Sunday, 19 April 2026
Home Blog Page 7224

Pemkab Bogor Buka Rekrutmen Relawan Covid-19, Begini Cara Daftarnya

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Ade Yasin terus melakukan upaya antisipasi kenaikan angka kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor, salah satunya dengan menambah relawan Covid-19.

Penambahan ini melalui pembukaan rekrutmen tenaga relawan Covid atau tenaga medis yang akan di tempatkan di sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Pusat Isolasi di Kabupaten Bogor.

Diantaranya adalah RSUD Cibinong, RSUD Ciawi, RSUD Leuwiliang, dan RSUD Cileungsi, Labkesda serta Pusat Isolasi Kemang dan Cibogo.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan, selain melakukan rekrutmen relawan covid antisipasi juga dilakukan dengan menambah ketersediaan tempat tidur khusus pasien Covid-19 di RSUD ataupun RS Swasta.

Relawan

Mengoptimalkan tempat isolasi Kemang dan Cibogo, serta melakukan percepatan vaksinasi melalui penjadwalan baku di setiap Puskesmas.

“Semua ini merupakan upaya kami sebagai bentuk antisipasi lonjakan kasus di wilayah Kabupaten Bogor serta tingginya jumlah kematian pasien Covid-19 di Indonesia,” ujar Bupati Bogor, Ade Yasin, Selasa 29 Juni 2021.

Menurut Ade Yasin, untuk antisipasi kenaikan kasus meninggal dunia akibat Covid-19, dirinya juga menambah 6 tempat pemakaman umum (TPU) untuk jenazah pasien Covid-19 dari sebelumnya hanya 4 TPU.

“10 TPU tersebut yakni TPU Pondok Rajeg Kecamatan Cibinong, TPU Tajurhalang Kecamatan Tajurhalang, TPU Ciomas Kecamatan Ciomas, TPU Cicadas Kecamatan Gunung Putri, kemudian TPU Cipenjo Kecamatan Cileungsi,” terangnya.

Kemudian, lanjut Ade, TPU Singasari Kecamatan Jonggol, TPU Jabon Mekar Kecamatan Parung, TPU Rancabungur Kecamatan Rancabungur, TPU Galuga Kecamatan Cibungbulang, dan TPU Gorowong Kecamatan Parungpanjang.

“Semoga yang hari ini dalam keadaan sakit segera diberi kesembuhan. Pandemi belum berakhir, yang sehat tetap jaga imun, jalankan protokol kesehatan dan segera ikut vaksin,” katanya.

Menurutnya, berkaitan dengan rekrutmen tenaga relawan Covid-19 berikut informasi dan datanya. Rekrutmen di RSUD Cibinong, Pemkab Bogor membutuhkan tenaga medis atau relawan Covid yang terdiri dari  dokter umum dan perawat.

Sebagai persyaratan untuk dokter harus memiliki ijazah S1 profesi kedokteran, dan ijazah D3 atau S1 bagi Ners Keperawatan. Pelamar bisa datang langsung membawa surat lamaran ke RSUD Cibinong mulai tanggal 28 Juni hingga batas kuota terpenuhi.

“Informasi lebih lengkap dapat mengakses rsudcibinong.bogorkab.go.id,” papaprnya.

Untuk RSUD Cileungsi dibutuhkan tenaga medis atau relawan covid perawat. Sebagai persyaratan harus memiliki ijazah D3 Ners Keperawatan.

Pelamar bisa datang langsung membawa surat lamaran ke RSUD Cileungsi. Informasi lebih lengkap dapat mengakses rsudcileungsi.bogorkab.go.id.

Ade Yasin menyampaikan, RSUD Ciawi membutuhkan 33 orang perawat dengan batas usia maksimal 30 tahun, memiliki ijazah D3 Keperawatan. Tinggi badan untuk laki-laki minimal 160 cm dan perempuan minimal 150 cm.

“Pelamar bisa datang langsung membawa surat lamaran ke RSUD Cileungsi. Informasi lebih lengkap dapat mengakses rsudciawi.bogorkab.go.id,” ucapnya.

