Saturday, 25 April 2026
Home Blog Page 7146

OMG! Jeff Bezos Hobi Makan Gurita Saat Rapat

Bogordaily.net – Meski para miliarder punya karier melejit, usaha sukses, hingga harta berlimpah, rupanya tidak menutupi kemungkinan bahwa mereka memiliki suatu kebiasaan yang tergolong unik. Seperti hobi mengonsumsi makanan ekstrem atau langka. Salah satunya adalah Jeff Bezos

Mungkin sebagian orang akan berpikir, pengusaha sukses seperti Jeff Bezos, cenderung menyantap makanan mewah yang dibuat langsung oleh juru masak pribadi. Tetapi, siapa sangka? Justru miliarder seperti dia, lebih dikenal karena selera makan yang ‘aneh’.

Kebiasaan makan sehari-hari ala CEO Amazon itu tergolong sehat. Ia tidak pernah melupakan sarapan, bahkan menu makannya pun tidak mengandung lemak sama sekali. Ia lebih memilih makanan yang simpel, lezat, nikmat tapi tanpa lemak.

Namun, satu menu yang wajib ia santap adalah gurita. Mengutip SCMP ia mengatakan tiap kali pertemuan bisnis, setidaknya harus ada seporsi gurita tersaji saat waktu makan tiba. Bezos menyukai gurita Mediterania, biasanya ia nikmati dengan kentang, bacon, serta telur rebus.

Tampaknya, fakta unik tentang pria berkepala plontos ini merupakan salah satu daya tariknya. Selain memang dikenal karena mahir dalam berbisnis, nyatanya orang-orang cukup terkejut karena kebiasaan makannya itu.***

Waduh! Sri Mulyani Akui Orang Miskin di Indonesia Bertambah

Bogordaily.net – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui orang miskin di Indonesia pada tahun 2020 bertambah akibat pandemi Covid-19. Padahal, pada tahun 2019 kemiskinan di Indonesia sempat menurun.

“Kemiskinan meningkat. Padahal September 2019 terjadi penurunan jadi 9,22 persen namun munculnya Covid-19 maka kemiskinan naik ke 10,19 persen,” kata Sri Mulyani dalam video virtual, Rabu (21 Juli 2021) seperti dikutip dari Okezone.

Namun, Sri Mulyani mengatakan saat ini tingkat kemiskinan mulai bisa ditekan ke level 10,14 persen dengan adanya sejumlah program bantuan dari pemerintah.

“Ini akan kita lanjutkan sehingga bisa pulihkan kembali tidak hanya perekonomian tapi juga kondisi kesejahteraan masyarakat kita. Dengan perlindungan sosial tahun lalu dan tahun ini berhasil tahan kemiskinan kita,” katanya.

Dia menambahkan, adanya program perlindungan sosial tahun ini dinaikkan bisa mengurangi masyarakat miskin di Indonesia.

“Kalau kita tahan perlindungan sosial maka kemiskinan bisa naik dan bisa mencapai level pemburukan 11,2%. Tapi ini di level 10,14%” katanya.***

Bunga Zainal Disindir, Netizen: Banyak Duit Kok Gak Kurban?!

0

Bogordaily.net – Bunga Zainal sepertinya tak pernah lepas dari ocehan para netizen. Kali ini, ia dibilang banyak duit tapi tidak ikut kurban di Hari Raya Idul Adha.

Tudingan netizen itu disampaikan lewat Direct Message (DM) Instagram. Bunga Zainal kemudian mengunggahnya di Instagram story.

“Banyak uang kembali nggak kurban. Banyak duit kok nggak kurban,” tulis netizen, Rabu 21 Juli 2021.

Dituding seperti itu, Bunga Zainal pun merasa aneh. Ia heran lantaran di Hari Raya Idul Adha masih saja ada warganet yang usil kepadanya.

Terlebih menurutnya, berkurban atau tidak, itu urusan masing-masing.

“Aduh aduh lagi lebaran aja jari tak bisa ditahan bu. Mau kurban atau tidak pertama bukan urusan kamu,” kata Bunga Zainal mengomentari pesan tersebut.

