Sunday, 26 April 2026
Home Blog Page 5527

Nasib Menagih Menagih, Ditusuk Teman Sendiri di Stadion Sangkuriang Bandung Hingga Tewas

0

Bogordaily.net – Inilah cerita anekdot bahwa penghutang selalu lebihgalak dari pemberi hutang. Bahkan sampai tega membunuh si penagih hutang. Kisah ini benar-benar terjadi, penagih hutang ditusuk hingga tewas di Stadion Sangkuriang Bandung.

Pemicunya, pelaku kesal karena terus menerus ditagih hutang yang belum bisa dia lunasi. Saking kesalnya pelaku akhirnya gelap mata dan menghabisi si pemberi hutan yang bukan lain adalah temannya sendiri.

Pelakunya berinisial MRS alias Nanu (20) menikam temannya sendiri menggunakan senjata tajam. Insiden penikaman menggunakan senjata tajam itu nyaris membuat korban kehilangan nyawanya.

Aksi tindak pidana penganyaiaan itu dilakukan pelaku di Stadion Sangkuriang, Kota Cimahi pada Kamis (12/5/2022) sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu kondisi stadion terbengkalai itu sudah gelap dan sepi.

Pelaku MRN kini sudah diamankan Unit Reserse Kriminal Polsek Cimahi bersama Satuan Reserse Kriminal Polres Cimahi. Pelaku dihadirkan langsung saat gelar perkara kasus pada Rabu (18/5/2022) di Mapolres Cimahi.

Wakapolres Cimahi, Kompol Niko N Adiputra mengungkapkan, kasus tersebut bermula ketika pelaku meminjam uang sebesar Rp 2,5 juta kepada korba berinisial AS (18). Namun pelaku kesal sebab korban terus menagihnya.

“Padahal pelaku posisi tidak memiliki uang karena belum memiliki pekerjaan,” ungkap Niko.

Kemudian pelaku merencanakan penganiayaan terhadap korban. Pelaku yang merupakan warga Kota Bandung itupun mengajak korban untuk bertemu dan sengaja memilih tempat sepi yakni di Stadion Sangkuriang.

Korban yang terpancing lantaran pelaku menyebutkan punya itikad baik untuk membayar utangnya pun menyetujui pertemuan tersebut. Mereka akhirnya bertemu pada malam Jumat. Sebelumnya keduanya bekerja di tempat yang sama.

Namun setibanya di pagar Tribun Barat Stadion Sangkuriang, tanpa basa-basi pelaku langsung mencekik leher korban.

“Korban berhasil melepaskan cekikan yang dilakukan oleh pelaku, kemudian pelaku membanting korban hingga terjatuh dan berposisi terlentang,” beber Niko.

Setelah melihat korban berlumuran darah kemudian pelaku meninggalkan korban di Lapang Sangkuriang seorang diri. Korban selamat setelah mendapat pertolongan pertama dari PMI Kota Cimahi dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Pihak kepolisian langsung bergerak untuk mengejar pelaku. Bermodalkan barang bukti berupa ponsel milik pelaku yang tertinggal di Stadion Sangkuriang, pelaku akhirnya bisa diamankan di wilayah Kota Cimahi.

Pelaku yang kini mendekam di Mapolres Cimahi itupun kini terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara. Dia disangkakan Pasal 355 Ayat 1 KUHPidana tentang penganiayan berat yang direncanakan terlebih dahulu.***

Rekomendasi Strategis KemenKopUKM, Wujudkan Koperasi Miliki Pabrik Minyak Goreng

0

Bogordaily.net – Pengembangan atau pabrik minyak goreng dan minyak makan merah (Red Palm Oil) dapat menjadi solusi dalam mengatasi masalah dan isu ketersediaan dan harga minyak goreng yang terjadi di Indonesia saat ini.

Selain itu, produksi dan pengolahan minyak makan merah akan menciptakan nilai tambah yang tinggi bagi petani melalui skema korporatisasi pangan berbasis koperasi.

“Itu rekomendasi yang dihasilkan dari pertemuan ini,” ungkap Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi pada acara Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Pengolahan Minyak Goreng Oleh Koperasi: Tantangan dan Peluang, di Jakarta, Selasa 17 Mei 2022.

Rekomendasi lainnya, minyak makan merah memiliki kandungan nutrisi/vitamin tinggi, yang sehat dan dapat digunakan sebagai solusi atas gizi buruk/stunting dan penyediaan nutrisi bagi masyarakat umum.

Rekomendasi keempat, lahan sawit rakyat tersebar di berbagai provinsi Indonesia yang perlu dikonsolidasi dan dioptimalisasi bagi kepentingan petani serta peningkatan produk lokal.

Kelima, pengembangan minyak makan merah menggunakan teknologi tepat guna sehingga dapat dikembangkan dan dikelola berbasis komunitas dengan skala investasi yang terjangkau dan dapat didesentralisasi di berbagai wilayah/regional.

