arifatul Choiri Fauzi? Dari mana asalnya? Dan kembali ke pertanyaan awal: Menteri PPPA dari partai apa.

Arifatul lahir di Bangkalan, Madura. Tanggalnya 28 Juli 1969. Lingkungannya religius. Tetapi sekolahnya di Jakarta. Ia menempuh pendidikan di Madrasah Tsanawiyah hingga Madrasah Aliyah As Syafiiyah, Jatiwaringin.

Jejak akademiknya tidak sembarangan. Ia kuliah di UIN Sunan Kalijaga, Fakultas Dakwah. Lulus tahun 1994. Lalu melanjutkan ke Universitas Indonesia. Mengambil Magister Komunikasi. Selesai tahun 2002. Beasiswa Ford Foundation yang membawanya ke sana.

Pendidikan itu bukan sekadar gelar. Itu bekal. Bekal untuk masuk ke dunia organisasi. Dan kemudian ke panggung yang lebih luas.

Karier organisasinya dimulai sejak muda. Ia pernah menjadi Ketua Umum IPPNU DIY. Tahun 1989 sampai 1991. Lalu naik kelas. Menjadi Sekjen Fatayat NU. Kemudian Sekretaris Pimpinan Pusat Muslimat NU.

Sekarang, ia memimpin. Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU periode 2025–2030.

Di sinilah banyak orang mulai menemukan petunjuk. Bahwa Arifatul bukan kader partai dalam arti formal. Ia lebih dikenal sebagai tokoh organisasi keagamaan. Dekat dengan Nahdlatul Ulama.

Namun dalam politik praktis, ia tidak benar-benar jauh. Ia terlibat dalam tim kampanye nasional Pemilu 2024. Mendukung Prabowo Subianto. Bagian dari Koalisi Indonesia Maju.

Jadi, jika kembali ke pertanyaan Menteri PPPA dari partai apa, jawabannya tidak sesederhana satu nama partai. Ia bukan politisi partai tulen. Ia representasi kelompok masyarakat sipil. Yang kemudian masuk ke kabinet.

Penunjukannya sebagai Menteri PPPA terjadi pada Oktober 2024. Setelah pertemuan di Kertanegara. Ia datang bersama tokoh lain. Dipanggil. Diberi amanah.

Kabinet Merah Putih membutuhkan figur seperti dia. Aktivis. Perempuan. Berbasis massa. Punya jaringan sosial.

Namun jabatan selalu datang bersama risiko. Usulan gerbong perempuan di tengah rangkaian kereta menjadi contoh terbaru.

Sebagian mendukung. Menganggap itu bentuk perlindungan. Sebagian lagi mengkritik. Menganggapnya tidak adil. Bahkan memindahkan risiko ke penumpang lain.

Perdebatan itu liar. Tanpa rem.

Di luar kontroversi, kehidupan pribadinya relatif tenang. Ia menikah dengan Ngatawi Al-Zastrow. Tetap aktif di kegiatan sosial. Termasuk program desa bersama Muslimat NU.

Ia juga punya pengalaman profesional. Pernah menjadi direktur di beberapa perusahaan. Dan aktif dalam gerakan sosial, termasuk kampanye antikorupsi.

Pada akhirnya, publik mungkin tidak hanya mencari tahu Menteri PPPA dari partai apa. Tetapi juga mencoba memahami bagaimana seorang aktivis perempuan bisa sampai di kursi menteri.

Jawabannya ada pada perjalanan panjang. Dari Madura. Ke Jakarta. Ke kampus. Ke organisasi. Lalu ke pusat kekuasaan.

Dan di sana, setiap kata bisa menjadi berita. Setiap usulan bisa menjadi polemik.***

BRI Pertahankan Momentum Kinerja Solid, Laba Bersih Melesat 13,7% jadi Rp15,5 triliun di Triwulan I 2026

0

Bogordaily.net – Di tengah meningkatnya risiko global akibat eskalasi konflik geopolitik yang turut mendorong ketidakpastian ekonomi dunia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tetap mampu mencatatkan kinerja yang solid pada Triwulan I 2026.

