Wednesday, 15 April 2026
Home Blog Page 7058

1300 Warga Tanah Sareal Vaksin di SMP Negeri 5 Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Bogor, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar vaksinasi massal untuk warga Tanah Sareal, Senin 2 Agustus 2021.

Pelaksanaan vaksinasi massal tersebut dilaksanakan di dua tempat, yakni SMP Negeri 5 Kota Bogor, Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, dan SMP Negeri 16, Kelurahan Kayumanis, Kota Bogor.

Hal itu diungkapkan Camat Tanah Sareal, Sahib Khan saat memonitoring pelaksanaan Vaksinasi massal di SMP Negeri 5 Kota Bogor

“Masyarakat yang Vaksinasi di SMP Negeri 5 Kota Bogor, dengan target 1300 vaksin per-hari meliputi Kelurahan Tanah Sareal, Kebon Pedes, Kedung Waringin, Kedung Badak, Kedung Jaya, Sukaresmi dan Sukadamai,” kata Camat Tanah Sareal, Sahib Khan.

Warga tanah
Suasana warga Tanah Sareal yang mengikuti vaksinasi massal di SMP Negeri 5 Kota Bogor, Senin 2 Agustus 2021.(Ibnugalansa/Bogordaily.net)

Sedangkan, Vaksinasi massal yang dilaksanakan di SMP Negeri 16 Kota Bogor, sambung Sahib Khan, dengan target 700 vaksin per hari meliputi Kelurahan Kayumanis, Kencana, Cibadak dan Mekarwangi.

“Saya menghimbau kepada warga Kecamatan Tanah Sareal untuk aktif mendaftar melalui Ketua RT/RW,” imbuhnya.

Dalam kegiatan vaksinasi massal yang dilaksanakan di dua tempat ini akan dilakukan sampai dengan tanggal 4 Agustus 2021.

Sahib Khan menyampaikan, masyarakat harus di vaksin untuk meningkatkan imun tubuh. Karena setelah di vaksin yang terpapar Covid-19 hanya mengalami gejala ringan atau OTG.

“Kalau semua warga Tanah Sareal sudah di vaksin, insyaallah bisa menekan penyebaran Covid-19 ini,” pungkasnya. Adv

Petisi Blacklist ATT Menggelinding, Sudah Puluhan Ribu Netizen Tandatangani

0

Bogordaily.net – Netizen dorong tolak Ayu Ting Ting (ATT) untuk berkarya di dunia hiburan alias blacklist Ayu Ting Ting. Di antaranya Ayu Ting Ting tak punya etika sampai melakukan tindakan kekerasan ke kru TV.

Ayu Ting Ting tengah disorot usai munculnya petisi yang berisi untuk memboikot dirinya dari televisi.

Petisi ini dibuat pertama kali oleh warganet bernama Putri Maharani di change.org. Petisi blacklist Ayu Ting Ting telah mendapatkan lebih dari 10 ribu tanda tangan.

Simak fakta-fakta petisi blacklist Ayu Ting Ting berikut.

1. Alasan Dibuatnya petisi

Putri Maharani membuat petisi tersebut sejak Juni 2021. Ia menginginkan Ayu Ting Ting mundur dari layar kaca karena pelantun Sambalado itu dinilai tidak memiliki etika yang baik.

“Pada acara Pas Sore, terlihat waktu acara tersebut live di Trans7 terlihat Ayu Ting Ting menendang salah satu talent Pas Sore,” tulis keterangan petisi dari situs Change.org.

2. Sudah tembus lebih dari 10 ribu tanda tangan

Puluhan ribu orang terpantau telah berpartisipasi untuk membubuhkan tanda tangan di petisi blacklist Ayu Ting Ting dari layar kaca ini.

Hingga tulisan ini disusun pada Senin 2 Juli 2021 pagi, petisi blacklist Ayu
Ting Ting telah mendapatkan 10.210 tanda tangan dan jumlahnya terus bertambah.

3. Alasan orang-orang yang memberikan tanda tangan

Ribuan orang sudah mendatangani petisi tersebut juga membubuhkan alasannya.
Warganet menilai pedangdut berusia 29 tahun itu tidak memiliki sopan santun hingga punya banyak skandal.

