Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 6693

Video Perilaku Anggota Polisi Periksa Ponsel Viral

0

Bogordaily.net – Perilaku anggota polisi yang viral karena memaksa memeriksa telepon genggam seorang warga tanpa dasar hukum yang jelas, disebut Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) sebagai tindakan kesewenang-wenangan atau abuse of power.

“Praktik pemaksaan seperti itu memperlihatkan bentuk abuse of power,” kata Peneliti KontraS, Rivanlee Anandar saat dihubungi Suara.com, Senin 18 Oktober 2021.

KontraS menyayangkan sikap dari anggota dari kepolisian itu. Kewenangan sebagai aparat penegak hukum seharusnya dimanfaatkan dengan menaati prosedur yang berlaku di Internal Polri.

“Dengan segala kewenangannya, bukan berarti polisi berhak untuk melakukan tindakan secara sewenang-wenang,” kata Rivanlee.

“Polisi mestinya harus kembali pada prinsip yang tertera dalam Undang Undang Polri, yakni legalitas, nesesitas, proporsionalitas, dan menjunjung tinggi akuntabilitas dalam melaksanakan tugasnya,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur menyebut perilaku dari anggota polisi itu menyalahi dua aturan.

Pertama melanggar aturan internal Polri sendiri, yakni Peraturan Polri nomor 8 tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Jelas ada larangan menggeledah dan menyita karena tidak sesuai dengan melanggar hak privasi. Jadi ini juga yang kedua melanggar peraturan internal kepolisian,” ujarnya.

Kemudian melanggar Undang Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Jelas juga melanggar UU ITE. Di UU ITE itu ada beberapa ketentuan privasi yang jelas ini adalah melanggar ketentuan UU ITE privasi,” kata Isnur.

Pada UU ITE pasal 30 ayat 1 disebutkan, setiap orang dengan sengaja tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer dan/atau sistem elektronik dengan cara apapun. Kemudian ayat 2, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer dan/atau sistem elektronik dengan cara apapun dengan tujuan untuk memperoleh informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik.

“Jadi tindakan kepolisian ini berbahaya melanggar hukum melanggar hak konstruksi dan banyak perundang-undangan,” tegas Isnur.

Viral

Anggota polisi menyita dan memeriksa handphone pemuda tanpa surat izin viral di media sosial. Video terkait arogansi oknum anggota ini ditayangkan dalam program di televisi swasta hingga ramai diunggah ulang di TikTok hingga Twitter.

Video tersebut salah satunya diunggah ulang oleh aku Twitter @xnact. Dia menyoroti tindakan anggota tersebut yang salah satunya diketahui merupakan Bripka Ambarita.

Dalam video itu, Bripka Ambarita terlihat ngotot jika aparat kepolisian memiliki wewenang untuk memeriksa handphone milik salah satu pemuda saat mereka tengah melaksanakan razia malam. Padahal pemuda tersebut telah menolak, sebab dia merasa itu ranah privasinya.

Terlebih, pemuda itu juga merasa tidak melakukan suatu tindak pidana.

“Polisi tiba-tiba ambil HP lalu periksa isi HP dengan alasan mau memeriksa barangkali ada rencana perbuatan pidana yang dilakukan melalui HP. Boleh tapi harus didahului dugaan tindak pidana. Sejak kapan pak pol bebas geledah HP dan privasi orang atas dasar suka-suka dia?” kicau @xnact pada Sabtu (16/10/2021).

 

Kabur dari Karantina Rachel Vennya Diintai Pidana

0

Bogordaily.net – Rachel Vennya kabur karantina masih menjadi sorotan publik. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan sudah mengirimkan surat pemanggilan kepada Rachel Vennya.

“Hari ini sudah kita layangkan surat panggilan untuk klarifikasi terhadap saudari RV,” kata Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Senin 18 Oktober 2021.

Menurut Kombes Pol Yusri Yunus, Rachel Vennya diminta hadir untuk memberikan klarifikasi pada Kamis, 21 Oktober 2021.

