Sunday, 19 April 2026
Home Blog Page 6698

Kak Seto Beri Catatan Penting untuk Melatih Sikap Resiliensi pada Anak

0

Bogordaily.net – Pandemi Covid-19 sangat berdampak di bidang pendidikan, karena memunculkan kebijakan belajar online atau daring. Perubahan metode pelajaran yang tiba-tiba ini tentu memunculkan banyak tantangan. Psikolog anak sekaligus Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi, akrab disapa Kak Seto, menyebut saat ini tercatat 1,7 miliar anak di seluruh dunia terpaksa belajar daring karena pandemi Covid-19.

Karena belajar daring ini, pria yang akrab disebut Kak Seto itu mengungkap berbagai hambatan yang dirasakan oleh anak.

Anak yang semula terbiasa belajar di kelas harus menatap layar berjam-jam, sehingga mereka lelah, mengantuk, tertidur, sehingga pelajaran kadang-kadang diterima dalam suasana yang tidak nyaman.

“Akhirnya, pusing tujuh keliling, suasananya jadi tegang, orangtua stres, anak belajar jadi tidak optimal,” ujar Kak Seto dalam webinar parenting yang diadakan SD Budi Mulia Dua Pandeansari, Sabtu 16 Oktober 2021.

Suasana belajar yang membosankan serta materi pelajaran yang sulit diterima ini pun akhirnya bisa memicu konflik keluarga dan melahirkan kekerasan terhadap anak.

“Secara nasional, ini yang terjadi, kadang ayah dan bunda mengomeli, membentak, dampaknya anak yg semula senang belajar, gembira, tiba-tiba jadi gelisah, cemas, mengalami gangguan tidur, sulit makan, marah dan akhirnya dilihat sebagai malas belajar,” jelas Kak Seto.

Karenanya, Kak Seto menekankan pentingnya membangun resiliensi pada anak. Resiliensi merupakan kemampuan untuk beradaptasi dan tahan banting dalam setiap situasi sulit, seperti misalnya saat terjadi bencana.

Resiliensi ini penting untuk dilatih dan dikembangkan pada anak, untuk bisa membantu mereka menemukan peluang dalam mengoptimalkan potensi dan prestasi dalam situasi apapun.

Tentunya, membuat anak bisa diajak untuk beradaptasi di situasi yang sulit dan tidak mudah mengeluh, orangtua perlu membimbing dengan kasih sayang.

Menurut Kak Seto, membangun resiliensi anak pada dasarnya dengan menanamkan perilaku positif. Yakni perilaku senyum, penuh rasa syukur, menjalankan ibadah, selalu berdoa untuk diri sendiri maupun orang lain, dan komunikatif di mana anak juga didengarkan pendapatnya.

“Para orangtua mohon berkenan jadi sahabat anak dan idola anak, tidak main perintah, main paksa, main bentak, beri kasih sayang dan kekuatan cinta dengan selalu tersenyum. Orangtua perlu mengambil S3 (sangat sabar sekali) atau S5 (sangat sabar sekali dan selalu senyum), itu juga akan membuat anak-anak merasa nyaman belajarnya,” jelasnya.

Sebagai tambahan informasi, selama pandemi ini survey dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menemukan 13 persen anak sudah mengalami depresi secara nasional.

Bahkan kekerasan terhadap anak juga meningkat. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan anak-anak yang dicubit, dipukul, dijambak, ditarik, hingga ditendang.

 

Wabup Iwan Setiawan Sambut Atlet Tarung Derajat Peraih Medali Emas PON XX Papua

Bogordaily.net – Wakil Bupati (Wabup) Bogor, Iwan Setiawan yang juga Ketua Umum Pengcab Tarung Derajat Kabupaten Bogor menyambut atlet cabang olahraga tarung derajat asal Kecamatan Cisarua, Eriska Agustina yang menyumbangkan medali emas pada PON XX Papua 2021.

