Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 7072

Di Kota Bogor, Giliran Usia 12 Tahun Hingga 17 Tahun yang DIvaksin

Bogordaily.net – Upaya menekan penyebaran Covid-19 di Kota Bogor, terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Kali ini, menggelar vaksinasi massal dengan target percepatan untuk anak usia 12 tahun hingga 17 tahun.

Pelaksanaan vaksinasi massal dilaksanakan di SMP Negeri 5 Kota Bogor, Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, menjadi rangkayan kegiatan memperingati Hari Anak Nasional.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, pelaksanaan vaksinasi massal bagi anak usia 12 hingga 17 tahun ini dilakukan untuk mendukung program percepatan capaian vaksin di Kota Bogor serta membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) di kalangan anak.

“Target ditempat ini 1000 penerima, ada juga anak-anak dari Madrasah. Kami menargetkan sehari antara 5000 – 7000 perenima. kita mesti bertahap terus sampai harus diatas 10.000 dan 15.000 penerima vaksin. Kami ingin percepat ini, karena kita berpacu dengan waktu,” ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Berdasarkan data, kata Bima, di lapangan semuanya mengkonfirmasi bahwa vaksin bukan saja mencegah memburuknya kalau terpapar Covid-19, tapi juga mengurangi resiko fatal kematian.

Untuk mendukung percepatan vaksin, pelaksanaan vaksinasi di Kota Bogor dilakukan di 16 titik sentra vaksin.

“Jadi kita terus mensosialisasikan vaksin ini, sekarang yang lebih mendesak lebih kepada suplai vaksin. Saya komunikasi kan terus dengan Menteri Kesehatan. Kita kemarin dapat 60.000 vaksin. Insyaallah setiap habis tambah lagi, setiap habis tambah lagi,” ucapnya.

Bima Arya juga menyampaikan, sistem Vaksinasi di Kota Bogor sudah siap, mulai dari tenaga kesehatan hingga lokasi vaksinasi.

“Sekali lagi, nakes, administrasi, sentra vaksin di 16 titik, Aparatur, Camat, Lurah, hingga organisasi, Polri-TNI, Babinsa, Babinkamtibmas semuanya sudah siap,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Bima Arya mengangkat anak-anak yang berprestasi untuk menjadi duta agar dapat menginspirasi dan khusus dimasa pandemi Covid-19 sekaligus menjadikan mereka relawan Covid-19.

“Relawan yang modalnya jempol, karena bisa cukup memposting hal-hal yang positif. Jadi saya ajak mereka terlibat mengajak anak-anak yang lain supaya tidak takut divaksin,” imbuhnya.

Karena sambung Bima, vaksin itu aman, itu tugas utama mereka sekarang. Yang kedua adalah mengajak semua, mengingatkan semua untuk tetap hati-hati tidak mengabaikan prokes.***

Presiden Jokowi: BMKG Harus Sampaikan Info Gempa hingga Tsunami Lebih Cepat!

Bogordaily.net – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) harus bisa mengoptimalkan perannya mengantisipasi bencana.

Untuk itu, BMKG perlu terus mengedukasi masyarakat terkait kewaspadaan terhadap bencana. Ketangguhan warga atas ancaman bencana ini sangat perlu untuk meminimalisir jatuhnya korban.

“Lakukan edukasi yang berkelanjutan kepada masyarakat, terutama masyarakat di wilayah rawan bencana. Kesiagaan dan ketangguhan masyarakat atas ancaman bencana perlu terus ditingkatkan,” kata Jokowi saat membuka Rakorbangnas BMKG 2021 secara virtual, dikutip dari Okezone, Kamis (29 Juli 2021).

Presiden menuturkan, budaya kesiagaan harus melembaga dalam keseharian masyarakat. Ia juga ingin BMKG bisa memanfaatkan kearifan lokal untuk memperkuat ketahanan terhadap bencana.

“Karena itu saya minta BMKG bukan hanya menyampaikan informasi cuaca, iklim, gempa dan tsunami yang lebih cepat dan dengan jangkauan yang lebih luas pada masyarakat, tapi bersinergi bersama BNPB mengedukasi masyarakat bagaimana bersiap menghadapi bencana,” tuturnya.

