Sunday, 5 April 2026
Home Blog Page 6989

Kasus Tidak Disetorkannya Uang Nikah oleh Staf Desa Dianggap Selesai

Bogordaily.net – Kasus Dugaan tidak disetorkanya uang dan data warga yang hendak menikah di KUA oleh oknum staf Desa Ciaruten Udik, dinyatakan sudah selesai. Pihak kecamatan meminta agar kejadian serupa tidak terulang.

Plt Camat Cibungbulang Agus, menjelaskan pemerintah desa sudah menegur oknum staf desa yang diduga menyalahgunakan wewenang dengan tidak menyetorkan pembayaran uang nikah. Akibat ulahnya, rencawa pernikahan warga jadi tertahan. Meski sudah dianggap selesai, pihak kecamatan mewanti-wanti agar kasus serupa tidak terulang lagi.

“Saya sudah berkoordinasi dengan pihak KUA terkait hal itu. Memang uang senilai Rp 600 untuk biaya pernikahan sempat tidak disetror ke negara sempat tidak,” kata Plt Camat Cibungbulang Agus.

Agus juga meminta Kepala Desa Ciaruten Udik membina anak buahnya dan meminta hal serupa tidak terulang lagi, baik di Desa Ciaruten Udik maupun desa lain yang ada di Kecamatan Cibungbulang.

“Kalau di Kecamatan Cibungbulang kasus seperti ini baru satu laporan di Desa Ciaruten Udik, udah saya imbau agar tidak terulang lagu,” kata Agus.

Terpisah, saat dikonfirmasi melalui telfon ke Kepala Desa Ciaruten Udik Sanusi Yasin, telfon diangkat Istrinya. Ia menuturkan hal itu sudah selesai dan tidak ada permasalahan lagi.

“Mau konfirmasi apa yah, bapaknya lagi tidak ada di rumah lagi main batminton ke saya aja sama, oh kalau soal itu udah beres tanggal 2, tanggal 3 nya sama pak kades langsung didaftarkan lagi udah beres ko,” Jawabnya istri Kepala Desa Ciaruten Udik dalam sambungnya telepon.

Masa Allah! Ulang Tahun ke-51, Sophia Latjuba Pamer Punggung Seksi

0

Bogordaily.net – Umurnya sudah 51 tahu, tapi belum terlihat tanda-tanda kalau artis cantik Sophia Latjuba menua. Bahkan sebaliknya diusia yang tidak muda lagi itu wajahnya makin cantik dan kulitnya masih kencang.

Diulang tahunnya yang jatuh pada Minggu 8 Agustus 2021, kemarin. Mantan istri Indra Lesmana itu membagikan potret cantik dan awet muda pada momen ulang tahunnya.

Ibu Eva Celia itu terlihat cantik dengan gaun sleeveless warna hitam saat nongkrong di pantai. Gaun tersebut juga mengekspos punggung seksinya dengan tato di bagian kiri.

Tak lupa mantan pacar Ariel NOAH ini menuliskan rasa syukur setelah menginjak usia 51 tahun. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada dirinya sendiri.

“51 lapses around the sun under my belt. Unbelievable! I’m nothing but proud of myself. And so, the journey goes on. Can’t wait what’s in store,” tulis Sophia.

“Terima kasih semuanya buat doanya hari ini. I love you all!,” imbuhnya.

Melihat kolom komentar, rekan-rekan artis ramai mengucapkan selamat ulang tahun untuk Sophia. Wanita blasteran Jerman-Indonesia itu juga banjir pujian awet muda.

“Happy birthday ka sophia love u,” tulis Adinda Thomas. “Selamat ulang tahun georgeous @sophia_latjuba88 pokoknya sehat terus, bahagia dan makin glowing ya luv,” tulis Karina Suwandi.

“51 rasa 31,” puji netizen. “51 kok bisa muda banget yaa,” sahut yang lain.

Rahasia awet muda Sophia Latjuba itu karena ia sering berolahraga dan menerapkan pola hidup sehat. Tak heran tubuh ibu dua anak tersebut selalu terlihat bugar.***

Aturan Terbit! Cek Syaratnya, Beli Rumah Bebas Pajak hingga Akhir Tahun

0

Bogordaily.net – Saat ini, Pemerintah  memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) atas penyerahan rumah tapak dan unit hunian rumah susun (rusun) hingga Desember 2021.

