Tuesday, 28 April 2026
Home Blog Page 6798

Jangan Lupa, Ayo Donor Darah di Rumah Sakit Islam Bogor!

0

Bogordaily.net – Bagi warga Bogor yang ingin donor, besok Palang Merah Indonesia akan menggelar donor darah di Rumah Sakit Islam Bogor, pada Selasa 28 September 2021.

Donor akan dimulai pukul 08.00 sampai dengan 11.00 WIB di Gedung Sholis RS Islam Bogor.

Berikut adalah persyaratan menjadi pendonor darah:

1. Sehat Jasmani dan Rohani
2. Usia 17-60 th
3. Berat badan minimal 50 kg
4. Akan dilakukan pemeriksaan fisik sebelum dilakukan donor terkait tekanan darah normal 120/80 mghg dan HB wanita minimal 12,5 gridi, laki-laki 13 gr
5. Untuk wanita tidak sedang haid dan menyusul
6. Tidak sedang minum obat antibiotik
7. Cukup istiraht, tidak habis begadang minimal tidur malam selama 6 jam
8. Sudah sarapan sebelum melakukan donor

Untuk informasi pendaftaran bisa menghubungi ke nomor 0878-6909-6298 atas nama Nita humas Rumah Sakit Islam Bogor. Adv

Mulai Oktober, Bepergian Tak Lagi Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

0

Bogordaily.net – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memberikan beberapa alternatif untuk menjawab keluhan masyarakat yang tidak dapat menggunakan aplikasi PeduliLindungi, namun harus beraktivitas.

Chief Digital Transformation Office Kemenkes Setiaji beberapa opsi tengah disiapkan, salah satunya adalah berkolaborasi dengan berbagai aplikasi lain yang sudah banyak dipakai masyarakat, seperti Gojek, Grab, Traveloka, Tokopedia, Tiket.com, Jaki, LinkAja dan lainnya.

Ia menyebut dengan integrasi tersebut, masyarakat tidak harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi lagi untuk bepergian, baik itu untuk transportasi udara maupun kereta api.

Setiaji mengungkapkan tanpa ponsel pun calon penumpang KA bisa melakukan perjalanan karena validasi penumpang sudah dilakukan pada pembelian tiket.

Ia mengatakan hal ini dimungkinkan karena sistem telah terintegrasi dari layanan faskes atau lab hingga pembelian tiket di platform daring.

Sedangkan untuk penumpang pesawat, ia menyebut validasi bisa dilakukan lewat pengecekan NIK di bandara dan akan muncul status yang bersangkutan bila layak bepergian atau tidak.

Setiaji mengatakan bahwa integrasi sistem tersebut bakal meluncur pada Oktober mendatang.

“Jadi tidak harus menggunakan PeduliLindungi, tapi Anda bisa mendapatkan fitur-fitur dalam PeduliLindungi. Ini kami akan launching (rilis) Oktober,” kata dia dalam diskusi RCEE Working Group yang disiarkan lewat akun Youtube BNPB Indonesia, Senin (27 September 2021).

Dia menerangkan, langkah ini dilakukan pihaknya untuk menjawab keluhan masyarakat yang tidak bisa memasang PeduliLindungi di telepon selulernya.

“Nah ini menjawab tadi kalau ada orang punya handphone terus aplikasi enggak mau instal PeduliLindungi, nah bisa menggunakan ini,” ujar Setiaji.***

Waduh! Bayi 10 Bulan Dijadikan Manusia Silver

0

Bogordaily.net – Di media sosial sedang viral bayi usia 10 bulan di Tangerang Selatan dilumuri cat silver. Saat ini, ibu kandung dan sang bayi sudah dibawa ke Dinas Sosial.

“Saat ini bayi dan ibunya kita bawa ke Dinas Sosial untuk dilakukan tindakan lebih lanjut tentunya,” kata Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Tangsel Muksin Al-Fachry, kepada wartawan, Minggu (25 September 2021) seperti dikutip dari umma.

Sang ibu berinisial NK (21) tidak mengetahui anaknya itu diajak ngamen oleh dua tetangganya berinisial E dan B. Sang bayi diajak mengamen di SPBU Parakan, Pamulang dua tetangganya itu.