Turut menyambut juga, Ketua PKK Kabupaten Bogor, Halimatu Sadiyah, Kapolsek Cisarua dan Koramil Cisarua, serta warga Cisarua. Eriska Agustina disambut layaknya pahlawan oleh warga Cisarua, di Kantor Kecamatan Cisarua, Sabtu 16 Oktober 2021.

Iwan Setiawan mengatakan, pihaknya bangga karena putra daerah dari Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, perwakilan atlet Kabupaten Bogor dan Jawa Barat telah menorehkan prestasi meraih medali emas pada cabang olahraga tarung derajat di PON XX Papua.

“Selamat datang kembali kepada adinda Eriska Agustina, pelatih dan tim. Saya hadir hari ini sebagai Wakil Bupati dan Ketua Umum Cabor Tarung Derajat Kabupaten Bogor menyambut atlet saya,” terang Iwan.

Iwan menambahkan, hari ini kita buktikan bahwa olahraga tarung derajat di Kabupaten Bogor telah mencatatkan prestasi di PON XX. Prestasi yang sudah dicapai oleh atlet Kabupaten Bogor ini semoga bisa menjadi contoh masyarakat untuk mengukir prestasi di bidang olahraga.

“Alhamdulillah ada juga atlet asal Cisarua lainnya yang mendapatkan emas pada PON XX, yakni dari cabang olahraga gantole. Kita juga apresiasi seluruh atlet Kabupaten Bogor yang sudah berjuang di PON XX, sebagai putra daerah yang membawa nama baik Kabupaten Bogor dan Jawa Barat,” ungkapnya.

Iwan menuturkan, Pemerintah Kabupaten Bogor, akan memberikan apresiasi yang bisa dijadikan motivasi untuk para atlet dan pelatih yang sudah berjuang mendapatkan medali di PON XX Papua dan PORPROV XIV Jawa Barat mendatang.

Sementara itu Atlet Tarung Derajat Kabupaten Bogor, Eriska Agustina mengungkapkan kegembiraannya dan mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Ketua Umum Pengcab Tarung Derajat, Iwan Setiawan, Ketua PKK Kabupaten Bogor Halimatu Sadiyah dan Pemerintah Kabupaten Bogor, serta masyarakat yang sudah menyambut dirinya di Cisarua.

“Alhamdulillah saya datang dengan selamat, pulang kembali ke tanah kelahiran saya di Cisarua. Terima kasih atas doa dan dukungannya untuk saya dan tim Jawa Barat di ajang PON XX Papua,” kata Eriska.

Eriska mengaku, dirinya tidak menyangka mendapat medali emas, karena hal tersebut di luar ekspektasi.

“Alhamdulillah hasil dari perjuangan selama berlatih dua tahun ini, membuahkan hasil medali emas yang saya persembahkan untuk masyarakat Kabupaten Bogor. Target ke depan saya ingin mendorong para junior-junior saya untuk bisa mendapatkan medali emas, di kancah provinsi, nasional bahkan di kejuaraan internasional,” ujar Eriska.(buc/sh)

Finalis Mojang Jajaka Kota Bogor Ikuti Karantina ke 5, Apa Saja Kegiatan?

0

Bogordaily.net – Sebanyak 30 finalis Pasanggiri Mojang Jajaka (Moka) Kota Bogor 2021 mengikuti karantina yang digelar di Asana Grand Pangrango Hotel, Jalan Raya Padjajaran, No.32, RT01/RW04, Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor Sabtu 16 Oktober 2021.

Pada karantina Finalis Mojang Jajaka Kota Bogor 2021 hari ke-5, diawali dengan pengecekan kelengkapan peserta, sarapan, dan registrasi.

Selanjutnya, para finalis mendapat materi pertama mengenai Public Relation-Diplomasi dan Negosiasi oleh Kang Pandu.

Adapun materi yang dibawakan oleh Kang Bayu Adhitama, mengenai Pesonal Branding dan Grooming. Kemudian materi terakhir adalah Stage Act dan Catwalk yang dibawakan oleh Kang Bambang Trisulo.

