Sunday, 10 May 2026
Home Blog Page 5345

Setelah Rendang Babi, Kini Muncul Nasi Uduk Babi. Begini Faktanya!

0

Bogordaily.net – Makanan bab sedang hits belakangan ini. Setelah rendang babi kini muncul lagi Nasi Uduk Babi. Kasusnya pun serupa nasi uduk itu kini viral dan menghebohkan publik.

Polisi pun langsung bergerak cepat, memeriksa kebenaran Nasi Uduk Babi tersebut. Kapolsek Penjaringan Kompol Ratna Quratul Aeny mengatakan pihaknya tengah mengecek kebenaran informasi terkait usaha tempat makan Nasi Uduk Aceh yang menjual dendeng babi di Pluit, Jakarta Utara.

“Lagi dicek,” kata Ratna kepada wartawan terkait Nasi Uduk Aceh yang jual dendeng babi yang kini tengah heboh.

Ratna mengungkapkan pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih jauh terkait hal itu. Pihaknya masih menunggu hasil pengecekan tim di lapangan.

“Nunggu hasil pengecekan ya,” tutupnya.

Nasi Uduk Aceh Dendeng Babi

Sebelumnya diberitakan, pengguna Instagram @rajifirdana yang membagikan pengalamannya ketika hendak menyantap nasi uduk atau nasi gurih Aceh yang ternyata mengandung lauk daging babi.

Dia menceritakan awalnya hendak mencari sarapan pagi di tempat langganannya. Namun restoran tersebut, sehingga ia dan keluarga mencari opsi makanan lain di sekitar daerah Pluit, Jakarta Utara.

“Kebetulan lagi hits nasi padang rendang babi. Saya mau cerita sedikit tentang pengalaman pribadi dan keluarga waktu nyari sarapan pagi di tempat langganan kita di @nasigurihpakzuljakarta. Kebetulan tempatnya tutup dan kita nyari opsi makanan lain disekitar @nasigurihpakzuljakarta daerah Pluit,” tulisnya, dikutip Selasa 14 Juni 2022.

“Singkat cerita, hasil dari googling ketemu lah @nasi_uduk_aceh77 yang lokasi masih seputaran Pluit Pluit juga,” sambungnya.

Setelahnya ia pun dan keluarga menuju ke lokasi Pasar Muara Karang. Awalnya ia mengaku tak merasa curiga sekali dengan rumah makan nasi uduk tersebut.

“Pas sampai di lokasi kita gak curiga sama sekali karena brand yang dimunculikan kan ‘Nasi uduk Aceh’. Tapi pas ngeliat dendengnya punya warna yang unik dan beda dengan dendeng yang biasa kita lihat di Aceh,” tulisnya.

Ia kemudian bertanya kepada pegawai rumah makan tersebut. Namun tak mendapat jawaban. Justru pelanggan di lokasi itu yang menjawab.

“Rupanya benar aja, dendeng yang dijual rupanya gak halal, dan berbahan dasar babi. ‘Seingat’ saya malah karyawan di situ ada yang pakai jilbab. Setelah itu kita langsung pulang dan cari sarapan di tempat lain,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, pada dasarnya tidak mempermasalahkan soal makanan babi atau semacamnya. Namun ia mengingatkan terkait Undang-Undang di Aceh soal kekhususan syarit Islam.

“Prinsipnya begini, kita gak mempermasalahkan soal makanan babi atau semacamnya, karena kita semua punya Hak dan dilindungi. Tapi perlu digarisbawahi juga, kalau Aceh juga punya Undang-Undang tersendiri terkait kekhususan Syariat Islam.”

“Saya pikir semua orang pasti tahu kalau #masakanacehhalal, orang-orang kalau mau kulineran masakan Aceh gak perlu ragu soal kehalalannya. Jadi yang saya kritisi adalah brand Aceh yang muncul di produk tersebut, tapi menjual makanan non halal. Saya pikir kurang arif masakan Aceh/brand nama Aceh disandingkan dengan makanan non halal.”