“Kita jadwalkan hari Kamis nanti untuk hadir di sini,” lanjutnya, mengutip dari detikom.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran memerintahkan kasus Rachel Venya harus diusut secara tuntas. Bahkan akan ada satgas untuk mengawasi karantina.

“Tadi Pak Kapolda menyampaikan, kami akan selidiki secara tuntas bahkan satgas pun akan kami bentuk untuk mengawasi tentang karantina karena ini sangat-sangat berbahaya,” kata Kombes Pol Yusri Yunus menyampaikan pesan dari Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.

“Ketentuan dari negara ini kita harus karantina 5 hari, ini upaya untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Tetapi yang bersangkutan tidak melaksanakan, akan kita proses,” pungkasnya.

Rachel Vennya bersama Salim Nauderer dan manajernya dipastikan akan mendapat hukuman.

“Ya jelas kan ada UU karantina ada UU wabah penyakit. kalau nggak ada sanksi pidana polisi nggak urus dong,” tegas Kombes Pol Yusri Yunus.

Rachel Vennya disebut kabur dari karantina di RSDC Wisma Atlet Pademangan. Ketentuan menjalani karantina selama 8 hari hanya dilakukan selama 3 hari oleh Rachel Vennya bersama Salim Nauderer dan manajernya.

Kaburnya Rachel Vennya terkonfirmasi dibantu oleh oknum TNI berinisial FS yang kini sudah dinonaktifkan.

Sampai saat ini, Rachel Vennya pun masih diam dan hanya mengutarakan permintaan maaf. Akan tetapi, dalam permintaan maaf itu Rachel Vennya tidak mengklarifikasi apakah yang dituduhkan soal dirinya kabur dari karantina benar atau tidak.

“Hallo teman teman semua.. Aku mau minta maaf sama kalian semua atas semua kesalahan aku. Kadang aku nyakitin orang lain, merugikan orang lain, egois & sombong.

Aku meminta maaf yg sebesar besarnya dan semoga semua hal buruk yg pernah aku lakukan di hidup aku menjadi pelajaran buat aku. Untuk selalu berfikir saat melangkah ke depan dengan baik.

Untuk sahabat2 online aku yg belum pernah ketemu aku tapi selalu ngedukung aku dari dulu, aku mau bilang terima kasih. -Rachel Vennya,” permintaan maaf Rachel Vennya.

93 Persen Warga Tanah Sareal Telah Divaksin, Camat Apresiasi Lurah

0

Bogordaily.net – Kecamatan Tanah Sareal menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) validasi data vaksin covid-19 bersama jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor, di Aula Kecamatan lantai 2, Jalan Kebon Pedes, Kota Bogor.

Rapat ini dilakukan untuk memverifikasikan data dari Dinkes dan Disdukcapil di wilayah Tanah Sareal terkait warga yang sudah divaksin dan belum divaksin.

Camat Tanah Sareal, Sahib Khan menyampaikan, hasil verifikasi dan validasi data vaksin Covid-19 di wilayah Kecamatan Tanahsareal, mengungkap terjadi penurunan jumlah warga yang belum divaksin. Dari sebelumnya 9.371 orang menjadi 3.620 orang.

“Alhamdulillah, di wilayah Tanah Sareal sudah mencapai 93 persen yang sudah di vaksin. Tentu ini hasil jerih payah semua pihak terutama Lurah,” kata Camat Tanah Sereal, Sahib Khan kepada Bogordaily.net, Senin 18 Oktober 2021.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada 11 Lurah sudah berjibaku di lapangan bersama pihak Puskesmas.

“Harapan saya bagi warga yang belum di vaksin segera datang ke sentra vaksin terdekat. Tidak usah khawatir, vaksin itu aman untuk membentuk herd immunity,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi P3MS Dinas Kesehatan Kota Bogor, Dr. Tengku Yenni Febrina menambahkan, pihak Kecamatan dan Dinkes akan menyiapkan strategi berikutnya untuk menyasar ke wilayah bagi warga yang belum divaksin.

