Monday, 20 April 2026
Home Blog Page 7103

Polisi dan TNI Ogah Jagain Orang Makan di Warteg

0

Bogordaily.net – Kebijakan makan di warteg agar cukup 20 menit saja menyedot perhatian masyarakat. Beragan tanggapan dilontargan sejumlah pihak menanggapi kebijakan yang dilontarkan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Dalam pelaksanaannya, aparat penegak hukum diminta untuk melalukan pengawasan.

Menyikapi hal itu, Polda Metro Jaya menyebut pihaknya tak mungkin memantau satu per satu warung makan atau warteg yang ada di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya

“Kalau warungnya ada 1.000, terus TNI-Polri nungguin 1.000-nya? Orang makan satu, dua menit, lima menit, habis semua polisi lama-lama,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Selasa 27 Juli 2021.

Namun, Yusri memastikan pihaknya terus melakukan patroli dan mengimbau masyarakat untuk patuh kebijakan pemerintah terkait PPKM Level 4.

Peran masyarakat, dikatakan Yusri, juga perlu untuk sinergitas dengan jajaran TNI-Polri.

“Ini upaya kalau sudah sinergi bersama-sama, berkolaborasi memutus mata rantai dengan niatan kita sama-sama semuanya insyallah akan selesai,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pemerintah telah melakukan relaksasi bahwa warung makan diperbolehkan melayani makan di tempat dalam masa perpanjangan PPKM level 4 hingga 2 Agustus 2021 mendatang.

Namun, ada batasan kuota, operasional hingga durasi waktu di warung makan tersebut.

Salah satunya adalah pembeli tidak boleh makan di tempat lebih dari 20 menit.

“Warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai pukul 20.00 waktu setempat dan waktu maksimal waktu makan untuk setiap pengunjung 20 menit dan selama makan karena tidak pakai masker jangan banyak berkomunikasi,” jelas Luhut.***

 

Ayo Catat! Syarat-Syarat Umrah untuk Jamaah Indonesia

Bogordaily.net – Arab Saudi resmi mengizinkan umrah pada tahun ini dengan sederet persyaratan yang harus dipatuhi calon jamaah internasional, termasuk dari Indonesia.

Ketentuan ini tercantum dalam surat edaran Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi pada 25 Juli 2021 yang menyebutkan bahwa ibadah umrah akan dibuka kembali pada 1 Muharram atau 10 Agustus 2021 bagi masyarakat Arab Saudi dan jamaah internasional.

Kementerian Haji dan Umrah Saudi menyatakan bahwa semua jamaah internasional yang ingin menunaikan ibadah umrah juga harus sudah mendapatkan dua dosis vaksin dengan suntikan Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau Johnson & Johnson.

Jamaah yang disuntik dengan vaksin produk China juga diizinkan masuk, tapi harus sudah mendapatkan suntikan booster dari Pfizer, Moderna, AstraZeneca atau Johnson & Johnson.

Calon jamaah juga harus berusia 18 tahun ke atas dan menunjukkan bukti tes PCR negatif Covid-19 setibanya di Saudi. Jemaah juga harus mengikuti protokol kesehatan yang diterapkan di Saudi.

Konsul Jenderal RI di Jeddah, Eko Hartono, mengatakan bahwa WNI yang ingin menjalankan ibadah umroh juga harus menaati sejumlah aturan lainnya.

Termasuk dari Badan Otoritas Penerbangan Sipil Saudi (GACA) yang berlaku sejak Mei lalu.

Berdasarkan aturan, sembilan negara tak diperkenankan mengirimkan penerbangan langsung ke Arab Saudi.

Kesembilan negara tersebut adalah Indonesia, India, Pakistan, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Libanon.

Warga dari kesembilan daerah tersebut harus transit di negara ketiga sebelum ke Saudi. Mereka diwajibkan karantina terlebih dulu di negara ketiga tersebut sebelum melanjutkan perjalanan ke tanah suci.