Dengan fundamental bisnis yang kuat didukung oleh pertumbuhan kredit yang selektif, pengelolaan biaya dana yang semakin efisien, serta kualitas aset yang terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7% year-on-year (yoy).

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 di Kantor Pusat BRI pada Kamis (30/4/2026). Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu, Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto, Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi dan Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti.

Dalam paparannya, Hery Gunardi menyampaikan bahwa sepanjang Triwulan I 2026, kondisi ekonomi global masih diwarnai oleh peningkatan risiko geopolitik yang signifikan. Meski demikian, perekonomian Indonesia tetap resilien dengan dukungan yang semakin luas dari sisi demand, supply, dan fiskal sehingga memberikan buffer terhadap ketidakpastian global dan menjaga momentum pertumbuhan.

Kondisi ini juga tercermin pada industri perbankan nasional yang tetap berada dalam kondisi stabil, dengan intermediasi yang kuat, likuiditas yang memadai, serta risiko yang terkendali, dan memberikan ruang bagi perbankan untuk tetap melakukan ekspansi secara prudent.

Hery Gunardi menambahkan, BRI tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan yang solid, seiring konsistensi transformasi yang dijalankan. Hal ini tercermin pada kinerja keuangan konsolidasi hingga akhir Triwulan I 2026 yang tetap menunjukkan tren positif.

“Kinerja solid Perseroan tersebut ditopang oleh pertumbuhan bisnis yang konsisten di berbagai lini. Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI mencapai Rp1.555 triliun atau tumbuh 9,4% yoy, dengan kontribusi dana murah (CASA) yang semakin solid. CASA meningkat dari Rp934,9 triliun pada Triwulan I 2025 menjadi Rp1.058,6 triliun atau tumbuh 13,2% yoy,” ujar Hery.

Di sisi lain, penyaluran kredit dan pembiayaan menunjukkan ekspansi yang sehat. Hingga akhir Triwulan I 2026, total kredit dan pembiayaan meningkat 13,7% yoy menjadi Rp1.562 triliun.

Adapun, segmen UMKM tetap menjadi pilar utama, dengan total penyaluran mencapai Rp1.211 triliun. Sementara itu, total aset BRI tercatat tumbuh 7,2% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp2.250 triliun.

Dari sisi operasional, kinerja BRI juga terjaga dengan baik. Hal ini tercermin dari Pre-Provision Operating Profit (PPOP) yang tumbuh 7,7% yoy menjadi Rp32,2 triliun, mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pendapatan dan efisiensi.

Perbaikan tersebut turut didukung oleh kualitas aset yang semakin terkendali. Loan at Risk (LAR) menurun dari 11,1% pada Triwulan I 2025 menjadi 9,7% pada Triwulan I 2026. Di saat yang sama, strategi penguatan CASA turut mendorong efisiensi biaya dana, tercermin dari penurunan cost of fund (CoF) dari 3% menjadi 2,3%.

Capaian positif di berbagai aspek tersebut pada akhirnya mendorong peningkatan profitabilitas. Return on Assets (ROA) meningkat menjadi 2,8%, sementara Return on Equity (ROE) naik dari 17,1% pada Triwulan I 2025 menjadi 18,4% pada Triwulan I 2026.

Ke depan, BRI akan terus memperkuat komitmennya sebagai bank yang berfokus pada DNA ekonomi kerakyatan, dengan UMKM sebagai pusat pertumbuhan. Penguatan ekosistem UMKM dilakukan secara end-to-end, mulai dari pembiayaan, pendampingan usaha, hingga integrasi dengan pasar dan ekosistem digital, untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami meyakini bahwa pertumbuhan harus diikuti dengan dampak yang nyata.

Karena itu, transformasi BRIvolution Reignite diarahkan untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan, tidak hanya bagi perusahaan dan pemegang saham, tetapi juga bagi masyarakat luas,” tutup Hery.***

Brak!! Kecelakaan di Jalan Raya Karadenan Cibinong, Minibus Terguling

0

Bogordaily.net – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor pada Kamis pagi, 30 April 2025.