“Sebelum validasi data vaksin Covid-19, warga yang belum di vaksin sebanyak 9.731 orang per-tanggal 9 Oktober 2021,” katanya.

Berdasarkan rapat validasi data vaksin Covid-19, saat ini warga Tanah Sareal yang belum di vaksin sebanyak 3.620 orang dari 11 Kelurahan yang ada di wilayah Tanah Sareal.

“Langkah selanjutnya kita nanti menyisir ke RW dan akan di tentu kan sentra vaksinasi dengan berkoordinasi RT/RW dan Kepala Puskesmas setempat. Jadi sentra vaksinasi bisa dijangkau oleh warga sekitar,” paparnya.

Dirinya berharap, bagi warga yang belum segera di vaksin supaya bisa mencapai 100 persen di Kota Bogor.*

Tersentuh Kumandang Azan, Sarah Price Masuk Islam

0

Bogordaily.net – Perjalanan spiritual setiap orang kadang tak terduga, termasuk hidayah Islam yang dialami seorang jurnalis wanita asal Australia bernama Sarah Price.

Perjalanan Sarah Price masuk Islam tidaklah mudah, berulang kali ia diselidiki, ditolak, dipecat dari pekerjaan, kehilangan teman-teman. Tak hanya itu, ia mendapat tantangan berat dari keluarga.

Keluarga dan kerabat Sarah sulit menerima perubahan Sarah hingga banyak komentar kasar tentang keputusannya tersebut.

Sebagian orang menuding Sarah masuk Islam demi menikah dengan seorang pria yang sangat dicintainya. Mengingat, sebelumnya dia merupakan Kristen taat yang sangat mencintai ajarannya.

Layaknya kebanyakan wanita muslim, Sarah kerap mengenakan pakaian tertutup di sejumlah kesempatan.

Bahkan, dirinya juga menutup kepalanya menggunakan kain yang menyerupai jilbab. Namun, dia selalu mendapat respons tak baik dari orang-orang di sekelilingnya.

Hidayah Islam yang didapat Sarah bermula saat dia datang ke Malaysia untuk menjalani pertukaran pelajaran.

Sebelum tiba di Negeri Jiran, dia mengaku sama sekali asing dan tak tahu menahu tentang ajaran tersebut.

Bahkan pada suatu momen, Sarah mengira Islam merupakan ajaran yang jauh dari peradaban dan terkesan tertinggal.

Namun, asumsinya tersebut berubah drastis saat berkunjung ke Malaysia dan bertemu wanita muslim yang taat beragama namun memiliki pemahaman global yang baik.

Mengutip Hops.id–jaringan Suara.com, Sarah sejak itu mulai tertarik dengan Islam dan pelan-pelan mendalaminya.

Saat pertama Sarah melangkahkan kaki ke suatu masjid di Malaysia, dalam sekejap dia merasa tenang dan damai.

Kumandang azan yang meneduhkan berhasil menyentuh relung jiwanya. Suara azan meluapkan perasaan yang tak pernah dia rasakan sebelumnya.

Sarah mengaku, pengalamannya di Malaysia telah membuat dirinya mengenal Islam dengan cara yang indah. Setelah kembali ke Australia, Sarah merasa ada sesuatu yang hilang.

Lantas, dia mulai meneliti konsep-konsep dalam Kristen. Bahkan, Sarah meneliti berbagai kontradiksi dalam Alkitab. Sarah menyadari, ada kesamaan antara Alquran dan Alkitab.

Yesus merupakan tokoh penting dalam kedua agama. Dalam Islam juga banyak menceritakan kisah Yesus atau Nabi Isa dalam Alquran.

Satu-satunya perbedaan adalah Islam menempatkan Yesus sebagai nabi dan tidak menyembahnya. Kendati sudah menemukan sejumlah jawaban, Sarah belum sepenuhnya yakin untuk berpindah agama.

