Bogordaily.net – Seorang oknum anggota TNI menendang kepala seorang pria agar tetap di dekat knalpot sepeda motor viral di media sosial (medsos).
Diduga tindakan itu dilakukan sebagai sanksi karena pria itu menggunakan knalpot racing.
Dalam video yang beredar, tampak oknum TNI itu menggeber sepeda motor yang berknalpot bising. Sementara itu, pria yang diduga sedang dihukum berada tepat di depan moncong.
Gas sepeda motor itu digeber hingga pol. Pria yang diduga sedang dihukum sempat menjauhkan telinganya dari knalpot.
Oknum TNI tersebut lalu menendang kepala pria tersebut agar tidak menjauhkan kepalanya dari knalpot.
Dinas Penerangan TNI AD (Dispenad) menjelaskan oknum prajurit TNI itu adalah Serka S, yang merupakan Babinsa Koramil 1608-07/Monta Kodim 1608/Bima. Serka S telah ditetapkan sebagai tersangka.
“(Serka S) dalam video yang viral di aplikasi TikTok memaksa seorang warga menempelkan telingannya di knalpot racing sepeda motor ditahan di Subdenpom IX/2-2 Bima, tersangka ditahan dengan kasus Tindak Pidana Penganiayaan,” kata Kadispenad Brigjen TNI Tatang Subarna dikutip dari detik, Selasa 15 Agustus 2021.
Serka S lalu memberi sanksi kepada pria tersebut dengan mendekatkan telinganya ke knalpot racing yang dipasang di sepeda motornya.
Brigjen Tatang menjelaskan kejadian tersebut bermula dari kegiatan razia sepeda motor berknalpot racing oleh anggota Koramil Monta bersama Bhabinkamtibmas setempat, lalu seorang pria diamankan berikut satu sepeda motornya.
“Saat (pesepeda motor) diamankan di Posramil Monta Selatan, salah satu Babinsa Serka S menghukum pesepeda motor tersebut dengan mendekatkan telinganya tepat pada lubang knalpot motor racing,” katanya.
Dia mengatakan proses hukum terhadap oknum prajurit tersebut sudah sesuai dengan kebijakan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa bahwa, tidak ada penyelesaian selain proses hukum bagi setiap prajurit TNI AD yang terbukti melanggar.***
Bogordaily.net– Plt. Camat Lumbis Pansiangan menerima vaksin dosis ke dua vaksin sinovac. kemerdekaan Indonesia yang ke-76 ini, dirinya menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak menjadi bagian menyebarkan Hoax tentang vaksin.
“Simpan untuk dirimu sendiri jika anda tidak mau divaksin,” katanya.
Lumbis mengatakan, belum merdeka melawan HOAX tentang Vaksin di masyarakat awam di perbatasan, Desa-desa dan pelosok. Bahkan di Kota-kota masih “bergentayangan” hoax tentang vaksin.
“Jika memang dibolehkan secara medis tiga Bulan kedepan saya juga mau di vaksin dengan vaksin Moderna, selanjutnya Vaksin Pfizer-BioNTech, Vaksin Oxford-AstraZeneca, Vaksin Sinopharm dan Vaksin Merah Putih,” ucapnya.
Untuk merdeka dari Covid-19, Lumbis menegaskan, harus dengan Herd Immunity atau kekebalan kelompok (komunitas). Herd immunity merupakan situasi dimana sebagian besar masyarakat terlindungi/kebal terhadap penyakit tertentu.
Sehingga menimbulkan dampak tidak langsung (indirect effect) yaitu turut terlindunginya kelompok masyarakat yang bukan merupakan sasaran imunisasi dari penyakit yang bersangkutan.
“Maka penularan Covid-19 di masyarakat pun akan terkendali karena transmisi penyakit yang rendah,” terangnya.
Kondisi tersebut hanya dapat tercapai dengan cakupan vaksinasi yang tinggi dan merata diseluruh penduduk Indonesia (70 persen) penduduk Indonesia, semua hal yang sama dilakukan oleh negara di dunia.