Tampak ke 30 finalis Mojang Jajaka sangat bersemangat saat mengikuti materi-materi yang diberikan. Itu Terlihat dari wajah finalis saat menjawab materi yang di berikan.

Para finalis pria mengenakan kemeja putih, celana hitam dipadukan sepatu hitam sedangjanfinalis perempuan menggunakan rok dengan atasan kemeja serta sepatu warna hitam.

Selanjutnya Mojang Jajaka Tahun 2019, Indah Puspita Sari menyampaikan, para finalis Mojang Jajaka diberi materi Public Relation-Diplomasi dan Negosiasi, untuk bagaimana cara para finalis berhubungan (komunikasi) dengan orang eksternal maupun internal.

“Pada materi tersebut, para finalis diajarkan bagaimana tata cara berkomunikasi dengan orang lain. Di lihat dari cara grooming dan attitude nya,” kata Mojang Jajaka Tahun 2019, Indah Puspita Sari kepada Bogordaily.net.

Kemudian, sambungnya, finalis akan diberi materi Pesonal Branding dan Grooming.

“Grooming adalah bagaimana cara finalis berpakaian di event tertentu, seperti pakaian Daerah. Kalau Pesonal Branding finalis harus memperlihatkan citra positif ke semua orang,” jelasnya.

Pada materi Stage Act dan Catwalk, finalis harus bisa menguasai panggung. Karena saat final merupakan momen krusial bagi finalis Mojang Jajaka 2021.

“Pada saat final, materi Stage Act dan Catwalk sangat berguna sekali bagi finalis di atas panggung saat menjawab pertanyaan dan sebagainya,” ungkapnya.*

Optimis, 6.500 RTLH Kota Bogor Terealisasikan Sampai Akhir Tahun

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah menargetkan merenovasi 6.500 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada tahun 2021.

Namun, melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) realisasi renovasi RTLH di sejumlah wilayah di Kota Bogor masih belum maksimal.

Kepala Disperumkim Kota Bogor, Juniarti Estiningsih mengatakan bahwa hal itu disebabkan ada beberapa proses administrasi yang mesti dilakukan.

Sebelum nantinya bantuan RTLH tersebut bisa dicairkan oleh penerima bantuan. Seperti melansir dari repjabar.

Berdasarkan data yang dimilikinya, hingga saat ini sudah ada sekitar 3.500 bantuan RTLH yang dicairkan para penerima bantuan.

“Dari 6.500 RTLH yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor, 3.500 diantaranya sudah kami distribusikan kepada masyarakat sekitar dua pekan lalu. Sementara sisanya sedang dalam tahap verifikasi,” ujarnya, Jumat (15 Oktober 2021)

Esti menjelaskan, ada sekitar 1.500 proposal pengajuan RTLH yang sedang diproses untuk dicairkan selanjutnya.

Ada juga beberapa pengajuan yang ditarik ke dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

Jadi bantuan untuk perbaikan rumah tersebut tidak hanya diajukan melalui APBD Kota Bogor.

“Sebagian ada yang sedang berproses, ada juga yang kami alihkan ke dalam program BSPS dari Kementerian PUPR. Jadi bukannya tidak terserap, tapi semuanya sedang berproses,” katanya.

Namun demikian Esti mengaku optimis, jika 6.500 RTLH yang bersumber dari APBD Kota Bogor pada 2021 ini dan bisa selesai terserap hingga akhir tahun.

“Insyaallah akan terserap. Karena saat ini juga semuanya sedang berproses secara simultan. Jadi kami yakin 6.500 RTLH ini bisa kami realisasikan sampai akhir tahun ini,” pungkasnya.***

Kemenkop UKM Gelar Pelatihan Vokasional Usaha Mikro di Sektor Perikanan dan Peternakan

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi dan UKM menggelar pelatihan vokasional bagi usaha mikro di sektor peternakan dan perikanan.

Kedua sektor ini merupakan bidang usaha yang sangat banyak ditekuni oleh pelaku usaha mikro sehingga perlu peningkatan kompetensi pelaku usahanya.