Sebab, masih ada beberapa hal yang terus dia telusuri dan pelajari. Hingga akhirnya, dia berkesempatan bertemu dan berbincang dengan putri Tun Mahathir Muhammad, yakni Marina Mahathir.

Menurutnya, Marina merupakan sosok muslimah hebat yang menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan dan kemajuan. Pertemuan tersebut yang kemudian membuatnya percaya, wanita muslim tak selayaknya diremehkan.

Marina sendiri pernah mendapat gelar UN Person of the Year 2010. Dia juga merupakan tokoh SIS (Sisters in Islam), penulis, sekaligus pendukung hak-hak perempuan.

Pada akhirnya, Sarah sepenuhnya menyadari, bahwa menuju jalan yang benar tidak selalu mudah. Namun, terlepas dari betapa sulitnya masa-masa itu, Islam membawa rasa damai yang luar biasa dalam hidupnya. Rasa damai itu berhasil membuat Sarah lebih tenang.***

 

 

Sinar Mas Land Berikan Pelatihan dan Pendampingan Intensif Kepada Pelaku UMKM

0

Bogordaily.net – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki kontribusi dan peran yang sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sinar Mas Land melalui Tim Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bumi Serpong Damai Tbk menyadari peran penting tersebut. Guna mewujudkan hal itu, perusahaan kemudian membangun UMKM dengan memberikan pelatihan dan pendampingan usaha secara intensif. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab perusahaan di bidang ekonomi melalui Small, Medium, Large (SML) UMKM Center.

Sebanyak 50 pelaku UMKM binaan CSR PT BSD Tbk mengikuti pelatihan batch ke 1 yang diselenggarakan setiap minggu sejak Februari-Juli 2021 lalu. Setelah mengikuti pelatihan, para pelaku UMKM tersebut kemudian mendapat pendampingan melalui Klinik SML UMKM Center yang dimulai pada Juli-September 2021. Sebagai bentuk evaluasi terakhir, para peserta diwajibkan untuk membuat tugas akhir atas proses pengembangan usahanya. Sidang ujian tugas akhir dilaksanakan pada Sabtu 16 Oktober 2021 di SML UMKM Center, Jl. Palem Anggur Nomor 1, Rawabuntu, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Salah satu pemateri sedang memaparkan pemasaran digital dan branding kepada para peserta ujian siding akhir.​

Kepala CSR BSD – Sinar Mas Land, Maria Chatarina Octaviana SP menjelaskan bahwa pada sidang tugas akhir peserta diuji langsung oleh sejumlah praktisi dan mentor yang kompeten di bidang masing-masing. “Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk turut aktif meningkatkan perekonomian masyarakat. Kami juga mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas UMKM untuk dapat bersaing di pasar lokal maupun global.”

Sinar Mas Land melalui Tim Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bumi Serpong Damai Tbk menggelar pelatihan dan pendampingan usaha secara intensif bagi para pelaku UMKM. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab perusahaan di bidang ekonomi melalui Small, Medium, Large (SML) UMKM Center.

Pada sidang tersebut, para peserta mempresentasikan hasil tugas akhir nya yang diuji dalam tiga materi utama, yakni pemasaran digital dan branding, literasi keuangan dan pengembangan mutu, serta model manajemen usaha. Ketiga materi tersebut disampaikan oleh para narasumber yaitu Drs. Rujiyanto, M.Sn, Dra. Endang Retno Wardhani, M.BA, PhD., CHt dan Ir. Setya Sandi, S.E., MM. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Bina Usaha dan telah merangkul lebih dari 400 pelaku UMKM melalui rangkaian pelatihan keterampilan wirausaha.***

Hebat! Perintis Rumah Hijau Denassa Raih Kalpataru 2021

0

Bogordaily.net – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan program Gerakan Literasi Nasional (GLN), sejak 2016.

Program tersebut dijalankan berdasarkan hasil forum di Swiss pada 2015, di mana negara-negara yang mengikutinya menyepakati adanya enam literasi dasar.