Meski Saudi sudah mengizinkan umrah, Konsul Jenderal RI di Jeddah, Eko Hartono, mengimbau WNI untuk menunda rencana ibadah tersebut hingga situasi pandemi membaik.

“Untuk saat ini, sebaiknya menunda dulu umrah sambil berusaha agar pandemi Covid-19 di Indonesia bisa segera ditangani bersama dengan baik,” kata Eko, seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Eko kemudian mengimbau agar WNI yang tetap ingin menunaikan ibadah umrah untuk menaati semua persyaratan dari Saudi.

“Bagi yang tetap ingin umrah, bisa dicoba melalui negara ketiga dengan ketentuan karantina 14 hari di negara tersebut. Namun tentunya, negara tersebut juga tidak ada hambatan masuk Saudi,” kata Eko.

Eko mengingatkan bahwa umrah melalui negara ketiga pasti akan membutuhkan proses lebih lama dan biaya lebih mahal.

“Juga pembatasan gerak selama ibadah karena protokol kesehatan yang bagi sebagian akan dirasakan kurang nyaman,” kata Eko.***

Tinjau Proyek Pedestrian Kandangroda-Sentul, Ketua Komisi 3 Murka

Bogordaily.net – Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor, temui beberapa kejanggalan Proyek Pembuatan Jalur Pedestrian Jalan Kandangroda – Sentul yang di laksanakan oleh PT. Hutomo Mandala Sepuluh Sebelas (KBO), dengan nilai Anggaran Rp 84.029.000.000,00. Kejanggalan tersebut ditemukan saat meninjau langsung ke lokasi proyek yang bersumber dari Anggaran APBD Kabupaten Bogor tersebut, Selasa 26 Juli 2021.

Ketua Komisi 3 Sastra Winara menegaskan, jika pedestrian di jalur Kandangroda – Sentul ini jangan sampai kejadian seperti di pekerjaan Pedestrian Pakansari karena tidak sesuai spek yang telah ditentukan hingga mengakibatkan banjir parah saat hujan. “Saya minta Pedestrian Kandangroda – Sentul tidak seperti Pedestrian Stadion Pakansari,” ujarnya kepada wartawan.

Sementara itu, Sastra mengaku bingung karena material pembatas jalan yang digunakan belum menempuh izin laboratorium (Lab) terlebih dahulu, namun sudah cukup banyak dicetak oleh perusahaan.

“Seharusnya itu ada uji laboratorium terlebih dahulu, layak atau tidak masuk standar atau tidak apalagi dalam RAB-nya seharusnya itu buatan pabrikan bukan mandiri seperti ini. Ditambah lagi pegawainya kurang banyak hingga membuat pekerjaan ini kurang maksimal,” katanya.

Sasta meminta kepada kontraktor untuk jangan menggunakan material tersebut, sebelum ada hasil uji kelayakan dari laboratorium. “Bagi yang sudah dipasang tolong copot lagi itu,” pintanya dengan tegas.

Politisi Gerindra itu meminta semua pihak harus belajar dari yang sudah terjadi, setelah selesai pengerjaan kemudian terjadi banjir, dan setelah dilakukan pengecekan ternyata drainase bermasalah ditambah lagi udith-udith yang belum terpasang mengganggu jalannya jalur pengerjaan proyek itu. Karena materialnya menghalangi jalan keluar masuk proyek dan juga akses masuk kerumah masyarakat.

“Tolong diliat lagi, kalau memang masih lama dipasangnya kita geser dulu udith yang belum terpasang itu, Supaya sama-sama enak lah, apalagi di masa pandemi gini, mereka juga sedang sulit lah, jadi kita mudahkan mereka untuk bisa berdagang di tempat itu,” tukas Sastra.

Senada disampaikan Konsultan Pengawas PT. Dress Cipta Rekayasa, Solihin. Ia membenarkan adanya ketidaksesuaian itu dikarenakan ada perubahan dan permintaan diarea tersebut.

