Friday, 17 April 2026
Home Blog Page 6890

Pemerintah Upayakan Progam Vaksinasi Bagi Para Pelajar Secara Meluas

0

Bogordaily.net – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan bahwa, pemerintah terus mengupayakan pelaksanaan program vaksinasi bagi para pelajar secara meluas, untuk persiapan pembelajaran tatap muka.

Program ini diutamakan untuk daerah-daerah dengan angka penularan kasus Covid-19 yang tinggi.

“Saya juga sudah perintahkan agar kegiatan vaksinasi bagi pelajar dan santri ini dilakukan secara besar-besaran, masif. Terutama di daerah-daerah yang tingkat penyebaran Covidnya tingkat penularannya tinggi,” ucap Presiden saat meninjau langsung program vaksinasi Covid-19 di SMAN 1 Beber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa 31 Agustus 2021.

Dalam peninjauan tersebut, Presiden menyempatkan diri untuk berinteraksi dengan pelajar dan santri mengenai keinginan dilaksanakannya pembelajaran tatap muka di sekolah. Para pelajar pun menjawabnya dengan antusias dan serentak.

“Apakah sudah ingin belajar tatap muka, pembelajaran tatap muka?” tanya Presiden. “Mau,” jawab para peserta vaksinasi secara serentak.

Pada kesempatan itu, Kepala Negara kembali mengingatkan para pelajar dan santri agar tetap disiplin, dalam mematuhi protokol kesehatan apabila kegiatan pembelajaran tatap muka sudah dilaksanakan.

“Tapi tentu saja kalau sudah dimulai pembelajaran tatap muka, saya berharap anak-anak tetap harus disiplin menjaga protokol kesehatan,” ucap Kepala Negara.

Selanjutnya, Presiden mengimbau para pelajar untuk mengikuti dan mendukung program vaksinasi Covid-19 yang sedang dijalankan oleh pemerintah.

“Ayo kita semuanya pakai masker, dan cepat-cepat kita semuanya ayo menuju ke (sentra) vaksinasi, minta vaksinasi, segera divaksin,” ujarnya.***

Terungkap! Alasan Shireen Sungkar Belum Mau Main Sinetron

0

Bogordaily.net – Sebelum menikah dan memiliki anak, Shireen Sungkar dikenal sebagai artis dan pemain sinetron.

Lama tidak berakting di layar kaca, Shireen mengaku merindukan suasana di tempat syuting.

“Oh, kangen ya, pasti,” ujar Shireen Sungkar yang dilansir dari Suara.

Shireen Sungkar memang merindukan masa-masa itu, akan tetapi ia tidak bisa membayangkan kalau dirinya harus kembali pulang larut malam.

“Kangen, tapi kalau lihat teman pulang malam, enggak kangen ya yang itu,” terangnya.

Shireen Sungkar mengaku kalau ia rasanya akan kesulitan untuk membagi waktu antara keluarga dan syuting sinetron.

“Jadi, mungkin kalau sinetron saya enggak kebayang bagi waktunya aja sih ya, karena ada anak sekarang. Belum, bukan berarti enggak mau ya. Sampai sekarang belum kepikiran, bagi waktunya belum bisa,” tegasnya.

Walaupun sudah tidak bermain sinetron, tapi Shireen Sungkar tidak meninggalkan dunia yang sudah membesarkan namanya ini. Saat ini tetap sibuk membuat konten di kanal YouTube-nya.

“Aku enggak ninggalin. Aku memang sibuk berkeluarga, tapi bukan berarti aku keluar dari entertain. Kan masih di iklan, YouTube dan lainnya,” ungkapnya.***

Tampil Seksi saat Berolahraga, Maria Vania Buat Netizen Gagal Fokus

0

Bogordaily.net – Maria Vania selalu tampil seksi saat berolahraga. Dia mengenakan baju ketat warna kulit, body goals-nya terlihat sempurna.