“Rekomendasi keenam, pengembangan minyak makan merah membutuhkan skema standarisasi tertentu, di luar standar SNI minyak goreng pabrik,” papar Zabadi.

Atas rekomendasi itu, stakeholder yang hadir bersepakat atas beberapa hal. Pertama, mengarusutamakan pengembangan, pengolahan dan penggunaan minyak makan merah bagi koperasi dan UMKM di Indonesia.

Kedua, membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Pengolahan Minyak Makan Merah oleh Koperasi. Ketiga, membangun agenda aksi bersama untuk mengimplementasikan pengolahan minyak makan merah oleh koperasi dalam skala komersial.

“Keempat, membuat pilot project di beberapa wilayah di Indonesia sampai akhir tahun 2022,” papar Zabadi.

Oleh karena itu, Zabadi menekankan bahwa Perkebunan Sawit Rakyat yang masih dikelola petani swadaya kecil dengan kepemilikan lahan sekitar 2-4 hektar, dapat berkelompok membentuk kelompok tani, hingga akhirnya dapat mendirikan koperasi sebagai wadah konsolidasi lahan dan petani.

“Itu harus segera dipetakan. Kemudian, kita dampingi. Sehingga kemandirian para petani sawit untuk memiliki bargaining position dalam industri sawit skala kecil dapat diwujudkan,” ungkap Zabadi.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM (Online Data System/ODS), ada sekitar 454 koperasi sawit di Indonesia dan mayoritas ada di provinsi Riau, yang memang dari presentasi luasan lahan dan kapasitas produksi terbesar, yaitu sekitar 23,57% dari total areal lahan sawit di Indonesia.

Misalnya, salah satu koperasi di provinsi Riau yang secara mandiri telah mengelola kebun sawit seluas 1.562 hektar bersama sekitar 781 petani anggotanya, yaitu KUD Sumber Makmur di Kabupaten Pelalawan, Riau.

Selain itu, juga ada KSPPS BMT UGT Sidogiri yang akan mendirikan koperasi sawit di Kabupaten Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

“Untuk itu, dua koperasi tersebut dapat dijadikan pilot project pembangunan industri sawit rakyat,” tegas Zabadi.

Zabadi pun berharap, untuk selanjutnya Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) yang ada di 22 provinsi dan Serikat Petani Indonesia (SPI) dapat ikut mengkonsolidasikan para petani sawit untuk memperkuat kelembagaan ekonominya melalui koperasi.

Dijelaskan Zabadi, secara umum, kapasitas produksi Crude Palm Oil (CPO) dari TBS untuk 1-5 ton per jam termasuk skala mini, kapasitas rata-rata 5-20 ton per jam masuk skala menengah, dan kapasitas 30 sampai 60 ton per jam adalah skala besar.

Dari produksi CPO ini masih diperlukan proses fraksinasi dan proses lainnya sehingga dapat dihasilkan minyak goreng.

Minyak goreng yang dikenal di pasaran adalah yang berwarna kuning jernih dengan SNI 7709-2019 dengan kandungan Vitamin A mencapai 45 IU/gram.

Sementara, minyak sawit merah (Red Palm Oil) atau minyak makan merah dapat menghasilkan kandungan vitamin A cukup tinggi, yaitu sekitar 666 IU/gram.

“Penelitian dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) dan Riset Perkebunan Nusantara (RPN) ini yang perlu kita implementasikan untuk kemudian kita menemukan skala keekonomian dari produksi minyak goreng oleh koperasi,” papar Zabadi.

Bagi Zabadi, kehadiran Badan Standarisasi Nasional (BSN) juga diharapkan dapat secara khusus mengawal proses standarisasi minyak goreng skala koperasi dan UMKM ini.

Sehingga, masyarakat bisa mendapatkan pilihan yang rasional dalam memenuhi kebutuhan minyak goreng yang sehat dan terjangkau.

Untuk mewujudkan piloting ini, Zabadi berharap dukungan pembiayaan baik di sisi onfarm, yaitu dengan KUR Perbankan dan dari kelembagaan koperasinya melalui LPDB-KUMKM, baik untuk kebutuhan modal investasi dan modal kerja.

Dalam kesempatan yang sama juga Zabadi menegaskan perlu adanya komitmen bersama (dalam bentuk kesepakatan) untuk pengembangan minyak sawit milik rakyat.

“Ujungnya, kita dapat merumuskan model bisnis produksi minyak goreng oleh koperasi,” tandas Zabadi.

Sementara itu, Deputi Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN Zakiyah menegaskan bahwa pihaknya akan mendukung koperasi dan UMK dalam menghadirkan produk berkualitas dengan pertimbangan kesehatan masyarakat dan lingkungan.

“Kita dukung program KemenkopUKM dalam mendorong koperasi, juga usaha mikro dan kecil, memiliki industri minyak goreng sawit sendiri,” ujar Zakiyah.

