Tuesday, 21 April 2026
Home Blog Page 7203

Berikan Rasa Optimis, Camat Rena Da Frina Terus Tebar Semangat !

Bogordaily.net – Belum genap satu bulan setelah dilantik menjadi Camat Bogor Timur, Rena Da Frina terus melakukan monitoring wilayah, terutama melihat dan mengecek langsung warga yang sedang melakukan isoman.

Dalam pantauan Bogordaily.net, dalam satu pekan kebelakang ini, Rena aktif mengunjungi, melakukan sidak aturan PPKM Darurat, serta memastikan betul kebutuhan dari warganya di Kecamatan Bogor Timur.

“Bogor Timur adalah etalase Kota Bogor, masyarakatnya mesti sehat semua. PPKM Darurat ini memang menjadi alat kendali dalam menekan laju penyebaran Covid 19 yang sedang tinggi.” Jelas Rena.

Camat Bogor Timur Rena Da Frina mendampingi Wali Kota Bogor Bima Arya saat mengunjungi tempat isoman di wilayah Kecamatan Bogor Timur.
(Foto: Instagram Rdf/Bogordaily.net)

Dalam beberapa kesempatan, kegiatan dilakukan dengan mendistribusikan bantuan demi bantuan dari berbagai macam pihak kepada masyarakat yang membutuhkan, baik mereka yang sedang isoman Covid 19 maupun masyakarat ekonomi lemah kebawah yang terdampak.

“Terlihat betul ketika dikunjungi, dengan memberikan rasa optimis bahwa kita semua bisa melalui ini, warga senang dan bahagia. Meningkat pula imunitas mereka.” Ungkap Ibu Camat yang selalu fashionable itu.

Camat Bogor Timur Rena Da Frina (kanan) ketika monitoring dan memberikan bantuan kepada warga isoman bersama Wali Kota Bogor Bima Arya.
(Foto: Instagram Rdf/Bogordaily.net)

Kedepan dirinya pun mempunyai berbagai macam harapan, terutama dalam masa PPKM Darurat ini, agar warganya di Kecamatan Bogor Timur dapat mematuhi semua aturan yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Ayo tetap semangat, kita pasti menang dalam perang melawan Pandemi Covid 19 ini. Terapkan terus ProKes secara baik dan jaga imunitas. Sehat-sehat selalu ya warga di Kecamatan Bogor Timur. Aamiin.” Tutup Rena Da Frina dengan penuh semangat.*****

 

 

 

Maaf bukan Buat Warga Yah…, Risma Perluas Dapur Umum ke Bogor!

BOGORDAILY- Petugas Covid-19 yang tengah berjaga di Bogor rupanya mendapat perhatian serius Menteri Sosial Tri Rismaharini. Mantan Walikota Surabaya itu menginstruksikan kepada jajarannya untuk memperluas pelayanan dapur umum.

Mulai hari Jumat, 9 Juli 2021, Kementerian Sosial melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam mempersiapkan aktivasi dapur umum di Kabupaten Bogor. Selain Kabupaten Bogor, dua kota lainnya juga ke bagian. Yakni, Kota Yogyakarta dan Kota Denpasar.

Risma menyatakan, penambahan dapur umum disesuaikan dengan wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yakni di Jawa-Bali. Dengan pendirian dapur umum, diharapkan dapat membantu kebutuhan permakanan bagi tenaga kesehatan, petugas penjaga penyekatan PPKM baik TNI, Polri, dan Satpol PP di sekitar DKI dan wilayah penyangga Ibu Kota DKI Jakarta.

“Saya sudah perintahkan untuk adanya penambahan dapur umum di Kabupaten Bogor,” katanya dalam keterangan tulis, dikutip Sabtu (10/7/2021).

Dapur umum yang segera beroperasi nantinya akan didirikan di balai-balai milik Kemensos. Risma menyatakan, sudah ada beberapa elemen masyarakat termasuk dunia usaha yang menyatakan minatnya untuk berkontribusi.

Dengan demikian, total ada tujuh dapur umum Kemensos yang telah beroperasi membantu kebutuhan makanan siap saji untuk tenaga kesehatan. Yakni di Kantor Kemensos, TMPNU Kalibata Jakarta, Bandung, Surakarta, Kabupaten Bogor, Kota Yogyakarta dan Kota Denpasar.