“Dan kurban pun apa perlu diposting-posting? Beda orang beda pemikiran ya. Kalau saya tidak pernah mau memposting kurban sedang disembelih/pada saat kita proses pemotongan karena personal saya nggak tega!,” sambungnya.

Bagi istri Sukhdev Singh itu amal baik tak perlu diumbar agar orang tahu. Tapi ia juga tak mempermasalahkan bila ada yang berbeda pemikirannya.

“Kedua, kalau mau kurban ya kurban aja ngga perlu sosmed tau juga, buat apa? biar dipuji-puji? Kalo mau bersedekah ya sedekah aja tapi nggak perlu pamer. Prinsip aku begitu mbaku,” ungkap Bunga Zainal.

Tak sampai di situ, menurut Bunga Zainal, ingin berbuat baik dengan orang lain bukan selalu dengan cara berkurban. Tapi ia pun sadar berkurban merupakan salah satu syariat dalam agama Islam.

“Buat aku sedekah boleh apa saja tanpa harus kurban. Kenapa aku bilang begitu? Karena pribadi aku nggak tega melihat hewan-hewan disembelih, lalu diposting dan di video memperlihatkan prosesnya,” katanya.***

Peduli! Raffi Ahmad Sumbangkan Sapi Kurban untuk Nakes

Bogordaily.net – Pada momen Idul Adha tahun ini, Raffi Ahmad rupanya memutuskan untuk menyumbangkan sapi kurban bagi para nakes (tenaga kesehatan) yang sudah berjuang membantu para pasien Covid-19.

Raffi Ahmad memiliki alasan tersendiri kenapa memberikan hewan kurbannya kepada para nakes, selain kepada mereka yang membutuhkan.

Raffi Ahmad menyumbangkan sapi yang lumayan besar untuk para Nakes yang selalu siap di garda terdepan dalam penanganan pasien Covid-19.

“Kemarin kita sempat sumbangin juga satu sapi kita ke tenaga kesehatan, temen saya ada. Kita serahkan nakes ada, masjid di Bandung ada. Lumayan sapinya juga 900 kilogram,” papar Raffi Ahmad.

Raffi Ahmad berharap pandemi akan segera usai pada tahun mendatang. Di sisi lain ia juga berkeinginan untuk bisa kurban pada Idul Adha tahun depan.

“Kalau sapi aku enggak niatin. Kayak sedapatnya saja pokoknya yang baik, sapinya yang bagus, layak. Sudah berapa pun ada kita ambil,” ungkap Raffi Ahmad.***

Konsumsi Kelapa Hijau Efektif Turunkan Suhu Badan ketika Panas

0

Bogordaily.net – Di masa pandemi yang juga belum mereda, saat ini banyak orang mencari kelapa hijau yang dianggap bisa menurunkan panas dan bisa meningkatkan imun.

Seperti diungkapkan pedagang kelapa di sepanjang Jalan Raya Pondok Udik, Kemang, Kabupaten Bogor, saat ini banyak orang yang mencari kelapa hijau untuk menurunkan panas, terlebih saat ini banyak yang sakit.

“Satu orang itu ada yang beli 2 sampai 3 buah. Katanya si buat nurunin panas mereka beli dan meningkatkan imun,”kata pedagang kelapa hijau Maman, Kamis 21 Juli 2021.

Maman mengatakan untuk penjualan kelapa hijau awal-awal kasus Covid-19 naik, bahkan dirinya sampai kewalahan melayani pembeli, baik warga sekitar maupun pengguna jalan yang sengaja berhenti di lapaknya untuk membeli kelapa.

“Sempat kawalahan selain warga yang membeli lebih dari satu. Malah ada pengguna jalan yang berhenti untuk membelinya,”kata Maman.

Maman mengatakan di lapaknya tersebut sempat kehabisan stok buah kelapa hijau.

“Sempat terjadi kekosongan di lapak saya. Karena dua hari sempat gak jualan kelapa,”katanya.

