Thursday, 9 April 2026
Home Blog Page 6973

Nuansa Hip Hop Amanda Caesa di Single Why Can’t We

0

Bogordaily.net – Penyanyi Amanda Caesa kembali meluncurkan single ketiganya, Why Can’t We. Dalam single tersebut, anak komedian Parto itu kembali berkolaborasi dengan Calvin Jeremy.

Dalam single tersebut, Amanda lagi-lagi menunjukkan kepiawaiannya dalam tarik suara dengan genre yang berbeda.

Single Why Can’t We dibalut dengan nuansa hip hop dan bercerita tentang kisah cinta sepasang kekasih yang tak berujung.

“Aku masih ingin mengeksplore semua genre musik. Sampai nanti mungkin aku menemukan genre yang cocok dengan warna suaraku dan aku nyaman dalam melantunkannya,” ucapnya lewat rilis yang dilansir dari kapanlagi.

Memang, dari tiga single yang dikeluarkan, belum satupun Amanda membawakannya sendiri.

Makanya, gadis kelahiran 23 Desember 2002 itu memiliki impian yang ingin diwujudkan, yakni menelurkan album solo pertamanya.***

Pecah Rekor! Petisi Blacklist Ayu Ting Ting Tembus 113 Ribu

0

Bogordaily.net – Petisi blacklist Ayu Ting Ting dari acara TV terus menggelinding, pada hari Jumat 13 Agustus 2021 petisi tersebut sudah pecah rekor ditandatangani 113 ribu.

Petisi yang pecah rekor itu pun menuai reaksi rekan sesama artis, Wendy Cagur.

Bahkan, Wendy Cagur pun blak-blakan soal kelakuan asli Ayu Ting Ting selama di lokasi syuting.

Karena seperti diketahui, ada 3 acara TV Ayu Ting Ting yang mengharuskan kerja sama dengan Wendy Cagur.

Diantaranya Lapor Pak, BTS Trans 7 hingga Brownis Trans TV.

Kabar petisi Ayu Ting Ting yang sudah capai 113 ribu itu terlihat dari akun Change.org dengan judul blacklist Ayu Ting Ting dari dunia pertelevisian.

“Selisih 8 jam dari terakhir gue pos udah segini aja… Wouw..

Semangat untuk masa depan tontonan yang berkualitas untuk masyarakat Indonesia!,” tulis akun Instagram real_bukan fans, sambil menampilkan jumlah petisi Ayu Ting Ting.

Orang-orang yang menandatangani petisi itu pun menyebutkan alasannya desak blacklist Ayu Ting Ting dari TV. Beberapa diantara netizen sebut Ayu Ting Ting artis tersombong.

Hal itu didasarkan pada gaya bicara ATT di setiap acara TV. “Tidak suka caranya merendahkan orang lain. Gaya bicara dari orangtuanya.Tidak suka juga karena fans Ayu selalu mencari masalah hingga menimbulkan kehebohan di sosmed,” tulis netizen.

“Saya menadatangani petisi karena (ATT) terlalu arogan dan sombong,” imbuh netizen lain.

“Benar kata petuah, buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Sudah terkenal, lupa diri pula.

Mamp*s deh jadi konsumsi publik sikap kalian,” tulis netizen lain.

“Biar gak semena-mena lagi sama orang kecil,” tambah yang lain.

“Artis tersombong,” lanjut netizen lainnya.

Ayu Ting Ting dicap artis tersombong, Wendy Cagur selaku rekan artis yang sering syuting bareng ATT pun ungkap perlaku sang pedangdut.

Sebelum membongkar secara blak-blakan soal kelauan Ayu Ting Ting, Wendy Cagur meminta maaf terlebih dulu.

“Gue ngelihatnya sih Ayu emang udah.. yaa sorry to say, dia emang bocah Depok,” ujar Wendy Cagur dilansir dari Youtube Intens Investigasi, Jumat 13 Agustus 2021.

Diakui Wendy Cagur, dirinya terkadang sempat terganggu dengan gaya bicara Ayu Ting Ting yang suka asal nyablak.

Tak hanya soal gaya bicara, Wendy Cagur pun menyindir soal ketawa Ayu Ting Ting yang sering tak terkontrol.

“Bocah Depok, betawi banget, asal nyablak. Kalau ketawa juga kadang-kadang suka komen.

Lah ketawanya apaan sih rame benget, berisik tahu,” ujar Wendy Cagur.

“Namanya juga bocah Depok, orang betawi, ya nyablak, mau ketawa mau ngomong,” tambahnya.

