Sunday, 19 April 2026
Home Blog Page 7228

Waduh, Pengelola Resto Fairouz Puncak Dipanggil Satpol PP

0

Bogordaily.net – Satpol PP Kabupaten Bogor memanggil pemilik Restaurant Fairouz yang berlokasi di Jalan Raya Puncak – Gadog, Km. 85, Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, terkait pelanggaran prokes dan menyediakan  Belly Dancer.

Hal tersebut karena resto puncak tersebut mengundang kerumunan massa serta melanggar protokol kesehatan (prokes), yang sudah ditentukan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

Kasatpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridho mengatakan, Kabupaten Bogor masih memberlakukan aturan terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro dan membatasi jam operasional tempat makan serta kapasitas tempat usaha.

“Kita lihat dulu hasil dari penyelidikan yang dilakukan PPNS, apakah akan diberikan denda atau disegel sementara. Hal itu kita lihat saja nanti,” katanya.

Ditambah, Agus Ridho mengungkapkan, dengan adanya penari Belly Dance di Restaurant Fairouz merupakan pelanggaran dan merusak citra wilayah puncak Kabupaten Bogor.

Pemilik restaurant Fairouz bersikap kooperatif dengan menjawab beberapa pertanyaan yang dilayangkan petugas penegak perda. Guna mendalami kebenaran kerumunan massa yang terjadi ditempat usahanya.

“Pemilik resto berdalih bahwa, kegiatan tersebut hanya dilakukan selama dua hari saja,  yaitu tanggal 21 Juni 2021 dan 23 Juni 2021,” ucapnya.

“Pengakuan dari pemilik restoran, bahwa acara tersebut hanya dilakukan selama 2 hari, tetapi tetap kita menjadwalkan untuk dilakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan ke Mako Satpol PP guna dimintai keterangan lebih lanjutnya,” pungkasnya.***

Base Jame HIMNI TD 46 Gelar Aksi Donor Darah Untuk Kemanusiaan

0

Bogordaily.net – Dalam bentuk aksi kemanusiaan, Base Jame HIMNI TD 46 bersama YKPI dan Karang Taruna Sukma Raga mengadakan donor darah dan bantuan kaki palsu di Sekretariat Karang Taruna Sukma Raga Desa Sukamaju, Kecamatan Cibungbulang, Minggu 27 Juni 2021.

Dimulai pukul 09:00 WIB, para pendaftar terdiri dari warga sekitar, seperti alumni SMK Tri Dharma (TD) dan anggota karang taruna Sukma Raga. Setidaknya kurang lebih 50 orang yang ingin mendonorkan darahnya.

Kepala Sukamaju, Hijjah Cucum Ratna Suminar mengatakan, selain donor darah juga diadakan pembagian masker untuk warga sekitar dan pengukuran kaki palsu.

Untuk penerima manfaat bantuan kaki palsu, kata Hijjah, ada dua orang, diantaranya, Enzas Fabian warga Kampung Cikopomayak, RT 02/RW 03, Desa Neglasari, Kecamatan Jasinga dan Hendar warga Kampung Padati Mondok, RT 02/RW 08, Desa Ciaruten, Kecamatan Cibungbulang.

Jame
Suasana donor darah di Sekretariat Karang Taruna Sukma Raga Desa Sukamaju, Kecamatan Cibungbulang, Minggu 27 Juni 2021. (Istimewa/Bogordaily.net)

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur sekali dengan adanya Base Jame HIMNI TD 46, Karang Taruna Sukma Raga yang menggalangkan dan menggerakan warga Desa Sukamaju untuk mendonorkan darahnya,” ujar Kepala Sukamaju, Hijjah Cucum Ratna Suminar.

Lebih lanjut, Hajjah Cucum menyampaikan, dirinya sangat mengapresiasi dalam kegiatan sosial ini. Dan ini merupaka perdana ia mendonorkan darah.