“Artis no attitude kayak gini harus diblacklist. Skandal banyak dan nggak tahu diri. Semakin diam, semakin banyak artis no attitude di Indonesia yang dengan mudah berkeliaran di stasiun TV,” katal Mika Malik.

“Bad attitude tidak menghargai orang lain, pada saat live sering memukul, menoyor kepala orang, menendang dengan kaki, bicara dan tertawa dengan suara keras dan nyablak,” imbuh Fira Safira.

“Artis yang sombong tidak peduli kritikan. Keluarga artis yang pengin eksis ya cuma keluarga ATT doang. Eksisnya sombong pula! banyak bohongnya, waktu kena covid diem-diem saja. Sebagai public figure yang sudah bertemu banyak orang harusnya diinformasikan. Munafik, suka ‘menyodorkan’ bintang tamu wanita yang cantik ke pemain pria dengan kata ‘sikat’ ‘nah ini pas nih’,” imbuh akun Adita Lamu.***

Kebijakan PPKM Level 4 Dilanjut?

Bogordaily.net – Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, ikut buka suara mengenai kelanjutan PPKM Level 4 yang berakhir pada hari ini, Senin 2 Agustus 2021.

Meski belum diketahui secara pasti apakah diperpanjang atau tidak, Pandu memprediksi PPKM Level 4 akan dilonggarkan.

Padahal, menurutnya, pemerintah belum siap jika harus menghadapi lonjakan kasus Covid-19 lagi saat melonggarkan PPKM Level 4.

“(Kemungkinan) Minggu ini akan dilonggarkan dulu, tapi menurut saya kita belum siap karena akan terjadi kenaikan lagi kalau dilonggarkan,” kata Pandu, dikutip dari tayangan YouTube tvOne, Senin 2 Agustus 2021.

Pandu menjelaskan, jika pemerintah terus mengulangi pengetatan dan pelonggaran PPKM, maka Indonesia akan masuk pada jebakan pandemi.

Hal itu lantaran setiap kali PPKM dilonggarkan, maka lonjakan kasus Covid-19 akan terus terjadi.

“Kita tidak bisa mengatasi pandemi seakan-akan selalu ada penurunan dan kenaikan kasus. Ini yang disebut sebagai jebakan pandemi.”

“Jadi selama kita mengalami fase seperti itu, tidak akan mungkin kita bisa memulihkan kehidupan, termasuk memulihkan ekonomi,” jelas Pandu.

Untuk itu, Pandu menyarankan agar PPKM Level 4 terus dilanjutkan demi menghindari jebakan pandemi.

Sebab, ia menilai, aturan PPKM bisa efektif untuk menekan penularan kasus jika dilakukan secara konsisten.

“PPKM itu akan berhasil menurunkan kasus setelah dua sampai tiga minggu saja, tapi sifatnya sementara, nanti begitu kita longgarkan, akan terjadi peningkatan lagi.”

“Jadi kita harus bergerak menekan kasus penularan semaksimal mungkin dan terus menerus.”

“Kita harus pertahakan supaya kalau ada lonjakan tidak terlalu tinggi, sehingga kita bisa kembali memulihkan ekonomi,” paparnya.

Kendati demikian, Pandu menyebut ada cara lain yang bisa menggantikan PPKM.

Yakni dengan taat melakukan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) dan 3T (testing, tracing, treatment) secara kuat.

Sekaligus berusaha semaksimal mungkin meningkatkan cakupan vaksinasi ke seluruh negeri.

“Dengan tiga cara itu kita bisa menggantikan fungsi PPKM yang sangat ketat sehingga masyarakat bisa pulih,” tuturnya.

Lantas, bagaimana data perkambangan kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir?

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyatakan PPKM Level 4 akan dibuka secara bertahap jika kasus Covid-19 mengalami penurunan.

Menurut data Covid-19 dalam sepekan terakhir ini, angka penambahan kasus memang terlihat adanya penurunan dalam beberapa hari terakhir.

Namun, angka tambahan kasus baru harian masih relatif tinggi dengan 30-40 kasus per hari.

Sementara, kasus sembuh harian kerap kali mengalami peningkatan.

Bahkan, beberapa kali mengalami rekor kasus seperti pada 27 Juli 2021 lalu dengan 47.128 kasus.