Bogordaily.net – Video seorang kakek lakukan pelecehan seksual di pinggir jalan raya viral di media sosial. Kabar ini pertama kali dibagikan oleh akun Twitter @lecysquash pada 15 Agustus 2021.
Dalam video itu terlihat seorang pria tua botak mengenakan kemeja panjang coklat dan celana panjang putih. Kakek itu berdiri di pinggir jalan dekat sebuah lampu merah.
Sedangkan sejumlah pengendara bergerombol di dekat lokasi kejadian dan tengah menolong perempuan korban kejahatan pelaku.
Dari keterangan yang dituliskan pengunggah, insiden itu terjadi di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Korban merupakan perempuan muda berusia sekitar 19-21 tahun.
“Pelecehan seksual ini terjadi di Sleman. Pelakunya bapak-bapak celana putih sedangkan korbanya saya tutupin ya, korbanya masih muda menurutku masih seumuran sama saya sekitar 19-21” tulis pengunggah.
Dalam kronologi yang dituliskan, saat itu pengunggah sedang melintas di lokasi. Ia melihat pria tua itu mengejar seorang perempuan. Korban saat itu tidak sendiri, melainkan dengan temannya.
Ketika lampu hijau dan kendaraan sudah mulai berjalan, ia melihat pelaku menarik korban. Parahnya pelaku langsung menidurkan korban di pinggir jalan, lalu memaksa mencium korban.
Korban yang mendapat perlakuan ini langsung menangis histeris.
“Pas lampu sudah hijau sy setengah jalan , bapak2nya langsung narik mbaknya mbaknya langsung di gletake (ditidurkan dipinggir jalan) dipaksa sambil maaf, mulutnya diciumi bapaknya dengan paksa, mbaknya terus njerit nangis, saya sakit hati bgt lihatnya, mbaknya psti trauma,” tulisnya.
Melihat kejadian ini pengunggah langsung meminta pacarnya untuk menolong korban, pengendara yang ada di sekitar lokasi pun langsung mengamankan korban.
Dari keterangan seorang netizen dengan akun @kutubu_suk, korban merupakan karyawan toko di lokasi tersebut.
Sedangkan pelaku sering menggoda karyawan-karyawan di tempat itu.***
Bogordaily.net – Lembaga Swadaya Masyarakat Komando Pejuang Merah Putih (LSM KPMP) Markas Cabang Kota Bogor, menggelar Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Komplek Ruko Graha Niaga, Kelurahan Sindang Barang Kecamatan Bogor Barat. Hadir dalam upacara tersebut, seluruh jajaran kepengurusan LSM KPMP Tingkat Marcab Kota Bogor, MAC serta Rantingnya.
Upacara bendera, dilaksanakan pada detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang diinspekturi Ketua Marcab Kota Bogor, Ber Ali Wattimena.
Ia menyampaikan semangat peringatan HUT RI ke 76 tahun ini, tidak akan luntur meski diperingati di tengah pandemi Covid-19.
Justru ditengah situasi yang memprihatinkan ini, kata Ali, sebagai Anak Bangsa harus tetap bersyukur akan kemerdekaan yang dipersembahkan Proklamator,
“Selalu berdoa agar Negeri kita segera disembuhkan dari wabah Covid-19,” ujarnya.
Sementara itu Wakil Sekretaris Marcab Kota Bogor, Kang Bayu CR, menjelaskan, upacara dan rangkaian Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-76 menjadi momen Kebersamaan dan Kekompakan LSM KPMP agar bangkit menjadi bagian dari berbagai upaya menuju Indonesia Emas 2045.
Upacara pengibaran bendera Merah Putih yang digelar LSM KPMP Marcab Kota Bogor ini mengikuti protokol Kesehatan, seperti pembatasan jumlah peserta, cuci tangan menggunakan sabun, jaga jarak dan pemakaian masker.