“Jadi U-turn (putar balik) dari awal persepuluh meter itu memang sudah kami tandai dan kita beri space untuk pemasangan Manhole (tutup lubang) karena jika dibuat rapat nanti saat pengangkatan agak sulit. Awalnya memang begitu, cuma karena sekarang jadi U-turn (putar balik) kita akan memaksimalkan dan merapatkan semua U-dit yang berjarak,” jelas Solihin.

Dirinya pun mengatakan jika setiap minggu nya selalu melaporkan perkembangan Pekerjaan Pedestrian Jalur Kandangroda – Sentul kepada DPUPR Kabupaten Bogor termasuk adanya pembuatan material bangunan seperti percetakan kastin dan gorong – gorong yang dibuat secara mandiri tanpa dilakukan uji lab terdahulu.

“Kita belum menyetujui walaupun sebagian bahan material sudah di pasang namun belum kita rekomendasikan,” singkatnya.

Sekedar diketahui Pedestrian Kandang Roda – Sentul yang memakan anggaran Rp.84.029.000.000,00 dengan no kontrak 620/A.002-08.1025/PED-JL/PJJ.t/SPMK/DPUPR,tgl 31 Maret 2021 dalam waktu pelaksanaan 270 hari kalender dan PT. Hutomo Mandala Sepuluh Sebelas (KSO) sebagai penyedia jasa, dan PT. Dressa Cipta Rekayasa sebagai pengawas pekerjaan, yang saat ini pekerjaan baru rampung sekitar 30 persen.***

Peserta Vaksin Covid-19 di Kota Bogor Berkerumun, Warga: Kaki Kita Pada Pegel….

BOGORDAILY- Kerumunan warga yang begitu antusias mengikuti vaksinasi Covid-19 terjadi Kota Bogor, Selasa (27/7/2021) hari ini. Seperti yang tampak di gedung Puri Begawan.

Ratusan warga awalnya tampak berbaris mengantre rapi menunggu giliran. Antrean cukup panjang dari loby hingga basement tempat parkir kendaraan.

Meski demikian, dalam antrean itu terlihat ada warga yang mengantre tak mengindahkan prokes. Mereka tak terlihat melakukan jaga jarak saat mengantre, bahkan berkerumun.

Monalisa (23) salah satu peserta vaksinasi mengatakan terjadi antrean cukup panjang untuk mendapatkan vaksinasi di Puri Begawan.

“Panjang juga antreannya. Dari basement sampai ke atas (loby) saja memakan waktu 1 jam-an. Lumayan bikin kaki pegel,” ujar Monalisa.

Menurutnya, pola vaksinasi yang diterapkan panitia menyebabkan antrean panjang hingga menimbulkan kerumunan. Ia menyarankan sebaiknya panitia mencari cara lain agar tidak terjadi antrean panjang.

Kepala Bidang SDK Dinas Kesehatan Kota Bogor, Farida mengaku kaget terjadi antrean panjang saat vaksinasi yang diselenggarakan di Puri Begawan. Padahal, pihaknya sudah membuat mekanisme antrean berdasarkan nama dan sudah terjadwal. Setiap jam diperuntukkan untuk sekitar 400 peserta.

“Kami langsung setop sementara peserta vaksin agar tidak terjadi penumpukan sampai ke dalam gedung,” kata dia.

Farida menduga terjadi antrean panjang lantaran para peserta vaksin tidak melihat jadwal pelaksanaan sehingga terlihat membludak.

“Biasanya pengalaman kami jam 11 siang itu jam sepi, makanya kami kaget kok sampai penuh seperti kaya ini,” kata dia heran.

Namun begitu, membludaknya jumlah peserta menunjukkan bahwa animo masyarakat Kota Bogor untuk disuntik vaksin cukup tinggi.

“Padahal hari ini kita melaksanakan vaksinasi ini di beberapa tempat yaitu Mal Boxies, Puri Begawan, Braja Mustika dan Botani, gedung KONI. Totalnya 2.900 peserta,” ujarnya. (lip6)

Simak Yuk, Teori Matematika Tentang Usia Paling Ideal untuk Menikah

Bogordaily.net – Pertanyaan yang sering kali membuat jengah dan kesal, terutama untuk para jomblo yakni, ‘kapan nikah?’

