Bogordaily.net – Kabar mengejutkan, pebalap Valentino Rossi resmi memutuskan akan pensiun dari MotoGP pada akhir musim 2021.
Hal tersebut disampaikan Valentino Rossi dalam konferensi pers bersama Dorna Sports, selaku penyelenggara MotoGP, Kamis 5 Agustus 2021 malam.
Pengumuman soal pensiun Valentino Rossi terjadi hanya beberapa hari menjelang balapan MotoGP Styria 2021, yang akan berlangsung di Red Bull Ring pada akhir pekan ini.
“Saya mengatakan saya akan mengambil keputusan soal masa depan setelah liburan musim panas, dan saya memutuskan untuk berhenti pada akhir musim ini,” kata Rossi dikutip dari MotoGP.
“Sayangnya, ini akan menjadi setengah musim terakhir saya sebagai pebalap MotoGP. Ini sulit, ini momen yang sangat menyedihkan karena sulit untuk mengatakan dan mengetahui bahwa tahun depan saya tidak akan balapan dengan motor,” katanya.
“Saya sudah melakukan ini (balapan) selama kurang lebih 30 tahun!” ucap Rossi, yang kini berusia 42 tahun.
“Tahun depan, hidup saya akan berubah. Namun, itu luar biasa, saya sangat menikmatinya. Ini adalah perjalanan yang sangat panjang dan sangat menyenangkan,” tuturnya.
Valentino Rossi adalah legenda MotoGP asal Italia yang telah merengkuh titel juara dunia sembilan kali.
Sebanyak dua gelar juara dunia didapat pebalap berjuluk The Doctor itu di kelas 125 cc (1997) dan 250 cc (1999).
Sementara saat tampil di kelas utama atau MotoGP, Valentino Rossi meraih tujuh gelar juara dunia bersama dua tim berbeda, yaitu Honda dan Yamaha.
Bersama Honda, Valentino Rossi menjadi juara dunia tiga kali secara beruntun pada 2001, 2002, dan 2003.
Valentino Rossi kemudian memutuskan berpisah dengan Honda dan bergabung bersama Yamaha pada 2004.***
Bogordaily.net – Sebanyak 300 Pedagang Kali Lima (PKL) di Kawasan Puncak Kabupaten Bogor, mulai mengibarkan bendera putih, sejak Kamis 5 Agustus 2021.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Kelompok Sadar Wisata (Kopdarwis) Puncak, Teguh Mulyana.
“Ada sekitar 300 PKL atau pelaku usaha mulai dari kuliner, oleh-oleh hingga warung ikut serta dalam aksi pengibaran bendera putih,” ucapnya.
Pengibaran bendera putih dilakukan sebagai tanda menyerah terhadap pandemi Covid-19, serta aturan PPKM yang ditetapkan pemerintah.
“Ini merupakan bentuk pesan bahwa kami menyerah dengan keadaan PPKM Level 4. Agar mengerti bahwa ekonomi lumpuh total, tidak asa pedagang, tidak ada pengunjung. Semakin ke sini, para pedagang kesulitan untuk bertahan karena tidak mendapatkan nafkah, ” kata Teguh yang biasa disapa Bowie.
Bahkan tidak sedikit dari mereka yang mengaku telah gulung tikar, karena sepinya pembeki semenjak adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
“Rata-rata pendapatan para pedagang turun hingga 80 persen dan tidak sedikit akhirnya para pedagang menutup lapaknya,” ujarnya.
Sementara itu, Hammid (51) salah satu pedagang gorengan di Jalan Raya Puncak, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor mengaku, pemasangan bendera putih tersebut dilakukannya sebagai bentuk keluh kesahnya.
Sebab ia mengaku, sejak penerapan PPKM yang kian diperpanjang membuat penghasilannya menurun drastis dan selalu sepi pengunjung.
“Pengibaran bendera putih ini merupakan simbol pesan dari kami para pedagang untuk pemerintah, agar lebih memperhatikan nasib kami para pegadang,” ujarnya.
Hammid (51) salah satu pedagang gorengan di Jalan Raya Puncak, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor mengaku, pemasangan bendera putih tersebut dilakukannya sebagai bentuk keluh kesahnya. (Istimewa/Bogordaily.net)
Hammid mengaku penghasilan hariannya turun drastis hingga 70 persen.