“Semoga tiga bulan kedepan bisa diadakan kembali, dan saya sangat berterima kasih kepada Yayasan YKPI atas bantuan kaki palsu untuk warga yang membutuhkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Sukma Raga, Redi mengatakan bahwa, kegiatan ini bertujuan untuk membantu PMI dalam memenuhi ketersediaan stok darah.

“Selain itu juga kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kepedulian dan kebersamaan antar warga,” ujar Ketua Karang Taruna Sukma Raga, Redi.

Redi berharap, kegiatan ini bisa memberikan manfaat dan membantu pihak-pihak yang benar-benar membutuhkan.

Dalam acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Sukamaju, Hijjah Cucum Ratna Suminar, Satgas Covid-19 dan aparat setempat.***

Mengusung Konsep Stay Safe, Adhi City Sentul: Sehat Mulai dari Rumah

0

Bogordaily.net – Adhi City Sentul yang merupakan proyek masterpiece dari PT Adhi Commuter Properti mengusung hunian masa depan, yang dekat dengan alam dan menghadirkan konsep Stay Safe menciptakan masyarakat yang sehat mulai dari rumah.

Tak sekedar omong kosong, di masa pandemi seperti ini, Adhi City Sentul juga menjalankan kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bogor, dengan menggelar acara donor darah di area terbuka Marketing Gallery Adhi City Sentul.

Kegiatan itu dilaksanakan dalam merespons kondisi saat pandemi Covid-19 di mana ketersediaan kantong darah PMI terancam menipis, lantaran adanya kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat dari pemerintah.

Marketing Manager Adhi City Sentul, Putu Praditya, mengatakan bahwa, kegiatan tersebut bertujuan untuk membantu PMI agar persediaan darah yang cukup selama pandemi.

Selain itu Adhi City Sentul dalam acara yang bertajuk “We Care, We Share” juga mendukung konsep Stay Safe, dalam menyediakan kawasan yang sehat dan menjaga kesehatan penghuninya, terlebih lagi di masa pandemi seperti ini.

Kemudian, konsep Stay Safe tersebut menyediakan fasilitas-fasilitas yang menjamin kesehatan, hygiene, keselamatan, dan kenyamanan bagi calon penghuni.

Sementara itu, Project Director Adhi City Sentul, Nanang Safrudin Salim menjelaskan bahwa, dalam konsep tersebut Adhi City Sentul juga mengusung konsep rumah sehat dengan penggunaan jendela besar di setiap ruang, untuk memaksimalkan penggunaan cahaya alami agar ruangan tetap sehat dan tidak lembap.

Dengan menggunakan desain sistem cross-ventilation dan hi-ceiling sirkulasi udara di dalam rumah dapat berputar dengan baik. Sehingga layout rumah yang efektif dan fungsional, dengan aksen fasad minimalis memiliki potensi pemanfaatan ruang yang beragam untuk produktivitas penghuni rumah.

Di kawasan ini juga memungkinkan untuk dapat dikembangkan sebagai rumah yang dapat dibangun secara bertahap menyesuaikan kebutuhan, waktu dan kondisi penghuni.

Lalu, tambahan ruang juga bisa dimanfaatkan beragam sesuai keinginan penghuni, mulai dari kids playing room, hobby room, study room, kamar anak, ruang ibadah, atau ruangan ekstra untuk bekerja dari rumah.

Diketahui, PT Adhi Commuter Properti pun dinobatkan sebagai salah satu Top 10 Developers Indonesia pada Ajang BCI Asia Awards 2020/2021.

Perusahaan ini telah meraih penghargaan tersebut selama tiga tahun berturut-turut dan menjadi perusahaan properti, yang sebagian besar proyeknya berada di kawasan Transit Oriented Development (TOD) dalam wilayah Jabodetabek.