Pelatihan dibuka oleh Deputi Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satriya, di Bukittinggi, Kamis 14 Oktober 2021 yang juga dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bukittinggi Isra Yonza.

Eddy mengatakan pelatihan dilakukan untuk membantu pelaku usaha bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19 dan pelaku usaha didorong untuk terus dapat menjalankan usahanya.

“Sektor peternakan dan perikanan sangat potensial karena sektor budidaya dan penangkapan terus berkembang,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, perikanan budidaya terus mengalami peningkatan, seperti misalnya, budidaya lele yang banyak dikelola oleh masyarakat. Lele telah diekspor ke Thailand, Inggris, Korea Selatan, Uni Eropa da Arab Saudi dengan nilai ekspor US$5,7 juta tahun 2019.

“Produk lele tidak hanya dalam bentuk ikan segara, tapi mengalami diversifikasi olahan, seperti olahan beku dan produk makanan kering. Potensi pasar yang luas ini menjadi sasaran peningkatan kompetensi pelaku usaha mikro,” jelasnya.

Kepala Dinas Kota Bukittinggi Isra Yonza mengatakan ada 7.454 pelaku UMKM dan 6.771 pelaku usaha mikro.

Ia mengatakan kondisi UMKM di Kota Bukittinggi saat ini masih menghadapi berbagai kendala dan keterbatasan baik internal maupun eksternal antara lain, masih rendahnya kualitas SDM. Selain itu, kurangnya akses terhadap sumber modal, akses pasar, penguasaan teknologi.

“Kemasan dari sebagian besar UMKM di Kota Bukittinggi masih sederhana, yaitu berupa kemasan yang di ikat karet, di lem menggunakan api/lilin, kantong kresek seadanya,” ungkapnya.

Dengan berbagai kekurangan kemampuan usaha itu, dikatakan Isra, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kemajuan perkembangan UMKM di Kota Bukittinggi dalam hal kualitas dan inovasi produk.

“Sejumlah pelaku usaha yang ikut dalam pelatihan tersebut juga mengakui sangat membantu mereka mengembangkan usahanya,” terangnya.

Eslim, salah seorang peserta yang juga pelaku usaha mikro pengolahan kerupuk kulit mengatakan sangat berbangga mendapat kesempatan ikut pelatihan terlebih pelatihan tidak hanya teori, tapi juga praktek.***

Dari 16 Taman di Kota Bogor, Hanya Tujuh yang Dijaga Park Ranger

0

Bogordaily.net – Tawuran pelajar di Kota Bogor sering terjadi di Taman dan salah satu Taman yang menjadi sorotan yakni Taman Palupuh di Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara.

Oleh karena itu, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor siap untuk menambah park ranger dan sarana prasarananya demi memaksimalkan penjagaan.

Kadisperumkim Kota Bogor, Juniarti Estiningsih mengatakan bahwa park ranger yang ada di taman-taman Kota Bogor saat ini bertugas menjaga taman.

Untuk keamanan taman-taman di Kota Bogor, pihaknya bersinergi dengan TNI-Polri dan Satpol PP.

Esti menyebutkan, dari 16 taman yang ada di Kota Bogor, hanya tujuh di antaranya yang dijaga oleh total 78 park ranger.

Dari ketujuh taman yang dijaga tersebut, tidak termasuk Taman Palupuh.

“Sebenarnya Palupuh sendiri bukan favorit untuk nongkrong-nongkrong. Karena favorit nongkrong itu Sempur, dalam kota. Tugas kami park ranger ini kita posisikan menjaga keamanan dan ketertiban dalam penggunaan taman dan sekitarnya,” ujar Esti, dikutip dari republika, Sabtu (16 Oktober 2021.

Lebih lanjut, Esti mengatakan, kejadian ditikamnya pelajar SMAN 7 Bogor pada Rabu (6 Oktober 2021) lalu, tidak terjadi di Taman Palupuh.

Dia pun belum mendapat laporan, taman mana saja yang kerap dijadikan tempat berkumpul atau nongkrong para pelajar.