Literasi dasar tersebut terdiri atas literasi baca tulis, literasi numerik, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi kewargaan.

Untuk meningkatkan semua itu, Kemendikbud juga membuat kegiatan atau program residensi, melansir republika.

Salah satu kegiatan residensi tersebut dilaksanakan di Rumah Hijau Denassa (RDH), Gowa, Sulawesi Selatan yang berhasil meraih Kalpataru 2021, Minggu (17 Oktober 2021).

RDH merupakan taman baca masyarakat (TBM) yang berawal dari upaya Darmawan Denessa menyelamatkan kekayaan hayati.

“Pada 2007 lalu didirikan sebagai usaha kami menyelamatkan kekayaan hayati sebagai tempat konservasi dan edukasi,” ujar Denassa.

Selain koleksi buku, RHD juga memiliki koleksi tumbuhan berbagai jenis. Setidaknya ada sekitar 500 koleksi jenis tumbuhan lokal, endemik, hingga langka. Ada pula puluhan fauna yang hidup di RHD.

“Tidak ditangkar, kita hanya menyediakan tempat yang nyaman bagi mereka untuk tinggal. Mereka memberikan dampak yang luar biasa pada kami dan lingkungan di sekitar kami,” tutur Denassa.

Banyak tanaman yang saat ini sudah hampir punah dan hanya bisa ditemukan di RHD.

TBM RHD ini diakui Denassa tidak hanya untuk warga lokal saja, tetapi juga orang-orang dari luar bisa masuk untuk membaca, belajar, dan bermain.

Denassa dan RHD-nya memang dijadikan tempat belajar oleh anak-anak di sekitar rumah dan desanya.

Tak sedikit dari mereka yang menjadi siswa Kelas Komunitas di sana, mulai dari anak-anak tingkat prasekolah hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Dari asalnya sedikit, sekarang sudah hampir 10 desa, ada 14 desa dan kelurahan di sini, itu sudah menjadi bagian dari Kelas Komunitas,” jelas Denassa.

Dia menjelaskan, Kelas Komunitas ingin membuat anak didiknya merasa senang ketika belajar di RHD.

Kelas di sana pun tidak spesifik diatur berdasarkan usia. Kelas Komunitas menggunakan kelas-kelas tematik dalam belajar.

“Ada kelas membaca, maka usia anak prasekolah sampai SMA bisa bergabung, kesempatan berinteraksi ada di sana dan wajib berinteraksi,” ujar dia.

Denassa dan RHD-nya memang dijadikan tempat belajar oleh anak-anak di sekitar rumah dan desanya.

Tak sedikit dari mereka yang menjadi siswa Kelas Komunitas di sana, mulai dari anak-anak tingkat prasekolah hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Dari asalnya sedikit, sekarang sudah hampir 10 desa, ada 14 desa dan kelurahan di sini, itu sudah menjadi bagian dari Kelas Komunitas,” jelas Denassa.

Dia menjelaskan, Kelas Komunitas ingin membuat anak didiknya merasa senang ketika belajar di RHD.

Kelas di sana pun tidak spesifik diatur berdasarkan usia. Kelas Komunitas menggunakan kelas-kelas tematik dalam belajar.

“Ada kelas membaca, maka usia anak prasekolah sampai SMA bisa bergabung, kesempatan berinteraksi ada di sana dan wajib berinteraksi,” ujarnya.***

Adanya di Gang Aut, Mie Ayam Andalan Sasaran Baru Pecinta Kuliner di Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Jalan Suryakencana, menjadi salah satu pusat perhatian wisatawan yang bertandang ke Kota Bogor. Selain melihat suasana tematik Pecinan, beragam jajanan sepanjang tepi jalan itu, menjadi surga tersendiri bagi pecinta kuliner.