Kecelakaan itu terjadi sekitar pagi hari dari arah Karadenan menuju Cibinong.

Adapun, insiden kecelakaan tersebut melibatkan dua kendaraan roda empat dan sempat membuat arus lalu lintas mengalami kemacetan.

Dalam kejadian ini, satu mobil dilaporkan terguling di badan jalan, sementara satu kendaraan lainnya mengalami kerusakan cukup parah di bagian belakang akibat benturan.

Belum diketahui secara pasti kronologi lengkap kecelakaan tersebut, sejumlah warga terlihat tengah berupaya untuk mengevaluasi kendaraan pasca terjadi kecelakaan.

Sementara itu, Plt Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor Ipda Ares Rahman menjelaskan bahwa, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penanganan.

“Sedang dalam penanganan,” ungkap Ipda Ares Rahman.***

Albin

Pemkot Bogor Deklarasikan Kecamatan Tangguh Bencana, Antisipasi Cuaca Ekstrem

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota Bogor mendeklarasikan program Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem.

Gerakan Kencana merupakan inisiatif strategis dari Kementerian Dalam Negeri yang telah diluncurkan sejak 23 Juni 2023 program ini bertujuan mempercepat pencapaian standar pelayanan minimal urusan bencana terutama di tingkat kecamatan sebagai wilayah terdekat dengan masyarakat

Deklarasi tersebut digelar di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Jalan Pool Bina Marga No.2, Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal.

Kegiatan yang dihadiri oleh Wali Kota Bogor,Ketua DPRD Kota Bogor,BPBP Kota Bogor,Jajaran Forkopimda Kota Bogor serta Camat & Lurah Se-Kota Bogor

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam merespons peningkatan intensitas cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini.

“Ini adalah bagian dari upaya kita bersama, terutama dalam menyikapi dan mengantisipasi cuaca ekstrem yang belakangan ini intensitasnya terlihat semakin meningkat,” ujar Dedie.

Ia mengungkapkan, berdasarkan catatan yang dimiliki Pemerintah Kota Bogor, curah hujan kini dapat mencapai 100 hingga 120 milimeter per hari. Kondisi tersebut dinilai sudah berada di luar kebiasaan dan perlu penanganan serius.

“Dalam catatan kita, curah hujan mencapai 100 hingga 120 mm per hari. Bayangkan, ini bukan hanya soal global warming, tapi sudah mengarah pada global disaster (bencana global). Hal ini memang harus diantisipasi,” jelasnya.

Dedie menambahkan, karakteristik Kota Bogor yang dikenal sebagai kota dengan curah hujan tinggi kini mengalami perubahan dengan intensitas yang semakin ekstrem. Oleh karena itu, peran kecamatan menjadi sangat penting dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Apalagi Bogor yang biasanya curah hujannya tidak seekstrem itu, kini menjadi sangat ekstrem, sehingga teman-teman di kecamatan perlu terus siap siaga. Hari ini kita deklarasikan Kencana sebagai salah satu langkah kita untuk mengantisipasi semua hal itu,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, dijelaskan bahwa tugas utama Kecamatan Tangguh Bencana adalah melakukan edukasi, penyebaran informasi, serta komunikasi kepada masyarakat terkait potensi bencana. Selain itu, langkah mitigasi juga menjadi fokus utama dalam program ini.

“Tugas utamanya adalah edukasi, memberikan informasi dan komunikasi kepada masyarakat, sekaligus melakukan pencegahan semaksimal mungkin melalui mitigasi,” ungkap perwakilan pemerintah.

Lebih lanjut, mitigasi dilakukan dengan mengenali potensi bencana di wilayah masing-masing, seperti titik rawan pohon tumbang maupun risiko lainnya.

“Misalnya, untuk potensi bencana di Kota Bogor seperti pohon tumbang, mestinya camat dan lurah yang lebih tahu titik-titiknya. Harus diketahui mana kira-kira pohon yang berpotensi tumbang atau dahannya patah. Intinya harus mengenali wilayahnya,” jelasnya.