Kendati demikian, dia mengatakan, di Disperkumkim Kota Bogor terdapat pengawas dan tim komando yang mengkoordinasikan pengawasan di taman.

“Cumakan kembali lagi, park ranger tugasnya adalah penjaga keamanan dan ketertiban dan sarana prasarana yang ada di taman,” tuturnya.

Di samping itu, dia mengaku siap jika harus menambah park ranger di taman-taman tersebut.

Namun, hal itu harus dipetakan agar sesuai dengan kebutuhan dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk menggaji mereka.

Dengan adanya penambahan park ranger, Esti mengatakan bahwa justru tugas park ranger yang ada saat ini akan menjadi lebih ringan.

Dia pun menjadi lebih mudah mengatur shift pergantian kerja dari para park ranger.

Sekaligus untuk memaksimalkan penjagaan di taman-taman yang memang pelu park ranger.

“Kalau kami sih Disperumkim semakin banyak personel ya Alhamdulillahh. Tapi kembali lagi untuk cakupan APBD-nya cukup atau tidak, anggarannya ada atau tidak, kalau memang kita diturunkan lagi ada PKWT untuk park ranger lagi siap,” ucapnya.

Dia menambahkan, Disperumkim Kota Bogor tengah menginventarisasi sarana dan prasarana taman.

Dia juga mengharapkan, pada 2022 nanti juga akan ada penerangan tambahan di taman.***

KemenKopUKM Siap Bawa Galendo, Makanan Khas Ciamis Perluas Pasar Hingga Mancanegara

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) terus mendorong para pelaku UKM untuk meningkatkan daya saing serta memperluas pasar hingga mancanegara.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris KemenKopUKM Arif Rahman Hakim saat mengunjungi Sentra Oleh-oleh Makanan Khas Ciamis “Rajanya Galendo” di Ciamis, Jumat 15 Oktober 2021.

“Ini tugas kita untuk selalu memberikan pendampingan dan support kepada pelaku usaha mikro untuk terus berinovasi dalam mengembangkan produknya agar dapat memperluas pasar tak hanya di dalam negeri tetapi juga mancanegara,” kata Arif.

Lebih lanjut, Arif menegaskan bahwa pihaknya akan selalu memberikan wadah bagi para pelaku UKM untuk mempromosikan produk-produknya sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2021.

Dimana dalam PP tersebut salah satunya mencakup dukungan 30% alokasi pada infrastruktur publik seperti rest area jalan tol, bandara, dan stasiun bagi koperasi dan UMKM dalam pengembangan dan pemasaran usaha.

Dalam kesempatan tersebut, SesmenKopUKM memberikan apresiasi kepada sentra oleh-oleh Rajanya Galendo yang terus melakukan inovasi dalam membranding produk unggulannya yaitu Galendo.

“Saya apresiasi karena resellernya sudah banyak, dan teknologinya juga sudah modern. Ini patut kita dorong lagi agar Galendo dapat dikenal masyarakat dan pasar yang lebih luas,” terangnya.

Sementara itu, H. Endut selaku pemilik sentra oleh-oleh “Rajanya Galendo” menceritakan awal muasal usahanya yang merupakan bisnis turunan dari orang tuanya terdahulu.

“Usaha ini memang turunan dari orang tua saya. Sudah lumayan panjang perjalanannya. Tapi, alhamdulillah masih bisa bertahan hingga saat ini, bahkan sudah lebih maju,” kata H. Endut.

Galendo adalah makanan khas dari Jawa Barat khususnya di daerah Kabupaten Ciamis. Makanan yang terbuat dari kelapa ini sudah terkenal ke berbagai kota di Indonesia.

Galendo hasil produksi H. Endut sudah terbilang modern karena kemasannya sudah terbungkus dengan menggunakan aluminium foil, sehingga bisa tahan lama.

Selain itu, H. Endut juga telah memadupadankan bermacam-macam rasa Galendo yang diproduksinya antara lain, rasa coklat, rasa kacang, rasa pisang dan rasa susu.