Menurut dia, masyarakat perlu diedukasi untuk mencari dan memanfaatkan informasi yang benar yang disediakan oleh sumber-sumber resmi sehingga tidak mudah terjebak pada kabar dan berita bohong.

Jokowi juga meminta BMKG meningkatkan terus kapasitas manajemen penanggulangan dan adaptasi bencana terutama di tingkat daerah. Mulai dari tingkat kelurahan desa hingga provinsi.

“Harus ada desain manajemen yang jelas yang melibatkan pemerintah, swasta dan masyarakat sejak fase prabencana, tanggap darurat dan pascabencana. Manajemen ini juga perlu disimulasi dan dilatih sehingga ketika terjadi bencana kita sudah sangat siap langsung bekerja dengan cepat,” jelasnya.***

Widih Nekat! Bawa Orang Sakit, Emak-emak Terobos UGD Pake Motor

Bogordaily.net – Sebuah video emak-emak bawa sepeda motornya masuk ruang UGD rumah sakit di Situbondo viral di media sosial. Peristiwa ini disebut-sebut terjadi di Situbondo Jawa Timur.

Hal ini terungkap dari komentar warganet yang menyebut kalau peristiwa itu terjadi di Rumah Sakit Mitra Sehat Situbondo. Dalam video itu, si emak yang memakai kerudung langsung mengantar seorang bapak yang sakit ke UGD tanpa memakai masker.

Ia mengendarai sepeda motor dengan plat nomor polisi P 6055 FF. Setelah pasien dibaringkan di ranjang perawatan, Ia lantas sedikit ngobrol memakai bahasa Madura lalu keluar ruangan sambil mengendarai sepeda motornya.

Video ini diunggah akun grup Instagram warga jember @infojember. Akun itu mengunggah video dengan keterangan seperti ini: “Ini kejadian nyata, bukan di sinetron seperti kemarin lur. Lokasi kejadian & knonologis blm diketahui. (Plat Motornya P nih).”

Dalam video itu nampak sejumlah petugas UGD membantu menurunkan seorang pria renta memakai sarung ke ranjang perawatan. Sementara di sebelah ranjang ada seorang emak-emak berkerudung sedang menyetir sepeda motornya.

Diunggah pagi lalu video ini sudah ditonton puluhan ribu kali. Warganet pun segera menyerbu kolom komentar. Dari komentar warganet ini juga diketahui kalau peristiwa ini terjadi di RS Mitra Sehat Situbondo.

“Beeee.. mak taker masok bik spedanah can ,” akun @rahmatkhaleel berkomentar cekak.

“Kemenkes menangis melihat ini,” tulis akun @yusuf_ernandie.

“Buk bariya,” tulis akun @lidahendrik.***

Tutup Mulut, Rachel Vennya Tidak Komentar Terkait Video Mantan Suaminya

Bogordaily.net – Rachel Vennya seolah menutup mulut dari kabar yang beredar tentang mantan suaminya yang berciuman dengan Adisty Zara.

Video yang telah tersebat luas itu juga membuat nama Rachel ikut trending di twitter.

Tentu video tidak senonoh itu menuai kritik termasuk soal dugaan Zara mabuk hingga soal perbedaan usia Niko dan Zara.

Zara yang saat ini masih bersia 18 tahun dan berbeda jauh sembilan tahun dengan Okin.

Rachel seolah tak ingin peduli dengan pemberitaan ayah dari kedua anaknya ini.

Rachel mungkin tidak lagi terkejut dengan pemberitaan mantan suaminya ini karena sudah mengetahui dari sejak lama.

Di kenal sebagai ibu yang memiliki parenting yang bagus ia justru memosting foto putrinya.

Awal 2021 Rachel yang menggugat cerai Okin itu, tidak mengajarkan anaknya untuk membenci Okin, ayah mereka.

“Dari dulu aku pengen ngajarin anak-anak aku enggak ada kebohongan di dalamnya. Aku enggak boleh brainwash mereka jadi benci ayahnya ataupun sebaliknya, gitu,” kata Rachel.

“Apapun yang terjadi aku akan jawab sebaik mungkin kalau kita ini berpisah, tapi kita akan tetap memberi kasih sayang kita kepada anak-anak.”

