Monday, 20 April 2026
Home Blog Page 7104

Hari Ini Capai Rekor Jumlah Terbesar Vaksin yang Tiba di Indonesia

0

Bogordaily.net – Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Dr Siti Nadia Tarmidzi mengatakan bahwa Indonesia telah kedatangan 21,2 juta dosis vaksin Sinovac pada, Selasa 27 Juli 2021. Jumlah ini merupakan jumlah terbesar yang tercatat hingga hari ini.

Sebanyak 21,2 juta dosis vaksin tersebut akan dipergunakan untuk keperluan meningkatkan dosis vaksinasi bulan Agustus mendatang. Tetapi nanti, setelah diolah menjadi vaksin jadi, total dosis yang dimiliki akan menjadi 151,9 juta.

“Jadi, di bulan Juli ini walaupun beberapa daerah mengatakan mereka belum bisa memberikan vaksin karena vaksin belum dikirim dari pusat, jumlah vaksin yang kita terima sebenarnya masih 30%-nya dari kebutuhan kita yakni 462 juta dosis,” ujar Nadia dalam Dialog Produktif KCPPEN: Update Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Jakarta, Selasa 27 Juli 2021.

Maka itu, lanjut dia, sejumlah 462 juta dosis ini baru bisa dipenuhi seluruhnya oleh produsen vaksin kira-kira hingga Desember 2021. Pemberian vaksin dilakukan berdasarkan prioritas dan secara bertahap mengingat kedatangan vaksin yang juga bertahap.

“Alhamdulillah di bulan Juli ini, kita mendapatkan persediaan vaksin yang lebih banyak dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Bahkan di Oktober-Desember, itu akan mencapai 80 juta. Sementara di Juli ini, kita mendapatkan total 54 juta dosis vaksin yang terdiri dari Sinovac dalam bentuk bulk 39,2 juta dosis, Astra Zeneca 6,7 juta dosis, Sinopharm untuk Gotong Royong 4 juta dosis, dan Moderna 4,5 juta dosis,” jelas Nadia.

Tentunya, sambung dia, jumlah ini akan bertambah, dimana pada Agustus diperkirakan akan berjumlah sekitar 60 juta dosis, September sekitar 60 juta dosis, dan Oktober-Desember sekitar 70-80 juta dosis.

“Karena adanya peningkatan kasus Covid-19 yang cukup eksponensial di minggu pertama hingga ketiga Juli, kami berfokus menurunkan laju penularan terlebih dahulu sambil tetap memberikan pelayanan vaksinasi kepada masyarakat,” tambahnya.

Di masa peningkatan kasus tersebut, masyarakat dihimbau untuk lebih banyak di rumah dan mengurangi mobilitas, sehingga akselerasi mencapai 1,5 juta dosis sempat tertunda karena situasi tersebut.

“Tetapi, kalau kita lihat dari awal Juli sampai dengan minggu ketiga ini, sebenarnya suntikan vaksin per hari sudah mencapai 1 juta walaupun rata-ratanya masih berada pada angka 900 ribu – 1,1 juta, masih fluktuatif karena peningkatan kasus,” pungkas Nadia.***

 

Atang Trisnanto Minta Gedung DPRD Jadi Sentra Vaksinasi

Bogordaily.net – Beberapa Bulan lalu Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto mengusulkan percepatan Vaksinasi Covid-19. Menurutnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, TNI, Polri memperbanyak sentra vaksinasi.

“Alhamdulillah, kebijakan Satgas saat ini yang memperbanyak titik lokasi vaksinasi sehingga semakin dekat dengan domisili warga, perlu didukung penuh,” kata Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto, Selasa 27 Juli 2021.

Atang menyampaikan, salah satu upaya memperbanyak sentra vaksinasi adalah menjadikan gedung DPRD Kota Bogor sebagai tempat vaksinasi.

“Alhamdulillah, kerja sama antara Polresta Bogor, Dinkes, dan DPRD bisa menambah salah satu lokasi vaksinasi yang mudah-mudahan mempermudah masyarakat untuk mendapatkan vaksin,” ucapnya.

Terlihat, Korem Suryakencana, Kodim 0606, dan Polresta Bogor telah melakukan vaksinasi di berbagai tempat.