Ketentuan ini terbit menggantikan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 21/PMK.010/2021 yang mengatur pemberian insentif PPN DTP atas penyerahan rumah tapak dan rusun periode Maret 2021 hingga Agustus 2021.

Ketentuan lebih lanjut terkait pemberian insentif PPN rumah tapak dan rusun dapat dilihat di Peraturan Menteri Keuangan Nomor 103/PMK.010/2021 yang berlaku sejak 30 Juli 2021 serta melalui laman www.pajak.go.id.

“Rumah toko dan rumah kantor merupakan cakupan dari rumah tapak,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Neilmaldrin Noor di Jakarta, seperti dilansir dari okezone, Minggu (8 Agustus 2021).

Neilmaldrin mengatakan untuk kepentingan evaluasi dan monitoring realisasi PPN DTP maka berita acara serah terima rumah tapak atau unit hunian rusun harus didaftarkan dalam aplikasi Sikumbang dari Kementerian PUPR.

Rumah tapak atau unit hunian rusun yang mendapatkan insentif ini harus memenuhi persyaratan yakni harga jual maksimal Rp5 miliar serta diberikan maksimal satu unit properti per satu orang dan tidak boleh dijual kembali dalam jangka satu tahun.

Kemudian juga merupakan rumah tapak atau rusun baru yang diserahkan dalam kondisi siap huni, mendapatkan kode identitas rumah, pertama kali diserahkan oleh pengembang, serta belum pernah dilakukan pemindahtanganan.

Besarnya insentif PPN DTP diberikan atas penyerahan rumah tapak atau rusun dengan harga jual paling tinggi Rp5 miliar memiliki beberapa ketentuan.

Pertama, sebesar 100 persen dari PPN yang terutang atas penyerahan rumah tapak atau rusun dengan harga jual paling tinggi Rp2 miliar.

Kedua, sebesar 50 persen dari PPN yang terutang dengan harga jual di atas Rp2 miliar sampai Rp5 miliar.

Neil melanjutkan agar dapat menikmati insentif ini maka pengusaha kena pajak yang melakukan penyerahan rumah tapak atau rusun harus membuat faktur pajak dan melaporkan realisasi PPN DTP kepada Direktorat Jenderal Pajak.

Dia menegaskan insentif ini diberikan dalam rangka mempertahankan daya beli masyarakat di sektor industri perumahan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menjelaskan sektor properti merupakan sektor yang strategis dan memiliki multiplier effect terhadap berbagai sektor dalam perekonomian sehingga akan mampu menyerap tenaga kerja yang relatif besar.***

Pamer Saldo ATM Rp11 Trilyun di TikTok, Ditjen Pajak: Ganteng, Riview Saldonya Dong

0

Bogordaily.net – Salah satu pemilik akun tiktok, memamerkan saldo direkeningnya senilai lebih dari Rp11 T. Sontak unggahan itu membuat geger netizen. Terlebih unggahan itu juga dikomentari akun Ditjen Pajak.

Pemilik akun bernama Muhammad Dani Iksan. Ia mengunggah video itu pada Minggu 8 Agustus 2021, di akun @owner.studente miliknya. Ia memperlihatkan baru saja menarik uang sejumlah Rp 700 ribu, dengan menunjukkan struk resi dari ATM BCA.

Tertera nominal yang tersisa. Panjang, yakni Rp 11.429.110.264.608,58. Benar saja, komentar netizen langsung berdatangan. Banyak yang merasa takjub melihat angka di saldo tersebut yang cukup fantastis.

“11 triliun, kena mental isi saldo bank gw,” komen M. Fahri.

“Bisa nih bayar utang negara,” canda yang lain.

“11 triliun 429 miliar 110 juta 264 ribu 606 rupiah 58 sen,” salah satu netizen mempertegas. Yang menarik, ada komentar dari admin Ditjen Pajak RI dan bikin netizen makin geger.

“Gantengnyaaa,” tulis admin Ditjen Pajak RI sembari membubuhkan emoji cinta.

