Friday, 10 April 2026
Home Blog Page 6567

Tingkatkan Jamsos, Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Harus Dimasifkan

0

Bogordaily.net – Komisi IX DPR RI Ratu Ngadu Bonu Wulla meminta pemerintah meningkatkan kuantitas dan kualitas jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan dengan melaksanakan sosialisasi secara masif sesuai dengan Inpres Nomor 2 Tahun 2021.

Hal ini dinilai perlu segera dilakukan akibat dampak sosialisasi belum signifikan terasa di daerah-daerah terpencil.

Akibatnya, informasi yang seharusnya diterima menyeluruh oleh masyarakat malah tersampaikan secara parsial.

“Ternyata memang sampai saat ini masyarakat itu masih belum terlalu mengenal BPJS Ketenagakerjaan. Yang ada dalam pikiran masyarakat yaitu BPJS Kesehatan. Ini memang perlu untuk dilakukan sosialisasi lebih masif lagi sampai ke tingkat daerah.” ujar Ratu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DPR RI dengan Dirut BPJS Ketenagakerjaan di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin 15 November 2021.

Selain itu, guna mewujudkan keinginan tersebut, Anggota Fraksi Partai NasDem DPR RI itu ingin SDM BPJS Ketenagakerjaan lebih ditingkatkan, khususnya yang berutgas di berbagai daerah di Indonesia.

Tidak hanya itu, sosialisasi yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan ini dinilai perlu melibatkan para kepala desa di seluruh Tanah Air, sehingga implementasi Inpres Nomor 2 Tahun 2021 bisa lebih maksimal di tahun depan.

“Di daerah kepulauan NTT, terkhusus Pulau Sumba, ada satu kantor (BPJS Ketenagakerjaan) di Waingapu. Nah ini sangat menjadi persoalan ketika ada masyarakat yang ingin menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. (Masyarakat) agak sulit melakukan komunikasi, sehingga (perlu) dibentuk kantor cabang dan juga ditambahkan SDM, sehingga (pelayanan) pada peserta kita bisa lebih maksimal,” pesan legislator dapil NTT II tersebut.

Senada, Anggota Komisi IX DPR RI Nur Yasin berpendapat sosialisasi Inpres Nomor 2 Tahun 2021 perlu dilakukan secara masif oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu sepakat, kepala daerah harus diberikan informasi yang jelas untuk mencegah kesalahpahaman dalam penerapannya.

“Setuju dengan pendapat Bu Ratu, perlu sosialisasi dan diseminasi yang intens dan sistematis di lapangan. Karena banyak yang kami jumpai pertanyaan yang sangat mendasar dari mereka. Oleh karena itu, menurut saya, diupayakan agar sosialisasi dan diseminasi tentang kepesertaan itu diperluas ke depan,” jelas Nur Yasin.

Inpres Nomor 2 tahun 2021 diterbitkan untuk mengoptimalisasikan pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Melalui kebijakan tersebut, diharapkan dapat menjamin perlindungan kepada para pekerja di Indonesia.

Selanjutnya, dalam implementasi kebijakan nanti, Presiden Joko Widodo memberikan instruksi kepada 26 kementerian atau lembaga untuk melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan kewenangan masing-masing, dalam pelaksanaan program kebijakan yang menyangkut jaminan sosial ketenagakerjaan.***

Sempat Dibully, Bupati Banyumas Beri Klarifikasi

0

Bogordaily.net – Baru-baru ini publik dihebohkan dengan pernyataan dari Bupati Banyumas, Achmad Husein yang memohon KPK untuk memanggil kepala daerah dulu sebelum melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

Video itu yang diunggah akun Twitter @paijodirajo itu ramai diperbincangkan netizen lantaran dianggap pernyataan konyol.

“Kami para kepala daerah, kami semua takut dan tidak mau di-OTT. Maka kami mohon kepada KPK sebelum OTT, mohon kalau ditemukan kesalahan, sebelum OTT kami dipanggil terlebih dahulu,” ujar upati Banyumas, Achmad Husein, seperti dilihat Pikiran-rakyat.com, Senin, 15 November 2021.