Namun secara teori, ada usia ideal kapan seseorang, baik pria maupun wanita sebaiknya menikah.

Teori itu dikembangkan duo ilmuwan Tom Griffiths dan Brian Christian dalam bukunya ‘Algorithms to Live By: The Cimputer Science of Human Decisions’.

Tom dan Brian ‘menghitung’ usia ideal untuk menikah berdasarkan algoritma matematika.

Seperti dilaporkan Mirror terkait penghitungan algoritma menyebutkan, ketika seseorang telah mencapai 37 persen seluruh tahapan menyelesaikan atau menjalani sesuatu dalam jangka waktu tertentu.

Maka itulah saat terbaik dalam hidup untuk membuat keputusan. Termasuk keputusan untuk menikah.

Intinya, jika rata-rata orang mencari jodoh mereka di antara usia 18-40, maka 26 adalah usia yang paling ideal. Sebab di usia tersebut dia sudah 37 persen melewati rentang waktu 22 tahun.

Menurut teori itu lagi, jika menikah di usia lebih muda atau tua dari 26 tahun, maka pasangan akan melalui terlalu banyak perdebatan. Alhasil pernikahan pun sulit langgeng dan awet.

Namun teori lain menyebutkan hal berbeda. Sosiolog Nicholas H. Wolfinger dari University of Utah menemukan teori bahwa usia paling ideal untuk menikah antara 28 – 32 tahun.

Yakni 45 persen dari rentang 22 tahun. Usia tersebut dikatakan paling ‘aman’ untuk mencegah perceraian.

Perlu digarisbawahi, para jomblo tidak perlu cemas jika di usia melewati 26 tahun belum juga menemukan pasangan atau menikah.

Sebab usia tidak selalu menentukan tingkat keberhasilan pasangan dalam mengalami bahtera rumah tangga.

Menikahlah ketika secara mental dan finansial sudah merasa siap dengan pasangan yang tepat. Bukan karena faktor usia apalagi tuntutan orang lain.***

Peserta Vaksinasi di Puri Begawan Membludak

Bogordaily.net – Warga di Kota Bogor begitu antusias mengikuti vaksinasi Covid-19. Seperti yang tampak di gedung Puri Begawan, Kota Bogor, Selasa 27 Juli 2021. Ratusan peserta memenuhi sentra vaksinasi, menunggu panggilan untuk dilakukan screening dan menerima suntikan vaksin Covid-19 yang digencarkan Pemkot Bogor.

Ratusan warga juga tampak berbaris mengantre rapi menunggu giliran. Antrean cukup panjang dari loby hingga basement tempat parkir kendaraan. Meski demikian, dalam antrean itu terlihat ada warga yang mengantre tak mengindahkan prokes. Mereka tak terlihat melakukan jaga jarak saat mengantre, bahkan berkerumun.

Monalisa (23) salah satu peserta vaksinasi mengatakan terjadi antrean cukup panjang untuk mendapatkan vaksinasi di Puri Begawan.

“Panjang juga antreannya. Dari basement sampai ke atas (loby) saja memakan waktu 1 jam-an. Lumayan bikin kaki pegel,” ujar Monalisa.

Menurutnya, pola vaksinasi yang diterapkan panitia menyebabkan antrean panjang hingga menimbulkan kerumunan. Ia menyarankan sebaiknya panitia mencari cara lain agar tidak terjadi antrean panjang.

Kepala Bidang SDK Dinas Kesehatan Kota Bogor, Farida mengaku kaget terjadi antrean panjang saat vaksinasi yang diselenggarakan di Puri Begawan. Padahal, pihaknya sudah membuat mekanisme antrean berdasarkan nama dan sudah terjadwal. Setiap jam diperuntukkan untuk sekitar 400 peserta.