Lanjut, ADCP pun sukses menangkap trend shifting yang terjadi dengan mengembangkan sejumlah kawasan properti di titik stasiun LRT Jabodebek melalui produk LRT City dan Adhi City.

Dalam penghargaan tersebut, pemenang dipilih berdasarkan nilai agregat atau nilai total barang dan jasa, yang diproduksi dalam perekonomian selama periode tertentu, biasanya satu tahun.

Dalam hal ini, Adhi terbesar dari proyek yang sedang dibangun selama satu tahun kalender terakhir, terutama dilihat dari sejauh mana upaya keberlanjutan proyek berjalan serta peringkat bangunan hijau.

Adhi City Sentul yang berlokasi tepat di pintu gerbang kawasan Sentul memiliki suasana yang masih asri dan segar, dengan pemandangan langsung Gunung Pancar, Gunung Salak, dan Gunung Gede-Pangrango sehingga cocok menjadi pilihan hunian keluarga.***

Pengendara Motor Trail Asal Nanggung Tewas Dalam Kecelakaan

0

Bogordaily.net – Pengendara sepeda motor trail bernomor polisi F 6595 FFJ bernama Egi Purnawan Berusia 40 tahun warga Cibeber, Curug Bitung Kecamatan Nanggung tewas ditempat akibat kecelakaan.

Kecelakan tersebut terjadi di Jalan Raya Cibungbulang dekat UPT Pajak, Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor pada Senin pagi 28 Juni 2021 pukul 9.00 WIB.

Menurut Anggota Lantas Polsek Cibungbulang Bripka Muhamad Ilyas mengatakan, korban yang merupakan warga Curug Bitung mengalami laka tunggal dan meninggal di tempat karena alami luka cukup parah di bagian kepala.

“Ini merupakan laka tunggal, kronologi lengkap belum tahu karena tidak ada saksi, ini warga asal Cibeber Nanggung korban meninggal di lokasi,”kata Anggota Lantas Polsek Cibungbulang Bripka Muhamad Ilyas.

Muhammad Ilyas melanjutkan, untuk kasus laka tunggal ini selanjutnya akan ditangani unit Laka Polsek Dramaga Resor Bogor.

“Dan tadi di tkp ada berkas, dan dompet korban dan kita juga sudah hubungi pihak keluarga korban,”katanya.

Sementara menurut Ganjar warga sekitar mengatakan, diduga korban gagal nyalip dan oleng kalau terjatuh dan kepala korban terbentur kendaraan lain.

“Korban dari arah Leuwiliang meuju Bogor diduga gagal nyalip dan terlindas, karena bagian kepala luka cukup parah,”kata Ganjar.

Sementara motor trail korban berwarna biru hanya rusak pada bagian depan dan belakang.

Kini korban langsung dibawah ke RSUD Leuwliang, untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh Petugas Unit Kaka Poslek Dramaga berserta Kendaraan.

Sementara kecelakaan tersebut menyebabkan kemacetan cukup parah sekitar 1 kilometer dari arah Leuwiliang menuju Bogor maupun sebaliknya.***

Dalam Waktu Dekat, Jalan Mansalong-PLBN Labang-Tau Lumbis Akan Di Bangun

Bogordaily.net – Plt Camat Lumbis Pansiangan mengatakan bahwa Lumbis harus bersiap-siap dengan Kepala Desa yang dilalui ruas Jalan Mansalong-PLBN Labang-Tau Lumbis.

Semua itu akan dijelaskan dalam acara konsultasi publik yang dihadiri oleh Kepala Balai Jaringan Jalan Nasional Direktorat Bina Marga Kementerian PUPR, Senin 28 Juni 2021.

“Dalam waktu dekat kita akan bertemu dalam acara konsultasi publik dan sosialisasi pembangunan ruas jalan Nasional Mansalong-PLBN Labang-Tau Lumbis,” kata Plt Camat Lumbis Pansiangan, Lumbis.

