Bogordaily.net – Stasiun Badan Meterologi Klimatologis dan Geofisika (BMKG) Citeko memprediksikan situasi hujan saat ini berpotensi terjadi sepanjang pekan. Seperti hujan yang mengguyur kawasan Puncak Bogor Pada Selasa 21 Desember 2021.
“Untuk Kawasan Puncak dan sekitarnya peluang hujan masih tinggi terjadi untuk pekan ini. Selain karena dalam masa puncak musim hujan (Desember – Januari) dan juga fenomena La nila,” ucap Kepala Stasiun BMKG Citeko Fatuhri Selasa 21 Desember 2021.
Lebih lanjut ia menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh dua pusat tekanan rendah yang menyebabkan atmosfer di Indonesia menjadi labil dan cenderung banyak mengandung uap air.
“Terpantau ada dua pusat tekanan rendah yaitu di utara Aceh serta di wilayah NTT. Kondisi ini menyebabkan atmosfer di Indonesia menjadi labil dan cenderung banyak mengandung uap air yang cepat berkondensasi membentuk awan-awan hujan besar (awan Cumulonimbus/awan CB). Awan type ini selain menyebabkan hujan lebat juga angin kencang dan bahkan petir,” tambahnya.
Selain itu, menurut Fatuhri kondisi pegunungan di wilayah Bogor juga turut diprediksi akan mempengaruhi intensitas uap air.
“Uap air dipaksa berkondensi naik dikarenakan kontur wilayah Bogor khususnya Puncak didominasi oleh pegunungan,” pungkasnya.(Irfan)
Bogordaily.net – Pelaku begal payudaya berhasil diamankan oleh Polresta Bogor Kota di jalan Malabar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin 20 Desember 2021 malam.
Kasubag Logistik Polresta Bogor Kota, Kompol Pahyuni mengaku pihaknya menerima laporan tertangkapnya begal payudara berinisial PYP (27) yang diringkus oleh warga yang melihat pelaku meremas payudara seorang wanita berhijab berinisial A.
“Awalnya pelaku berpapasan di jalan sempit arah dari Jalan Pajajaran menuju Jalan Malabar. Karena jalan sempit, dua wanita korban A dan saksi N menepi untuk memberikan jalan kepada pelaku. Namun, saat melintas lelaki ini memegang payudara A,” kata Kasubag Logistik Polresta Bogor Kota, Kompol Pahyuni kepada awak media saat Konferensi pers di Stasiun Bogor.
Lebih lanjut, dirinya menyampaikan, saat kejadian ada warga yang melihat, sehingga pelaku tertangkap. Kemudian pelaku PYP diserahkan ke Polresta Bogor Kota dan saat ini masih dalam penyelidikan.
Untuk motifnya, kata Pahyuni, masih pendalaman, aksi pelaku dilakukan setelah pelaku menitipkan anaknya kepada orang tua.
“Dari pengakuan PYP baru pertama kali melakukan aksinya. Pelaku indikasinya sebelumnya memesan open BO melalui chat, tetapi salah sasaran. Dari keterangan saksi, korban saat diremas payudaranya teriak,” jelasnya.
“Saat ini masih didalami, barang bukti yang diamankan bisa dilihat bersama, ada kondom Durex, handphone, tisu magic dan tas pelaporan atau korban A,” tambahnya.
Pahyuni mengatakan, pelaku begal payudara dikenakan pasal 289 Jo 281, tetapi masih dalam pendalaman. Pelaku juga mengaku bekerja di Jakarta sebuah rumah sakit sebagai teknisi.
“Kami perempuan penegak hukum Kota Bogor berkomitmen, tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan terhadap wanita,” ucapnya.
Sementara itu, Kajari Kota Bogor Sekti Anggraini menambahkan, pihaknya akan mendukung semua tindakan kepolisian perempuan dan akan menunggu proses penyelidikan, menurutnya ini adalah modus baru di Kota Bogor.
“Dan rilis ini menyambut peringatan Hari Ibu besok, yang pasti kami support dan dukung tindakan kepolisian terutama pelecehan kepada perempuan,” tuturnya.
Sekti juga menghimbau kepada perempuan dan adik-adik jangan takut untuk melapor. Tidak usah malu dan takut, jangan sampai ada korban lain.