“Kami tetap patuh dan taat terhadap protokol Kesehatan tanpa mengurangi Kekhidmatan prosesi Upacara, semoga Indonesia Lekas Pulih dari Wabah Covid-19, Amin”, ungkap Sekretaris Marcab Kota Bogor, Jalahan Manurung.
Bogordaily.net– Anggota Komisi IX DPR RI Muchamad Nabil Haroen menyampaikan, kedaulatan Indonesia jangan sampai dicabik kelompok teroris. Pernyataan tersebut dia ungkapkan menanggapi tertangkapnya kelompok teroris oleh Densus Antiteror Polri.
Menurutnya, meski di tengah situasi pandemi, ancaman terorisme tidak sepenuhnya surut.
“Justru dari berbagai narasi yang muncul di ruang publik, harus ada kewaspadaan terhadap kelompok yang berupaya memancing di air keruh ataupun mereka yang ingin mengambil keuntungan dengan menjadikan Indonesia tidak stabil,” papar Nabil Haroen dikutip dari Parlemantaria, Senin 16 Agustus 2021.
Sebagaimana diketahui, Densus Antiteror Polri telah menangkap 48 teroris dari 11 provinsi, dari operasi sejak 12 hingga 15 Agustus 2021.
Penangkapan kelompok terduga teroris menjelang peringatan Kemerdekaan RI 17 Agustus 2021, menjadi cermin keseriusan Polri untuk menjaga NKRI dari ancaman.
“Saat ini, Indonesia belum sepenuhnya lepas dari ancaman kedaulatan, baik dari kelompok teroris dan radikalis, yang mengancam stabilitas Indonesia,” ujarnya.
Menurut politisi PDI-Perjuangan itu, situasi politik internasional juga membawa pengaruh bagi Indonesia, khususnya yang terjadi di Afghanistan dalam beberapa hari terakhir.
Pendudukan milisi Taliban di Kabul dan beberapa kota penting Afghanistan, menjadikan keamanan tidak stabil. Dia mengatakan, ada alarm tanda bahaya yang berbunyi nyaring dari Afghanistan, yang berpengaruh ke Indonesia dan negara-negara lain.
Maka, ini harus disikapi secara jernih dan hati-hati, dengan upaya preventif. Polri, TIN dan BIN harus bekerja lebih keras untuk mengantisipasi ancaman-ancaman yang mungkin terjadi.
Nabil yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama (NU) mengapresiasi langkah taktis Densus Antiteror Polri dalam proses ini.
“Pagar Nusa juga terus mendukung upaya Polri, TNI dan BIN dalam operasi intelijen, keamanan dan pertahanan RI. “Kita semua bersatu padu untuk menjaga Indonesia tercinta,” pungkas Nabil.***
Bogordaily.net – Sejumlah bantuan sosial (bansos) masih akan disalurkan pemerintah hingga tahun depan. Bansos itu masuk dalam Rancangan Undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, RAPBN 2022 melanjutkan konsolidasi fiskal dengan antisipasi terhadap ketidakpastian. Sejumlah bansos masuk dalam RAPBN tersebut.
“RAPBN 2022 melanjutkan konsolidasi fiskal dengan antisipatif terhadap ketidakpastian. Pemerintah juga akan terus mengakselerasi program vaksinasi agar dapat mengendalikan pandemi dan ini merupakan kunci pemulihan ekonomi nasional,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa 17 Agustus 2021.
Dalam RAPBN 2022, Pemerintah menetapkan target pendapatan negara sebesar Rp 1.840,7 triliun dan belanja negara sebesar Rp 2.708,7 triliun.
Untuk mengantisipasi situasi pandemi, maka pemerintah menyiapkan tambahan kebutuhan anggaran melalui pengalokasian untuk Program PEN 2022 yang akan fokus untuk kebutuhan penanganan kesehatan sebesar Rp 148,1 triliun dan kebutuhan anggaran untuk perlindungan masyarakat sebesar Rp 153,7 triliun.