Belakangan, di Gang Out kehadiran Mie Ayam Anak Dalam Negeri disingkat menjadi Mie Ayam Andalan, menjadi sasaran baru para pecinta kuliner yang datang ke Kota Hujan. Setelah melancong melihat suasana Kebun Raya, mereka biasanya mengayunkan langkah menuju kawasan Jl. Suryakencana, surganya pecinta kuliner.

Tepatnya di kawasan Gang Aut, para pelancong baik itu dari luar ataupun dari dalam Kota Bogor, sering terhipnotis oleh kehadiran gerobak warna merah dengan hastag #menolakmiskin, sedangkan pada bagian atas terpampang tulisan Anak Dalam Negri.

Rahman Maulana, sala seorang pecinta kuliner yang datang ke Gang Aut. Bersama 9 orang temannya. Mereka terdiri dari dua pria dua tujuh perempuan sengaja datang untuk memburu kuliner.

Mengenakan baju kemeja biru dongker bercelana hitam, dilengkapi masker putih. Rahman, menghampiri grobak warna merah kuning yang mencolok di Gang Aut. Grobak tersebut adalah Mie Ayam Andalan.

Lantas Rahman, memesan untuk sembilan porsi mie ayam kumplit untuk dirinya dan teman-temannya. Pada kesempatan itu ia ingin menyantap sajian Mie Ayam Andalan di tempat.

Sadar tempatnya dikunjungi pelanggan, pemilikMie Ayam Andalan, Dadang Sanjaya, menyambut ramah kedatangan Rahman.

Tidak hanya sebagai pemilik, Dadang Sanjaya atau yang akrab disapa Dudung ini merupakan peracik bumbu Mie Ayam Andalan. Dia bercerita, supaya bisa menperoleh ramuan bumbu mie ayamnya yang sekarang ini. Ia berguru kepada empat orang pembuat mie ayam.

“Saya belajar diri orang yang lebih ngerti. Kemuduian saya padukan supaya punya rasa sendiri,” cetus Dudung.

Dengan tatanan rambut dikuncir, Dudung terlihat tangkas menyiapkan pesanan untuk Rahman. Mulai dari merebus mie, menyiapkan bumbu dan lain-lain.

Seporsi mie ayam yang masih terlihat uapnya mengepul, aromanya menggugah selera. Semangkuk Mia Ayam Andalan tersaji siap disantap.

Usai menyantap ludes mie ayam, dari bumbu istimewa racikan Dudung, Maulana mengatakan, sejak suapan pertama mulutnya sulit berhenti mengunyah dan melahap. Lidahnya mendapat sensasi pedas gurih dari bumbu istimewa.

“Rasanya bikin lumer. Enak banget!” ujarnya singkat kepada bogoraily.net, Sabtu 16 Oktober 2021.

Pada awalnya, aku Maulana, dirinya memuturkan untuk makan mie ayam karena tertarik oleh keunikan di gerobak. Perpaduan warna dan pencantuman tulisan di gerobak menuntun Rahman, bersama teman-temannya menikmati kuliner di Gang Aut, Jl. Suryakencana.

 

(Ibnu Galansa/Diki Sudrajat)

 

Kalpataru, Penghargaan Tertinggi di Bidang Lingkungan Hidup

0

Bogordaily.net – Kelompok menerima penghargaan Kalpataru 2021, sebanyak 10 orang atas kepeloporan dalam memelihara dan melestarikan lingkungan hidup dan kehutanan (LHK) di Indonesia.

Salah satunya merupakan pendiri dan pengelola Rumah Hijau Denassa (RHD), Darmawan Denassa, yang berasal dari Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Penghargaan Kalpataru merupakan amanah bagi penerimanya, untuk tetap menjaga dan meningkatkan kepeloporan, serta upaya-upaya pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan,” tutur Menteri LHK, Siti Nurbaya, dikutip dari laman resmi Kementerian LHK, Minggu (17 Oktober 2021).

Penghargaan Kalpataru merupakan penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup dan kehutanan yang telah dianugerahkan sejak 41 tahun lalu, tepatnya dimulai pada tahun 1980.