“Sekali lagi, saya lahir dan besar juga di lingkungan teman-teman non muslim. Jadi saya tidak mempermasalahkan usaha makanan non halalnya. Tapi menempatkan nama Aceh yang identik dengan Keislaman dan Kehalalannya yang disandingkan dengan makanan non halal, saya pikir kurang bisa diterima masyarakat Aceh khususnya,” pungkasnya. ***

Sumber: suara.com

Kolaborasi Dengan Ormas, Ini Tujuan Pemkab Bogor

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor lakukan kolaborasi dan sinergitas bersama Oragnisai Masyarakat (Ormas) guna membahas Bogor Sehat.

Pembahasan tersebut berlangsung di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bogor, pada Senin 13 Juni 2022.

Selain membahas tentang Bogor Sehat, Kegiatan ini untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi antar stakeholder, dalam meningkatkan optimalisasi pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan penanggulangan narkoba.

Menurut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) Kabupaten Bogor, Hadijana ia mengatakan, Pemkab Bogor terus berupaya meningkatkan cakupan kepesertaan JKN.

“Sampai April 2022, cakupan JKN Kabupaten Bogor  82,86%, artinya  17,14% belum memiliki atau belum terdaftar dalam program JKN sehingga dibutuhkan sinergi dan kolaborasi antar seluruh stakeholder,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) Kabupaten Bogor, Hadijana.

Hadijana menambahkan, dengan kolaborasi dan sinergitas, antara Pemkab Bogor dan Ormas, bisa mewujudkan kondusifitas khususnya di wilayah Bumi Tegar Beriman.

“Saya harap seluruh Ormas berperan aktif dalam pembangunan dan turut menjaga kondusivitas daerah demi terwujudnya Kabupaten Bogor termaju, nyaman dan berkeadaban,” tambahnya.

Selain itu, untuk meningkatkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Pemkab Bogor telah menyusun berbagai strategi.

“Salah satu upaya untuk meningkatkan cakupan JKN, dan pelayanan dasar kesehatan khususnya bagi fakir miskin, masyarakat tidak mampu dan penyandang masalah kesejahteraan sosial, Pemkab Bogor menerbitkan Kartu Bogor Sehat yang terintegrasi dengan kartu JKN-KIS dari BPJS,” tutup Hadijana*

(Muhammad Irfan Ramadan)

Pemkab Bogor Terus Dalami Kasus 2 Pabrik Tahu Berformalin di Desa Waru Jaya

Bogordaily.net– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus dalami kasus dua pabrik tahu berformalin di Kampung Waru Kaum, Desa Waru Jaya, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.

Yang mana dua pabrik tahu berformalin tersebut tidak memiliki izin resmi. Dan tahu berformalin tersebut sudah terdistribusi ke beberapa pasar yang ada di Kabupaten Bogor.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bogor, Dace Supriadi menegaskan, kedua pabrik tahu berformalin tersebut tak mengantongi izin.

“Tidak mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB), dua pabrik dengan kapasitas produksi 120 juta tahu per bulan itu juga belum memiliki izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dari Dinas Kesehatan,” kata Kepala DPMPTSP Kabupaten Bogor, Dace Supriadi kepada wartawan Selasa 14 Juni 2022.

Atas hal tersebut, kata Dace, pihaknya akan segera melaporkan kepada Bupati Bogor, karena dua pabrik tahu berformalin tersebut sangat bebahaya bagi masyarakat.

“ini akan dilaporkan ke bupati karena berbahaya untuk masyarakat. Jadi keduanya hanya memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) sejak 9 Maret 2019 untuk keperluan distribusi produk ke berbagai pasar di beberapa daerah,” tutup Dace.

Sebelumnya diberitakan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, berhasil mengungkap pabrik tahu yang menggunakan formalin di Kampung Waru Kaum, Desa Waru Jaya, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor pada Jumat 10 Juni 2022.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Penny Kusumastuti Lukito mengatakan, sejak Januari 2022, ia bersama pihaknya telah mengintensifkan penyelidikan terhadap rumah atau pabrik industri makanan yang menyalahi aturan.

“Ini hasil kerjasama yang baik dengan para pihak terkait dan dinas setempat. Harus diberhentikan proses produksinya, dan diberi sanski yang tegas,” kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Penny Kusumastuti Lukito kepada wartawan saat jumpa pers pada Jumat 10 Juni 2022.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Pemkab Bogor Serius Bahas Penataan Wilayah

0

Bogordaily.net – Serius lakukan penataan wilayah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, akan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dalam waktu dekat.