Berikut daftar bansos yang dikucurkan pemerintah di tahun depan:
1. Penanganan kesehatan (Rp 148,1 triliun)
Anggaran testing, tracing, treatment Rp 4,5 triliun.
Perawatan pasien COVID-19 Rp 14,9 triliun (250 ribu pasien dirawat dengan cost sharing BPJS 15%).
Obat COVID-19 Rp 1 triliun (4 juta paket). Insentif Nakes (12 bulan), Pusat Rp 6,4 triliun dan Daerah Rp 6,1 triliun
Vaksinasi dengan anggaran pengadaan sebesar Rp 38,44 triliun
Insentif perpajakan vaksin Rp 2,4 triliun
Penanganan kesehatan lainnya di daerah Rp 26,2 triliun
Antisipasi kesehatan lainnya Rp 38,7 triliun (antara lain perluasan klaim pasien 650 ribu dengan cost sharing BPJS 15%.
2. Perlindungan Masyarakat (Rp 153,7 triliun)
PKH untuk 10 juta KPM Rp 28,7 triliun
Kartu Sembako untuk 18,8 juta KPM Rp 45,1 triliun
Kartu Prakerja Rp 11,0 triliun
Dukungan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan Rp 5,6 triliun
BLT Desa Rp 27,2 triliun
Cadangan Perluasan Rp 36,16 triliun
Bansos tunai untuk 10 juta KPM Rp 12,02 triliun (6 bulan @Rp 200 ribu)
Kartu sembako PPKM untuk 5,9 juta KPM Rp 7,1 triliun (6 bulan @Rp 200 ribu)
Bantuan kuota internet untuk 38,1 juta siswa dan pendidik Rp 8,1 triliun (6 bulan)
Cadangan Perlinmas Rp 9,0 triliun.
Bogordaily.net – Semenjak Badan Kesehatan Dunia (WHO) resmi menyatakan bahwa Covid-19 adalah pandemi global.
Berbagai penelitian telah dilakukan untuk menelaah apa saja gejala yang ditimbulkan oleh virus yang satu ini.
Hasilnya pun terus mengalami perkembangan. Jika semula penderita Covid-19 hanya dicirikan dengan gangguan pernapasan, semakin ke sini gejala yang muncul menjadi semakin beragam.
Baru-baru ini misalnya, sebuah penelitian menyebutkan bahwa cegukan menjadi salah satu gejala baru dari penyakit ini.
Selain cegukan, ternyata masih ada beberapa gejala tak biasa lainnya yang perlu diwaspadai.
<• Penurunan fungsi penciuman dan perasa
Dilansir dari Healthline, beberapa ilmuwan di University of California, San Diego, Amerika Serikat, mempelajari laporan dari 59 penderita Covid-19 yang mereka teliti.
Di situ mereka menemukan, bahwa lebih dari dua pertiga respons yang diberikan, mencantumkan kehilangan rasa atau penciuman sebagai salah satu keluhan yang dirasakan.
Meski secara umum gejala tersebut juga bisa disebabkan oleh kondisi lain, seperti flu atau alergi musiman.
Tetapi dalam beberapa kasus, perubahan sensorik seperti itu besar kemungkinan merupakan tanda terjadinya penyakit Covid-19.
<• Cegukan terus-menerus
Dilansir dari Oneindia, sebuah laporan kasus yang baru-baru ini diterbitkan dalam the American Journal of Emergency Medicine, menunjukkan bahwa cegukan bisa menjadi gejala tambahan dari Covid-19.
Hal ini ditemukan setelah dokter melakukan rontgen pada salah seorang pasien Covid-19, untuk memahami penyebab cegukan terus-menerus yang terjadi pada dirinya.
Hasilnya pada kedua paru-paru pasien tersebut ditemukan semacam kekeruhan yang tidak normal dan menyerupai area berkabut.