Untuk harga saat ini sambung Maman kelapa biasa itu ada kenaikan biasanya menjual Rp 10 ribu per buah saat ini Rp 12 ribu per buah.

Sedangkan untuk kelapa hijau itu kenaikan cukup tinggi. Biasanya hanya menjual Rp 15 ribu per buah, sekarang bisa menjual Rp 35 ribu per buah.

“Untuk kelapa hijau paling murah itu Rp 25 ribu, kenaikan itu emang beli dari petaninya sudah mahal,”katanya.

Hal serupa diungkapkan Penjual kelapa lain bernama Mega (34), dirinya biasa menjual 5 buah per hari sebelum kasus Covid-19 melonjak, namun untuk saat ini lebih dari 5 buah.

“Kalau sekarang kelapa hijau sebelum Covid-19 naik biasanya hanya sebagian orang saja paling sehari 5 buah kelapa hijau. Tapi, sekarang saat banyak warga terpapar banyak yang mencari dan saya bisa menjual 10 buah kelapa hijau per harinya,”katanya.

Mega mengatakan kelapa hijau itu sebenernya hanya air buah kelapanya saja yang diminum, yang dipercaya sebagai obat untuk menurunkan panas.

“Untuk kelapa hijau buahnya ada. Tapi jarang. kebanyakan orang membeli kelapa hijau itu airnya saja uang dikonsumsi atau diminum yang katanya biasa turunkan panas,”pungkasnya.***

Taqy Malik Kurban Sapi Limosin Jauh dari Rumahnya

Bogordaily.net  – Di momen Idul Adha tahun ini, Taqy Malik tidak lupa untuk berkurban, tidak tanggung-tanggung seekor sapi Limosin dengan bobot 1,1 ton.

Kali ini, Taqy memilih untuk berkurban sapi limosin di kawasan Jakarta Selatan, tepatnya di Masjid Al Falah Mampang.

Taqy memiliki alasan memutuskan untuk berkurban di kawasan yang jauh dari rumahnya.

“Pertama kenapa di masjid Al Falah itu dekat kantor saya dan saya kalau shalat lima waktu di sana. Kedua saya juga sudah dekat sama warga di sana,” kata Taqy Malik yang dilansir dari kumparan.

“Jadi, pengin saya memberdayakan kawasan sekitar kantor dulu,” sambungnya.

Taqy Malik juga menambahkan kalau ia juga sudah akrab dengan warga sekitar.

Bahkan Taqy jauh lebih dekat dengan warga di sekitar kantornya, daripada dibandingkan dengan warga di lokasi rumahnya saat ini yakni Pondok Indah.

“Sudah akrab banget, makanya kurban dibagikan di sana,” jelasnya.

Taqy menyebut jika ia menyembelih sendiri hewan kurbannya.

“Iya motong sendiri. Yang penting kan kita menjaga protokol kesehatan, jadi habis motong langsung pulang, pakai masker, jangan sampai lupa cuci tangan,” paparnya.

Taqy Malik berharap tahun depan ia bisa berkurban dengan berat sapi yang lebih besar lagi.

“Kita sih berharap tahun depan lebih maju lagi, lebih besar lagi, karena segala sesuatu yang kita kurbankan akan kembali membimbing kita ke akhirat nanti,” pungkasnya.***

Ini Syarat Pekerja di Bogor yang Bisa Dapat Subsidi Gaji Rp 1 Juta…

BOGORDAILYIni kabar gembira buat warga Bogor dan sekitarnya. Pemerintah akan memberikan subsidi gaji Rp 1 juta untuk pekerja di daerah PPKM level 4.

Namun, tak semua pekerja yang mendapatkan bantuan subsidi upah itu. Hanya pekerja yang gajinya di bawah Rp 3,5 juta yang mendapat bantuan.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, jika pekerja di wilayah PPKM level 4 yang UMK-nya di atas Rp 3,5 juta, maka menggunakan UMK sebagai batas kriteria upah.