Meski begitu, Wendy Cagur menyebut Ayu Ting Ting adalah sosok yang ingin belajar hal baru, termasuk soal komedian dan jadi pelawak.

“Gue sama Andre manilai Ayu tuh mau ngebuka diri buat belajar,” ungkap Wendy Cagur.

“Dari beberapa orang yang lumayan kritis, justru mereka memberikan komentar positif ke Ayu. Mereka gak nyangka, Ayu bisa mengimbangi, Ayu ternyata bisa ngelawak,” tambahnya.

Tak hanya itu, Wendy Cagur juga menyebut Ayu Ting Ting masih ada harapan eksis di dunia hiburan.

“Secara pribadi, gue sih melihat prospeknya dia luar biasa,” imbuh Wendy Cagur.

Melihat hasil mencengangkan soal petisi, Ayu Ting Ting memberikan tanggapannya sambil singgung soal haters.

“Pastilah haters, pasti ada di mana aja. Apalagi pekerjaan kita sebagai artis. Jadi pasti ada yang suka, ada yang enggak,” ujar Ayu Ting Ting.

Disebutkan Ayu Ting Ting, ia menduga aksi para haters ini berkaitan dengan label janda yang melekat padanya.

Sehingga, setiap kali dekat dengan pria di lokasi syuting, selalu ada yang nyinyir dan menghujatnya.

“Apa karena saya seorang janda. Jadi orang tuh melihat tanda kutipnya beda,” ujar Ayu Ting Ting.

Tak hanya itu, Ayu Ting meminta haters jangan pernah ikut membully orang tua atau anaknya.

“Kalau bisa orangtua dan jangan dilibatkan. Karena mereka gak ada ikut campur urusannya,”

Menurut pelantun lagu Geboy Mujaer, dirinya membersilakan haters membencinya,

“Kalau mau membenci saya silakan, karena memang pekerjaan saya seorang entertain. Pasti banyak yang suka, banyak yang enggak,” pungkasnya.***

 

Kebijakan Ganjil Genap di Kota Bogor Diperpanjang Sampai 16 Agustus!

0

BOGORDAILY- Pelaksanaan kebijakan ganjil-genap di berbagai ruas jalan di Kota Bogor diperpanjang. Itu ditegaskan Wali Kota Bogor Bima Arya yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor. Putusan tersebut sejalan dengan diperpanjangnya aturan pembatasan di wilayah aglomerasi Jabodetabek pada 10-16 Agustus mendatang. Jadi seluruh pengendara yang tidak memenuhi syarat akan diputar balik.

“Kebijakan ganjil-genap ini diperpanjang menyelaraskan dengan kebijakan pemerintah pusat yang masih menetapkan Kota Bogor berada pada PPKM Level 4,” tegas Bima Arya kepada wartawan, Kamis (12/08/2021).

Ia melanjutkan bahwa keputusan perpanjangan ganjil-genap di Kota Bogor sudah melalui musyawarah dengan unsur forkopimda, khususnya Kapolresta Bogor Kota. Sehingga, aturan terkait akan dilaksanakan secara optimal dengan adanya keterlibatan berbagai pihak, terkhusus Kepolisian setempat.

Sementara Kapolresta Bogor Kota Kombespol Susatyo Purnomo Condro mengatakan pelaksanaan kebijakan ganjil-genap terhadap kendaraan bermotor adalah gerakan disiplin masyarakat, untuk menahan diri selama satu hari.

Melalui kegiatan ganjil-genap itu, masyarakat yang memiliki kegiatan di luar rumah dapat menahan diri satu hari saja, menyesuaikan dengan kendaraan bermotornya.

”Kendaraan yang diizinkan melintas di Kota Bogor adalah kendaraan dengan pelat nomor ganjil atau genap, sesuai dengan tanggal pada kalender,” kata Susatyo.

“Melalui kebijakan ini, kami harapkan masyarakat bisa disiplin, menggunakan waktunya untuk berbelanja atau kegiatan lain ke luar rumah,” ujar dia.

 

Bikin Ribet! MUI Tak Setuju Usulan Shalat Jumat Ganjil Genap Berdasarkan Nomor Handphone

Bogordaily.net – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai kurang tepat kebijakan Shalat Jumat dua gelombang ganjil genap. Pasalnya kebijakan berdasarkan nomor handphone jamaah dinilai kurang efektif.

Ketua MUI Anwar Abbas mengatakan tidak ada petugas yang mengontrol nomor handphone jamaah yang akan melakukan Shalat Jumat. Mengingat jumlah jamaah biasanya cukup banyak.