Zakiyah menjelaskan, sebelum diwajibkan SNI, harus terpenuhi dulu hasil analisa riset dan adanya teknologi yang sudah memungkinkan.

“Kita memiliki program Bina UMK dimana ada pendampingan bagi UMK untuk mendapatkan SNI,” ucap Zakiyah.

Untuk itu, Zakiyah mengajak seluruh stakeholder untuk berkolaborasi dalam penerapan standarisasi bagi UMK dengan proses yang simpel dan mudah.

Ada kemudahan SNI untuk UMK risiko rendah. Mulai dari komitmen diaplikasi OSS-BKPM, aplikasi OSS, hingga Monev Online.

“BSN siap bekerjasama untuk menghasilkan standarisasi minyak goreng merah,” tegas Zakiyah.

Pabrik Rp100 Miliar

Narasumber lainnya, Ketua Apkasindo Kawali Tarigan menjelaskan bahwa dengan luas lahan kelapa sawit di Indonesia milik petani swadaya dan koperasi sebesar 42% dari total 16 juta hektar, sangat memungkinkan koperasi memiliki industri pengolahan minyak sawit sendiri.

“Andai kita memiliki pabrik sendiri, cukup dengan kapasitas produksi 15 ton/jam. Bahkan, yang ada di Pelalawan Riau, kapasitasnya sudah mencapai 30 ton/jam, dengan luas lahan sebesar 7000 hektar,” ulas Kawali.

Dengan begitu, lanjut Kawali, petani swadaya tidak lagi bergantung pada keberadaan pabrik-pabrik minyak sawit milik korporat besar.

“Banyak potensi yang bisa kita kembangkan, sehingga petani juga bisa naik kelas, tidak lagi bergantung pada pabrik minyak goreng yang ada,” kata Kawali.

Oleh karena itu, Apkasindo sangat mendukung koperasi memiliki pabrik dan refinary hingga penyuplai minyak goreng.

“Asosiasi siap membantu membangun pabrik di seluruh Indonesia, dengan modal kurang lebih sekitar Rp100 miliar,” ungkap Kawali.

Namun, ungkap Kawali, untuk mewujudkan Minyak Goreng Sawit milik koperasi tersebut, masih ada beberapa kendala menghadang.

Diantaranya, kebun masih berpencar-pencar, belum ada kepastian pasar, teknologi masih manual, modal usaha, hingga adanya tekanan korporasi besar terhadap petani.

“Tapi, ada juga peluang besar yang bisa dimanfaatkan. Yakni, sudah ada Koperasi Apkasindo, bahan baku melimpah, dan kebun kelapa sawit ada di 22 provinsi di Indonesia,” pungkas Kawali.

FGD diikuti Staf Khusus MenKopUKM Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Riza Damanik, Deputi Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian Badan Standarisasi Nasional BSN Zakiyah, Peneliti Utama Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Donald Siahaan, Kepala Divisi pada Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit Helmi M, Kepala Departemen Mikro Sales Management BRI Komaryati Diat, Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kawali Tarigan, Agus Ruli Ardiansyah (Serikat Petani Indonesia), dan Jarot Wahyu Wibowo (Direktur Pengembangan Usaha LPDB-KUMKM).

Yang hadir secara online adalah Peneliti Utama Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Kementan RI Prof Agus Pakpahan dan Ketua Kelompok Peneliti dan Manajer Inovasi OPSTP PPKS Frisda Panjaitan.***

Heboh Debt Collector Vs Ormas di Tasikmalaya, Adira Finance Digerudug

0

Bogordaily.net – Debt Collector Vs Ormas di Tasikmalaya heboh, kantor leasing Adira Finance pun akhirnya digerudug. Kasus ini buntut dari penarikan kendaraan di tengah jalan yang dilakukan para Debt Collector terhadap seorang anggota ormas.

Mereka tidak terima dengan perlakuan tersebut dan akhirnya mendatangi kantor leasing Adira Finance untuk memprotes sekaligus menanyakan perlakuan tersebut atas restu kantor finance tersebut atau tidak. Aksi mengambil paksa sepeda motor milik nasabah di Tasikmalaya, Jawa Barat pada Minggu 15 Mei 2022.

Terkait kasus ini, perusahaan Adira Finance Tasikmalaya mengaku tidak melakukan kerja sama dengan DC. Pihak perusahaan tidak memberi surat kuasa untuk mengambil motor milik konsumen tersebut.

“Jadi mereka massa dari gabungan ormas datang ke kantor Adira hanya ingin meyakinakan fakta hukumnya apakah ada kerja sama dengan DC tersebut,” ujar Jeni Tugistan, Kuasa Hukum Adira Finance, Selasa 17 Mei 2022 seperti dikutip dari suaracom.

Pihak perusahaan finance pun telah menyerahkan bukti bahwa Adira tidak ada kerja sama dengan DC untuk merampas atau menarik paksa motor konsumen.