Bukti keseriusan Pemkab Bogor dalam mengoptimalkan penataan wilayah, salah satunya dengan melakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk melakukan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin mengatakan, posisi Kabupaten Bogor ini sangat strategis baik lokal, regional dan nasional.

“Strategis regional kita berada di Jabodetabekpuncur, strategis nasional kita ini sebagai pendukung ibu kota Negara dan strategis lokal karena kita berbatasan dengan 11 Kabupaten/Kota perbatasan, sehingga penataannya harus memperhatikan tata ruang baik fungsi lokal, regional dan nasional,” kata Burhanudin saat memimpin KP 1 penyusunan RTRW yang berlangsung di Lorin Sentul Hotel Babakan Madang, Senin 13 Juni 2022.

Burhanudin juga mengakak kepada seluruh Camat yang ada di Kabupaten Bogor, untuk lebih cermat dalam membangun wilayahnya masing-masing, sehingga dapat selaras dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bogor tahun 2016-2036.

“Juga pengaturannya harus benar dan seimbang menyesuaikan dengan rencana kebijakan Kabupaten Bogor ke depan. Programnya terintegrasi dan pengelolaannya kita laksanakan kolaborasi secara bersama-sama,” tambahnya.

Selain itu, kata Burhanudin, penyelenggaraan FGD KLHS 2 yang menghasilkan rumusan 10 isu pembangunan, merupakan paling stategis di Kabupaten Bogor.

“Pembentukan Tim Pokja KLHS, dan Konsultasi Publik KLHS 1 untuk mengindentifikasi dan merumuskan isu-isu strategis pembangunan berkelanjutan. dan terakhir adalah Bimtek, sosialisasi dan pelatihan aplikasi PADI kepada penyuluh kecamatan dan masyarakat terkait pendataan lokasi sawah berbasis digital,” tutup Burhanudin*

(Muhammad Irfan Ramadan)

Besaran Iuran BPJS Kesehatan Sesuai Gaji Mulai Juli 2022

0

Bogordaily.net – Selain menghapus kelas dalam BPJS Kesehatan. Pemerintah juga akan memberlakukan uran BPJS Kesehatan Sesuai Gaji Mulai Juli 2022.

Aturan baru itu menyebutkan besaran iuran BPJS Kesehatan sesuai gaji akan diberlakukan.

Kabar terbaru, akan ada penghapusan tingkatan kelas yang dilakukan pada layanan ini. Yang awalnya layanan terbagi menjadi tiga kelas, kelas 1, kelas 2, dan kelas 3, nantinya akan digunakan aturan baru dengan Kelas Rawat Inap Standar atau KRIS per Juli 2022. Hal ini juga berpengaruh pada besaran iuran BPJS Kesehatan sesuai gaji yang diterapkan pada periode yang sama.

Rencana eksekusi besaran iuran BPJS Kesehatan sesuai gaji ini didasarkan pada aspek keadilan dan prinsip asuransi sosial. Jadi setiap peserta BPJS Kesehatan akan membayarkan iuran dengan acuan sekian persen dari gaji yang dimilikinya.

Besaran Tarifnya Masih Didiskusikan

Sebenarnya penyetaraan iuran BPJS Kesehatan sendiri bukan hal yang baru di dunia ketenagakerjaan dan kesehatan. Untuk pekerja penerima upah misalnya, pembayaran BPJS Kesehatan dilakukan dengan acuan gaji yang diterima.

Hal ini sudah berlaku sejak beberapa waktu yang lalu, dna terbukti cukup efektif dan tepat sasaran. Besar gaji yang digunakan untuk iuran BPJS Kesehatan adalah 5%, dengan rincian 4% dibayarkan perusahaan, dan 1% dibayarkan oleh penerima gaji.

Pertimbangan atas besaran persentase pada gaji guna iuran ini ditujukan agar ada asas keadilan, dan tidak memberatkan peserta BPJS Kesehatan. Maka dari itu, berbagai variabel terus dimasukkan dalam pertimbangan agar nantinya ada angka yang tepat untuk iuran semua orang.