Parenting yang dilakukan Rachel juga selalu menerapkan keterbukaan di usia kedua anaknya yang masih belia.

Biasanya, Rachel akan selalu bertanya soal kabar anak-anak sebelum mereka tidur.

“Kenapa Abang sama Adik selalu ditanya happy atau enggak?” kata Rachel.

“Aku cuma pengin mereka selalu terbuka sama keluarganya, dan bisa mengungkapkan isi hati mereka ke keluarganya, dan kalau ada kesalahan atau kemarahan tuh enggak dibawa tidur,” ungkapnya.***

Horeee, 1.289 Warga Sukadamai Terima BST

 

Bogordaily.net – Sebanyak 1.289 orang, masyarakat penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) melalui kantor pos di Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, menerima bantuan, Sabtu 31 Juli 2021.

Ditemui saat memonitor penyaluran bantuan di RW10, Lurah Sukadamai Wage Suwarman mengatakan, penyaluran bantuan sosial di lingkungannya dibagi menjadi empat titik.

Titik pertama di RW09 dan RW10 dengan jumlah penerima sebanyak 519 orang. Kemudian di titik kedua di RW8 dan RW13 dengan jumlah penerima BST 289 KPM. Selanjutnya di RW01,02,03,04 penerima BST berjumlah 274 KPM.

“Di RW06 dan RW07 jumlah penerima BST 214 KPM. Dari jumlah tersebut ada 5 orang yang tidak di ambil, karena orang mampu dan dikembalikan kembali ke Kantor Pos,” terang Wage Suwarman.

Pada pengambilan bantuan kali ini, Kata Wage Suwarman, warga penerima harus memperlihatkan kartu vaksin, meskipun masih ada beberapa warga tidak misa menunjukan kartu vaksin.

“Tapi sudah kita himbau, sudah diberi kartu kendali untuk di vaksin di SMPN 16 Kota Bogor. Dengan adanya aturan seperti ini, masyarakat bisa lebih antusias mengikuti vaksinasi,” katanya.

Dalam penyaluran BST di bagi jadwal menjadi dua sesi, untuk masing-masing RW dari pukul 08:00 WIB sampai pukul 10:00 WIB. Lalu pukul 10:00 WIB hingga pukul 12:00 WIB.

“Hal itu dilakukan supaya tidak terjadi kerumunan, saat warga mengambil bantuan,” ucapnya.

Penyerahan bantuan BST di Kelurahan Sukaresmi, berlangsung aman dan lancar. Lurah Sukaresmi, Nandang menyampaikan, warga yang datang melasanakan protokol kesehatan yang sangat ketat.

penyerahan bantuan BST juga dilakukan bersamaan di Kelurahan Sukaresmi dengan jumlah sebanyak 1.152 orang yang di bagi menjadi empat titik.

Nandang memaparkan, pada ke empat titik tersebut diantaranya halaman Mesjid Al-Rahman, Al-Rohim, Al-Muhsin dan Al-Istiqomah.

“Pada ke tempat titik tersebut, staff Kelurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Karang Taruna memonitoring pembagian BST,” kata Lurah Sukaresmi, Nandang.

Nandang juga menuturkan, bagi warga yang belum bisa menunjukan kartu vaksin tetap mendapatkan bantuan.

“Tapi saya juga menghimbau kepada warga yang belum vaksin untuk dilakukan vaksin pada tanggal 2 Agustus 2021 di SMPN 16 Kota Bogor,” pungkasnya***

Dilaporkan DPD Partai Demokrat Jabar, Wakil Menteri Desa Terancam 10 Tahun Penjara

0

Bogordaily.net – Polda Jawa Barat menerima pengaduan DPD Partai Demokrat Jawa Barat terhadap Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi (51), atas perbuatan menyebarkan kebohongan dan fitnah untuk menimbulkan kebencian pada Partai Demokrat dan mahasiswa, serta mencemarkan nama baik.

Dalam keterangan persnya yang diterima bogordaily.net Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jabar Asep Wahyuwijaya menjelaskan bahwa dalam pengaduan tersebut, disertakan bukti berupa tangkapan layar (screenshot) laman Facebook atas nama Budi Arie Setiadi, yang memuat karikatur fitnah tersebut.