“Jadi apabila mau melaporkan ke pihak kepolisian itu hak konsumen. Itu tindakan hukum arif dan bijaksana. Kita negara hukum berarti harus mematuhi aturan,” ujarnya.

Pihak perusahaan finance pun bersedia untuk menjadi saksi dalam kasus tersebut. Ia pun membenarkan bahwa motor yang dirampas oleh DC tersebut adalah konsumen Adira. Namun menegaskan tidak memberi kuasa kepada DC untuk menarik motor konsumen.

Jeni pun mengakui angsuran konsumen tersebut macet. Pihak perusahaan juga melakukan penagihan kepada konsumen sesuai prosedur. Dari melakukan somasi satu sampai tiga dan kunjungan. Pihaknya pun telah memberikan bukti angsuran macet kepada ormas tersebut.

“Sekali lagi kami tidak menyuruh DC untuk menarik motor konsumen. Malahan kami juga melakukan relaksasi kepada konsumen tersebut untuk melakukan membayar kewajibannya terhadap Adira,” pungkasnya.

Sebelumnya, Oknum DC di Kota Tasikmalaya kembali berulah. Kali ini mereka rampas motor warga secara arogan. Lokasinya di Jalan Sutisna Senjaya, tepatnya di Depan Bank Mandiri, Kota Tasikmalaya, Minggu 15 Mei 2022.

Tanpa basa basi beberapa orang DC tersebut mengambil paksa motor jenis Honda Beat milik Iwan.***

Final SEA Games 2021: Apriyani/Fadia Kalah dari Thailand, Indonesia di Ujung Tanduk!

0

Bogordaily.net– Final bulutangkis beregu putri SEA Games 2021 antara Indonesia vs Thailand berakhir dengan skor 16-21, 12-21. Wakil Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti kalah dari Jongkolphan K/Rawinda Prajongjai. Apriyani/Fadia kalah pada pertemuan tersebut membuat tim beregu putri Indonesia berada di ujung tanduk setelah tertinggal 0-2 dari Thailand.

Pada pertandingan yang dihelat di Bacqiang Gymnasium, Rabu, 18 Mei 2022, Apriyani/Fadia turun di partai kedua dalam usaha Indonesia menyamakan kedudukan.

Di partai sebelumnya, sebagaimana dilansir dari Detik.com, Putri Kusuma Wardani harus menyerah dua gim langsung saat berhadapan dengan tunggal pertama Thailand Pornpawee Chochuwong. Putri kalah 16-21, 20-22 usai berjuang selama 55 menit.

Apriyani/Fadia meraih poin pertama di gim pembuka, tetapi setelah itu kesulitan menambah angka dengan lawan terus melaju meraih poin demi poin.

Saat itu Jongkolphan K/Rawinda Prajongjai mencatatkan enam poin berturut-turut untuk memimpin 6-1 atas Apri/Fadia.

Dalam kedudukan tertinggal 6-9, Apriyani/Fadia sempat meraih empat poin beruntun untuk berbalik unggul 10-9. Ganda Indonesia itu juga memimpin 11-10 saat interval gim pertama.

Namun, Jongkolphan K/Rawinda Prajongjai kemudian bangkit dan berbalik unggul 12-11. Setelah keunggulan itu, keduanya terus menjaga jarak dari Apriyani/Fadia untuk merebut gim pertama dengan 21-16.

Di gim kedua, Apriyani/Fadia meraih tiga poin awal tetapi setelah itu mereka dikejar dan disalip lawan. Tujuh poin beruntun diraih Jongkolphan K/Rawinda Prajongjai untuk berbalik unggul 7-3.

Kemudian gantian Apriyani/Fadia yang menyamakan kedudukan. Poin demi poin mereka raih, untuk bikin skor jadi 7 sama di gim kedua ini. Namun, lawan lantas keluar dari tekanan, meraih tiga poin beruntun, dan memimpin saat interval gim kedua.

Setelah itu Jongkolphan K/Rawinda Prajongjai terus menambah poin demi poin dan menjaga jarak keunggulan dari Apriyani/Fadia. Kemenangan 21-12 pada akhirnya mereka raih dalam partai kedua yang berjalan 52 menit. Apriyani/Fadia kalah dalam pertandingan tersebut.***

Siswi SMK Negeri Bogor Puaskan Guru dan Penguji Demi Lulus Tugas Akhir

0

Bogordaily.net – Luapan rasa puas para guru dan penguji external dari industri animasi tak tertahankan saat melihat hasil karya tugas akhir siswi jurusan animasi SMKN 1 Ciomas.

Pasalnya karya tim Syifa Lutfia Nurmal atau bisa disapa Fael siswi kelas XII ini berhasil membawa para guru dan penguji tugas akhir time travel ke era animasi tahun 90-an.

“Saya jadi inget jaman saya masih sekolah dulu neh,” luapan spontan penguji usai menyaksikan karya yang berjudul “HEKSA-Hewan Angkasa” ini.