Dari komen simpel tersebut, ada lebih dari 5 ribu komentar yang membalas reaksi admin Ditjen Pajak. Kebanyakan tertawa dan merasa admin Ditjen Pajak sangat cepat alias gercep untuk memberikan semangat pada orang-orang untuk membayar pajak.

“Terciduk,” kata Kelvin Kurniawan.

“Hahahahaha yang punya VT degdegserrrr,” sahut Oreo For Life.

“Awokkawok di komen Ditjen pajak,” ujar Lah Ngatur. Hmm kalau punya saldo sebanyak itu kira-kira bakal kamu habisin buat apa detikers?

Harus Tahu! Ini Kondisi Ibu Hamil yang Tidak Boleh Vaksin Covid-19

0

Bogordaily.net – Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) telah memberikan rekomendasi pemberian vaksin Covid-19 yang aman diberikan pada ibu hamil.

Menurut dr. Michelle Angelina, M. Biomed, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Sukabumi seluruh vaksin yang beredar saat ini.

Baik yang bersifat inactivated, mRNA, dan virus vector (Sinovac, Astra Zenca, Moderna, Pfizer, Sinopharm, J&J) dapat digunakan oleh ibu hamil.

Ia mengatakan seluruh ibu hamil dapat diberikan vaksinasi Covid-19 namun vaksinasi diprioritaskan untuk kelompok yang lebih rentan yaitu berusia diatas 35 tahun.

Disertai komorbid seperti hipertensi, penyakit jantung, penyakit autoimun, penyakit ginjal, atau diabetes melitus terkontrol.

Mereka yang mengalami obesitas dan berprofesi sebagai tenaga kesehatan juga harus diberikan vaksin.

Namun, menurutnya terdapat kondisi ibu hamil yang tidak boleh melakukan vaksinasi yaitu ibu hamil dengan riwayat alergi.

Alergi terhadap komponen vaksin dan ibu hamil yang saat ini sedang mengalami serangan penyakit sistemik yang parah.

“Pada pasien yang memiliki riwayat penyakit tertentu dapat melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum dilakukan vaksinasi,” ujarnya dalam keterangan pers yang dilansir dari Republika, Minggu (8 Agustus 2021)

Ia menjelaskan pemberian vaksinasi dianjurkan diberikan pada usia kehamilan 12 sampai 33 minggu.

Dapat dilakukan setelah trimester kedua dengan pertimbangan bahwa trimester pertama merupakan periode pembentukkan organ-organ bayi.

Pasca vaksinasi diharapkan ibu hamil mendapatkan istirahat yang cukup. Selain itu, ibu hamil dapat diberikan obat-obatan untuk mengurangi gejala efek samping yang terjadi.

Namun, jika efek samping yang dirasakan berupa gejala berat misalnya demam tinggi, sesak nafas,atau reaksi alergi seluruh tubuh.

Maka disarankan agar ibu hamil dapat segera ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang optimal.

“Vaksinasi Covid 19 diharapkan dapat melindungi kelompok ibu hamil dari infeksi Covid 19. Meskipun tidak dapat mencegah, namun jika ibu hamil terkena Covid 19 diharapkan gejala yang dialami akan lebih ringan. Risiko perburukan juga akan semakin rendah pasca vaksinasi Covid 19,” ungkapnya.***

Disdik Bogor: Guru di Cilebut yang Dinilai Arogan Sudah Dievaluasi

 

BOGORDAILY- Seorang guru di Cilebut Kabupaten Bogor yang dinilai otoriter dan arogan telah dievaluasi Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Sebelumnya, viral cuitan Anung di Twitter berisi keluhan orang tua siswa terkait guru yang dinilai otoriter dan arogan viral di media sosial.

Dalam cuitannya pada Rabu (4/8), Anung menceritakan tentang istrinya yang dikeluarkan dari grup WhatsApp pembelajaran jarak jauh (PJJ) anaknya yang masih duduk di kelas 4 SD. Istri Anung dikeluarkan lantaran melakukan protes kepada guru yang memberi tugas yang banyak, namun tidak disertai pemberian materi.

“Sudah (evaluasi). Hari ini rencananya akan dipanggil lagi kepala sekolah, guru, dan orang tua oleh pengawas. Saya masih tunggu info dari Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Koordinator Layanan Pendidikan (Koryandik) terkait kelanjutannya,” kata Kepala Bidang Sekolah Dasar pada Disdik Kabupaten Bogor, Nur Janah seperti dilansir Republika.co.id, Senin (9/8).