“Dia (NK) nggak tahu kalau anaknya diajak,” ucap Muksin.

NK dalam keseharian mengamen dengan menjadi manusia silver. Begitu pun tetangganya, E dan B.

Biasanya NK menitipkan bayinya ke E dan B jika hendak mengamen. Berdasarkan pengakuan NK, saat bayi itu dibawa mengamen memang tubuhnya itu dilumuri cat silver oleh E dan B.

Saat dikembalikan ke NK, di badan bayi pun masih menempel cat tersebut, dan NK diberi uang Rp 20 ribu oleh E dan B dari hasil mengamen.

“Katanya itu jatah buat beli popok dan susu,” ujar Muksin.

Berkaca dari temuan ini, Satpol PP bakal merazia orang-orang yang mengeksploitasi balita di sekitar Tangsel. Dia memastikan hal tersebut tidak terulang.

“Apabila memang masih ada yang bawa anak-anak balita, kita akan lakukan razia lebih intensif biar hal ini tidak terjadi lagi,” katanya.***

Waduh! Gegara Covid-19 APBD Kabupaten Bogor Defisit Rp 794 Miliar

0

Bogordaily.net – Akibat Pademi Covid-19 Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor Tahun 2021 mengalami defisit sekitar Rp 794 miliar.
Guna menyikapinya pemerintah dan DPRD Kabupaten Bogor melakukan penyesuaian baik dalam kebijakan maupun program kerja daerah.

“APBD Kabupaten Bogor yang awalnya Rp7,2 triliun kini diusulkan menjadi Rp8,9 triliun. Namun karena anggarannya masih defisit sebesar Rp794 miliar akibat terdampak pandemi Covid-19 dan hal lainnya, maka perlu dilakukan penyesuaian, lalu dibahas dan finalnya akan menjadi peraturan daerah (Perda) RAPBD-P,” kata Bupati Bogor, Ade Yasin kepada wartawan, Senin.

Orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman ini menjamin penyesuaian dalam APBD-P ini tidak akan menggeser anggaran untuk penanganan wabah Covid-19, pembayaran BPJS aparatur daerah dan lainnya.

“Karena terjadi defisit, maka biaya pengadaan ATK, makan minum, perjalanan dinas lainnya akan kami kurangi, agar anggaran penanganan wabah Covid-19 dan hal penting lainnya tetap bisa dilaksanakan,” terangnya.

Sementara Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan berharap 3-4 hari kedepan, defisitnya APBD tahun ini bisa ditemukan solusinya, baik oleh eksekutif maupun legislatif.

“Karena situasinya APBD Tahun 2021 ini defisit, maka dibantu pimpinan dan anggota dewan kami akan menunda anggaran-anggaran yang dianggap bukan prioritas. Kita harus bisa menyesuaikan antara anggaran dengan program kerja yang sebelumnya sudah kita rencanakan,” harapnya.

Anggota Fraksi Partai Golkar Ridwan Muhibi meminta, dalam menyesuaian RAPBD-P, Pemkab Bogor tetap memproritaskan pemulihan ekonomi akibat pademi Covid-19.

“Eksekutif kami harap jangan meniadakan anggaran dalam upaya memulihkan ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, bentuknya bisa pemberian stimulus bantuan kepada pelaku usaha kecil menengah (UKM), penyediaan lapangan kerja, kemudahan izin usaha dan menggiatkan padat karya dalam proyek insfrastruktur,” pintanya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Muhammad Romli berharap, sebelum tanggal 30 September mendatang, RAPBD-P Tahun 2021 ini harus segera ditandatangani, hingga eksekutif dan legislatif pun kerap melaksanakan rapat hingga malam hari.

