Tuesday, 21 April 2026
Home Blog Page 7197

Tren Kematian Akibat Covid-19 Meningkat, Pemkab Bogor Dapat Bantuan 50 Peti Jenazah

Bogordaily.net – Tingginya angka yang meninggal dunia akibat Covid-19 di Kabupaten Bogor dengan rata-rata 10-20 perhari, menjadi perhatian dari pelaku usaha. Seperti yang dilakukan DPC Askonas Kabupaten Bogor yang menyumbang 50 peti jenazah dan 200 pack beras.

Ketua Harian DPC Askonas Kabupaten Bogor Mely Maria Silviano menjelaskan walaupun dunia usaha di masa pandemi Covid 19 ini sedang lesu, jajarannya tetap memaksa diri untuk bisa membantu pasien Covid 19 atau masyarakat yang kurang mampu.

“Tidak perlu menunggu dunia usaha sedang baik, kami pun memaksa diri untuk ikut bahu membahu karena ini saat yang paling tepat karena kalau menunggu selesainya masa pandemi Covid 19 maka bisa dikatakan sudah terlambat,” jelas Mely.

Ia melanjutkan dalam proses pemberian bantuan 50 peti jenazah dan 200 pack beras ini, pihaknya sudah berkordinasi dahulu sebelumnya dengan Pemkab Bogor.

“Agar bantuan tepat kebutuhan maka sebelumnya kami sudah menanyakan kebutuhan masyarakat ke Pemkab Bogor, kami juga menyerahkan bantuan ini untuk selanjutnya disalurkan pemerintah daerah karena sangat luasnya wilayah Kabupaten Bogor, hingga kami tak bisa datang ke masyarakat yang membutuhkan di banyak tempat,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin menuturkan bantuan dari DPC Askonas Kabupaten Bogor ini meringankan tugas Pemkab Bogor, karena setiap harinya 10 hingga 20 orang pasien Covid 19 telah meninggal dunia.

“Sejak awal Bulan Juli tren pasien Covid 19 yang meninggal dunia ada peningkatan bahkan pernah 23 orang meninggal dunia dalam satu hari, hingga bantuan peti jenasah, beras dan tabung oksigen benar-benar tepat kebutuhan,” tutur Ade.

Politisi PPP itu mengajak semua pihak bahu membahu, bergotong royong dan peduli sesama kepada pasien Covid 19 dan keluarganya yang tergolong kurang mampu.

“Di masa pandemi Covid-19 ini saya mengajak semua pihak bahu membahu, bergotong royong, berat sama dijinjing ringan sama dipikul dan peduli sesama maka bersama kita bisa dalam menangani wabah virus corona (Covid 19),” ucapnya usai menerima bantuan peduli Covod 19 dari DPC Askonas Kabupaten Bogor, Senin 12 Juli 2021.

Selain itu lanjut ia menerangkan bahu membahu bukan hanya tentang paket sembako, peti jenasah, tabung oksigen atau lainnya, tetapi juga bagaimana mengurangi potensi penularan wabah Covid 19.

“Bahu membahu ini dimulai dari pencegahan penyebaran wabah dengan disiplin melaksanakan protokol kesehatan (Prokes) Covid 19. Bantuan 50 peti jenasah dan 200 pack beras dari DPC Askonas ini semoga diikuti oleh asosiasi pengusaha lainnya,” pungkasnya.***

Pakar UGM Ini Ngamuk Vaksin COVID Kok Jadi Berbayar!

0

BOGORDAILY- Tarif vaksinasi COVID-19 berbayar untuk kelompok individu membuat ngamuk Pakar politik UGM, Prof Wahyudi Kumorotomo. Ia menyebut langkah pemerintah itu tak bisa dibenarkan, karena bisa dikategorikan berbisnis dengan rakyatnya.

