Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 7067

BIN Kembali Gelar Vaksinasi di Pesantren dan Sekolah

0

Bogordaily.net – Badan Intelijen Negara (BIN) kembali melanjutkan kegiatan vaksinasi di lingkungan pesantren dan sekolah serta door to door kepada masyarakat di wilayah Tangerang, Bekasi, dan Trenggalek.

Pada tahap ini BIN menargetkan pelaksanaan 7.000 vaksinasi dan penyaluran 7.000 bansos sembako dan vitamin di tiga titik.

Ketiganya yaknu Ponpes Ummul Qura (Pondok Cabe, Tangsel), Yayasan Hasah Kebajikan, door to door vaksinasi dan bansos di Gg Lengkeng Rt 04 Rw 04 dan Gg Lengkeng Rt 03 Rw 04.

Kepala BIN, Prof. Budi Gunawan menyampaikan, penularan Covid-19 di kalangan pelajar cenderung naik.

“Anak-anak kasus positif yang tertular meningkat, sehingga BIN fokus pada pelajar SMP-SMA dan para santri, karena mereka adalah generasi yang harus diselamatkan sebagai penerus bangsa,” jelas Budi, Minggu 1 Agustus 2021.

Menurut data satgas penanganan Covid-19 pada 16 Juli 2021 lalu mencatat, ada 12,8 persen atau sekitar 351.336 kasus positif Covid-19 terjadi pada usia anak usia 0–18 tahun. Lebih mengkhawatirkan lagi adalah, korban anak meninggal karena Covid-19 mencapai 777 orang.

Anak menjadi salah satu enularan di klaster keluarga, yang berkontribusi 85 persen dari total kasus positif di Indonesia.

Oleh karenanya, Budi Gunawan mengajak masyarakat tidak khawatir melakukan vaksinasi karena vaksin yang digunakan saat ini aman, halal dan dijamin oleh pemerintah. Terlebih mayoritas masyarakat sudah banyak yang sadar akan pentingnya vaksin.

“Dengan diselenggarakannya vaksinasi tersebut diharapkan terciptanya kekebalan kelompok atau herd immunity sehingga terlindung dari virus corona,” jelasnya.

Ia berharap vaksinasi massal dan door to door ini memantik semangat warga, yang tadinya kurang paham, takut, salah informasi, cemas atas vaksinasi, bisa berubah pikiran dan tergerak untuk ikut vaksinasi.

“Dengan vaksinasi memang bukan berarti tidak terkena Covid-19. Namun, ketika terkena, gejalanya lebih ringan dibanding jika tidak divaksinasi. Jadi, tubuh lebih kebal,” ujarnya.***

Kacau, 2 Polisi Ini Dipecat Setelah Berhubungan Seks di Mobil Patroli

0

Bogordaily.net – Setelah diketahui berhubungan seks di mobil patroli saat siang bolong, dua orang polisi diberhetikan/dipecat.

Hal tidak senonoh ini terjadi di Meksiko, dimana keduanya telah diciduk saat sedang berhubungan oleh seorang pengendara jalan, di area sepi di kawasan Ecatepec de Morelos.

Pengendara tersebut berhasil mengabadikan momen saat mobil patroli itu berada di area sepi.

Dikutip dari The Sun Sabtu 31 Juli 2021, si perekam mendekat dengan mengacungkan kameranya, dan berusaha mendekati mobil patroli tersebut.

Saat dilihat, kedua polisi itu masih mengenakan seragam saat berhubungan seks dan tidak menyadari bahwa keduannya tengah direkam.

Kepolisian Ecatepec de Morelos menyatakan, dua petugas tersebut langsung dipecat karena melanggar kode etik.***

Innalillahi, Putra Sulung Komedian Doyok Meninggal Dunia

0

Bogordaily.net – Kabar duka menyelimuti keluarga komedian Doyok lantaran ditinggal sang putra sulung untuk selama-lamanya.

Kabar yang beredar di media sosial mengatakan bahwa Rolly putra sulung Doyok dikabarkan meninggal pada Sabtu 31 Juli 2021 pukul 21.00 WIB setelah sebelumnya terpapar Covid-19.

