Tuesday, 21 April 2026
Home Blog Page 7205

Astaga! 24 Ribu Warga Asing Masuk RI Saat PPKM Darurat

0

BOGORDAILY- Banyak pihak menyayangkan langkah pemerintah yang masih membuka pintu untuk warga negara asing (WNA) di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Seperti disuarakan Anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati. Menurut dia, mendatangkan WNA dari negara-negara terdampak Covid-19 sama saja mengimpor kasus ke Indonesia.

“Kasihan rakyat Indonesia. Di tengah-tengah perjuangan melawan Covid-19 dan pemberlakuan PPKM Darurat, justru negara membuka pintu untuk WNA tiba di Indonesia. Ini kan justru kebijakan yang kontra produktif dalam penanganan Covid-19,” kata Mufida dalam keterangannya, Jumat (9/7/2021).

Mufida merespons laporan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten yang mencatat 24.594 WNA tiba di Indonesia.

Laporan itu merupakan catatan masuknya WNA selama periode 1 sampai 6 Juli 2021.

Mufida meminta agar negara lebih adil dalam penerapan PPKM Darurat. Ia menilai, jika pintu perjalanan internasional tetap dibuka, penanganan selama pandemi Covid-19 akan terhambat.

Terlebih, sejumlah WNA yang tiba di Indonesia didominasi warga dari negara-negara yang membawa virus terlebih dulu seperti China, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Rusia.

“Mendatangkan WNA di tengah kebijakan PPKM Darurat sama saja tidak sensitif atas penderitaan rakyat. Rakyat yang berdagang dan bekerja yang tidak termasuk usaha non-esensial dan non-kritikal terpaksa tidak bisa berusaha untuk penghidupan makan sehari-hari. Namun, ini WNA tiba di Indonesia dan ini benar-benar menghilangkan nilai kemanusiaan,” tutur dia.

Mufida menyarankan agar selama PPKM Darurat, WNA diperlakukan seperti WNI yaitu perlu ada pembatasan atau pelarangan kedatangan.

Ia mengatakan, ironis apabila rakyat yang diminta untuk tinggal di rumah mematuhi kebijakan PPKM Darurat, tetapi WNA dari luar bebas tiba di Indonesia tanpa adanya aturan ketat.

“Termasuk minimnya ketersediaan tabung oksigen dan juga pasokan obat-obatan,” kata dia.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Dedy Permadi menyebut, Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) tak pernah menginstruksikan negara-negara yang dilanda Covid-19 untuk menutup perjalanan internasional.

Hal itu Dedy sampaikan merespons sejumlah pihak yang mendesak pemerintah menghentikan sementara akses warga dari luar negeri yang hendak masuk ke RI.

“Menjawab isu tentang perjalanan internasional, perlu Bapak-Ibu ketahui bahwa WHO tidak pernah menginstruksikan penutupan perbatasan,” kata Dedy dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (7/7/2021). (kps)

Desakan Presiden Jokowi Mundur Trending Twitter

0

BOGORDAILY- Tagar ‘Mundur Aja Pakde’ trending Twitter, sejak Kamis (8/7/2021). Desakan itu disuarakan warganet yang meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi mundur.

Netizen bahkan berkomentar mundur lebih bermartabat daripada diturunkan paksa. Seperti dilansir terkini.id, isi tagar tersebut dipenuhi cuitan netizen yang merasa kecewa atas kepemimpinan Jokowi yang dirasa tidak bisa mengendalikan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Cuitan netizen yang banyak dikomentari dan disukai salah satunya Cuitan @spinyleaf.

Dalam cuitan tersebut, hal yang wajar bila Presiden dibuat capek oleh rakyatnya.

Berbeda halnya, jika presiden membuat rakyatnya susah dan menambah beban pikiran, lebih baik mundur dan kibarkan bendera putih.

“Kalo rakyat bikin capek pemimpinnya ya wajar krn kewajiban seorang pemimpin seyogyanya urus rakyat,” cuit netizen tersebut.

“Tapi kalo seorang pemimpin malah nambah beban ke pikiran rakyat, nyusahin hidup rakyat ya sudah #mundurajapakde,” sambungnya.

