Tuesday, 21 April 2026
Home Blog Page 7204

KATA, Cinta Segitiga Antara Biru, Binta dan Nugraha

Bogordaily.net“Kata” film drama romantis Indonesia yang disutradarai oleh Herwin Novianto ini akan rilis di 2021.

Film berjudul ‘Kata’ ini dibintangi oleh Rizky Febian (Nugraha), Pradikta Wicaksono (Biru), dan Vanesha Prescilla (Binta).

Film yang diadaptasi dari novel Rintik Sedu, karya Nadhifa Allya Tsana ini, menceritakan tentang seorang perempuan bernama Binta (Vanseha Prescilla).

Binta merupakan pribadi yang tertutup dan sulit bergaul. Binta memiliki tanggung jawab, harus mengurus ibunya.

Ibu Binta tidak dapat berkomunikasi dengan baik-baik karena memiliki penyakit mental.

Binta pun akhirnya bertemu dengan Nugraha (Rizky Febian) salah satu mahasiswa hits di kampusnya.

Diketahui ternyata, Nugraha memiliki ketertarikan terhadap Binta dan sering kali mendekatinya.

Namun ternyata Binta masih teringat dengan sosok masa lalu di hidupnya, Biru (Pradikta Wicaksono).

Film produksi Falcon Pictures ini dijadwalkan tayang pada tahun 2021.***

Presiden Jokowi : RS Asrama Haji Siap Dioperasionalkan

Bogordaily.net – Presiden Joko Widodo menyampaikan, apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras membantu pemerintah dalam melaksanakan konversi Asrama Haji menjadi rumah sakit bagi penanganan pasien Covid-19.

Apresiasi tersebut disampaikan Presiden Jokowi dalam pernyataannya saat meninjau Rumah Sakit Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, DKI Jakarta, Jumat 9 Juli 2021.

“Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Menteri Kesehatan, Menteri PUPR beserta seluruh jajarannya yang telah bekerja keras dalam waktu lima hari untuk menyiapkan Wisma Haji dikonversi menjadi rumah sakit,” ujar Presiden RI Joko Widodo.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi didampingi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas juga meninjau sejumlah fasilitas yang ada di RS Asrama Haji.

Menurutnya, fasilitas tersebut sudah siap untuk mendukung penanganan pasien Covid-19.

“Saya lihat semuanya dalam keadaan 99 persen siap, sehingga besok pagi Rumah Sakit Wisma Haji ini sudah bisa dioperasionalkan,” katanya.

Presiden Jokowi menyatakan, bahwa pemerintah terus berupaya untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk menangani pandemi Covid-19 yang telah berlangsung sejak Maret 2020 lalu.

Jokowi pun mengajak partisipasi masyarakat dari berbagai kalangan untuk bersama-sama membantu pemerintah menangani pandemi Covid-19 di Tanah Air.

“Saya ingin mengajak kepada para mahasiswa, para pemuda-pemudi, kepada ibu-ibu PKK, kepada kader-kader posyandu untuk bersama-sama, bahu-membahu, bergotong royong mejadi sukarelawan, menjadi relawan dalam penanganan pandemi Covid-19 ini,” paparnya.

Jokowi juga kembali menyampaikan, rasa terima kasihnya kepada para dokter, tenaga kesehatan, ASN, hingga TNI dan Polri, atas kerja kerasnya membantu pemerintah menangani pandemi Covid-19.

“Dokter, tenaga kesehatan, ASN, TNI dan Polri sudah bekerja keras pagi-siang-malam sejak bulan Maret 2020 yang lalu sampai saat ini, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” pungkasnya.***

Nakal, Dua Industri Pabrik Melanggar PPKM Darurat, Denda 50 Juta

Bogordaily.net – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor melakukan inspeksi mendadak (Sidak), terhadap kepatuhan pelaksanaan PPKM Darurat di sektor industri pabrik, Jumat 9 Juli 2021.

Hasilnya dua industri pabrik yakni PT. Simone di Kecamatan Gunungputri dan PT. Sunbo di Kecamatan Cileungsi diberikan tindakan berupa pemberian sanksi Tindak Pidana Ringan (Tipiring), akibat melanggar aturan PPKM Darurat yakni masih memberlakukan 100 persen karyawannya bekerja di pabrik.

Sekretaris Daerah Burhanudin mengatakan bahwa, kedua pabrik ini jelas melanggar ketentuan PPKM Darurat, karena masih memberlakukan 100 persen karyawan yang bekerja.