Saat ini, dirinya menunggu undangan untuk tanda tangan dari Kepala Balai Pelaksana Pembangunan Jalan Nasional (BPJN).

“Untuk selanjutnya akan diinformasikan melalui undangan resmi kepada masing-masing Desa. Undangan kehadiran dalam konsultasi publik dan sosialiasi melalui Camat masing-masing,” ujarnya.

Mansalong

Berikut daftar Desa yang di lalui Ruas Jalan Nasional Mansalong-Labang-Tau Lumbis, yakni :

1. Kecamatan Lumbis.

1. Mansalong.
2. Tanjung Hulu
3. Bulan-Bulan.
4. Sapuyan.
5. Tubus.
6. Lintong.
7. Patal I.
8. Patal II.
9. Taluan.
10.Podong.
11. Sodongon.
12. Nainsid.
13. Sesibu.
14. Saludan.
15. Sumalumung.
16. Dabulon.
17. Samalat.
18. Siawang.

2. Lumbis Ogong.

1. Payang.
2. Suyadon.
3. Tukulon.
4. Batung.
5. Ubol Alung.
6. Nasapan.
7. Ubol Sulok.
8. Sedalit.
9. Tambalang Hilir.
10. Long Bulu.
11. Kalambuku.
12. Tadungus.
13. Samata.
14. Samunti.
15. Saalan.
16. Sungoi.
17. Linsayung.
18. Labuk.
19. Sanal.
20. Tumantalas.

3. Lumbis Pansiangan

1. Sumentobol.
2. Nantukidan.
3. Labang.
4. Sumantipal.
5. Bulalaun Hilir.
6. Lagas.
7. Ngawol.
8. Tantalujuk.
9. Panas.
10. Bokok.
11. Kuyo.
12. Langgason.

4. Lumbis Hulu.

1. Duyan.
2. Tau Lumbis.
3. Tuntulibing.
4. Sibalu.
5. Mamasin.
6. Bulalaun Hulu.
7. Lipaga.
8. Kabungolor.
9. Kalisun.
10. Tatagas.***

Satgas Minta Masyarakat Bijak Melihat Angka Positivity Rate Covid-19

Bogordaily.net – Melihat tingginya angka kasus Covid-19 di Indonesia, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito meminta masyarakat agar lebih bijak pada angka positivity rate Covid-19.

Prof Wiku Adisasmito mengatakan bahwa semua pihak harus bijak dalam melihat data positivity rate kasus COVID-19 agar tidak salah menafsirkan keadaan.

Imbauan tersebut muncul lantaran meningkatnya tren positivity rate kasus Covid-19 secara nasional dalam beberapa minggu terakhir.

Berdasarkan data per minggu ke-3 Juni 2021, positivity rate di Indonesia mencapai angka 14,64 persen. Angka tersebut memperlihatkan jauh lebih tinggi dari standar yang dipatok WHO yaitu 5 persen.

“Rentang waktu 14 hari adalah yang paling efektif dalam penentuan langkah intervensi kebijakan selanjutnya, karena rentang yang terlalu singkat atau terlalu lama seperti harian atau 2 bulanan dapat mengaburkan situasi yang sebenarnya terjadi di lapangan,” jelas Wiku dalam keterangan tertulis pada Senin, 28 Juni 2021.

Lebih lanjut, jika berkaca pada data sejak awal pandemi, positivity rate di Indonesia pernah mencapai puncak paling tinggi, sebesar 28,25% di 2 minggu pertama Januari 2021.

Karena itu, positivity rate yang saat ini sudah mendekati 15% ini harus diwaspadai dan semaksimal mungkin dikendalikan.

Wiku menjelaskan, karena positivity rate ditentukan dari jumlah orang yang diperiksa, maka ada beberapa kondisi yang mempengaruhi akurasinya. Salah satunya terbatasnya sumber daya dan akses pada fasilitas tes.