Diintip dari Instagram @maria_vaniaa, sebelum berangkat berolahraga, presenter berusia 30 tahun tersebut menyempatkan diri untuk berfoto selfie. Maria Vania cantik dengan rambut dikuncir dan topi warna putih.

Untuk busana, Maria Vania mengenakan sculpting bodysuit warna nude. Busana ketat yang membentuk lekuk tubuh membuat body goals Maria Vania jelas terlihat. Dia melengkapi gayanya dengan memakai sneakers warna putih yang membuatnya terlihat sporty.

“Pagi..bangun terus olahraga yuk,” ujar Vania mengajak followers Instagramnya untuk berolahraga. Setelah itu, Vania pun mengunggah aktivitasnya saat di gym. Kali ini, dia memakai masker warna emas saat latihan cardio. “Cardio wajib pakai masker itu sesuatu,” katanya.

Tak hanya di IG Story, Maria Vania juga mengunggah potretnya dengan outfit yang sama di feed. Kali ini, dia berpose cantik yang memperlihatkan body goals bak gitar Spanyol.

“Pagi.. semoga bisa nambahin imun kamu,” ujar Maria Vania pada caption fotonya.

Unggahan Maria Vania pun langsung diramaikan komentar dari netizen. Selain memuji kecantikan, tentu saja body goals Maria Vania yang membuat netizen terkesima hingga gagal fokus.

“Makin baguus aja kak badan nya 😍 sehat selalu kak vania 😍,” puji @heloow_ki***

“sempurna,” timpal @ibess_1***

“Imun auto nambah + seger beb 😍😍,” ungkap @anggakres***

“Makin semangat olahraga ingin body goals🔥,” kata @juwimana*** termotivasi

Langka, Ibu Ini Tampaknya Sudah Lupa Bisa Tertidur Nyenyak

0

Bogordaily.net – Pada umumnya manusia memiliki siklus untuk istirahat, yakni dengan tidur. Namun tidak bagi Cucu (45), ia tampaknya sudah lupa bagaimana rasanya bisa tertidur nyenyak setiap malam maupun siang hari.

Warga Kampung Warung Jati, RT 02/10, Desa Ciptagumati, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat itu sudah bertahun-tahun tak bisa tidur.

Namun tak pasti sejak tahun berapa, hanya saja sejak 2014 ia sudah mengalami masalah sulit tidur.

Dia berkisah pada 2014 lalu mulai mengalami sulit tidur tatkala merasa gelisah. Entah apa yang di pikirkannya, namun yang jelas ia mengaku sama sama sekali tak bisa tidur nyenyak tiap malam.

“Awalnya itu tahun 2014, ngerasa enggak bisa tidur. Kalau mau tidur itu gelisah, paling bisa tidur hanya dua jam atau tiga jam, terus bangun lagi. Tapi sekarang sudah enggak bisa tidur sama sekali,” kata Cucu seperti dikutip dari detikcom, Selasa (31 Agustus 2021).

Cucu mengaku tak tahu apa yang menyebabkan dirinya bisa seperti ini. Padahal sebelum tahun 2014 atau saat usianya baru menginjak 38 tahun kehidupan Cucu berjalan normal.

“Enggak tahu kenapa, keluarga saya juga enggak ada yang seperti saya. Memang dulu sempat jatuh di bagian kepala, tapi sudah lama. Pokoknya waktu anak kedua saya masih kecil, saya juga lupa tahun berapa. Tapi pas jatuh itu ya normal aja setelahnya,” ujar Cucu.

Cucu tak tahan dengan apa yang dirasakannya. Ia lantas memutuskan berobat ke RSUD Cikalongwetan sekitar tahun 2014 lalu, hingga dirinya diberikan obat tidur.

Usai mengonsumsi obat tersebut, sedikit demi sedikit ia mulai kembali dapat merasakan kantuk dan tertidur.

“Setelah dikasih obat itu agak lumayan, jadi bisa lebih tenang sama bisa tidur. Tapi ya tetap enggak bisa lama tidurnya,” terang Cucu.