Temuan tersebut menjadi pertanda bahwa telah terjadi semacam peradangan paru-paru yang mungkin telah memicu cegukan.
Pasien yang telah dinyatakan positif Covid-19 tersebut juga mengalami penurunan berat badan secara bertahap.
Meski begitu hal ini belum diketahui apakah berkaitan atau tidak dengan penyakit Covid-19 yang dideritanya.
<• Benjolan kecil di lidah
Sebuah studi terbaru yang dilansir dari News-Medical, mengungkapkan bahwa virus COVID-19 Â juga dapat memicu munculnya ruam di dalam mulut.
Hal ini ditemukan pada sejumlah pasien yang mengalami lesi seperti bintik-bintik kecil pada lidah mereka.
Studi yang dilakukan oleh para peneliti yang tergabung di dalam King’s College London dan British Association of Dermatologists tersebut.
Mengamati ratusan pasien di rumah sakit lapangan sementara di Madrid, Spanyol.
Usia rata-rata pasien adalah 56 tahun dan 58 persen di antaranya adalah wanita.
Sekitar kurang dari setengah pasien menunjukkan manifestasi mukokutan atau infeksi akibat jamur pada tangan dan kaki.
Sementara seperempat sisanya mengalami ruam di dalam mulut, berupa benjolan kecil berwarna merah atau putih di lidah.
<• Diare, mual, muntah dan kehilangan nafsu makan yang parah
COVID-19 juga diketahui bisa menimbulkan gejala diare, mual, muntah dan kehilangan nafsu makan pada sejumlah pasien tua dan muda.
Sebuah studi mengenai hal ini dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Stanford, Amerika Serikat.
Di situ ditemukan fakta bahwa hampir sepertiga dari 116 pasien yang terinfeksi virus COVID-19 melaporkan gejala gastrointestinal ringan.
Hal serupa juga sempat dilaporkan sebelumnya di China, di mana di antara sekitar 200 penderita COVID-19, lebih dari setengahnya mengalami diare, mual atau muntah.
<• Penggumpalan darah
Dilansir dari Aarp, beberapa penelitian menemukan bahwa sebanyak 30 persen orang dengan kasus COVID-19 yang parah, dapat mengalami komplikasi pembekuan darah.
Meski begitu, apa penyebab pasti yang ada di balik penggumpalan tersebut belum ditemukan secara pasti.
Gangguan tersebut bisa saja terjadi secara langsung disebabkan oleh virus COVID-19, maupun komplikasinya.
<• Kehilangan fungsi pendengaran
Para peneliti sedang mencari kemungkinan hubungan antara Covid-19 dan terjadinya gangguan pendengaran.
Hal ini didorong adanya beberapa laporan yang mendokumentasikan masalah pendengaran pada pasien yang di saat yang sama juga didiagnosis penyakit Covid-19.
Seringkali masalah ini ditandai dengan keluhan tinitus atau telinga berdenging. Virus ini juga pernah terdeteksi di telinga bagian tengah pasien Covid-19, seperti yang dilaporkan dalam JAMA Otolaryngology – Head and Neck Surgery.***
Bogordaily.net – Aktor Korea Selatan (Korsel) Songkang pernah merasa jelek saat melihat secara langsung Kim Seok Jin atau Jin BTS.
Hal itu dikatakannya saat jadi bintang tamu wawancara dengan Hanguk Kyungjae beberapa waktu lalu, kalau dia terkesima dengan visual Kim Seok Jin atau Jin ‘BTS.’
Saking menawannya, Songkang sampai heran dan berpikir hanya orang-orang berparas seperti Jin yang bisa jadi selebriti.
“Suatu ketika aku berjumpa dengan seseorang yang sangat good looking. Aku tanya teman sekelasku, siapa orang itu dan ternyata dia adalah Jin. Aku sampai berpikir, apa cuma orang-orang yang terlihat tampan sepertinya saja yang bakal bisa debut jadi entertainer?” ucapnya.