Melalui deklarasi Kencana ini, Pemerintah Kota Bogor berharap seluruh kecamatan dapat meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat koordinasi, serta lebih responsif dalam menghadapi potensi bencana di tengah perubahan iklim yang semakin tidak menentu.***

Perompak Somalia Serbu Kapal Tanker, Ingatkan Kasus Sinar Kudus 2011

Bogordaily.net – Perompak Somalia kembali menjadi sorotan setelah komplotan bersenjata membajak kapal tanker minyak Honour 25 di lepas pantai Somalia, memicu kekhawatiran global terhadap keamanan jalur pelayaran internasional.

Insiden pembajakan tersebut terjadi pada malam 22 April, saat enam orang bersenjata menyerbu kapal yang mengangkut sekitar 18.500 barel minyak. Kapal itu membawa 17 awak dari berbagai negara, termasuk empat warga negara Indonesia (WNI), 10 warga Pakistan, serta masing-masing satu awak dari India, Sri Lanka, dan Myanmar.

Hingga kini, upaya pembebasan para awak masih terus dilakukan oleh otoritas terkait. Para pejabat Somalia mengonfirmasi bahwa negosiasi dan langkah-langkah penyelamatan tengah berlangsung di tengah ancaman keamanan yang masih tinggi di kawasan tersebut. Aksi perompak Somalia ini kembali menegaskan bahwa perairan di sekitar Tanduk Afrika masih menjadi salah satu titik rawan pembajakan kapal niaga dunia.

Peristiwa ini sekaligus mengingatkan publik Indonesia pada kasus serupa yang terjadi lebih dari satu dekade lalu, yakni pembajakan kapal MV Sinar Kudus pada 2011 di perairan Teluk Aden. Kala itu, kapal yang membawa 20 awak asal Indonesia disandera oleh kelompok perompak Somalia dalam operasi yang berlangsung dramatis.

Pembajakan MV Sinar Kudus terjadi pada 16 Maret 2011. Setelah insiden tersebut dilaporkan kepada Presiden saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono, pemerintah langsung menggelar serangkaian langkah strategis, mulai dari negosiasi hingga persiapan operasi militer.

Dalam beberapa hari berikutnya, pemerintah melalui koordinasi Kemenko Polhukam menyiapkan berbagai skenario pembebasan, termasuk pengiriman dua kapal fregat, helikopter, serta pasukan khusus dari TNI seperti Kopassus, Marinir, dan Kopaska.

Pasukan gabungan akhirnya diberangkatkan menuju wilayah Somalia dan melakukan pemantauan intensif. Di lapangan, situasi terbilang kompleks dengan banyaknya kelompok perompak yang terorganisir serta kapal-kapal lain yang juga dibajak.

Negosiasi panjang akhirnya mencapai titik terang pada pertengahan April 2011, dengan skema pembayaran tebusan yang disepakati demi menjamin keselamatan awak kapal. Namun, operasi tidak berhenti di situ.

Pada 1 Mei 2011, setelah para perompak meninggalkan kapal, TNI langsung melakukan operasi pengamanan dan pengejaran. Terjadi baku tembak antara pasukan Indonesia dan kelompok perompak Somalia, yang menyebabkan empat perompak tewas.

Setelah situasi dinyatakan aman, kapal Sinar Kudus berhasil dikawal menuju Oman. Operasi tersebut menjadi salah satu misi penyelamatan sandera paling kompleks yang pernah dilakukan Indonesia di luar negeri.

Kejadian yang menimpa kapal tanker Honour 25 menunjukkan bahwa ancaman perompak Somalia belum sepenuhnya hilang, meskipun berbagai upaya internasional telah dilakukan untuk menekan aksi pembajakan di kawasan tersebut.

Dengan masih berlangsungnya proses pembebasan awak kapal Honour 25, dunia kembali menaruh perhatian pada keamanan jalur perdagangan global yang melintasi perairan Somalia—salah satu rute vital bagi distribusi energi dunia.