“Rapat RAPBD-P ini akan kami kebut hingga kadang dilaksanakan hingga malam dan bahkan dilaksanakan di akhir pekan. Hal itu kami lakukan karena deadline draft RAPBD-P diberikan tenggat waktu hingga tanggal 30 September mendatang oleh Pemprov Jawa Barat,” pungkasnya.(Saleh Hermawan)

IPB University Produksi Oxygen Concentrator dari Bahan Baku Lokal

0

Bogordaily.net – Meskipun saat ini kasus covid 19 melandai, namun untuk mengantisipasi kembali terjadi lonjakan kasus Covid 19, IPB University berkolaborasi dengan Balai Pengembangan Instrumentasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BPI-BRIN) berhasil menciptakan OxIL. Sebuah oxygen concentrator dengan molecular sieve atau zeolite dari produk lokal.

Menanggapi hal itu Rektor IPB University, Arif Satria mengatakan, keunggulan dari oxygen concentrator ini adalah menggunakan material lokal yang dikemas dengan teknologi instrumentasi dan kontrol dari BPI-BRIN. Penggunaan bahan bakunya sendiri diproduksi oleh IPB University.

Arif Satria juga mengatakan penemuan tersebut juga dapat diiintegrasikan dengan teknologi Fine Bubble yang dapat meningkatkan efisiensi di bidang pertanian.

“Ini lebih murah, bahan bakunya dari lokal, dan memiliki kualitas yang lebih baik. Oleh karena itu kami berharap bahwa hal ini bisa segera dipasarkan untuk bisa mengantisipasi perkembangan yang ada, khususnya pengadaan oksigen,” ungkapnya saat melaunching OxIL dan Fine Bubble di Gedung Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga, Bogor pada Senin, 27 September 2021.

Dengan kapasitas maksimum 10 liter per menit dengan menggunakan metode Pressure Swing Adsorption (PSA), bahan baku untuk pembuatan zeolite semuanya berasal dari lokal.

Selain itu juga mudah diproduksi, sehingga dapat mengurangi ketergantungan kebutuhan zeolite yang selama ini diimpor.

Sebagai solusi mengatasi kelangkaan oksigen, kata Arif, pada saat yang sama OxIL dapat digunakan untuk kegiatan pertanian jika diintregasikan dengan fine bubble yang sedangkan dikembangkan di IPB University.

“Teknologi tersebut dapat mempercepat proses pembesaran ikan dan juga proses dormansi bawang putih dan padi,” jelasnya.

Fine bubble sendiri, Prof Y Aris Purwanto menjelaskan, merupakan teknologi yang menghasilkan gelembung halus yang berisi udara, oksigen atau ozon di dalam air yang dapat bertahan lama di dalam air lebih dari 2 minggu.

Teknologi ultrafine bubble yang memanfaatkan oksigen terlarut di air dengan konsentrasi tinggi telah digunakan untuk mematahkan dormansi benih, meningkatkan daya germinasi benih sehingga berpotensi untuk membantu penyiapan budidaya pertanian.

“Ini dapat mempercepat penyiapan benih bawang putih dari yang selama ini harus menunggu patahnya dormansi benih sekitar 5-6 bulan, menjadi 2 bulan. Untuk benih padi dari 4-6 minggu menjadi 2 minggu,” papar dosen di Departemen Teknik Mesin dan Biosistem IPB University itu.

Dalam launching tersebut, Dr Anto Tri Sugiarto yang merupakan peneliti di BPI-BRIN menjelaskan lebih dalam mengenai inovasi tersebut. Dibantu juga oleh Dr Zaenal Abidin, seorang pakar kimia lempung dan zeolit dari Departemen Kimia IPB University.

Penulis Ruslan

Tega! Kakek Hidup Sebatangkara di Tinggalkan Anaknya

0

Bogordaily.net – Aksi seorang kakek berusia 93 tahun yang berjalan di malam hari saat diguyur hujan deras menuai simpati netizen. Kakek tersebut hidup sebatangkara karena di tinggal oleh anaknya.

Video yang diunggah pertama kali dari akun tiktok Steven.stenlyy, saat melintas melintas di Jalan Raya terlihat seorang kakek berjalan di tengah derasnya hujan.

Pria tersebut langsung menghampiri kakek dan langsung bertanya kepada kakek ini, “ngapain kek disini?,”.

Pria paruh baya yang mengenakan baju hijau berbalut jas biru dan memegang payung menjawab dirinya tinggal seorang diri.