“Kalau ternyata dia itu mau berubah, ya sudah lepas gitu. Tapi kalau kemudian tidak mau berubah, baru ditangkap, Pak,” kata dia.

Usai viralnya pernyataan tersebut, Achman Husein pun memberikan klarifikasinya. Ia menyebut video itu tidak lengkap.

“Cuplikan video yang viral di media sosial itu tidak lengkap, sehingga saya perlu lakukan klarifikasi,” ujar Husein, dikutip dari Antara.

Menurut Husein, potongan video tersebut merupakan kegiatan diskusi dalam ranah tindak pencegahan yang diadakan oleh Koordinasi Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK, bukan ranah penindakan.

“Yang namanya pencegahan kan ya dicegah bukan ditindak. Sebetulnya ada enam poin yang saya sampaikan, salah satunya tentang OTT. Dengan pertimbangan bahwa OTT itu menghapus dan menghilangkan kepada daerah,” kata Husein.

Selain itu, Husein juga menyebutkan kepala daerah punya potensi untuk memajukan daerahnya sehingga belum tentu OTT KPK membuat kepala daerah menjadi lebih baik.

“Oleh karena itu, saya usul untuk ranah pencegahan apakah tidak lebih baik saat OTT pertama diingatkan saja dahulu dan disuruh mengembalikan kerugian negara. Kalau perlu lima kali lipat, sehingga bangkrut dan takut untuk berbuat lagi,” ujarnya.

“Toh untuk OTT, sekarang KPK dengan alat yang canggih, (dalam) satu hari mau OTT lima bupati juga bisa. Baru kalau ternyata berbuat lagi ya di-OTT betulan, dihukum tiga kali lipat silakan atau hukum mati sekalian juga bisa,” ujar Husein.***

Astaga! Tinggal Hitungan Hari Menikah, Cupi Cupita Ternyata Kenal Calon Suaminya Baru 4 Bulan

0

Bogordaily.net – Kendati akan mengakhiri masa lajangnya bersama Bintang Bagus pada 19 November 2021, ternyata Cupi Cupita belum mengenal lebih jauh calon suaminya itu.

“Mama selama ini lebih dekat sama calon, ketimbang sama Cupi sendiri. Agak kakulah Cupi, karena kan nggak terlalu dekat juga sama calon, kan yang dekat kan Mama. Kadang kan kita kalau misalkan nggak terlalu dekat kan lebih banyak, ‘oh gitu’. Tapi Mama dekat banget,” kata penyanyi dangdut yang memiliki image seksi itu.

Cupi Cupita mengatakan sang bunda justru sudah mengenal Bintang Bagus lebih lama yakni selama dua tahun. Sedangkan Cupi Cupita baru mengenal calon suaminya 4 bulan.

“Mama aku sih kenalnya sudah lama, sudah 2 tahunan. Kalau aku dekatnya baru 4 bulanan lah. Pertama kali ketemu di Bandung waktu itu saudaranya ngenalin gitu,” tutur Cupi Cupita.

Lantas siapa Bintang Bagus yang bakal jadi suami Cupi Cupita? Menyoal hal tersebut, Cupi Cupita menjelaskan siapa sang calon suami.

“Dia pebisnis ya,” ungkapnya.

“Ada beberapa gitu (bisnisnya) setahu Cupi sih, ada peternakan, perkebunan, clothing, sama kontruksi, desain interior. Pokoknya gitu-gitu deh,” bebernya.

Dilihat dari laman Instagram-nya, Bintang Bagus menuliskan beberapa bisnis yang dijalaninya. Dia mempunya bisnis kuliner Sate Bagusss, Bagus Farm, dan Tehter Clothes.

Tak banyak aktivitas yang diunggah oleh Bagus Bintang. Bagus Bintang lebih banyak mengunggah aktivitasnya bermain golf.

Pertama kali Bagus Bintang mengunggah kebersamaan dengan Cupi Cupita pada 30 Maret 2021.