Pria yang memasuki usia 68 tahun ini pun menyebut tidak merasa kesulitan untuk mendapatkan kelapa yang menjadi bahan baku pembuatan Galendo. Bahan baku tersebut ia datangkan langsung dari koleganya di Palembang.

Hingga kini, H. Endut sudah memperkerjakan puluhan pekerja yang merupakan warga sekitar. “Untuk bagian pengemasan ada sekitar 10 orang, dan bagian produksi ada 4 orang,” katanya.

Selain itu, Galendo buatan H. Endut juga telah lolos uji kesehatan dari laboratorium Balai Besar di Bogor.  Tak hanya itu, proses produksinya pun sudah menggunakan teknologi modern.

Kini, Galendo hasil produksi H. Endut sudah menjamur di sentra oleh-oleh yang tersebar di Bandung, Tasikmalaya, Garut, Cirebon hingga kota-kota lainnya.

Kaya Sejarah dan Budaya, Situs Warisan Dunia Ada di Indonesia

0

Bogordaily.net – Indonesia memiliki berbagai macam destinasi wisata menarik, bersejarah, hingga termasuk ke dalam situs warisan dunia.

Sehingga destinasi wisata Indonesia menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Situs warisan dunia yang menjadi destinasi wisata ini bisa ditemukan, hampir di seluruh penjuru Indonesia.

Bahkan juga tak lepas dari sejarah panjang yang berhubungan dengan Nusantara.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini situs warisan dunia di Indonesia yang menjadi destinasi wisata menarik untuk dikunjungi.

<• Candi Borobudur

Candi Borobudur (Candhi Barabudhur) merupakan salah satu situs warisan dunia yang keberadaannya diakui oleh UNESCO dan menjadi bagian dari tujuh keajaiban dunia.

Berlokasi di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Letaknya kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta.

Candi satu ini berbentuk stupa, didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.

Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia. Sudah pasti sangat terkenal, baik di Indonesia ataupun mancanegara.

<• Situs Manusia Purba Sangiran

Situs Sangiran adalah salah satu situs manusia purba yang ada di Indonesia. Situs Sangiran terletak di dua wilayah kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Tengah.

Yaitu Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar, dengan luas 59,21 kilometer persegi.

Warisan

Situs ini dikelola Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, salah satu unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Museum Sangiran yang terletak di kawasan Situs Sangiran dibagi menjadi lima klaster.

Klaster pertama adalah Klaster Krikilan yang berfungsi sebagai pusat kunjungan atau visitor center, yang memberikan informasi secara lengkap tentang Situs Sangiran.

Kemudian ada Klaster Dayu, Klaster Bukuran, Klaster Ngebung, dan Museum Manyarejo.

Menurut laporan UNESCO (1995), Sangiran diakui oleh para ilmuwan untuk menjadi salah satu situs yang paling penting di dunia untuk mempelajari fosil manusia.

Disejajarkan bersama situs Zhoukoudian (Cina), Willandra Lakes (Australia), Olduvai Gorge (Tanzania), dan Sterkfontein (Afrika Selatan), dan lebih baik dalam penemuan daripada yang lain.

<• Pulau Komodo

Balai Taman Nasional Komodo berada di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Taman nasional Komodo memiliki tiga pulau besar yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar.

Di kepulauan ini ditinggali oleh kadal besar yang termasuk hewan purba hingga kini masih hidup dan sangat beruntungnya ditemukan di Indonesia.

UNESCO pun mengakui Pulau Komodo ini menjadi bagian dari situs warisan dunia. Hal ini dikarenakan bagian dari taman tertua di dunia.

Bukan hanya bisa melihat komodo, pemandangan di sekitarnya pun tak kalah menarik.