Masih Menggunakan Tarif yang Sama

Hingga bulan Juni 2022 ini, tarif BPJS Kesehatan yang diterapkan masih sama dengan periode sebelumnya. Selain pada kaum penerima upah sebesar 5% dengan rincian di atas, peserta pada golongan lain juga tetap memiliki angka iuran yang sama.

Kelas 1 senilai Rp150.000 per orang per bulan, kemudian Kelas 2 senilai Rp100.000 per orang per bulan, dan Kelas 3 sebesar Rp35.000 per orang per bulan. Untuk kelas 3 sendiri diberikan subsidi sebesar Rp7.000 per orang per bulan (angka awal adalah Rp42.000 per orang per bulan).

Untuk masyarakat kurang mampu dan masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial, maka iuran yang menjadi kewajibannya akan dibayarkan oleh pemerintah.

Sumber: suara.com

Kecamatan Sukaraja Raih Kunci Tiket 16 Besar Piala Bupati Bogor U-19

0

Bogordaily.net – Tim Sepakbola Kecamatan Sukaraja, memastikan tiket kebabak 16 besar Piala Bupati Bogor usia-19 tahun, usai mengalahkan Bogojonggede pada babak penyisihan Grup D, dengan skor 2-1, yang berlangsung di Stadion Mini Cibinong, Senin 13 Juni 2022.

Pertandingan antara Sukaraja melawan Bojonggede, berlangsung dengan tensi tinggi, sebab kedua tim sama-sama mengicar kemenangan untuk mengamankan tiket lolos ke fase berikutnya.

Manajer tim Kecamatan Sukaraja, Ujang Supriadi mengaku puas atas kemenangan yang diraih timnya hingga berhasil dapatkan tiket 16 besar pada laga penentu Grup D Piala Bupati Bogor usia-19, tahun 2022.

Apalagi posisi Sukaraja belum aman, tapi dengan kemenangan ini, menempatkan Sukaraja keluar sebagai juara Grup D bersama Kecamatan Cibinong, yang menang 3-1 dari Kecamatan Rancabungur, di Lapangan Yon Armed Cimandala, Kecamatan Sukaraja, dihari dan jam yang sama.

“Alhamdulillah kami lolos ke fase berikutnya. Dan kemenangan ini, adalah buah dari kerja keras pemain selama bertandingn sehingga kami bisa memenangkan laga penentu grup D,” ucapnya

Lanjut kata Ujang, pihaknya akan menunggu jadwal pertandingan berikutnya yakni babak 16 besar. Apalagi babak 16 besar nanti akan dimainkan sistem gugur.

Jadi tidak ada kata untuk tidak mempersiapkan pemain lebih baik. Karena lawan yang akan dihadapi nanti, merupakan tim-tim yang keluar sebagai juara dan runner up grup.

“Kita tidak mau terlalu beruforia. Karena perjuangan masih panjang. Jadi kami harus persiapkan pemain-pemain kami, sebelum kick off babak 16 besar,” jelasnya.

(Albin)

Pemkab Lima Puluh Kota Sumatera Kunjungi Pemkab Bogor, Obrolkan Rumah Tahfidz

Bogordaily.net-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mendapat kunjungan dari Pemkab Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat. Kunjungan kerja tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bupati Bogor, Cibinong pada Selasa 14 Juni 2022.

Kunjungan kerja yang dilakukan Pemkab Lima Puluh Kota Sumatera itu, membahas beberapa program keagamaan, yaitu rumah tahfidz quran serta pelaksanaan tahfidz Al-qur’an.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin mengatakan, Pemkan Bogor senantiasa mencipatakan situasi yang kondusif bagi syiar dakwah Islam.

“Alhamdullilah kita dipercaya oleh Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai tempat bertukar informasi, sehingga kita dapat bersilaturahmi sebagai upaya membangun networking, sinergitas, sharing dan bertukar informasi terkait Program Tahfidz Al-Qur’an,” kata Sekda Kabupaten Bogor Burhandin pada Selasa 14 Juni 2022.

Lanjutnya ia menambahkan, Pemkab Bogor sangat serius dan tidak main-main dalam melaksanakan program tahfidz Al-qur’an.