Cupi Cupita tinggal hitungan hari menikah dengan Bintang Bagus. Kota Bandung menjadi lokasi yang dipilih oleh Cupi Cupita.***

 

Ari Lasso Tampil Gundul Usai Kemoterapi

0

Bogordaily.net – Usai menjalani kemoterapi kanker Ari Lasso membagikan potretnya memakai baju rumah sakit, Dalam potretnya dia terlihat tersenyum dan memakai topi di kepalanya.

Dengan mental yang dipersiapkan oleh Ari Lasso untuk mengunggah potret terbarunya itu. Dirinya pun mengaku bisa seperti sekarang ini karena berserah diri pada Tuhan dan atas dukungan dari banyak pihak.

“Memberanikan diri posting. Sudah kemo ke-3, sudah separuh jalan, bisa menjalani tentu karena penyertaan TUHAN dan doa serta suport kalian semua,” tulis Ari Lasso di akun Instagram miliknya.

Ari Lasso yang rela kehilangan rambutnya. Kini tampil dengan kepala botak. Dengan penampilan yang barunya, dia juga menyampaikan candaannya.

“Ya, saya sudah gundul seperti @ahmaddhaniofficial @mastercorbuzier @duniamanji, tapi saya yakin masih bisa tumbuh dan gondrong lagi,” imbuhnya.

Dari unggahan itu, Ari Lasso banyak mendapat doa dan dukungan melalui kolom komentar dari banyak pihak. Dan terutama rekan-rekannya dari sesama musisi.

“Semangat mas Ari!,” tulis komentar @fadlypadi.

“Semangat yo .. ndang mari,” kata Tohpati.

“InsyaaAllah. Sembuuhhh…. Aamiin,” tulis komentar Mulan Jameela.

Sebelumnya di kanal YouTube Ari Lasso TV beberapa waktu lalu, Ari Lasso pernah menyampaikan bahwa dirinya akan menjalani kemoterapi selama tiga bulan. Kemoterapi tersebut dilakukan sebanyak enam kali tahapan.

Kemoterapi yang dijalani ini merupakan tahapan kedua pengobatan Ari Lasso. Diwaktu sebelumnya, Ari Lasso sudah menjalani operasi pengangkatan tumor pada bagian limpa. Kanker limfoma yang diidapnya oleh tiba-tiba sudah memasuki stadium dua.***

KemenKopUKM Inisiasi Pembentukan BLUD Dana Bergulir di Lampung

0

Bogordaily.net – Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 Tentang Badan Layanan Umum disampaikan bahwa pengelolaan dana bergulir dapat dilakukan pemerintah daerah melalui satuan kerja khusus yang menjalankan pola pengelolaan Badan Layanan Umum (BLUD).

“Sampai saat ini, telah terbentuk 23 BLUD pengelola dana bergulir di daerah, dimana jumlah ini masih sangat jauh dari jumlah pemerintah daerah yang ada,” ungkap Asisten Deputi Pembiayaan Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Irene Swa Suryani, pada kegiatan inisiasi pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Dana Bergulir di Lampung, Selasa 16 November 2021.

Irene menambahkan, sebagai upaya meningkatkan akses pembiayaan usaha mikro melalui lembaga formal, Kementerian Koperasi dan UKM membuat satu program inisiasi pembentukan BLUD dengan pemerintah daerah.

“Dan pada kesempatan ini, dilakukan rapat dengan Dinas provinsi dan kabupaten/kota di Provinsi Lampung guna menginisiasi pembentukan BLUD pengelola dana bergulir,” imbuh Irene.

Dengan dijalankannya program tersebut, Irene berharap akan semakin banyak lembaga pengelola dana bergulir di pemerintah daerah. Sehingga, pada akhirnya lembaga tersebut mampu melayani kebutuhan pembiayaan pelaku usaha mikro. “Tentunya, semakin meningkatkan akses pembiayaan usaha mikro yang selama ini sulit untuk didapatkan,” tegas Irene.