Kasus ini juga menjadi pengingat bagi Indonesia dan negara-negara lain untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta kerja sama internasional dalam menghadapi ancaman maritim yang kompleks dan terus berkembang.***

Mantan Istri Andre Taulany Aniaya ART, Benarkah?

0

Bogordaily.net – Mantan istri Andre Taulany aniaya ART menjadi sorotan publik setelah muncul laporan dugaan kekerasan yang menyeret nama Rien Wartia Trigina alias Erin. Perempuan tersebut dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penganiayaan terhadap seorang asisten rumah tangga (ART).

Informasi itu dikonfirmasi oleh Kasi Humas Polda Metro Jaya, AKP Joko Adi. Ia menyebut, laporan telah diajukan oleh seorang perempuan berinisial H ke pihak kepolisian.

“Bahwa benar telah datang ke Polres Jakarta Selatan perempuan berinisial ‘H’ dan melaporkan perkara penganiayaan dan terlapor diduga berinisial ‘RWT’,” ujar Joko Adi kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).

Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait laporan tersebut. Belum ada keterangan rinci mengenai kronologi kejadian versi resmi dari pihak berwenang.

Isu mantan istri Andre Taulany aniaya ART pertama kali mencuat dari media sosial Threads melalui akun @niadamanik7. Dalam unggahannya, akun tersebut mengklaim telah terjadi dugaan penganiayaan di kediaman pribadi Erin.

“Tolong bantu up teman-teman, ini terjadi penganiayaan di rumah Erin mantan istri Andre Taulany,” tulis akun tersebut dalam unggahan yang kemudian viral.

Unggahan itu juga menyebut bahwa pelaku dugaan kekerasan adalah sosok yang pernah menjadi pasangan dari vokalis band Stinky tersebut. Narasi yang beredar menyebutkan adanya tindakan fisik seperti membanting ponsel milik korban hingga dugaan penarikan pakaian secara paksa.

Tak hanya itu, muncul pula tudingan terkait penahanan upah yang disebut sebagai hak pekerja. Namun, seluruh informasi tersebut masih berupa klaim yang beredar di media sosial dan belum terverifikasi secara hukum.

Kasus mantan istri Andre Taulany aniaya ART kini masih dalam tahap pendalaman oleh kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Erin terkait laporan maupun tudingan yang berkembang di publik.***

Sepeda Listrik Gunung Murah di Bawah Rp1 Jutaan, Ini Daftar dan Cara Dapatkannya

0

Bogordaily.net – Kebutuhan kendaraan praktis dengan biaya terjangkau mendorong minat masyarakat terhadap sepeda listrik gunung murah. Selain hemat operasional, jenis ini dinilai fleksibel untuk mobilitas harian hingga melibas jalanan ringan yang tidak sepenuhnya mulus.

Namun, realitas pasar menunjukkan harga sepeda listrik bergaya gunung masih didominasi di kisaran Rp3 jutaan ke atas. Meski demikian, peluang mendapatkan unit dengan harga jauh lebih rendah tetap terbuka, terutama melalui promo besar, program cuci gudang, hingga pembelian unit bekas yang masih layak pakai. Dengan strategi tepat, berburu sepeda listrik gunung murah bukan hal mustahil.

Berikut sejumlah model yang kerap menjadi referensi pemburu harga miring:

1. Exotic Veloce V7
Model ini hadir dengan tampilan sporty khas sepeda gunung yang cukup tangguh untuk penggunaan harian. Rangkanya berbahan baja ringan dengan struktur kokoh, cocok untuk jalan perkotaan hingga semi off-road ringan.

Motor listriknya stabil untuk jarak pendek hingga menengah, didukung baterai yang mampu menempuh puluhan kilometer. Suspensi juga membantu meredam getaran di jalan tidak rata. Harga baru sekitar Rp3,4 juta, namun unit bekas atau promo tertentu bisa ditekan jauh lebih murah.