Selanjutnya, RSUD Leuwiliang membutuhkan tenaga keperawatan, tenaga dokter dan tenaga radiografer dengan syarat memiliki ijazah D3 Keperawatan dan S1 profesi kedokteran.

Pelamar bisa datang langsung membawa surat lamaran ke RSUD Leuwiliang. Informasi lebih lengkap dapat mengakses rsudleuwiliang.bogokab.go.id

Kemudian, untuk Labkesda membutuhkan tenaga dokter dan tenaga analis dengan syarat memiliki ijazah S1 profesi kedokteran.

Di Pusat Isolasi Kemang, dibutuhkan segera tenaga dokter, tenaga keperawatan dan tenaga analis, dengan syarat memiliki ijazah D3 Keperawatan dan S1 profesi kedokteran.

Untuk di Pusat Isolasi Cibogo dibutuhkan tenaga keperawatan dan tenaga dokter, dengan syarat memiliki ijazah D3 Keperawatan dan S1 profesi kedokteran.***

Nakes Terserang Covid-19 Banyak Puskesmas Ditutup Sementara

Bogordaily.net – Tenaga Medis (Nakes) di sejumlah Puskesmas di Kabupaten Bogor terserang virus Covid-19. Garda terdepan penaganan Covid banyak yang terpapar.

Nakes itu terpaksa harus melakukan isolasi mandiri (Isoman) bahkan tidak sedikit yang gugur saat melawan covid-19.

Kembali tingginya kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor saat ini, banyak Puskesmas yang tutup karena nakes ada yang terpapar covid-19.

Seperti di Puskesmas Ciseeng, terhitung dari tanggal 30 Juni hingga 2 Juni 2021, pelayanan kesehatan ditutup.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Puskesmas Ciseeng, dokter Marlina Mafilinda kepada media , Selasa (29 Juni 2021).

Menurutnya, hal itu dilakukan sebagai upaya sterilisasi area Puskesmas dan pelaksanaan tes Swab bagi 56 tenaga kesehatan di puskesmas tersebut.

“Ada satu tenaga kesehatan yang positif terpapar covid 19. Lalu 4 lainnya menunjukan gejala. Jadi kami lakukan sterilisasi Puskesmas dan akan Swab 56 pegawai lainnya,” ungkap dokter Marlina.

Ia menambahkan, saat ini nakes yang positif sudah melakukan isolasi mandiri (isoman), begitupun empat petugas lainnya.

Sedangkan adanya penutupan mulai hari Rabu besok sudah dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dan di koordinasikan dengan Satgas Covid-19 Kecamatan.

“Untuk pelayanan kesehatan warga selama Puskesmas Ciseeng ditutup sementara, dialihkan ke beberapa Puskesmas terdekat,” ujarnya.

Diketahui selain Puskemas Ciseeng dari data yang dihimpun, sejumlah Puskemas di wilayah Bogor Barat, Kabupaten Bogor juga ditutup.

Puskesmas yang ditutup sementara karena adanya beberapa Nakes yang postif Covid-19, yakni, Puskemas Cibungbulang dan Puskesmas Leuwiliang.***

Tes PCR Bukan Penentu Kesembuhan Pasien Covid-19

Bogordaily.net – Seseorang yang sudah terinfeksi Covid-19, boleh jadi akan mengalami hal yang serupa untuk kedua kalinya.

Hal tersebut berkaitan dengan dilakukannya tes PCR dalam menentukan kesembuhan terhadap pasien yang terinfeksi Covid-19.

Dalam hal ini, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro angkat suara dan menjelaskan bahwa pasien yang sembuh dari Covid-19 akan bisa tetap mendapat hasil tes PCR positif.

“Tes PCR ulang bukan penentu kesembuhan bagi pasien bergejala ringan. Ia akan bisa mendapatkan hasil test PCR positif,” jelasnya dalam Live Instagram Radio Kesehatan dengan tajuk Tata Cara Isolasi Mandiri yang Tepat.