“Rilis ini untuk efek jera para pelaku dan ini bisa memancing korban lain untuk berani melapor. Kita pertahankan Kota Bogor menjadi kota yang aman dan nyaman,” tandasnya.(Ibnu)
Bogordaily.net – Pelaku pembuangan bayi perempuan di Kebun dekat pemakaman umum di Kampung Roke, Desa Neglasari Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor beberapa hari lalu sudah diketahui, dan menurut informasi yang didapat kedua pelaku merupakan seorang guru yang bukan pasangan suami istri.
Menaggapi hal itu Kepala Desa Neglasari Muhamad Nahrowi mengatakan bahwa Rabu pagi 21 Desember 2021 pukul 09.00 WIB anggota Polsek Jasinga datang ke rumah untuk mengambil bayi.
“Jam sembilan dari Polsek jasinga datang ke rumah saya (kades) untuk mengambil bayi informasi bahwa pelaku pengaruhnya di kebun sudah diketahui dan ada di polsek bahkan keduanya sekarang sudah dinikahkan berikut disaksikan kedua orangtuanya,” kata Kades Neglasari Nahrowi saat dikonfirmasi.
Yang lebih mengejutkan kedua pelaku merupakan seorang guru laki laki berinisal I dan Perempuanya berinisial N.
“Sekarang udah ditangani Polsek udah dinikahkan bayi juga sudah dibawa, keduanya guru sekolah dari infonya,”kata Kades Neglasari.
Sementara itu menurut Kabaghumas Polres Bogor Kompol Ita Puspita Lena mengatakan betul pelaku sudah diketahui.
“Ia benar (sudah diketahui dan dinikahkan) nanti ya ini rilisnya lagi ditulis nanti dikirim,”pungkasnya.(Ruslan)
Bogordaily.net – Divisi Kesehatan Mental Perempuan, Yayasan Rumah Kedua, Bigland Hotel Bogor menggelar seminar “Sukses Melewati Phase Insecure (di usia 20, 40, 60 tahun) menuju Perempuan Sehat dan Mandiri” di Bigland Hotel Bogor, 20 Desember 2021.
Ketua Divisi Kesehatan Mental Perempuan, Lita menjelaskan maksud dan tujuan dari diskusi tersebut adalah untuk mencari solusi bagi pada perempuan di Kota Bogor agar bisa membuka wawasan, terlebih dengan segala permasalahan yang ada.
“Kami mengamati beberapa tahun terakhir ini kaum perempuan baru menyadari adanya jenis penyakit kejiwaan mental yang didapati pada perempuan, tetapi didapati pula masih banyak perempuan yang tidak menyadari bahwa mereka sedang mengalami penyakit kejiwaan karena tidak mengetahui indikatornya. Ditambah ketidaktahuan mereka untuk solusi pengobatannya,” jelasnya.
Sementara itu, Iceu Pudjiati, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor menyampaikan, dengan adanya seminar ini berharap bahwa para perempuan itu menjadi perempuan tangguh.
“Tangguh itu seperti yang bisa menghadapi rasa insecure, bisa beradaptif didalam mengalami masa insecure. Dan perempuan juga bisa beradaftif pada fase insecure. Para perempuan ini menjadi para perempuan sehat secara lahir maupun batin dan mandiri,” ungkapnya.
Seperti yang disampaikan para narasumber, Iceu melanjutkan, kesehatan mental itu tidak terlihat dan kita tidak akan sadar bahwa kita sedang dihadapkan oleh fase-fase insecure.
“Pemerintah tidak bisa sendiri dalam melakukan kegiatan untuk masyarakat, kemitraan dengan Masyarakat (yayasan, Komunitas, perusahaaan) harapannya dapat mempercepat program kerja pemerintah kota dan DP3A pada khususnya,” tutur Iceu.
Ditempat yang sama, Ketua Yayasan Rumah Kedua (YRK), Dewi Puspasari mengatakan, Yayasan Rumah Kedua didirikan pada pertengahan 2021 oleh pemerhati sosial yang peduli dan aktif di masyarakat khususnya untuk ADHA (Anak dengan HIV/ AIDS), Anak Disabilitas Intelektual dan Kesehatan Mental Perempuan.
“Visi Yayasan Rumah Kedua adalah menyelamatkan generasi penerus bangsa. Karena kami percaya bahwasanya Perempuan yang sehat secara Mental dan fisik akan melahirkan Putra/Putri yang sehat dan cerdas sebagai Generasi Penerus Bangsa,” ujarnya.
Organisasi non profit ini, didirikan untuk memberikan kontribusi nyata dan berkesinambungan kepada masyarakat di Kota Bogor.