“Tugas akhir saya bersama Chiara Edriana Jasinda dan Citra Hasani sebagai background artis dan managemen produksi untuk sekolah menengah kejuruan. hal ini seharusnya menjadi AMV (Animation Music Video) sederhana tetapi berakhir sebagai film pendek karena ada komplikasi. Saya ingin memberi feel film seperti Digimon dan tayangan tv jadul 90-an karena itu adalah seri yang selalu menginspirasi saya dan saya suka aja sama estetika lama gitu. Jika saya melanjutkan ini mungkin akan dalam bentuk komik atau kumpulan MV singkat. Mengikuti perjalanan Aung untuk kembali ke planet asalnya dan mengalahkan Binasa,” seru Syifa.

“Tugas akhir tahun ini memang berbeda dengan tugas akhir sebelumnya. Karena tugas akhir ini siswa tidak hanya buat karya saja sebagi standar kompetensi kejuruan. Tapi disini siswa diarahkan mampu menghasilkan uang dari karya animasi mereka. Walau tak banyak uang yang dihasilkan setidaknya siswa mulai memahami peroses bisnis,” jelas Wanda Kurniawan, sebagai guru pembina.

Lebih lanjut Wanda mengarapkan, siswa bukan hanya mampu diserap oleh industri tapi juga mampu menjadi start up studio animasi di Indonesia.

“Seperti film Heksa ini selain membuat suvenir yang dijual-belikan, mereka juga berkerja sama dengan siswa jurusan RPL (Rekayasa perangkat lunak) untuk membuat versi video games,” paparnya.

tugas akhir

“Selain karya milik Fael, masih banyak karya dari siswa-siswi lain yang juga tidak kalah seru dan keren dalam tugas akhir tahun. Anak-anak banyak ambil referensi karakteristik animasi dari berbagai negara. Bukan hanya anime Jepang dan Hollywood tapi sudah mulai ke gaya Eropa bahkan Rusia. Walau demikian mereka tetap berusaha mencara garis yang menjadi ciri khas animasi indonesia. Kita juga berharap bisa mengadakan pameren tugas akhir untuk industri dan masyarakat umum secara offline,” harap Wanda tentang karya siswa-siswinya.

Film yang diupload di kanal Youtube dengan judul “HEKSA – Hewan Angkasa” diharapkan dapat mewarnai semangat anak muda indonesia ,dalam industri animasi dan mampu bersaing di tingkat global. Serta mendapat dukungan dari pemerintah daerah maupun pusat.***

Siswi SMP di Bandung ‘Dikerjain’ Sopir Angkot Lalu Dibiarkan Menangis Sampai Pagi

0

Bogordaily.net – Siswi SMP di Bandung dikerjai sopir angkot lalu dibiarkan menangis sampai pagi. Kejadian itu benar-banar menghebohkan dan kini sudah dalam penanganan polisi.

Bagaimana kronologis dan apa yang terjadi dalam kasus yang dialami Siswi SMP di Bandung itu akhirnya dibeberkan polisi. Pelakunya adlaah seorang sopir angkot jurusan Cijenuk-Cililin, Kabupaten Bandung Barat berinisial DA (32) diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang masih berstatus pelajar.

Aksi bejat yang dilakukan sopir angkot asal Cipongkor, Bandung Barat terhadap pelajar berinisial AK (15) itu terjadi pada Kamis 9 Mei 2022. Saat itu korban bersama temannya hendak melakukan perjalanan dari wilayah Cipongkor menuju Cililin, Bandung Barat.

“Saat itu, korban bersama satu temannya berjalan kaki hendak menginap di rumah temannya di wilayah Cililin. Di tengah perjalanan, dua remaja ini dihampiri oleh angkot Cijenuk-Cililin,” ungkap Kapolsek Sindangkerta, AKP Yogaswara saat dihubungi pada Rabu 18 Mei 2022 seperti dikutip dari suaracom.

Pelaku yang melihat korban yang sedang berjalan kaki menawari tumpangan kepada dua remaja tersebut. Namun, keduanya menolak tawaran itu dan kembali berjalan kaki menuju Cililin. Korban mengaku tidak memiliki uang.

“Akan tetapi sopir angkot tersebut tetap menyuruh naik meskipun korban tidak punya uang, dan sopir tersebut menjanjikan akan mengantar korban sampai ke Cililin,” ujar Yoga.

Korban yang sebelumnya tidak menaruh curiga akhirnya menerima tawaran pelaku. Korban bersama temannya naik dan duduk di bangku belakang.

Angkot pun berjalan kembali ke arah Cililin. Sekitar 10 menit perjalanan, seorang pria yang diketahui teman pelaku ikut naik. Tak berselang lama, pelaku memberhentikan kendaraannya di depan sebuah warung.