“Kami sangat menyambut baik seluruh ikhtiar berbagai pihak. Dinas Kesehatan dan para Nakes kita sudah all out. Makanya, kami sambut program Pak Kapolresta untuk bisa bekerjasama menambah fasilitas lokasi vaksinasi di DPRD Kota Bogor,” ujarnya.

“Kami berharap agar warga Kota Bogor memaksimalkan program vaksinasi ini. Semoga ikhtiar ini bisa menekan angka kematian akibat Covid-19 sekaligus menekan angka penyebaran Covid-19,” tambahnya.

Di sisi lain, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, dengan penambahan sentra vaksinasi Covid-19 guna mempercepat proses penyuntikan vaksin ke masyarakat.

“Kedepan kita akan berusaha lagi mengejar jumlah yang dapat divaksinasi,” ujar Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro di Gedung DPRD Kota Bogor.

Diketahui, Polresta Bogor Kota mampu melaksanakan vaksinasi terhadap 400 orang perhari.

Susatyo berharap, dengan adanya penambahan sentra vaksin baru tersebut, dirinya menargetkan dapat menyuntikkan vaksin sebanyak 1.000 setiap harinya.

“Kita lihat disini, karena tempatnya memungkinkan melaksanakan vaksin secara masif di DPRD,” katanya.

Kemudian Susatyo menjelaskan, pada pelaksanaan vaksinasi di DPRD Kota Bogor akan terus dilakukan untuk masyarakat, terutama pengemudi ojek online yang berpotensi tinggi terpapar Covid-19.

“Vaksinasi akan terus menerus dilakukan, sampai nanti warga Kota Bogor semua divaksin. Ada sentra (vaksinasi) Dinkes, Korem 061, dan Kodim 0606. Kami bersinergi untuk menuntaskan vaksinsi di Kota Bogor,” jelasnya.

Sejauh ini, kata Susatyo, pelaksanaan vaksinasi targetit terbilang efektif, dengan menekan penyebaran kasus Covid-19.

“Tingkat kesembuhan pasien tetap dimonitor, dan masyarakat yang sehat memiliki daya tahan yang cukup agar tidak terpapar,” pungkasnya.***

Heboh Pasien Covid-19 Bareng-bareng Jajan Bakso!

BOGORDAILY- Sejumlah pasien Covid-19 yang jajan bakso keliling saat menjalani isolasi di sebuah hotel kawasan Jakarta Barat viral di media sosial.

Dalam gambar yang salah satunya diunggah akun Twitter @AREAJULID, terlihat ada enam pria diduga pasien Covid-19 makan bakso di halaman hotel. Mereka memesan jajanan dari pedagang bakso keliling yang ada di luar pagar hotel.

Kepala Satpol PP Jakarta Barat, Tamo Sijabat, membenarkan informasi terkait adanya sejumlah pasien Covid-19 yang menjalankan isolasi di salah satu hotel di wilayahnya tengah jajan bakso keliling.

Kata dia, para pasien tersebut membeli bakso melalui pagar hotel. Diduga, aksi itu terjadi saat para pasien sedang olahraga di halaman hotel.

“Itu pagarnya kan terbuka, pagarnya kan jeruji besi gitu. Jadi, mereka itu bisa sambil senam kali ada lewat bakso itu dipanggil,” kata Tamo saat dikonfirmasi, Selasa (27/7/2021).

Dia memastikan, pasien tidak keluar pagar hotel. Namun, para pasien dilayani penjual dari balik pagar besi.

“Jadi mereka tidak keluar pagar ya, bukan. Dari dalam dia panggil abang bakso itu,” ucapnya.Terkait insiden itu, pihak hotel langsung mendapatkan teguran karena tidak mengawasi pasien Covid-19 yang menjalani isolasi.

Tamo juga tidak mengetahui detail kapan kejadian tersebut. Namun, dia memastikan, pihak hotel telah menutup pagar dengan terpal, untuk mencegah peristiwa serupa terulang.

“Udah kita kasih peringatan, udah diperbaiki, udah ditutup (terpal di pagar), jadi enggak bisa lagi dari dalam keluar,” jelas dia.

Sebelumnya, sebuah foto viral di akun media sosial. Foto tersebut menunjukkan terdapat sejumlah pasien Covid-19 yang tengah isolasi di hotel makan bakso keliling.