Risma juga meninjau proses penyediaan makanan siap saji di Dapur Umum Kemensos di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta.

Ia mengecek kesiapan operasional dapur umum dalam membantu kebutuhan makanan siap saji bagi tenaga kesehatan. Mantan wali kota Surabaya itu blusukan dengan menanyakan kesiapan bahan masakan seperti sayuran dan daging. Dia juga tampak ikut mengolah bahan masakan ke dalam wajan besar.

Dalam kesempatan tersebut Risma menyatakan, dapur umum di TMPNU Kalibata memproduksi rata-rata sebanyak 10 ribu paket makanan siap saji dan 10 ribu butir telur rebus setiap hari. “Distribusi makanan ke rumah sakit daerah di Kabupaten Bogor, Bekasi dan Tangerang,” katanya. (*)

Bupati Bogor Murka, Puskesmas Jadi Tempat Karaoke!

Bogordaily.net – Di tengah masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa dan Bali beredar video seorang ibu hamil dan pasien Positif.

Ibu hamil tersebut hendak berobat ke Puskesmas Situ Udik, Desa Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, mendapati Puskemas tutup karena pertugas karaokean.

Hal ini membuat Bupati Bogor Ade Yasin mengusut tuntas Puskesmas Situ Udik yang tidak memedulikan warga pada masa pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Saya ingatkan puskesmas lainnya agar tidak melakukan hal serupa pada saat masyarakat membutuhkan layanan kesehatan,” kata Ade Yasin, Sabtu 10 Juli 2021.

Ade Yasin menyebut, pelayanan kesehatan harus gerak cepat untuk melayani masyarakat Kabupaten Bogor, terlebih masyarakat yang terpapar Covid-19.

Seperti diketahui, Video yang viral di grup perpesanan dan sosial media itu menunjukan saat pasien berobat, yang didapati petugas Puskemas diduga telah sedang asik karaokean.

Warga ingin melakukan pemeriksaan kesehatan dari puskesmas tersebut, tetapi disayangkan Puskesmas Situ Udik dalam keadaan tertutup dengan suara musik yang diduga tengah melakukan karaoke di dalam pusat kesehatan masyarakat.***

Soal Penutupan Masjid di Masa PPKM Darurat, UAH: Shalat di Rumah

Bogordaily.net – Ustadz Adi Hidayat alias UAH menyikapi masalah penutupan masjid di masa penerapan PPKM darurat.

Persoalan penutupan masjid di masa PPKM darurat ini menuai pro kontra di kalangan masyarakat.

Melihat keadaan itu, UAH memberikan penjelasannya mengenai penutupan masjid selama masa PPKM darurat.

Dalam menyikapi penutupan masjid di masa PPKM darurat ini, UAH mengutip hadist Nabi Muhammad SAW.

“Kalau sudah masuk zona merah dan sudah ditunjukkan ada larangan dari pemerintahan setempat, kemudian sudah berlaku, alangkah lebih baiknya tunaikan (shalat) di rumah,” kata UAH dilansir dari YouTube Adi Hidayat Official berjudul “Sikap Muslim Ketika Masjid di Tutup Untuk Shalat Berjamaah – Ustadz Adi Hidayat”.

Menurut UAH, jika dalam kondisi seperti itu tidak perlu memaksakan ke masjid. UAH pun mengutip hadist Nabi Muhammad SAW yang menjadi dasar ibadah di rumah.

Kata UAH, Nabi Muhammad SAW pernah menyampaikan,ini, dari riwayat sahabat Abu Hurairah ra.

“Jika seorang hamba sakit atau sedang dalam perjalanan atau dalam kondisi tidak memungkinkan menunaikan amalan rutinnya karena kondisi tertentu, maka dia mendapatkan pahala yang sama dalam kondisi dia sehat walaupun mengerjakan amalan tidak seperti mulanya.”

Memang kata UAH, bagi orang yang biasa ke masjid pasti ada kerinduan tatkala ibadahnya dilakukan di rumah.

Namun jika kondisinya tidak memungkinkan seperti zona merah dan ada kekhwatiran menyebar (penyakit), menurut UAH tunaikan saja shalat di rumah.