“Korban sempat menanyakan kenapa sopir menghentikan angkotnya. Namun, sopir menjawab dengan alasan karena sedang hujan dan sudah masuk waktu magrib,” beber Yoga.

Pelaku ternyata sudah menyiapkan minuman ringan dan obat untuk membuat korban tak berdaya. Pelaku kemudian meminta korban untuk meminum obat dan minuman ringan itu. Namun hanya teman korban yang meminumnya.

Pelaku kemudian kembali menjalankan angkotnya namun bukan ke arah tujuan awal. Pelaku mengarahkan angkot dan berhenti di lokasi yang tidak diketahui oleh korban.

“Di lokasi tersebut pelaku melakukan aksi bejatnya terhadap korban yang masih di bawah umur,” papar Yoga.

Setelah puas dengan aksi bejatnya, pelaku kemudian membiarkan korban menangis di bangku belakang sampai pagi hari.

“Setelah waktu menunjukan dini hari atau pagi hari, sopir pun mengantarkan korban dan temannya ke Cililin, dan sopir pun pergi meninggalkan korban,” tutupnya. ***

5 Villa Murah di Bali, No 3 Namanya Unik

0

Bogordaily.net – Villa dengan harga terjangkau di Bali, emang ada? Di balik hedonisme dan tempat favorit para turis internasional itu rupanya masih banyak tempat healing dengan biaya murah. Bali masih menjadi primadona banyak orang untuk urusan liburan serta melepas penat.

Villa murah di Bali pasti jadi incaran para traveler yang ingin berlibur taua istilah anak muda zaman now menyebutnya dengan healing. Di Pulau Dewata yang memiliki banyak pesona #WonderfulIndonesia ini, kamu tak hanya dapat menyegarkan diri dan pikiran dengan bepergian ke berbagai destinasi alam yang memukau. Sebab, dengan beristirahat di penginapan yang nyaman pun kamu bisa menikmati waktu rileks untuk healing dengan tenang, termasuk villa murah di bali juga bisa kamu dapatkan.

Ingin menikmati waktu healing di Bali dan bisa mendapatkan villa murah di bali? Yuk simak 5 rekomendasi penginapan dengan harga terjangkau yang dilansir dari berbagai sumber berikut ini.

1. Asvara Villa

Penginapan yang berada di Ubud ini dikelilingi hamparan sawah hijau yang menyejukkan. Setiap vila di Asvara Villa menyuguhkan suasana intim yang nyaman dan tenang di berbagai tipenya, mulai dari One Bedroom Villa hingga Royal Two Bedroom Villa dengan private pool dan jacuzzi.

Adanya fasilitas private pool dan jacuzzi ini bisa kamu manfaatkan untuk bersantai tanpa perlu pergi ke luar penginapan. Di sini, kamu juga bisa menikmati Honeymoon Package hingga Celebration Package lengkap dengan Candle Light Dinner yang manis. Fasilitas ini cocok untuk kamu dan pasangan yang ingin sekaligus merayakan bulan madu atau anniversary.

2. Amnaya Resort Nusa Dua

Hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp 1 jutaan, kamu sudah bisa healing dengan nyaman di Amnaya Resort Nusa Dua yang memiliki fasilitas lengkap dan layanan yang komprehensif. Mulai dari resepsionis 24 jam, layanan antar-jemput bandara, hingga fasilitas lain di kamar yang lengkap.

Penginapan yang satu ini memiliki sentuhan modern-etnik yang elegan. Setiap kamar di resor ini juga memiliki balkon yang bisa kamu jadikan tempat menikmati pemandangan Bali yang memesona.

3. Daun Lebar Villas

Masih di wilayah Ubud, kamu bisa menikmati waktu healing di vila unik bernama Daun Lebar Villas. Seperti namanya, desain atap di vila ini berbentuk layaknya daun yang lebar. Kamar-kamar yang tersedia di penginapan ini tak hanya nyaman, tapi juga nampak cantik dengan paduan pilihan warna putih, aksen kayu, dan warna-warna bumi yang menenangkan.

Meski memiliki harga yang cukup terjangkau, kamu sudah dapat menikmati fasilitas private pool hingga layanan spa. Di vila ini, kamu juga bisa menyaksikan panorama hutan yang tak kalah cantik.

4. Hideaway Villas Bali Uluwatu

Sesuai namanya, penginapan yang satu ini bisa dikatakan sebagai tempat ‘hidden’ atau tersembunyi yang menawarkan keindahan dan ketenangan. Pastinya, cocok buat kamu yang butuh healing di tempat tenang.

Penginapan ini memiliki infinity pool yang menghadap langsung ke alam Bali. Sehingga kamu bisa rileks berenang sambil menikmati view yang memukau. Fasilitasnya juga cukup lengkap dengan adanya Pudak Restaurant, spa, hingga gym.

5. Kayumanis Nusa Dua Private Villa & Spa

Ingin healing sambil menikmati pemandangan laut? Di sinilah tempatnya. Kamu bisa menikmati waktu rileks di penginapan ini yang menawarkan pemandangan laut langsung ke Pantai Nusa Dua.