“Tak setuju. Bikin ribet, siapa yang akan mengontrol dan berapa jumlah petugas yang akan mengontrol nomor handphone jemaah,” katanya seperti dikutip dari Poskota, Jumat (13 Agustus 2021).

Anwar mengatakan bahwa belum tentu semua jemaah yang datang ke masjid membawa handphone.

Dirinya menegaskan sejak awal MUI tidak sejutu jika Shalat Jumat di tengah pandemi Covid-19 dilakukan dua gelombang.

“Kebijakan itu akan membuat susah banyak pihak saja kalau diterapkan,” ujar Anwar.

Sebab itu, lanjut Anwar, MUI meminta pengurus masjid atau masyarakat untuk membuat sejumlah tempat alternatif untuk membuka pelaksanaan Shalat Jumat.

Semisal, katanya, Shalat Jumat di Masjid Agung Al-Azhar Kebayoran Baru, Jakarta Selatan kalau memang masjidnya diizinkan menampung 25 persen jamaah, maka jemaah lain bisa menempati aula masjid, atau halaman sekolah masih ada.

“Yang penting pelaksanaan Shalat Jumat tersebut sesuai protokol kesehatan, ada jarak di antara shaf (barisan jamaah),” ungkap Anwar.

Ia mengatakan atau masyarakat bisa memanfaatkan tempat – tempat untuk dijadikan Shalat Jumat yang ada didekat masjid seperti, sekolahan atau tempat lainnya yang bisa digunakan untuk pelaksanaan salat.***

Tirta Pakuan Kota Bogor Bagikan Puluhan Paket Sembako di Pamoyanan

0

Bogordaily.net – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor membagikan puluhan paket sembako dan nasi bungkus, kepada warga di kawasan RW 7 Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kamis 12 Agustus 2021.

Bantuan diserahkan Direktur Utama Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan, bersama Direktur Umum Rivelino Rizky, Direktur Teknik Teknik Ardani Yusuf, serta beberapa pejabat struktural.

Hadir pula Lurah Pamoyanan Ervin Yulianto, Ketua RW 07 H. Roy, dan pengurus RT setempat.

Dana untuk pembelian paket sembako dan nasi bungkus ini merupakan hasil sumbangan seluruh pegawai Tirta Pakuan, yang merasa peduli dengan kondisi masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19.

Pakuan kota
Dirut Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan, membagikan paket sembako dan nasi bungkus kepada warga yang isoman di kawasan RW 7 Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kamis 12 Agustus 2021. (istimewa /Bogordaily.net)

Seluruh anggaran yang terkumpul digunakan untuk pembelian 50 paket nasi bungkus dan juga pembelian paket sembako, dari salah satu warung milik warga setempat yang terdampak pandemi.

Mudah-mudahan, ikhtiar ini bisa sedikit membantu warga yang terdampak langsung pandemic Covid-19 di Kota Bogor.

Perumda tirta pakuan mengucapkan terima kasih kepada suluruh pegawai yang menyisihkan penghasilannya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Semoga kegiatan ini mendorong pihak-pihak lain untuk terus bahu membahu menyalurkan tangannya, agar membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Adv

Miris! Bantuan Pangan Non Tunai Bikin Pedagang Lokal Gigit Jari

Bogordaily.net – Polemik Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial di masyarakat menjadi sorotan, pasalnya program BPNT yang bernilai Rp.200.000-/kartu, praktek di bawah sangat memprihatinkan.

Pasalnya program tersebut jadi ajang rebutan para pengusaha menengah keatas untuk dapat menyuplai komoditi terutama dari item beras.

Penyaluran beras yang dilaksanakan oleh agen e-warung mayoritas produk luar sehingga kearifan lokal pun terkikis.

Satibi warga Tenjolaya sebagai pedagang beras mengungkapkan, ketika program BPNT disalurkan dirinya hanya gigit jari dan cuma jadi penonton saja. Padahal beras yang dirinya jual kualitas dan harganya bisa diadu dengan beras dari para pengusaha penyuplai beras.

“Jika Aturan harus jadi CV dulu untuk bisa menyalur beras ke agen e-warung yang ada di Tenjolaya kami pun tidak keberatan untuk melengkapinya,” ujar Satibi kepada Bogordaily.net, Jumat 13 Agustus 2021.

Sebagai pedagang beras ia berharap pemerintah untuk mengutamakan kearifan lokal sesuai bidangnya. Jangan seperti saat ini dimana beras-beras itu dipaket dan dibiarkan pihak agen e-warung belanja sendiri di wilayahnya masing-masing.