Pengamat kebijakan publik Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Wahyudi Kumorotomo menyebut kebijakan ini bisa menimbulkan kesan negara tengah berbisnis dengan rakyat. “Kalau sudah dicabut ya syukur. Tapi kalau belum, ya kita perlu teriak lantang itu. Bahwa itu negara sudah nggak benar ini, berbisnis dengan rakyatnya,” kata Prof Wahyudi seperti dilansir detik.com, Senin (11/7/2021).

Wahyudi menyebut, kebijakan pemerintah yang menggulirkan vaksin berbayar tidak etis. Meskipun, kata Wahyudi, dengan dalih untuk mempercepat proses herd immunity.

“Seperti sudah sering disampaikan juga di media kebijakan untuk membuka vaksinasi berbayar entah itu namanya vaksin gotong-royong atau vaksin pelengkap atau apa itu sebenarnya seperti kita ketahui itu tidak etis dan kurang bijaksana,” sebutnya.

Wahyudi berpendapat pemerintah seharusnya mempercepat proses vaksinasi gratis agar kekebalan komunal bisa segera tercapai. Dia menyebut perbedaan vaksinasi gratis dan berbayar justru akan membuat publik ragu dengan kualitas vaksin tersebut.

“Karena kecenderungan pembedaan dua jalur itu mengakibatkan jangan-jangan nanti persepsi orang tentang vaksin yang berbayar ini seolah-olah lebih baik atau lebih ampuh dari pada vaksin gratis,” katanya.

Dia menilai kebijakan ini justru mengindikasikan pemerintah telah ingkar terhadap konstitusi. Dalam Pasal 28 UUD 1945 disebutkan setiap masyarakat berhak mendapatkan pelayanan kesehatan, artinya negara harus menjamin kesehatan semua warganya.

“Nah saya kira ini jelas pemerintah seperti mengingkari bahwa kesehatan itu kan merupakan tugas negara ya setiap warga itu punya hak konstitusional,” urainya.

“Sudah tercantum itu di Pasal 28 UUD 45 termasuk yang sudah diamandemen bahwa kesehatan itu harus diselenggarakan oleh pemerintah, oleh negara. Negara itu bertanggung jawab untuk menjamin kesehatan semua warganya,” sambungnya.

Sesuai amanat konstitusi, Wahyudi meminta agar tidak ada vaksin berbayar. Apalagi jika ujungnya hanya untuk mengambil keuntungan dan memperkaya segelintir orang.

“Iya, kalau menurut saya ini kewajiban negara, tidak ada istilah vaksin kok berbayar. Jangan kemudian setelah itu masih mengambil untung lagi apalagi ini belum tentu kepentingannya masuk ke kas negara barangkali hanya sebagian dari petinggi di BUMN atau sebagian pebisnis yang akan mendapatkan keuntungan,” ujar Guru Besar Fisipol UGM itu.

“Jadi kalau kemudian dibisniskan nah ini menjadi masalah. Karena dengan demikian pemerintah tidak menyelenggarakan kepentingan umum, tidak menyelenggarakan hak atau istilahnya hak asasi setiap warga negara untuk memperoleh sarana kesehatan bagi semua rakyat dan itu wajib dilaksanakan oleh negara,” pungkasnya. (tim)

 

 

Polda Metro Jaya Tangkap dr. Lois Owien

0

Bogordaily.net – Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan membenarkan Polda Metro Jaya telah menangkap dr. Lois Owien.

“Iya benar ditangkap,” kata Ramadhan saat dihubungi via telepon seluler, Senin 12 Juli 2021.

Ramadhan mengatakan, penangkapan dilakukan Unit Siber Krimsus Polda Metro Jaya pada Minggu 11 Juli 2021, sore sekitar pukul 16.00 WIB di Jakarta.

Ramadhan belum memerinci pasal apa yang menjerat Louis hingga berurusan dengan Polisi. Rencananya, rilis terkait penangkapan dr Lois akan digelar siang ini oleh Mabes Polri.

Selain itu, perkara penangkapan Lois dilimpahkan ke Mabes Polri untuk ditangani lebih lanjut.

Secara terpisah, penangkapan Lois juga dibenarkan juga oleh dokter Tirta selaku perwakilan IDI yang hadir ke Polda Metro Jaya dimintai keterangan sebagai saksi.