Ia pun mengungkapkan bahwa dalam kondisi kini, pasien Covid-19 yang sembuh usai menjalani isolasi mandiri tidak perlu mengikuti tes PCR lagi.

“Tidak perlu PCR ulang untuk menyatakan pasien tersebut sudah sembuh atau belum,” ujar Reisa.

Sebelumnya, diketahui adanya pernyataan bahwa di masa awal pandemi Covid-19 pasien dianjurkan melakukan tes PCR ulang saat sudah melakukan dan mengakhiri masa isolasi mandiri.

Menanggapi hal tersebut, Reisa justru menyebut tes PCR ternyata tidak bisa membedakan antara virus aktif yang sedang menginfeksi tubuh dengan virus mati atau partikel sisa Covid-19.

“Makanya, tidak lagi digunakan PCR sebagai penentu kesembuhan, tapi PCR digunakan sebagai penentu diagnosis konfirmasi penyakit,” kata Reisa.

Sementara itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Kementerian Kesehatan Amerika Serikat telah meneliti bahwa para pasien Covid-19 dengan gejala ringan ini cukup melakukan isolasi selama minimal 10 hari.

“Dalam panduan Kementerian Kesehatan, isolasi mandiri dilakukan minimal selama 10 hari, ditambah tiga hari,” ujar Reisa.

Ia menambahkan, CDC tidak merekomendasikan tes PCR ulang bagi pasien dengan gejala Covid-19 yang ringan atau sangat ringan. Pasien bergejala ringan inilah yang biasanya menjalani isolasi mandiri.

“Tidak perlu PCR ulang untuk menyatakan sembuh, tapi yang menyatakan treatment-nya selesai tidak bisa dari diri sendiri, melainkan keputusan faskes atau tenaga medis yang merawat,” jelas Reisa.

Apalagi, saat ini marak istilah Long Covid atau gejala penyakit Corona yang tersisa setelah sembuh.

Tak jarang, pasien Covid-19 yang sudah sembuh merasakan kondisi yang lebih tidak nyaman di tubuhnya saat merasakan Long Covid daripada saat masih positif Covid-19.

Maka dari itu, perlunya berhati-hati karena kondisi setiap orang yang terinfeksi bisa berbeda-beda.

Akan tetapi, Reisa mengatakan, pasien dengan gejala penyakit berat tetap perlu melakukan tes PCR ulang pada akhir masa isolasi untuk memastikan kesehatannya.

“Tes RT-PCR untuk mendeteksi SARS-CoV-2 RNA untuk memutuskan penghentian isolasi dipertimbangkan bagi orang yang imbuh tubuhnya melemah,” dikutip dari website resmi CDC.

Maka dari itu, untuk pasien lain yang tidak mengalami gejala penyakit berat atau imun tubuhnya melemah. strategi berbasis tes tidak direkomendasikan untuk dilakukan secara ulang.***

Pendaftaran Seleksi CPNS Dibuka Mulai 30 Juni 2021

Bogordaily.net – Pemerintah secara resmi telah mengumumkan dimulainya pendaftaran seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) guru maupun non guru pada tahun 2021.

Pembukaan yang banyak ditunggu oleh masyarakat ini dimulai pada 30 Juni hingga 21 Juli 2021.

Sebagaimana disampaikan Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (BKN) Suharmen dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (29 Juni 2021).

Total formasi yang dibuka berdasarkan penetapan per 22 Juni 2021, menurut Suharmen yaitu sebanyak 701.590 yang terdiri atas 74.648 formasi untuk 56 instansi pusat.

Selain itu ada juga 626.942 formasi untuk 524 instansi daerah yang di dalamnya, termasuk 525.667 formasi untuk guru PPPK.

Dimulainya pembukaan pendaftaran ini juga tertuang dalam surat Badan Kepegawaian Negara Nomor 5587/B-KS.04.01/SD/K/2021 tertanggal 28 Juni 2021 tentang Jadwal Pelaksanaan Seleksi Penerimaan CPNS dan PPPK Nonguru Tahun 2021.

Untuk seleksi PPPK Guru, jadwal akan disampaikan secara terpisah oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dengan mengacu surat tersebut.