“Beras itu dikirim pihak yang mengatasnamakan penyalur, padahal penyalur itu bukan bidangnya,” bebernya.

Roni Galing sapaannya selaku tokoh muda Tenjolaya menegaskan, perihal komoditi BPNT harus diperhatikan kualitas dan kuantitasnya bukan asal kirim.

“Ini bukan rahasia umum lagi dan juga tidak luput diawasi satuan harga produk. Itu harus sesuai di pasaran agar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak merasa dirugikan,” pintanya.

Menurut Roni ketika dalam BPNT ada unsur bisnis mencari untung, tapi jangan berlebihan yang membuat KPM dirugikan.”Inikan program pemerintah untuk warga miskin, toh jangan dibuat susah lagi dengang sajian produk kurang layak entah dari beras, buah, tahu tempe,telur dsb,” tuturnya.

Ia meminta jangan sampai ini terkesan mencari kesempatan di dalam kesempitan, perlu juga komoditi yang kurang layak harus diperbaiki dan ditukar jangan membuat kecewa KPM. “Perlu diingat juga ketika warga KPM mendoakan tidak baik kepada penyalur maka akan berdampak buruk kedepannya bagi penyalur,” pungkasnya.***

Mesjid di Kota Bogor Tunggu Arahan Sholat Jumat Ganjil Genap

0

Bogordaily.net – Mesjid Jami Al-Hijri 1 yang berlokasi di Jalan Re. Martadinata No 2, RT 2/RW 3, Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, melaksanakan sholat Jumat tanpa ada aturan sholat Jumat ganjil genap.

Hal itu dikatakan Seketaris Mesjid Jami Al-Hijri 1, Masrial usai melaksanakan Sholat Jumat berjamaah, Jumat 13 Agustus 2021.

“Selama ini kita masih memakai cara yang sama saat melakukan sholat Jumat dengan menggunakan protokol kesehatan ketat,” kata Seketaris Mesjid Jami Al-Hijri 1, Masrial.

Dirinya menambahkan, kalau kebijakan sholat Jumat dibagi menjadi dua atau ganjil genap. Lanjut Masrial, di Mesjid Jami Al-Hijri 1 tempatnya masih cukup untuk para jamaah melakukan sholat Jumat.

“Kita juga berkoordinasi selalu dengan tim Covid-19 Kota Bogor saat melaksanakan sholat Jumat. Bahkan Kapolresta Bogor Kota pun pernah sholat Jumat disini,” ucapnya.

Masrial menegaskan, rencana kebijakan sholat Jumat ganjil genap yang belum di sah kan.

“Terlebih lagi kita punya imam besar, kalau imam besar setuju ya kita setuju, tapi kalau tidak setuju, kita juga ga setuju,” tegasnya.

Jika kebijakan sholat Jumat ganjil genap ini benar dan di sepakati oleh para ulama, dirinya akan mensosialisasikan kepada jamaah untuk melakukan sholat Jumat dengan aturan ganjil genap.

“Untuk itu, kita hanya sebatas penyelenggara saja untuk melaksanakan sholat Jumat di Mesjid Jami Al-Hijri 1,”pungkasnya.***

Himbauan DMI Agar Solat Jumat Dua Gelombang Berdasarkan Nomor Handphone Ditentang MUI

0

Bogordaily.net – Surat keputusan Dewan Masjid Indonesia (DMI) terkiat pengaturan solat Jumat yang dibagi dua gelombang berdasarkan ganjil genap nomor handphone, mendapatkan penolakan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI menilai ketentuan tersebut sangat ribet dan tidak efektif.

“Tak setuju. Bikin ribet. Siapa yang akan mengontrol dan berapa jumlah petugas yang akan mengontrol nomor handphone jemaah,” terang Ketua MUI, Anwar Abbas, saat dihubungi di Jakarta, Kamis 12 Agustus 2021.

Anwar mengatakan, belum tentu semua jemaah yang datang ke masjid membawa handphone. “Kebijakan itu akan membuat susah banyak pihak saja kalau diterapkan,” ujar Anwar.

Ia menambahkan, belum tentu juga semua jemaah yang akan Shalat Jumat tersebut mau diatur ganjil-genap berdasarkan nomor HP. “Sejak awal, MUI juga tidak setuju Shalat Jumat di tengah pandemi Covid-19 ini dibagi dua gelombang,” terangnya.

Sebab itu, lanjut Anwar, MUI meminta pengurus masjid atau masyarakat untuk membuat atau menambah tempat untuk pelaksanaan Shalat Jumat.