Nuansanya indah, pemandangan perbukitan dan lautan menjadikan Balai Taman Nasional Komodo pantas dijadikan bagian dari warisan dunia yang ada di Indonesia.***

 

Sehari Hanya Tidur 4 Jam atau Kurang? Ini Dampaknya pada Otak

0

Bogordaily.net – Manusia membutuhkan tidur yang cukup agar tubuh berfungsi dengan baik. Sehingga, memberi tubuh kita jumlah istirahat yang tepat tidak boleh disepelekan. Sangat penting untuk menemukan keseimbangan yang tepat dan tidur yang cukup, karena jika tidak, akan berisiko memengaruhi fungsi otak dan tubuh.

Ketika Anda tidak tidur dengan benar, tubuh Anda membutuhkan lebih banyak energi untuk melakukan tindakan sehari-hari.

“Itu bisa mengganggu rentang perhatian, konsentrasi, pemikiran strategis, penilaian risiko, dan waktu reaksi Anda,” kata Dr. Tim Woodman, Direktur Medis di Bupa UK Health Clinics, dikutip dari Bustle.

Di sisi lain, kurang tidur tiga malam berturut-turut akan sangat berdampak pada tubuh dan pikiran Anda, termasuk kesehatan mental.

Sebuah studi tahun 2018 menemukan bahwa mereka yang tidur selama empat jam atau kurang, aktivitas kognitif nampak lebih tua delapan tahun.

Sehingga, hanya tidur empat jam sama dengan membuat otak Anda menua lebih cepat.

Meskipun tidur empat jam setiap malam tidak selalu berarti kurang tidur, Woodman menjelaskan bahwa hal itu pasti akan mempengaruhi tingkat produktivitas dan fungsi tubuh.

“Bagi kebanyakan dari kita, empat jam tidur per malam tidak cukup untuk bangun dengan perasaan istirahat dan waspada secara mental, tidak peduli seberapa baik Anda tidur,” katanya.

“Tidak cukup tidur dapat menyebabkan masalah kesehatan, termasuk gangguan memori, kurangnya kewaspadaan, dan lekas marah,” jelasnya lagi.

Selain itu, kurang tidur dapat meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung koroner.

Para peneliti juga sampai pada kesimpulan bahwa tidur selama tujuh hingga sembilan jam per malam (waktu yang terkait dengan perilaku kognitif yang sangat fungsional) biasanya sama untuk semua orang dewasa, tanpa memandang usia.

Jadi, akan baik jika Anda mempertahankan siklus teratur sekitar delapan jam tidur, karena sangat ideal untuk kesehatan jangka panjang.***

 

Ini Resto Viral di Sentul dengan Panorama Sungai yang Adem

0

Bogordaily.net – Ada satu restoran di Sentul viral karena menawarkan panorama sungai yang sejuk. Restoran itu adalah Pendopo Ciherang, rumah makan ini juga menawarkan wisata alam.

Kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, kini menjadi tempat favorit orang Jakarta dan sekitarnya untuk melepas penat di akhir pekan. Tak heran kalau di Sentul sekarang memiliki banyak tempat makan dan kafe yang enak buat nongkrong.

Beberapa kafe dan restoran yang ada di Sentul ini viral karena menawarkan sensasi makan sambil menikmati pemandangan indah berupa gunung dan sungai yang sejuk. Pemandangan indah inilah yang menarik perhatian karena bisa menenangkan pikiran.

Salah satu restoran di Sentul yang banyak mencuri perhatian adalah Pendopo Ciherang. Penasaran dengan Pendopo Ciherang, detikFood mengunjungi restoran yang juga menawarkan penginapan dan wisata alam tersebut 2 Oktober 2021.

Lokasi Pendopo Ciherang bukanlah berada di kota Sentul, melainkan harus naik ke pegunungan yang akses jalannya sempit dan terjal. Kami hanya mengandalkan Google Maps dan petunjuk warga lokal untuk sampai ke Pendopo Ciherang.

Kalau mengikuti Google Maps, kami diarahkan menuju ke area wisata hutan pinus yang juga banyak digunakan untuk kemping. Saat sampai di depan area wisata hutan pinus tersebut, kami diminta biaya tiket masuk mobil sebesar Rp 30.000.