Foto yang diunggah memperlihatkan beberapa orang sedang makan di sebuah area yang dekat dengan jalan dan terhalang oleh pagar besi. Sedangkan seorang pedagang melayani dari luar pagar. (lip)

 

Bupati Bogor Terima Bantuan dari Frenny Jewellery and Watches

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Ade Yasin menerima bantuan 300 paket sembako dari Frenny Jewellery and Watches. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis pemilik Frenny Jewellery and Watches, Frenny di Pendopo Bupati, Cibinong, Selasa 27 Juli 2021.

Pada kesempatan tersebut Ade Yasin, mengajak masyarakat untuk saling peduli kepada sesama pada masa pandemi Covid-19 ini.

“Terima kasih, Alhamdulillah, ibu Frenny adalah sahabat saya datang dengan suaminya menyumbang 300 paket untuk bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan akan segera kita salurkan, dan Insyaallah bantuan ini sangat bermanfaat,” kata Bupati Bogor, Ade Yasin.

Ade menambahkan, di masa pandemi ini, semuanya harus selalu saling gotong-royong, saling peduli sesama dan jangan biarkan mereka menderita sendiri. Dengan membantu, semua bisa ikut merasakan, bagaimana penderitaan mereka.

‘Mari kita semua bekerjasama,” ujarnya.

Selanjutnya, pemilik Frenny Jewellery and Watches, Frenny mengatakan, dirinya memberikan sedikit bantuan, sekitar 300 paket sembako. Ini bisa disalurkan kepada masyarakat Kabupaten Bogor yang membutuhkan.

“Terutama yang sedang melaksanakan isolasi mandiri (isoman) karena terkena virus Covid-19. Mudah-mudahan sedikit bantuan ini bisa bermanfaat, dan membantu masyarakat yang isoman agar bisa kembali pulih,” pungkasnya.***

Sedih, Anwar Fuady Sempat Rencanakan Ibadah Haji Bersama Sang Anak

Bogordaily.net – Anwar Fuady masih merasakan kesedihan mendalam pasca sang anak, Ferry Senapati meninggal dunia pada 21 Juli lalu.

Ia masih tidak menyangka jika putra sulungnya harus pergi meninggalkan dunia ini lebih dulu.

“Ya, kan, kok, dia lebih muda, tapi duluan (meninggal). Tapi, ya, memang kita tahu, kadang banyak cucu menangisi kepergian kakeknya, tapi banyak juga kakek yang menangisi kepergian cucunya,” katanya saat menjadi bintang tamu di program Rumpi, Trans TV, pada Senin (26 Juli 2021).

Sebagai manusia, Anwar Fuady hanya mencoba untuk menerima semua cobaan ini dengan ikhlas.

Ditambah lagi, tiga hari sebelum sang anak berpulang, istri tercintanya, Farida Fuady meninggal dunia pada 19 Juli karena positif Covid-19.

“Memang hidup ini misteri, semuanya yang tahu cuma Allah dan ini semua rencana Allah,” tuturnyw.

Anwar Fuady mengungkapkan kalau ia dan anaknya memiliki rencana untuk melaksanakan ibadah haji bersama. Tapi, semua itu tinggal angan saja.

“Setelah pandemi ini, saya sebenarnya pengin ajak istri saya ke Eropa. Sama anak juga mau saya naik haji sebenarnya,” terangnya.

Baik jenazah sang istri dan anaknya, keduanya dimakamkan di Yayasan Taman Makam Wakaf Al Ma’arif, Tangerang.***

Begini Hitung-hitungan Lockdown Menurut DR. Rizal Ramli

0

Bogordaily.net – Ekonom senior DR. Rizal Ramli membagikan rumus atau tips untuk mendapatkan simpati dari masyarakat. Tips tersebut dibagikan khususnya kepada pemerintah sehingga bisa mengendalikan rakyat dari tindakan atau hal-hal yang merugikan masyarakat lain selama masa pandemi ini.

“Rumus mendapatkan simpati masyarakat: Kalau Rakyat Perutnya Kenyang, Hatinya Tenang dan Fikirannya gembira begitupun sebaliknya, Kalau Perutnya Kosong yah fikirannya dan hatinya bisa kemana mana dan bisa berpotensi melakukan hal hal yang tidak di inginkan,” ujar tokoh pergerakan itu dalam acara Himpunan Mahasiswa Islam, pada hari ini, Senin 26 Juli 2021.