Tampaknya tubuh Cucu menuntut lebih terhadap obat yang dikonsumsinya. Kian hari Cucu kian ketergantungan akan obat untuk membantunya menghilangkan cemas agar bisa tidur.

Selama setahun penuh ia terus diberikan obat tersebut oleh rumah sakit. Hingga akhirnya ia berhenti mengkonsumsi obat tersebut setahun kemudian lantaran tak merasakan lagi khasiatnya.

“Karena semakin kesini obatnya engga mempan lagi. Jadi dosisnya ditambah. Setahun penuh sejak berobat itu dikasih obat tidur tapi malah badan saya jadi gerak-gerak sendiri di bagian kaki sama kepala. Karena kan itu obat keras,” ucap Cucu.

Akibat kondisinya tersebut, kini Cucu hanya bisa terkulai di tempat tidur. Padahal sebelum mengalami efek samping mengonsumsi obat tersebut, Cucu berkisah bisa beraktivitas dengan normal kendati memang tak bisa tertidur.

“Kalau dulu mending, enggak bisa tidur juga aktivitas normal. Kalau malam, biasanya jam 1 malam itu saya jalan-jalan keliling kampung. Ke rumah kakak, orang tua, tetangga. Kalau sekarang enggak bisa. Mau jalan juga malah jadi miring badannya. Kalau duduk juga terus gerak-gerak, malah sakit,” cerita Cucu sambil terisak.

Saat ini Cucu memilih tinggal di rumah anak pertamanya di Kampung Pasirhalang, RT 02/14, Desa Mandalamukti, Kecamatan Cikalongwetan, KBB.

Hal itu dilakukan supaya ia bisa lebih dekat dengan keluarga besarnya. Terlebih ada dua anaknya yang beranjak dewasa yang terus memerhatikan dan mengurusnya.

Beruntung Cucu tak patah arang ingin bisa kembali sembuh dan kembali seperti sediakala. Ia mencoba berbagai pengobatan mulai dari modern hingga tradisional.

Terakhir ia diantar keluarga dan kerabatnya berobat ke RS Santosa pada Juli 2021. Di sana Cucu dilakukan scanning pada bagian kepala.

Cerita mencengangkan terselip saat Cucu menjalani pengobatan di RS Santosa. Untuk melakukan scanning, ia harus menerima bius agar tertidur.

Dua kali dibius, ternyata tak ada efeknya sama sekali. Memang tubuh Cucu bisa berhenti bergerak, namun matanya tetap tak bisa tertidur.

“Kemarin baru ke (RS) Santosa, discan kepalanya. Hasilnya belum keluar. Ia sempat dibius, tapi enggak mempan. Dokter juga sampai bingung kenapa bisa seperti ini. Katanya mereka juga baru dapat pasien seperti saya,” jelas Cucu.

Cucu berharap ada pihak yang bisa membantunya mendapatkan kesembuhan. Ia tak mau terus membebani keluarga dengan kondisinya yang seperti ini.

“Ya inginnya cepat sembuh, soalnya sedih kadang suka nangis. Badan juga sakit karena gerak-gerak sendiri,” harap Cucu.***

Piagam Diterima Muba, Hampir 100 Persen Warganya Jadi Anggota BPJS Kesehatan

Bogordaily.net – BPJS Kesehatan Cabang Palembang memberikan piagam penghargaan kepada Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA atas komitmennya yang telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS.

Piagam penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang, Palembang Rudhy Suksmawan Hardhiko usai penandatanganan nota kesepahaman antara BPJS Kesehatan Cabang Palembang dan Pemkab Muba betempat di Ruang Audiensi Bupati Muba, Senin (30 Agustus 2021).

Kegiatan turut dihadiri Kepala Bapeda Kabupaten Muba Drs Iskandar Syahrianto MH, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muba dr Azmi Dafiusmansyah MARS, Kepala Bagian Kerjasama Setda Muba Dicky Meirado SSTP MH.