Lantas, daerah mana saja selain wilayah Bogor di Jawa Barat yang pekerjanya juga akan menerima subsidi gaji Rp 1 juta?

Berikut daftar wilayah yang masuk kategori PPKM level 4 di Jawa Barat:

  • Provinsi Jawa Barat yang masuk kriteria level 4 meliputi, Kota Bogor, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kota Sukabumi, Kota Depok, Kota Cirebon, Kota Cimahi, Kota Bekasi, Kota Banjar, Kota Bandung dan Kota Tasikmalaya.

Nantinya, subsidi gaji itu akan diberikan sebesar Rp 500.000 selama dua bulan dalam sekali pencairan. Artinya, pekerja akan menerima bantuan tersebut sebesar Rp 1 juta.

Adapun data yang diambil pemerintah untuk penerima subsidi upah itu berdasarkan data dari BPJS Ketenagakerjaan dengan batas waktu pengambilan 30 Juni 2021. Sehingga, hanya pekerja yang terdaftar sebelum tenggat waktu tersebut lah yang akan mendapat subsidi gaji.

Syarat Penerima Subsidi Gaji

  • Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan
  • Terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan
  • Peserta yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah dibawah Rp3,5 juta sesuai upah yang di laporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan
  • Pekerja dengan gaji maksimal Rp 3,5 juta per bulan atau maksimal sesuai UMK apabila daerah yang masuk PPKM level 4 memiliki UMK di atas Rp 3,5 juta
  • Pekerja yang akan mendapat BLT subsidi gaji adalah mereka yang bekerja pada industri barang konsumsi, perdagangan dan jasa kecuali jasa pendidikan dan kesehatan, transportasi, aneka industri properti, dan real estate.  (kpc)

Gerai Vaksin Presisi Sukabumi Beri Cinderamata Wardah

Bogordaily.net – Polres Sukabumi Kota kembali menyelenggarakan Gerai Vaksin Presisi bagi warga masyarakat di halaman Barak Dalmas, Jalan KH A Sanusi Warudoyong Kota Sukabumi, Senin (19 Juli 2021).

Gerai vaksin ini mulai dibuka sejak 19, 21 sampai 22 Juli 2021, menargetkan 1.000 warga mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni saat melakukan monitoring vaksinasi di Gerai Vaksin Presisi.

“Kami menargetkan ada 1.000 warga yang divaksin, dan hingga Senin (19 Juli 2021) siang lalu sudah ada 440 warga yang mendaftar dan 439 yang berhasil menjalani vaksinasi,” ujar Sumarni kepada awak media, Selasa (20 Juli 2021).

Dalam kegiatan ini terdapat tiga pembagian shif bagi para nakes yang terlibat, baik dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi maupun Dinas Kesehatan Kota Sukabumi.

Sumarni mengatakan, seluruh masyarakat yang telah menjalani vaksinasi dan mendapatkan kartu vaksin berhak mendapatkan cenderamata dari PT Paragon (Wardah kosmetik).

“Kami juga kerjasama dengan PT Paragon, bagi warga masyarakat yang sudah divaksin dan bisa menunjukan kartu vaksinnya, dapat cenderamata berupa handsanitizer dari PT Paragon Wardah,”

Cakupan vaksinasi Covid-19 di Kota Sukabumi Masih yang tertinggi di Jabar.

Berdasarkan data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional/KPC PEN per 16 Juli 2021 Kota Sukabumi menempati peringkat ketiga tertinggi vaksinasi Covid-19 di Jabar.

”Kota Sukabumi masih menempati peringkat ketiga cakupan vaksinasi Covid-19 tertinggi di Jawa Barat,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi Lulis Delawati, Senin (19 Juli 2021).

Data dari KPC PEN per 16 Juli 2021 menyebutkan untuk dosis ke satu Kota Sukabumi telah mencapai sebanyak 29.50 persen dan dosis dua sebanyak 11.78 persen.

Sementara posisi pertama cakupan vaksinasi tertinggi masih ditempati Kota Bandung dengan dosis satu sebanyak 34.70 persen dan dosis dua 18.99 persen.