“Kami sebagai warga masyarakat ingin mengajak Masyarakat untuk lebih peduli dalam mengusahakan pencegahan peningkatan jumlah ADHA, Anak Spesial Disabilitas Intelektual, Penderita kesehatan mental Perempuan di Kota Bogor,” tutup Dewi.
Sebagai informasi, hadir pembicara dalam seminar itu, adalah, Iceu Pujiati Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bogor, dr. Udji Priyatna Rs. Marzuki Mahdi, kemudian Rina Arsanti Palupi Ketua Puspaga Wening Asih, Ketua Yayasan Rumah Kedua Dewi Puspasari, Lita Ketua Divisi Kesehatan Mental Perempuan, beserta kedua Selebgram Bogor, Salma calla dan Anindia.***
Bogordaily.net – Dalam peringati Hari Ibu, Perempuan Indonesia Maju (PIM) dan Beranda Jual Beli (Bejubel) menggelar arisan di Hotel Salak The Heritage Jalan Ir. H. Juanda No.8, RT.01/RW.01, Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa 21 Desember 2021.
Ketua Arisan Team Bejubel Susy Christina mengatakan, selama pandemi Covid-19 di Kota Bogor, komunitas yang tergabung di PIM tidak bisa melaksanakan kegiatan atau acara berkumpul.
Anggota PIM sendiri kurang lebih ada 200 hingga 300 orang dan itu semua pelaku UMKM dan pengusaha. Selama pandemi semua anggota melakukan kegiatan berdiskusi atau kumpul secara online.
“Nah, dengan bertepatannya hari ibu ini, Alhamdulillah bisa mengadakan kegiatan Arisan Bejubel dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan terbatas,” kata Susy Christina.
Lebih lanjut, Susi yang juga anggota IWAPI Kabupaten Bogor menuturkan, kegiatan Perempuan Indonesia Maju sudah mengadakan kegiatan seperti ini tiga kali dengan tema yang berbeda-beda.
Tak hanya itu, kegiatan PIM ini juga mengadakan catwalk berjalan di tamu undangan atau diantara bagian-bagian area tempat duduk. Dimana para model untuk menunjukkan pakaian serta aksesoris yang mereka kenakan selama peragaan busana berlangsung.
“Kebetulan, para model selama peragaan busana itu dengan desain saya sendiri. Busana Ntiq Butiq Mua by Iwwan Haroun Team,” terangnya.
Susi juga berharap kedepannya para pelaku UMKM terutama yang menenun bisa lebih maju lagi dengan adanya kegiatan ini.
Ditempat yang sama, Instafamous Latika Beauty Care, Salma Calla menyampaikan, Latika Beauty Care berkolaborasi dengan Bejubel ikut serta merayakan hari ibu.
“Support dari Latika Beauty Care sendiri kami menyediakan voucer, gift prodak, bodybag serta ada cek kesehatan gula darah,” ujarnya.
Kemudian Brand Ambasador, Aditya Gumelar menambahkan, selamat hari ibu untuk ibu-ibu yang berada di selurah dunia.
“Melihat peserta di acara Bejubel terutama kebanyakan ibu-ibu semakin bersemangat dengan kegiatan ini,” ucapnya.
Selanjutnya Owner Latika Beauty Care, Tika mengatakan, Latika Beauty Care selalu mensupport kegiatan-kegiatan yang ada di Kota Bogor.
“Karena Latika Beauty Care hadir untuk kalian semua,” tandasnya. (Ibnu Galansa Montazerry)
Bogordaily.net – Ketua Forum Ormas Bogor Bersatu (FOBB) Kota Bogor, Umar Dani angkat suara terkait salahnya penulisan lafadz “Bismillah” di prasasti Alun-alun Kota Bogor.
Menurutnya, sebagai manusia wajar jika ada kesalahan termasuk salah tulis ini.
“Ya manusiawi jika ada kesalahan. Saya tahu juga memang mungkin peresmian ini kejar target. Tetapi jika ada kesalahan, seharusnya Kadis Perumkim Juniarti Estiningsih langsung minta maaf,” ujar Umar Dani.
Seharusnya, kata Umar, saat dimintai informasi oleh warga Bogor atau wartawan Juniarti Estiningsih harus legowo.
“Harus legowo saat dimintai informasi dong. Tidak boleh menutup dan main blokir aja. Dia harus terbuka menerima kesalahannya,” tambahnya.
Terlebih kata Basmallah merupakan bahasa arab, dimana warga Bogor mayoritas muslim semua.