Kecamatan Gunung Putri ini masuk ke dalam 10 besar wilayah terparah Covid-19, perhari warganya terpapar sekitar 25-30 orang. Ini yang harus dipahami.

“Pabrik ini jelas telah melanggar ketentuan PPKM Darurat, karena 100 persen karyawan masuk. Pabrik ini juga seharusnya punya Satgas dan menyediakan ruang isolasi mandiri,” tegas Burhanudin kepada Manajemen PT. Simone.

Industri pabrik
Kapolres Bogor, AKBP Harun saat inspeksi mendadak (Sidak), terhadap kepatuhan pelaksanaan PPKM Darurat di sektor industri, Jumat 9 Juli 2021.(Istimewa/Bogordaily.net)

Pernyataan tegas pun diungkapkan Kapolres Bogor, AKBP Harun, pihaknya bersama-sama mengecek terkait dengan kepatuhan pelaksanaan PPKM Darurat, terutama di sektor industri.

“Kami mengunjungi PT. Simone dan PT. Sunbo, keduanya kita berikan tindakan, karena terbukti melanggar aturan PPKM Darurat,” ujar Kapolres Bogor, AKBP Harun.

“Di PT. Simone ini contohnya, kita lihat masih memberlakukan 100 persen karyawan bekerja di pabrik, artinya tidak ada pembatasan, maka kami lakukan penindakan dengan menjatuhkan denda Tindak Pidana Ringan (Tipiring),” tambahnya.

Harun menambahkan, pihaknya melaksanakan penegakan hukum berupa tindak pidana ringan, atau Tipiring sesuai Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2021.

Untuk PT. Simone dan PT. Sunbo akan di lakukan sidang Tipiring hari Senin di Mall CCM Cibinong, dengan ancaman denda maksimal 50 juta atau pidana kurungan paling lama tiga bulan.

“Nanti akan kita lihat di semua wilayah, yang tidak mengikuti aturan PPKM Darurat ini akan kita tindak semuanya. Hari ini sebagai contoh saja, akan kita cek lagi ke beberapa tempat yang lainnya,” jelasnya.

Ia menjelaskan, hal ini dilakukan untuk mencegah adanya kerumunan, dan mengurangi mobilitas masyarakat salah satunya dengan aturan 100 persen bekerja dari rumah untuk sektor non esensial dan kritikal, dan untuk sektor esensial dan kritikal pun ada aturannya yakni maksimal 50 persen bekerja di kantor.

Sidak dipimpin oleh Sekretaris Daerah, Burhanudin selaku Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, didampingi Kapolres Bogor AKBP Harun, Dandim 0621 Sukur Hermanto, Kepala Kajari Munaji, dan Kepala Bakesbangpol.***

Juara Bintang Suara, Aurel Dewanda Rilis Single Perdana “Salah Paham”

0

Bogordaily.net – Aurelya Ratamchia Dewanda alias Aurel Dewanda jebolan juara Bintang Suara, akhirnya resmi merilis single perdananya yang berjudul “Salah Paham” Jumat 9 Juli 2021.

Lagu Salah Paham ini cocok untuk oara penikmat musik dangdut, dan sudah bisa mendengarkan single perdana Aurel di YouTube Musik Proaktif pukul 15.00 WIB.

Launching lagu perdananya, Aurel mengaku senang dan bida membuat warna baru di kancah musik Indonesia.

“Perasaannya alhamdulillah senang banget karena single Aurel sudah launching dan bisa memberi warna baru lagi di musik dangdut Indonesia,” kata Aurel Dewanda dikutip dari Suaracom, Jumat 9 Juli 2021.

Remaja berusia 18 tahun ini menyangkan single perdananya mendapat sambutan hangat dari pecinta musik dangdut saat melakukan pemutaran eksklusif pada 6 Juli hingga 8 Juli kemarin.

Lalu Aurel Dewanda bangga karena bisa membawakan karya dari penulis lagu kondang, Dommy Allen.

“Alhamdulillah masyarakat bisa menerima karya baru saya di dunia dangdut, terlebih lagu ini salah satunya karya dari Dommy Allen dan saya bisa menyanyikannya sebagai single pertama saya,” ucapnya.

Tambahnya, ia berharap lagu “Salah Paham” ini dapat booming dan banyak disukai masyarakat Indonesia.

“Harapannya semoga single saya bisa booming dan lagunya nggak bosan bagi para pandengar khususnya pemusik dan penyanyi, sehingga bisa memberi rasa baru dari tahun ke tahun,” tuturnya.

Sebelumnya, Aurel Dewanda telah memenangkan ajang pencarian bakat yang diselenggarakan oleh PT Media Musik Proaktif dan Arkadia Group (Bintang Suara) pada awal tahun 2021 ini.