Awalnya kami pikir setelah membayar tiket masuk, lokasi Pendopo Ciherang sudah dekat. Namun, perkiraan kami salah. Lokasinya masih berada jauh di atas pegunungan. Semakin masuk ke dalam, jalanannya pun semakin sempit yang hanya dapat dilalui oleh satu kendaraan saja.

Perjalanan kami cukup menegangkan, karena kondisi jalanan yang tidak rata, sempit, curam, hingga kerap berpapasan dengan mobil atau kendaraan lain dari arah berlawanan. Untuk menuju ke lokasi Pendopo Ciherang juga banyak ditemui tukang parkir dadakan sebagai penunjuk arah atau yang kerap membantu saat berpapasan dengan mobil lain, sehingga kamu harus menyediakan uang ecehan yang lumayan banyak.

Perjalanan kami menempuh waktu sekitar 45-60 menit. Saat sudah tiba di lokasi, kami cukup lega karena pemandangan sungai yang ditawarkan Pendopo Ciherang dapat melepas rasa lelah kami selama perjalanan.

Untuk menikmati makanan yang ada di restoran dalam Pendopo Ciherang, kami diharuskan membayar tiket masuk sebesar Rp 30.000 per orang. Tiket tersebut sudah termasuk potongan Rp 10.000 per orang untuk membayar makanan di restoran.

Ada beberapa bagian restoran dan kami memilih tempat yang berada di ujung dekat dengan penginapan Pendopo Ciherang. Sehingga kami dapat menikmati pemandangan sungai dan juga berfoto-foto terlebih dahulu saat menuju ke tempat makan kami.

Spot foto favorit para pengunjung di sini adalah jembatan yang tepat berada di samping sungai. Arus sungainya tak begitu deras dan terdapat bebatuan. Para pengunjung juga dapat turun ke pinggir sungai untuk bermain air atau berfoto.

Ada banyak pilihan makanan dan minuman yang ditawarkan Pendopo Ciherang. Mulai dari camilan hingga hidangan utama yang mengenyangkan.

Karena perjalanan kami yang lumayan panjang, Nasi Liwet Komplet seharga Rp 40.000-an menjadi andalan kami karena mengenyangkan. Nasi liwetnya disajikan dengan ikan teri medan goreng, tahu goreng, ayam goreng, tempe orek, telur balado, lalapan, serta sambal terasi.

Aroma wangi daun salam dan serai tercium sedap dari nasi liwet. Gurih pulennya cocok dipadukan dengan aneka lauknya yang komplet. Namun, tekstur ayam gorengnya agak sedikit keras atau liat.

Mie Goreng Sapi seharga Rp 50.000-an juga menark perhatian kami. Porsinya sangat besar, sehingga cocok untuk dimakan bersama keluarga atau teman-teman. Mie gorengnya manis gurih, isian topping daging sapi dan baksonya juga royal.

Pendopo Ciherang memiliki menu es kopi susu gula aren dengan harga Rp 20.000-an. Rasa kopinya cukup pekat ditambah susu dan gula aren yang membuat sensasi rasa manis lembut. Cocok dinikmati untuk bersantai sambil memandangi sungai yang indah dan sejuk di sana.

Es Kelapa Muda seharga Rp 30.000-an juga dapat melegakan dahaga. Bisa dicampurkan es batu dan sirup gula agar rasanya makin manis dan menyegarkan.

Kalau penasaran dengan Pendopo Ciherang, tak ada salahnya ke sini. Karena, lokasinya yang masih dekat dari Jakarta. Kami menyarankan untuk datang lebih pagi, sehingga tidak harus sering berpapasan dengan mobil lainnya. Karena, semakin siang lalu lintasnya juga semakin padat.

Kamu bisa juga memilih jalan alternatif lain. Sebaiknya mengikuti arah jalan menuju Pancar Garden. Kemudian, lurus naik ke atas dan wajib bertanya pada warga lokal agar tidak tersesat.

Pendopo Ciherang
CW5J+2V7,Karang Tengah,
Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat 16810
No. telp: 0812-1108-1813
Tiket masuk: Rp 30.000 per orang