Pemberian penghargaan itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran juga membuka peluang berkembangnya inovasi, kreativitas, dan prakarsa masyarakat .

Penghargaan Kalpataru juga diberikan sebagai bentuk apresiasi dan motivasi kepada individu maupun kelompok yang telah berpartisipasi aktif dalam upaya perlindungan dan pengelolaan LHK.

Siti mengatakan, tahun ini pemerintah memberikan penghargaan Kalpataru kepada 10 orang atau kelompok yang terbagi dalam empat kategori.

Kategori pertama, yakni untuk Perintis Lingkungan yang terdiri dari empat orang.

Keempat orang tersebut ialah Denassa, Purwo Harsono asal Bantul, DIY. Damianus Nadu asal Bengkayang, Kalimantan Barat dan Muh Yusri asal Mandar, Sulawesi Barat.

Sementara satu orang lagi dari kategori Pengabdi Lingkungan, Suswaningsih asal Gunung Kidul, DIY.

Lalu, ada dua orang dari kategori Pembina Lingkungan, KH Zarkasyi Hasbi asal Banjar, Kalimantan Selatan dan Suhadak asal Lampung Timur, Lampung.

Selanjutnya, ada juga tiga kelompok masyarakat dari kategori Penyelamat Lingkungan, yaitu Lembaga Pengelola Hutan Desa Pasar Rawa asal Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Forum Pemuda Peduli Karst Citatah asal Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat dan Sombori Dive Conservation dadi Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

“Penerima penghargaan Kalpataru adalah tokoh penting dalam bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Mereka bukanlah orang sembarangan, mereka adalah champion, sosok yang khusus baik perseorangan maupun kelompok,” kata Siti.

Mereka terpilih secara selektif dan ketat, mulai dari seleksi dan juga rekomendasi di tingkat daerah. Verifikasi administrasi dan teknis oleh tim khusus yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu.

Serta disidangkan oleh sembilan orang Dewan Pertimbangan Penghargaan Kalpataru yang memilki pengetahuan dan pengalaman di bidang LHK.

Siti Mengungkapkan bahwa tahun ini pemerintah memberikan penghargaan khusus kepada Ali Topan dari Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

AlibTopan sebagai Pemuda Inspiratif untuk Advokasi Lingkungan. Penghargaan khusus ini sebagai bentuk perhatian Pemerintah kepada generasi muda.***

22 Wisatawan Berhasil Dievakuasi, Setelah Terjebak di Waduk Jatiluhur

0

Bogordaily.net – Sebanyak 22 orang warga yang tengah berlibur terjebak di tengah Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Perahu yang ditumpangi tak bisa bergerak karena tertutup Eceng Gondok.

Mereka akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat yang terdiri dari berbagai unsur pada Senin (18 Oktober 2021) dini hari.

Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah menuturkan pihaknya menerima laporan dari pihak keluarga pada ahad (17 Oktober 2021) sekitar pukul 20.20 WIB.

Selanjutnya, tim penyelamat segera diterjunkan ke tempat kejadian untuk melakukan evakuasi, dikutip dari repjabar.

Tim SAR yang terlibat terdiri dari Kantor SAR Bandung, Polairud Jatiluhur, Koramil Jatiluhur, Dishub Jatiluhur, Damkar Purwakarta. Serta KRI Purwakarta dan Nelayan Jatiluhur.

“Korban sedang berlibur bersama keluarga ke waduk Jatiluhur menggunakan perahu jukung, namun perahu terjebak di tengah waduk karena tertutup eceng gondok sehingga tidak bisa kembali ke daratan dan membutuhkan evakuasi,” ujarnya melalui keterangan resmi, Senin (18 Oktober 2021).

Ia menuturkan, pihaknya langsung menerjunkan satu tim penyelamat dan berangkat ke Waduk Jatiluhur pada pukul 20.35 Wib.