“Tapi dalam kondisi ini pun, di masjid tetap ada yang adzan. Jadi jangan sampai ada kalimat tutup masjid. Jangan sampai ada kalimat keliru. Nih saya lihat banyak mufti nih saat-saat ini. Semua orang pada jadi ahli fatwa padahal tempatkan pada tempatnya,” ujar Ustadz Adi Hidayat.

“Bukan menutup masjid. Hanya mengalihkan jemaah ke rumah bagi wilayah yang terdampak. cuma yang adzan yang tinggal di masjid tetap adzan di situ (masjid), imam rawatib di situ (masjid),” kata UAH.

Kecuali wilayah zona hijau atau di kompleks yang terisolasi dengan komunikasinya bagus. Dimana orang luar tidak boleh masuk hanya warga setempat saja yang beribadah.

“Prinsipnya berjemaah itu sederhana. Orang sakit itu pasti ga ke masjid. Anda khawatir anda tak perlu ke masjid tetap tunaikan di rumah. Jangan memaksakan kalau tersebar di wilayah itu jadi berbahaya,” ujar UAH.

Lewat pandemi Covid-19 ini, UAH pun mengajak umat Islam untuk merenung. Menurutnya ada sesuatu yang salah sehingga Allah membuat umat Islam tidak bisa beribadah ke masjid.

“Sekarang Allah lewat fenomena ini meminta kita keluar dari rumahnya, sebagian tempat. Banyak tempat. Orang yang imannya sadar pasti akan bertanya, ya Allah saya salah apa? Apa yang saya perbuat selama ini? Atau apa yang salah di lingkungan saya,” lirih UAH dengan mata memerah menahan tangis.

“Karena terkadang kita ga salah, tapi ada perbuatan lain yang dikerjakan satu orang tapi yang lain terdampak. anda berzina tapi ini berdampak pada yang lain,” lanjutnya.

Karena itu kata UAH ini adalah waktu yang tepat bagi umat Islam untuk bertobat. Menurutnya umat Islam jangan dulu berpikir mengenai kiamat besar.

“Kiamat kecil saja belum tentu kita siap. Kiamat kecil itu kematian dan belum tentu semua orang siap menghadapi itu. Dengan musibah itu tampak segala hal yang bisa diperbaiki. Pasti akan kita temukan kekurangan-kekurangan,” ujarnya.***

Yuk Heningkan Cipta, Doakan Korban Covid-19

0

Bogordaily.net – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak seluruh lapisan masyarakat ikut dalam agenda Hening Cipta Indonesia. Hal itu untuk mendoakan para korban Corona (Covid-19).

Mengheningkan cipta dilakukan pada Pukul 10.07 WIB, menjadi momen bagi seluruh warga negara Indonesia (WNI) untuk mendoakan para tenaga kesehatan, relawan dan pasien Covid-19 yang telah meninggal dunia.

Selain untuk mendoakan arwah mereka yang telah lebih dulu berpulang, hening cipta ini juga dijadikan momen mendoakan Indonesia agar mampu melewati situasi pandemi ini.

“Mari bersama, pada pukul 10.07 WIB, hentikan sejenak segala aktivitas, selama 60 detik, mendoakan yang terbaik untuk para nakes, relawan, masyarakat dan semua yang telah mendahului kita,” ajak Yaqut di Jakarta, Sabtu 10 Juli 2021.

Yaqut berharap seluruh lapisan masyarakat ikut dalam Hening Cipta Indonesia. Hening Cipta Indonesia akan dilakukan serentak di seluruh Indonesia.

Di wilayah Indonesia bagian barat, Hening Cipta Indonesia dilakukan pukul 10.07 WIB, sementara di bagian tengah dan timur menyesuaikan dengan waktu tersebut.***

Alhamdulillah, Pamoyanan jadi Kelurahan Pertama Sediakan Ambulance Warga

Bogordaily.net – Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor melakukan inovasi ditengah penggunaan Ambulance sedang tinggi dengan menyiapkan satu unit Ambulance yang diperuntukkan bagi warga yang membutuhkan. Hal ini membuat Kelurahan Pamoyanan menjadi Kelurahan pertama di Kota Bogor yang menyediakan layanan Ambulance Gratis khusus untuk warganya.