Untuk ikut serta dalam seleksi ini, pendaftar wajib mempunyai akun SSCASN melalui portal SSCASN, https://sscasn.bkn.go.id.

Setelah itu pendaftar melakukan login, kemudian melengkapi biodata yang dipersyaratkan.

Setelah itu pendaftar memilih formasi yang diminati dengan mengunggah dokumen dan kemudian mencetak kartu informasi akun dan kartu pendaftaran akun.

Setelah itu akan ada tahapan-tahapan seleksi lain yang harus dilewati para pendaftar.***

AMH Jadi Anak Angkat Kapolres Tasikmalaya Setelah Diusir Warga

Bogordaily.net- Seorang anak remaja berinisial AMH (13) diangkat jadi anak Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rimsyahtono.

AMH dulu sempat ditolak warga setempat di kampungnya akibat kenakalan remaja yang dilakukannya.

“Berdasarkan penelusuran kami ternyata ditolak oleh warga di kampungnya karena yah kenakalan,” ujar Ketua KPAID Tasikmalaya, Ato Rinanto seperti dikutip dari merdekacom, Senin (28 Juni 2021).

Ato mengungkapkan bahwa kini AMH sudah diangkat menjadi anak asuh oleh Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono.

Pihaknya pun mengapresiasi langkah Kapolres yang mengurus serta memberikan ruang pemulihan psikologis dan perilaku AMH.

AMH merupakan tujuh bersaudara, berasal dari keluarga yang kurang mampu.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, keluarga AMH mengandalkan sang ayah yang merupakan kuli bangunan.

AMH diketahui sempat hadir dalam apel pagi di Mapolres Tasikmalaya, Senin (28 Juni 2021).

Kehadiran AMH dalam apel itu diketahui sebagai ajudan Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rimsyahtono.

“Benar tadi AMH ini jadi ajudan pas apel pagi. Itung itung diperkenalkan kepada Anggota bahwa AMH ini adalah anak asuh kami Kepolisian Resort Tasikmalaya,” ujar AKBP Rimsyahtono.

AKBP Rimsyahtono mengungkapkan bahwa sebelum diangkat menjadi anak asuh, AMH sempat tinggal di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Tasikmalaya.

AMH sebelumnya diadukan oleh masyarakat lantaran aksi kenakalannya dan diketahui persoalannya sudah selesai secara kekeluargaan pada Februari 2021.

“Ceritanya anak ini pada bulan Februari berhadapan dengan hukum, di mana di lingkungannya dituduh melakukan kejahatan kecil (mencuri). Saat di Polres dilakukan restorasi justice dan diselesaikan melalui kekeluargaan, Sehingga tidak dilanjut,” ungkapnya.

Setelah permasalahannya selesai, ternyata AMH betah tinggal di lingkungan Polres. Oleh sebab itu, pihak kepolisian pun menyiapkan ruang khusus untuknya.

Selama tinggal di Polres Tasikmalaya, AMH memperoleh pendampingan dari anggota, termasuk yang berkaitan dengan pendidikan.

Rencananya, AMH akan diarahkan untuk melanjutkan pendidikan ke SMP atau pondok pesantren.

“Kepolisian akan menyekolahkan AMH yang memiliki cita cita jadi anggota Polisi. Orang tuanya, mohon maaf, secara ekonomi memang harus kami bantu,” pungkasnya.***

Data Terkini Korban Tenggelamnya KMP Yunicee

Bogordaily.net – Data terkini yang dirilis Basarnas, menyebutkan bahwa ada tambahan satu korban lagi, Rabu (30 Juni 2021).

Maka jumlah korban meninggal dunia akibat tenggelamnya KMP Yunicee bertambah.

Kepala Kantor Basarnas Bali, Gede Darmada mengatakan data terakhir per 07.20 WITA jumlah korban meninggal menjadi tujuh orang.

Manifes terakhir terkait jumlah penumpang KMP Yunicee berjumlah 41 orang, ABK 13 orang dan petugas di kantin tiga orang.