Kakek tersebut tidak mempunyai timpat tinggal dan setiap harinya hanya menunggu belas kasihan dari orang-orang.

Setelah pria yang sedang bertanya dengan sang kakek di tengah derasnya hujan. Pria ini memberikan sejumlah uang untuk sang kakek.

Dengan lemasnya kakek menjawab sudah 11 jam dirinya tidak makan dan tak sanggup berdiri terlalu lama. Setelah mendengar jawaban dari kakek jni sangat memprihatinkan.*

Perumda Pasar Pakuan Jaya Siap Terapkan Aplikasi Peduli Lindungi di Tiga Pasar Tradisional

0

Bogordaily.net – Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor akan mengujicoba aplikasi Peduli Lindungi, ditiga pasar tradisional pada minggu depan.

Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya, Muzakkir mengatakan, tiga pasar tradisional yang akan diterapkan aplikasi Peduli Lindungi meliputi di Plaza Bogor dan Pasar Kebon Kembang Blok A, B, F dan G.

“Ketiga titik ini kita ujicoba terapkan peduli lindungi,” kata Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya, Muzakkir, Senin 27 September 2021.

Dirinya sudah meminta ke Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perdagangan. Akan tetapi pihaknya butuh mengedukasi kepada para pedagang dan pengunjung.

“Karena di pasar tradisional jangan disamakan dengan Mal. Sebab banyak pedagang kita yang mempunyai hp jadul,” ujarnya.

Dengan demikian, sambungnya, dalam penerapannya nanti, pedagang dan pengunjung pasar hanya wajib membawa bukti jika mereka sudah divaksin.

“Kita akan tolelir masalah seperti ini, yang penting mereka membawa bukti sudah di vaksin, dengan pengetatan ini mereka timbul kesadaran untuk melakukan vaksin,” jelasnya.

Diketahui, saat ini pedagang di bawah binaan Perumda Pasar Pakuan Jaya ada sekitar 9.000 pedagang dan 80 persen sudah mengikuti vaksinasi.***

(Ibnu)

5 Hotel di Kota Bogor yang Punya Suasana Memikat

0

Bogordaily.net – Kota Bogor salah satu kota populer yang menjadi tujuan wisata bagi keluarga. Selain karena pilihan tempat wisata yang beragam, kota ini memiliki deretan rekomendasi hotel yang cocok buat staycation!

Kamu akan mendapatkan pengalaman menginap yang pastinya berbeda dan menyenangkan. Simak rekomendasi hotel di Jogja dengan konsep unik berikut ini.

Grand Savero Hotel
Supaya tidak bingung staycation di Kota Bogor, Hotel Grand Savero Bogor menyuguhkan nuansa baru yang berbeda dari biasanya.

Selain lokasi nya yang mudah dijangkau karena berada di pusat kota, kini Hotel Grand Savero Bogor juga telah merenovasi area rooftop yang terletak dilantai paling atas.

Mengusung konsep klasik modern dengan sentuhan semi garden, Skyroof Garden menjadi nama yang paling cocok untuk tempat ini.

Skyroof Garden menyajikan berbagai pilihan menu mulai dari menu barat hingga menu nusantara. Banyak makanan dan minuman lezat yang bisa kamu pesan disini. Buat kamu yang lagi cari tempat untuk acara pernikahan, meeting, BBQ, Romantic Dinner, dan acara lainnya.


Salak Heritage

Salah satu akomodasi terkenal di Kota Bogor adalah Hotel Salak The Heritage sebagai hotel mewah berbintang 4 beralamat di Jalan Ir Haji Juanda Nomor 8 yang berada tepat di pusat Kota Bogor ini juga menawarkan banyak kelebihan ketika menginap.

Hotel Salak The Heritage berada tepat di hadapan Istana Kepresidenan Bogor dan bersebalahan dengan Balai Kota Bogor, yang menhadirkan banyak wisata kuliner serta hiburan bagi keluarga, diantaranya delman ataupun memberi makan rusa bagi anak-anak.

Hotel Salak The Heritage juga menawarkan banyak fasilitas anak-anak seperti area kolam renang yang aman, kids club dan area bermain outdoor sehingga anak-anak tidak akan merasa bosan selama menginap.