Single ini diciptakan oleh Dommy Allen, berhasil dibawakan dengan apik oleh Aurel Dewanda, dan membuat seluruh pendengarnya ikut bergoyang tanpa meninggalkan ciri khas “anak muda” yang memang melekat pada Aurel.***

Meski PPKM, Masjid Jami Syuhada Cibinong Tetap Buka

Bogordaily.net – Masjid jami Syuhada kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Cibinong (depan Setu Cikaret), Kabupaten Bogor tetap melaksanakan shalat berjamaah saat kebijakan PPKM Darurat berlangsung.

Salah seorang jama’ah masjid mengatakan bahwa, kegiatan shalat berjamaah akan tetap dilaksanakan meskipun dalam masa PPKM ini.

“Sebenarnya kita shalat ya shalat aja walaupun kondisi begini karena itu kan kewajiban apalagi untuk laki-laki buat shalat berjamaah di masjid. Tapi tetap pihak dkm pasti bakal selalu perhatikan protokol kesehatan supaya ibadah kita juga aman dan nyaman,” ujarnya.

Dengan diberlakukannya PPKM ini aktivitas beribadah di Masjid Jami Syuhada tetap berjalan tanpa ada gangguan.

Sebelumnya, Bupati Bogor Ade Yasin menetapkan PPKM Darurat yang selaras dengan Kebijakan Pemerintah Pusat dimulai pada tanggal 3 sampai 20 Juli 2021.

Kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 100 persen Work From Home (WFH).

Untuk pelaksanaan kegiatan pada sektor, esensial seperti keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19.

“Industri orientasi ekspor diberlakukan 50 persen maksimal staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat,” katanya.

Lanjut Ade Yasin, esensial pada sektor pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya diberlakukan 25 persen, maksimal staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat.

“Kritikal seperti energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan dan minuman serta penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar listrik dan air, serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari diberlakukan 100 persen maksimal staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat,” jelasnya.

Tempat ibadah Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah, untuk sementara tidak menyelenggarakan peribadatan pelaksanaan ibadah dilaksanakan dirumah masing-masing.

“Fasilitas umum area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya, ditutup sementara,” terangnya.***

APEKSI Sampaikan Rekomendasi RUU ke Komisi Xl DPR RI

0

Bogordaily.net – Sejumlah rekomendasi RUU disampaikan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang disampaikan Ketua Dewan Pengurus APEKSI, Bima Arya saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja RUU tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang digelar Komisi Xl DPR RI secara virtual.

“APEKSI telah mengolah masukan dari para teman di daerah untuk kemudian kami rumuskan dalam bentuk rekomendasi kepada DPR RI,” kata Bima Arya di Paseban Suradipati, Balai Kota Bogor, Kamis 8 Juli 2021.

“Total ada empat rekomendasi RUU atau input yang ingin kami sampaikan, yaitu input terkait pengaturan pajak dan retribusi daerah, pengaturan transfer kepada daerah, pengelolaan belanja daerah dan terkait pengawasan APBD,” tambahnya.

Dari semua rekomendasi, ada beberapa poin yang di sampaikan Bima Arya, diantaranya APEKSI menyepakati bahwa jenis pajak yang menjadi kewenangan Pemda dapat tidak dipungut dalam hal beberapa kondisi.

“Diantaranya potensi kurang memadai atau Pemda menentukan kebijakan untuk tidak memungut,” ujarnya.

Hal ini menurutnya, karena realita di lapangan cenderung banyak Pemda yang memaksakan diri untuk menyusun dan menatap pajak daerah.

Padahal tidak sebanding antara hasil pajak yang didapat dengan biaya operasionalnya, sehingga berdampak pada APBD.

Berkaitan perhitungan dan penetapan pajak daerah, kata Bima Arya, dilakukan dengan dua pendekatan, APEKSI sepakat bahwa pendekatan tersebut menjadi kebijakan yang eksplisit dalam RUU HKPD, karena menjadi pertimbangan efisiensi dan efektivitas dalam penyelenggaraan pemerintahan, khususnya mengenai pajak.

Di lain hal, untuk mendukung optimalisasi pengumpulan pajak daerah, APEKSI mengusulkan dalam RUU HKPD mengatur pertukaran data antara Kemenkeu dengan Pemerintah Daerah.