Awal kedekatan dirinya dan Jin ‘BTS’ bermula ketika mereka sama-sama jadi murid di KonKuk University.
Departemen studi yang telah dikenal sudah mencetak banyak seleb berbakat Korea. Bahkan hanya 10 orang terpilih setiap tahunnya yang bisa masuk ke KonKuk University tersebut, termasuk mereka berdua.
Dirinya sendiri menggambarkan visual Jin jauh luar biasa jika dilihat langsung, atau berpapasan.
“Jin kelihatan jauh lebih menawan dari bayangan kalau kita lihat langsung saat bertemu. Ngelihat dia di hari-hari pertama saat training bikin aku ternganga,” lanjutnya.
Lucunya pria berumur 27 tahun ini jadi merasa ciut setelah dia bertemu langsung dengan sosok Jin. Bahkan ia sampai merasa tidak sebanding dengan visual Jin.
“Karena Jin sangat menawan, aku jadi ngerasa terlihat relatif jelek saat berdiri di sebelahnya.”
Kenangan Songkang dan Jin bukan cuma soal mengagumi visualnya aja. Ternyata pemeran utama drama Nevertheless itu juga merasa banyak terbantu oleh Jin saat trainee.
Sampai sekarang pun keakraban mereka masih terjalin, Jin masih jadi orang yang banyak beri dukungan buat aktor Songkang.***
Bogordaily.net — Munculnya petisi blacklist Ayu Ting Ting dari acara TV yang sudah tembus 127 ribu lebih, pelantun Goyang Mujaer ini mendadak dipanggil Direktur Utama Trans TV Atiek Nur Wahyuni.
Ternyata dipanggilnya artis yang akrab dipanggil ATT itu tidak berkenaan petisi, melainnya terkait soal isu mahar Rp 5 miliar yang dipintanya kepada Ivan Gunawan.
Petinggi Trans TV itu menilai Ayu Ting Ting dianggap sudah bikin kegaduhan.
Bahkan, Atiek sampai menginterogasi Ayu Ting Ting secara dadakan di laman Youtubenya.
Gara-gara permintaan soal mahar yang fantastis kepada Ivan Gunawan, Ayu Ting Ting pun sampai disebut wanita matre.
“Denger-denger kamu nih, kalau mau menikah, maharnya harus Rp 5 miliar?’ cecar dirut Trans TV, dilansir dari Youtube Atiek Nur Wahyuni.
Ditanya seperti itu, Ayu Ting Ting langsung tertawa ngakak. Setelah itu, secara blak-blakan, Ayu Ting Ting mengaku ingin mencari calon suami yang jauh lebih tajir dibanding dirinya.
Pelantun Sambalado itu mengaku ada trauma, sampai harus menetapkan standar tinggi untuk mencari calon suami.
Meski begitu, Ayu Ting Ting tidak menyebutkan alasan dibalik rasa traumanya tersebut.
“Saya trauma aja gitu bu. Pokoknya saya sekarang kalau nyari ( calon suami) itu harus yang benar-benar di atas saya,” jawab Ayu Ting Ting sambil tertawa.
Kemudian, Ayu Ting Ting mendesak Ivan Gunawan untuk siapkan mahar Rp 5 Miliar jika ingin menikahinya.
Karena diketahui Ivan Gunawan sudah menaruh hati pada Ayu Ting Ting sejak lama.
Maka dari itu, putri Ayah Rozak itu pun blak-blakan ungkap jumlah nilai mahar.
“Ya Udah a, kalau lu mau sama gue, maharnya Rp 5 miliar, itu di luar dari yang lain-lain.
( Igun nanya), maksudnya mahar Rp 5 M itu gimana?, (aku jawab) iya buat seserahannya aja Rp 5 m,” ungkap Ayu Ting Ting.
Rupanya Ivan Gunawan tidak terima dengan permintaan mahar Rp 5 M tersebut.
Sehingga, ia pun menawar kepada Ayu Ting Ting dan Ayah Rozak.