Ini karena penggunaan fasilitas tes diprioritaskan untuk yang sudah memiliki gejala atau kontak erat. Dengan begitu, bukan tidak mungkin hasil tes cenderung menunjukkan positif Covid-19, karena sudah dikerucutkan pada kelompok orang yang memang memiliki gejala atau kontak Page 2 erat.

“Di Indonesia, pada umumnya orang sehat tidak menjalani tes Covid-19, dan hal ini dapat mempengaruhi angka positivity rate menjadi tinggi,” ujar Wiku.

Terkait hal tersebut, Kementerian Kesehatan mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/MENKES/446/2021 yang menetapkan penggunaan rapid test Antigen sebagai salah satu metode dalam pemeriksaan Covid-19.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa Positivity rate merupakan salah satu indikator penting dalam penanganan pandemi.

Positivity rate dihitung dengan membandingkan jumlah orang yang positif dengan jumlah orang yang diperiksa. Dalam kasus ini, ada beberapa hipotesa yang kemungkinan terjadi.

Budi menjelaskan, hipotesa yang pertama yakni banyak data mengenai hasil tes PCR yang hasilnya negatif belum langsung dikirim ke pusat sehingga data yang diterima itu lebih banyak data yang positif.

“Setelah dicek ke beberapa rumah sakit dan laboratorium penyebabnya adalah cara memasukkan data ke sistem aplikasi dinilai rumit. Akibatnya rumah sakit dan Lab lebih banyak memasukkan data positif dulu sementara data hasil negatif belum diinput,” ungkap Budi.

Ia menambahkan, sehingga menurut mereka yang penting adalah data positif agar bisa diisolasi. Itu yang mengakibatkan positivity rate nya naik.

“Hipotesa kedua adalah memang kemungkinan kasus positif sudah lebih banyak sedangkan testingnya yang kurang,” ucap Budi.

Menurutnya, itu sebabnya untuk mencapai hipotesa ini pihak terkait harus meningkatkan jumlah pemeriksaan sejalan dengan penerapan program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro menggunakan RDT Antigen untuk memperluas cakupan target pemeriksaan.

Budi menambahkan, sehingga lebih banyak mendeteksi kasus positif. Sehingga dengan semakin luas cakupan target pemeriksaan, menjadikan positivity rate yang ada lebih menggambarkan kondisi yang sesungguhnya.

“Hipotesa terakhir adalah banyak Lab yang belum konsisten memasukkan laporannya,” kata Budi.

Ia juga menuturkan, perlu komunikasi yang baik dengan para peneliti Covid-19 di seluruh Indonesia untuk memastikan agar mereka disiplin dan memasukkan data yang lengkap, serta on time.

“Dengan demikian kita bisa melihat data positivity rate yang sebenarnya sehingga kita bisa mengambil keputusan dan kebijakan yang lebih tepat,” ungkap Budi.***

Belly Dancer Heran, Tarian di Resto Fairouz Dianggap Cabul

Bogordaily.net – Seorang penari perut (Belly Dancer) profesional, menanggapi aksi Satpol PP yang mendatangi rumah resto Fairouz Lebanese  Authentic Cuisine, Jalan Raya Puncak KM 85 Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogo, yang menyajikan tarian Timur Tengah, yang dianggap cabul.

Menurutnya, mungkin untuk sebagain orang pakaianya yang menjadi custum Penari Perut,  kurang pantas. Namun seperti itulah penampilan seorang Belly Dancer.

Ia menuturkan, Tari Perut dikenal sebagai Tari Arab. Merupakan tarian ekspresif Arab yang berasal dari Mesir yakni jenis tarian yang menunjukan areal sensitif perempuan terutama perut serta pinggul yang menjadi sentral gerakan.

Tari perut ini biasanya dilakukan secara individual dan mengandalkan lenggokan batang tubuh.

“Maaf kalo ada omongan saya yang buat tersinggung, mohon maaf soal berita tentang tarian tersebut. Saya kaget banget saat melihat video itu viralnya,” ujarnya.