Irene mengakui, dari sisi pembiayaan, masih banyak pelaku usaha mikro yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses pembiayaan, baik karena kendala teknis. Sebagai contoh, tidak mempunyai dan tidak cukup agunan, maupun kendala nonteknis seperti keterbatasan akses informasi ke lembaga pembiayaan.

Dengan kondisi tersebut, kata Irene, Kementerian Koperasi dan UKM sangat berkepentingan untuk melakukan berbagai program dalam upaya peningkatan akses pembiayaan. Sehingga, permasalahan permodalan khususnya di pelaku usaha mikro dapat semakin ditingkatkan.

Menurut Irene, salah satu pembiayaan usaha mikro dapat dilakukan dengan dana bergulir yang dapat disalurkan langsung kepada pelaku usaha mikro atau dengan bekerjasama dengan koperasi yang beranggotakan para pelaku usaha mikro. Pengelolaan dana bergulir dapat dilakukan pemerintah daerah baik propinsi maupun kabupaten/kota.

Pada kesempatan tersebut kepala BLUD pengelola dana bergulir kab tangerang Rizky Maria Puspita menyampaikan praktek implementasi BLUD di Kabupaten Tangerang untuk memberikan masukan dan gambaran kepada dinas yang hadir bagaimana operasionalisasi BLUD.***

IDC 2021 Jabar : Berkat Digitalisasi, Orang Desa Raih Rezeki Kota, Bisnis Mendunia

0

Bogordaily.net – Dahulu, urbanisasi menjadi cara utama bagi warga desa untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Namun, kini seiring pembangunan ekosistem digital di desa-desa di Jawa Barat, masyarakat tak perlu pergi ke kota untuk membangun usaha atau mencari pekerjaan. Dari desa pun masyarakat sudah bisa membangun usaha yang penghasilannya tidak kalah dengan bisnis yang dibangun orang kota bahkan bisa juga mendunia.

“Digital itu tidak hanya untuk aplikasi atau jualan, tapi juga untuk kerja. Misalnya, kasih ikan dengan HP, penyiraman tanaman pakai HP, dan hasilnya meningkat 300 persen. Dengan demikian, digitalisasi bisa membangun ekonomi masyarakat lebih baik,” jelas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam Indonesia Digital Conference (IDC) 2021 yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Jawa Barat, dengan tema “Percepatan Ekonomi Desa dengan Digitalisasi”, Selasa (16/11/2021).

Semua itu dimulai dari penyusunan roadmap desa digital yang dirintis oleh Ridwan Kamil. Kang Emil, begitu ia biasa disapa, memiliki visi bahwa Jawa Barat dapat memberikan solusi bagi masyarakat dengan memanfaatkan desa digital. Hal itu ia wujudkan dengan mendorong pembangunan infrastruktur digital di seantero Jawa Barat khususnya Jawa Barat.

Pasalnya, dari 49,9 juta penduduk Jawa Barat sebanyak 72 persennya tinggal di desa. Benar saja, dari total 5.312 desa di bumi Parahyangan kini hanya tersisa 23 desa yang belum bisa mengakses internet.

“Penyediaan infrastruktur internet yang memadai di desa, kami ingin teknologi itu tidak hanya milik orang kota. Anak-anak desa tidak perlu ke kota, tapi bisa membangun usahanya di desa,” lanjut Ridwan Kamil.

Setelahnya, Emil juga meminta desa-desa memiliki akun media sosial untuk mempromosikan kekayaan desa melalui konten-konten yang menarik. Para kepala desa pun harus melek aplikasi dan aktif berkomunikasi dengan warga melalui grup percakapan Whatsapp.

Cita-cita yang dibangun Emil itu kini sudah membuahkan hasil. Banyak petani, peternak, dan UMKM di desa-desa yang penghasilannya naik lebih dari 200 persen setelah mengubah cara pengelolaannya dengan sentuhan digital.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas DPMB Jawa Barat Dr Ir H Dicky Saromi MSc mengatakan beberapa keunggulan yang bisa dilakukan melalui digitalisasi adalah membangun database desa sehingga mampu memberikan pelayanan lebih cepat kepada masyarakat. Teknologi digital juga bisa dimanfaatkan untuk pengembangan potensi desa melalui distribusi informasi lebih luas sehingga banya pihak yang tertarik untuk berinvestasi atau bekerjasama.