Musi

Perwakilan RSUD Sekayu serta Kepala Bidang Sumber Daya Umum Komunikasì Publik dan Hukum BPJS Palembang Hendra Kurniawan dan Kepala Kantor BPJS Sekayu Hamrizal.

Menurut Rudhy, penghargaan ini memang layak diterima Pemerintah Daerah Kabupaten Muba, karena wilayah tersebut merupakan salah satu dari enam kabupaten terbaik di Provinsi Sumatera Selatan yang mencapai UHC 95,07 persen dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS.

“Perlu juga kami sampaikan untuk diketahui bahwa Kabupaten Muba adalah Kabupaten pertama di Sumsel yang telah berhasil mencapai UHC. Hal ini sejalan dengan RPJMN Pemerintah Pusat, artinya seluruh penduduk sudah dijaminkan kesehatannya. Tentunya ini adalah suatu prestasi yang luar biasa bagi Kabupaten Muba yang juga secara manfaat dapat langsung dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Muba di tengah situasi pandemi saat ini tidak perlu khawatir lagi akan biaya pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan,” ujar Rudhy, dalam siaran pers.

Bupati Dodi Reza menyampaikan rasa terima kasih kepada BPJS Kesehatan atas capaian yang didapat di wilayah Kabupaten Muba.

Dirinya menyebut, capaian yang diraih di wilayah Kabupaten Muba merupakan hasil kerja keras bersama antara Pemerintah Kabupaten Muba dengan BPJS Kesehatan Cabang Palembang.

“Masuknya BPJS dengan pola sekarang ini, sudah jelas menurut Undang-undang semua jaminan kesehatan berpindah ke BPJS semua, oleh karena itu tidak memikirkan kerugian, kami Pemkab Muba bukan semata-mata mengejar UHC karena kami UHC dari 20 tahun yang lalu, namun kami mengejar pelayanan jaminan kesehatan masyarakat di Muba tidak terganggu oleh karena adanya BPJS,”ujar Dodi.

Dikatakan Dodi, dengan berbagai konsekuensi tentu Pemkab Muba terima baik itu adanya kenaikan tarif sehingga Pemkab harus keluar biaya lebih besar.

“Nah, kalau kami masuk dalam enam besar kabupaten di Sumsel, kami bersyukur namun bukan itu yang kami kejar, karena memang harus dipertahankan. Tapi yang saya sayangkan 60 persen dari jumlah pesertaan itu, seluruhnya dibiayai oleh APBD sebesar Rp 120 miliar lebih, bisa di cek di Provinsi Sumsel kita terbesar bayarannya,” ujarnya.

Lanjut Dodi, oleh karena itu kepada pihak BPJS kiranya dibantu Pemkab Muba untuk melakukan pendataan ulang agar pembiayaan peserta BPJS dari APBN bisa ditambah lagi untuk Kabupaten Muba.

Kemudian juga untuk Perusahaan agar lebih di gencarkan untuk kepesertaan BPJS nya, bila perlu dibuatkan aturan, staf/karyawan wajib terdaftar BPJS.

“Pembiayaan Rp 120 miliar tersebut kalau di anggarkan untuk pembangunan infrastruktur jalan, atau fasilitas lainnya untuk peningkatan pelayanan kesehatan tentu sangat berguna sekali,” pungkasnya.

Disela kegiatan Bupati Muba melakukan   penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkab Muba dan BPJS Cabang Palembang Sinergi penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang jaminan kesehatan di Kabupaten Musi Banyuasin.***

Akankah Red Velvet Perbarui Kontrak Dengan SM Entertainment?

0

Bogordaily.net – Kontrak Red Velvet akan berakhir bulan Ini, dan SM Entertainment belum rilis pernyataan terkait keputusan anggota untuk memperbaruinya.

Terhitung sejak debut pada Agustus 2014, 7 tahun berlalu Red Velvet berkarya di dunia Industri hiburan, kontrak anggota Red Velvet diperkirakan akan berakhir bulan ini.