Melalui sambungan telepon dengan Bogordaily.net, Ervin Yulianto Lurah Pamoyanan menjelaskan bahwa keberadaan unit Ambulance untuk warga tersebut terlaksana berkat dukungan semua pihak di wilayahnya.

Hebat, Kelurahan Pamoyanan jadi kelurahan pertama di Kota Bogor yang sediakan Ambulance Gratis Warganya. (Foto: Instagram Yuliantoervin3/Bogordaily.net)

“Alhamdulillah, ada warga dermawan yang memberikan satu unit mobil untuk kita sulap menjadi Ambulance gratis pelayanan kepada warga di Kelurahan Pamoyanan yang membutuhkan layanan ini.” Jelas Ervin.

Lurah yang mahir bermain gitar tersebut pun mengemukakan, serah terima unit dilakukan kemarin, Jumat, 9 Juli 2021. Dirinya bersama unsur Kelurahan Pamoyanan langsung menempel stiker Ambulance dan memasang sirine di mobil merk Daihatsu Granmax itu.

Mobil Ambulance Emergency itu akan beroperasi selama 24 jam penuh, mengakses pelayanan kesehatan masyarakat di Kelurahan Pamoyanan.

“Bukan hanya untuk di Pamoyanan, tetapi bila ada warga di kelurahan lain wilayah Bogor Selatan ingin memakai jasa Ambulance Kelurahan Pamoyanan ini, bisa untuk akses koordinasi ke kantor Kelurahan Pamoyanan.” Jelas Ervin.

Ambulance Emergency Kelurahan Pamoyanan (Foto: Istimewa/Bogordaily.net)

Harapan terbesar, saya berharap semua warga di Kelurahan Pamoyanan sehat-sehat saja. Antisipasi lonjakan angka pasien Covid 19 yang sedang naik ini, kami selaraskan dengan pelayanan Ambulance ini.

“Mohon doa dan dukungan dari semuanya, agar pelayanan Ambulance ini dapat maksimal. Aamiin yaa Allah.” Tutup Ervin Yulianto.***

 

 

Resmi! Oliver Giroud Bakal Merapat ke AC Milan

Bogordaily.netStriker asal Prancis, Oliver Giroud akan berlabuh ke AC Milan dalam waktu dekat. Milan telah mencapai kesepakatan dengan Chelsea untuk Oliver Giroud.

Rossoneri sudah mencapai kesepakatan dengan Chelsea untuk menggaet penyerang asal Prancis tersebut dan membayar kompensasi kepada Chelsea sebesar €1 juta plus bonus €1 juta.

Kontrak dua tahun senilai €3,5 juta per tahun plus bonus akan disiapkan oleh Milan kepada striker asal Prancis tersebut.

Rencananya Giroud akan datang ke Milan untuk menjalani tes medis di hari Senin (12 Juli 2021) mendatang. jika lancar, langsung menandatangani kontrak.

Giroud sudah berada di Chelsea sejak Januari 2018. Tiga setengah musim di sana dan berhasil menjuarai Piala FA, Liga Europa, dan yang terbaru Liga Champions di musim lalu.***

Program Samisade Desa Babakan Fokus Bangun Infrastruktur

Bogordaily.net – Program Satu Desa Satu Milyar (Samisade), yang digagas Bupati Bogor Ade Yasin, terus bergulir untuk pembangunan infrastruktur dan ekonomi di setiap desa. Hal itulah yang dilakukan Kepala Desa Babakan, Saehu. Optimalisasi pembangunan infrastruktur di desanya menjadi prioritas.

“Pengecoran jalan nantinya juga akan menghubungkan ke wilayah desa lain dan Kecamatan tetangga,” beber Saehu, ketika ditemui di sela sela pengerjaan pengecoran jalan di wilayah RW 02, tadi malam.

Program Samisade dengan pembangunan jalan. Diharapkan mampu mengeliatkan sektor pertanian sehingga  meningkatkan perekonomian warga. Apalagi di masa PPKM Darurat sekarangf ini, pergerakan warga sangat terbatas. Sehingga transaksi bisa dimaksimalkan antar wilayah desa-desa tetangga.

“Dalam perdagangan hasil pertanian dan komoditas lain, jalan lingkungan yang bagus dan nyaman bisa mempercepat akses itu,” jelas kepala Desa dua periode ini kepada Bogordaily.net.