Nur Janah menegaskan, Disdik Kabupaten Bogor telah bergerak untuk menengahi antara sekolah dan orang tua murid. Saat ini, pihaknya akan melihat dahulu bagaimana kronologis di lapangan.

“Nanti kita lihat dulu di lapangan seperti apa, saya klarifikasi dulu apakah prosesurnya seperti apa, kita tetap ada di tengah. Sudah bergerak langsung. Kami juga sudah buat surat edaran tentang pembelajaran selama pandemi Covid. Ada daring, luring, dan kombinasi,” kata dia.

Menanggapi arahan DPRD Kabupaten Bogor untuk meningkatkan kreativitas guru dan sekolah, Nur Janah mengatakan, Disdik selalu memberi informasi kepada tenaga pendidik terkait pelatihan cara mengajar. Meski demikian, dia mengaku, para guru utamanya di tingkat sekolah dasar mengalami kesulitan untuk mengajar murid kelas 1 SD secara daring.

“Pembelajaran daring ini buat guru lebih capek. Selama pembelajaran masa pandemi, kita sering beri informasi misalnya ada pelatihan. Supaya menambah ilmu wawasan mereka pada ikut. Menggali ilmu dan kreativitas,” kata Nur.

Sementara itu, orang tua siswa yang membuat aduan, Anung Hidayah (36 tahun) mengatakan, guru yang bersangkutan telah diganti dengan guru baru. Tak hanya itu, pada Senin pagi dilakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di kelas yang bersangkutan. (*)

 

Antibodi Vaksin Influenza Kurangi Keparahan Pengidap Covid-19, Benarkah?

0

Bogordaily.net – Menerapkan protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu cara agar tak terkena Covid-19.

Namun, tetap menerima vaksin rutin lainnya untuk menjaga kesehatan tubuh di masa pandemi saat ini jadi hal yang sangat penting.

Salah satu contohnya vaksin influenza, yang biasanya terjadwal satu kali penyuntikan rutin setiap tahunnya.

Vaksin jenis ini, diketahui begitu penting untuk kelompok orang lanjut usia dan juga orang yang memiliki penyakit kronik.

Jika patuh melakukan vaksinasi influenza, apakah antibodi yang terbentuk dari vaksin ini bisa membantu mengurangi keparahan jika suatu saat positif terinfeksi Covid-19.

Dilansir dari okezone yang menuliskan paparan dokter spesialis ilmu penyakit dalam. Apakah benar hal tersebut?

Prof. DR. dr Samsuridjal Djauzi, SpPD K-AI, spesialis ilmu penyakit dalam mengatakan, melakukan vaksinasi influenza tidak mengurangi keparahan jika terkena Covid-19. Sebab, sejatinya vaksin dasarnya bersifat sangat spesifik.

“Vaksin itu kan spesifik ya, vaksin influenza ya untuk membentuk antibodi influenza. Enggak bisa untuk Covid-19, hanya untuk antibodi menghadapi influenza,” jelas Prof. DR. dr Samsuridjal Djauzi belum lama ini.

Profesor Samsuridjal Djauzi memperingatkan, meski di tengah pandemi Covid-19.

Masyarakat sebaiknya jangan hanya fokus untuk tidak terpapar Covid-19 tapi melupakan faktor lainnya, seperti vaksin influenza.

Vaksin rutin tahunan seperti jenis vaksin influenza sebaiknya jangan sampai telat untuk diulang secara berkala.

Dampak jangka panjangnya, juga untuk memudahkan penanganan jika suatu hari positif terinfeksi Covid-19.

“Tentu ada vaksin Covid ini dimanfaatkan sebaiknya, tapi jangan lupa imunisasi vaksin influenza setahun sekali kalau sudah waktunya jangan sampai telat diulang. Biar enggak kena influenza juga Covid-19 kan. Sebaliknya, kalau sudah Covid terus ditambah influenza ini bisa menyuliskan tenaga kesehatan untuk diagnosisnya sehingga sulit untuk ditanggulangi,” pungkasnya.***

Virus Berbahaya, Menyerang Tanaman Pohon Pepaya Sejak 2007

0

Bogordaily.net –  Tidak hanya virus Covid 19 yang menggemparkan dunia. Saat ini di Kecamatan Rancabungur, ada virus lain yang tidak kalah berbahaya. Virus itu menyerang tanaman pohon pepaya. Akibat Virus tersebut, batang pohon pepaya membusuk dan mengeluarkan aroma busuk.