Seperti diketahui, saat ini ekonomi masyarakat terjepit sebagai imbas dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah. Masyarakat di berbagai daerah sudah berteriak minta tolong agar pemerintah membuka kegiatan masyarakat. Namun, Presiden Joko Widodo kembali memberlakukan PPKM hingga 2 Agustus mendatang.

Karena itu, terkait PPKM tersebut, mantan Menko Perekonomian itu sudah jauh-jauh hari meminta agar pemerintah memberlakukan lockdown. Dengan diberlakukannya lockdown maka pemerintah berkewajiban memberi makan dan pegobatan kepada rakyatnya. Namun, alih-alih melakukan lockdown, pemerintah malah terus mengubah kebijakannya terkait pandemi.

“Solusi untuk mempercepat pemutusan mata rantai covid-19 secara efektif iyalah Lock Down … Pun Kalau Ada Varian Baru muncul lagi Yah Lock Down lagi, Gitu Aja Kok Repot. Tapi jangan pelit sama rakyat, kasih makan yg ndak mampu !” ujar mantan Menko Kemaritiman tersebut.

Dia mengatakan, jika ditanyakan kepada rakyat, mau tidak mereka berdiam di rumah selama satu bulan saja dan diberi makan oleh pemerintah, maka pasti jawabannya mereka mau.

“Secara random tanya sama rakyat dan pedagang kecil, ‘Mau ndak diam di rumah saja sebulan, diberi makanan dan obat klo lock-down? Jawabnya,’Mau banget bang, kapan lagi kita bisa kelonan sama bini, main sama anak2!’. As simple as that – cuman ono ndak mau, pelit sama rakyat,” ujarnya.

 

Hitung-hitungan Lockdown

Jika membuat perhitungan pengeluaran pemerintah dari kebijakannya melakukan lockdown, maka, kata mantan Kepala Bulog itu, sebenarnya tidak begitu mahal. Daripada pemerintah menghabiskan 1035 triliun selama ini, lebih baik pemerintah segera melakukan lockdown.

“Nolong rakyat susah kok kerugian? Untuk lock down sebulan, kasih makan 70 juta keluarga a Rp1,5 juta cuman Rp105T. Klo lock down 3 bulan, hanya 315T + obat 100T. Total hanya 415T. Dasar pelit sama rakyat ! Klo oligarki, langsung kasih berbagai keringanan dan kemudahan. Payah !,” kata Rizal Ramli.

Mantan penasihat ekonomi Fraksi ABRI di DPR RI pada era Orde Baru itu mengatakan bahwa seluruh pemerintahan di dunia ini menggunkan strategi lockdown on-off dan vaksinasi dalam penanganan pandemi Covid-19. Karena itu, mereka lebih mudah mengendalikannya.

“Seluruh dunia pake lock-down on-off dan vaksinasi. Lebih cepat mengendalikan covid. Ekonomi bisa pulih lebih cepat ! Cara2 lain yg bertele-tele, hanya gonta-ganti istilah, hanya akan membuat biaya sosial, finansial dan ekonomis berkali2 lebih mahal ! 2020: habis 1035T, hasil nol!,” ujar anggota tim panel penasihat ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu. (*)

Makin Tak Jelas Alurnya, Pencinta Sinetron Ikatan Cinta Buat Petisi

0

Bogordaily.net – Akibat reting yang tinggi, setiap jalan cerita Sinetron Ikatan Cinta selalu jadi perhatian masyarakat. Belakangan para pencinta sinetron yang dibintangi Amanda Manopo mulai mengkritik karena menganggap alur sinetron tersebut semakin tidak jelas.

Bahkan pembicaraan mengenai jalan cerita dari sinetron yang membesarkan nama Arya Saloka dan Amanda Manopo ini sempat menjadi trending topik. Salah satu netizen bernama Putri Aisyah Rahmalia Sari memulai membuat petisi #MauKeManaIkatanCinta kepada RCTI. Petisi tersebut dibuat di change.org.

Dalam petisinya, Putri menuliskan bahwa alur cerita sinetron Ikatan Cinta makin berbelit dan dinilai tak masuk akal. Hal ini lantaran adanya penambahan karakter baru yang hadir di sinetron tersebut.