“Setahu saya sih ketika wawancara saksi ya setahu saya kalau tidak salah menyebarkan informasi yang bisa menghambat penanganan wabah. Jadi kalau tak salah kena UU Wabah yang intinya menghalangi penanganan wabah di Indonesia. Kemarin saya juga dimintai jadi saksi ahli untuk wawancara memberikan statement dia (Lois),” kata Tirta.

Lois melakukan wawancara dengan salah satu penyiar Podcast Babeh Aldo (PBA) dan tersebar luas di media sosial.

Dalam wawancara tersebut Lois menyebutkan pandemi ini berjualan vaksin dan obat.

“Namanya juga plandemi’ berdasarkan beberapa pengalaman sebelumnya, kan pernah pandemi. Yang namanya pandemi dengan nama virus, pandemi dengan nama virus yang dipatenkan itu tujuan akhirnya adalah vaksin,” kata Lois dalam wawancara PBA.***

Sebut Covid Bukan Virus, Dr. Lois Dilaporkan ke Polda Metro

Bogordaily.net – Dokter Lois Owien belakangan ini menjadi perbincangan hangat di media sosial karena pernyataannya yang kontroversi terkait Covid-19.

Sosoknya pun dipanggil IDI atas pernyataan ‘kematian Covid-19 akibat interaksi obat’

Tidak sampai di situ, adalagi yang terbaru dari dr. Lois dan Kembali menghebohkan public dengan pernyataan Covid bukan virus.

Bahkan, dr. Lois juga menyematkan pernyataan Covid-19 bukan virus Corona pada akun twitternya, @LsOwien.

Di akun twitternya, dr. Lois adalah seorang dokter Anti Aging, cabang ilmu kedokteran yang bertujuan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya penyakit yang berhubungan dengan proses penuaan.

Seorang pengacara bernama Pitra Romadoni, mengatakan pernyataan dari dr. Lois dapat menimbulkan keresahan dan juga keributan di masyarakat.

Sehingga perlu mengambil Langkah hukum untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

“siang ini jam 2 akan melaporkan yang bersangkutan ke Polda Metro Jaya,” kata Pitra

Pitra mengatakan, pernyataan dr Louis mengenai ‘Covid-19 bukan virus’ sangat mengkhawatirkan.

Apalagi saat ini pemerintah tengah menekankan penularan dengan memberlakukannya PPKM Darurat.

“pernyataan tersebut dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat,” kata pitra.

IDI sedang menunggu respon dari dr. Lois untuk klarifikasi pernyataan ‘kematian Covid akibat interaksi obat’.

“Sudah dipanggil. Nunggu respon yang bersangkutan,” ujar ketua IDI, Daeng M Faqih.

Pernyataan tersebut juga mendapat respons dari salah satu relawan Covid-19. Dr Tirta mengatakan pernyataan dr. Louis harus bisa dibuktikan secara ilmiah di hadapan para ahli.***

Selama PPKM Darurat, Disdukcapil Kota Bogor Tetap Layani Masyarakat 

Bogordaily.net – Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor, Jalan Achmad Adnawijaya No.45, RT01/RW16, Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat saat PPKM Darurat.

Disaat PPKM Darurat seperti ini untuk pelayanan dokumen masyarakat tetap berjalan seperti biasanya, Senin 12 Juli 2021.

Kepala Disdukcapil Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto mengatakan, Layanan Disdukcapil, merupakan layanan Esensial, melayani masyarakat tentu ketentuannya sesuai dengan surat edaran Wali Kota Bogor.

“Kita bekerja dari pukul 07:00 WIB sampai pukul 12:00 WIB, tetap melayani masyarakat di kantor Disdukcapil maupun di Kecamatan,” ujar Kepala Disdukcapil Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto kepada Bogordaily.net.

Sujatmiko menambahkan, Petugas yang Work From Home hanya 25 persen. Nantinya bergantian WFH nya, karena dibatasi di kantor.