Suasana villanya yang sejuk dengan banyaknya pepohonan hijau juga bisa bikin badan dan pikiran tambah segar. Selain bersantai ria, kamu juga bisa mencoba pengalaman berkesan dengan menikmati sarapan sambil melihat sunrise di pantai, makan siang sambil piknik di pantai, menjajal kelas memasak, dan lain-lain.

Seluruh rekomendasi penginapan di atas menerapkan standar CHSE (Cleanliness, Health, Sustainability, dan Environment) dari Kemenparekraf. Sehingga kamu tak perlu khawatir untuk menghabiskan waktu healing di sana karena telah dipastikan keamanan dan kenyamanannya.

Sejak 2021 lalu, Menparekraf RI Sandiaga Uno juga terus mendorong pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif termasuk juga di Bali untuk memulihkan pariwisata Tanah Air. Ia pun berharap reaktivasi pariwisata di Bali dapat memulihkan ekonomi masyarakat, terutama masyarakat Bali.

“Dalam membuka kembali pariwisata ini tentunya kita butuh dukungan industri, karena akhirnya yang mengeksekusi adalah teman-teman yang di garda terdepan yaitu yang bergerak di industri pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Sandiaga dikutip dari laman Kemenparekraf, Rabu 18 Mei 2022.

Sebelum liburan nantinya, pastikan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan ketat berupa 6M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas, serta menghindari makan bersama). Jangan lupa juga untuk melengkapi dosis vaksinasi kamu di fasilitas kesehatan atau sentra vaksinasi terdekat sebelum liburan.

Yuk, Ketahui! Perbedaan Partai Pengusung dan Partai Pendukung pada Pemilu

0

Bogordaily.net– Di dunia politik istilah partai pendukung dan partai pengusung tak asing terdengar. Apalagi mendekati masa pemilihan umum (Pemilu), pemilihan kepala daerah (Pilkada) atau pemilihan presiden (Pilpres).

Meski tampak sama, kedua istilah tersebut memiliki arti dan makna yang berbeda, karena terkait dengan posisi koalisi atau gabungan partai politik dalam ajang pesta demokrasi. Untuk membedakan makna atau arti partai pendukung dan pengusung, maka harus dilihat dulu keberadaan partai tersebut di parlemen.

Sebagaimana dilansir dari Suara.com, jika partai politik tersebut memiliki kursi di parlemen (DPR) dan perolehan suaranya memenuhi ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold), mereka bisa mengusung calon presiden. Dengan demikian, partai politik tersebut disebut dengan partai pengusung presiden.

Namun bila sebuah partai politik memiliki perwakilan atau kursi di DPR, tetapi tidak memenuhi persyaratan ambang batas pencalonan presiden, maka parpol tersebut harus bergabung, atau berkoalisi, dengan parpol lainnya yang telah memenuhi persyaratan presidential threshold. Dengan begitu mereka bisa turun mengusung calon presiden.

Sedangkan partai politik yang tidak memiliki kursi di DPR, mereka hanya menjadi pendukung calon presiden tertentu, yang sudah diusung oleh partai politik yang telah memenuhi persyaratan presidential threshold.

Agar lebih mudah memahaminya, contoh pada pemilihan presiden 2019 lalu. Saat itu ada dua pasangan capres dan cawapres yang bertarung. Mereka adalah Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Kedua capres dan cawapres tersebut membentuk dua poros koalisi. Dalam koalisi Jokowi-Maruf Amin yang menjadi partai pengusung adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Hanura.

Partai politik tersebut di atas memiliki kursi di parlemen dan bergabung agar memenuhi syarat presidential threshold.

Sementara ada juga partai politik yang mendukung pasangan Jokowi-Maruf Amin, tetapi mereka tidak memiliki kursi di parlemen seperti Partai Keadilan dan Persatuan (PKP), Partai Perindo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Karena tidak memiliki kursi di parlemen, maka ketiga partai politik tersebut dikategorikan sebagai partai pendukung.

Sama halnya di koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pasangan tersebut diusung oleh Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Empat partai politik tersebut disebut partai pengusung, karena memiliki kursi di DPR.

Karena politik itu cair, koalisi pendukung dan pengusung capres dan cawapres, biasanya tidak akan permanen. Setelah pilpres usai dan salah satu pasangan calon terpilih, komposisi koalisi bisa jadi akan berubah, sesuai dengan dinamika politik dan kepentingan masing-masing parpol. ***

Kim Jong-un Damprat Pejabat Malas Gara-Gara Covid-19 Tinggi di Korut

0

Bogordaily.net– Korea Utara (Korut) dilanda gelombang Covid-19 yang terus meluas. Kondisi tersebut membuat Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un geram. Ia bahkan mendamprat pejabat yang lalai dan malas.