Dikalangan petani di Rancabungur, penyakit itu disebabkan bakteri Erminia atau Antraknosa. Jika berkembangbiak di batang pohon, bakteri tersebut akan mudah menular dari satu pohon ke pohon lainnya. Kehadiran penyakit tersebut sudah dirasakan sejak 2007.

Kiki Wijanarko petani asal Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur mengatakan, virus atau bakteri itu sudah ada sejak 2007, hingga saat ini belum ditemukan obatnya.

Akibat virus tersebut banyak petani pepaya yang merugi. Pasalnya para petani mengalami gagal panen akibat banyak pohon pepaya mengalami busuk pada bagian batang. Pohon pepaya yang ditanam sebagian besar tidak bisa dipanen.

“Sejak tahun 2007 sampai sekarang nama virus bakteri erminia atau antraknosa, menyerang pohon pepaya Bangkok maupun California. Tanaman pepaya California yang saya tanam dilahan 3000 meter ini gagal panen karen busuk batangnya,” kata Kiki Wijanarko.

Kiki menuturkan, hingga kini tidak ada obat yang bisa digunakan untuk mencekah berkembangbiaknya virus. Saat ini banyak petani pepaya tidak berani menanam pepaya lantaran virus masih berkembang biak.

“Sejak dulu Desa Mekarsari terkenal sebagai penghasi pepaya. Sekatang para petaninya sudah tidak lagi menanam pepaya, mereka berganti dengan tanaman lain,” katanya.

Lebih lanjut Kata Kiki, selain bertani ia juga sebagai produsen pepaya California sejak 2021 berusaha mebantu para petani memasarkan hasil pertanian yang suplai dari petani setempat maupun luar.

“Banyak permintaan dari pasar tradisional maupun modern. Harganya lumayan tinggi. Namun pasokan pepaya sedikit,” pungkasnya.

Diserang Virus Antraknosa, Rancabungur Tak Lagi Jadi Sentra Pepaya.***

Info Rawat Jalan Rumah Sakit Ibu dan Anak Nuraida Bogor

0

Bogordaily.net – Sehubungan dengan Hari Libur Nasional 1 Muharram 1443H yang jatuh pada hari Selasa, 10 Agustus 2021 pada kalender. Cek info nya disini yuk

Namun terdapat perubahan oleh Pemerintah yang dikeluarkan melalui surat SKB3 Menteri, tentang Perubahan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama.

Maka dari itu Hari Libur Nasional di RSIA Nuraida ditetapkan pada hari Rabu 11 Agustus 2021.

Untuk pelayanan rawat jalan dan rawat imap tetap berjalan seperti biasa pada tanggal 10 Agustus 2021.

Bagi sahabat Nuraida yang akan berkunjung ke RSIA silahkan mendaftar seperti biasa.

“Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. Asy Syura: 49-50)

Info lebih lanjut hubungi kontak kami IGD 24 jam (0251) 8360-8107 Hp IGD 0811-1805-285 WA Customer Care 0811-1105-825 atau Whatsapp KIPPA 0811-1105-824. Adv

Petisi Blacklist dari Acara TV Terus Bergulir, Kini Usaha Kuliner Ayu Ting Ting Banyak yang Bangkrut

0

Bogordaily.net – Sudah jatuh tertimpa tangga itulah yang dialami Ayu Ting Ting. Disaat petisi blacklist Ayu Ting Ting dari dunia pertelevisian terus bergulir hingga tembus 72.590 pada Minggu 8 Agustus 2021.

Kini pelantun Goyang Mujaer itu mengalami kerugian karena bisnis kuliner yang dirintisnya banyak yang bangkrut.

Pedangdut Ayu Ting Ting kembali menjadi perbincangan netizen. Kali ini, ramai soal petisi blacklist Ayu Ting Ting dari dunia pertelevisian. Petisi itu merupakan buntut panjang dari kasus sebelumnya.