“Kami langsung setop sementara peserta vaksin agar tidak terjadi penumpukan sampai ke dalam gedung,” kata dia.

Farida menduga terjadi antrean panjang lantaran para peserta vaksin tidak melihat jadwal pelaksanaan sehingga terlihat membludak.

“Biasanya pengalaman kami jam 11 siang itu jam sepi, makanya kami kaget kok sampai penuh seperti kaya ini,” kata dia heran.

Namun begitu, membludaknya jumlah peserta menunjukkan bahwa animo masyarakat Kota Bogor untuk disuntik vaksin cukup tinggi.

“Padahal hari ini kita melaksanakan vaksinasi ini di beberapa tempat yaitu Mal Boxies, Puri Begawan, Braja Mustika dan Botani, gedung KONI. Totalnya 2.900 peserta,” ujarnya.***

 

 

Keren! Gandeng Roy Jeconiah, PILOTZ Luncurkan Single Terbaru di Tengah Pandemi

Bogordaily.net – Lebih dari satu tahun lamanya, pandemi wabah Covid-19 belum juga berlalu dan malah mengalami peningkatan.

Tidak hanya di Indonesia namun seluruh masyarakat dunia pun merasakan dampaknya.

Semua sektor kehidupan menjadi sulit, tak terkecuali bagi para pelaku seni, salah satu profesi turut merasakan dampak dan keterpurukan akibat situasi ini.

Krisis keputusasaan pun menjadi tidak kalah hebatnya dibandingan krisis wabah penyakit itu sendiri.

Namun hal ini coba disikapi oleh PILOTZ, band pop rock asal Jakarta yang sudah belasan tahun malang melintang di kancah musik tanah air.

Bagi mereka, kesulitan dan masalah tidak bisa dijadikan alasan untuk berhenti berusaha.

Bahkan saat seperti ini justru harus dijadikan momen untuk bersatu dan saling membantu satu sama lain.

PILOTZ merilis single terbaru yang berjudul “Semua Akan Indah Pada Waktunya.” Sebuah ajakan bagi semua kalangan untuk tidak terus meratapi keadaan.

Segera bangkit untuk menyongsong masa depan yang pasti akan lebih baik.

“Ini cara kami untuk ikut berkontribusi menghadapi masa sulit ini,” jelas Tara, sang gitaris yang juga pencipta lagu ini.

Kontribusi yang dimaksud tentunya adalah usaha PILOTZ sebagai musisi yang merasa wajib untuk terus saja menanamkan semangat optimisme bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi mereka yang berjuang di garis terdepan memerangi pandemi.

Untuk memperluas jangkaun pesan yang ingin disampaikan, dalam single kali ini, PILOTZ menggandeng seorang vokalis rock senior dari band JECOVOX, Roy Jeconiah.

Para pencinta musik tanah air khususnya music rock, tentunya sudah sangat mengenal nama Roy Jeconiah.

Bersama band terdahulunya, Boomerang menghasilkan banyak karya-kerya besar yang melegenda seperti Pelangi, Kisah, Kehadiranmu, Bungaku dan banyak lagi.

“Senang bekerja sama dengan generasi muda yang sangat kreatif dan enerjik. Lagu yang mereka kerjakan sangat terasa aura positifnya, mengajak kita untuk tetap semangat dalam menghadapi situasi yang sangat tidak mudah ini,” ujar Roy Jeconiah.

Masih dengan formasi Landa (vocal), Tara (Gitar), Aththur (Bass), dan Agyl (Drum), bergabungnya Roy Jeconiah dalam single kali ini tentunya membawa pengaruh baru dalam musik PILOTZ.

Karakter vocal Roy Jeconiah yang dikenal sangat cadas berpadu apik dengan aransemen khas Pilotz yang dikenal lebih soft.

“Semua Akan Indah Pada Waktunya” akan kembali beredar dibawah bendera Fly Music Management, dan sudah dapat dinikmati baik secara audio maupun visual mulai tanggal 10 Juli 2021.