“Terlalu sakral ini, jadi menurut saya Kadis Perumkim harus cepat-cepat mengambil sikap,” kata Ketua FOBB Kota Bogor, Umar.
“Terakhir, dia juga harus minta maaf, karena sudah memblokir wartawan,” pungkasnya.***
Bogordaily.net – Berdasarkan data monitoring Posko Katulampa Bogor, tinggi muka Air (TMA) Ciliwung di Bendung Katulampa pada Selasa 21 Desember 2021, pukul 14:19 WIB berada di ketinggian 60 centimeter (cm) atau siaga empat.
Petugas bendung Katulampa, M. Jaenudin menyampaikan, untuk kondisi (TMA) tinggi muka air sekarang terpantau 60 cm atau siaga lV dengan kondisi cuacanya gerimis.
“Kami terus berkomunikasi dengan bendung yang ada di Ciawi (hulu) agar bisa tau sampai di bendung Katulampa tinggi muka airnya berapa, ” ujar petugas Bendung Katulampa, M. Jaenudin.
Dengan curah hujan yang masih tinggi di Kota Bogor pasti akan berpotensi banjir di wilayah sepanjang kali Ciliwung.
“Langganan banjir di wilayah Bogor ada di Kampung Bebek tepatnya di Kedung Halang, karna air kali Ciliwung suka meluap,” katanya.
Lanjut Jaenudin, jika debit air naik ia selalu mengkonfirmasi ke wilayah Depok dan Jakarta, supaya yang di sana tahu dengan kondisi debit air di Bendung Katulampa dan meraka juga sudah antisipasi kalau debit air naik.
“Kami juga sering dapat informasi cuaca dari BMKG Kabupaten Bogor, tentang perkiraan cuaca hujan halus atau lebat di wilayah Bogor,” bebernya.
Curah hujan yang masih tinggi khususnya di wilayah Bogor petugas Bendung Katulampa sering menghimbau kepada masyarakat khususnya rumah warga yang dekat dengan bantaran sungai Ciliwung agar tetap waspada.(Ibnu)
Bogordaily.net – Industri kuliner atau makanan dan minuman (Mamin) nasional berpotensi sangat besar untuk tumbuh. Pasalnya kuliner nusantara di setiap daerah memiliki ciri khas dan citarasa yang berbeda.
Bahkan beberapa kuliner sudah dinyatakan sebagai salah satu kuliner Indonesia yaitu Rendang menjadi makanan terlezat dan ditetapkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO.
Hal itu di ungkapkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat membuka Rapat Kerja Nasional ke-6 Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI), di Jakarta, Selasa 21 Desember 2021.
Menteri Teten menegaskan, kedepan industri kuliner atau Mamin berpotensi akan terus tumbuh seiring dengan membaiknya perekonomian nasional.
Hal itu terjadi karena industri Mamin dalam negeri ditopang oleh ketersediaan bahan baku yang melimpah.
“Industri kuliner kita potensinya sangat besar karena kita didukung dengan sumber bahan baku yang sangat baik. Kedepan, industri kuliner ini akan terus eksis dan kedepan sangat besar potensinya,” katanya.
Dengan melihat potensi pasar yang besar tersebut, Teten berharap anggota dan pengurus APJI bisa menangkap peluang pasar dengan terus meningkatkan daya saing produk kuliner.
Dia percaya, dengan pengalaman dan produk kuliner yang selama ini dijalankan tidak diragukan lagi untuk kualitas dan citarasanya.
Rapat Kerja Nasional ke-6 Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI), di Jakarta, Selasa 21 Desember 2021. (Istimewa/Bogordaily.net)
Namun, lanjut Menteri Teten, untuk mendorong daya saing produk kuliner tidak cukup dengan hanya bermodal pada cita rasa saja.
Dibutuhkan sentuhan kreativitas serta keberanian untuk membangun model bisnis yang lebih terbuka.
Untuk itu dia berharap agar APJI lebih berani menampilkan produk-produk unggulannya di tempat-tempat strategis yang muda.
“APJI harus mulai berani tanding dengan brand luar. Ayo hadirkan brand lokal untuk kuasai market lokal. Kita ingin APJI membangun model bisnis jasa boga yang bisa direplikasi di mana saja dengan dukungan suplai chain yang kuat,” ungkapnya.
Menteri Teten menambahkan, pemerintah siap memberikan dukungan mulai dari penguatan daya saing brand melalui berbagai pelatihan, pembiayaan murah hingga perluasan pasar.