Komedian Doyok pun telah mengonfirmasi kabar duka ini. Ia menyebut sang anak meninggal di usia 43 tahun.

“Iya anak pertama dari ibu yang pertama, almarhum. Usianya 43,” kata Doyok dikutip dari insertlive.

Selain terpapar Covid-19, Rolly sebelumnya menderita asam lambung sebulan terakhir.

“Sekarang kita ikuti prokes aja. Ternyata di-swab positif,” tutur komedian senior itu.

Doyok mengaku putranya itu tak mengalami gejala virus corona. Ia hanya mengira sakit lambung putranya kambuh seperti biasa.

Baca Juga: Negara Ini Wajibkan Warga Tunjukkan Sertifikat Vaksinasi jika Ingin Masuk Masjid

“Sakit biasa aja. Bukan meriang apa, dia kan ada sakit asam lambung, sudah hampir sebulan,” tuturnya.

Putra sulungnya itu disebut hanya mual muntah saja. Ia juga tak nafsu makan karena saat makan selalu muntah.

“Nggak ada (gejala lain) asam lambung aja, makan muntah makan muntah, gitu-gitu aja,” jelasnya.

Putranya juga selama ini tak mau berobat ke rumah sakit, karena takut terpapar Covid-19

“Iya nggak lama ngasih biaya lagi buat berobat beli obat vitamin segala macam. Anaknya tuh nggak mau, takut kalau dibawa ke rumah sakit takut covid katanya gitu,” tutur Doyok.

Rolly meninggal dunia di usia 43 tahun. Ia merupakan putra pertama Doyok dari mendiang istri pertamanya, Sahidah.***

Alhamdulillah, RS Islam Bogor Dapat 5 Unit Oksigen Konsentrator dari Sekretariat Presiden

0

Bogordaily.net – Oksigen di Kota Bogor susah dicari, terlebih hampir semua RS di Kota Bogor butuh oksigen untuk pasien Covid-19, alhamdulillah Rumah Sakit Islam Bogor mendapatkan bantuan berupa 5 unit oksigen konsentrator.

Alat tersebut diberikan oleh Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono dan Pengusaha Peduli NKRI di Kantor Sekretariat Negara RI, Jalan Veteran No 18, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Minggu 1 Agustus 2021.

“Alhamdulillah, hari ini RS Islam Bogor mendapat bantuan lima unit oksigen konstentrator dari Kantor Sekretariat Presiden. Bantuan ini sangat bermanfaat di tengah langkanya oksigen saat ini,” ucap Ketua Badan Pengurus Yayasan RS Islam Bogor, Dwi Sudharto kepada Bogordaily.net.

5 unit
5 unit oksigen konsentrator dari Kepala Sekretariat Presiden telah sampai di Rumah Sakit Islam Bogor, Minggu 1 Agustus 2021. (istimewa/Bogordaily.net)

Lanjutnya, dengan bantuan yang diberikan oleh Sektariat Presiden RI ini dapat membantu pasien yang terkena Covid-19.

“In Syaa Allah dengan bantuan ini RS Islam Bogor dapat merawat lebih banyak lagi saudara kita yg terpapar Covid-19,” ujarnya.

Pihak Rumah Sakit Islam Bogor juga memberikan piagam, sebagai tanda penghargaan serta ucapan terima kasih dalam rangka membantu rumah Sakit Islam dalma upaya penanganan Covid-19.

“Sebagai apresiasi, penghargaan serta ucapan terimakasih kami kepada Bapak Kepala Sekretariat Presiden dan Pengusaha Peduli NKRI, yang telah memberikan alat yang sangat bermanfaat ini. Semoga barokah dan menjadi ladang amal bagi semua pihak. Aamiin,” harapnya. Adv

Waduh, 2 Harimau Sumatra di Ragunan Positif Covid-19

0

Bogordaily.net – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, dua harimau Sumatra bernama Hari dan Tino di Taman Margasatwa Ragunan (TMR) terkonfirmasi positif Covid-19. Kedua harimau harus menjalani isolasi dari binatang lain.