Meskipun sekarang belum tiba di hari terakhir bulan itu, tetapi masih belum ada kabar terbaru dari SM Entertainment tentang pembaruan kontrak para anggota.

Promosi resmi grup untuk rilisan terbaru mereka “Queendom,” juga berakhir pada tanggal 29 Agustus lalu.

Belum lagi, fakta bahwa SM Entertainment masih belum merilis pernyataan soal perpanjangan kontrak hingga saat ini membuat para penggemar khawatir.

Banyak dari mereka yang menginginkan pernyataan resmi segera dari agensi.

Di sisi lain, penggemar juga menemukan data yang menyebutkan bahwa dalam periode Juli-September tahun ini, nama Red Velvet dituliskan telah memperbaharui kontraknya.

Hal ini karena berdasarkan bulan debut mereka, Agustus, dan data yang ditulis dari Juli-September secara tidak langsung bahwa Red Velvet telah memperpanjang kontraknya sebelum resmi melangsungkan comeback “Queendom”.

Sementara itu, rekan Red Velvet, MAMAMOO, yang debut pada waktu yang hampir bersamaan, telah menyelesaikan penyelesaian kontrak, dengan hanya anggota Wheein yang memutuskan untuk meninggalkan RBW.***

Sentra Kreasi ATENSI untuk Disabilitas Diresmikan Mensos

Bogordaily.net – Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini, meresmikan Sentra Kreasi ATENSI di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof Dr Soeharso, Solo, Jawa Tengah, Senin (30 Agustus 2021).

Sentra Kreasi ATENSI tersebut bakal dimanfaatkan untuk program pelatihan keterampilan penyandang disabilitas agar dapat mengakses pekerjaan.

Risma mengaku sudah lama menggagas Sentra Kreasi ATENSI. Sebelum Solo, Kemensos telah meresmikan Sentra Kreasi ATENSI di Balai Pangudi Luhur Bekasi, Balai Besar Kartini Temanggung dan Balai Besar Inten Soeweno Cibinong, Kabupaten Bogor.

“Sentra Kreasi ATENSI ini untuk membantu penyandang disabilitas untuk mengakses pekerjaannya,” ucap Risma.

Menurutnya, Kemensos mengubah anggaran pembangunan ratusan juta rupiah untuk program pemberdayaan disabilitas semacam Sentra Kreasi ATENSI.

Setiap sentra diarahkan untuk memberikan keterampilan sesuai keahlian masing-masing balai.

“Saya berikan tugas sesuai dengan keahlian masing-masing balai. Cibinong itu untuk motor. Solo ini saya tugaskan khusus membuat kursi roda. Semua pekerjaan perakitan, motor, kursi roda dibuat saudara-saudara kita yang disabilitas,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kementerian Sosial juga menyerahkan bantuan Asisensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) senilai Rp 977 juta.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengatakan, sektor UMKM menjadi fokus Pemkot Solo dalam pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

Dia mengucapkan terima kasih kepada Mensos dan Kemensos yang memperhatikan UMKM di Solo.

Termasuk pemberian bantuan ATENSI tersebut. Dia berhatap agar UMKM di Solo bisa naik kelas dan penyandang disabilitas bisa berkarya.

“Pemulihan ekonomi menjadi salah satu yang kami kejar, kebut vaksinasi dan kebut pemulihan ekonomi,” ujar Gibran.***

AACI Tuding PPKM Jadi Biang Kerok Anjloknya Harga Cabai

Bogordaily.net – Sempat ramai pada pekan lalu, petani nekat membakar tanaman cabainya hingga menggratiskan hasil panennya. Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI), Abdul Hamid mengungkap hal itu bisa saja terjadi karena harga jual cabai di petani sangat rendah, untuk saat ini harganya Rp 4.000-5.000 per kilogram (kg).