APEKSI juga sepakat dengan usulan pemerintah dalam RUU HKPD yang menambah jenis pajak baru untuk Pemerintah Kabupaten/Kota, yaitu option Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Turut hadir mendampingi Bima Arya Sekda Syarifah Sofiah, Kepala Bappeda, Rudy Mashudi dan Kepala BKAD Denny Mulyadi.***

Kisah Pilu Fahmi, Korban Terserempet Kereta yang Meninggal Ditolak 15 Rumah Sakit (1)

BOGORDAILY- Nurfahmi Yusuf, remaja 18 tahun yang gemar mengaji itu akhirnya meninggal pada Rabu (7/7/2021) dini hari.

Dia tidak mendapatkan pelayanan IGD Rumah Sakit untuk pertolongan pertama kecelakaan, akibat terserempet kereta di pintu perlintasan di wilayah Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Kisah tragis tersebut terjadi Selasa, 6 Juli 2021 pukul 16:00 sore. Fahmi bersama rekannya menggunakan sepeda motor usai bermain futsal.

Sesampainya pada pintu perlintasan kereta yang berada di wilayah Kelurahan Sukaresmi, Fahmi berujar kepada rekannya untuk cukup mengantarnya di dekat pintu perlintasan kereta Sukaresmi, Kota Bogor. Ketika hendak melintas, Fahmi terserempet kereta hingga membuat kaki kirinya putus.

Warga dan saksi mata yang berada di lokasi kejadian sontak kaget melihat kejadian itu. Sejumlah warga kemudian mencarter Angkot. Mereka segera membawa Fahmi yang berteriak kesakitan itu menuju Rumah Sakit Islam Bogor.

Tak dinyana, RS Islam Bogor sedang full. Tak patah arang, warga kemudian membawa anak tukang gorengan itu ke RS PMI Bogor. Sesampainya di RS PMI dengan menggunakan angkot, Fahmi kembali ditolak pihak rumah sakit. Alasannya, kondisi IGD juga penuh. Darah yang keluar dari kaki kiri Fahmi pun semakin deras mengucur. Alas dan bangku di dalam angkot semakin lama semakin dijubeli darah Fahmi yang mengucur. “Kumaha Iyeu (Bagaimana ini)…,” ujar Rokib (45) kebingungan.

Rokib adalah Ketua RT 03/01 Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Rokib bersama warga lainnya yang coba menolong Fahmi seolah putus asa.

Fahmi makin meraung-raung kesakitan. Darah segar terus mengalir dari kaki kiri Fahmi yang putus. Entah sudah berapa banyak darah yang keluar. Tak lama Fahmi pun pingsan. Denyut nadinya semakin melemah.

Rokib dan sejumlah warga berusaha menutupi aliran darah dari kaki Fahmi dengan buntalan kain. Namun tak menolong banyak. Tiga jam berlalu. Rokib dan warga lainnya makin kebingungan.

Akhirnya Rokib dan warga memutuskan untuk membawa Fahmi ke RS Hermina Bogor. Perjalanan 30 menit ditempuh dengan Angkot yang sama.

Sesampainya di halaman parkir RS Hermina, Rokib dan warga akhirnya bertemu dengan keluarga Fahmi. Usup (45), penjual gorengan itu menangis melihat putranya tergeletak membiru dengan berlumur darah. Namun harapan masih ada. Nadi Fahmi masih berdenyut. Nafas masih keluar dari hidung Fahmi.  (Bersambung)

 

Berlakukan PPKM Darurat, Masjid Al Hijri Kota Bogor Ditutup

0

Bogordaily.net – Masjid Al-Hijri 1 Bogor J.l Martadinata No.2 Sempur Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor ditutup sementara.

Pasalnya aktivitas shalat berjamaah tidak dilangsungkan saat kebijakan PPKM darurat berlangsung.

Zulfikar DKM Masjid Al-Hijri 1 Bogor mengatakan, awal penutupan masjid ini dimulai dari tanggal 3 Juli 2021 untuk mengikuti aturan kebijakan pemerintah, menurut surat edaran (SE) kabupaten terkait penerapan PPKM Darurat.

“Awal penutupan masjid ini 3 Juli 2021, nanti kalau ada yang mau shalat tidak apa apa cuman terbatas jamaahnya tapi nggak kayak biasanya, ada jamaah tapi sedikit,” katanya.

Hijri
Zulfikar DKM Masjid Al-Hijri 1 Bogor. (Istimewa/Bogordaily.net)

Sementara itu, pelaksanaan shlat Jumat siang tadi ditiadakan tetapi Zulfikar sendiri mengatakan, shalat Jumat masih bisa dilaksanakan tetapi kapasistas untuk jamaah hanya 1 shaf.