“Ya, Hari dan Tino adalah Harimau Sumatera. Mereka didiagnosis positif COVID-19 15 Juli lalu,” kata Anies melalui unggahan di Instagram pada Minggu 1 Agustus 2021.

Anies mengatakan dirinya menyempatkan mampir ke TMR untuk menengok keadaan dua harimau sumatra tersebut kemarin, Sabtu 31 Juli 2021.

Ia mengatakan pasokan makanan dan obat untuk kedua harimau itu sudah mencukupi untuk kebutuhan isolasi mandiri.

Kondisi Hari dan Tino, sambung dia, terungkap ketika tiga pekan lalu petugas satwa di Ragunan memperhatikan keduanya sakit dan bergejala seperti Covid-19, yakni flu, lemas dan sesak napas.

Pihak TMR kemudian memanggil petugas swab untuk melakukan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR), pada dua harimau itu dan hasilnya positif Covid-19.

Berdasarkan hasil tes swab yang diunggah Anies, Tino positif dengan CT N1 27,51 dan CT N2 27,68. Sementara Hari positif dengan CT N1 24,30 dan CT N2 24.23.

“Kasus satwa terkena COVID-19 termasuk, terutama harimau dan singa, tidaklah unik. Telah banyak kasus serupa di berbagai negara lain. Tentu perawatan satwa terkena COVID-19 ini tidak sama dengan manusia,” jelas dikutip dari cnn.

Anies mengatakan saat ini keadaan Hari dan Tino sudah berangsur pulih. Namun karena penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, ia belum mengizinkan masyarakat berkunjung ke TMR.***

Mantul, Rizal Ramli Akui Siapkan Rancangan Kenaikan Pendapatan Petani

0

Bogordaily.net – Pakar Ekonom Senior Indonesia Dr Rizal Ramli, mengakui bahwa telah menyiapkan rancangan kenaikan pendapatan untuk para petani di Indonesia.

Itu diungkapkan dalam unggahan di akun media sosial pribadinya pada Minggu, 1 Agustus 2021.

Rancangan yang diperkirakan dapat mengatasi pendapatan petani itu dapat terealisasi, dalam kurun waktu 5 sampai 7 tahun setelah diterapkan.

Semua itu dipersiapkan Rizal Ramli, karena empati terhadap para petani yang ditanamkannya sejak muda.

“Sejak muda, selalu ada empati petani di hatiku,” ucapnya, dikutip dari pikiranrakyat di akun Twitter @RamliRizal.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Indonesia itu pun meminta masyarakat, untuk menunggu tanggal main rancangannya tersebut.

“Tunggu waktunya, kami sudah siapkan rencana ‘doubling income plan’ (rancangan kenaikan 2X pendapatan petani dalam 5-7 tahun),” kata Rizal Ramli.

Dia pun menekankan rencana tersebut akan dilaksanakan, begitu masa jabatan Pemerintahan saat ini berakhir.

“Kalau si Ono sudah beres, kita laksanakan. Kun Fa Yakun, dengan izin Yang Maha Kuasa,” ujar Rizal Ramli.

Permasalahan kesejahteraan petani tampaknya sampai saat ini masih belum sepenuhnya terselesaikan di Indonesia.

Salah satunya adalah anjloknya harga komoditas hasil panen yang dirasakan oleh Petani di Majalengka, Jawa Barat.

Sebelumnya, pada 28 Juli 2021 petani di Kabupaten Majalengka mengeluhkan harga jagung pipilan kering yang merosot sejak dua pekan terakhir, sementara hasil panen mereka turun akibat serangan tikus dan kekeringan.

Menurut keterangan para petani, harga jagung pipilan kering di tingkat petani yang sebelumnya mencapai Rp 5 ribu per kilogram, saat ini hanya mencapai Rp 4 ribu 5 ratus.