“Alur cerita yang berbelit belit dan tidak masuk akal dan banyak penambahan karakter baru yang semakin membuat cerita tersebut semakin tidak jelas,” tulis Putri dalam petisi tersebut.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan dirinya dan para penonton lainnya memiliki hak sebagai konsumen untuk mendapatkan tayangan yang berkualitas. Tak terkecuali dengan sinetron Ikatan Cinta yang menjadi salah satu favoritnya.

“Meski ini hanya sinetron sebagai penonton kami memilik hak konsumen untuk mendapatkan tayangan yang berkualitas,” pungkasnya.

Hingga Selasa 27 Juli 2021 siang, setidaknya sudah ada 3.867 orang yang telah menandatangani petisi ini. Adapun targetnya yaitu 5.000 orang.

Sejumlah netizen di Twitter juga kembali mengeluhkan tentang jalur cerita dari sinetron Ikatan Cinta tersebut. Petisi #maukemanaikatancinta pun menjadi trending topic.

Pengguna media sosial berlogo burung biru itu setuju kalau sinetron tersebut makin tak jelas ceritanya. Mereka mengaku mulai kesal, lantaran sinetron yang dibintangi Amanda Manopo dan Arya Saloka itu mulai bertele-tele.***

Zaskia Adya Mecca : Peranan Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Anak

Bogordaily.net – Disadari atau tidak, anak hanya membutuhkan kehadiran dan keterlibatan orang tua dalam masa pertumbuhannya.

Melalui postingan Instagram, Zaskia Adya Mecca membagikan tentang pemikirannya

Bagaimana sesungguhnya peran orang tua dibutuhkan dalam tumbuh kembang si kecil.

Menurut Zaskia Adya Mecca, anak-anak tidak begitu membutuhkan mainan paling maha karena sesungguhnya yang mereka perlukan adalah orang tuanya.

“Mereka ga perlu mainan mahal, tempat mewah, harta berlimpah.. Mereka butuh orang tua yang bisa bermain bersama mereka, memberikan kebebasan mengexplore dunia sekitarnya, menaruh kepercayaan dan mengajarkan bahwa dari setiap tindakan kita akan ada timbal balik yang kita terima,” jelasnya.

Meski begitu, kata Zaskia, orang tua juga tetap harus menanamkan rasa tanggung jawab kepada anak-anak.

“Tetap ajarkan tanggung jawab juga responsibilities.. lalu mari main bersamaaaaa!!!,” tuturnya.

Zaskia Adya Mecca berharap ia dan anak-anaknya bisa terus saling bekerja sama hingga mereka besar nanti. Bukan cuma saat ini.

“Terus saling bantu sampai besar ya sayang, moment simpel Bhre ga bisa naik, Kala nolongin.. Tapi bikin haru.. ku ngerasain banget sampai sekarang, punya kakak ade yang selalu siap dimintain tolong apapun, dan selalu jadi garda utama ketika ku butuh bantuan,” tutupnya.***

Komersialisasi Hasil Hutan Mengancam Keberlangsungan Hidup Suku Malind

0

Bogordaily.net – Sejak November 2020 hingga saat ini, perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT. Selaras Inti Semesta (SIS), aktif melakukan kegiatan dan penebangan pohon tanaman di wilayah Kampung Zanegi. Pada Maret 2021, PT. SIS juga melakukan ekspansi penebangan baru pada hutan alam di wilayah Kampung Wapeko, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke. Pada Tahun 2009 – 2016, PT SIS aktif melakukan penebangan kayu dari rimba alam di wilayah Kampung Zanegi dan Kampung Buepe, Distrik Kaptel. Lalu stagnan dan tidak ada kegiatan.

“Hutan sumber kehidupan masyarakat adat. Hutan hilang dan lingkungan rusak akan mengakibatkan masyarakat kesulitan mencari makan, mata pencaharian susah dan kesehatan masyarakat terganggu,” ungkapan ini disampaikan Bonefasius Gebze, tokoh masyarakat di Kampung Zanegi, Distrik Animha, Kabupaten Merauke.

Warga Kampung Zanegi resah dengan kembali aktifnya PT. SIS menebang hutan tanaman dan ancaman dampak yang ditimbulkan. Apalagi perusahaan PT. SIS tidak menanggapi permintaan masyarakat untuk menaikkan kompensasi pemanfaatan kayu dan sewa tanah, serta mengeluhkan penggunaan kayu untuk energi biomassa pembangkit listrik, namun bukan untuk Kampung Zanegi.