Lagi pandemi, kata Sujatmiko, ada pembatasan. Ada yang daftar secara online dan selama PPKM Darurat masyarakat yang datang ke Disdukcapil itu sudah mengambil dokumen saja, tidak perlu mengantri karena melalui layanan online.

Kemudian Sujatmiko mengatakan, jangan bingung dan jangan ragu untuk datang ke Disdukcapil.

“Jangan bingung ngurus berkas, langsung datang ke sini nanti akan ada petugas yang siap melayani warga Kota Bogor, ingat sesuai prokes ya, harus pake masker,” ungkapnya.

Perlu diketahui, sekarang mengurus dokumen-dokumen seperti Akte, Kartu Keluarga dan KTP bisa di urus di Kecamatan.

Supaya penumpukan atau ramainya masyarakat yang datang ke kantor disdukcapil bisa terurai. Paling yang datang ke Disdukcapil hanya pemula saja seperti mengurus KTP.

Saat masuk ruangan untuk mengurus dokumen harus di cek suhu tubuh, pakai hand sanitizer dan harus memakai masker.***

Hebat, Dosen IPB Uversity Ciptakan Aplikasi untuk Menyusun Formula Jamu

Bogordaily.net – Indonesia sudah terkenal akan kekayaan tanaman obat. Namun demikian, masih banyak tanaman obat lokal yang belum dieksplorasi lebih lanjut.

Pengusaha industri obat herbal atau jamu serta masyarakat, menggunakan ramuan yang telah diwariskan untuk mengobati penyakit tertentu.

Padahal masih banyak tanaman Indonesia yang belum dieksplorasi yang berpotensi untuk mengobati berbagai penyakit.

Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menciptakan IJAH Analytics. IJAH adalah kependekan dari Indonesia Jamu Herbs.

Yakni aplikasi yang dapat memberikan solusi untuk menyusun formula jamu yang efektif.

Aplikasi yang dirintis oleh Sekretaris Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), IPB University ini melibatkan dosen, peneliti, dan mahasiswa IPB University sejak tahun 2013.

Pembuatan aplikasi ini dilatarbelakangi oleh keinginan melakukan saintifikasi jamu.

Aplikasi tersebut adalah sebuah sistem untuk memformulasikan obat herbal baru.

Sistem tersebut dibangun berbasis network pharmacology dan menggunakan metode machine learning.

Data yang terdapat pada IJAH meliputi data tanaman yang banyak diambil dari situs jamu.ipb.ac.id dan KnapSack, data senyawa yang diambil dari PubChem, data protein dari Uniprot, dan data penyakit dari OMIM.

“Kita ingin IJAH ini dapat menampung data biodiversitas tanaman beserta senyawa, serta protein target dan penyakit. IJAH juga memiliki kemampuan yang memungkinkan bagi peneliti, industri jamu besar maupun rumahan untuk dapat menghasilkan kandidat formula jamu. Prediksi formula ini dilakukan dengan menginputkan data tanaman atau senyawa untuk mengetahui target penyakitnya.

Atau dengan menginputkan penyakit tertentu untuk mengetahui tanaman atau senyawa yang berpotensi menyembuhkan penyakit tersebut. Namun kandidar formula ini harus tetap diuji secara pra klinis maupun klinis, sesuai prosedur dari Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM),” jelasnya.

Di awal pandemi, prinsip dalam IJAH Analytics telah digunakan untuk melakukan penapisan (screening) tanaman yang berpotensi sebagai anti virus Covid-19.

Antara lain jambu biji merah, kelor dan jeruk. Hasil tersebut kemudian dibandingkan dengan hasil pemodelan farmakopor yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Dari pemodelan ini, senyawa-senyawa flavonoid yang diperoleh adalah hesperidin dan quercetin yang divalidasi dengan metode molecular docking terhadap protein 3CLPro dengan lopinavir sebagai kontrolnya.

Saat ini penelitian tersebut sedang dilakukan uji pra klinis.