“Jangan paksain menjabat, ga guna, ayo #kibarkanbenderaputihaja,” tutupnya.

Dalam postingan itu, netizen tersebut mengunggah postingannya sembari membagikan poster dari koran tempo yang berisi ilustrasi bertajuk ‘Saatnya Jokowi Kibarkan Bendera Putih’.

Tak sedikit juga netizen lain yang mengungkap kekecewaannya melalui cuitannya.

“Emang susah dan berat kali ya? Untuk mengakui ketidakmampuan diri di depan seluruh rakyat Indonesia,” cuit @djoyo_aulawi.

“Mengundurkan diri adalah jalan terbaik bahkan lebih bermartabat daripada nantinya diturunkan paksa. Iya ga coy?” cuit @thavitAmoura02.

Namun, di tengah kekisruhan desakan Jokowi untuk mundur, pemerintah tetap melaksanakan PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali.

Bahkan, Jokowi melalui akun Instagramnya meminta kepada seluruh Kepala Daerah untuk terjun langsung ke lapangan memantau perkembangan dan situasi. (sra)

Pasien Covid dan Ibu Hamil Mau Berobat, Eh Petugasnya Malah Karaokean

Bogordaily.net – Ditengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa dan Bali beredar video seorang pasien ibu hamil dan pasien Positif yang hendak berobat ke Puskesmas Situ Udik, Desa Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor mendapati Puskemas tutup karena pertugas karaokean.

Bahkan dalam video yang viral itu terdengar suara menyanyi dan diduga petugas sedang karaokean di dalam Puskemas.

Video yang viral di grup perpesanan dan sosial media itu menunjukan saat pasien berobat, yang didapati petugas Puskemas diduga telah sedang asik karaokean.

Dalam video tersebug diketahui terjadi pada jam-jam pelayanan Puskesmas, namun pintu Puskemas sudah ditutup.

Hal itu pun langsung mendapat perhatian dari anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Ruhiyat Sujana yang sangat menyayangkan dengan kejadian tersebut yang viral.

“Sangat disayangkan saat ibu hamil membutuhkan pelayanan kesehatan Puskemas, eh malah tutup bahkan terdengar suara karaokean,”katanya.

Ia pun rencananya pada Sabtu besok akan mengunjungi Puskemas tersebut untuk meminta klarifikasi kepada Kepala Puskemas Situ Udik, terkait apa yang dilakukan anak buahnya itu.

“Tentu ini harus ada tindak tegas ditengah masyarakat membutuhkan pelayanan malah karaoken dan tutup, apalagi dalam video itu petugas puskesmas tidak memakai masker,”katanya.

Sementara itu menurut Kepala Puskemas Situ Udik drg Leni mengatakan, saat kejadian pihaknya sedang berada diluar Puskemas dan membenarkan viralnya video anak buahnya itu.

“Saya sedang di luar sedang rapat di Kecamatan untuk persiapan vaksinasi massal hari Senin,”katanya.

Leni juga mengaku belum mengetahui pasti kejadian yang sebenernya, saat ini dirinya juga sedang berusaha menanyakan ke pegawai/nakes di Puskesmas, namun belum ada yang menjawab.

“Saya juga sudah tegur melalui WA cuma belum ada yang menjawab, sepertinya mereka belum tahu kalau saya sangat marah,”katanya.

Pihaknya pun tentu akan melakukan teguran keras terhadap mereka yang telah melanggar.

“Besok saya akan tegur dan menanyakan langsung, karena saat kejadian itu saya memang sedang rapat di Kecamatan,”katanya.

Dia menjelaskan di Puskesmas itu Senin sampai Kamis Pelayanan sampai sore hari, namun untuk Jumat dan Sabtu dari pagi pukul 7.30 sampai 12.30 WIB.***

Tak Ada Oksigen, Ibu Tua Meninggal Dalam Kios

Bogordaily.net – Miris memang disaat lonjakan Covid 19 tinggi, pertolongan dalam bentuk oksigen sangatlah diperlukan. Hal tersebut yang menyebabkan seorang ibu bernama Ivonne P. Pangemanan meninggal di dalam kiosnya sendiri di Jalan Raya Cilebut, Kampung Kedung Badak Sentral RT. 01 RW. 13 Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Menurut keterangan saksi bernama Kristian Martin (30) yang merupakan anak korban menjelaskan, bahwa ibunya tersebut memang dalam kondisi sakit dan membutuhkan bantuan alat pernapasan atau oksigen.