“Jumlah korban meninggal tujuh orang, selamat 44 orang, dan dalam pencarian enam orang,” katanya seperti dikutip dari Balipos, Rabu (30 Juni 2021).

Gede Darmada menambahkan bahwa tim gabungan masih melakukan penyisiran mencari penumpang yang masih hilang pada hari ini.

Sementara itu, untuk data korban tewas, empat orang di antaranya berhasil diidentifikasi.

Mereka yang sudah diidentifikasi adalah Abdul Koyum, Sri Rahayu, Ariana Niken dan Alfiana Putri Sugiarti.

Sementara itu, dua korban lagi belum berhasil diindentifikasi yakni, seorang perempuan berbaju coklat tua lengan panjang dengan celana panjang hitam merk Levis.

Sedangkan seorang lagi berjenis kelamin laki-laki memakai baju hitam dan celana loreng.

Sebelumnya, pada Selasa (29 Juni 2021) sekira pukul 17.15 WIB, KMP Yunicee berangkat dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk dan pukul 19.06 WITA.

Saat peristiwa terjadi kapal terbawa arus ke selatan dan terlihat miring lalu langsung tenggelam.

Sekitar lampu merah Perairan Gilimanuk, kira-kira 300 meter dari dermaga Pelabuhan Gilimanuk.***

Dedie : Alun-alun Kota Bogor Harus Selaras Konsep Heritage

Bogordaily.net – Saat ini pembangunan Alun-alun Kota Bogor sudah mulai berlangsung. Proses cut and fill pun saat ini tengah dikerjakan oleh kontraktor.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun mengingatkan, agar pembangunan bisa menyelaraskan heritage di kawasan tersebut.

Hal itu dikatakan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim saat rapat teknis sekaligus meninjau lokasi pembanguan Alun-alun Kota Bogor dan Stasiun Bogor, Selasa 29 Juni 2021.

“Intinya, kita mencapai kesepakatan dengan PT KAI, PT KCI dan juga Balai Teknik Perkeretapian Jawa Barat untuk dilakukan langkah-langkah teknis pengintegrasian Stasiun Bogor dari arah bangunan lama dengan Alun-alun, Nyi Raja Permas, hingga Masjid Agung,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim usai peninjauan.

Kesepakatan yang sudah dicapai itu, sambung Dedie, dilanjutkan dengan langkah-langkah teknis yang lain. Seperti pembukaan tembok yang menjadi pagar batas antara Stasiun dan Alun-alun, pembangunan toilet dan pembenahan pedestrian.

Alun alun

Selanjutnya, Dedie menyampaikan bahwa pedestrian yang dibenahi, meliputi pedestrian di Jalan Nyi Raja Permas dari Jalan Muslihat sampai dengan areal Pasar Blok G. Hal itu kemudian akan dilakukan sinkronisasi.

“Kemudian juga nanti Dinas Perumkim akan menata ulang dibantu Dinas Perhubungan untuk lampu hias atai PJU nya. Termasuk juga untuk pemeliharaan dan perawatan pohon. Termasuk pemasangan peneng status pohon diarea depan Stasiun,” ucapnya

Saat ini, proses yang sedang dilakukan dalam pembangunan cut and fill. Kemudian setelah ini, progres akan diajukan dengan penataan saluran air atau drainase di sekitar pembangunan.

Namun, kata Dedie, masih terdapat pekerjaan rumah yang harus dikerjakan. Yakni pembangunan jalur pejalan kaki atau pedestrian di Jalan Dewi Sartika dari titik Bank BJB hingga Blok F Pasar Kebon Kembang.

“Itu yang masih menjadi PR yakni Pembenahan drainase dan juga pembangunan pedestriannya. Selain itu saya minta koordinasi semua instansi, termasuk wilayah. Untuk adanya langkah bersama dan aturan yang baku,” pungkasnya.***

Ingat Era Mahar Mardjono, Ini Kata Rizal Ramli kepada Rektor UI

0

Bogordaily.net – Unggahan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) yang mengkritik Jokowi, Rizal Ramli ingat gaya kepemimpinan mantan Rektor Universitas Indonesia (UI), Mahar Mardjono.