“Harus ada upaya kolaborasi antar peneliti sehingga basis data IJAH ini semakin lengkap dengan diperkaya oleh informasi tanaman lokal dan senyawa dari para peneliti di Indonesia. Dengan demikian IJAH dimanfaatkan tidak hanya oleh masyarakat Indonesia, namun juga oleh masyarakat dunia dan dikenal sebagai aplikasi yang bercirikan Indonesia karena berisi komoditas tanaman lokal Indonesia,” imbuhnya.

IJAH Analytics memiliki dua versi, versi pertama dinamakan SI-IJAH. SI-IJAH ini telah mendapatkan penghargaan 107 inovasi nasional dan telah menghasilkan produk jamu antidiabetes bernama Gluco R-1.

Bekerja sama dengan PT Biofarmaka Indonesia, produk tersebut telah lolos uji serta siap edar.

IJAH versi kedua, yaitu IJAH Analytics dan telah mendapatkan hak cipta yang dapat diakses secara gratis melalui http://ijah.apps.cs.ipb.ac.id/.

Pada IJAH Analytics versi kedua ini terdapat fitur untuk menemukan protein yang berperan penting terkait penyakit, memprediksi interaksi senyawa protein dan melakukan formulasi jamu.

Adapun tantangan pengembangan aplikasi ini adalah terkait dengan kesulitan memperoleh data senyawa dan tanaman lokal.

Pengembangan lebih lanjut dari IJAH Analytics dilakukan dengan menambahkan fitur sinergisitas antar senyawa.

Pada roadmap juga telah direncanakan untuk mengembangkan I-PRIME (IPB Precision Herbal Medicine Discovery System) yang menggabungkan prinsip IJAH Analytics dan Integrated Single Nucleotide Polymorphism Pipeline (ISNIP).

Hal ini untuk menanggapi perkembangan precision medicine, sebuah paradigma baru pengobatan presisi yang mempertimbangkan profil genetik.

“Penggabungan kedua prinsip tersebut bermanfaat untuk merancang obat herbal yang memperhatikan profil genetik pasiennya. Sehingga diharapkan tidak akan memberikan efek samping yang berbahaya,” jelasnya.***

Catat! Begini Cara Bikin Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP)

1

Bogordaily.net – Selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali hingga 20 Juli 2021 mendatang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberlakukan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) bagi masyarakat yang akan masuk ke wilayah Jakarta.

STRP ditujukan untuk masyarakat yang bekerja di sektor esensial, sektor kritikal, dan perorangan yang memiliki kebutuhan mendesak untuk masuk ke wilayah Ibu Kota.

Lalu apa saja yang menjadi persyaratan registrasi serta cara membuat Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP):

Persyaratan pekerja sektor esensial dan kritikal (perjalanan dinas dan rutinitas kantor)

Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon.
Surat tugas dari perusahaan.
Rombongan dapat melampirkan nama, nomor KTP, foto, alamat tempat tinggal. dan alamat yang dituju.
Sertifikat vaksin (masa transisi 1 minggu dari diumumkan/surat pernyataan vaksin dalam waktu dekat).
Foto 4×6 berwarna.
Rombongan wajib melampirkan di lampiran surat tugas.

Persyaratan perorangan dengan kebutuhan mendesak

Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon.
Sertifikat vaksin (masa transisi 1 minggu dari diumumkan/surat pernyataan vaksin dalam waktu dekat).
Foto 4×6 berwarna.

Cara membuat STRP

Masyarakat bisa mengajukan permohonan pembuatan STRP secara daring di laman https://jakevo.jakarta.go.id.

Kemudian mengisi formulir yang tersedia di laman Jakevo, mengunggah dokumen persyaratan dan melakukan submit.

UP PMPTS akan melakukan verifikasi berkas pemohon STRP Jakarta sebelum menerbitkan STRP.

Jika proses verifikasi sudah berhasil, DPMPTSP akan menerbitkan STRP pemohon.
STRP siap diunduh melalui jakevo.jakarta.go.id. Penerbitan maksimal 5 jam sejak dinyatakan berkas lengkap.