“Saat ini, perusahaan PT. SIS memberikan uang kompensasi sebesar Rp. 2.500 per kubik. Jumlah ini sama dengan kompensasi tahun 2010 dan kehidupan ekonomi masyarakat tidak ada perkembangan, padahal rimba sudah rusak”, jelas Vitalis Gebze, dari Kampung Zanegi.

Dalam perjanjian antara PT. SIS dan masyarakat Zanegi yang ditandatangani pada 12 Desember 2009, disebutkan pada pasal 5 ayat (2) kompensasi atas kayu hasil panen adalah: (1) Rp. 2000 setiap kubik untuk kayu yang berasal dari hutan alam; (2) Rp. 1500 setiap kubik untuk kayu yang berasal dari hutan tanaman. PT. SIS berdalil perihal kompensasi sudah sesuai yang diatur dalam Peraturan Gubernur Papua Nomor 64 Tahun 2012 tanggal 31 Desember 2012 tentang Standar Kompensasi atas Hasil Hutan Kayu dan Hasil Hutan Kayu yang Dipungut pada Areal Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat.

Investigasi Yayasan Pusaka Bentala Rakyat dan SKP Keuskupan Agung Merauke, menemukan masyarakat adat setempat belum sepenuhnya mengetahui konsekuensi dampak dari industri hutan tanaman dan manfaatnya.

Masyarakat belum sepenuhnya memahami dan menyepakati isi perjanjian, masyarakat tidak diberikan informasi dan dikonsultasikan yang memadai dan jujur tentang Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman Industri (RKUPHHK-HTI) yang memuat antara lain aspek kelestarian hutan, kelestarian usaha, aspek keseimbangan lingkungan dan pembangunan sosial ekonomi masyarakat setempat, sebagaimana Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.62/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2019 tentang Pembangunan Hutan Tanaman Industri.

Berdasarkan informasi Ditjen AHU, Kementerian Hukum dan HAM RI (2013), diketahui perusahaan HTI PT. SIS merupakan Perusahaan Modal Asing (PMA) yang berhubungan dengan Medco Group. PT. SIS mendapatkan izin dari Menteri Kehutanan No. SK.18/MENHUT-II/2009 tanggal 22 Januari 2009, dengan luas konsesi 169.400 ha, lebih kurang dari Kabupaten Bandung, Jawa Barat (176.796 ha), dengan waktu izin beroperasi perusahaan selama 60 tahun dan dapat ditambahkan 35 tahun.

Bisnis komersialisasi hasil hutan tersebut berpotensi mengancam keberlangsungan hidup masyarakat adat Marind dan kerusakan lingkungan alam dalam skala luas, dikarenakan konversi dan penghilangan kawasan hutan alam yang dilakukan, minim penghormatan dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat setempat dan perlindungan lingkungan hidup, murahnya nilai hasil hutan produktif, serta nilai bagi hasil yang tidak adil,

Yayasan Pusaka Bentala Rakyat dan SKP Keuskupan Agung Merauke, berpandangan pemerintah daerah Kabupaten Merauke, Provinsi Papua dan pemerintah pusat, segera mengambil langkah-langkah efektif untuk mengevaluasi dan mengaudit keberadaan dan izin perusahaan PT. Selaras Inti Semesta, maupun perusahaan pengguna hasil hutan industri, seperti PT. Merauke Narada Energi dan lainnya, yang dapat memberikan keadilan dan memulihkan hak-hak masyarakat adat Marind dan lingkungan alam setempat.

“Gubernur Provinsi Papua harus meninjau kembali Peraturan Gubernur Papua Nomor 64 Tahun 2012, yang berpotensi mempercepat penghancuran rimba Papua dan angka bagi hasil yang tidak adil, tidak berpihak pada masyarakat adat setempat” jelas Franky Samperante, aktifis Yayasan Pusaka Bentala Rakyat.