“Postingan yang diunggah pada tanggal 24 Juli 2021 pukul 11.53 WIB tersebut membuat kesan seolah-olah Partai Demokrat menjadi dalang demo mahasiswa yang tidak terjadi,” kata Asep Wahyuwijaya.

Sebagai Pejabat Publik, kata Asep Wahyuwijaya, Wamendes Budi Arie Setiadi seharusnya mengklarifikasi kepada kader Partai Demokrat secara langsung. Sebelum melakukan memuat konten fitnah dan mencemarkan nama baik.
Dengan demikian, Asep Wahyuwijaya melanjutkan, Wamendes Budi Arie Setiadi melanggar UU no 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana pasal 14 dan 15 dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun; UU no 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pasal 27, 28 dan pasal 45 dengan ancaman hukuman penjara 4 tahun dan atau denda Rp 750 juta.

“Laporan pengaduan ini diterima oleh Polisi dengan nomor laporan 015/DPD.PD/JB/VII/2021 Perihal laporan atas dugaan penyebaran berita bohong (hoax) dan fitnah tertanggal 29 Juli 2021. Polda Jawa Barat berjanji akan menindaklanjuti laporan ini sesuai dengan hukum yang berlaku, terang Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jabar.

Sejauh ini Wamendes Budi Arie Setiadi masih tidak menghapus posting fitnah tersebut dan menolak menjelaskan mengapa ia justru menyebarluaskan fitnah, padahal dalam lingkup tugas pokok dan fungsinya sebagai Wakil Menteri Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi masih mempunyai setumpuk pekerjaan yang belum selesai. Saat ini pandemi Covid-19 menyebar luas di pedesaan dan merenggut banyak nyawa, angka putus sekolah siswa di desa-desa meningkat akibat tidak mampu mengikuti pembelajaran jarak jauh serta ekonomi pedesaan ambruk sejak pandemi dimulai Maret 2020 lalu.***

Dituding Tilap Duit Anggota, 6 Rumah Milik Bos Koperasi Porak Poranda

Bogordaily.net – Merasa ditipu, ratusan anggota koperasi Koperasi Bhakti Kirana Mandiri, ngamuk melakukan pengrusakan terhadap bangunan milik pengurus koperasi yang diduga sebagai pelaku investasi bodong. Kondisi bangunan hancur porak poranda.

Menggunakan alat seadanya, gedung dua lantai yang berada di tepi jalan di Kampung Ciracak, Gubuk, Desa Kiarasari Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor, luluh lantah. Tembok dinding jebol, Pintu serta jendela copot berserak di lantai.

Peristiwa menegangkan itu, melibatkan ratusan massa anggota Koperasi Bhakti Kirana Mandiri. Perusakan terjadi pada malam hari. Massa merangsek, melempar batu, balok kayu serta apa saja yang dianggap bisa merusak bangunan. Emosi massa semakin meluap, saat mengetahui rumah dalam keadaan kosong.

Kejadian pengrusakan rumah bos investasi bodong diketahui terjadi pada Kamis 29 Juli 2021. Ratusan korban investasi bodong melakukan perusakan, karena kecewa merasa ditipu pengurus Koperasi Bhakti Kirana Mandiri. Uang yang mereka serahkan tidak kunjung kembali.

Seorang korban Investasi Bodong Parno, menceritakan pernah terjadi kesepakatan antara anggota dengan pengurus koperasi. Koperasi nerjanji akan mengembalikan uang pada 6 bulan kedepan. terhitung bulan Februari hingga bulan Juli 2021. Namun janji itu tidak terpenuhi hingga sekarang.

Anggota curiga pengurus telah mempermainkan dana yang mereka percayakan untuk dikelola. Waktu berlalu, enam bulan lebih, tidak sepeserpun uang yang diterima anggota. Mereka diduga telah ditipu oleh Irwan dan kawan kawannya.

“Tidak hanya rumah orang tua bos investasi bodong Irwan saja yang dirusak, namun ratusan korban nasabah pun terpaksa merusak dan menghancurkan 6 rumah milik pengurus investasi bodong atau pegawai Koperasi Bhakti Kirana Mandiri dibeberapa tempat, lantaran kecewa terhadap pengurus yang tak kunjungi hadir dan menghilang,” kata Parno.