Hal yang juga bisa didapatkan melalui digitalisasi adalah pengembangan modal usaha di desa dan pemasaran hasil produksinya.

Ridwan Kamil menjelaskan, ada banyak perusahan e-commerce atau marketplace yang kini bekerjasama dan ingin ikut membangun desa-desa di Jawa Barat. Bahkan ada e-commerce yang membangun pusat pelatihan digital di desa-desa.

“Jadi kalau ada masyarakat yang tidak tahu jualan online, mereka tinggal datang ke balaidesa. Di sana dibantu register, lalu bisa jualan online,” ujar Ridwan Kamil.

Sudah banyak yang berhasil memanfaatkan digitalisasi desa. Ridwan Kamil mencontohkan, ada warga yang memiliki usaha beromzet Rp 10 juta per bulan, kini menjadi Rp 300 juta per bulan setelah memanfaatkan pemasaran digital.

Pemilik Gentong Geulis Ita Sumanti asal Desa Pleret, Kabupaten Purwakata, adalah satu di antara pengusaha yang tinggal di desa yang mendapatkan rezeki melebihi orang kota. Ita tak menyangka usaha jualan obat herbal yang semula dipasarkan di kalangan keluarga bisa diterima masyarakat lebih luas.

Tidak hanya warga Jabar, Jakarta, dan daerah lain di Indonesia, produk herbal Gentong Geulis berisi ramuan tanaman obat agar daya tahan tubuh tetap prima, sudah dipasarkan hingga ke luar negeri.

Sejumlah Negara Alami Pelonjakan Covid-19, Bali Bakal Batasi Jumlah Wisatawan

0

Bogordaily.net – Melonjaknya angka Covid-19 di sejumlah negara, membuat Pemerintah Provinsi Bali berencana membatasi kunjungan wisatawan mancanegara di Pulau Dewata, semasa libur Natal 2021 dalam rangka menekan resiko penularan Covid-19.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun di Denpasar, mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Bali sedang menyiapkan strategi untuk mencegah terjadinya lonjakan kunjungan wisatawan yang bisa meningkatkan risiko penularan Covid-19 pada masa libur Natal dan Tahun Baru.

Ia mengatakan, pihaknya antara lain berencana membatasi kunjungan wisatawan mancanegara maksimal 1.500 orang per hari semasa libur Natal dan Tahun Baru. “Itu salah satu antisipasi untuk mencegah gelombang ketiga penyebaran Covid-19 di Bali,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Terpisah, Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya mengatakan, bahwa pemerintah kabupaten mengawasi penerapan protokol kesehatan di tempat-tempat wisata setelah pemerintah mengizinkan pembukaan kembali tempat pariwisata di Pulau Dewata.

Menurut dia, pengelola objek wisata di wilayah Tabanan umumnya sudah menyiapkan masker serta pengaturan jarak antar-wisatawan untuk meminimalkan risiko penularan Covid-19 dalam kegiatan pariwisata.

“Saya datang ke Ulundanu, saya lihat prokes sudah bagus, apalagi saat ini sudah ada aplikasi PeduliLindungi, masuk objek tambah ketat. Karena semua pakai HP, orang itu dicek sudah divaksinasi atau belum, kalau sudah divaksin dua kali bisa masuk,” katanya.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan mengingatkan pentingnya kehati-hatian bersama kembali, karena terdapat indikasi peningkatan Rt (angka reproduksi efektif) yang menunjukkan sinyal peningkatan kasus di Jawa Bali dalam sepekan terakhir ini. Hal ini juga dapat terlihat dari beberapa Kabupaten Kota di Jawa Bali yang mulai mengalami peningkatan kasus dan perawatan mingguan. Khusus wilayah Jawa Bali terdapat 29 persen Kabupaten/Kota yang mengalami peningkatan kasus dibandingkan minggu lalu dan 34 persen Kabupaten Kota yang mengalami peningkatan orang yang dirawat dibandingkan minggu lalu.