“Jadi di Brownis sampai dilakukan tawar menawar. Dari Rp 5 M, turun ke Rp 4 M, jadinya Rp 3 M,” tambah Ayu Ting Ting.
Meski begitu, Ayu Ting Ting mengaku mahar fantastis itu hanya khayalannya semata.
“Walaupun itu cuma khayalan aja sih,” imbuhnya.
Namun, soal desakan kepada Ivan Gunawan terkait mahar, ATT mengaku itu hanya bercandaan.
Bahkan, Wendy Cagur dan Ruben Onsu pun disebutkan ATT ikut meramaikan bercandaan tersebut di acara Brownis Trans TV.
“Ya udah gue lepas deh tuh si Ayu Rp 3 M, kata Wendy.,”
Bercandaan kita itu sebenarnya, cuma orang nanggepinnya terlalu serius,” tambah Ayu Ting Ting.
“Infotainment kadang suka kemakan soal gitu-gitu. Padahal jelas disitu kita ngomong dalam keadaan tertawa, konteksnya pun bercanda,” ujar Ayu Ting Ting.
“Tapi ya udah, kita jadiin mainan, Kalau itu membuat mereka lucu dan tertawa,” tambahnya.
Meski awalnya bercandaan, Ayu Ting Ting tetap berdoa berharap mahar Rp 5 M itu jadi kenyataan.
“Ucapan itu adalah doa. Siapa tahu bener, Igun dikasih rezeki banyak, terus ngelamar gue,” ucap ATT.
Bahkan Ayu Ting Ting mendesak Ivan Gunawan harus lebih kaya raya dibandingnya dirinya jika berniat menikahinya.
“Emang harus kaya, gak boleh gak kaya,” tegas Ayu Ting Ting.
Desakan Ayu Ting Ting pada Igun itu pun membuat petinggi TV melongo tak bisa berkata apa-apa.
Melihat ekspresi sang petinggi TV, Ayu Ting Ting bantah tegas disebut wanita matre.
“Bukan kita matre ngelihat dari materi, cuma ya sekarang mikir pakai logika. Jangan cuma pakai hati, tapi logika juga harus jalan,” pungkasnya.***
Buat Gaduh Ayu Ting Ting Diinterogasi Petinggi Trans TV
Bogordaily.net — Munculnya petisi blacklist Ayu Ting Ting dari acara TV yang sudah tembus 127 ribu lebih, pelantun Goyang Mujaer ini mendadak dipanggil Direktur Utama Trans TV Atiek Nur Wahyuni.
Ternyata dipanggilnya artis yang akrab dipanggil ATT itu tidak berkenaan petisi, melainnya terkait soal isu mahar Rp 5 miliar yang dipintanya kepada Ivan Gunawan.
Petinggi Trans TV itu menilai Ayu Ting Ting dianggap sudah bikin kegaduhan.
Bahkan, Atiek sampai menginterogasi Ayu Ting Ting secara dadakan di laman Youtubenya.
Gara-gara permintaan soal mahar yang fantastis kepada Ivan Gunawan, Ayu Ting Ting pun sampai disebut wanita matre.
“Denger-denger kamu nih, kalau mau menikah, maharnya harus Rp 5 miliar?’ cecar dirut Trans TV, dilansir dari Youtube Atiek Nur Wahyuni.
Ditanya seperti itu, Ayu Ting Ting langsung tertawa ngakak. Setelah itu, secara blak-blakan, Ayu Ting Ting mengaku ingin mencari calon suami yang jauh lebih tajir dibanding dirinya.
Pelantun Sambalado itu mengaku ada trauma, sampai harus menetapkan standar tinggi untuk mencari calon suami.
Meski begitu, Ayu Ting Ting tidak menyebutkan alasan dibalik rasa traumanya tersebut.
“Saya trauma aja gitu bu. Pokoknya saya sekarang kalau nyari ( calon suami) itu harus yang benar-benar di atas saya,” jawab Ayu Ting Ting sambil tertawa.