Menurut Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur itu, Mahar Mardjono merupakan rektor yang konsisten pada konsep “Tut Wuri Handayani” atau mendorong dari belakang apa yang dimaui mahasiswa.

“Saya dan kawan-kawan pengagum Rektor UI Prof. dr. Mahar Mardjono, intelektual bijaksana, respected Professor of Medicine,” ucapnya dikutip dari Radartegal, Senin 28 Juni 2021.

Mahar Mardjono adalah pria kelahiran Semarang 8 Januari 1923 yang merupakan intelektual bijaksana, saat menjabat sebagai rektor UI dari 1974 hingga 1982.

Sikap yang sama tidak diberikan Rizal Ramli kepada Rektor UI Ari Kuncoro yang saat ini menjabat.

Menurutnya, Ari Kuncoro yang juga menjabat Wakil Komisaris Utama BRI itu berprilaku layaknya aparat keamanan.

“Rektor UI hari ini sekadar aparat keamanan, yang takut kehilangan priveleges,” tuturnya.

Kini diketahui rektorat UI memanggil para pengurus BEM, terkait dengan unggahan poster di akun Instagram yang menggambarkan ‘Jokowi The King of Lip Service’ pada Minggu 27 Juni 2021. Adv

Hey Para Suami! Jangan Lalai Terhadap Hak Istrimu

Bogordaily.net – Berikanlah hak-hak istri dengan sempurna. Jangan kurangi sedikitpun. Jangan sampai menjadi suami yang abai agar tak terjadi kerusakan dalam rumah tangga.

Suami jangan terlalu sibuk dengan hobinya. Jangan pula menjadi seorang yang gila kerja hingga tak ada waktu untuk keluarga.

Diriwayatkan Bukhari dan selainnya dari hadis Abu Juhaifah radhiyallahu ‘anhu berkata,

“Nabi mempersaudarakan antara Salman dan Abu Darda’. Pada suatu hari Salman mengunjungi Abu Darda’ dan melihat Ummu Darda’ berpakaian lusuh, tidak berhias, maka dia bertanya kepada Ummu Darda’, “Mengapa kamu begitu?” Ummu Darda’ menjawab, “Saudaramu, Abu Darda’ tidak membutuhkan dunia.” Kemudian datanglah Abu Darda’ dan menyuguhkan makanan untuk Salman. Salman berkata kepada Abu Darda’, “makanlah!” Abu Darda’ menjawab, “Sesungguhnya aku sedang berpuasa.” Salman berkata, “ aku tidak mau makan sehingga kamu juga makan.” Maka Abu Darda’ pun makan.

Ketika malam datang, Abu Darda’ pergi untuk mendirikan shalat. Salman berkata, ” Tidurlah!”. Kemudian saat akhir malam tiba, Salman berkata kepada Abu Darda’, “Sesungguhnya Tuhanmu mempunyai hak atasmu, badanmu punya hak atasmu, dan keluargamu (istrimu) juga punya hak atasmu.” Maka berikanlah masing-masing haknya. Tak lama setelah itu Abu Darda’ menemui Nabi shalallahu `alaihi wa sallam dan menceritakan peristiwa itu kepada beliau, maka Nabi shalallahu `alaihi wa sallam berkata kepadanya, “Salman benar!”.”(HR. Bukhari no. 1968).

Ummu Nashifah dikutip dari muslim.or menjelaskan bahwa bermuamalah yang baik dengan istri akan mengeratkan benang-benang asmara yang kadang terurai oleh berbagai persoalan hidup.

Interaksi yang harmonis, keterbukaan komunikasi akan menumbuhkan perasaan percaya diri dan rasa aman sehingga kebutuhan batin istri terpenuhi.

Inilah tantangan besar ketika suami sibuk kerja. Maka perlu dicari solusi menguntungkan keduanya agar jalinan cinta tidak tergoyahkan.