“Karena kita beda rumah. Kemarin, Kamis, 8 Juli 2021 sempat ditengok dan dibawa ke dokter 24 jam. Kita sudah melapor kepada RT untuk mendapatkan tabung oksigen, tapi kondisinya tidak ada bantuan tabung oksigen.” Ungkap Kristian.

Korban wafat pada Jumat, 9 Juli 2021 pukul 11 siang. Kristian melapor kepada pihak terkait termasuk unsur polri dan aparat Kecamatan Tanah Sareal.

“Pagi tadi, saya mau ngecek kondisi ibu, akan tetapi ketika sudah membuka rolling door kios, ibu sudah meninggal terlentang di kasur.” Tutup Kristian Martin.

Penanganan dan evakuasi sudah dilakukan oleh pihak-pihak terkait. Belum diketahui, apakah ibu tua tersebut terpapar Covid 19 atau tidak. Keterangan lebih menjelaskan bahwa dengan langkanya oksigen membuat banyak nyawa melayang.****

 

 

 

 

 

Bjorn Kuipers Pimpin Pertandingan Final Euro 2020

0

Bogordaily.net – Jadwal Final Euro 2020 antara Italia vs Inggris dipastikan berlangsung pada Ahad malam 11 Juli 2021 waktu setempat atau Senin dinihari 12 Juli waktu Indonesia. Laga itu akan dipimpin oleh Bjorn Kuipers, wasit asal Belanda yang pernah memimpin enam laga final kompetisi di bawah naungan Badan Sepak Bola Eropa (UEFA).

Laman resmi Euro 2020 menyebutkan bahwa Kuipers telah ditunjuk oleh Komite Wasit UEFA untuk memimpin laga yang akan berlangsung di Stadion Wembley, London, tersebut. Dia merupakan salah satu wasit senior dengan pengalaman memimpin laga internasional sejak 2006.

Dia tercatat pernah enam kali memimpin laga final kompetisi di bawah naungan UEFA, yaitu:

  1. Final Piala Eropa U-17 2006 antara Republik Cek vs Rusia
    2. Final Piala Eropa U-21 2009 antara Jerman vs Inggris
    3. Piala Super Eropa 2011 antara Barcelona vs FC Porto
    4. Final Liga Europa 2013 antara Benfica vs Chelsea
    5. Final Liga Champions 2014 antara Real Madrid vs Atletico Madrid
    6. Final Liga Europa 2018 antara Marseille vs Atletico Madrid

Kuipers juga merupakan anggota tim wasit untuk ajang Euro 2012 dan 2016. Dia juga sempat menjadi wasit di ajang Piala Dunia 2014 di Brasil dan Piala Dunia 2018 di Rusia.

Di ajang Euro 2020, Kuipers telah memipin tiga laga, yaitu laga Denmark vs Belgia, Spanyol vs Slovakia dan Denmark vs Republik Cek. Dia juga pernah menjadi ofisial keempat pada laga Inggris vs Kroasia.

Kuipers akan ditemani oleh dua rekannya asal Belanda Sander van Roekel dan Erwin Zeinstra sebagai asisten pada laga final Euro 2020. Sementara Wasit Carlos Del Cerro Grande asal Spanyol akan menjadi ofisial keempat.

Wasit asal Jerman Bastian Dankert ditunjuk sebagai pengawas VAR. Dia akan ditemani oleh dua kompatriotnya, Christian Gittelmann dan Marco Fritz plus Pol van Boekel asal Belanda.

Timnas Ingris sendiri memiliki kenangan manis saat laga mereka dipimpin oleh wasit asal Belanda, Daniel Makkiele, pada laga semifinal kontra Denmark. Saat itu Makkiele dituding memberikan ‘hadiah’ penalti kepada skuad Tiga Singa pada babak tambahan waktu.