Kemudian, Ayu Ting Ting mendesak Ivan Gunawan untuk siapkan mahar Rp 5 Miliar jika ingin menikahinya.
Karena diketahui Ivan Gunawan sudah menaruh hati pada Ayu Ting Ting sejak lama.
Maka dari itu, putri Ayah Rozak itu pun blak-blakan ungkap jumlah nilai mahar.
“Ya Udah a, kalau lu mau sama gue, maharnya Rp 5 miliar, itu di luar dari yang lain-lain.
( Igun nanya), maksudnya mahar Rp 5 M itu gimana?, (aku jawab) iya buat seserahannya aja Rp 5 m,” ungkap Ayu Ting Ting.
Rupanya Ivan Gunawan tidak terima dengan permintaan mahar Rp 5 M tersebut.
Sehingga, ia pun menawar kepada Ayu Ting Ting dan Ayah Rozak.
“Jadi di Brownis sampai dilakukan tawar menawar. Dari Rp 5 M, turun ke Rp 4 M, jadinya Rp 3 M,” tambah Ayu Ting Ting.
Meski begitu, Ayu Ting Ting mengaku mahar fantastis itu hanya khayalannya semata.
“Walaupun itu cuma khayalan aja sih,” imbuhnya.
Namun, soal desakan kepada Ivan Gunawan terkait mahar, ATT mengaku itu hanya bercandaan.
Bahkan, Wendy Cagur dan Ruben Onsu pun disebutkan ATT ikut meramaikan bercandaan tersebut di acara Brownis Trans TV.
“Ya udah gue lepas deh tuh si Ayu Rp 3 M, kata Wendy.,”
Bercandaan kita itu sebenarnya, cuma orang nanggepinnya terlalu serius,” tambah Ayu Ting Ting.
Bogordaily.net – Sejumlah pedagang sayur mayur di Pasar Bojonggede dan pengendara yang melintas di Jalan Raya Bojonggede, Desa Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Selasa 17 Agustus 2021, selama 10 menit mengentikan segala aktivitasnya
Pengguna jalan dan Pedagang Sayur mayur yang di Bojonggede harus mengikuti peringatan HUT ke-76 RI dengan cara mendengarkan naskah proklamasi, lagu Indonesia Raya dan berdoa untuk pahlawan yang rela meraih Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tidak hanya para pendagang warga dan perangkat Desa Bojonggede, berbaris di tepi jalan raya sambil mengibarkan bendera merah putih.
Kepala Desa Bojonggede, Dede Malvina mengatakan, peringatan yang dilakukan. bertujuan agar warga dapat terus menghargai jasa pahlawan.
“Ini peringatan HUT RI ke 76, kita wajib menghargai, mengenang dan mendoakan jasa-jasa pahlawan yang berjuang meraih Kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dede Malvina mengatakan, momentum Kemerdekaan RI harus dimanfaatkan untuk memperkuat tali persaudaraan.
Pedagang, pengguna jalan dan aparatur pemerintah desa dan para santri sedang menghentikan cipta saat detik-detik proklamasi kemerdekaan RI ke 76. (Istimewa/Bogordaily.net)
“Indonesia sudah merdeka, sekali merdeka tetap merdeka, mari sama-sama kita bangkit melawan virus corona,” katanya.
Sementara menurut Pedagang Sayur Bayam Deden (45) mengatakan, dirinya ikut berdiri dan mengheningkan cipta karena untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Bang Indonesia dari para penjajah.
“Tadi saya bersama rekan rekan pedagang sayuran yang berada di pasar Bojonggede Bogor ikut berdiri mengheningkan cipta untuk memperingati HUT RI ke 76,”katanya.
Harapan selaku Pedagang Sayur mayur di HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 76 perekonomian Indonesia semakin baik dan pandemi segera berakhir.
“Harapannya agar ekonomi lancar dan pandemi segeralah berakhir,”pungkasnya.***