Tidak hanya itu, produksi jagung di tingkat petani juga merosot hingga 20 persen, akibat kekeringan dan tikus yang menyerang tanaman sejak kondisi tanaman masih berbunga atau putri.***

Orang Tua Ayu Ting Ting Dimintai Keterangan Lakukan Perjalanan ke Bojonegoro saat PPKM Level 4

0

Bogordaily.net – Orang tua Ayu Ting Ting mendatangi rumah pembully anak dan cucunya di Bojonegoro saat PPKM Level 4. Hal itu dipertanyakan anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo.

Dirinya mengatakan orang tua Ayu perlu menjelaskan bagaimana cara ke Bojonegoro melewati penyekatan.

“Mereka harus mempertanggung jawabkan kenapa dan bagaimana caranya bisa sampai sana di luar non esensial,” ujar Rahmad Handoyo, Sabtu 31 Juli 2021.

Handoyo mengatakan, pada masa PPKM level 4 seharusnya tidak bisa pergi ke luar. Ia juga menanyakan apakah tujuan perginya merupakan masuk kategori yang diperbolehkan.

“Seyogyanya tidak bisa kesana, nah kemudian kenapa sampai kesana itu yang kita harus minta pertanggung jawabkan dan kita mintai konfirmasi pada yang bersangkutan,” ujar Handoyo.

“Jadi kalau kemudian di dalam perjalanannya sampai ke sana, nah apakah itu sudah masuk yang kategori yang diperbolehkan untuk bisa ke luar kota dengan alasan keluarga apakah itu masuk urgent atau esensial tanyakan mereka, kalau menurut saya itu bagian yang harus dipertanggung jawabkan, apalagi sampai masuk ke media ini sekaligus menjadi pendidikan bagi masyarakat, edukasi dan sosialisasi,” tuturnya.

Dia mengatakan persoalan ini telah diketahui banyak orang, sehingga diharapkan tidak ada masyarakat yang melakukan hal serupa. Terlebih menurutnya terdapat aturan untuk bepergian yang harus dipatuhi selama PPKM.

“Kalau dari sisi aturan PPKM kan segala sesuatu untuk keluar kota, segala sesuatu untuk komunikasi itu ada tata caranya, Jangan sampai sesuatu hal yang tidak diizinkan tidak dibolehkan dapat dilanggar kemudian diikuti oleh masyarakat lain, itu yang tidak kita inginkan. Tentu kita sampaikan ke bersangkutan,” pungkas Handoyo.***

Tidak Kujung Pasang PJU di JLD, Dishub Biarkan Pengguna Jalan Celaka

0

Bogordaily.net – Jalan Lingkar Dramaga (JLD) sudah hampir sekian tahun selesai dikerjakan, namun tampaknya dibiarkan begitu saja, bahkan akibat minimnya rambu-rambu lalu lintas, hingga tidak adanya Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) mengakibatkan terjadinya kecelakaan.

Bahkan hal itu juga menjadi kesempatan bagi para pelaku kriminalitas untuk melancaran aksinya ketika malam hari.

Seperti yang terjadi baru-baru ini sebuah cctv milik salah seorang warung merekam aksi pejambretan di JLD tempatnya di Jalan H. Abbas RT 02, RW 01, Desa Dramaga, Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor pada Kamis malam 27 Juli 2021 lalu.

Warga setempat Firdaus menceritakan bahwa kronologi kejadian saat itu ada sepasang pasutri, sedang menggunakan kendaraan roda dua berbelanja di salah satu warung kelontong.

Tiba-tiba setelah suaminya turun dari kendaraan dan istrinya menunggu di motor namun seorang pelaku langsung menghampiri dan menjambret tas korban.

“Salah satu pelaku yang turun dari motor langsung menjambret tas korban yang masih duduk di sepedah motor, lalu si pelaku lari dan langsung naik sepeda motor yang temannya sudah menunggu di depan langsung melaju dengan cepat,”katanya.

Ketua KNPI Dramaga Arof Akbar mengatakan, terkait dengan jalur Lingkar Dramaga yang sering terjadi tindakan kriminal harus direspon pemerintah soal PJU.