“Ya sebenarnya itu bisa saja terjadi kepada petani, karena memang kondisi petani saat ini sangat pusing. Harga cabai keriting Rp 4.000-5.000/kg, cabai rawit Rp 8.000/kg. Biaya panen saja sudah Rp 3.000-2.000/kg,” katanya, Senin 31 Agustus 2021.

Hamid menduga hal ini disebabkan karena permintaan yang rendah. Rendahnya pembeli juga disebabkan oleh PPKM yang tengah berlangsung, di mana hal itu menyebabkan banyak restoran tutup.

“Mungkin ada beberapa pengaruh penyerapan pasar yang minim, PPKM juga salah satu penyebabnya. Karena yang beli kan kuliner dan ibu rumah tangga yang jarang keluar, itu lagi menurun, restoran kan tutup seperti itu kan juga berpengaruh,” jelasnya.

Pedagang yang biasanya menerima ratusan ton cabai dari petani jadi sulit untuk menjual cabainya. “Mereka biasa menerima banyak, tapi keluarnya sedikit, biasanya 100-125 ton bahkan lebih, tetapi keluarnya sekarang sedikit,” ungkapnya.

Dia khawatir, jika penurunan harga dan permintaan yang minim terus terjadi dikhawatirkan petani enggan menanam cabai. Hal itu akan menyebabkan tingginya harga pada akhir tahun ini yang bertepatan dengan Natal dan tahun baru.

“Yang saya khawatirkan adalah nanti kalau mereka (petani) tidak bisa merawat tanamannya dari sekarang dikhawatirkan di bulan November dan Desember itu akan masalah. Harganya akan tinggi, ditambah lagi hari raya besar Natal, Tahun Baru, kemudian mendekati Lebaran,” terangnya.

“Saat itu stok juga akan menipis, Kalau bulan itu musim hujannya lebat, itu juga akan semakin parah keadaannya,” tutupnya.***

Gegara Akhir Pekan Diserbu Wisatawan, Pemkab Bogor Bakal Uji Coba Ganjil-Genap Masuk Puncak

CIBINONG-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 akan berlakukan uji coba sistem ganjil genap bagi kendaraan bermotor yang akan masuk ke wilayah Puncak.

Bupati Bogor, Ade Yasin saat memimpin Rapat Satgas Penanganan Covid-19, di Aula Pendopo Bupati, Cibinong, Senin 30 Agustus 2021 mengatakan, jajarannya sepakat akan berlakukan sistem ganjil genap, namun sementara dilakukan uji coba dulu sambil dilakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Uji coba ini rencananya dilakukan selama dua pekan, yakni setiap weekend atau hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Kalau memang hasilnya mengarah kepada kebaikan, tentunya akan kita buat payung hukumnya,” tandas Ade Yasin.

Ade menambahkan, berita macetnya wilayah Puncak memang sampai ke pemerintah pusat, maka pemerintah pusat meminta Pemerintah Kabupaten Bogor untuk segera mencari solusinya, agar tidak terulang kembali.

“Ketika ada pelonggaran biasanya masyarakat menganggapnya apapun sudah diperbolehkan, sehingga akhirnya masyarakat ramai-ramai mengunjungi kawasan Puncak. Berdasarkan pengamatan, sebetulnya kemarin masyarakat itu ke kawasan Puncak hanya untuk sekedar mencari udara segar, menikmati pemandangan, tidak ke hotel, atau ke tempat wisata karena tempat wisata masih tutup, dan masih dimonitor oleh Satgas Covid-19,” terangnya.

Lebih lanjut Kapolres Bogor, AKBP Harun menjelaskan, pihaknya melihat terjadi kepadatan lalu lintas di kawasan Puncak, sehingga hari ini Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor lakukan evaluasi terkait peningkatan mobilitas masyarakat tersebut.

“Kita sepakati bahwasannya nanti akan kita lakukan uji coba pelaksanaan ganjil genap pada setiap weekend. Minggu ini akan kita mulai pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Jadi sementara masih kita lakukan uji coba, sambil kita lihat apa kekurangan dan kelebihannya,” jelasnya.