“Ada ketidakdewasaan perihal kapasitas negara mengatasi krisis, sikap non-positif, kelambanan dan non-aktivitas (malas) pejabat terkemuka negara,” kata salah satu pejabat Korea mengulang pernyataan Kim dikutip CNN Indonesia dari KCNA via AFP.

Dalam rapat Politbiro pada Selasa, 17 Mei 2022 itu Kim Jong-un juga bersumpah akan membangkitkan semangat seluruh partai seperti gunung berapi yang aktif untuk melawan Covid-19.

Ia juga mengatakan wabah tersebut menyebabkan pergolakan besar secara nasional di Korea Utara.

Kim pun menetapkan sejumlah aturan untuk mencegah penyebaran virus yang semakin masif. Aturan itu di antaranya membatasi aktivitas, membagikan obat-obatan, dan mengerahkan tentara untuk membantu mendistribusikan obat. Tak hanya itu sekitar 3.000 tentara medis ambil peran dalam menangani wabah ini.

“Sistem pelayanan untuk mengantar dan memasok obat-obatan berlaku selama 24 jam,” demikian menurut laporan media pemerintah.

Selain hal-hal itu, keluarga Kim juga ikut turun tangan dengan mendonasikan obat-obatan di Provinsi Hwanghae Selatan.

Sementara itu sejauh ini total kasus demam yang diduga berkaitan dengan Covid-19 mencapai 232.880 kasus dan 62 kematian.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan Covid-19 akan menyebar secara luas di Korut. Kondisi ini diduga terjadi karena pemerintah menolak program vaksin dan bantuan komunitas internasional.

Korut belum memulai vaksinasi massal dan kemampuan tes yang terbatas dan meningkatkan kekhawatiran betapa sulit menilai seberapa luas dan cepat wabah ini menyebar.***

Doa Qunut: Doa Rakaat Kedua Shalat Subuh dalam Bahasa Latin dan Artinya

0

Bogordaily.net – Doa rakaat kedua shalat subuh dalam bahasa latin dan artinya. Berikut ini akan dijelaskan mengenai doa yang biasa dibaca pada rakaat kedua shalat subuh. Ini bisa menjadi salah satu informasi bagi Anda yang ingin mengamalkan doa tahajud saat shalat subuh. Dalam Islam dianjurkan membaca doa qunut di rakaat kedua sholat subuh.

Membaca doa qunut latin hukumnya sunnah. Artinya, seseorang tidak berdosa jika tidak membaca doa qunut, namun akan mendapatkan pahala jika membacanya.

Meski demikan membaca doa qunut latin merupakan salah satu amalan yang tidak pernah dilewatkan oleh Rasulullah saat sholat subuh. Hal ini diketahui dari sebuah riwayat hadist yang artinya:

“Rasulullah SAW senantiasa melakukan qunut pada salat subuh sampai beliau meninggalkan dunia.” (HR. Ahmad).

Oleh karenanya, umat Islam dianjurkan membaca doa qunut latin saat sholat subuh seperti anjuran Rasulullah SAW. Melansir Suaracom menyajikan bacaan doa qunut latin dan artinya yang dapat Anda hafalkan dan dibaca saat sholat subuh.

Bacaan Doa Qunut Latin

Allahhummahdinii fiiman haadaitt, wa’a finii fiman ‘aafaitt, wa tawallanii fiiman tawal-laiit, wa baarik lii fiimaa a’thaiit, wa qinii syarra maa qaadhait.

Fainnaka taqdhii walaa yuqdhaa ‘alaik, wa innahu laayaadzilu man waalait, wa laa ya’izzu man ‘aadait, tabaa rakta rabbanaa wata’aalaiit.

Falakalhamdu ‘alaa maaqadhaiit, Astaghfiruka wa’atuubuu ilaik, Wasallallahu ‘ala Sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiiyyi. Wa’alaa aalihii washahbihi wasallam.

Artinya: “Ya Allah tunjukkanlah padaku sebagaimana engkau memberi petunjuk mereka yang telah Engkau beri petunjuk, dan berilah padaku pengampunan sebagaimana pada mereka yang telah Engkau beri ampun, dan jagalah aku sebagaimana pada mereka yang Engkau Jaga, dan berilah padaku keberkahan yang melimpah sebagaimana yang telah Engkau karuniakan pada mereka, dan selamatkan aku dari mara bahaya yang telah Engkau takdirkan.

Karena sesungguhnya Engkau-lah yang menentukan dan tidak ada yang menghukum (menentukan) atas kehendaj Engkau. Sesungguhnya tidak akan hina orang-orang yang telah Engkau beri kekuasaan.

Dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Berkahlah Engkau dan Maha Luhurlah Engkau. Segala puji bagi-Mu atas apa yang telah Engkau pastikan. Aku mohon ampun dan tobat hanya kepada Engkau. Semoga Allah memberi rahmat dan salam atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarganya dan sahabatnya.”***