Sayangnya, kasus kematian harian relatif masih tinggi.

Setelah mengalami rekor pada 27 Juli 2021 dengan 2.069 kasus, angka kematian harian tercatat fluktiafif dengan sekitar 1.800 kasus per hari.

Berikut data perkambangan kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir:

Kasus Baru Harian

– 25 Juli: 38.679

– 26 Juli: 28.228

– 27 Juli: 45.203

– 28 Juli: 47.791

– 29 Juli : 43.479

Kasus Sembuh Harian

– 25 Juli: 37.640

– 26 Juli: 40.374

– 27 Juli: 47.128

– 28 Juli: 43.856

– 29 Juli : 45.494

– 30 Juli: 44.550

– 31 Juli: 39.372

Kasus Kematian Harian

– 25 Juli: 1.266

– 26 Juli: 1.487

– 27 Juli: 2.069

– 28 Juli: 1.824

– 29 Juli : 1.893

– 30 Juli: 1.759

– 31 Juli: 1.808

 

Sebanyak 2.598 dari 2.669 Pelajar di Kota Bogor Sudah Divaksin

0

Bogordaily.net – Sebanyak 2.598 dari 2.669 sasaran pelajar di Kota Bogor telah disuntik vaksin covid-19 dosis pertama di SMPN 5 Kota Bogor dan Gedung Puri Begawan.

Di lokasi SMPN 5 Kota Bogor terdapat 997 pelajar yang hadir dari 1.000 target sasaran yang teregistrasi pcare. Dari jumlah tersebut, sebanyak 978 disuntik dan 19 pelajar ditunda karena berbagai alasan.

“Alasan yang ditunda karena demam 4 orang, batuk pilek 7 orang, penyintas belum 3 bulan 4 orang, sesak 3 orang dan kejang 1 orang. Kemudian KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Vaksinasi) 1 orang (pusing mual),” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno, dalam keterangannya, Senin 2 Agustus 2021.

Retno melanjutkan, di lokasi kedua berdasarkan laporan kegiatan Gebrak Vaksinasi dan Pemberian Baksos Presisi 30 Tahun Bharadaksa 91, bekerjasama dengan PB HMI di Gedung Puri Begawan, tercatat 1.669 pelajar tingkat SMP dan SMA yang teregistrasi. Dari jumlah itu, sebanyak 1.620 pelajar sudah disuntik dan 49 lainnya tidak memenuhi syarat.

“Vaksinasi di SMPN 5 yang mengadakan dari Dinkes, kalau yang di Puri Begawan yang mengadakan Polresta dan HMI,” kata Retno.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor, Bima Arya secara langsung sempat meninjau pelaksanaan vaksinasi, mulai dari screening, pemberian vaksin hingga observasi di dua lokasi vaksinasi pelajar tersebut.

“Kita ingin percepatan vaksinasi karena berpacu dengan waktu. Kota Bogor tengah menggenjot target vaksinasi, awalnya 5 ribu sampai 7 ribu per hari, diusahakan untuk mencapai 10 hingga 15 ribu per hari. Kita terus menyosialisasikannya,” kata Bima.

 

Ingat! Vaksinasi Booster Hanya untuk Tenaga Kesehatan

0

Bogordaily.net – Vaksinasi booster atau dosis ke tiga saat ini hanya diberikan kepada tenaga kesehatan maupun, tenaga pendukung kesehatan yang telah mendapatkan dosis pertama dan kedua vaksin Covid-19.

Hal itu ditegaskan oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes sekaligus Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, dr Siti Nadia Tarmizi.

Kata Nadia, target sasaran nakes sebagai penerima vaksinasi booster sekitar 1,5 juta orang.

“Suntikan ketiga atau booster hanya diperuntukan untuk tenaga kesehatan, termasuk tenaga pendukung kesehatan,” ucapnya di Jakarta, dikutip dari Tribun Senin 2 Agustus 2021.

Ia menegaskan peruntukan booster tidak untuk masyarakat umum mengingat keterbatasan pasokan vaksin, serta masih ada lebih dari 160 juta penduduk belum mendapatkan suntikan.

“Kami memohon agar publik dapat menahan diri untuk tidak memaksakan kepada vaksinator untuk mendapatkan vaksin ketiga. Masih banyak saudara-saudara kita yang belum mendapatkan vaksin. Mohon untuk tidak memaksakan kehendak,” tutur Nadia.