Padjadjaran Suites & Resort Convention Hotel

Mau memberikan kejutan malam yang romantis buat pasangan, cek Honeymoon Package di Padjadjaran Suites & Resort Convention Hotel. Hotel yang berlokasi di Perumahan Bogor Nirwana Residence Jalan Bogor Inner Ringroad Lot XIX C-2 No 17, RT 01/RW 05, Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor memiliki paket khusus untuk pasutri.

Ada dua paket yang bisa dipesan oleh pengunjung, dengan harga Rp 885 Ribu dan Rp 1.185 Ribu.

harga Rp 885 ribu, sudah termasuk breakfast atau sarapan untuk dua orang, mendapatkan welcome drink 2 pax, welcome cake atau fruit 1 pcs, dan Outbound ATV juga masuk ke Mini zoo 2 pax.

Untuk harga yang Rp 1.185 Ribu mendapatkan sarapan, welcome drink, untuk 2 pax, welcome cake atau fruit 1 pcs, Outbound ATV juga masuk ke Mini zoo 2 pax, dan Dinner Romantis.


Bogor Valley

Sudah merupakan kebijakan umum di industri hotel jika para tamu check in harus diatas jam 2 siang dan check out jam 12 siang.

Kadang perjalanan yang sulit, agenda yang mepet, atau jalanan yang macet mengakibatkan pengunjung telat untuk check in dan akhirnya sampai saat tengah malam di hotel dan keesokan siangnya tepat jam 12 harus segera check out dari hotel.

Hal ini mengakibatkan pengunjung hotel kurang mendapatkan waktu untuk beristirahat yang cukup.

Umumnya hotel atau penginapan memiliki kebijakan check in mulai pukul 14.00 dan waktu check out tetap pukul 12.00 WIB walau selarut apapun kamu datang ke hotel untuk check in.

Bogor Valley Hotel merupakan Satu satunya hotel di Bogor dan mungkin saja satu satunya hotel di Indonesia yang menawarkan solusi bagi para staycation agar dapat menginap 24 jam penuh di kamar yang sudah mereka pesan.

Jam berapapun kamu datang ke hotel untuk check in, kamu bisa pakai kamar kamu sampai 24 jam penuh sampai keesokan harinya, contohnya jika kamu baru tiba di hotel pukul 8 malam maka keesokan harinya kamu boleh check out di jam 8 malam juga.

Agria Hotel Bogor
Memiliki nuansa khas negeri Pizza, Agria Hotel Bogor di Jalan Raya Tajur, Kota Bogor memiliki lokasi yang super strategis. Beberapa spot nyaman dapat meningkatkan imunitas tubuh.

Selain menginap, pengunjung bisa berenang di lantai 1 atau nongkrong asik di roof top Tremonti Sky Lounge lantai 7, dan nikmati sensasi pemandangan 3 Gunung yakni, Gunung Gede, Pangrango dan Salak.

Untuk pemesanan promo, pengunjung bisa mendapatkan tipe kamar Superior, dengan harga Rp 276 ribu per malam.

“Dengan harga tersebut, pengunjung bisa menginap di Agria Hotel tanpa breakfast dan mendapatkan diskon 10% untuk pemesanan room service (food only),” papar Director of Sales Agria Hotel Bogor, Adi.

Gagal Bicara di Sidang Majelis Umum, Taliban Terancam Penguatan Sanksi dari PBB

0

Bogordaily.net – Belum ada tanda-tanda kalau Afghanistan akan berpidato di Sidang Majelis Umum PBB di New York. Padahal sidang tersebut akan berakhir pada Senin 27 September 2021 ini.

Dilansir drai kantor berita AFP, Senin 27 September 2021 Taliban diperkirakan akan mendapatkan kecaman dari perwakilan PBB dari bekas pemerintahan Afghanistan dalam pidatonya di Sidang Umum PBB pada Senin ini.

Taliban sendiri, sudah menulis surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pekan lalu, agar izinkan menteri luar negerinya Amir Khan Muttaqi untuk berbicara di forum tahunan PBB itu.