Melalui semua platform digital audio streaming dan kanal Youtube PILOTZ INDONESIA https://youtu.be/Ao3VV-n3VYw

PILOTZ berharap kolaborasi berbeda generasi yang terdapat dalam single “Semua Akan Indah Pada Waktunya” ini dapat menjadi suguhan yang segar dan dapat diterima para penikmat musik tanah air dari berbagai lapaisan usia.***

Jeff Bezos Suap NASA Rp 28 Triliun, Jika…

0

Bogordaily.net – Dua orang terkaya di Dunia Elon Musk dengan SpaceX dan Jeff Bezos dengan Blue Origin bersaing untuk mendapatkan proyek pembuatan sistem pendaratan astronaut ke bulan. Akhirnya NASA memenangkan perusahaan Elon Musk yang dianggap lebih berpengalaman.

Dikutip dari BBC SpaceX mengalahkan Blue Origin, namun rupanya orang terkaya dunia ini belum menyerah, tidak terima kekalahannya Jeff Bezon mengiming-imingi NASA sejumlah USD 2 miliar atau lebih dari Rp 28 triliun kepada NASA, sebagai timbal balik agar Blue Origin bisa dipertimbangkan kembali untuk membuat sistem pendaratan di bulan.

Bezos tampaknya tahu bahwa NASA Sedang kekurangan uang. Lembaga antariksa legendaris ini hanya memperoleh pendanaan dari Konggres senilai USD 850 juta untuk mendanai lander Bulan, jauh dari pengajuan senilai USD 3,3 miliar.

“Blue Origin akan menjembatani kekurangan anggaran untuk HLS (Human Landing System) dengan membayarkan semua dana pada saat ini dan dua tahun fiskal pemerintah sampai USD 2 miliar untuk membuat program ini kembali ke jalur yang benar,” tulis Jeff Bezos dalam suratnya ke administrator NASA, Bill Nelson.

Memang pada awalnya, sebenarnya NASA berniat memilih dua perusahaan untuk membuat lander, tapi terhalang minimnya dana. SpaceX kemudian terpilih karena dianggap lebih berpengalaman dalam penerbangan ke luar angkasa dan juga biayanya lebih murah.

Bezos jelas kesal dengan kekalahan Blue Origin itu sehingga saat ini dia berusaha agar NASA memberi perusahaannya kesempatan. Dia pun menyampaikan keunggulan sistem pendaratan Blue Origin yang merupakan pengembangan dari sistem yang dulu mendaratkan astronaut Apollo 11.

“Kami menciptakan sistem pendaratan Bulan abad 21 yang terinspirasi oleh arsitektur Apollo 11 yang punya banyak manfaat. Salah satu yang terpenting adalah memprioritaskan keselamatan,” papar Bezos yang beberapa hari lalu melesat ke luar angkasa.

Kemenangan SpaceX sendiri disambut protes oleh Blue Origin dan Jeff Bezos karena dianggap tidak adil, namun demikian sepertinya keputusan NASA sudah final. Dengan iming-iming miliaran dollar ini, bisa jadi Blue Origin akhirnya dilibatkan selain SpaceX.

Ini Sosok Akidi Tio yang Sumbang Rp2 Triliun untuk Penanganan Covid-19

0

Bogordaily.net – Nama Akidi Tio mendadak viral di media sosial. Meski sudah meninggal dunia, almarhum Akidi Tio memberikan sumbangan sebesar Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumatra Selatan. Lantas, siapa sebenarnya sosok Akidi Tio?

Dilansir dari Antara, Akidi Tio (Alm) merupakan pengusaha asal Aceh. Melalui dokter keluarganya, dia menyumbang uang tunai senilai Rp2 triliun ke Provinsi Sumatra Selatan untuk membantu penanganan Covid-19 di daerah tersebut.

Akidi Tio merupakan pengusaha sukses asal Kota Langsa, Kabupaten Aceh Timur yang bergerak di bidang usaha kontruksi.