“Misalnya, Shalat Jumat di Masjid Agung Al-Azhar Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kalau memang masjidnya hanya diizinkan untuk menampung 25 persen jamaah, maka jemaah lain bisa menempati aula masjid atau halaman sekolah,” katanya.

Ia mengatakan, masyarakat bisa memanfaatkan tempat-tempat untuk dijadikan lokasi Shalat Jumat yang ada di dekat masjid, seperti sekolahan atau tempat lainnya.

“Yang penting pelaksanaan Shalat Jumat tersebut sesuai protokol kesehatan, ada jarak di antara shaf (barisan jemaah),” ungkap Anwar.

Terkait usulan Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang diketuai Jusuf Kalla, agar Shalat Jumat dibagi dua gelombang berdasarkan ganjil-genap sesuai nomor handphone, Anwar meminta, tak usah mengikuti seruan tersebut.

“Pak Jusuf Kalla itu kan politisi. Tidak ahli agama. Karena ada perintah dalam Al-quran, kita diminta bersegera untuk melaksanakan Shalat Jumat ketika ada panggilan (azan),” terang Anwar.

Nah, bagaimana mungkin ketika akan melaksanakan Shalat Jumat, tiba-tiba diminta mengikuti aturan ganjil-genap, mereka pasti akan menolaknya.***

Dokter Richard Ditangkap Polisi, Kartika Putri Dihujat: Arogan Banget

0

Bogordaily.net – Dokter Richard Lee dikabarkan dijemput paksa oleh polisi di kediamannya, Palembang, Sumatera Selatan pada Rabu 11 Agustus 2021. Penangkapan itu berlangsung dramatis hingga membuat sang istri histeris.

Kini, para netizen di media sosial, khususnya Twitter, turut menyoroti kabar penangkapan Dokter Richard Lee tersebut.

Mereka mencibir habis Kartika Putri, terutama setelah kuasa hukum dr. Richard Lee, Razman Arif Nasution menjelaskan bahwa, benar saat ini dokter Richard Lee sedang berkasus di Polda Metro Jaya dan dilaporkan oleh Kartika Putri.

Kabarnya Dokter Richard Lee dilaporkan Kartika Putri dalam dugaan kasus pencemaran nama baik dan dijerat atas UU ITE imbas konten review produk kecantikan.

Netizen pun menyebut Kartika Putri sebagai sosok yang arogan. Apalagi Dokter Richard Lee sudah minta maaf secara terbuka kepada Kartika Putri.

“Jelas sekali pihak Kartika Putri yang salah dan arogan, padahal melakukan salah itu manusiawi dan mengakui kesalahan bukan hal yang hina loh,” tulis netizen.

“Kartika Putri kalo dia rendah hati sedikit seharusnya minta maaf sama followernya karena mempromosikan barang berbahaya dan berterima kasih sama dr. Richard karena sudah mengedukasi agar kedepannya ga asal ambil endorse, bukannya malah menuntut atas pencemaran nama baik,” imbuh netizen.

“Banyak banget pahala Dokter Richard udah nyelametin kulit orang-orang dari bahaya skincare abal-abal. Dan Kartika Putri… nilai sendiri dalam hati deh,” timpal yang lain.

“Sedih banget liatnya, padahal hanya menyampaikan kebenaran malah dapat musibah. Ini Indonesia? Yang katanya negara hukum tapi hukumnya tdk berjalan dengan baik,” ujar netizen.

“Kalo bener dr Richard ni ditangkep karena ulah Kartika Putri, gilak sih dukung dr Richard penuh,” komentar netizen lainnya.***

Lapor Pak Wali, Kantor Kelurahan Pasirkuda Terbakar Gara-Gara Puntung Rokok

0

Bogordaily.net – Kantor kelurahan Pasirkuda terbakar siang ini, Jumat (13 Agustus 2021). Diduga kebakaran diakibatkan puntung rokok.

Menurut info di tempat kejadian kebakaran dikarenakan puntung rokok yang dilempar dan mengenai motor.

“Kayaknya ada yang buang puntung rokok terus kena motor, motornya meledak. Kenceng banget,” ujar saksi di tempat kejadian.

Saksi yang sedang istirahat segera berlari keluar begitu mendengar ledakan tersebut.

“Kaget banget, pas keluar api langsung gede,” ujarnya.

Sejurus dengan itu, Damkar yang tiba di lokasi pun menginfokan hal serupa. Saat ini petugas sedang menangani kebakaran tersebut.***