Saat ini pemerintah sudah meluncurkan kebijakan pembiayaan yang murah bagi UMKM melalui kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga yang rendah.
Kemudian KemenkopUKM juga telah membangun showcase produk UMKM di Smesco Indonesia.
Bahkan saat ini pemerintah telah mewajibkan kepada Kementerian dan Lembaga untuk mengalokasikan anggaran belanjanya sebesar 40 persen untuk membeli produk dan jasa dari UMKM.
Teten berharap anggota APJI dapat memanfaatkan berbagai kemudahan dan fasilitas tersebut demi peningkatan daya saingnya.
“Saya harap APJI dapat menginventarisir anggotanya yang punya potensi untuk kita scaling up. Sebab selain mendorong industri kuliner ini kita juga ingin mendorong industri bumbu yang juga sangat kaya di Indonesia,” Tutup Menteri Teten.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi BPOM Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Rita Endang mengatakan, BPOM siap mendampingi APJI untuk menjadi pengusaha kuliner yang tangguh dan memiliki daya siang baik di dalam maupun luar negeri.
“Setidaknya ada tiga poin yang kami siapkan yaitu pemberian ijin, sertifikasi cara pangan olahan dan sertifikasi cara peredaran pangan olahan yg baik. BPOM lahir untuk mendampingi APJI, baik yang sudah berskala industri olahan pangan maupun yang UMKM,” ujar Rita.
Rita menambahkan, BPOM juga mendukung gagasan atau ide factory sharing (rumah produksi bersama) UMKM bidang pangan, yang nantinya bisa membuat produksi menjadi lebih efisien dan memenuhi standar produksi pangan olahan yang ditetapkan.
“Kami siap mendampingi pembutaan rumah produksi bersama ini dari awal sampai hulunya berupa ijin edar produk pangan olahan, dengan demikian akan banyak UMKM yang bisa memanfaatkan fasilitas ini dan bisa naik kelas,” tambah Rita.
Sementara itu Ketua Umum APJI, Rahayu Setiowati, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong industri jasa boga kembali bangkit setelah dihantam badai pandemi.
Pihaknya siap berkolaborasi dengan berbagai pihak khususnya KemenkopUKM dan stakeholder lainnya demi mendorong peningkatan daya saing produk kuliner nasional.
“Kami siap, apa yang ditugaskan dan yang diperintahkan pak Menteri (Teten) langsung kita lakukan action plan nggak nunggu besok. Kita akan siap untuk langsung kerja,” pungkasnya.***
Bogordaily.net – DPRD Kota Bogor menunjukkan perhatian yang sangat besar terhadap permasalahan maupun upaya pemenuhan hak penyandang disabilitas di Kota Bogor. Tercatat, selama tahun sidang 2021 DPRD Kota Bogor telah mengeluarkan kebijakan legislasi dan sekaligus dukungan anggaran terhadap disabilitas.
Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto menyampaikan bahwa Pemerintah wajib memberikan pelindungan dan pengayoman untuk penyandang disabilitas. “Saudara-saudara kita penyandang disabilitas harus diayomi oleh kita semua, khususnya Pemerintah. Mereka tidak memerlukan belas kasihan, karena sejatinya mereka lebih kuat dan tabah dibanding kita. Namun, jangan sampai hak-hak mereka tidak kita penuhi,” jelasnya.
Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto menyampaikan bahwa Pemerintah wajib memberikan pelindungan dan pengayoman untuk penyandang disabilitas.
Dalam hal legislasi, DPRD Kota Bogor telah mengeluarkan Perda nomor 2 tahun 2021 tentang Penyelenggaran Perlindungan Penyandang Disabilitas. “Perda ini merupakan usul prakarsa DPRD. Ini adalah komitmen kawan-kawan di dewan. Tujuannya untuk memberikan pelayanan yang sama kepada para sahabat disabilitas di Kota Bogor. Ini kewajiban Pemerintah dan DPRD,” ujar Atang.
Selain itu, Atang juga menjelaskan bahwa pada rancangan APBD 2022, DPRD Kota Bogor dan Pemkot bersepakat menaikkan anggaran untuk menunjang para penyandang disabilitas sebesar 7 kali lipat dari tahun sebelumnya. “Anggaran untuk disabilitas awalnya sangatlah kecil. Pada rapat awal, kami minta dinaikkan. Selanjutnya oleh TAPD dinaikkan sebesar 3,5 kali lipat. Namun, kenaikan itu kami rasa belum maksimal, dan kita putuskan dinaikkan lagi dua kalinya. Semoga tidak ada perubahan setelah penyempurnaan dari hasil evaluasi gubernur”, ungkapnya.