“Penghasilan nggak nentu, bahkan anjlok banget. Buat makan aja susah, pendapatan paling besar itu dalam satu hari cuma Rp 100 ribu. Belum buat belanja bahan belum buat makan sehari-hari. Pokoknya serba sulit,” keluhnya.
Hammid berharap pemerintah bisa mencarikan jalan keluar terbaik untuk dirinya dan pedagang kecil lainnya yang berjualan di kawasan Puncak. Sebab bansos pemerintah menurutnya bukanlah satu langkah yang bisa menyelesaikan penderitaan para pedagang.***
Bogordaily.net – Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto mengatakan bahwa dirinya sudah mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, tentang kerumunan yang kemungkinan terjadi karena vaksinasi sejak 2 Juli lalu.
“Dulu saya sudah mewanti-wanti kepada Pak Wali terkait kerumunan yang mungkin akan terjadi saat vaksinasi, pada rapat online forkompimda dan satgas Covid-19, pas H-1 sebelum PPKM Darurat,” kata Atang Trisnanto kepada Bogordaily.net Kamis 5 Juli 2021.
Bahkan jika masih terjadi kerumunan, proses vaksinasi bisa dilakukan secara perluasan dengan jemput bola ke wilayah dari tingkat RW.
“Cukup prioritas awal RW yang merah hingga kuning saja dulu. Misal separuh RW dulu, sehari 20 RW saja. Insya Allah 20 hari sudah dapat setengah RW di Kota Bogor (400 RW). Berikutnya masalah teknis bisa dibantu agar optimal, sekarang aja saya yakin sudah lebih dari 10 titik,” jelasnya.
Menurutnya, dengan jemput bola di setiap RW, bisa meminimalisir warga yang terlewat vaksin.
“Kemungkinan warga yang terlewat vaksin juga bisa diminimalisir, karena langsung on location pileg atau pilkada bahkan per TPS, tiap satu puskesmas bertugas di satu RW. Cukup petugas screening kesehatan, suntik vaksin, dan observasi pasca vaksin,” paparnya.
Sedangkan, lanjutnya, petugas administrasi pendaftaran, pengaturan tempat, serta pengamanan, bisa dibantu kelurahan dan satgas RW.
“Atau bisa juga menugaskan pegawai Pemkot yang dinasnya tidak terlalu banyak tugas di tengah PPKM level 4 ini. Diperbantukan untuk mendukung Dinas Kesehatan (Dinkes) yang sudah mati-matian bekerja keras di lapangan,”pungkasnya. Adv
Bogordaily.net– Pemerintah harus mempercepat pencairan bantuan lewat program Bantuan Subsidi Upah (BSU) minggu ini, untuk para pekerja terdampak pandemi Covid-19 khususnya pada masa PPKM.
Hal itu diminta langsung oleh Ketua DPR RI Puan Maharani.
“Masa PPKM ini sudah masuk sebulan, artinya subsidi untuk upah bulanan (BSU) pekerja terdampak seharusnya sudah cair,” kata Puan dikutip untuk Parlementaria, Kamis 5 Agustus 2021.
Puan memahami proses admnistrasi dan validasi data calon penerima yang memerlukan waktu. Namun, hendaknya waktu tersebut tidak boleh melebihi tenggat sebulan setelah PPKM dibelakukan.
“Bantuan tersebut harus sudah masuk ke rekening pekerja dalam pekan ini. Tidak boleh molor sampai pekan depan, karena ini berkaitan dengan ‘dapur’ para pekerja,” desaknya.
Selain soal waktu pencairan, Puan juga meminta pemerintah mendengarkan suara-suara pekerja yang merasa belum terakomodir dengan program BSU ini.
“BSU ini harus memenuhi azas keadilan bagi semua pekerja terdampak yang sudah memenuhi kriteria,” kata perempuan pertama yang menjabat Ketua DPR ini.
Selain BSU, Puan juga meminta pemerintah segera menjalankan kembali program Kartu Prakerja di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian ini.
Menurutnya, Kartu Prakerja gelombang berikutnya harus segera berjalan untuk menyasar pencari kerja ataupun pekerja yang kena PHK, selama masa PPKM darurat dan PPKM Level 3-4.