Dihubungi terpisah,  camat Dramaga Ivan Pramudia, mengatakan. Dari 10 Desa yang ada di Kecamatan Dramaga, Program Samisade memang diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan usaha perekonomian warga. Seperti usaha pertanian dan produk industri kecil perumahan warga.

” Program Samisade harus menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi di masyarakat,” pungkas Ivan, ketika ditemui saat pengecekan pengecoran jalan lingjunan.***

Masjid Jami Al Musyaddad Ditutup Selama PPKM Darurat

Bogordaily.net- Melonjaknya kasus Covid-19 membuat banyak tempat ibadah ditutup. Termasuk Masjid Jami Al-Musyaddad yang terletak di Kompleks Cibinong Center, jalan Raya Bogor Km. 46 Cibinong 16911.

Pemerintah menerapkan PPKM darurat yang berlaku tanggal 3-20 juli 2021. Hal ini yang membuat sejumlah masjid kembali ditutup.

Jami

Hal tersebut membuat kegiatan ibadah shalat di masjid ditiadakan untuk sementara waktu. Termasuk shalat berjamaah dan juga shalat Jum’at.

Jami

Seorang jamaah yang ditemui di dekat masjid mengatakan bahwa kegiatan shalat berjamaah akan ditutup selama PPKM darurat.

” Masjid ditutup sementara ada pemberlakuan PPKM darurat, jadi shalat berjamaah ditiadakan dulu,” ujarnya.***

Happy Beragama, Gus Baha: Agama Harus Membawa Keceriaan Hati

Bogordaily.net – Video pengajian Kyai Haji Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Baha amatlah viral di media sosial.

Boleh jadi ini karena guyonannya yang kental dan bermutu. Agak aneh memang, padahal tema pengajian yang harus ia sampaikan amatlah serius, yakni mengenai tafsir Al-Quran.

Gus Baha adalah seorang kyai muda yang sederhana. Ia terkenal alim dan fakih dalam berbagai bidang ilmu agama.

Dalam hal ilmu tafsir, ini wajar karena ia diajar langsung oleh ayahnya, KH Nursalim Al-Hafizh.

Sang ayah adalah seorang ulama ahli tafsir Al-Qur’an dari Narukan, Kragan, Rembang, Jawa Tengah, sebuah desa di pesisir utara pulau Jawa.

KH Mustofa Bisri atau Gus Mus menyebutnya sebagai kyai desa yang menguasai kota.

“Video ceramahnya selalu viral,” ucap Gus Mus suatu ketika.

Laman Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) secara berkala menayangkan pengajian Rais Syuriah PB NU ini. Tema yang diangkat adalah “Happy Beragama”.

Gus Baha mengatakan agama harus dibawa secara menyenangkan agar agama membawa keceriaan hati. Keceriaan sosial.

“Nabi paling marah jika suatu kebaikan menjadi problem,” kata Kyai yang selalu berpenampilan khas, baju putih dan peci hitam yang dikenakan agak menyerong itu.

Menurut Gus Baha, ini juga menjadi pesan almarhum ayahnya.

“Saya masih ingat wasiat Bapak. ‘Ha, kalau kamu ngajar atau berdakwah, guyon saja. Sebab orang yang sedang ngaji itu sudah dibebani banyak hal; punya hutang, takut isteri dan lainnya. Jangan membuat mereka menangis kedua kalinya. Di rumah sudah punya masalah, ternyata di pengajian bertambah masalah baru, yaitu ditakut-takuti siksa neraka oleh ustadznya. Ini namanya membuat kesedihan dan tangis kedua kali,” jelasnya.

Ada empat hal, kata Gus Baha, dasar tentang epistemologi nalar Islam ceria itu.

Pertama , berdasar QS al-Najm: 83. Potongan ayat adlhaka (tawa) wa abka (tangis) adalah ajaran normatif agar kita memilih berdakwah dengan penuh keceriaan, sebab semua sifat-sifat Allah itu pasti aktif, efektif dan efesien. Nafidzah wa mu’atstsirah .

Menurut Gus Baha, mayoritas ulama dahulu menghindari perilaku formal, serius dan detail.

Sebaliknya, mereka justru tampil di publik dengan cara guyon, bercanda dan ngelucu.