Kemenkes telah menerbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor: HK.02.01/1/1919/2021 tentang Vaksinasi Dosis Ketiga Bagi Seluruh Tenaga Kesehatan, Asisten Tenaga Kesehatan dan Tenaga Penunjang yang Bekerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

“Rekomendasi dari ITAGI adalah saat ini kita dapat menggunakan platform yang sama atau berbeda untuk vaksinasi dosis ketiga. Pemerintah telah menetapkan akan menggunakan vaksin Covid-19 Moderna untuk suntikan ketiga untuk tenaga kesehatan, dikarenakan kita tahu bahwa efikasi dari Moderna ini paling tinggi dari seluruh vaksin yang kita miliki saat ini,” imbuhnya.

Kendati demikian, pemberian vaksin booster ini tetap akan memperhatikan kondisi kesehatan daripada sasaran.

Apabila yang bersangkutan alergi karena memang tidak boleh mendapatkan vaksin dengan platform mRNA, maka bisa menggunakan jenis vaksin yang sama dengan dosis pertama dan kedua.***

Sadis! Dituduh Dukun Santet Pasutri Disiksa Hingga Tewas

Bogordaily.net – Nasib tragis dialami pasangan suami istri (pasutri), Anugrah Daili (35) dan Yuliana Hia (27) di Pelalawan, Riau. Pasutri itu disiksa karena dituduh sebagai dukun santet.

Kapolres Pelalawan, AKBP Indra Wijatmiko mengatakan aksi sadis itu dilakukan 2 hari, Jumat dan Sabtu (23-24 Juli). Tindakan itu dilakukan sembilan orang pekerja buruh di salah satu perusahaan yang tinggal di satu camp.

“Beberapa waktu sebelumnya ada penghuni camp yang mengalami sakit yang menurut pemikiran mereka sakit ‘aneh’ atau karena guna-guna. Kemudian mereka nuduh kedua korban sebagai pelaku,” tegas Indra kepada wartawan, Senin 2 Juli 2021.

Akibat tuduhan itu, Jumat 23 Juli 2021 sore hari, para pelaku emosi dan kepala rombongan MH memerintahkan pelaku lainnya untuk mengikat kedua korban menggunakan tali nilon. Di mana dengan posisi awal korban Anugrah diikat kaki dan tangannya ke tiang yang ada di dalam camp.

Sementara istri Anugrah, Yuliana diikat di tempat tidur. Saat posisi tangan dan kaki terikat, kedua korban dianiaya pakai besi skraft yang sudah dipanaskan dan kayu yang dibakar supaya ada bara apinya dan ditempelkan, disulutkan ke tubuh korban.

Akibat kejadian itu kulit korban melepuh. Bahkan tindakan sadis itu berlangsung hingga, Sabtu 24 Juli 2021 di dalam camp yang ditinggali pelaku dan korban.

“Minggu pagi hari korban AD berhasil melepaskan diri dan lari menyelamatkan diri. Dengan segala cara berhasil sampai ke Pangkalan Kerinci untuk melaporkan kejadian kepada keluarga yang akhirnya dibawa ke RS Selasih,” kata Kapolres.

Melihat Anugrah kabur, pelaku kemudian memindahkan istrinya dan mengikat di pohon akasia. Tak lama kemudian korban meninggal dunia dan dimakamkan para pelaku di tengah hutan yang berjarak 1 Km dari camp.

Setelah menerima laporan, polisi bergerak cepat. Polisi kemudian mengamankan sembilan pelaku, MH (35), JH (22), OW (40), IL (34), BN (52), BH (36), JZ (45), SG (34) dan WM (28).

“Sembilan pelaku kita amankan dan telah ditahan di Mapolres. Untuk kondisi suami korban meninggal dunia saat ini sedang dirawat karena kondisi luka serius,” tegas Kapolres didampingi Kasat Reskrim, AKP Nardy Masry.***

Ini Kronologi Tabrakan Moge dan Motor Matic di Boulevard Bintaro Jaya

0

Bogordaily.net – Viral video kecelakaan seorang perempuan pengendara motor matic yang meninggal dunia setelah tertabrak pengendara motor gede (moge) di Bintaro, pada Minggu 1 Agustus 2021.