“Apapun proses administrasi untuk realisasi program ini harus mempertimbangkan desakan kebutuhan masyarakat yang tidak bisa tunda,” kata Puan.
Untuk diketahui, BSU akan diberikan pemerintah kepada para pekerja yang bergaji maksimal Rp3,5 juta/bulan, terdaftar di BP Jamsostek dan bekerja di wilayah PPKM Level 3-4. Besaran bantuan adalah Rp1 juta per pekerja untuk dua bulan, yakni Juli dan Agustus 2021.
Sementara, peserta Kartu Prakerja akan mendapatkan bantuan uang sebesar Rp 3,55 juta. Dengan rincian, insentif pelatihan senilai Rp 1 juta, uang tunai sebesar R2,4 juta yang diberikan sebesar Rp 600 ribu dalam empat bulan sebagai insentif pasca pelatihan, serta insentif survei Rp 150 ribu untuk tiga kali survei.***
Bogordaily.net – Dinar Candy mulai mendapatkan dorongan semangat dari rekan-rekannya. Seperti Berlliana Lovell kedapatan menjenguk sang DJ di Polres Metro Jakarta Selatan.
Berlliana menjelaskan, kondisi Dinar Candy baik-baik saja. Meski begitu, rasa cemas tetap ada dari seorang Dinar Candy perihal status barunya sebagai seorang tersangka kasus dugaan pelanggaran Undang Undang pornografi.
“Dinar Candy memang melakukan aksi berbikini di pinggir jalan karena stres saat PPKM. Dinar Candy merasa pekerjaannya terganggu jika PPKM harus diperpanjang lagi,” ungkapnya.
Berlliana mengaku sering mendengar curhatan Dinar Candy. Masalah pekerjaan itu juga turut dirasakan Berlliana Lovell.
“Oh kalau itu kita curhat mulu sepi job kok,” ujarnya saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat 6 Agustus 2021 dini hari.
Saat itu Dinar Candy disebut sering mengajak Berlliana Lovell ke Bali karena merasa stres. Namun hingga saat, ini hal itu belum terlaksana karena Berlliana belum mendapatkan waktu libur yang tepat.
“Ngajakin ke Bali dia tapi aku nggak bisa,” jelasnya.
“Dia tuh stres di rumah terus. Kalau PPKM ya emang stres aku juga,” tutur Berlliana menambahkan.
Lebih lanjut mengenai video aksi Dinar Candy berbikini di pinggir jalan, Berlliana Lovell mengaku tak mengetahui proses pembuatannya.
Ia mengaku baru mengetahui setelah Dinar Candy mengunggah video tersebut di Instagram.
Berlliana Lovell ikut memberikan komentar terkait aksi Dinar Candy. Ia menjelaskan saat itu Dinar Candy hanya bercanda saja, dan tak menyangka berujung ke pidana.
“(Pembuatan video Dinar) nggak, nggak tau,” jawab Berlliana.
“Pas dia posting saya komen ketawa gitu. Kirain cuma candaan aja taunya sampai ke sini. Ya gitu sih,” lanjutnya.
Sebagai seorang sahabat, Berlliana Lovell akan mendukung Dinar Candy untuk menyelesaikan kasus ini. Ia akan selalu memberikan semangat untuk Dinar Candy.
“Pokoknya semangat terus abis ini, belajar terus. Aku juga, kalau bercanda dipikirin dulu gitu,” tuturnya.***
Bogordaily.net – Keberatan karena tugas anak yang banyak setiap harinya, orang tua murid di SD Kabupaten Bogor dikeluarkan dari grup WA.
Hal itu diungkapkan oleh lelaki selaku ayah dari murid, yang merasa keberatan karena tugas yang diberikan terlalu banyak.
“GILLLAAAA…!!! gaya otoriter udah masuk sampe ke ranah sekolah. Pagi ini bini gw sedikit kasih masukan ke Guru anak gw yg pertama, soal pemberian tugas harian mulai dari LKS yg bisa sampai 5 lembar belum ditambah tugas dari buku paket, dan adiknya pun sama seperti itu,” cuit @nung_306 yang dikutip Bogordaily.net pada Kamis 5 Agustus 2021.