2. Uwinfly D7s
Desain compact menjadi daya tarik utama, tanpa mengorbankan ketangguhan. Sepeda ini cukup nyaman untuk aktivitas sehari-hari, termasuk di jalan bergelombang ringan.

Rangka solid dengan sistem pengereman responsif membuatnya ramah bagi pengguna pemula. Harga pasarannya sekitar Rp3,3 juta, tetapi diskon besar atau kondisi second bisa membuka peluang harga lebih rendah.

3. Genio Easton S1 E-bike
Mengusung desain modern, sepeda ini menawarkan keseimbangan antara gaya dan performa. Material rangkanya ringan namun kuat, sementara motor listrik memberikan akselerasi halus.

Cocok untuk commuting dalam kota dengan kapasitas baterai yang memadai. Harga baru di kisaran Rp3,5 juta, tetapi kerap muncul lebih murah saat clearance sale di marketplace.

4. Goda 140
Pilihan sederhana dengan fungsi maksimal. Cocok untuk aktivitas ringan seperti ke pasar atau berkeliling lingkungan.

Desain ergonomis dan rangka kokoh membuatnya nyaman bagi pemula. Performa motor listriknya tidak agresif, tetapi cukup untuk kebutuhan harian. Harga normal sekitar Rp3,2 juta, sementara unit bekas sering dijual lebih terjangkau.

5. Selis Mino Easton SX1 Prostreet OREO
Masuk kategori lebih premium, model ini menawarkan desain modern dengan fitur lebih lengkap. Rangka kuat dengan finishing rapi serta suspensi yang mendukung kenyamanan di jalan tidak rata.

Baterai berkapasitas besar memungkinkan jarak tempuh lebih jauh. Harga baru sekitar Rp4,2 juta, namun versi bekas atau promo bisa memangkas harga signifikan.

Perlu dicatat, mendapatkan sepeda listrik gunung murah dalam kondisi baru di bawah Rp1 jutaan memang cukup sulit. Namun, peluang tetap terbuka lewat diskon e-commerce, flash sale, hingga pasar barang bekas.

Dengan mempertimbangkan kondisi unit, daya tahan baterai, serta kekuatan rangka, konsumen tetap bisa menemukan sepeda listrik gunung murah yang sesuai kebutuhan tanpa harus mengorbankan faktor keamanan dan kenyamanan.***

Bupati Bogor Pimpin Gerakan Kolaborasi Besar Atasi Sampah Dari Tingkat Desa

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa penanganan sampah di Kabupaten Bogor harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh pihak hingga tingkat desa, serta didukung peran aktif masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Bantuan Keuangan Akselerasi Pengelolaan Sampah yang digelar pada Rabu, (29/4/26)

Rapat ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih terstruktur dan menyeluruh, sekaligus mempercepat pembangunan berbasis desa melalui dukungan bantuan keuangan.

Bupati Bogor menjelaskan, kolaborasi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, hingga RT/RW menjadi kunci utama dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif. Penanganan dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai dari pengurangan sampah di sumber, penguatan edukasi masyarakat, hingga penyediaan sarana dan prasarana pendukung di tingkat desa dan lingkungan.

“Penanganan sampah di Kabupaten Bogor harus dilakukan secara kolaboratif melibatkan seluruh pihak hingga tingkat desa dan peran aktif masyarakat. Ini didukung oleh penguatan anggaran melalui bantuan keuangan sebagai langkah strategis untuk mendorong sistem yang lebih terstruktur dari hulu ke hilir,” ujar Bupati Bogor.