Pada surat tersebut, menyebutkan kalau Ghulam Isaczai, duta besar Afghanistan dibawah pemerintahan Presiden Ashraf Ghani yang digulingkan Taliban bulan lalu, tidak mewakili Afghanistan di PBB.

Kabarnya permohonan itu awalnya akan dibahas oleh komite yang beranggotakan Amerika, Rusia dan China, tetapi menurut pejabat PBB kalau pembahasan tersebut tidak terjadi.

Ternyata menurut seorang diplomat, kalau Taliban terlambat menyampaikan permohonan tersebut, hal itu akan membuka Isaczai yang masih diakui PBB sebagai perwakilan Afghanistan untuk bicara.

Jika dia mengambil kesempatan itu, dia bisa menuntut penguatan sanksi terhadap Taliban, seperti yang dia lakukan selama pertemuan Dewan Keamanan PBB pada 9 September lalu.(Saleh Hermawan)

Kolaborasi IPB university dengan BPI-BRIN, Hadirkan Oxygen Concentrator Molescular Sieve

0

Bogordaily.net – IPB University berkolaborasi dengan Balai Pengembangan Instrumentasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BPI-BRIN) berhasil menciptakan OxIL. Sebuah oxygen concentrator dengan molecular sieve atau zeolite dari produk lokal.

Menanggapi hal itu Rektor IPB University, Arif Satria mengatakan, keunggulan dari oxygen concentrator ini adalah menggunakan material lokal yang dikemas dengan teknologi instrumentasi dan kontrol dari BPI-BRIN. Penggunaan bahan bakunya sendiri diproduksi oleh IPB University.

Arif Satria juga mengatakan, penemuan tersebut juga dapat diiintegrasikan dengan teknologi Fine Bubble yang dapat meningkatkan efisiensi di bidang pertanian.

“Ini lebih murah, bahan bakunya dari lokal, dan memiliki kualitas yang lebih baik. Oleh karena itu kami berharap bahwa hal ini bisa segera dipasarkan untuk bisa mengantisipasi perkembangan yang ada, khususnya pengadaan oksigen,” ungkapnya saat melaunching OxIL dan Fine Bubble di Gedung Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga, Bogor pada Senin, (27/9/2021).

Dengan kapasitas maksimum 10 liter per menit dengan menggunakan metode Pressure Swing Adsorption (PSA), bahan baku untuk pembuatan zeolite semuanya berasal dari lokal.

Selain itu juga mudah diproduksi sehingga dapat mengurangi ketergantungan kebutuhan zeolite yang selama ini diimpor.

Sebagai solusi mengatasi kelangkaan oksigen, kata Arif, pada saat yang sama OxIL dapat digunakan untuk kegiatan pertanian jika diintregasikan dengan fine bubble yang sedangkan dikembangkan di IPB University.

“Teknologi tersebut dapat mempercepat proses pembesaran ikan dan juga proses dormansi bawang putih dan padi,” jelasnya.

Fine bubble sendiri, Prof Y Aris Purwanto menjelaskan, merupakan teknologi yang menghasilkan gelembung halus yang berisi udara, oksigen atau ozon di dalam air yang dapat bertahan lama di dalam air lebih dari 2 minggu.

Teknologi ultrafine bubble yang memanfaatkan oksigen terlarut di air dengan konsentrasi tinggi telah digunakan untuk mematahkan dormansi benih, meningkatkan daya germinasi benih sehingga berpotensi untuk membantu penyiapan budidaya pertanian.

“Ini dapat mempercepat penyiapan benih bawang putih dari yang selama ini harus menunggu patahnya dormansi benih sekitar 5-6 bulan, menjadi 2 bulan. Untuk benih padi dari 4-6 minggu menjadi 2 minggu,” papar dosen di Departemen Teknik Mesin dan Biosistem IPB University itu.

Dalam launching tersebut, Dr Anto Tri Sugiarto yang merupakan peneliti di BPI-BRIN menjelaskan lebih dalam mengenai inovasi tersebut. Dibantu juga oleh Dr Zaenal Abidin, seorang pakar kimia lempung dan zeolit dari Departemen Kimia IPB University.***