Menurutnya, selama PPKM orang tua tidak selalu membantu anak-anaknya dalam mengerjakan tugas, terlebih tidak mempunyai basic mengajar.
“Mengingat kemampuan kita orang tua yg gak punya basic mengajar, ditambah kesibukkan kita jg utk bertahan hidup, dpt dipastikan kami gak selalu bs mendampingi putra-putri kami utk menjawab tugas2nya. sementara Sang Guru hanya melempar tugas2 via WAG tanpa ada penjelasan materinya,” ungkapnya.
Merasa jengah dengan tugas yang bertubi-tubi setiap harinya, lelaki tersebut mengatakan istrinya berusaha berbicara di grup dengan guru.
“Dan pagi ini bini gw udah merasa kewalahan dengan tugas2 yg diberikan hingga beberapa halaman sekaligus, dan saat memberikan masukan ke sang guru, endingnya bini gw malah di kick dari group tsb. Ini sikap guru yg sangat otoriter dan tidak terbuka dgn masukan dari orang tua murid,” jelasnya.
Setelah diberikan tugas yang berikan sang guru, istrinya mencurahkan hatinya di grup.
“Assalamu’alaikum..Bu’..mhn maaf setiap hari tugas nya apa gak kebanyakan ya…? Jujur saya pribadi selaku orang tua…keberatan dengan tugas sebaik ini setiap hari nya..mana lagi dengan kondisi seperti ini yang memikirkan juga untuk pemasukan d rmh..mhn untuk di pahami dan di mengerti .terima kasih sebelum nya bu…,” tulis sang istri di grup WA kelas.
Tidak lama kemudian sang guru membalasnya.
“Wass, mau nya gmn ? 1 minggu sex…? Karna kls 1 ibu kmrin setiap hari…alhamdulilah… Sok mangga ibu/ guru ikut saja.. tks..,” balas guru tersebut.
“lya bu.. Saya gak keberatan jika ada tugas setiap hari nya…jika di perkenankan tugas nya fokus Lks..Lks saja…atau buku paket..buku paket aja…karena apa yang di buku Lks sama di buku paket gak jauh berbeda materi nya. Klo pun untuk mengejar nilai..terus terang saya pribadi mungkin ada kekurangan klo untuk mengerjakan lks sekaligus yang di buku paket setiap hari karena keterbatasan waktu saya dengan kerjaan di rmh Dan juga mengajarkan adik’ nya,” curhatan istri tersebut di grup.
Tetapi respon yang diberikan guru tersebut bikin menohok, dan meminta orang tua lain tidak usah protes dengan tugas yang diberikan.
“Tks masukan nya….. Nti siap2 ada ulangan di buku paket… jd g usah… protes. Karna Lks dan paket hrs di sampai kan…itu program pemerintah. bkn se enak nya guru….klw ada wartawan yg tanya jgn salah kan guru…ibu hrs siap jwb,” ketus guru tersebut.
Tidak lama setelah itu, istri dari akun @nung_306 malah dikeluarkan dari grup kelas tersebut.
Orang tua murid dikeluarkan dari grup oleh guru anaknya. (@nung_306/Bogordaily.net)
“Gw mau bertanya pd Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, apa sikap ini bs dibenarkan? Saat kita dikeluarkan dr WAG kelas, otomatis anak gw gk bisa lg mengikuti pelajaran apapun & putus semua informasi dr sekolahnya, apakah artinya anak gw dgn ini jg otomatis dikeluarkan dr sekolah?,” tanyanya dengan heran.
Dirinya merasa kesal karena perlakuan guru tersebut yang otoriter, ia merasa tidak bisa bersuara bebas di negeri sendiri.
“Jika memang memberikan masukan sudah menjadi sesuatu yang HARAM di negeri ini, jangan salahkan kami, jika pada akhirnya kami menempuh banyak jalan HARAM untuk sesuatu yang kami anggap benar. @bogorkab melalui Dinas Pendidikan apakah ini hanya perlu kami diamkan saja?,” tegasnya.