Sementara itu Sekcam Sukajaya Tirta mengatakan, sebelum melakukan pengrusakan, pada Selasa 27 Juni 2021 ratusan nasabah mendatangi kantor Desa Kiarasari untuk mediasi. Namun pelaku sudah angkat kaki dari kampung tersebut. Irwan beserta temannya raib ditelan bumi.

“Pengrusakan itu dilakukan malam oleh para korban /nasabah karena kecewa merasa ditipu dan selalu dijanjikan oleh pengurus koperasi itu,” katanya.

Menurut Tirta, saat perusakan. Rumah, kondisinya sedang kosong karena sudah ditinggalkan pemiliknya.

“Rumah kosong memang sudah tidak di isi, sehingga tidak ada korban,” katanya.

Terpisah Kanit Reskrim Polsek Cigudeg Iptu Priyo Sambodo mengatakan, kasus dugaan penipuan investasi bodong yang dilakukan oleh Irwan dan para pengurusnya belum ada korban yang melapor secara resmi.

Iptu Priyo Sambodo menuturkan kepolisian sudah mendatangi TKP untuk melakukan pemeriksaan dan mendalami peristiwa pengerusakan 6 rumah. Semua rumah yang mengalami kerusakan telah dipasang garis polisi.

“Telah memasang garis polisi, guna penyelidikan lebih lanjut dan sebagai upaya antisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi kembali.”pungkasnya.***

Waduh! Wagub Tak Setuju Kalau Jakarta Disebut Akan Tenggalam 10 Tahun Lagi

Bogordaily.net – Apa yang disampaikan Presiden Amerika Joe Biden kalau Jakarta 10 tahun lagi akan tenggelam, ternyata dibantuh Wakil Gubernur Jakarta Ahmad Riza Patria.
Riza mengakkui kalau Jakarta di dataran rendah, tetapi bukan berarti terancam tenggelam 10 tahun lagi.

“Saya kira tidak seperti yang disampaikan demikian, bahwa Jakarta akan tenggelam,” kata Riza di Jakarta, Sabtu 31 Juli 2021.

Riza mengakui bahwa tiap tahun permukaan tanah Jakarta mengalami penurunan.

Ia mengatakan untuk mencegah Jakarta tenggelam, pemerintah melakukan sejumlah upaya, di antaranya penyedotan air tanah, sistem penyaluran air dengan PAM, dan program penanganan banjir rob di Jakarta Utara.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, ketika bicara tentang perubahan iklim, Joe Biden mengingatkan ancaman Jakarta tenggelam dalam sepuluh tahun mendatang.

“Tapi apa yang terjadi – apa yang terjadi di Indonesia jika proyeksinya benar bahwa dalam 10 tahun ke depan, mereka mungkin harus memindahkan ibu kotanya karena mereka akan berada di bawah air?” kata dia.***

 

Kesal! Hasyakyla Tanggapi Kasus Zara : Jauh Beda

Bogordaily.net – Seolah tidak mau menanggapi kasus adiknya yang telah melakukan perbuatan skandal dengan Niko Al Hakim.

Nama Zara sang adik masih bertahan trending satu, hari ini, Sabtu (31 Juli 2021), Hasyakyla justru membuat pernyataan atas kasusnya seolah jangan samakan dirinya dengan sang Adik.

Semakin lama video Zara di twitter semakin banyak video dalam pose lain antara Zara dan Okin.

Pada hari yang sama dari pihak sang kakak menuliskan beberapa perbedaaan artis hollywood yang memiliki hubungan darah namun berbeda secara fisik dan sifat.

Kasus

Dengan pose selfie dia menuliskan narasi di Instagram storynya “Liam sama Noel beda jauh. Gigi sama Bella beda jauh. Kendall sama Kylie beda jauh. Fisik maupun sifat ya,” tulis artis yang akrab disapa Kyla itu.

Nama Adhidty Zara dan Hasyaklya memang sama-sama memulai karirnya sebagai member JKT48.