Kejadian nahas itu terjadi di kawasan Boulevard Bintaro Jaya, Tangerang Selatan dan terekam di kamera pemantau (CCTV) sekitar lokasi kejadian.

Terlihat dalam rekaman CCTV, korban pengendara motor matic sempat berhenti di tengah jalan karena hendak berbelok ke kiri.

Kepala Unit Kecelakaan (Kanit Laka) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tangerang Selatan, Iptu Nanda Setya Pratama, menjelaskan kronologi kecelakaan itu.

Menurut Nanda, pengendara motor gede jenis Kawasaki yang dikendarai oleh seorang pria berinisial AS melaju kencang, dari arah Flyover Permata menuju arah persimpangan di dekat Hotel Santika, dan kurang memperhatikan situasi lalu lintas di depannya.

Pengendara moge kemudian menghantam pengendara motor matic (H) dari belakang. Akibat kerasnya benturan, keduanya langsung jatuh terpental ke jalan.

Pengendara motor matic meninggal dunia di tempat akibat terluka parah di bagian kepala, sementara pengendara moge hanya menderita luka ringan.

Jenazah H langsung dibawa ke RS Fatmawati dan masih dalam pemeriksaan guna melakukan visum atas permintaan keluarga.

Pengendara moge yang menabrak perempuan itu sudah diamankan dan dibawa ke Mapolres Tangerang Selatan.***

Inalillahi…Warga yang Dianiaya Lantaran Covid-19 Meninggal Dunia

Bogordaily.net – Pria positif Corona atau Covid-19 yang diviralkan dianiaya warga di Toba, Sumatera Utara (Sumut), Salamat Sianipar, meninggal dunia. Dia wafat dalam kondisi positif Corona dengan gejala berat.

“Dirujuk dengan alasan Covid-19 terkonfirmasi derajat berat,” kata Kasubbag Humas RSUP Adam Malik Medan, Rosario Dorothy, saat dimintai konfirmasi, Senin 2 Juli 2021.

Rosa mengatakan Salamat sempat mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) begitu tiba di RS Adam Malik. Salamat kemudian meninggal usai dirawat selama 4 hari.

“Tanggal 29 Juli (Salamat meninggal),” tuturnya.

Sebelumnya, Salamat Sianipar dinyatakan meninggal dunia. Dia meninggal di RSUP Adam Malik.

“Iya betul (meninggal), semalam jam 16.30 WIB,” kata Rosario Dorothy.

Setelah dilakukan penanganan di Adam Malik, jenazah Salamat dibawa pulang ke Kabupaten Toba untuk dimakamkan.

“Dibawa pulang ke Toba,” jelasnya.

Video Salamat Sianipar yang disebut dianiaya warga karena positif Corona viral. Namun, istri Salamat menjelaskan hal itu dilakukan warga untuk mengamankan Salamat yang lari saat isolasi mandiri.

“Karena mencoba menularkan virus Covid-19 kepada keluarga dan warga, suamiku itu pun terpaksa diamankan,” kata istri Salamat, Risma, Minggu 25 Juli 2021.

Risma mengatakan suaminya saat itu sedang menjalani isolasi mandiri di lokasi yang disiapkan pemerintah desa. Namun suaminya itu berulang kali pulang ke rumah.

“Pada Kamis 22 Juli 2021, sekira pukul 17.00 WIB, suami ku keluar dari rumah sembari meludahi tangannya mencoba menyentuh warga yang berada di dekat dengan berteriak dirinya tidak terpapar COvid-19,” katanya.***

 

Indonesia Terima 3,5 Juta Vaksin Moderna dari Amerika Serikat

0

Bogordaily.net – 3,5 juta vaksin Covid-19 Moderna tiba di Terminal Cargo Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, pada Minggu 1 Agustus 2021.

Bantuan vaksin tersebut dikirimkan langsung ke Indonesia dengan skema “Covax dose sharing” dari Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, kedatangan vaksin tersebut membuat jumlah vaksin yang diterima Indonesia sebesar 178.357.880 dosis.