Butuh agenda khusus agar kebersamaan itu tetap langgeng dengan berbagai aktivitas positif yang bermanfaat. Justru dengan HP bagaimana kerekatan cinta semakin membara.

Kunci utamanya dengan memanfaatkan media sosial ini sesuai kebutuhan bukan sesuai keinginan.

Disinilah butuh manajemen alokasi waktu yang cerdas dan juga komitmen pasutri untuk eksis membangun istana impian dalam kondisi dan situasi apapun.

Dan betapa kehidupan super sibuk Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah seindah-indah teladan dalam kehidupan rumah tangga.

Yakinkan terus pasangan Anda bahwa bahtera rumah tangga akan solid dan selalu kokoh. Jadikan Anda istri utama yang mengalahkan gadget, pekerjaan dan hobi suami. Tentu dengan kiat yang jitu dan memesona, Insya Allah Andalah istri yang merupakan sebaik-baik perhiasan.***

Sumber : Muslimah.or

Tertangkap Basah, Wanita Penyalur Kerja Palsukan 20 Surat Tes Swab Antigen

Bogordaily.net – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) berhasil menangkap seorang wanita berusia 36 tahun berinisial DSH di Batam, Kepulauan Riau lantaran telah memalsukan surat tes swab antigen.

Kasubbid Multimedia Bidang Humas Polda Kepri, AKBP Surya Iswandar mengungkapkan bahwa pelaku berhasil diamankan di Diamond DC Mal, Lubuk Baja, Kota Batam pada Sabtu, 27 Juni 2021.

“Sabtu sekitar pukul 11.45 WIB diamankan seorang pelaku di Diamond DC Mal, Lubuk Baja. Identitas pelaku yang kami amankan adalah Inisial DSH,” terang AKBP Surya Iswandar yang didampingi Panit Subdit III Dit Reskrimum Polda Kepri Iptu Darma Ardiyaniki pada Senin, 28 Juni 2021.

Saat diamankan, terungkap bahwa DSH merupakan pekerja di perusahaan penyalur tenaga kerja di Batam.

Surat keterangan hasil antigen Covid-19 itu digunakan sebagai dokumen pendukung para pelamar pekerjaan yang disalurkannya.

“Pelaku merupakan karyawan PT AMK Cabang Batam dengan modus operandi membuat surat rapid test antigen palsu dengan menggunakan kop dan cap stempel klinik kesehatan di Kota Batam sebagai persyaratan pelamar kerja,” ungkap AKBP Surya Iswandar di Batam, Senin 28 Juni 2021.

Namun, dari keterangan sementara, DSH membuat surat palsu tersebut tidak diketahui kantor pusat PT AMK di Surabaya.

Kemudian, AKBP Surya Iswandar pun mengatakan bahwa pelaku telah membuat surat rapid tes antigen palsu sebanyak 20 lembar yang digunakan sebagai persyaratan melamar kerja sejak bulan Maret 2021 hingga sekarang Juni 2021.

Dalam pengembangan penangkapan DSH di kantor PT AMK Cabang Batam, ditemukan pula barang bukti berupa perangkat kantor untuk mencetak surat tes swat antigen palsu tersebut.

Barang bukti yang telah diamankan tersebut diantaranya; satu laptop, dua stempel klinik dan dokter, satu mesin cetak, dan empat lembar surat antigen yang diduga palsu.

Terungkapnya kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang diterima Tim Opsnal Subdit III Ditreskrimum Polda Kepri.

Panit Subdit III Dit Reskrimum Polda Kepri Iptu M Darma Ardiyaniki menyatakan bahwa berdasarkan penyelidikan, wanita ini melakukan perbuatannya sendiri tanpa bantuan orang lain.

Dalam hal ini pelaku merugikan klinik kesehatan yang bersangkutan.

“Pelaku menggunakan cap dan stempel palsu salah satu klinik di Kota Batam. Untuk korban yang dirugikan adalah klinik kesehatan tersebut,” pungkas Iptu M Darma.

Pelaku kini dalam tahap pemeriksaan dan dijerat pasal 263 ayat (1) dengan pidana penjara paling lama enam tahun.***