Salah satu Narasumber menjelaskan, itu jelas bukan Striptis atau Erotis, tapi itu seni menari ala Timur Tengah.

“Saya hanya bekerja sesuai tugas dan profesi saya saja dengan profesional,” katanya.

Untuk itu, dirinya (Narasumber) disorot masuk berita yang seperti itu , ia tidak tahu dimana salahnya sama profesinya.

“Itu jelas bukan striptis atau erotis, itu seni menari ala Timur Tengah, mungkin untuk sebagain orang memang pakaiannya kurang pantas, tapi memang seperti itu costume menari Belly Dance,” ucapnya.

“Saya sama-sama cari nafkah, tapi kalo begini caranya tidak adil, orang bakal takut pake jasa saya sebagai Belly Dancer.  Sedangkan banyak restoran lain yang menyajikan sesuatu yang beneran pakai striptis,” jelasnya.

Dirinya merasa takut tidak ada orang yg mau menggunakan jasanya lagi sebagai Belly Dancer.

Diberitakan sebelumnya, Heboh dengan Viralnya restoran Timur Tengah yang menyajikan tarian Timur Tengah serta mengundang kerumunan massa. Satpol PP Kabupaten Bogor langsung bertindak cepat.

Petugas Satpol PP Kabupaten Bogor langsung mendatangi lokasi restoran yang berada di desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua.

Dilokasi, Kasatpol PP langsung bertemu dengan pemilik restoran tersebut yang merupakan warga Negara Libanon.

Video yang sempat viral beberapa waktu lalu terkait adanya penari Timur Tengan yang memperlihatkan lekuk tubuh penari yang mengundang kerumunan massa dan minimnya Protokol Kesehatan adalah sebuah pelanggaran.

Kabupaten Bogor masih memberlakukan aturan terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro dan membatasi jam operasional serta kapasitas tempat usaha.

Ditambah dengan adanya penari Timur Tengah merupakan pelanggaran dan merusak citra wilayah Puncak Kabupaten Bogor.***

311 Pejabat ASN Rotasi dan Promosi di Kota Bogor

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan Rotasi dan Promosi besar-besaran terhadap pejabat struktural di lingkungannya. Pemberlakuan ini terhitung mulai tanggal 1 Juli 2021.

Dari 311 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dirotasi dan promosi ada delapan ASN Eselon IIIA dan 45 ASN Eselon IIIB. Lalu sebanyak 200 ASN Eselon IVA dan 55 ASN Eselon IV B.

Terlihat dari delapan ASN yang mengalami Rotasi dan Promosi Eselon IIIA. Camat Bogor Timur, Wawan Sanwani, S.STP, M.Si yang Rotasi menjadi Sekertaris Dinas (Sekdis) Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor.

Tempat yang sebelumnya dijabat Wawan Sanwani digantikan Rena Da Frina, SP, MM yang dipromosikan menjadi Camat Bogor Timur.

Rena Da Frena sebelum dipromosikan menjadi Camat Bogor Timur, duduk sebagai Lurah Babakan Pasar.

Lalu ada Abdul Rahman yang dipromosikan menjadi Camat Bogor Barat yang sebelumnya menjabat Sekretaris Camat (Sekcam) Bogor Selatan.

Setiap perombakan pejabat di Kota Bogor ini ada cerita tersendiri di balik rotasi dan promosi. Ada yang sesuai harapan ada juga yang tidak. Ada yang gembira dan ada juga yang sebaliknya dan hal tersebut menjadi hal yang sudah biasa dan pasti.***

Rampungnya Pembangunan Masjid Imadul Bilad Jadi Momen Syiar Islam

Bogordaily.net – Diadakannya tasyakur atas rampungnya pembangunan Masjid Imadul Bilad yang terletak di Kampung Lebak Sari RT 01 RW 09 Desa Pasarean, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor menjadi momen berkumpul.