Penalti itu diberikan karena Raheem Sterling terjatuh saat mencoba menerobos sisi kiri kotak penalti Timnas Denmark. Dia memang sempat mendapatkan kawalan dari dua pemain belakang Denmark, Joakim Maehle dan Mathias Jensen.

Keputusan Makkiele itu diperdebatkan karena dalam tayangan ulang terlihat Sterling terlalu mudah jatuh. Kontak dari Maehle dan Jensen dinilai tak cukup keras untuk dikategorikan sebagai pelanggaran.

Selain itu, ada juga perbedatan soal keputusan Makkiele yang tak menghentikan pertandingan saat ada bola kedua di lapangan sebelum aksi Sterling masuk ke kotak penalti Denmark. Anehnya lagi, Makkiele tak mendapatkan masukan untuk melihat tayangan ulang kejadian itu.

Media-media Italia menulis bahwa penalti itu sebagai balas budi dari UEFA kepada Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, atas bantuannya menggagalkan kompetisi Liga Super Eropa beberapa waktu lalu. Kebetulan saat itu Johnson menonton langsung sukses Timnas Inggris melajut ke partai final Euro 2020 untuk menantang Timnas Italia.

Jadwal final Euro 2020 antara Italia vs Inggris akan berlangsung pada Senin dinihari 12 Juli 2021 pukul 02.00 WIB. Laga ini akan disiarkan secara langsung oleh RCTI, iNews dan MolaTV.***

 

Gelar Istighosah, Atang Trisnanto: Allah Maha Mengabulkan Doa

0

Bogordaily.net –  Masuk hari ke-7 penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa dan Bali, angka kasus terkonfirmasi belum juga ada tanda-tanda akan melandai.

Bed Occupancy Rate (BOR) masih tinggi, antrian pasien di Instalasi Gawat Darurat yang mengular dan jauh melebihi kapasitas rumah sakit, kelangkaan tabung oksigen dan meningkatnya jumlah kematian warga yang menjalani isolasi mandiri menjadi tanda, bahwa Kota Bogor dalam kondisi tidak baik-baik saja.

Menyadari bahwa Kota Bogor sedang berada di titik kulminasi pandemi Covid-19, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah mengadakan Istighosah pada Jum’at siang (9/7).

Istighasah yang mengangkat tema “Dzikir dan Munajat Warga Kota Bogor Untuk Keselamatan” ini dihelat secara daring dan luring.

Dalam sambutannya Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota, TNI, Polri, Nakes, Ormas, dan seluruh komponen masyarakat yang sudah melakukan lengkah-langkah terbaik dan strategis.

Tak lupa Atang menyampaikan apresiasi terbaik untuk seluruh anggota DPRD, yang sudah berjibaku memberikan bantuan kepada warga.

Suasana Istighosah terasa semakin khusyuk ketika Atang menyebutkan jasa para Tenaga Kesehatan. Ada isak tangis yang tertahan saat Atang memberikan apresiasi akan dedikasi terbaik yang telah diberikan para Tenaga Kesehatan.

“Para Tenaga Kesehatan, termasuk di dalamnya para dokter, Perawat, Pihak Rumah Sakit dan seluruh komponen yang ada benar-benar telah berusaha yang terbaik, tidak memikirkan dirinya sendiri, dan siap berjibaku di tengah pandemic yang luar biasa ini,” ucapnya.

Atang melanjutkan sambutannya dengan menukil satu ayat dalam AL-Quran Surat Al- Baqarah ayat 186.

Melalui ayat ini Atang mengingatkan seluruh warga Kota Bogor untuk yakin bahwasanya Allah SWT itu dekat, dan Allah SWT akan menjawab doa-doa dari hambaNYA.