Dalam mendukung hal tersebut, Bupati Bogor mengarahkan pemanfaatan bantuan keuangan desa secara proporsional, termasuk untuk program penanganan sampah, penguatan Kampung Ramah Lingkungan (KRL), serta penyediaan fasilitas pendukung di tingkat desa dan RW. Program KRL juga didorong berbasis kewilayahan strategis dan diperkuat melalui kompetisi antar RT/RW guna meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah juga membuka peluang penataan dan legalisasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ilegal dengan kriteria tertentu, agar pengelolaan sampah dapat lebih tertib dan terintegrasi dalam sistem yang berkelanjutan.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan terciptanya sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya efektif, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kebersihan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dukungan bantuan keuangan akselerasi diharapkan mulai tersalurkan pada Juni 2026 sebagai penguat implementasi di lapangan.***

Daftar Prodi yang Akan Ditutup Pemerintah: Kemdiktisaintek Targetkan Jurusan Tak Sesuai Industri

0

Bogordaily.net – Daftar prodi yang akan ditutup pemerintah menjadi sorotan utama dalam arah baru kebijakan pendidikan tinggi nasional. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka opsi untuk mengevaluasi hingga menutup program studi (prodi) yang dinilai tidak lagi relevan dengan kebutuhan industri, seiring meningkatnya jumlah lulusan yang tidak terserap pasar kerja.

Langkah ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, dalam Simposium Nasional Kependudukan 2026 di Badung, Bali. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi perlu melakukan seleksi ketat terhadap prodi yang ada saat ini.

“Perlu kita pilih, kita pilah, dan kalau perlu ditutup untuk bisa meningkatkan relevansi,” ujar Badri.

Kebijakan ini muncul di tengah ketimpangan antara jumlah lulusan dan kebutuhan tenaga kerja. Setiap tahun, perguruan tinggi di Indonesia meluluskan sekitar 1,9 juta mahasiswa, terdiri dari 1,7 juta sarjana dan sisanya diploma. Namun, tidak semua lulusan tersebut terserap di dunia kerja, terutama saat terjadi gejala deindustrialisasi dini.

Dalam konteks ini, daftar prodi yang akan ditutup pemerintah menjadi bagian dari strategi besar untuk menyesuaikan pendidikan tinggi dengan kebutuhan masa depan. Pemerintah mendorong kampus untuk mengembangkan program studi yang mendukung delapan sektor industri strategis, yakni energi, pangan, kesehatan, pertahanan, maritim, hilirisasi, digitalisasi, dan manufaktur maju.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyoroti fenomena kelebihan suplai lulusan di sejumlah bidang. Misalnya, proyeksi menunjukkan potensi surplus tenaga medis seperti dokter pada tahun 2028 jika tidak dikendalikan. Di sisi lain, jurusan keguruan meluluskan sekitar 490.000 mahasiswa per tahun, sementara kebutuhan tenaga guru hanya sekitar 20.000 orang.

Kondisi ini mendorong pemerintah untuk menggeser pendekatan dari market driven menjadi market driving, yakni tidak sekadar mengikuti tren minat mahasiswa, tetapi juga mengarahkan kebutuhan pasar melalui desain program studi.

Meski demikian, kebijakan daftar prodi yang akan ditutup pemerintah tidak lepas dari kritik. Kalangan akademisi mengingatkan agar pendidikan tinggi tidak semata-mata dijadikan alat pemenuhan kebutuhan industri.

Pakar Kajian Budaya dan Media Universitas Muhammadiyah Surabaya, Radius Setiyawan, menilai pendekatan “link and match” berpotensi mengurangi ruang pengembangan nalar kritis mahasiswa.

“Konsep ini bisa melahirkan manusia yang kurang kritis dan terlalu berorientasi material,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa sejak era Orde Baru, pendidikan kerap diposisikan sebagai instrumen pembangunan dan industrialisasi, bukan sebagai ruang pembentukan karakter dan pemikiran kritis.

Di tengah wacana evaluasi tersebut, sejumlah jurusan masih mencatat daya tampung besar di berbagai perguruan tinggi. Di antaranya adalah program studi hukum dan manajemen yang tetap menjadi favorit dengan kapasitas ratusan mahasiswa per kampus.

Kebijakan penataan hingga penutupan prodi ini menjadi sinyal kuat perubahan arah pendidikan tinggi di Indonesia. Pemerintah berharap langkah ini dapat menekan angka pengangguran terdidik sekaligus meningkatkan relevansi lulusan. Namun, tantangan tetap ada untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan industri dan fungsi pendidikan sebagai pilar pembentukan karakter bangsa.***