“Padahal kita sudah meminta agar di segerakan untuk di pasang Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalan lingkar dramaga tapi hingga saat ini belum juga terpasang,” ujarnya.

Arof mengatakan, dalam hal ini Dishub Kabupaten Bogor telah abaikan kepada keselamatan masyarakat di jalur Lingkar Dramaga bukan pertama kali terjadi kriminal pejambretan di jalan tersebut.

“Bukan hanya jambret tapi kasus pembegalan juga pernah terjadi apalagi kecelakaan lalu lintas saat malah hari,”pungkasnya.***

Duh Korea Selatan Rasis! Atlet asal Iran Dibilang Teroris

0

Bogordaily.net – Korea Selatan dikenal sebagai salah satu negara yang rasis, seperti halnya selama Olimpiade Tokyo 2020 berlangsung, sudah beberapa kali media besar memberi julukan buruk untuk para atlet dari negara lain.

Muncul kabar bahwa Korea Selatan kembali dengan kasus rasis, kali ini atlet asal Iran, Javad Foroughi yang menjadi sasaran. Ia berhasil meraih medali emas pada cabang olahraga menembak kategori nomor sepuluh meter, pada Jumat 30 Juli 2021.

Pernyataan tentangnya dilontarkan oleh seorang atlet penembak, Jin Jongoh, setelah gagal meraih medali di kategori tersebut.

“Bagaimana bisa seorang teroris menjadi juara pertama? Itu sangat konyol,” ungkapnya pada Korean Times pada Kamis 29 Juli 2021.

Pihak IOC (International Olympic Committee) mengatakan bahwa, mereka akan menginvestigasi hal ini lebih lanjut.

Jika Javad masih terbukti tergabung pada kelompok teroris IRGC (Iran’s Islamic Revolutionary Guard Corps), maka medalinya akan ditangguhkan.

Sontak, kasus pemberian label teroris ini terdengar hingga seluruh dunia, termasuk Indonesia. Akibatnya, Korea Selatan sedang ramai dibahas siang ini dengan tagar #SouthKoreanRacist dan masuk nomor satu trending Twitter.

Warganet juga menaikkan tagar #StopAsianHate yang dimaksudkan agar tidak saling membenci antar negara Asia.***

Tak Ingin Celakakan Warganya, Pemdes Tegal Waru Bagikan BST di Lapangan

0

Bogordaily.net – Berbeda dengan Desa Bojong Rangkas pembagian BST dari Kemensos timbulkan kerumunan, Desa Tegal Waru melakukannya di lapangan terbuka, Minggu 1 Agustus 2021.

Hal itu dilakukan Pemerintah Desa Tegal Waru sejak awal, untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan pada saat pembagian BST.

Area lapangan dipasangi oleh tenda sebagai tempat menunggu warga, selain itu warga yang masuk ke area pembagian hanya per 10 orang.

Kepala Desa Tegal Waru Nunung Nuriah mengatakan, pihaknya bersama Petugas Kantor Pos, Babinmas dan Babinsa serta RT dan RW telah mengatur jadwal pembagian, agar tidak terjadi kerumunan sehingga warga mengabaikan protokol kesehatan (prokes).

“Kami mensiasati pembagian dilaksanakan di area lapangan dengan memasang tenda, dan juga mengatur jadwal jadi penerima itu datang setiap RW mulai dari RW 01 hingga RW 06,”kata Nunung, Minggu 1 Agustus 2021.

Lebih lanjut, kata Nunung untuk pembagian BST ini merupakan tahap 5 dan 6 yaitu bulan Mei dan Juni, digabungkan dengan total penerima di Desa Tegal Waru sejumlah 624 KMP.

“Warga yang menerima BST karena ini digabung dua bulai Mei dan Juni, sehingga warga mendapatkan Rp 600 ribu rupiah,”katanya.

Nunung mengatakan untuk menjaga kesehatan warganya tentu pihaknya tidak ingin sembarang, dalam melaksanakan pembagian tanpa menerapkan prokes yang ketat.

“Jangan sampai kita menyalurkan bantuan, tetapi malah membuat warga jadi celaka,”pungkasnya.***