“Kalau untuk shalat Jumat terakhir hari ini, tadi ada yang shalat, tapi micnya dimatikan,” jelasnya.***

Heboh, Wenny Ariani Muncul ke Publik, Bongkar Alasan Gugat Rezky Adhitya

0

Bogordaily.net – Kisruh aktor tampan Rezky Adhitya dan Wenny Ariani memasuki babak baru. Wanita yang mengaku punya anak di luar nikah dari suami Citra Kirana itu, kini muncul ke publik dan tak lagi diwakili pengacara.

Pada kesempatan tersebut Wenny langsung blak-blakan membongkar hubungannya dengan Rezky, sesuai dengan pertanyaan sejak lama dilayangkan banyak orang.

Seperti diketahui, pengakuan wanita berinisial W yang belakangan diketahui bernama Wenny Ariani soal punya anak di luar nikah dengan Rezky Adhitya menghebohkan khalayak.

Pasalnya, Wenny Ariani secara gamblang mengakui bahwa ia punya anak berusia delapan tahun dari Rezky Adhitya.

Sempat berpacaran dengan Rezky Adhitya di tahun 2012, Wenny Ariani pun melahirkan seorang anak perempuan di tahun 2013.

Anak tersebut diyakini Wenny Ariani sebagai darah daging Rezky Adhitya.

Namun sayang, Rezky Adhitya nyatanya acuh dengan putri Wenny Ariani.

Hingga akhirnya, Wenny Ariani pun melayangkan gugatan kepada Rezky Adhitya ke pengadilan.

Digugat ke pengadilan, Rezky Adhitya tetap enggan memberikan pengakuan.

Alih-alih dapat pengakuan dari Rezky Adhitya, gugatan Wenny Ariani ke pengadilan malah semakin membuat citranya rusak.

Berbagai anggapan miring santer dialamatkan ke sosok Wenny Ariani.

Gusar dituding macam-macam oleh publik, Wenny Ariani akhirnya muncul.

Dalam kanal Youtube Denny Darko, Wenny Ariani untuk pertama kalinya hadir ke depan publik.

Baru pertama kali muncul, Wenny Ariani akhirnya tegas mengurai pernyataan.

Bahwa dalam kasus gugatan ke Rezky Adhitya, dirinya tidak sedang panjat sosial atau mencari ketenaran.

“Karena ini sudah menjadi blunder, akhirnya mau tidak mau saya harus klarifikasi. Saya tidak pansos, saya inginnya senyap,” ujar Wenny Ariani, Jumat 9 Juli 2021.***

 

Kereen… Singapura Tanggung Semua Gaji Pegawai Perusahaan!

0

BOGORDAILY- Tak hanya Indonesia, dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 ikut dirasakan Singapura. Banyak perusahaan dan aktivitas bisnis yang bangkrut, bahkan Bandara International Changi pun aktivitasnya hanya dua persen.

“Kemudian pemerintah Singapura mengeluarkan stimulus agar perusahaan bisa bertahan. Agar tak ada pegawai yang dipecat, pemerintah mengeluarkan dana untuk menanggung gaji semua pegawai,” kata Dubes RI untuk Singapura Suryopratomo dilansir detik, Jumat (09/7/2021).

Besaran gaji yang ditetapkan tertinggi 4.600 SGD per bulan. Jumlah itu dinilai cukup sekedar untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari sehingga bisa menggerakan roda ekonomi.

“Kita lihat di bulan Juni 2020 warung warung sudah hidup lagi restoran mulai buka lagi dan kemudian dan ekonominya bergerak kuartal pertama semua. Ekonomi Singapura yang tadinya terkontraksi tahun ini positif 1,3 persen pertumbuhannya,” kata Suryopratomo.

Namun 12 Mei 2021 angka positif naik lagi dan selama satu bulan kegiatan ekonomi turun lagi. Semua warung dan restoran tutup hanya boleh take away. Hal tersebut sangart berpengaruh pada ekonomi negara tersebut.

“Bayangkan Singapura sedang tumbuh 1,3 persen di kuartal kedua diperkirakan akan tumbuh tiba tiba di bulan Mei terpaksa berhenti selama satu bulan. Bisa dibayangkan nggak itu kemudian rem itu diinjak begitu dalam,” ungkapnya.

Tapi kebijakan pemerintah Singapura tidak membuat panik dan kesal warganya karena setiap perubahan kebijakan tidak dilakukan secara mendadak. Di Singapura mengumumkan kebijakan baru seminggu sebelum diberlakukan sehingga masyarakat tidak bingung atau kesulitan. (bdn)