Cuitan tersebut banyak respon dari orang tua lainnya yang merasa keberatan juga dengan pembelajaran dari rumah, bahkan sampai disukai sebanyak 7.840 dan di retweet sebanyak 2.522 orang.***
Orang tua murid dikeluarkan dari grup oleh guru anaknya. (@nung_306/Bogordaily.net)
Bogordaily.net – Lionel Messi resmi tak memperpanjang kontraknya alias tidak akan bertahan di Barcelona. Artinya pemain Argentina tersebut bakal meninggalkan klub yang membesarkannya. Kemana Messi akan berlabuh?
Berikut penyebab kesepakatan tak tercapai. Kontrak Messi sebenarnya memang sudah habis per 30 Juni lalu. Barcelona berupaya mempertahankannya dengan terus bernegosiasi.
Dalam prosesnya, muncul sejumlah rumor positif. Messi kabarnya bersedia bertahan di Camp Nou lima tahun lagi, bahkan dengan pengurangan gaji sebesar 50 persen.
Seiring perkembangan waktu, pembahasan kontrak baru Messi malah menemui jalan buntu. Sampai akhirnya, Barcelona mengumumkan La Pulga tidak akan memperpanjang kontraknya lagi.
“Meskipun FC Barcelona dan Lionel Messi telah mencapai kesepakatan dan niat yang jelas dari kedua belah pihak untuk menandatangani kontrak baru pada hari ini, hal itu tidak dapat terjadi karena hambatan finansial dan struktural [regulasi Liga Spanyol],” bunyi pernyataan di situs resmi Barca.
“Sebagai hasil dari situasi ini, Lionel Messi tidak akan bertahan di FC Barcelona. Kedua belah pihak sama-sama sangat menyesal karena harapan dari pemain dan klub pada akhirnya tidak terpenuhi.”
“FC Barcelona dengan sepenuh hati mengucapkan terima kasih kepada si pemain atas kontribusinya membesarkan klub dan mengharapkan yang terbaik untuk masa depan pemain, baik di kehidupan pribadi maupun profesionalnya,” jelas pernyataan klub.
Dalam pernyataan itu, hambatan finansial dan struktural menjadi alasan utama kepergian Messi. Barcelona sedang krisis keuangan, ditambah aturan pembatasan gaji di LaLiga menjadi pemicunya.
Krisis yang dialami Barcelona berdampak parah. Hal itu membuat raksasa Catalan kena aturan pembatasan gaji dari LaLiga.
Pada musim 2019/2020, Barcelona menjadi klub yang menggaji pemainnya paling mahal, yakni mencapai sekitar 671 juta euro. Pada musim 2020/2021, LaLiga membatasinya, di mana Barcelona cuma bisa menggaji pemainnya sebesar 382,8 juta euro.
LaLiga memberi keringanan kepada Barcelona agar mengurangi total gaji pemainnya. Salah satunya dengan menjual beberapa bintangnya.
Namun hal itu juga tetap sulit dilakukan Barcelona. Selain kesulita menjual, nilai kontrak bintang-bintangnya juga sudah terlampau mahal.
Untuk Messi seorang saja, pemain Argentina itu mendapat kontrak senilai 500 juta euro ketika meneken kesepakatan berdurasi empat tahun pada 2017.
Musim ini, alih-alih mengurangi pengeluarannya untuk gaji, Barcelona malah menambahnya. Sebab, mereka sudah mendatangkan beberapa rekrutan baru seperti Memphis Depay, Eric Garcia, dan Sergio Aguero.
Dengan Barcelona tidak bisa memenuhi salary caps sesuai regulasi, maka LaLiga melarang Barcelona mendaftarkan pemain-pemain barunya. Dan Lionel Messi, karena sudah habis kontrak per akhir Juni lalu, kini dianggap pemain baru oleh LaLiga sehingga tak bisa didaftarkan Barcelona, sekalipun kesepakatan telah tercapai.
Dengan tidak diperpanjang kontraknya di Barcelona, spekulasi kemana Messi akan berlabuh mulai bermunculan, sejumlah klub mulai dikait-kaitkan dengan pemain berumur 34 tahun itu, mulai dari Man City hingga PSG.***
Bogordaily.net – Mantan anggota Kpop Kris Wu akhirnya ditangkap atas tuduhan penyerangan seksual, dan saat ini tinggal di pusat penahanan.
Dikutip dari Starnews, media hiburan China baru-baru ini melaporkankannya di media sosial.