Sebagaimana perintah peraturan perundangan, Pemerintah Kabupaten Merauke sebaiknya juga segera mewujudkan kewajibannya untuk menghasilkan peraturan daerah yang dapat melindungi dan menghormati keberadaan dan hak- hak masyarakat adat, dapat memberdayakan masyarakat adat dengan berbagai program berbasiskan pengetahuan inovatif setempat. Demikian pula, perusahaan harus konsisten dengan isi perjanjian, antara lain melindungi tempat-tempat yang dianggap penting untuk masyarakat tidak akan digusur dan tetap dipertahankan (pasal 3 ayat 4), tempat penting yang memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat adalah tempat keramat, jalur leluhur, tempat pelestarian adat, dusun sagu dan hutan berburu.

“Perusahaan PT. SIS wajib menghormati hak-hak masyarakat adat Marind setempat, termasuk menerima sikap keputusan masyarakat yang tidak menghendaki hutan adat mereka digusur dan digunakan untuk kepentingan perusahaan”, ungkap Okto Waken, aktifis SKP Keuskupan Agung Merauke.

Catat! Orang yang Tidak Vaksinasi Rentan Terpapar Virus Delta

Bogordaily.net – Beberapa orang yang terinfeksi varian delta memiliki gejala yang sejalan dengan flu biasa.

Namun ada juga bukti awal yang menunjukkan bahwa gejala orang lain mungkin lebih terasa dengan varian delta.

“Kami telah melihat bahwa tingkat rawat inap tampaknya meningkat pada populasi yang lebih muda dengan varian delta,” kata kepala petugas medis sebuah perusahaan perawatan kesehatan yang berkantor pusat di Tennessee, Premise Health, Jonathan Leizman, dikutip laman Huffpost, Minggu (18 Juli 2021).

Namun, hingga kini, tidak ada konsensus ilmiah tentang varian delta yang cenderung membuat orang lebih sakit daripada strain awal.

“Sekarang ada data yang keluar dari Inggris dan Skotlandia yang menunjukkan bahwa tingkat keparahan penyakit dapat meningkat, dan mungkin mengarah pada peningkatan risiko rawat inap,” kata dokter spesialis penyakit menular di Wexner Medical Center di Ohio State University, Carlos Malvestutto.

Malvestutto mengatakan, orang yang tidak divaksinasi sangat rentan karena varian baru, khususnya varian delta. Varian ini menular lebih cepat dan mungkin menyebabkan penyakit yang lebih parah.

Sementara sebagian besar kasus baru dan rawat inap terjadi pada mereka yang belum divaksinasi COVID-19, yaitu sekitar 99 persen infeksi baru di beberapa bagian negara.

Apa yang disebut “kasus terobosan” memang terjadi di antara mereka yang telah menerima kedua suntikan vaksin Pfizer-BioNTech atau Moderna atau vaksin dosis tunggal Johnson & Johnson.

Tapi, menurut data yang tersedia, gejala yang dialami orang dalam kasus terobosan tersebut cenderung relatif ringan. Sekitar sepertiga orang yang terinfeksi setelah divaksinasi lengkap, misalnya, sama sekali tidak menunjukkan gejala.

CDC sekarang hanya melacak kasus terobosan yang mengakibatkan rawat inap atau kematian, jadi tidak ada data yang benar-benar kuat melihat berapa banyak orang yang mengalami gejala ringan pasca-vaksin atau tidak ada gejala sama sekali.

Sayangnya pula, tidak ada kejelasan tentang varian apa yang mungkin dialami orang-orang tersebut yang terekam.

Pada akhirnya, tujuan vaksinasi tidak hanya untuk mengurangi penularan tetapi juga secara drastis mengurangi rawat inap dan kematian dan vaksin telah melakukan hal itu.

“Sebagian besar individu yang divaksinasi lengkap tidak memiliki konsekuensi penyakit yang parah, yang membuat kami berpikir gejalanya mungkin lebih ringan secara umum untuk individu yang divaksinasi lengkap,” kata Leizman.

Kasus terobosan juga masih jarang terjadi di Amerika Serikat (AS). Itulah sebabnya para ahli kesehatan bersikeras bahwa mendapatkan vaksinasi adalah hal terbaik yang dapat dilakukan orang untuk menjaga diri mereka sendiri dan orang lain tetap aman dan untuk menghindari timbulnya gejala apapun sama sekali.

“Saya dalam keadaan di mana kita melihat peningkatan yang signifikan pada pasien rawat inap dan mereka semua adalah orang yang belum divaksinasi, yang sangat sulit dan menghancurkan, karena ini benar-benar dapat dicegah,” kata Powderly.***