“Semua ikhtiar sudah dan akan terus kita lakukan. Semuanya akan berhasil dengan kehendak Allah Sang Maha Kuasa. Untuk itulah, istighosah ini kita adakan agar kita bersama-sama memohon ampun atas semua dosa dan kesalahan kita. Agar Allah mudahkan ikhtiar-ikhtiar kita. Dan semoga Allah SWT segera mengangkat pandemi ini dari bumi Indonesia. Kita tidak tahu doa siapa yang Allah akan ijabah, semoga dengan Istighosah ini ada doa dari salah satu dari kita yang akan Allah ijabah,” ungkap Atang. Adv

Wajah Nia Ramadhani Pucat dan Sayu, Seperti Apa Tampang Pecandu Sabu

0

Bogordaily.net – Polisi telah menetapkan Nia Ramadhani dan suaminya, Ardi Bakrie sebagai tersangka penyalahgunaan narkotika jenis Sabu. Pasca penangkapan pasangan suami istri ini, beredar foto Nia Ramadhani yang terlihaat pucat, mata lesu, pipi cekung serta terlihat kurus.

Setelah kasus penyalahgunaan narkoba Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie terungkap, netizen berbondong-bondong menyoroti penampilan Nia akhir-akhir ini. Dalam kolom komentar di media sosial, warganet menilai wajah Nia Ramadhani tampak pucat, mata lesu, pipi lebih tirus, dan tubuhnya lebih kurus.

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dari Klinik Angsamerah, Ratna Mardiati mengatakan ciri-ciri orang yang menggunakan narkoba jenis sabu antara lain wajah pucat, mata lesu, tubuhnya kurus, hiperaktif, dan tidak jelas saat berbicara. “Ngomongnya melantur, tidak jelas,” katanya.

Ketika diajak berbicara, orang yang mengkonsumsi Sabu, butuh waktu untuk memahami apa yang sedang dibicarakan dan memberikan respons.

“Saat beberapa detik pertama bicara mungkin masih bisa nyambung, tapi enggak lama kemudian dia melantur,” kata Ratna saat dihubungi Antara pada Kamis, 8 Juli 2021.

Selain mengalami perubahan fisik, pengguna narkoba jenis sabu juga merasakan gangguan psikologis. Di antaranya lebih sensitif, mudah tersinggung, dan gampang marah.

Polisi mendapati barang bukti berupa narkoba jenis sabu seberat 0,78 gram beserta alat hisapnya di rumah Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie. Mereka mengaku menggunakan narkoba karena tekanan pekerjaan.***

 

Ayanda Irwansyah Meninggal Dunia Terpapar Covid-19 Komorbid Paru

Bogordaily.net – Umar Effendi, Ayahanda Irwansyah meninggal dunia. Adanya komorbid atau penyakit penyerta paru bawaan saat terpapar Covid-19 memperburuk kondisinya.

Umar Effendi terpapar Covid-19 sejak tanggal 5 Juli 2021. Ia tidak dibawa ke rumah sakit tapi menjalani isolasi mandiri (Isoman) di rumah.

Kabar meninggalnya sang Ayah dibenarkan oleh kakak kandungnya, Irvan Wahyudi yang disebutkan meninggal dunia, Kamis (8 Juni 2021) sore hari di rumah.

“Betul, kira-kira jam setengah enam dikabari. Sebelumnya juga tanggal 5 beliau udah positif, ini ada fotonya,” kata Irvan Wahyudi saat ditemui di kediamannya, kawasan Ciledug, Tangerang, Banten, Kamis malam seperti dikutip dari detik.

Irvan Wahyudi sudah memiliki firasat. Sebab, Umar Effendi memiliki penyakit penyerta (komorbid), yakni penyakit paru bawaan. Ia mengaku sedih kehilangan sang ayah, namun sudah mengikhlaskannya.

“Kemarin saya juga udah ikhlas, dia juga ada penyakit bawaan paru-paru. Udah parah juga, pas tadi dikabarin saya juga lagi ngurus nenek juga. Bingung, pikiran jadi buyar gitu nggak konsen,” ucap Irvan.

Saat Isoman, kondisi Umar Effendi memburuk. Ia terbaring lemah dan untuk membantu pernapasannya harus dipasang oksigen.

“Kata mama, ayah saya dipasang oksigen. Dia nggak mau, nggak betah. Saturisasinya jadi turun naik, jadi nggak stabil,” ujar Irvan.