Kemudian ia menambahkan, jajarannya juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat sambil melaksanakan uji coba penerapan ganjil genap tersebut. Saat ini dilakukan untuk wilayah Puncak terlebih dahulu kemudian juga di wilayah Sentul karena dua wilayah ini berhubungan.

“Jadi daerah tersebut dulu yang kita uji cobakan. Uji coba akan dilakukan mulai Jumat siang, dan pagi hingga malam pada Sabtu dan Minggu,” terangnya.

AKBP Harun menjelaskan, ganjil genap ini berlaku untuk semua masyarakat baik dari Kabupaten Bogor maupun luar Kabupaten Bogor, tapi ada beberapa pengecualian untuk kendaraan Damkar, Ambulance, angkot, kendaraan tenaga kesehatan, kendaraan dinas, pengangkut logistik dan beberapa kendaraan lainnya.

“Untuk persyaratan harus sudah vaksin tetap kita berlakukan. Melalui aplikasi pedulilindungi bisa terlihat yang bersangkutan sudah divaksin atau belum. Jadi setelah menyaring dengan ganjil genapnya, berikutnya kita saring melalui sertifikat vaksinasi,” terangnya.

Dia menyebutkan, ada beberapa titik penyekatan, kalau dilihat kepadatan kemarin hampir dipenuhi kendaraan roda dua, sehingga jajarannya akan melakukan di beberapa titik seperti di Gadog, Ciawi, Rainbow Hills Gunung Geulis. “Bahkan ada beberapa yang kita sekat penuh, jadi hanya masyarakat sekitar saja yang boleh masuk,” tandasnya.***

Kenang Masa Susah, Atta Halilintar Pernah Dilempar Ponsel

0

Bogordaily.net – Belum lama ini, Atta Halilintar mengenang momen masa lalunya saat masih hidup susah.

Atta bercerita jika dulu ia pernah bekerja sebagai penjaga counter handphone. Bahkan ia juga pernah dilempar ponsel oleh seseorang.

“Dikirimin photo waktu masih jaga konter hp 🙂 Karna masi bocil pernah suatu hari hp pelanggan rusak dan dilempar ke muka saya ditengah orng ramai sampe saya jongkok nangis2 diliatin satu mall,” katanya mengawali cerits.

Meskipun mengalami kejadian kurang menyenangkan, tapi Atta tetap bersyukur saat itu masih memiliki pekerjaan.

“Tapi di posisi itu saya BERSYUKUR masih kerja dalam mall, sebelumnya jualan kartu di terminal lebih menyengat dan penghasilan lebih tidak menentu.

Ga ada pilihan besoknya saya tetep kerja untuk bantu ortu jadi tulang punggung keluarga,” tuturnya.

Tidak merasa malu pernah bekerja sebagai penjaga counter handphone, Atta bersyukur karena Allah mendengar doa-doanya.

“Dari malu, Tuhan dnger doa saya beberapa bulan kemudian omset terus membaik bahkan sampe punya toko handphone. Kalau ada yang bilang ehh atta tu dulu gini gitu gono gunu, iya benar aku emng bukan siapa2. Saya minta tolong ke siapapun susah ada yang bantu.

Tapi kemauan ku sangat tinggi,” ungkapnya.

Atta menjelaskan kalau ia memang kehilangan masa kecilnya karena harus bekerja dan mencari uang. Walau begitu, ia tidak merasa menyesalinya.

“Kehilangan masa kecil mu ga Selalu menghilangkan Masa Depanmu. Saya ga terlalu percaya keberentungan, saya percaya kerja keras, kerja cerdas, dan doa,” tuturnya.

Bagi Atta, untuk bisa sampai di posisinya saat ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Terlebih lagi ia harus melalui perjalanan yang penuh liku.

“Nothing come easy bro! Jatuh bangun dinikmati dan jangan berhenti. Mie instan aja harus dimasak dulu. Apapun yang kamu jalanin sekarang akan jadi pelajaran untuk masa depan,” pesannya.***