Peralatan yang disiapkan yaitu satu unit rescue carrier, satu truk personil, dia set palsar Alair, satu set peralatan alkom, dua set peralatan medis dan APD personal.

Ia melanjutkan, tim berhasil menuju lokasi kurang lebih sekitar pukul 23.00 Wib selanjutnya melakukan evakuasi. Sebanyak 22 orang tersebut berhasil dievakuasi sekitar pukul 00.15 Wib.

“Tim SAR gabungan mengevakuasi seluruh korban dalam keadaan selamat, selanjutnya setelah dilakukan pendataan, seluruh korban kembali ke rumah masing-masing,” ungkapnya.

Deden mengatakan ke 22 orang tersebut terdiri dari satu orang balita, anak-anak tiga orang, lansia 2 orang, perempuan dua orang dan laki-laki 14 orang.***

Tim SAR yang terlibat terdiri dari Kantor SAR Bandung, Polairud Jatiluhur, Koramil Jatiluhur, Dishub Jatiluhur, Damkar Purwakarta. Serta KRI Purwakarta dan Nelayan Jatiluhur.

Dilarang Kibarkan Merah Putih, Indonesia Raih Piala Thomas Cup

0

Bogordaily.net – Setelah 19 tahun puasa gelar, Tim Bulutangkis Indonesia berhasil menorehkan sejarah dengan membawa pulang Piala Thomas Cup.

Hasil itu didapat setelah Tim Bulutangkis Indonesia, berhasil menghentikan perlawanan Tim Bulutangkis China dengan 3-0 di partai final di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu 17 Oktober 2021 malam WIB.

Kemenangan pertama diraih pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting dengan menghentikan perlawanan Lu Guang Zu dengan skor 18-21, 21-14, dan 21-16 di partai pertama. Sementara itu pada partai kedua ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dengan mudah melibas He Ji Ting/Zhou Hao Dong hanya dengan dua set, 21-12 dan 21-19.

Sedangkan pada partai ketiga, andalan Indonesia Jonatan Christie menghadapi perlawanan yang sengit dari Li Shi Feng untuk meraih kemenangan 21-14, 18-21, dan 21-14. Indonesia juara Piala Thomas 2020!

Kemenangan ini, merupakan kemenangan pertama setelah selama 19 tahun puasa gelar. Dan ini merupakan gelar ke-14 selama sejarah Tim Thomas Indonesia.

Terakhir kalinya Indonesia berhasil membawa pulang Piala Thomas pada tahun 2002 silam. Setelah berhasil mengalahkan Malaysia 3-2 di Guangzhou, China.

Seperti diketahui, Indonesia dilarang mengibarkan bendera negara selain komite dan juga memakai nama tersebut di ajang olahraga internasional, selama masa penangguhan setahun.

Sebabnya, Indonesia dihukum Badan Antidoping Dunia (WADA) karena lalai menerapkan tes doping. Indonesia pun harus naik podium pertama dengan iringan bendera PBSI.

Hal itu turut membuat posting ucapan selamat dari Presiden Joko Widodo ke tim Thomas Indonesia ikut diramaikan komentar soal absennya pendera Merah Putih.

“Ketegangan menyaksikan keseruan laga final Piala Thomas 2020 malam ini akhirnya berubah jadi kegembiraan begitu Jonatan Christie melompat, mengepalkan tangan, dan berteriak girang di akhir gim ketiga. Indonesia juara! Piala Thomas akhirnya kembali ke Indonesia setelah penantian 19 tahun lamanya. Dari tanah air, saya menyampaikan selamat kepada seluruh atlet bulutangkis Indonesia dan para pelatih yang telah berjuang dan mengharumkan nama bangsa di Ceres Arena, Aarhus, Denmark,” sebut Jokowi dalam ucapan selamatnya.

Indonesia, sebagai negara tersukses di ajang Piala Thomas, kini unggul empat trofi dari China yang berada di posisi kedua peraih piala terbanyak kejuaraan beregu putra tersebut.(Saleh Hermawan)