“Kehati-hatian harus dilakukan terutama untuk menghadapi Nataru (Natal dan Tahun Baru). Saat ini indikator Google Mobility yang memantau pergerakan masyarakat di Jawa Bali menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan di atas periode Nataru tahun lalu dan mendekati posisi Periode Idul Fitri pada Mei-Juni 2021,” ujarnya.***

 

Selamat, Guru Besar Pertama dari UIKA Raih Gelar Profesor

0

Bogordaily.net – Guru besar pertama dari Universtas Ibn Khaldun Bogor (UIKA), Prof. Dr. H. Endin Mujahidin, M.Si meraih gelar profesor di UIKA.

Selain guru pertama, H. Endin juga merupakan guru besar Pendidikan Luar Sekolah UIKA Bogor.

Pelantikan gelar baru tersebut rencananya akan dilaksanakan pada Selasa, 23 November 2021 sekaligus wisuda UIKA ke 73.

Kampus Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, merupakan kampus Islam dengan status Private atau Swasta, yang didirikan oleh para tokoh bangsa dan alim ulama.

Berdiri sejak 1961 dibawah naungan Yayasan Pendidikan Islam IBN Khaldun Bogor, UIKA Bogor telah banyak melahirkan lulusan-lulusan yang berhasil serta ikut membangun bangsa dan negara ini di berbagai bidang baik skala lokal, nasional bahkan internasiona.

Dengan moto “Iman, Ilmu dan Amal” Kampus UIKA senantiasa, tidak hanya memberikan pengalaman menuntut ilmu akademik saja, melainkan menjunjung tinggi adab & akhlak serta pendalaman wawasan keislaman yang kaffah (menyeluruh).

Menjadikan lulusan-lulusan UIKA Bogor, memiliki ciri khas tidak hanya pintar dari segi akademik, melainkan unggul juga akhlaknya, kuat keimanannya dan tentunya mau mengabdi dimasyarakat, menjadi bagian dari khairul ummah (berkontribusi aktif dalam kebajikan, dan berperan dalam mencegah kemunkaran serta memberikan contoh teladan mendakwahkan islam dengan cara yang santun).

Oleh karenanya, kampus UIKA Bogor, dikenal luas sebagai kampus Perjuangan, kampus para pemimpin visioner, kampus para aktivis, kampus para tokoh gerakan dan kampusnya para alim ulama.***

Tegakkan Perda, Para Pedagang yang Berjualan di Trotoar Disikat Satpol PP

0

Bogordaily.net – Puluhan Polisi penegak Perda atau Satpol PP Kabupaten Bogor, melakukan penertiban terhadap para pedagang yang menggunakan jalur trotoar sepanjang Jalan KSR Dadi Kusmayadi Cikaret, dari Kantor Pajak Pratama hingga Alfalah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Menggapai hal itu Kasi Pengendalian Operasi Satpol PP Kabupaten Bogor Rhama Kodara mengatakan penertiban itu dilakukan itu untuk menertibkan para pedagang yang berjualan tidak pada tempatnya.

“Operasi penertiban dilakukan seminggu dua kali untuk menertibkan para pedagang yang berjualan di jalur trotoar karena mengganggu ketertiban umum, karena trotoar itu digunakan untuk pengguna jalan bukan untuk berjualan,”kata Rhama kepada Bogordaily.net, Selasa 16 November 2021

Rhama mengatakan, anggota Pol PP selain menertibkannya gerobak para pedagang, juga menertibkan sejumlah papan milik para pedagang. “Dalam penertiban itu berjalan tertib, dengan menerjunkan sekitar 70 personel Pol PP,” katanya.