“Dengan ketibaan vaksin Moderna 3,5 juta dosis pada hari ini, maka dalam catatan Kementerian Luar Negeri, Indonesia telah menerima 178.357.880 dosis,” kata Retno dalam keterangan virtual saat kedatangan Vaksin Covid-19 Tahap 32 di Bandara Soekarno-Hatta.

Retno mengatakan, total jumlah vaksin yang telah diterima Indonesia tersebut terdiri dari 144.700.280 vaksin curah (bulk) dan 33.657.600 dosis vaksin jadi.

Dari COVAX Facility, kata dia, saat ini Indonesia telah menerima sebesar 19.704.960 dosis vaksin jadi secara gratis.

Termasuk di dalamnya adalah vaksin 3,5 juta dosis Moderna dari Amerika Serikat tersebut.

“Saya mengapresiasi dan menyampaikan penghargaan kepada pemerintah Amerika Serikat atas dukungan tambahan vaksin,” pungkasnya.

Retno menambahkan, pemerintah Indonesia akan bekerja keras mengamankan pengadaan vaksin bagi rakyat Indonesia.***

Masya Allah! Lahirkan Sembilan Anak, Wanita Ini Pecahkan Rekor Dunia

0

Bogordaily.net – Seorang wanita bernama Halima Cisse memecahkan rekor dunia setelah sukses melahirkan sembilan bayi kembar.

Kelahiran tersebut mengejutkan bahkan untuk dirinya sendiri yang awalnya hanya mengira mengandung tujuh anak. Sudah sekitar tiga bulan sejak Halima dan suami dikaruniai kesembilan buah hati mereka.

Ia pun mengaku kelelahan hingga tidak bisa banyak menghabiskan waktu dengan mereka.

Halima Cisse melahirkan sembilan anaknya secara caesar pada 5 Mei lalu di Maroko. Wanita asal Mali itu memecahkan rekor Nadya Suleman atau Octomum yang melahirkan delapan anak di 2009.

Halima pun mengungkap dirinya sempat kewalahan ketika tahu akan punya sembilan bayi sekaligus.

“Aku sangat terkejut ketika mengetahui akan punya sembilan bayi karena aku pikir hanya ada tujuh. Selagi bayinya keluar, ada banyak pertanyaan yang ada di pikiranku. Aku sangat sadar dengan apa yang terjadi dan bayi yang keluar seperti tidak berhenti-berhenti. Saudariku memegangi tanganku tapi yang bisa aku pikirkan adalah bagaimana aku mengurus mereka semua dan siapa yang akan membantuku,” katanya dilansir Dailymail.

Setelah dilahirkan, kesembilan bayi Halima langsung dirawat di inkubator karena kondisi mereka lemah dan beratnya hanya sekitar 500 gr sampai 1 kg. Ia sendiri dikatakan masih berusaha untuk pulih dari proses melahirkan yang luar biasa. Karena itu, hingga saat ini Halima belum menghabiskan banyak waktu dengan anak-anaknya.

Dikatakan jika setiap harinya wanita 26 tahun tersebut hanya melihat bayi-bayi itu sebanyak dua kali. Ia pun menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk bonding dengan mereka karena tidak punya energi. Kesembilan anak Halima juga masih harus dirawat dengan intensif.

“Terlalu melelahkan dan aku masih sangat lemah. Kehamilanku sangat sulit dan aku butuh banyak istirahat. Melahirkan satu anak saja sudah sulit tapi sembilan, sulit dibayangkan. Banyak yang harus dilakukan untuk merawat mereka semua. Aku bersyukur tim medis yang bekerja keras dan pemerintah Mali mendanai ini,” kata Halima.

Kelahiran sembilan anak yang memecahkan rekor itu memang penuh perjuangan. Dilaporkan jika Halima hampir meninggal karena kehilangan banyak darah. Halima pun merasa beruntung masih bisa hidup dan mendapat semua dukungan untuk merawat bayi-bayinya.

Tak hanya Halima, sang suami Arby tentu juga kesulitan meski senang dikaruniai banyak anak. Ia mengaku menafkahi dan menjaga mereka semua akan menjadi sebuah tantangan. “Masalah terbesarku bukan ukuran rumah, banyaknya ruangan atau uang yang kami punya tapi memastikan istri dan anak-anakku baik-baik,” kata pelaut yang kini punya 10 anak itu.***