Saat pengecekan di lapangan, Anda cukup menunjukkan QR Code STRP Jakarta melalui handphone ke petugas.***

HMI Cabang Kota Bogor Terjunkan Relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19

Bogordaily.net – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Bogor, Herdiansyah Iskandar mengatakan bahwa dalam kondisi yang seperti ini sudah seharusnya saling bahu membahu.

Hal ini harus dilakukan demi kesembuhan Kota Bogor, khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

“Kita harus terus bergerak, membantu sebisa dan semampunya kita, karena diam bukanlah pilihan. Tetapi kita juga harus ingat dengan kesehatan diri kita,” kata Ketua Umum HMI Cabang Kota Bogor, Herdiansyah Iskandar, Senin 12 Juli 2021.

Oleh karena itu, Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kota Bogor mengajak seluruh elemen masyarakat maupun mahasiswa untuk sama-sama bergerak melakukan mencegah penyebaran Covid-19.

Awalnya, Herdiansyah menuturkan, Tim HMI Kota Bogor melihat kondisi Covid-19 di kota Bogor ini yang sangat menghawatirkan.

Dengan melihat data korban jiwa tiap harinya lumayan banyak dan perlu rasanya untuk membantu. Sekaligus menurunkan tim dari HMI Kota Bogor.

HMI

Tim diturunkan untuk ikut andil dalam pemulasaran jenazah Covid-19, dengan pendampingan dari tim Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor.

“Tim HMI pun langsung melakukan koordinasi dengan beberapa kader HMI Kota Bogor yang dirasa siap dan mampu untuk membantu dalam pemulasaran Jenazah Covid-19 di Kota Bogor ini,” ujarnya.

Tanpa ragu, Tim HMI dengan Beberapa Kader HMI Kota Bogor berkoordinasi dengan satuan gugus tugas terkait kesiapan tim.

“Enam orang kader HMI yang dalam waktu singkat pun langsung mendapatkan pengarahan dari Tim Satuan Gugus Tugas Pemulasaran Jenazah Covid-19 Kota Bogor,” ucapnya.

Terkait tata cara memandikan, mengkafani, membungkus, memasukan jenazah ke peti, mensholatkan hingga memakamkan jenazah Covid-19 yang dibantu oleh tim dari polresta Bogor Kota.***

Ditolak Naik Kereta, Kuli Bangunan Bingung Cara Bikin STRP

Bogordaily.net – Pemberlakukan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) untuk calon penumpang KRL Cummuter Line di Stasiun Bogor, banyak menuai korban.

Para kuli bangunan yang ingin mencari nafkah di Jakarta harus gigit jari dan harus mencari alat transport lain.

Salah satu korbannya Mudin (42) kuli bangunan asal Sukabumi, yang gagal naik KRL di Stasiun Bogor karena tak memiliki STRP.

Padahal hari ini merupakan hari pertamanya bekerja sebagai kuli bangunan di Jakarta.

Kebijakan menunjukan STRP bagi calon penumpang KRL mulai diberlakukan hari ini, Senin 12 Juli 2021.

Pemberlakukan kebijakan menunjukan STRP tercantum dalam surat edaran Menteri Perhubungan Nomor 50 Tahun 2021.

Dalam surat edaran tersebut, KRL Commuter Lain hanya diperuntukan bagi pegawai yang bekerja di sektor esensial dan kritikal saja.

Imbas dari kebijakan tersebut, penumpang harus melewati meja registrasi untuk menunjukan STRP atau surat tugas.

VP Communication PT KCI Anne Purba mengatakan bahwa pemeriksaan dimulai sejak dibukanya operasional Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bogor hingga tutup operasional.

Menurut Anne, di hari pertama pemberlakukan kebijakan menunjukan STRP ini, sudah banyak penumpang KRL yang membawa.

“Banyak masyarakat atau pengguna jasa commuter line di Bogor yang memang sudah menyiapkan dokumen tersebut,” katanya.

Meski begitu, masih ada juga calon penumpang yang gagal naik KRL karena tak bisa menunjukan STRP.