Sekarang mereka sama-sama menekenuni dunia akting. Meskipun begitu sang kaka merasa bahwa kasus skandal adiknya yang kedua ini memberikan imbas kepadanya.

Foto selfie kedua Hasya menuliskan lebih tegas lagi “Satu Kali Khilaf, dua kali kayaknya t * l * l” tulis Hasya dengan ekspresi melet. Di narasi yang lebih menurun dia menuliskan “capek kena imbasnya men sori banget nih bukannya mulut gue lemes” tutupnya.

Sebagai kakak dan adik yang tampak tak terlihat akur ini beberapa tampil berbarengan di kanal youtube.

Namun tingkah mereka selalu menujukan sikap yang tidak akur. Sebagai kakak yang sama-sama memulai karir dan sedang menggeluti bidang yang sama dengan Zara.

Hasyakyla merasa bahwa secara personality mereka berbeda dan merasa tidak ingin disamakan dengan Zara ketika skandalnya dengan Okin ramai.***

Panik, Produk RI yang Satu Ini Bikin Takut Negara Lain

Bogordaily.net – Produk Indonesia ternyata banyak ditakuti oleh negara lain karena berpotensi mendominasi pasar negara bersangkutan.

Salah satu produk yang berkembang pesat ke pasar ekspor adalah produksi otomotif atau mobil.

Contoh terkini adalah Vietnam sebagai negara dengan pasar otomotif terbesar kedua bagi Indonesia, bakal memberlakukan standar emisi Euro 5.

Kebijakan itu bisa jadi pengganjal bagi industri otomotif yang saat ini masih menerapkan standar emisi Euro 4.

“Negara selalu coba menciptakan technical barrier karena dia ingin industrinya tumbuh. Mereka cari cara itu kan teknikal, tapi kalau kita bisa penuhi kan nggak ada masalah,” kata Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara, dilansir dari CNBC Indonesia, Jumat (30 Juli 21).

Ia juga menyatakan industri dalam negeri sudah bersiap dalam menyesuaikan aturan tersebut.

Secara teknologi, pabrikan otomotif sudah memiliki teknologinya dari negara asal untuk diadopsi di Indonesia.

Indonesia juga sudah berpengalaman ketika beradaptasi dari Euro dua ke Euro empat beberapa tahun lalu.

“Bisa, nggak ada masalah, yang perlu merapatkan barisan dalam negeri. Kita kan Euro empat, kalau bisa lompat ke Euro enam lebih dulu dari negara-negara besar lain akan memberi keunggulan lebih baik seperti Euro dua tapi negara lain udah Euro empat ya akhirnya kita bisa produksi euro empat,” kata Kukuh.

Sempat muncul Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/2017 Tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, Kategori N, Dan Kategori O diundangkan pada 7 April 2017.

Sementara penerapan Euro enam kendaraan berbahan bakar solar dari yang semula direncanakan pada 2021 mundur menjadi 2022 atas permintaan industri otomotif.

“Kita kan nggak ingin diganggu, kita harus tetap unggul, kita kan sudah swasembada seluruh kebutuhan bisa dipenuhi, memang ada impor tapi impornya cenderung turun, jumlahnya relatif sedikit tapi secara generik bisa dipenuhi oleh dalam negeri. Mobil menengah atas kita juga bisa ekspor,” kata Kukuh.

Dua negara yang paling banyak memasok mobil ke pasar Vietnam, yakni Indonesia dan Thailand yakni dengan jumlah 90%.

Selama ini negeri Gajah Putih lebih bisa mendominasi dengan jumlah yang lebih besar.

Namun untuk pertama kalinya ekspor mobil ke Vietnam, Indonesia berhasil menyalip Thailand pada Januari-Mei tahun lalu.

Data dari Vietnam Customs menunjukkan sepanjang lima bulan pertama di tahun 2020, Indonesia telah mengekspor sebanyak 15.074 unit mobil.

Indonesia bisa menyalip dengan menguasai 53 persen dari total 28.532 impor mobil dengan spesifikasi mobil 9 kapasitas bangku atau di bawahnya.

Dengan torehan itu, mobil buatan Indonesia mampu melengserkan Thailand di posisi kedua, yang mengambil 37 persen pasar Vietnam, setelah berada di posisi puncak sejak tahun 2016.***