“Foto pusat penahanan Wuyifan baru-baru ini? Dia mencukur rambut kepalanya dan tampak tak berdaya,” tulisnya dan merilis foto Kris Wu, yang ditangkap karena dicurigai melakukan kekerasan seksual.
Foto tersebut menunjukkan beberapa pria berbaring di tempat tidur dengan judul ‘Foto Pusat Penahanan Kris’, dan media menunjuk salah satu dari mereka dengan lingkaran merah dan mengklaim bahwa orang ini adalah Kris.
Menurut laporan itu, Kris saat ini ditahan di Pusat Penahanan Chaoyang, dan media membeberkan sedikit kegiatan Kris.
“Setiap hari, dia bangun jam 7 pagi dan tidur jam 10 malam. Hanya satu jam,” jelasnya.
Dalam hal ini, Biro Keamanan Publik Beijing Cabang Chaoyang di Beijing, Tiongkok, menyebutkan kasus penyerangan seksual Kris di Weibo resminya.
“Kami telah menyelidiki keadaan yang relevan, dan telah ditahan secara pidana karena pemerkosaan, dan selanjutnya penyelidikan sedang berlangsung,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, jika tuduhan Kris terungkap, hukuman berat akan dijatuhkan.***
Bogordaily.net – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah didampingi Lurah Kebon Pedes, Erwan Siswanto secara langsung membagikan bantuan nasi bungkus kepada warga Kota Bogor yang terdampak pandemi Covid-19, khususnya di wilayah Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu 4 Agustus 2021.
Pada kesempatan tersebut, bantuan diberikan kepada para sopir Angkutan Kota (Angkot) dan para pekerja makam di TPU Blender.
Kepada warga, Syarifah menjelaskan, bantuan yang diberikan merupakan bagian dari program ASN Peduli dengan memaksimalkan pelaku UMKM setempat, untuk kemudian disalurkan kepada warga yang membutuhkan bantuan.
“Bantuan ini juga diberikan kepada warga Kota Bogor di Kelurahan lain, belinya di warung terdekat agar bisa membantu mereka juga,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah.
Selain itu, Syarifah juga mengingatkan warga untuk segera vaksin. Ia meminta Lurah agar memfasilitasinya apabila ada warga yang belum divaksin.
Tidak lupa Syarifah menghimbau agar tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) jika beraktivitas, salah satunya menggunakan masker.***
Bogordaily.net – Mahasiswa dan Pemuda Bogor melakukan ‘Aksi Bungkam‘ untuk menolak kebijakan PPKM.
Demonstrasi ini dilakukan oleh Central Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Bogor (CGMPB), di sejumlah simpang lampu merah dan tugu kujang Kota Bogor, pada Kamis (5 Agustus 2021).
Dalam aksi ini, mereka membentangkan sejumlah poster tentang penolakan PPKM serta kritik terhadap penanganan Covid-19.
Para mahasiswa juga melakukan teatrikal dengan menggelar lapak dagangan sayuran di tengah jalan, menggambarkan kesulitan rakyat jelata.
“Pemerintah jangan hanya razia masker terus, coba razia orang miskin yang tidak bisa makan!!. Pandemi semakin parah, rakyat semakin susah, tanah airku berdarah darah,” tulis isi poster yang dibentangkan para mahasiswa di simpang lampu merah Jambu Dua.
Di beberapa simpang lampu merah lainnya, para mahasiswa juga membentangkan spanduk yang bertulis,
“Hanya ada dua pilihan, mati karena terpapar atau mati karena lapar” dengan tagar “PPKM Level 4 kaya Bon Cabe”.
Ketua (CGMPB) , Ihsan mengatakan, PPKM yang telah diterapkan selama lebih dari satu bulan ini bukan solusi untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Menurut dia, pemerintah lebih suka melihat jeritan masyarakat yang hilang pekerjaannya akibat PPKM ini.
Ihsan menilai penerapan PPKM oleh pemerintah ini sebagai bentuk ‘lari dari tanggung jawab pemerintah’ untuk menjamin kebutuhan pangan setiap warga seperti diatur dalam UU Ke karantinaan Kesehatan karena itu, mereka menyatakan sikap untuk menolak PPKM.***