Selain dukungan berupa produk legislasi dan kebijakan anggaran, pemenuhan hak penyandang disabilitas ini juga terkait dengan akses sarana publik. “DPRD dan Pemkot tentu konsern agar Perda yang sudah diputuskan bisa diimplementasikan. Akses sarana publik yang ramah disabilitas, maupun hak-hak lain juga perlu terus di ikhtiarkan. Inilah tugas bersama sebagai pemimpin”, imbuh Atang,
Peringatan HDN di Ruang Serbaguna
Peringatan Hari Disabilitas Internasional
Perhatian DPRD Kota Bogor terhadap penyandang disabilitas tidak berhenti pada dukungan legislasi dan budgeting. Saat perayaan hari disabilitas internasional, DPRD menjadi tempat pelaksanaan acara yang berlangsung 2 kali pada tanggal 3 dan 4 Desember 2021.
Selain perwakilan dari Dinas terkait dan undangan, hadir langsung Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto dan Wakil Ketua 3 DPRD Kota Bogor, Eka Wardhana.
Usai acara, Wakil Ketua III DPRD Kota Bogor Eka Wardhana, menyebutkan bahwa semangat DPRD Kota Bogor sama dengan semangat para penyandang disabilitas. Yaitu membangun Kota Bogor yang ramah disabilitas, mulai dari infrastruktur hingga kebijakan.
“Kami juga sudah menyiapkan anggaran BPJS PBI yang insyaallah, kami mohon doa dan dukungan, kami ingin memiliki data base berapa sih saudara kita disabilitas yang sudah memiliki BPJS PBI dan belum. Kami akan usahakan untuk kami PBI kan,” tegas Eka.
“Kami DPRD Kota Bogor ada di bagian terdepan untuk memenuhi kebutuhan dan hak mereka dan kami harap kedepan akses tanpa terkecuali untuk temen-temen disabilitas bisa terlayani,” pungkasnya.(Advetorial)
Bogordaily.net – Pep Guardiola belakangan murka dengan ulah dua punggawanya Phil Fodem dan Jeck Grealish. Kemurkaan tersebut dipicu karena kedua pemain tersebut tidak mengendahkan peringatannya untuk tidak keluyuran malam hari.
Karena geram, Guardiola akhirnya memarkir Phil Foden dan Jack Grealish saat melawan Newcastle United.
Foden dan Grealish tampil menawan selama 90 menit saat Manchester City menang 7-0 atas Leeds United pada pekan ke-17. Namun di pekan ke-18 saat The Citizens menang 4-0 atas Newcastle United kedua pemain tersebut justru diparkir oleh Pep Guardiola.
Foden dan Grealish hanya duduk di bangku cadangan. Mereka sama sekali tak diberi kesempatan bermain sebagai pemain pengganti.
Seusai laga kontra Leeds, Foden dan Grealish dilaporkan pergi bersama pada malam harinya. Hal ini yang membuat Guardiola tak senang hingga tak memainkan kedua di laga melawan The Magpies.
Guardiola dikabarkan tak senang dengan kondisi kebugaran Foden dan Grealish keesokan harinya saat sesi latihan usai laga melawan Leeds. Sebelumnya, manajer asal Spanyol ini sudah mewanti-wanti anak asuhannya untuk berhati-hati dalam periode Natal mengingat COVID-19 mulai kembali merebak di Inggris.
Guardiola jelas tak ingin kehilangan pemain di periode padat menjelang Natal ini. Sikap Foden dan Grealish ini jelas sama sekali tak mengindahkan kekhawatiran Guardiola tersebut.
“Bukan rotasi, tidak, Saya memutuskan tim ini karena mereka pantas bermain – pemain-pemain ini dan bukan yang lain,” ujar Pep Guardiola soal Foden dan Grealish dikutip dari Telegraph.
“Pada waktu Natal saya memberi banyak perhatian pada perilaku di dalam dan di luar lapangan. Dan ketika (perilaku) di luar lapangan tidak tepat, mereka tidak akan bermain.
“Jadi kami harus fokus sepanjang waktu karena gangguan pada waktu Natal dan semua yang terjadi – Anda masih harus fokus,” jelasnya.
Guardiola tak ingin timnya yang kini sedang memuncaki klasemen hilang fokus. Manchester Biru saat ini berada di urutan teratas dengan 44 angka unggul tiga angka dari Liverpool di urutan kedua.***