“Untuk mendorong terciptanya kesalehan sosial masyarakat, serta tercapainya Karsa Bogor berkeadaban, kami senantiasa berupaya menciptakan situasi yang kondusif bagi peningkatan syiar dakwah Islam,” tambahnya.

Keseriusan Pemkab Bogor, kata Burhanudin, dalam melaksanakan program tahfidz Al-qur’an, dibuktikan dengan rekruitmen yang sudah tercantum pada Peraturan Bupati Nomor 11 tahun 2021.

“Rekruitmen baik calon pembina dan peserta tahfidz Al-Qur’an ini, didasarkan pada Perbup No 11 Tahun 2021. Tentang program pembinaan tahfidz Al-Qur’an dengan mengedepankan asas objektif transparan dan akuntable,” tutup Burhanudin.

Untuk diketahui, program pembinaan Tahfidz Al-Qur’an di Kabupaten Bogor sudah mencetak 1000 orang hafidz pada akhir periode RPJMD 2018-2023.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Halimatu Sadiyah Lantik 8 Orang Ketua TP PKK Tingkat Kecamatan

0

Bogordaily.net – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bogor, Halimatu Sadiyah Iwan, melantik delapan orang ketua TP PKK tingkat Kecamatan.

Pelantikan tersebut berlangsung di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Selasa 14 Juni 2022.

Delapan orang tersebut yang dilantik berasal dari, Kecamatan Caringin, Kecamatan Megamendung, Kecamatan Bojonggede, Kecamatan Sukamakmur, Kecamatan Tenjo, Kecamatan Kemang, Kecamatan Sukaraja, dan Kecamatan Babakan Madang.

“Atas nama pribadi, dan Ketua TP PKK Kabupaten Bogor, saya ucapkan selamat, kepada para Ketua TP PKK Kecamatan yang baru dilantik,” kata Halimatu Sadiyah Iwan pada Selasa, 14 Juni 2022.

Lanjutnya ia mengatakan, delapan orang yang dilantik menjadi ketua TP PKK tingkat Kecamatan tersebut, sudah mempunyai pengalaman dan wawasan yang kredibilitas.

“Saya yakin, dan percaya bahwa mereka sudah memiliki wawasan, pengalaman, dan kemampuan tentang pengelolaan gerakan PKK,” tambahnya.

Tugas dan tanggung jawab, kata Halima, kepada delapan orang yang dilantik tidaklah mudah, ia harus memfokuskan keluarga menjadi fokus perhatian para TP PKK, khususnya di wilayah Kecamatan mereka masing-masing.

Selain itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) Kabupaten Bogor, Hadijana menambahkan, keluarga merupakan institusi utama dalam fokus tugas TP PKK*

(Muhammad Irfan Ramadan)

Pulau Rubiah, Tempat Karantina Calhaj di Masa Kolonial Kini Jadi Destinasi Wisata

0

Bogordaily.net – Mungkin cerita ini tidak banyak yang tahu. Pulau Rubiah. Pulau pertama yang dijadikan lokasi karantina para jemaah haji Indonesia di masa kolonial dulu dan kini jadi destinasi wisata.

Pulau itu kini jadi salah satu destinasi wisata. Letaknya di Pulau ini, Sabang, Aceh, pusat karantina haji ini terletak di gedung yang berada di tengah-tengah pulau Rubiah, Sabang.

Lokasinya berada sekitar 150 meter dari dermaga Pulau ini yang juga merupakan surga snorkling bagi para wisatawan.

Seperti apa potret Pulau Rubiah tersebut? Berikut fakta-fakta unik pulau yang kini menjadi pusat karantina jemaah haji pertama di Indonesia.

1. Pusat Sejarah Perhajian di Tanah Air

Pada awal pembangunannya, terdapat beberapa gedung yang dibangun di atas lahan seluas 10 hektar pada Pulau Rubiah. Namun, kabarnya saat ini hanya tersisa dua bangunan tua saja yang kini sudah tidak terawat, dan sisa bangunan yang lain telah lapuk oleh usia serta telah melewati berbagai fenomena.

Namun, meskipun kondisi gedung tersebut sudah tidak terawat, bangunan tua tersebut masih menyimpan berbagai bukti sejarah mengenai perhajian dan penerapan karantina di tanah air pada zaman Hindia Belanda.