Dia berharap setelah ditertibkan, para pedagang bisa mengerti dan memahami bahwa Pol PP melakukan penertiban bukan melarang warga untuk berjualan. “Berharap bisa berjualan pada tempatnya karena sekali lagi trotoar itu bukan digunakan untuk berdagang, namun digunakan untuk pejalan kaki,”pungkasnya.(Ruslan)

Realisasi Penyaluran KUR 2021 Hingga November 2021 Sebesar Rp244,87 Triliun

0

Bogordaily.net – Tahun 2021, pemerintah terus memberikan dukungan akses pembiayaan untuk UMKM melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Untuk itu, ada beberapa kebijakan yang telah dikeluarkan. Diantaranya, meningkatkan target penyaluran KUR menjadi sebesar Rp285 triliun dari target sebelumnya sebesar Rp253 triliun.

Hal itu dikatakan Asisten Deputi Pembiayaan Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, Irene Swa Suryani, mewakili Deputi Bidang Usaha Mikro KemenkopUKM Eddy Satriya, pada acara Sosialisasi Program KUR di Kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, beberapa hari lalu.

Kebijakan lainnya, memperpanjang pemberian tambahan subsidi bunga KUR sebesar 3% dari Januari hingga Desember 2021. Sehingga, suku bunga KUR 2021 menjadi 3%.

“Semua sektor ekonomi UMKM dapat diberikan KUR, plafon KUR tanpa jaminan hingga Rp100 Juta,” imbuh Irene.

KUR 2021

Irene menambahkan, realisasi penyaluran KUR tahun 2021 sampai dengan 11 November 2021 berdasarkan data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) sebesar Rp244,87 triliun dan diberikan kepada 6.480.672 debitur.

Rinciannya, KUR Super Mikro sebesar Rp9.21 triliun kepada 1.047.506 debitur, KUR Mikro sebesar Rp152,99 triliun kepada 5.006.263 debitur, KUR Kecil/khusus sebesar Rp82,65 triliun kepada 425.779 debitur, KUR Penempatan TKI sebesar Rp17,30 miliar kepada 1.124 debitur.

Sementara itu, realisasi penyaluran KUR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sampai dengan 11 November 2021 berdasarkan data SIKP sebesar Rp1,17 triliun, kepada 24.717 debitur dan Kabupaten Belitung sebesar Rp161,85 miliar kepada 3.633 debitur.

“Dengan potensi besarnya penyaluran KUR ini tentunya akan bermanfaat dan memberikan dampak positif yang dapat dirasakan seluruh pelaku usaha mikro di Kabupaten Belitung,” kata Irene.

Irene berharap, semua pihak yang terkait dapat berperan aktif dalam program KUR. Dinas Koperasi dan UKM Provinsi/Kab/Kota menyiapkan calon debitur yang potensial untuk mengakses KUR, mengupload calon debitur tersebut ke SIKP agar dapat diakses penyalur KUR, melakukan pembinaan dan pendampingan kepada UMKM untuk mengakses KUR maupun pasca menerima KUR, hingga melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan KUR di wilayahnya.

“Penyalur KUR diharapkan dapat berkomitmen untuk mencapai target dalam penyaluran KUR dan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UKM setempat untuk mempercepat penyaluran KUR,” jelas Irene.

Di samping itu, pihak penjamin KUR diharapkan dapat membantu UMKM dalam hal keterbatasan agunan yang dimiliki UMKM.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Belitung, Adnizar mengatakan bahwa pada masa pandemi Covid-19 saat ini, perekonomian masyarakat sudah mulai bangkit dan diharapkan terus berkembang sehingga memberikan dampak positif pada sektor usaha seperti pariwisata.

Menurut Adnizar, sosialisasi program KUR di Kabupaten Belitung diharapkan dapat mempermudah UMKM untuk mengakses pembiayaan KUR, khususnya di sektor pariwisata yang sedang berkembang di Kabupaten Belitung saat ini.

“Penyaluran KUR Tahun 2021 terbesar di Kabupaten Belitung melalui Bank BRI, Bank BNI, dan BPD Sumatera Selatan dan Bangka Belitung,” pungkas Adnizar.***