Melalui Prof dr Hardi Darmawan, yang merupakan dokter keluarga Akidi  di Palembang, beliau semasa hidup gemar membantu warga tak mampu di berbagai daerah.

Di Palembang, Akidi pernah menyumbang untuk sejumlah panti jompo. Penyerahan dana bantuan itu turut disaksikan Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nuraini, dan Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji.

Penyerahan bantuan tersebut juga disaksikan tokoh-tokoh agama Sumatera Selatan, Ustadz H Habib Amak, Pendeta Hajopan Manik, I Ketut Muliawan, Sakim Manda Budisetiawan Mandala dan Tjik Harun.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan dirinya yang mewakili masyarakat Sumsel memberikan apresiasi kepada keluarga almarhum Akidi Tio yang peduli pada kondisi yang saat ini terjadi di Tanah Air.

“Kami bangga menerima bantuan ini dari keluarga almarhum. Apalagi jumlah dana yang diberikan sangat besar mencapai Rp2 triliun. Ini angka yang tidak sedikit,” kata Herman Deru seperti dikutip dari Antara, Selasa 27 Juli 2021.

Herman Deru berharap kedermawanan yang dilakukan keluarga almarhum Akidi ini dapat memotivasi warga Sumsel untuk bersama-sama melawan pandemi Covid-19.

Lebih lanjut, katanya, dana hibah tersebut akan disalurkan secara maksimal kepada semua masyarakat Sumatra Selatan yang terdampak Covid-19 dalam berbagai bentuk bantuan seperti logistik makanan, peralatan medis obat-obatan, ataupun sarana dan prasarana protokol kesehatan.

“Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujar dia. Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri mengatakan bantuan tersebut akan disalurkan untuk kebutuhan penanganan Covid-19 di Sumsel. Menurutnya, amanah tersebut merupakan tanggung jawab yang besar.

“Tanggung jawab kami menyalurkan niat baik keluarga almarhum Akidi Tio ini agar bisa tersampaikan ke masyarakat. Tentu tetap mematuhi prosedur hukum yang ada,” ujar dia.

Tak hanya itu, pihaknya turut membuat tim khusus baik dari Polda Sumsel maupun pihak Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel agar proses penyaluran tetap sasaran dan sesuai harapan dari pihak keluarga almarhum Akidi Tio.***

 

Resmi! Rizki DA Nikahi Kembali Nadya Mustika Rahayu

Bogordaily.net – Kabar baik datang dari pedangdut Rizki DA. Ia akhirnya mengonfirmasi terkait rujuknya pernikahan dirinya dengan sang istri, Nadya Mustika Rahayu.

Rizki DA menyebutkan kalau ia sudah kembali menikahi lagi sang istri.

Rizki DA mengungkapkan kalau pernikahan mereka digelar di sebuah masjid yang berada di kawasan Medan, Sumatera Utara.

Terdapat pihak keluarganya dari kedua belah pihak yang juga turut menjadi saksi.

“Kalau untuk akad, pasti akad lah dan sudah terlaksana. (Menikah) Waktu lebaran kemarin, saksi itu alhamdulillah semua ada dari keluarga,” kata Rizki DA dalam video yang diunggah di kanal YouTube SCTV, pada Senin (26 Juli 2021).

Pernikahan Rizki DA dan Nadya digelar setelah menyelesaikan masa iddah.

“Kemarin kan juga sudah masa iddah kan habis dan menemukan titik terang. Alhamdulillah sudah akad,” terangnya.

Rizki DA memutuskan menggelar akad nikah tentu bukan tanpa alasan. Ia ingin bisa sekaligus bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabatnya yang berada di Medan.

“Karena kebetulan ada kegiatan di sini. Jadi bukan hanya Iky, Nadya sama Syaki, tapi ada keluarga lain juga,” terangnya.

Pada akhirnya, Rizki DA bersyukur karena ia bisa kembali rujuk dan memulai kembali rumah tangganya dengan Nadya Mustika Rahayu

“Kami sama-sama memulai hidup dari nol lagi,” pungkasnya.***