Mudin satu di antaranya. Ia merupakan kuli bangunan asal Sukabumi. Hari ini, merupakan hari pertamanya bekerja di Jakarta.

“Saya dari Sukabumi, nyampe tadi subuh, mau ke Jakarta, saya baru hari ini ada panggilan jadi tukang,” ungkapnya.

Menghitung pengeluaran yang minimal, Mudin memutuskan ke Jakarta menggunakan KRL.

Sesampainya di Stasiun Bogor, Mudin justru bingung saat ditanya petugas soal STRP.

“Tapi gak boleh naik KRL, katanya harus pakai surat,” bebernya.

Ia sendiri mengaku tak mengetahui harus membawa STRP. Malah ia tak mengetahui apa itu STRP.

“Saya kan baru, bikinnya bagaimana juga belum tau, mau minta ke bos juga bosnya belum tau siapa,” katanya.

Terpaksa, Mudin pun mencari transportasi lain untuk bisa sampai ke tempat kerjanya.

Cara Buat STRP

Persyaratan registrasi yang perlu dilengkapi pemohon juga dijabarkan oleh Pemprov DKI.

Bagi pekerja sektor esensial dan kritikal yang hendak melakukan perjalanan dinas maupun rutinitas kantor wajib menyertakan hal berikut:

1. KTP pemohon
2. Surat tugas dari perusahaan (rombongan dapat melampirkan nama, nomor KTP, foto, alamat tempat tinggal dan alamat yang dituju)
3. sertifikat vaksin (masa transisi 1 minggu dari diumumkan/surat pernyataan vaksin dalam waktu dekat)
4. Foto 4×6 berwarna (rombongan wajib melampirkan di lampiran surat tugas).

Rice Box PSI Kembali Sambangi Rumah Warga yang Jalani Isolasi Mandiri

Bogordaily.net – Senin 12 Juli 2021, merupakan hari ke-6 pembagian Rice Box PSI dari DPD PSI Kota Bogor. Disaat orang lain tidak ada yang berani keluar, partai yang didukung kaum milenial ini tetap melakukan tanggung jawab membantu warga yang sedang isoman COVID-19.

Mengutip dali laman facebooke Ketua DPD PSI Kota Bogor Sugeng Teguh Santoso (STS), menjelaskan partai wajib turun tangan membantu masyarakat ketika dibutuhkan

“Dan saat ini situasi sedang darurat. Dan kami para milenial muda sebagai penerus bangsa sudah menjadi kewajiban harus turut serta membantu masyarakat maupun pemerintah untuk mengurangi beban masyarakat” kata STS.

Disampaikan STS, segala konsekuensi resiko itu adalah bagian dari tugas, karena dirinya yakin selama itu untuk sosial dan kemanusiaan, Tuhan akan selalu memberkati dan menjaga umatnya.

“Jangan diliat dari sisi nilainya. Karena tujuan dan harapan kami agar semua elemen masyarakat bahu-membahu dapat bergerak turun serta sehingga membuat nilai yg kecil menjadi besar,” paparnya.

Seperti diberitakan, saat ini terjadi lonjakan kenaikan pasien Covid-19. Meski sudah diberlakukan perberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat darurat (PPKM darurat), angka kasus Covid-19 di Kota Bogor terus naik. Satgas Covid-19 melaporkan 622 kasus dan 2 meninggal pada Jumat 9 Juli 2021. Jumlah tersebut merupakan rekor tertinggi kasus positif Covid-19 dalam sehari selama pandemi.

Jumlah itu terbanyak atau rekor semasa pandemi, sebelumnya pernah 562 kasus dan 2 meninggal pada Senin 5 Juli 2021. Sepekan sebelumnya Senin 28 Juni 2021 dengan 447 kasus positif baru dan 5 meninggal dunia.

Satgas Covid-19 Kota Bogor pada Jumat malam melaporkan terdapat 622 kasus positif baru, 240 pasien dinyatakan sembuh, dan 2 angka kasus pasien positif meninggal.***