Potongan ayat adhaka wa abka (tertawa dan menangis), diinterpretasikan Gus Baha sebagai justifikasi kaifiyah mu’amalah dengan Allah yang adlhak (guyon).

Artinya, ayat ini tuntunan pada kita agar berinteraksi secara vertikal dengan cara yang elegan yaitu ceria dan tertawa.

Hanya saja, Gus Baha mengingatkan, guyon dalam konteks ini harus berorientasi pada min sa’ati rahmatihi karena itu, dinamika hidup yang direspon dengan hati yang gundah-gulana, berarti melawan pemberian Allah berupa sikap adlhak .

“Sebab itu, seseorang ruwetnya kaya apa, punya hutang misalnya, ya waktunya ketawa, harus ketawa. Demikian pula ketika menceritakan tragedi pertengkaran dengan isterinya. Waktunya bertemu teman, ya ketawa saja, ‘wah isteriku hebat, jioss …piring dibanting, kaca dipecah’, sekalipun ketika di rumah takut beneran. Sebab, adlhaka (ketawa) merupakan pemberian Allah yang nafizah–muatsitirah “.

Kedua, berdasarkan hadist. Gus Baha mengutip hadis yang termaktub dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, karya Imam al-Ghazali. Rasulullah bersabda,

“Sungguh, termasuk umat terbaikku adalah kaum yang tertawa keras (yadlhakuna jahran), karena percaya terhadap luasnya rahmat Allah (min sa’ati rahmatihi).

Berdasarkan hadis tersebut, lanjut Gus Baha, mayoritas ulama-ulama dahulu selalu bercanda, kelakar, santai, rileks, guyon dan tertawa.

“Ini semua mereka lakukan sebagai ekspresi atas kebahagiaan dan ridla terhadap pemberian Allah,” tuturnya.

Namun demikian, Gus Baha tidak menafikkan adanya potongan hadist selanjutnya. Kalimat wa yabkuna sirran (menangis secara sembunyi).

Diinterpretasikan Gus Baha agar kita menangis pada malam hari ketika kita sedang ber-munajat pada Allah.

Derai dan linang air mata di kesunyian malam tersebut sebagai bentuk ekspresi rasa takut pada siksa Allah (khaufan min azabihi).

Namun anehnya, perilaku orang-orang sekarang justru mempertontonkan sebaliknya.

“Jangan seperti perilaku orang-orang sekarang yang tampil sebaliknya. Mereka menangis di hadapan publik, namun ketika diberi uang, ia akan tertawa di kamar sendirian. Wahh…kalau begitu, orang ini bermasalah secara sanad. Ini tidak menyindir siapa-siapa ya… biasa saja,” sindir Gus Baha.

Ketiga, berdasar tradisi sahabat. Menurut Gus Baha, sekalipun pernah terjadi konflik di era Sahabat Ali dengan Mu’awiyah.

Namun hebatnya tidak membuat para sahabat larut dalam kesedihan yang begitu mendalam. Mereka tetap bercanda ria, tertawa dan goyun.

Realitas ini berdasarkan pernyataan sahabat, “Yang paling aku sukai dari orang alim itu adalah ceria (thaliqin) dan banyak guyon (midlhakin)”.

Berdasar tradisi tersebut, maka tugas kiai atau dai, harus tampil ceria dan tidak menakut-nakuti.

Keempat, berdasar tradisi tabi’in. Gus Baha mengutip pendapat Ibnu Hajar al-‘Asqalani, bahwa,

“senang itu adalah ibadah dan puncak keimanan adalah mansinya iman (halawatal iman )”.

Syarat menemukan halawatal iman, harus merasa nyaman yang diekspresikan dengan nuansa guyon dan tertawa.

Akan tetapi, seringkali, dalam konteks kehidupan nyata, normativitas Islam sebagai agama yang membawa kebahagiaan, direduksi oleh casing religiusitas kita yang tampil dengan kesedihan dan kegundahan.

“Kita seringkali mengeluarkan statemen bahwa Islam itu agama yang top dan hebat. Agama yang membawa kebahagiaan di dunia dan akhirat. Namun statemen tersebut selalu diucapkan dengan nada sedih, gundah, kalut dan kusut. Yaa…akhirnya Malaikat bingung dan tidak berani menghadapi orang yang seperti itu,” pungkas Gus Baha.***