Jenazah Umar Effendi dimakamkan dengan protokol Covid-19, di TPU Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan.***

Pada 12-17 Juli 2021 SPBU Pertamina Tutup?

0

Bogordaily.net – Sejumlah akun media sosial Facebook, Twitter serta aplikasi berbagi pesan WhatsApp, membagikan informasi dalam bentuk flyer yang menyebutkan bahwa SPBU Pertamina tutup sementara.

Informasi yang beredar tersebut berupa poster yang menyebut akan SPBU Pertamina akan tutup sementara pada 12-17 Juli 2021.

Begini narasi dalam poster yang beredar: “Penutupan SPBU Sementara 12 Juli 2021- 17 Juli 2021. Sebagai komitmen Pertamina dalam mendukung program pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19”.

Informasi itu dibagikan sejumlah akun, di antaranya akun Facebook Tictactoe Joe dan Riko Indra di sebuah grup publik.

Konfirmasi Kompas.com Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, informasi bahwa SPBU Pertamina akan tutup sementara pada 12-17 Juli 2021 adalah informasi hoaks.  “Informasi yang beredar adalah hoaks dan menyesatkan,” ujar Fajriyah saat dihubungi Kompas.com, Jumat 9 Juli 2021.

Ia mengatakan, seluruh SPBU maupun agen LPG tetap beroperasi dengan normal.

“Stok BBM dan LPG pun masih aman dan masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat,” jelas Fajriyah.

Sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat dalam rangka memutus penyebaran Covid-19, Fajriyah mengatakan, seluruh fasilitas dan sarana operasi Pertamina dipastikan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Ia mengimbau agar masyarakat tidak langsung percaya terhadap informasi menyesatkan dan tetap tenang karena SPBU maupun produk Pertamina tersedia dan mencukupi.

Jika ada pertanyaan lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi call center Pertamina di nomor 135.***

Pemkab Bogor Libatkan Guru dalam Vaksinasi. Ini Tugasnya…

Bogordaily.net – Segala cara dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor agar vaksinasi Covid-19 berjalan efektif. Kali ini Pemerintah daerah yang komandoi Bupati Bogor Ade Yasin akan melibatkan para guru untuk membantu tenaga kesehatan melaksanakan vaksinasi.

Kira-kira apa tugas guru dalam vaksinasi ini ?

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Ade Yasin membeberkan, para guru tersebut dilibatkan untuk membantu tenaga kesehatan sebagai petugas registrasi atau administrasi.

“Jadi nanti dilibatkan guru SD atau SMP sebanyak 30 orang dan staf kecamatan sebanyak 10 orang sebagai petugas registrasi atau administrasi. Tenaga vaksinator berasal dari semua puskesmas yang ada di wilayah kecamatan masing-masing, dan untuk petugas keamanan, terdiri dari unsur Polsek, Koramil, Satpol PP Kecamatan serta Linmas,” jelas Ade Yasin, Jumat 9 Juli 2021.

Tenaga-tenaga tersebut ditempatkan pada pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 yang akan digelar Pemkab Bogor di setiap kecamatan di Kabupaten Bogor.

Kata Bupati Bogor itu, vaksinasi ini diprioritaskan bagi penduduk ber-KTP Kabupaten Bogor atau berdomisili di Kabupaten Bogor. Pendaftaran pelayanan vaksin dibuka pukul 07.30 WIB, ditutup pukul 14.00 WIB dan setiap kegiatan vaksinasi massal agar tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Sasarannya minimal 2.000 penerima vaksin setiap kali penyuntikan,” terangnya.

Dia pun meminta setiap pelaksanaan vaksinasi harus memperhatikan sarana dan prasarana yang diperlukan. Diantaranya tempat yang representatif dengan tempat vaksin khusus perempuan dan jalur khusus bagi Lansia serta penyandang disabilitas.

“Jaringan listrik dan internet yang stabil dan cepat juga dibutuhkan. Untuk mini ICU dan ambulance dapat berkoordinasi dengan puskesmas setempat,” tandas politisi PPP itu.***