Di mana orangtua Ayu Ting Ting, Umi Kalsum dan Abdul Rozak mendatangi rumah orangtua si pembuli Ayu Ting Ting di Bojonegoro, Jawa Timur. Sebagai entertainer, Ayu kerap mendapat serangan dari haters.

Namun di samping pekerjaannya sebagai entertainer, wanita kelahiran 20 Juni 1992 tersebut juga bergelut di dunia bisnis kuliner. Sayangnya, beberapa bisnis kulinernya tersebut tidak berjalan mulus.

Berikut 4 bisnis kuliner Ayu Ting Ting yang tutup permanen:

1. Kuenya Ayu

Pada sekitar tahun 2017, artis-artis tanah air kompak memiliki bisnis kuliner berupa kue kekinian. Salah satunya Ayu Ting Ting, yang dikenal bernama Kuenya Ayu. Gerainya pun tersebar di Jabodetabek.

Kuenya Ayu menawarkan cheesecake dengan aneka rasa. Mulai dari rasa original, Pandan, Blueberry, Choco Crunch hingga rasa Mangga. Untuk harga yang ditawarkan kisaran Rp 29.000 hingga Rp 45.000.

Bisnis kuliner milik Ayu Ting Ting tersebut disebut-sebut memiliki harga yang lebih murah dibandingkan kue milik artis lainnya.

Untuk bisnisnya ini, Ayu pun yang menentukan sendiri menu-menu yang ditawarkan. Namun sayang, bisnis Kuenya Ayu tidak lagi beroperasi lantaran mengalami kebangkrutan.

2. Uduk Den Ayu

Selain bisnis kuliner kue-kuean, pelantun ‘Samalado’ ini juga pernah membuka bisnis kuliner nasi uduk. Bisnisnya tersebut diberi nama Uduk Den Ayu yang berdiri pada tahun 2018.

Gerai Uduk Den Ayu ini berlokasi di Bandung, Jawa Barat dan Semarang Jawa Tengah. Dalam sebuah wawancara, Ayu mengatakan bahwa dipilihnya bisnis nasi uduk lantaran dirinya sangat menyukai hidangan ini.

Nasi uduk tersebut disajikan dengan ayam gepuk, ayam suwir, udang crispy hingga sate-satean usus. Selain itu, juga disajikan sambal terasi dan sambal belimbing wuluh yang segar. Namun, sayang bisnis kuliner ini juga bangkrut.

3. Bakpao Viral

Memasuki masa pandemi COVID-19 pada tahun 2020, banyak orang yang menghabiskan waktu di rumah. Nah, momen tersebut kemudian dimanfaatkan orang untuk memasak dan membuat kue.

Ayu Ting Ting pun tak ketinggalan mengikuti tren tersebut. Ada banyak aneka kue yang dibuat oleh Ayu. Salah satunya bakpao yang kemudian dijual lewat situs marketplace.

Bisnis kulinernya itu dinamakan Bakpao Viral yang dibanderol dengan harga Rp 30.000. Dengan harga tersebut berisi bakpao sebanyak 4 buah.

Bahkan bakpaonya pun direview oleh food vlogger. Menurutnya bakpaonya dikemas dengan kemasan yang bagus. Sementara untuk rasanya, sama seperti kebanyakan bakpao. Sayangnya, menu ini tak lagi ditawarkan oleh Ayu.

4. Tumpeng Mini

Begitu pula dengan bisnis kuliner tumpeng mini yang satu ini. Dinamakan Mountain Rice yang didirikan pada akhir tahun 2018 lalu. Tumpeng mini itu dikemas dengan aneka lauk.

Mulai dari ayam goreng, perkedel kentang, telur balado, dan tempe orek. Tak lupa juga disajikan sambal. Tumpeng itu kemudian dikemas dalam wadah transparan sehingga tampilan tumpengnya terlihat.

Harga satu porsinya dibanderol dengan harga Rp 30.000. Namun, untuk pemesanan minimal harus mencapai 25 porsi. Sayangnya, tumpeng mini ini tidak lagi ditawarkan oleh Ayu Ting Ting di situs marketplacenya.***