Oleh karenanya, karantina haji bukan istilah baru di Indonesia.

2. Menjadi Sejarah Karantina Haji di Indonesia

Melihat dari sejarah, di masa Hindia Belanda, para jemaah haji yang hendak berangkat dan pulang dari Makkah akan menetap terlebih dulu di pusat karantina selama kurang lebih 1 bulan.

Dari beberapa referensi disebutkan, terdapat dua lokasi karantina haji pada masa tersebut, yaitu Rubiah dan Pulau Onrust, Kepulauan Seribu yang saat ini masuk wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Pulau Rubiah tersebut menjadi pusat karantina bagi para jemaah haji Aceh dan daerah lainnya yang ada di Sumatera. Sedangkan Onrust, menampung para jemaah haji yang berasal dari pulau Jawa.

3. Tempat Karantina Haji Pertama di Indonesia dan Termewah Pada Masanya

Pulau Rubiah yang berada di Sabang, Aceh ini merupakan tempat karantina haji pertama yang ada di Indonesia dan juga menjadi pusat karantina termewah pada masanya. Bangunan haji di bagian ujung barat Indonesia tersebut sudah berdiri sejak masa kolonial Belanda di tahun 1920 silam.

Pada masanya, pusat karantina tersebut menyediakan berbagai fasilitas lengkap seperti penginapan, rumah sakit, laundry, kamar mandi dan juga dilengkapi dengan listrik.

Gedung karantina haji tersebut juga merupakan tempat transit bagi para jemaah haji yang hendak berangkat ke tanah suci melalui jalur laut. Para jemaah haji pada masa itu akan menginap terlebih dulu di pulau Rubiah, sebelum nantinya akan diantar dengan kapal menuju kapal yang besar yang akan mengantar para jemaah haji ke Tanah Suci Mekkah.

Sumber: Suara.com

Cerita Anak-anak Panti, Baru Tahu Eril Anak Gubernur dari Tayangan Tv

0

Bogordaily.net – Eril atau Emmeril Kahn Mumtadz punya cerita dan kesan sendiri bagi anak-anak panti asuhan di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dia kerap berbuat baik tanpa mendompleng nama ayahnya.

Salah satunya yang dirasakan puluhan anak-anak panti asuhan Roudotul Amanah di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Mereka kaget ketika menyaksikan siaran berita yang menayangkan tenggelamnya Emmeril Kahn Mumtadz di Sungai Aaere, Bern, Swiss pada 26 Mei 2022 lalu.

Mereka tak menyangka ternyata putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil itu merupakan sosok yang membelikan baju bagi puluhan anak yatim di panti asuhan yang terletak di Kampung Cibungur, Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar itu.

Eril, sapaan Emmeril saat akhir Ramadhan tahun 2019 membelikan pakaian hingga Tunjangan Hari Raya (THR) kepada puluhan anak yatim di panti tersebut.

Namun, mereka sama sekali tidak mengetahui ternyata sosok lelaki baik itu adalah Eril, putra orang nomor satu di Jawa Barat.

Muhamad Raihan Mauludin (12), bocah panti yang saat itu masih duduk di bangku kelas 3 SD masih ingat jelas bagaimana Eril mendampinginya dan memilihkan baju untuknya.

“Dulu diajak ke mall. Waktu itu dibeliin satu kemeja, sama dua kaos dan satu bola tendang sama kakak baik (Eril),” tutur Raihan seperti dikutip dari Suara.com, belum lama ini.

Ia sama sekali tidak tau identitas lelaki yang mengajak mereka pergi ke pusat perbelanjaan mewah di Kota Bandung.

Raihan hanya tahu lelaki baik hati yang disebutnya kakak baik, yang berkeliling mall dan membelikan apa saja yang diinginkannya.

“Bajunya sampai sekarang masih disimpan. Masih bersih kaya baru. Ini kenang-kenangan dari kakak baik (Eril) yang saya punya,” ungkap Raihan.

Setelah 3 tahun kemudian, Raihan baru tahu bahwa sosok ‘kakak baik’ yang ia kenal adalah putra sulung Gubernur Jawa Barat. Ia tahu dari pemberitaan bahwa sosok Eril lah yang begitu baik. ***

Sumber: suara.com