Selain momen berkumpul juga  mempererat silaturahmi para jamaah masyarakat setempat dalam syiar Islam.

Tak hanya itu, Tasyakur tersebut juga menjadi momentum untuk memperdalam istiqomah, meningkatkan amal ibadah, dan menggiatkan syiar agama Islam.

Ketua DKM Masjid Imadul Bilad, Ustad Edi Sodikin, menyampaikan bahwa kehadiran Masjid ini diharapkan dapat menghidupkan syiar agama serta mengikat tali silaturahmi diantara sesama warga masyarakat.

“Mudah – mudahan bisa menjadi cerminan buat kehidupan masyarakat, khususnya untuk masyarakat Lebaksari dan pada umumnya untuk masyarakat Desa Pasarean,” ucap Ustad Edi Sodikin usai Tasyakur mesjid pada Minggu, 26 Juni 2021.

Ia pun menambahkan, semoga semua elemen kepemerintahan juga ikut berpartisipasi sebagaimana syiar agama. Dengan begitu, hal ini dapat menjadi satu kesatuan antara ulama dan Umaro.

Kemudian, Ketua panitia pembangunan Masjid Imadul, Ustad Ujang mengungkapkan bahwa terselesaikannya masjid tersebut tidak terlepas dari bantuan masyarakat setempat dan hasilnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.

“Keinginan masyarakat setempat terhadap kehadiran sebuah Masjid akhirnya terkabul. Kerja keras, gotong royong masyarakat setempat pun membuahkan hasil cukup menggembirakan untuk kita semua. Serta bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujar Ustad Ujang usai acara Tasyakur pada Minggu, 28 Juni 2021 dikutip dari Berita Bogor.

Sementara itu, Ketua Mualimin Riyadusolihin Ustad Syukron Nawawi, berharap rampungnya Masjid ini akan juga memacu meningkatnya dukungan dari pihak-pihak terkait, baik itu pemerintah desa, RT/RW dan tokoh masyarakat.

“Dengan rampungnya masjid ini, saya berharap dapat memacu dukungan terhadap menyiarkan agama Islam mulai dari pihak-pihak penting di Desa Lebak Sari. Baik dari pemerindah desa, RT dan RW maupun dari tokoh masyarakat,” pungkas Ustad Syukron.***

Gempa M 5,3 Guncang Daerah Istimewa Yogyakarta

Bogordaily.net – Gempa magnitudo (M) 5,3 terjadi di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Gempa terjadi pukul 5.15 WIB.

Guncangan gempa bumi berpusat di selatan Gunung Kidul dan terasa hingga wilayah Tulungagung, Jawa Timur dan daerah sekitarnya.

BMKG merilis pada akun Twitter @infoBMKG, gempa tersebut terjadi pukul 5.15 WIB, dengan kekuatan 5,3 Magnitudo dan berpusat di kedalaman 48 kilometer, 55 kilometer Barat Daya Gunung Kidul Yogyakarta.

“#Gempa Magnitudo: 5.3, Kedalaman: 48 km, 28 Jun 2021 05:15:29 WIB, Koordinat: 8.49 LS-110.59 BT (55 km BaratDaya GUNUNGKIDUL-DIY), Tidak berpotensi tsunami,” tulis @infoBMKG.

Menurut warga Tulungagung, guncangan gempa terasa cukup kuat. Namun hanya berlangsung singkat.

“Lumayan kuat, tapi sebentar. Tadi saya pas di ruang tamu, tiba-tiba ada getaran gempa,” katanya, Senin (28 Juni 2021), seperti dikutip dari detiknews.

Meksipun terasa, guncangan gempa itu tidak sampai merusak struktur bangunan yang ada di rumahnya maupun lingkungan sekitar.

“Aman, Alhamdulillah nggak ada yang rusak,” ujarnya.***