Peringkat kedua yaitu Kota Cirebon dosis satu 33.46 persen dan dosis dua 16.78 persen.

Sementara posisi ke empat setelah Kota Sukabumi yakni Kota Banjar untuk dosis satu 29.20 persen dan dosis kedua 11.03 persen.

Untuk posisi kelima yakni ditempati Kota Bogor dosis satu 26.20 persen dan dosis kedua 14.34 persen.***

Wagub DKI Angkat Bicara, Tarif Kremasi Jenazah Covid-19 Mahal

Bogordaily.net – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria akhirnya angkat bicara terkait tingginya tarif kremasi jenazah Covid-19 di Jakarta.

Sebagaimana dikabarkan bahwa tarif kremasi jenazah Covid-19 di Jakarta bisa mencapai hampir Rp 50 juta.

Berdasarkan hal tersebut Wagub DKI meminta pengelola tempat kremasi untuk tidak mencari keuntungan di masa sulit ini.

“Tentukan harga tarif yang wajar dan terjangkau bagi kepentingan masyarakat banyak. Jadi jangan ada lagi yang mematok harga tidak wajar atau berlebihan,” kata Riza di RPH Dharma Jaya, Jakarta, Selasa (20 Juli 2021).

Riza menambahkan, saat seperti ini harusnya dimanfaatkan untuk saling tolong-menolong dan membantu terhadap sesama yang membutuhkan.

Bukan mencari keuntungan dengan mematok tarif kremasi jenazah Covid-19 dengan harga yang tinggi.

Wagub DKI juga mengatakan, Pemprov DKI Jakarta saat ini berniat menyiapkan tempat untuk melakukan kremasi jenazah.

“DKI memang berniat untuk menyiapkan tempat kremasi, konsepnya dan tempat dan sebagainya. Supaya (tarifnya) murah dan baik untuk kepentingan masyarakat,” pungkas Wagub DKI.***

Wanita Ini Terancam 5 Tahun Penjara Setelah Ambil Hp Orang yang Jatuh

0

Bogordaily.net – Seorang wanita di Malang harus terancam menerima hukuman 5 tahun penjara di Polsek Turen, karena tertangkap CCTV saat mengambil HP orang yang terjatuh di depannya.⁣

Penyelidikan polisi memastikan wanita berinisial TK (30) itu mengambil HP bukan miliknya. TK yang merupakan warga Binangun, Kabupaten Blitar terancam hukuman lima tahun penjara.⁣

Kapolsek Turen Kompol Suko Wahyudi menjelaskan, pencurian HP dilakukan tersangka saat berada di ruang tunggu sebuah bank.

“Tanpa disadari HP milik korban terjatuh dan kemudian diambil oleh tersangka. Setelah mengambil uang di ATM, tersangka meninggalkan lokasi tanpa memberitahu korban bahwa HP-nya terjatuh di lantai,” jelas Suko dikutip dari detikcom, Jumat 16 Juli 2021.

Setelah sadar HP miliknya hilang, korban kemudian melapor ke Polsek Turen, dengan membawa rekaman CCTV di lokasi kejadian, polisi kemudian menyelidiki dan mengidentifikasi pelaku.⁣

Dua minggu berselang, tersangka kembali datang ke bank tersebut, untuk membetulkan kartu ATM yang rusak. TK saat itu tak menyadari jika dirinya telah diincar oleh polisi.

Security bank yang melihat keberadaan tersangka langsung melapor ke Polsek Turen.⁣ Tanpa perlawanan tersangka akhirnya diamankan bersama barang bukti HP milik korban.

“Barang bukti berupa HP tak dijual, melainkan dipakai sendiri,” imbuh Suko.⁣

Kepada polisi, ibu rumah tangga itu mengaku tak menyangka perbuatannya berujung ancaman penjara.

“Saya tidak tahu, mengambil HP orang yang terjatuh bisa dipidana. HPnya saya pakai sendiri tidak saya jual,” ucap TK.***